Category: Racing

  • Veda Ega Sudah Tiba di Silverstone….Harus waspada Pada Hakim Danish !!

    Veda Ega Sudah Tiba di Silverstone….Harus waspada Pada Hakim Danish !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pebalap muda berbakat Indonesia, Veda Ega Pratama, bersiap melakoni tantangan besar pada lanjutan seri Moto3 musim 2026 di Sirkuit Silverstone, Inggris, akhir pekan ini (7–9/8). Balapan ini bakal menjadi momen penting bagi Veda untuk mempertahankan tren positif sekaligus memperkokoh posisinya di papan atas klasemen sementara. Yup…Veda Ega Sudah Tiba di Silverstone….Waktunya Bangkit ??

    Saat ini, pebalap binaan Astra Honda Racing Team yang membela Honda Team Asia tersebut bertengger di peringkat ke-6 klasemen sementara dengan torehan 90 poin. Raihan ini terbilang impresif bagi seorang rookie yang sudah mengoleksi dua kali podium di Brasil dan Prancis. Veda kini berpeluang besar menembus posisi 5 besar, hanya terpaut 19 angka dari pebalap Spanyol, David Almansa.

    Meski demikian, Silverstone menyajikan tantangan tersendiri. Lintasan sepanjang 5,89 kilometer dengan 18 tikungan ini belum pernah dijajal Veda di ajang mana pun sebelumnya, baik di Asia Talent Cup maupun Red Bull Rookies Cup.

    Maksimalkan Kelincahan Honda

    Sirkuit Silverstone dikenal memiliki karakter fast and flowing yang menguji keberanian dan presisi. Sektor ketiga—terdiri dari rangkaian tikungan cepat Maggotts, Becketts, dan Chapel (T10–T13)—menjadi area krusial. Karakter lincah sasis Honda NSF250R diyakini bakal memberi keuntungan bagi Veda di sektor teknis ini.

    “Target utama di sesi latihan bebas Jumat adalah langsung menemukan rhythm dan adaptasi racing line. Jika bisa langsung mengamankan slot di Kualifikasi 2 (Q2) tanpa melewati Q1, peluang untuk meraih posisi start terdepan akan jauh lebih besar,” serunya…

    Tantangan utama Veda ada di trek lurus panjang seperti Hangar Straight. Di kelas Moto3 yang identik dengan pack racing (rombongan rapat), kemampuan memanfaatkan slipstream atau mencuri angin di titik pengereman keras seperti Tikungan 3 (Village), Tikungan 6 (Brooklands), dan Tikungan 14 (Stowe) akan menjadi kunci penentu kemenangan.

    Persaingan Ketat Rombongan Depan

    Persaingan di Silverstone diprediksi berlangsung sengit. Selain harus mewaspadai pimpinan klasemen Maximo Quiles dan barisan pebalap KTM/CFMoto, Veda juga harus mengawasi pergerakan rival terdekatnya asal Malaysia, Hakim Danish, yang berada di posisi ke-7 dengan selisih hanya 4 poin.

    Jika mampu menjaga konsistensi pengereman dan cerdik mengeksekusi strategi di lap-lap terakhir, peluang Veda untuk kembali membawa kibaran Merah Putih ke podium Silverstone sangat terbuka lebar. Goooo Vedaaa….(iwb)

    Jadwal Moto3 Silverstone 2026:

    • Jumat (7/8): Free Practice & Practice 1

    • Sabtu (8/8): Practice 2 & Kualifikasi (Q1 & Q2)

    • Minggu (9/8): Race Utama

  • Hot..Jorge Lorenzo tawarkan jadi Test Rider Yamaha ” Salah Mereka Melepasku” !!

    Hot..Jorge Lorenzo tawarkan jadi Test Rider Yamaha ” Salah Mereka Melepasku” !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Drama panas kembali meletup dari panggung MotoGP, Kali ini mantan juara dunia 5 kali, Jorge Lorenzo, mendadak buka kartu terkait kenangan lamanya bersama pabrikan garputala, Yamaha. Lewat wawancara terbarunya, sang kolektor 3 gelar juara dunia MotoGP bareng Yamaha ini secara terbuka melontarkan pernyataan menohok. Lorenzo menilai Yamaha telah melakukan kesalahan fatal karena tidak mempertahankannya sebagai test rider (pembalap penguji) beberapa tahun lalu!

    Setelah memutuskan gantung helm dari balapan reguler pada akhir musim 2019 bersama Repsol Honda, Lorenzo langsung direkrut oleh Yamaha sebagai test rider untuk musim 2020. Namun, kebersamaan mereka hanya bertahan setahun dan terkesan angin-anginan, apalagi saat itu terhalang situasi pandemi.

    Mantan pembalap berjuluk X-Fuera ini secara jujur mengakui bahwa saat baru pensiun, fokusnya memang belum 100% untuk peran penguji.

    “Begitu saya pensiun, Yamaha langsung menawarkan posisi test rider. Saat itu saya cuma ingin menikmati hidup setelah 18 tahun berada di bawah tekanan konstan, saya butuh benar-benar lepas dari dunia balap,”ungkap Lorenzo.

    Doi bahkan terang-terangan melayangkan kritik ke dirinya sendiri:

    “Saya ini seorang perfeksionis. Tapi jujur saja, saat itu saya tidak memberikan perhatian yang layak untuk peran sebagai test pilot. Namun Saya pikir Yamaha salah karena tidak mempertahankanku. Aku yakin bahwa saya dapat memberikan informasi yang sangat penting untuk pengembangan motor mereka…” seru Jorge seperti kembali menawarkan diri…

    Meskipun menyadari kekurangannya di awal, Lorenzo menilai langkah Yamaha yang langsung melepasnya setelah satu tahun adalah sebuah blunder besar…

    Menurut pembalap asal Majorca ini, masukan teknis dan kemampuan analisisnya dalam merasakan detail perilaku motor seandainya dipertahankan bakal sangat membantu Yamaha—terutama untuk mencegah keterpurukan YZR-M1 yang kini kesulitan menandingi keperkasaan pabrikan Eropa seperti Ducati, Aprilia, hingga KTM. Lorenzo merasa feeling presisi serta pengalamannya membawa YZR-M1 ke puncak kejayaan adalah modal berharga yang disia-siakan oleh skuad Iwata.

    Pernyataan Lorenzo ini langsung memicu perdebatan panas di kalangan fans MotoGP, cak!

    Di satu sisi, gaya balap Lorenzo yang sangat halus (smooth like butter) dan fokus pada cornering speed memang terbukti melahirkan YZR-M1 paling dominan di masanya. Bahkan saat pindah ke Ducati, sentuhan masukan teknis Lorenzo (seperti bentuk tangki khusus) terbukti berhasil mengubah kelemahan Desmosedici menjadi motor yang lebih mudah dikendalikan.

    Last…. di sisi lain, problem terpuruknya Yamaha beberapa tahun terakhir jauh lebih kompleks daripada sekadar masukan pembalap penguji. Perubahan era aerodinamika radikal, ride height device, hingga mesin In-line 4 yang kehabisan nafas meladeni keangkeran mesin V4 membuat krisis Yamaha merembet ke ranah filosofi pengembangan pabrikan Jepang secara keseluruhan. So..apakah sampeyan setuju Lorenzo gabung Yamaha kembali sebagai test rider atau keputusan Yamaha sudah benar melepas Jorge ? piye menurut sampeyan cak ?? (iwb)

  • Karir Maverick Vinales diujung Tanduk….Dipecat Pertengahan Musim ini ??

    Karir Maverick Vinales diujung Tanduk….Dipecat Pertengahan Musim ini ??

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Menjelang gelaran MotoGP Inggris di Sirkuit Silverstone, spekulasi panas mengenai masa depan Maverick Vinales mendadak mencuat. Berdasarkan laporan awal yang diturunkan oleh Motorsport.com, KTM dikabarkan mempertimbangkan untuk mencopot Vinales dari kursi balapnya lebih awal dan menggantikannya dengan pebalap penguji Pol Espargaro. Waahhh…

    (more…)

  • Aprilia Atur Strategi lawan Marc Marquez…..Perburuan Gelar 2026 Memanas !!

    Aprilia Atur Strategi lawan Marc Marquez…..Perburuan Gelar 2026 Memanas !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…Ketegangan di dalam garasi Aprilia Racing berada di titik tertinggi musim ini. Chief Executive Officer (CEO) Aprilia Racing, Massimo Rivola, secara tegas menyatakan komitmennya untuk segera membenahi atmosfer “beracun” dan dinamika internal tim demi menyelamatkan peluang gelar juara dunia MotoGP 2026. Langkah tegas ini diambil bertepatan dengan kian melesatnya performa sang juara bertahan, Marc Marquez, yang kini makin mengancam posisi puncak klasemen…!!

    Gebrakan yang disiapkan manajemen Aprilia terjadi usai serangkaian insiden dan ketegangan di antara para pebalapnya. Meski mengawali musim 2026 secara dominan melalui manuver Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, konsistensi tim asal Noale, Italia, tersebut goyah akibat friksi internal dan serangkaian kerugian poin dalam beberapa seri terakhir.

    Puncaknya, rentetan hasil buruk Bezzecchi—mulai dari insiden dengan rekan setimnya hingga sanksi akibat pelanggaran di lintasan—membuat keunggulan poin Aprilia yang sempat menyentuh angka lebih dari seratus poin perlahan habis tergerus.

    Pihak manajemen menyadari bahwa menjaga keharmonisan paddock jauh lebih krusial menjelang paruh kedua musim ketimbang sekadar mengandalkan kecepatan motor. Rivola menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi intrik yang dapat merugikan fokus tim di garis finis.

    “Pertama-tama, kami harus mengevaluasi diri sendiri. Fokus kami adalah memberesi internal agar kembali kompetitif seperti di awal musim. Sejak balapan pertama, kami tidak pernah meremehkan Marc Marquez. Ia adalah ancaman nyata dan pabrikannya melakukan pekerjaan yang luar biasa.”.. ujar Massimo Rivola

    Di sisi lain, bangkitnya Marc Marquez bersama tim pabrikan Ducati menjadi momok menakutkan bagi rival-rivalnya. Sempat tertinggal hingga 102 poin pasca-operasi bahu di awal musim, pebalap asal Spanyol itu melakukan comeback impresif dengan memenangi rentetan balapan secara beruntun.

    Dengan performa Ducati yang kembali menemukan bentuk terbaiknya, perselisihan jarak poin di papan atas klasemen kini kian menipis. Rivola bahkan secara terbuka melabeli Marquez sebagai kandidat terkuat untuk merengkuh gelar juara dunia musim 2026, meski menekankan bahwa Aprilia tidak akan menyerah begitu saja.

    “Semua memprediksi Marc Marquez sebagai favorit. Namun, persaingan gelar ini dipastikan akan berlangsung sengit hingga seri pamungkas, dan kami akan bertarung sampai akhir,” tegas Rivola.

    Last….kini, fokus Aprilia tertuju pada pembenahan manajemen garasi agar dapat meredam dominasi Ducati. Paruh kedua kompetisi diprediksi akan menyajikan pertarungan sengit antara kebangkitan beruntun Marquez dan upaya Aprilia dalam mempertahankan kedudukan mereka di garis depan. (iwb)

  • Breaking !! Fermin Aldeguér Pindah ke VR46 Team….Dapat Ducati spek Factory !

    Breaking !! Fermin Aldeguér Pindah ke VR46 Team….Dapat Ducati spek Factory !

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Bursa transfer pebalap MotoGP jelang era anyar regulasi 2027 benar-benar panas membara, Cak! Kabar mengejutkan datang dari pabrikan Borgo Panigale. Fermin Aldeguer, rookie berbakat asal Spanyol yang saat ini membela Gresini Racing, dipastikan bakal pindah markas ke VR46 Racing Team pada musim MotoGP 2027! Langkah manuver ini murni diprakarsai oleh Ducati Corse yang memegang kontrak langsung sang pembalap. Keputusan ini tergolong menarik dan mengejutkan karena terjadi tepat saat MotoGP bersiap menyongsong era baru mesin 850cc!

    Poin paling krusial dari kepindahan ini adalah status Aldeguer di tim milik The Doctor tersebut, Cak. Meskipun membela tim satelit VR46, Aldeguer tetap berstatus sebagai pembalap pabrikan (factory rider) yang dikontrak langsung oleh Ducati Corse. Artinya, di musim 2027 nanti Aldeguer dijamin bakal menunggangi motor berkode Desmosedici GP 850cc spesifikasi pabrikan penuh (Factory-Spec). Doi juga akan menerima pasokan komponen serta update perangkat balap secara bersamaan dengan pembalap tim utama Ducati Lenovo!

    “Menjadi bagian dari tim VR46 adalah kehormatan besar. Tapi sejujurnya, bekerja langsung di bawah naungan sosok legenda seperti Valentino Rossi bikin saya agak sedikit terintimidasi !” gurau Aldeguer saat merespons kepindahannya.

    Bagi kubu VR46 Racing Team—khususnya sang manajer tim, Alessio ‘Uccio’ Salucci—merekrut Aldeguer sebenarnya adalah impian lama yang tertunda. Sampeyan ingat kan waktu Luca Marini secara mendadak hengkang ke Repsol Honda pada akhir musim 2023 lalu? Nah, waktu itu VR46 sejatinya sudah mendekati Aldeguer, namun terhalang kontrak. Kini, berkat restu dan skema dari Ducati, VR46 akhirnya berhasil mengamankan salah satu talenta muda paling mematikan di kisi balap MotoGP untuk jangka panjang.

    Last…Kepindahan Aldeguer ke VR46 untuk musim 2027 otomatis bikin susunan pebalap Gresini Racing bergejolak. Tim besutan Nadia Padovani kini juga sudah memiliki pebalap baru untuk mengisi barisan lini serang mereka saat regulasi 850cc resmi bergulir nanti. Nah, piye miturut sampeyan, Cak? Apakah duet Aldeguer dengan racikan teknis pabrikan Ducati di bawah naungan tim VR46 bakal sanggup mengacak-acak persaingan papan atas di era 850cc nanti? monggo berikan prediksinya…(iwb)

  • Breaking !! Sirkuit Mugello minta korban…seorang Pembalap dilaporkan meninggal crash !!

    Breaking !! Sirkuit Mugello minta korban…seorang Pembalap dilaporkan meninggal crash !!

    Iwanbanaran.com – Caakkk….Kabar duka yang sangat menyayat hati baru saja datang dari lintasan balap legendaris Italia, Sirkuit Mugello. Dunia balap dan track day internasional berduka setelah salah satu rider dilaporkan meninggal dunia akibat insiden tragis yang melibatkan tumpahan oli di lintasan. Kabar memilukan ini dikonfirmasi langsung oleh pihak penyelenggara acara, No Limits Trackdays—salah satu penyedia layanan track day terbesar asal Inggris yang menggelar acara bertajuk European Track Day di Mugello bekerjasama dengan DG Events

    Berdasarkan laporan resmi yang dilansir dari Crash.net, insiden mengerikan ini bermula ketika salah satu sepeda motor peserta mengalami kerusakan mekanis (mechanical failure) di tengah sesi latihan/trackday. Kerusakan tersebut menyebabkan ceceran oli dalam jumlah signifikan terlempar dan mengontaminasi permukaan aspal Sirkuit Mugello. Sayangnya, kondisi ini terjadi sangat cepat sehingga beberapa pebalap yang melaju tepat di belakangnya tidak sempat menghindar.

    “Beberapa pebalap di belakangnya terjebak oleh kontaminasi oli tersebut dan terjatuh dari sepeda motor mereka,” tulis keterangan resmi No Limits Trackdays.

    Sesi track day langsung dihentikan seketika dengan kibatan bendera merah (red flag). Tim medis darurat Sirkuit Mugello dengan cepat diterjunkan ke lokasi kejadian untuk memberikan penanganan intensif. Namun, meski tim medis telah bertindak cepat dan profesional, nyawa salah satu rider tidak dapat diselamatkan akibat cedera fatal yang dialaminya. Demi menghormati privasi pihak keluarga yang sedang berduka, identitas pebalap yang meninggal dunia tersebut saat ini belum dipublikasikan ke publik.

    Managing Director No Limits Trackdays, Mark Neate, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas tragedi yang menimpa anggotanya tersebut.

    “Dengan rasa sedih yang mendalam, kami mengonfirmasi kehilangan seorang pebalap menyusul insiden di Sirkuit Mugello selama acara European track day kami, yang diselenggarakan bekerja sama dengan DG Events… Kehilangan pebalap ini adalah duka yang akan kami pikul dalam waktu yang sangat lama,” ungkap Mark Neate.

    Pihak penyelenggara memastikan bakal kooperatif penuh dengan pihak berwenang di Italia untuk mengusut tuntas penyebab serta detail insiden ini. Selain itu, No Limits Trackdays juga akan melakukan evaluasi dan peninjauan internal secara menyeluruh terkait prosedur keselamatan acara bersama pengelola Sirkuit Mugello.

    No Limits Trackdays sendiri bukanlah nama baru di dunia otomotif, Cak. Mereka sudah memfasilitasi para pecinta kecepatan di berbagai sirkuit kondang Britania Raya dan Eropa selama lebih dari 30 tahun. Bagi mereka dan komunitas balap, insiden ini merupakan pukulan yang amat berat. Sirkuit Mugello yang terkenal dengan karakteristik high-speed dan trek lurus panjang memang selalu menuntut kesiapan fisik, kendaraaan, serta standar keselamatan ekstra tinggi. Tragedi ini menjadi pengingat pahit bagi kita semua bahwa motorsport tetaplah olahraga yang penuh risiko, di mana kondisi teknis sekecil apa pun di lintasan bisa berdampak fatal. Mari kita berdoa semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan. Rest in peace, Speed Racer…. (IWB)

  • Marquez Motogp Titel 2026 Terbuka Gagal…Ini Penantang Terbesar Marc !!

    Marquez Motogp Titel 2026 Terbuka Gagal…Ini Penantang Terbesar Marc !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk… persaingan MotoGP 2026 makin panas dan bikin merinding gulu! Setelah Marc Marquez sukses memborong kemenangan ganda di Sachsenring, Si Semut Cerobet kembali menjelma jadi favorit juara dunia MotoGP 2026. Padahal kalau dihitung-hitung, posisi Marc di klasemen sementara masih bertengger di peringkat ke-3, tertinggal 18 poin dari pemuncak klasemen. Tapi jangan salah cakk, konsistensi Marquez makin edan. Terus siapa aja rival yang siap mengancam impian Marquez meraih gelar juara dunia ke-8?  IWB akan rilis ranking 7 pembalap yang IWB anggap sebagai ancaman paling nyata buat Marc Marquez di musim 2026 ini. Penasaran piye peta persaingannya? mari kita bedah siji-siji dari paling belakang dulu cakkk!

    7. Pedro Acosta (Selisih 42 Poin dari Marquez)

    Di urutan ketujuh ada si bocah ajaib Pedro Acosta. Awalnya Acosta ini tampil begitu menjanjikan, bahkan digadang-gadang jadi calon rekan setim Marquez di Ducati pabrikan masa depan. Tapi belakangan performanya malah mengkhawatirkan cakk. Dalam tiga seri terakhir, Acosta cuma bisa mendulang 16 poin! Masalahnya komplit: dari cedera carpal tunnel syndrome yang bikin dia kudu operasi, mesin KTM yang sering rewel sampai KTM minta segel mesin dibuka, hingga performa motor RC16 yang kalah telak dibanding Ducati dan Aprilia. Peluang Acosta jegal Marquez? Tipisss bangat cakk, yahhh…butuh keajaiban!

    6. Raul Fernandez (Selisih 31 Poin dari Marquez)

    Fernandez dari tim Trackhouse Aprilia menunjukkan peningkatan yang cukup impresif dibanding musim-musim sebelumnya. Dia makin konsisten dan geber motor RS-GP dengan ciamik. Tapi masalahnya, jarak poinnya udah terlalu jauh dari persaingan atas. Selain itu, Fernandez juga belum punya pengalaman bertarung dalam tekanan perebutan gelar juara dunia MotoGP.

    5. Pecco Bagnaia (Selisih 47 Poin dari Marquez)

    Sopo seng ora kenal Pecco Bagnaia cakk? Pembalap yang sudah kenyang asam garam comeback juara dunia ini sebenarnya punya pure speed yang kencang. Banyak poin Pecco yang hilang di Jerez, Le Mans, dan Assen bukan karena kesalahannya sendiri, tapi karena nasib apes (hilang lebih dari 40 poin!). Tapi di Sachsenring kemarin, borok Pecco keliatan cakk. Dia mengeluhkan masalah rear grip (daya cengkeram ban belakang) yang anehnya nggak dirasakan pembalap Desmosedici lainnya. Dengan jarak 47 poin dari Marquez, tugas Pecco berat njeblug cakk!

    4. Fabio Di Giannantonio (Selisih 6 Poin dari Marquez)

    Diggia tampil luar biasa konsisten hampir di semua sirkuit. Posisinya di klasemen ketat bener, cuma berjarak 6 poin di belakang Marquez. Diggia jago mengolah ban bekas (used tyre), tapi kelemahannya ada di lap-lap awal dan saat race day. Dia sering apes di awal start sehingga pas balapan kudu kerja keras merayap dari belakang. Kalau mau jagain asa juara, Diggia nggak bisa cuma ngandelin finis posisi 3 atau 4 terus, kudu berani gassspol ngejar podium tertinggi!

    3. Jorge Martin (Unggul 18 Poin dari Marquez)

    Nahhh ini dia cakk, Martinator si pemuncak klasemen sementara! Soal kencang dan start agresif di lap awal, Martin emang joss gandozz. Tapi performa Martin belakangan ini malah seperti orang linglung cakk. Dia terus-terusan mengeluhkan bagian depan motor Aprilia RS-GP miliknya. Bahkan Martin sendiri jujur mengakui kalau dengan performa sekarang, dia bakal sulit mempertahankan gelar. Hmm…belum-belum udah keder cak mentalnya…

    2. Ai Ogura (Unggul 4 Poin dari Marquez)

    Iki pembalap paling mengejutkan cakk! Ai Ogura yang baru tahun kedua di MotoGP tampil super tenang dan punya daya jelajah balap (race pace) yang bikin merinding di fase kedua balapan. Posisinya sekarang unggul 4 poin dari Marquez. Namun titik lemah Ogura masih ada di lintasan basah (wet race). Sekalinya hujan turun, performa Ogura langsung drop drastis. Kalau cuaca bersahabat, Ogura bisa jadi ancaman mengerikan buat Marquez!

    1. Marco Bezzecchi (Selisih 4 Poin dari Marquez)

    Dan ancaman nomor satu paling berbahaya buat Marc Marquez menurut ranking ini jatuh pada… Marco Bezzecchi! Walaupun sempat kehilangan keunggulan poin akibat crashes dan cedera tulang selangka, Bezzecchi punya performa puncak terhebat di atas Aprilia. Dia satu-satunya pembalap Aprilia yang sanggup meladeni Marc Marquez di kondisi trek basah maupun dry. Asal kondisi fisiknya cepat pulih 100% pas seri Aragon nanti, Bezzecchi adalah musuh paling bebuyutan yang siap menghentikan dominasi Marc Marquez cakk!

    Last…Kalau IWB perhatikan, ancaman terbesar Marc Marquez sebenarnya bukan cuma datang dari para pesaingnya di atas trek, tapi dari dirinya sendiri (mental control dan konsistensi). Marquez musim 2026 ini jauh lebih cerdik, tahu kapan harus push dan kapan harus main aman mengamankan poin. Piye miturut sampeyan cakk? Apakah Marc Marquez bakal dengan mudah mengunci gelar juara dunia MotoGP yang ke-8, atau justru Bezzecchi, Ogura, dan Martin yang bakal bikin kejutan di sisa musim? Monggo berikan komentarnya di bawah…(iwb)

  • Mengejutkan…Ternyata Jorge Martin adalah Raja ” Dlosor ” !!

    Mengejutkan…Ternyata Jorge Martin adalah Raja ” Dlosor ” !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Musim paruh pertama MotoGP 2026 menyajikan dinamika yang cukup unik sekaligus mengejutkan. Jorge Martin, pembalap utama tim Aprilia Racing, sukses memasuki jeda musim panas sebagai pemuncak klasemen sementara. Namun, di balik dominasinya mengumpulkan poin demi poin, pembalap berjuluk The Martinator ini juga memegang rekor yang tak biasa: pembalap dengan jumlah kecelakaan (crash) tertinggi di kisi-kisi grid alias raja Crash !!!

    Hingga seri ke-11 di Sachsenring, Jerman, Martin mencatatkan total 16 kali kecelakaan. Angka ini menempatkannya di posisi teratas daftar crash stats MotoGP 2026, mengungguli nama-nama seperti Joan Mir. Uniknya, situasi ini tidak menghentikan sang juara bertahan untuk tetap memimpin perebutan gelar dunia. Kepindahan Jorge Martin ke pabrikan Aprilia pada musim 2025/2026 sempat diawali dengan transisi yang berat dan penuh adaptasi. Namun, gaya balap agresifnya di atas RS-GP membuah hasil signifikan pada balapan Sprint maupun balapan utama.

    Di balik rekor kecelakaan yang tinggi, keberhasilan Martin memimpin klasemen dipicu oleh strategi mengumpulkan poin secara konsisten (squirrel strategy) saat ia berhasil bertahan di atas trek. Martin tercatat finis dan mencetak poin di 18 dari 22 balapan yang telah berlangsung (termasuk Sprint Race), dengan raihan delapan kali podium. Keberuntungan juga berpihak padanya. Berbeda dengan beberapa rivalnya yang harus absen karena cidera usai mengalami kecelakaan hebat, Martin sejauh ini berhasil lolos dari cedera serius.

    Mendorong Batas RS-GP demi Melawan Dominasi Ducati

    Statistik kecelakaan yang tinggi ini mencerminkan pendekatan khas Martin: mencari batas maksimal dari motor Aprilia RS-GP demi menahan gempuran Ducati yang dipimpin oleh Marc Marquez dan Francesco Bagnaia.

    “Saya selalu membalap hingga batasnya. Dalam beberapa situasi, ketika Anda mencoba mengejar keunggulan di sektor-sektor tertentu, risiko kehilangan grip roda depan sangat tinggi,” ungkap Martin dalam sebuah wawancara.

    Karakteristik RS-GP yang membutuhkan corner speed tinggi memaksanya bekerja ekstra keras di area pengereman. Meski beberapa kali berujung di gravel, agresivitas ini terbukti efektif menjaga Aprilia tetap kompetitif di papan atas.

    Last…Memasuki jeda paruh musim sebelum gelaran di Silverstone, Martin memimpin klasemen dengan keunggulan tipis 14 poin atas rival terdekatnya. Persaingan di papan atas dipastikan akan makin memanas mengingat Marc Marquez terus memangkas jarak poin. Tantangan terbesar bagi Jorge Martin dan tim mekanik Aprilia di paruh kedua musim adalah menemukan kompromi setup yang dapat memberikan kestabilan pada roda depan tanpa mengurangi speed khas sang pembalap Spanyol tersebut. Jika Aprilia mampu mengurangi margin kesalahan tanpa mengorbankan kecepatan, peluang Martin untuk mengunci gelar juara dunia keduanya berturut-turut akan semakin terbuka lebar….(iwb)

  • Yamaha Pimpin Test Prototipe MotoGP 2027….!!

    Yamaha Pimpin Test Prototipe MotoGP 2027….!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Geliat peracikan teknologi menjelang perombakan besar regulasi teknis MotoGP 2027 kian memanas setelah jeda musim panas. Seluruh pabrikan peserta MotoGP kini tancap gas mengembangkan prototipe motor masa depan, dengan Yamaha mengambil langkah paling awal di lintasan balap. Regulasi 2027 dipastikan membawa perubahan mendasar pada lanskap kompetisi: penurunan kapasitas mesin dari 1.000cc menjadi 850cc, pengurangan komponen aerodinamika (aero winglet), penghapusan perangkat pengatur ketinggian (ride height device), serta masuknya Pirelli sebagai pemasok ban tunggal menggantikan Michelin. Yamaha memelopori pengujian lintasan pasca-libur musim panas lewat sesi tes di Sirkuit Jerez, Spanyol. Dua test rider mereka, Augusto Fernández dan Andrea Dovizioso, ditugaskan untuk menguji coba dan mengembangkan prototipe YZR-M1 berkapasitas 850cc…!! (more…)

  • Terbongkar alasan Acosta Pilih Ducati ketimbang KTM di 2027 !!

    Terbongkar alasan Acosta Pilih Ducati ketimbang KTM di 2027 !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Keputusan Pedro Acosta untuk hengkang dari KTM dan merapat ke tim pabrikan Ducati pada MotoGP 2027 menjadi salah satu manuver paling menyita perhatian di paddock. Bagi pembalap muda asal Murcia, Spanyol tersebut, kepindahan ke skuad ‘Merah Borgo Panigale’ bukan sekadar pergantian seragam, melainkan langkah krusial yang menentukan perjalanan kariernya. Memasuki paruh kedua musim ketiganya di kelas para raja, Acosta konsisten tampil sebagai pembalap terdepan di kubu pabrikan Austria tersebut. Namun, ambisi besar untuk meraih gelar juara dunia MotoGP membuatnya harus mengambil keputusan tegas !!!

    Acosta telah menjalin kemitraan erat dengan KTM bahkan sebelum debutnya di ajang Grand Prix pada 2021. Pada musim perdananya di MotoGP (2024), ia langsung tampil menggebrak dan finis tepat di belakang Brad Binder. Titik balik kedewasaan balapnya terjadi pada pertengahan musim 2025. Acosta mulai mengubah pola pikirnya: alih-alih frustrasi akibat keterbatasan motor yang berujung crash, ia memilih fokus memaksimalkan potensi RC16 yang ada di tangannya. Hasilnya, Acosta tampil dominan dan tak tersentuh oleh pembalap KTM lainnya.

    Kendati demikian, Acosta menyadari bahwa performa RC16 belum cukup tangguh untuk mengantarnya mengunci gelar juara dunia.

    “Sejak pertama kali menandatangani kontrak pabrikan [KTM], satu-satunya hal yang saya inginkan adalah motor yang bisa memenangkan kejuaraan dunia. Jelas motor itu belum tiba sampai sekarang, dan jujur saja, saya tidak punya waktu lagi untuk terbuang (no more time to lose). Saya mendapat banyak pengalaman di KTM, tetapi saya merasa ini adalah tantangan yang memang saya butuhkan dalam karier saya.”

    Langkah cepat Acosta mengamankan kontrak bersama Ducati memberi kepastian untuk masa depannya. Meski MotoGP akan mengalami perombakan regulasi besar-besaran pada musim 2027, Ducati tetap dipandang sebagai standar tertinggi (benchmark) di panggung MotoGP dalam lima musim terakhir. Peluang mengendarai Desmosedici memberikan garansi teknis terbaik bagi Acosta untuk merealisasikan impian terbesarnya: menjadi juara dunia di kelas utama.

    Last….Meski memutuskan berpisah di akhir 2026, Acosta tetap memberikan rasa hormat dan apresiasi tinggi kepada pabrikan yang telah membesarkan namanya. Ia juga optimistis terhadap prospek KTM yang telah mengamankan lini pembalap baru, yaitu Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio. “KTM mengambil juara dunia seperti Alex [Marquez] dan pembalap yang saat ini menjadi yang terkuat kedua di Ducati [Di Giannantonio]. Mereka punya kartu yang sangat bagus untuk dimainkan musim depan,” pungkas Acosta. Kepindahan Pedro Acosta ke Ducati Lenovo Team pada 2027 menandai babak baru dalam perburuan takhta MotoGP. Bagi Acosta, bertahan di KTM berarti menunda ambisi besarnya, sementara Ducati menawarkan senjata paling menjanjikan untuk mewujudkan mimpinya di puncak balap motor dunia. Apakah Acosta bisa ?? kita lihat saja nanti cak….(iwb)