Category: Racing

  • Nicolo Bulega Resmi Gabung VR46 MotoGP….Rossi Bungkam, ada apa ???

    Nicolo Bulega Resmi Gabung VR46 MotoGP….Rossi Bungkam, ada apa ???

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…seperti yang sampeyan tahu, Langkah besar baru saja diambil oleh Pertamina Enduro VR46 Racing Team menyambut musim MotoGP 2027. Tim satelit Ducati ini resmi mengumumkan perekrutan bintang WorldSBK, Nicolo Bulega, yang akan mengisi kursi balap mendampingi Fermin Aldeguer. Sayangnya, di balik euforia kepindahan Bulega yang juga lulusan akademi VR46 ada satu hal ganjil yang langsung memicu tanda tanya besar di paddock yakni keheningan total dari sang pemilik tim, Valentino Rossi. Betul cak….Rossi Bungkam, ada apa ???

    Dalam rilis resmi tim maupun unggahan media sosial terkait bergabungnya Bulega, sama sekali tidak ditemukan kutipan, pernyataan, ataupun komentar dari Valentino Rossi. Sorotan justru sepenuhnya terbagi kepada sang pebalap anyar, Direktur Tim Uccio Salucci, Manajer Tim Pablo Nieto, hingga General Manager Ducati Corse, Luigi Dall’Igna. Sikap bungkam Rossi ini ternyata bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, The Doctor juga tidak memberikan komentar publik apa pun mengenai kepergian Franco Morbidelli dari tim. Absennya suara sang legenda hidup mendadak menguatkan spekulasi publik mengenai sejauh mana keterlibatannya saat ini dalam mengelola skuad balap yang ia dirikan sendiri…

    Faktor pendukung spekulasi tersebut terlihat jelas dari tingkat kehadiran Rossi di paddock MotoGP musim ini. Tercatat, juara dunia sembilan kali itu baru mendatangi dua dari 13 seri Grand Prix yang sudah digelar, yakni di Barcelona dan Brno. Pola ini menunjukkan tren penurunan keterlibatan fisik Rossi secara langsung di ajang Grand Prix….

    Sebaliknya, fokus utama pria asal Tavullia tersebut kini lebih banyak tersita di dunia balap mobil (car racing). Sebagai contoh nyata, pada akhir pekan GP Jerman Juli lalu, Rossi lebih memilih hadir di festival otomotif bergengsi Goodwood Festival of Speed daripada mendatangi lintasan balap MotoGP. Pergeseran prioritas ini disebut-sebut ikut berdampak pada performa bisnis dan profit merek VR46 secara keseluruhan. Terus betulkah isu sebenarnya Rossi tidak suka Bulega karena meninggalkan VR46 academy dimasa lalu ?? Kalau kita analisa kecil cak…ini alasan IWB…

    • Perpisahan Baik-Baik di Tahun 2019: Bulega sempat meninggalkan VR46 Riders Academy dan tim Sky Racing Team VR46 pada akhir musim 2019 setelah mengalami penurunan performa di kelas Moto2 dan gagal memperbarui perjanjian manajemennya. Kendati demikian, saat itu Bulega menegaskan bahwa keputusan tersebut murni untuk mencari tantangan baru secara mandiri, tanpa ada rasa dendam atau sakit hati. Ia bahkan tetap menyebut Rossi sebagai sosok “kakak dan panutan terbesarnya.”

    • Tetap Akur dan Terhubung: Selepas keluar dari akademi, hubungan personal mereka tetap harmonis. Bulega terpantau beberapa kali masih menghadiri acara balap internal Rossi, seperti 100Km of Champions di Ranch milik The Doctor.

    • Konsultasi Karier Langsung dengan Rossi: Menjelang keputusannya naik ke MotoGP, Bulega bahkan mengakui bahwa ia sempat menelepon dan meminta saran langsung kepada Valentino Rossi ketika dirinya sempat dilanda keraguan. Rossi meresponsnya dengan hangat dan memberikan dukungan penuh.

    Last….mengingat Morbidelli dan Bulega merupakan produk binaan asli VR46 Riders Academy, publik tentu berharap Rossi bisa berdiri di garis depan menyambut langkah besar mereka. Namun, dengan situasi sekarang, VR46 seolah berjalan sebagai tim milik Rossi “hanya di atas kertas saja”, sementara gairahnya pada balap roda dua tampak mulai meredup. Apakah Rossi akan segera angkat bicara atau justru memilih terus menikmati perannya di dunia balap roda empat? Waktu yang akan menjawabnya nanti cak….(iwb)

  • Marquez hancurkan Aprilia di Misano…Poin Klasemen Motogp 2026 diambil alih !!

    Marquez hancurkan Aprilia di Misano…Poin Klasemen Motogp 2026 diambil alih !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…..Marc Marquez sukses merebut kemenangan gemilang dalam balapan Grand Prix San Marino di Sirkuit Misano, Minggu, yang mengantarkannya mengambil alih pimpinan klasemen sementara MotoGP 2026. Keberhasilan pebalap bintang asal Spanyol ini tak lepas dari drama lap pertama ketika pesaing terdekatnya, Marco Bezzecchi, secara mengejutkan mengalami kecelakaan saat memimpin jalannya race pada 2 tikungan awal…

    Sesi akhir pekan di Misano sebenarnya dikuasai oleh Bezzecchi sejak sesi kualifikasi. Tampil di hadapan publik pendukungnya sendiri, pebalap Aprilia tersebut mencetak sejarah dengan menembus batasan waktu di bawah 30 detik, mencatatkan lap time sensasional 1:29,982 untuk merebut pole position. Sementara itu, Marc Marquez mengamankan posisi start kedua dengan catatan waktu 1:30,180 atau terpaut 0,198 detik di belakang Bezzecchi. Fermín Aldeguer melengkapi baris terdepan di posisi ketiga dengan torehan 1:30,350, diikuti oleh Fabio Di Giannantonio di posisi keempat (1:30,386), Jorge Martín di posisi kelima (1:30,569), dan Luca Marini di tempat keenam (1:30,609).

    Ketika lampu start padam, Bezzecchi langsung melesat memanfaatkan pole position miliknya. Namun, tekanan ketat dari Marquez di tikungan pembuka (Turn 1) menciptakan persaingan sengit sejak meter pertama. Drama besar langsung terjadi di lap pembuka ketika Bezzecchi yang mencoba mempertahankan posisinya kehilangan kendali pada motornya dan mengalami kecelakaan parah. Crash pada kecepatan tinggi di Tikungan 13, yang meloloskan Marquez ke posisi memimpin di depan Martin. Namun kemudian Martin sukses nyalip Marquez di Tikungan 4 pada putaran ketujuh, dan berhasil membangun keunggulan lebih dari delapan persepuluh detik selama beberapa putaran berikutnya….

    Di belakang, Acosta dan Alex Marquez saling tukar posisi, dengan Alex yang akhirnya unggul kemudian mendekati dua pebalap terdepan. Menjelang awal lap 11, kecepatan Marquez kembali meningkat, dan ia mulai menekan Martin dan melancarkan serangan yang sukses merebut kembali pimpinan balapan di Tikungan 6 pada lap ke-12. Alex Marquez berhasil melewati Martin dua lap kemudian mulai mengejar Marc, yang unggul lebih dari satu detik di depan. Namun Marc Marquez tetap mampu bertahan dengan kokoh didepan…

    Masuk garis finish….Acosta berada di posisi ketiga, tertinggal 2,3 detik dari Marc, sementara Fermín Aldeguer berhasil overtake Martin turun ke posisi kelima. Martin terpaut 14,021 detik dari Marc Marquez saat bendera finis dikibarkan. Raul Fernandez finis di posisi keenam yang cukup jauh dengan Trackhouse Aprilia, sementara Fabio Di Giannantonio dari VR46 kesulitan di posisi ketujuh di depan Enea Bastianini, Luca Marini dan Fabio Quartararo. Johann Zarco (LCR) mengalami kecelakaan di detik-detik akhir, sementara Jack Miller (Pramac), Pecco Bagnaia (Ducati), dan Diogo Moreira (LCR) juga terjatuh. Alex Rins (Yamaha) dan Joan Mir (Honda) masuk ke pit dan memilih retire (gagal finis).

    Last…Kemenangan mutlak ini melengkapi akhir pekan yang nyaris sempurna bagi Marquez, yang sehari sebelumnya juga sukses mengamankan kemenangan dalam sesi Sprint Race di sirkuit yang sama. Tambahan 38 poin penuh tersebut memiliki arti sangat krusial bagi ambisi perebutan gelar juara dunia musim ini, mengingat ia berhasil menduduki puncak klasemen kejuaraan untuk pertama kalinya pada tahun 2026. Dominasi Marquez sepanjang akhir pekan di Misano memperlihatkan kematangan taktik dan performa kompetitifnya, sekaligus membuktikan betapa tipisnya margin kesalahan di kelas premier yang mampu mengubah total peta persaingan titel juara dunia….(iwb)

    2026 Misano MotoGP – Race Results

    Pos Rider Nat Team Time/Diff
    1 Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP26) 41m 13.013s
    2 Alex Marquez SPA BK8 Gresini Ducati (GP26) +0.657s
    3 Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16) +2.326s
    4 Fermin Aldeguer SPA BK8 Gresini Ducati (GP25) +6.027s
    5 Jorge Martin SPA Aprilia Racing (RS-GP26) +14.021s
    6 Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +18.252s
    7 Fabio Di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP26) +20.581s
    8 Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +20.858s
    9 Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V) +22.911s
    10 Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1) +23.229s
    11 Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16) +23.905s
    12 Toprak Razgatlioglu TUR Pramac Yamaha (YZR-M1)* +28.031s
    13 Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25) +28.927s
    14 Pol Espargaro SPA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +31.792s
    Johann Zarco FRA Castrol Honda LCR (RC213V) DNF
    Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1) DNF
    Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP26) DNF
    Joan Mir SPA Honda HRC Castrol (RC213V) DNF
    Diogo Moreira BRA Pro Honda LCR (RC213V)* DNF
    Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1) DNF
    Marco Bezzecchi ITA Aprilia Racing (RS-GP26) DNF
  • Pecco Bagnaia Frustasi di Misano..” Aku Hampir jatuh 7 kali..” keluhnya !!

    Pecco Bagnaia Frustasi di Misano..” Aku Hampir jatuh 7 kali..” keluhnya !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Krisis performa yang dialami oleh pebalap pabrikan Ducati, Francesco Bagnaia, tampaknya masih terus berlanjut tanpa menunjukkan tanda-tanda mereda saat akhir pekan Grand Prix San Marino di Sirkuit Misano dimulai. Dalam sesi latihan hari Jumat yang krusial, pebalap asal Italia tersebut mengakui bahwa ia terpaksa harus membalap dengan gaya yang sangat defensif demi mengendalikan motor Desmosedici yang terus memberikannya masalah kepercayaan diri. Situasi ini semakin memperkuat anggapan bahwa sang mantan juara dunia sedang berada dalam salah satu periode paling sulit sepanjang karier kelas utamanya bersama skuad Borgo Panigale. ” Aku hampir jatuh 7 kali…” keluhnya…

    Sepanjang sesi latihan di Misano, Bagnaia terlihat kesulitan untuk mencatatkan waktu kompetitif yang bisa membawanya bersaing secara nyaman di jajaran teratas, jauh tertinggal dari dominasi sesama pebalap Ducati lainnya maupun kejutan yang dihadirkan oleh para pesaing dari pabrikan Aprilia. Ketika dimintai keterangan mengenai gaya balapnya di atas lintasan kandang tersebut, Bagnaia tidak menutup-nutupi fakta bahwa ia tidak bisa lagi memacu motornya secara agresif seperti biasa. Ia menjelaskan bahwa setiap kali ia mencoba menekan batas maksimal, motornya kerap memberikan reaksi yang tidak terduga dan merusak ritme balapnya secara keseluruhan….

    ” Tim sedang bekerja keras untuk mencari tahu masalahnya, tetapi tampaknya mustahil untuk dipahami alasannya. Perbedaannya sangat jelas terlihat pada data antara saya dan semua pebalap Ducati lainnya, karena saya mengerem jauh lebih keras daripada yang lain. Selain itu motornya tidak mau berakselerasi. Saya sangat memperhatikan akselerasi dengan bukaan gas, tetapi justru saya adalah orang yang paling sedikit berakselerasi. Cara kerja motor saya sangat aneh dan tim benar-benar tidak mengerti alasannya. Kami berada dalam situasi yang sangat sulit. Saya mengendarai motor dengan cara yang sangat defensif karena begitu saya mencoba berbuat sedikit saja, saya langsung jatuh…

    “Mengalami crash di setiap tikungan bukanlah cara yang saya inginkan untuk mengatasi situasi ini. Saya hampir jatuh tujuh kali saat sesi latihan dan itu dalam kecepatan yang sangat lambat. Bahkan dalam lap-lap lambat pun saya hampir jatuh, jadi ini sangat aneh dan kita perlu mencari tahu alasannya. Marc membuat perbedaan lebih besar dalam hal itu karena dialah yang menggunakan tekanan rem lebih sedikit tetapi motornya bisa melambat dengan cepat.  Saya menggunakan tekanan hingga dua kali lipat tetapi motornya tidak mau berhenti, jadi ini sangat sulit. Situasinya juga sulit bagi [tim]. Yang saya minta adalah coba pikirkan karena sejak awal musim masalahnya selalu sama. Masalahnya adalah dalam tiga GP terakhir situasinya jauh lebih buruk, entahlah…” keluh Pecco…

    Pendekatan defensif ini tentu saja menjadi sebuah kemunduran besar bagi seorang pebalap yang terbiasa bertarung memperebutkan pole position dan kemenangan di setiap seri cak. Bagnaia menceritakan bahwa masalah utama yang dihadapinya berkaitan erat dengan ketidakcocokan antara karakteristik setelan motor saat ini dengan preferensi gaya berkendaranya. Perubahan kecil pada tingkat cengkeraman lintasan Misano membuat setelan dasar motornya gagal bekerja secara optimal, memaksanya untuk terus-menerus bermain aman di setiap tikungan guna menghindari potensi kecelakaan fatal yang dapat memperburuk kondisi fisiknya maupun mental tim.

    Situasi pelik ini juga memicu berbagai spekulasi di paddock mengenai arah pengembangan teknis yang diambil oleh Ducati Corse. Dalam beberapa balapan terakhir, Bagnaia kerap mengeluhkan kurangnya rasa percaya diri pada bagian depan motor, sebuah komponen krusial yang sangat diandalkannya untuk melakukan pengereman keras dan memasuki tikungan dengan kecepatan tinggi. Meskipun pihak tim telah mencoba berbagai cara untuk mengembalikan performa motornya ke level terbaik, solusi permanen tampaknya masih belum ditemukan hingga hari pertama latihan di Misano ini berakhir.

    Last….Tekanan publik dan media tentu semakin menghimpit pundak pebalap bernomor start 63 tersebut, terutama mengingat statusnya sebagai salah satu ujung tombak pabrikan asal Italia di kandang mereka sendiri. Para penggemar setia Ducati tentu berharap besar melihat pebalap kebanggaan mereka bangkit di Misano, namun realitas di atas lintasan berbicara lain. Dengan sesi kualifikasi dan Sprint Race yang sudah di depan mata, Bagnaia dan tim tekniknya harus bekerja ekstra keras semalaman untuk menemukan terobosan signifikan. Jika masalah utama pada setelan motor ini tidak segera diatasi, Bagnaia diprediksi akan kembali menjalani balapan yang penuh penderitaan dan harus puas berjuang di barisan tengah demi mengamankan poin seadanya. Nggak heran jadi super frustasi cak…semangat Pecco !!! (iwb)

  • Jorge Martin Pusing dengan Ban Lunak Michelin di Misano !!

    Jorge Martin Pusing dengan Ban Lunak Michelin di Misano !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Jorge Martin, mengakui bahwa dirinya harus berjuang keras pada hari pertama sesi latihan Grand Prix San Marino di Sirkuit Misano. Pemimpin klasemen sementara tersebut hanya mampu mengamankan posisi kesepuluh secara dramatis untuk lolos langsung ke sesi Q2, tertinggal cukup jauh dari rekan setimnya, Marco Bezzecchi, yang keluar sebagai yang tercepat. Jorge Martin Pusing dengan Ban Lunak Michelin di Misano cak !!

    Martin mengungkapkan bahwa masalah utamanya bukan terletak pada satu atau dua tikungan saja, melainkan ia kehilangan sedikit waktu di hampir seluruh bagian sirkuit dibandingkan Bezzecchi…

    “Saya sangat kesulitan dengan ban belakang kompon lunak. Sejujurnya, saya memang memperkirakan akan sedikit menderita dengan ban lunak karena di sirkuit ini, dengan cengkeraman yang begitu tinggi rasanya seperti di awal musim keseimbangan motor sangat berubah untuk gaya balap saya. Situasinya memang seperti itu, tetapi saya tidak menyangka akan separah ini, jadi saya langsung merasa kesulitan sejak awal…

    “Saya rasa, dalam hal kecepatan balap, saya tidak tertinggal jauh. Saya mungkin hanya terpaut sekitar dua persepuluh detik dari barisan terdepan. Tetapi begitu kami harus masuk ke mode time attack, saya sangat kesulitan. Kami perlu memahami cara agar bisa lebih kompetitif untuk besok. Saya pikir ada hal-hal kecil di sekujur lintasan yang perlu kami satukan, tetapi jika kami bisa melakukan kualifikasi dengan hebat, saya yakin kami bisa bertarung di barisan depan.”

    “Saat melihat data milik [Bezzecchi], situasinya memang sulit karena perbedaannya ada pada hal-hal kecil di setiap tikungan, bukan masalah besar di dua tikungan tertentu,” ujar Martin. “Di seluruh bagian lintasan, saya terus-menerus kehilangan waktu sedikit demi sedikit.”

    Selain kesulitan menemukan ritme yang konsisten, pebalap asal Spanyol itu juga mengeluhkan perubahan keseimbangan pada motor RS-GP miliknya saat dipasangkan ban belakang kompon lunak (soft) untuk sesi time attack di penghujung latihan. Menurutnya, tingkat cengkeraman (grip) yang sangat tinggi di Misano mengubah perilaku motor secara signifikan dan membuatnya merasa berada di batas maksimal kemampuan motor.

    Kendati demikian, Martin merasa kecepatan balapnya (race pace) tidak terlalu buruk dan hanya terpaut sekitar dua persepuluh detik dari barisan terdepan. Tantangan terbesar baginya saat ini adalah menemukan cara untuk memaksimalkan potensi motor saat melakukan putaran cepat di sesi kualifikasi.

    “Jika kami bisa melakukan langkah maju pada setelan motor, biasanya hal itu akan membuatnya jauh lebih seimbang,” tambahnya.

    Last….Meskipun mengawali akhir pekan dengan hasil yang kurang memuaskan, Martin tetap optimistis menatap sesi balapan. Ia menegaskan bahwa targetnya bukanlah sekadar finis di posisi kelima seperti yang diraihnya di Aragon, melainkan berjuang di barisan depan demi mempertahankan posisi puncak di klasemen kejuaraan dunia MotoGP….(iwb)

  • Fokus Berat…Marco Bezzecchi Ogah Mikirin Marc Marquez !!

    Fokus Berat…Marco Bezzecchi Ogah Mikirin Marc Marquez !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Pebalap andalan Aprilia, Marco Bezzecchi, sukses mencatatkan waktu tercepat pada hari pertama sesi latihan Grand Prix San Marino di Sirkuit Misano. Meskipun tampil impresif di kand sendiri dan mengungguli juara bertahan Marc Marquez dengan selisih tipis sekitar 0,1 detik, Bezzecchi menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak ingin ambil pusing dengan performa para rivalnya termasuk Marquez…

    “Bagi saya, tidak ada gunanya melihat pebalap lain,” ujar Bezzecchi setelah menguasai sesi latihan. “Satu-satunya hal yang harus saya lakukan adalah melihat diri sendiri dan mencoba memperbaiki apa yang bisa saya kendalikan.” serunya…

    Bagi Bezzecchi, fokus utamanya tertuju pada pengembangan gaya balapnya sendiri, kinerja motor RS-GP, serta sensasi secara keseluruhan di atas lintasan. Ia merasa masih memiliki banyak ruang untuk meningkatkan performa, baik dari sisi teknik berkendara maupun penyesuaian setelan pada motornya, meskipun secara basis awal motornya sudah terasa sangat baik.

    Dominasi Bezzecchi di Misano terlihat jelas pada sektor pertama dan ketiga berkat kecepatan tikungan (cornering speed) dari motor Aprilia. Kendati demikian, hasil kontras justru ditunjukkan oleh rekan setim sekaligus pemimpin klasemen sementara, Jorge Martin, yang harus puas tercecer di posisi kesepuluh, sementara empat posisi di belakang Bezzecchi justru dikuasai oleh barisan pebalap Ducati.

    Terkait pemilihan ban untuk balapan mendatang, Bezzecchi membuka peluang untuk menggunakan ban belakang kompon soft (lunak). Mengingat tingkat degradasi ban di Sirkuit Misano tidak terlalu masif, opsi ban lunak maupun medium sama-sama menjadi pertimbangan yang realistis baginya.

    Last…menyongsong sesi kualifikasi dan Sprint Race, Bezzecchi saat ini berada di posisi yang kompetitif dalam perebutan gelar juara dunia, di mana ia tertinggal beberapa poin dari Marc Marquez dan Jorge Martin. Dengan pendekatan fokus pada diri sendiri, ia berharap bisa terus mengamankan posisi terdepan di sirkuit rumahnya….(iwb)

  • Marc Marquez akui sulit kalahkan Bezzecchi – Aprilia di Misano !!

    Marc Marquez akui sulit kalahkan Bezzecchi – Aprilia di Misano !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Marc Marquez datang ke Grand Prix San Marino di Sirkuit Misano dengan status sebagai juara bertahan yang baru saja menyapu bersih kemenangan ganda di Sirkuit Aragon. Namun, pebalap andalan Ducati tersebut secara terbuka mengakui bahwa ia menghadapi tantangan yang jauh lebih pelik akhir pekan ini. Berbeda dengan dominasi mutlak yang ditunjukkannya sebelumnya, Marquez merasa dirinya sedikit kesulitan untuk menemukan ritme terbaik di atas motor Desmosedici. Yup…Marc Marquez akui sulit kalahkan Aprilia di Misano !!

    Pada sesi latihan hari Jumat, Marquez sebenarnya sempat menunjukkan kecepatan yang kompetitif dengan memuncaki sesi latihan bebas pertama (FP1) serta mengamankan posisi kedua di bawah pebalap Aprilia, Marco Bezzecchi, pada sesi latihan sore. Meskipun demikian, ia merasa posisi kedua tersebut tidak serta-merta mencerminkan kenyamanan penuh di atas lintasan. Di Aragon, ia selalu berada di jajaran teratas tanpa hambatan berarti sepanjang sesi latihan, sementara di Misano ia dan timnya masih harus bekerja keras mencari setelan tambahan agar bisa tampil optimal.

    “ Sekarang aku tercepat kedua tapi sebenarnya situasinya tidak seperti di Aragon, ketika saya selalu berada di tiga besar klasemen latihan sepanjang sesi. Disini Saya sedikit kesulitan dan kami harus bekerja, kami harus mencoba mencari sesuatu yang lebih. Memang benar dalam catatan waktu lap cepat saya berada di sana. Namun seperti yang kita lihat, semuanya sangat ketat dan sesi kualifikasi besok akan menjadi sangat penting. Karena jika kamu membuat sedikit saja kesalahan, kamu bisa start di baris kedua atau bahkan ketiga, dan inilah masalah terbesar di MotoGP era sekarang…

    ” Misano adalah salah satu sirkuit di mana segalanya menjadi lebih merata. Seperti yang kita lihat pada catatan waktu lap, Aprilia sangat kuat di tikungan-tikungan cepat dan Ducati kuat di tikungan tipikal stop-and-go. Jadi pada akhirnya, Aprilia kuat di sektor 3, dan Ducati lebih kuat di sektor lain. Setiap motor memiliki potensinya masing-masing dan tugas kami adalah mencoba mencari yang terbaik untuk gaya balapku….

    “Bez dan Aprilia sangat cepat di tikungan-tikungan jenis ini (fast corner). Di area cepat seperti Assen dan Silverstone, mereka sangat kuat. Kami harus mencoba memahami apakah kami bisa menjadi lebih kuat di area lain. Saya belajar dari Silverstone. Saya mencoba mendekatinya dengan cara yang berbeda pada hari Jumat. Target saya adalah tampil sebaik mungkin pada hari Sabtu dan Minggu. Untuk urusan membalap, saya lebih menyukai Austria daripada di sini, tetapi sayang di Austria saya lebih jarang menang. Saya lebih menyukai Motegi daripada trek ini, tetapi di Motegi saya juga lebih jarang menang. Ini adalah sirkuit di mana saya pernah meraih kesuksesan di masa lalu, dan tahun ini kami akan mencoba untuk dekat dengan pebalap terdepan, yang saya yakini Marco akan sulit dikalahkan. Ya, podium, saya yakin masuk podium namun menang ? ini akan menjadi tantangan besar…” tutupnya…

    Jadi cak…dari penuturan diatas, Marquez secara tegas menunjuk Marco Bezzecchi sebagai pebalap paling tangguh dan ancaman terbesar di Misano. Menurut pengamatan peraih sembilan gelar juara dunia tersebut, kekuatan antara pabrikan Ducati dan Aprilia menjadi jauh lebih seimbang di sirkuit ini. Aprilia terbukti sangat superior di tikungan-tikungan cepat, terutama pada sektor ketiga yang mencakup area ikonik Curvone. Sebaliknya, Ducati memiliki keunggulan tersendiri di area pengereman keras dan akselerasi keluar tikungan.

    Menyadari keunggulan rivalnya di area tikungan cepat, Marquez dengan tegas menyatakan bahwa ia tidak akan memaksakan diri mencari kecepatan ekstra di sektor tiga. Ia belajar dari pengalaman balapan sebelumnya, di mana mencoba memaksakan motor di luar batas wajar pada area cepat justru membawa risiko besar. Strategi terbaik baginya adalah memaksimalkan potensi Desmosedici di sektor lain di mana mereka memiliki keunggulan kompetitif.

    Selain faktor teknis motor, persaingan ketat di Misano juga membuat sesi kualifikasi menjadi penentu yang sangat krusial. Selisih catatan waktu antar pebalap begitu tipis, sehingga kesalahan kecil saja saat kualifikasi dapat membuat seorang pebalap terlempar ke baris start kedua atau ketiga. Di era MotoGP modern yang sangat kompetitif ini, memulai balapan dari posisi tengah merupakan sebuah kerugian besar yang harus dihindari.

    Last….Dari aspek fisik, Marquez juga mengambil pendekatan yang lebih terukur setelah sempat mengalami masalah kelelahan fisik pada balapan-balapan sebelumnya. Ia mengatur ritme kerja fisiknya sejak hari Jumat demi menjaga kondisi optimal menghadapi sesi kualifikasi, Sprint race, dan balapan utama. Saat ini, Marquez berada di posisi yang kompetitif dalam perebutan gelar juara dunia. Mengingat ketatnya persaingan akhir pekan ini, ia secara realistis menyatakan akan merasa sangat puas dan siap menandatangani hasil podium jika mampu mendapatkannya di Misano. Apakah Marc mampu mengalahkan Bez ?? piye cak…optimis oraa ?? (iwb)

    2026 San Marino MotoGP – Practice Results

    Pos Rider Nat Team Time/Diff Lap Max
    1 ^1 Marco Bezzecchi ITA Aprilia Racing (RS-GP26) 1’30.144s 24/25 300k
    2 ˅1 Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP26) +0.103s 18/23 299k
    3 ^1 Alex Marquez SPA BK8 Gresini Ducati (GP26) +0.185s 25/27 299k
    4 ^6 Fabio Di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP26) +0.241s 25/25 298k
    5 ^8 Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25) +0.271s 21/21 298k
    6 = Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16) +0.344s 19/24 299k
    7 = Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V) +0.496s 23/24 298k
    8 ˅3 Johann Zarco FRA Castrol Honda LCR (RC213V) +0.510s 24/27 301k
    9 ^2 Pol Espargaro SPA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +0.530s 22/23 301k
    10 ˅2 Jorge Martin SPA Aprilia Racing (RS-GP26) +0.546s 23/26 299k
    Qualifying 1:
    11 ^4 Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +0.560s 19/24 299k
    12 ˅9 Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +0.572s 20/26 295k
    13 ˅1 Fermin Aldeguer SPA BK8 Gresini Ducati (GP25) +0.614s 17/22 297k
    14 ^5 Joan Mir SPA Honda HRC Castrol (RC213V) +0.715s 24/26 300k
    15 ^1 Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16) +0.799s 25/25 301k
    16 ˅7 Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1) +1.034s 26/26 293k
    17 ^3 Diogo Moreira BRA Pro Honda LCR (RC213V)* +1.119s 5/25 301k
    18 ^3 Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1) +1.137s 20/21 295k
    19 ˅1 Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP26) +1.315s 6/19 297k
    20 ˅3 Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1) +1.423s 21/23 293k
    21 ˅7 Toprak Razgatlioglu TUR Pramac Yamaha (YZR-M1)* +1.927s 19/19 294k
  • Nicolo Bulega Shock Lihat Lengan Marquez…” Dia Luar biasa” ! serunya

    Nicolo Bulega Shock Lihat Lengan Marquez…” Dia Luar biasa” ! serunya

    Iwanbanaran.com – Cakk….Pujian setinggi langit diberikan oleh bintang WorldSBK sekaligus pebalap masa depan VR46 MotoGP, Nicolo Bulega, kepada sang juara dunia berkali-kali, Marc Marquez. Bulega mengaku dibuat kagum luar biasa dengan ketangguhan fisik dan mental pebalap andalan Ducati tersebut yang tetap mampu tampil kompetitif di barisan depan MotoGP meski harus berjuang mengatasi cedera lengan yang parah. Nicolo Bulega Shock Lihat Lengan Marquez…” Dia Luar biasa” ! serunya

    Pernyataan tersebut dilontarkan Bulega menyusul sorotan publik terhadap kondisi fisik Marquez serta foto-foto medis lengannya yang sempat viral di media sosial. Seperti diketahui, The Baby Alien harus menjalani serangkaian operasi berat pada lengan kanannya akibat akumulasi cedera serius sejak beberapa musim lalu, termasuk insiden kecelakaan di Indonesia dan pergeseran sekrup yang menekan saraf radial.

    Bahkan, sejumlah tim medis menyebut fungsi lengan kanan Marquez saat ini tidak berada dalam kondisi 100 persen penuh akibat prosedur pembedahan komprehensif yang telah ia lalui. Melihat perjuangan tersebut, Bulega takjub bagaimana sang pebalap Spanyol masih sanggup menjinakkan motor MotoGP berkecepatan tinggi.

    “Olahraga ini sangat berat. Anda harus berlatih keras dan berada dalam kondisi fisik prima. Saya rasa hanya Marc yang bisa melakukan apa yang dia lakukan sekarang dengan satu setengah lengan,” ujar Bulega, menggambarkan betapa luar biasanya level determinasi Marquez.

    Last….lebih lanjut, Bulega yang sempat merasakan langsung mengendarai Desmosedici GP milik Marquez saat menjadi pebalap pengganti di akhir musim lalu, juga menyoroti anggapan keliru sebagian orang terhadap profesi pebalap. Ia menegaskan bahwa mengendalikan motor kelas premier menuntut kapasitas fisik, kekuatan otot, dan stamina yang jauh lebih ekstrem dibanding yang dibayangkan banyak orang di luar sana….(iwb)

  • Cedera Ai Ogura Belum Pulih, Ikut Race San Marino di Tolak !!

    Cedera Ai Ogura Belum Pulih, Ikut Race San Marino di Tolak !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Pukulan telak kembali harus diterima oleh pebalap andalan Trackhouse MotoGP, Ai Ogura, dalam perburuan gelar juara dunia musim ini. Pebalap asal Jepang tersebut secara resmi dinyatakan harus absen pada seri Grand Prix San Marino di Sirkuit Misano akhir pekan ini setelah gagal lolos dalam pemeriksaan medis wajib. Yup…kabarnya cak keputusan berat ini diambil menyusul hasil asesmen medis lanjutan yang dijalaninya di Barcelona. Tim dokter memutuskan bahwa kondisi ibu jari tangan kiri Ogura belum cukup pulih dan berisiko tinggi jika dipaksakan turun ke lintasan…!!

    Sebelumnya, pebalap bernomor start andalan tersebut harus menderita cedera patah tulang metakarpal pertama pada ibu jari kirinya akibat kecelakaan saat berlatih motocross di Jepang beberapa pekan lalu. Cedera tersebut memaksanya menjalani prosedur operasi yang ditangani langsung oleh spesialis dr. Xavier Mir, yang sekaligus membuatnya harus melewatkan seri Aragon sebelumnya. Berikut kronologi lengkap perjalanan cedera Ogura…

    • Kronologi Kecelakaan (Akhir Agustus 2026): Cedera ini bermula ketika Ai Ogura menjalani sesi latihan motocross di Jepang selang beberapa waktu setelah merampungkan seri Grand Prix Inggris (Silverstone). Dalam sesi latihan tersebut, ia mengalami kecelakaan yang berdampak langsung pada tangan kirinya.

    • Deteksi Cedera Setibanya di Eropa: Setibanya kembali di Eropa untuk persiapan menghadapi rangkaian balapan berikutnya, rasa nyeri hebat di tangan kirinya tak kunjung reda. Pemeriksaan lanjutan mengungkapkan adanya patah tulang (fracture) yang cukup serius di bagian ibu jari tangan kirinya.

    • Prosedur Operasi oleh Dr. Xavier Mir: Guna mempercepat proses penyambungan tulang dan pemulihan, pebalap Trackhouse Aprilia ini langsung diterbangkan ke Barcelona. Ia menjalani tindakan operasi darurat yang ditangani langsung oleh ahli bedah ortopedi ternama spesialis pebalap MotoGP, Dr. Xavier Mir.

    • Pemasangan Plat Besi: Dalam tindakan operasi tersebut, tim medis memutuskan untuk memasang plat penyangga kecil (plate) pada struktur tulang ibu jari kiri Ogura yang mengalami patah, agar posisi tulangnya stabil selama masa penyembuhan.

    Last…Absen untuk kedua kalinya secara beruntun tentu menjadi kerugian besar bagi Ogura yang sebelumnya tampil sensasional dan bertengger di papan atas klasemen sementara pebalap MotoGP 2026. Kehilangan poin krusial di dua balapan penting membuat peluang perburuan gelarnya berada di bawah tekanan berat, sementara tim Trackhouse memilih untuk tidak mencari pebalap pengganti di Misano demi fokus penuh pada proses pemulihan jangka panjang sang pebalap. GWS Ai…..(iwb)

  • Ketika Marco Bezzecchi Jajal F1 Kimi Antonelli..” Rem Keras Kayak Marmer ! “

    Ketika Marco Bezzecchi Jajal F1 Kimi Antonelli..” Rem Keras Kayak Marmer ! “

    Iwanbanaran.com – Cakkk….ada momen crossover yang bener-bener gokil dan bikin jantungan di sela-sela akhir pekan Grand Prix Italia di Sirkuit Monza! Bayangkan saja, pembalap MotoGP yang biasanya terbiasa merebahkan diri di atas kuda besi bertenaga beringas, mendadak dikasih kesempatan emas buat nyemplung ke kokpit mobil Formula 1 milik bintang Mercedes, Kimi Antonelli. Orang itu tak lain dan tak bukan adalah Marco Bezzecchi! Lewat rekaman video eksklusif yang dibagikan di Instagram, Bezzecchi memperlihatkan reaksi super jujur nan jenaka saat pertama kali merasakan langsung betapa radikal dan intimidatifnya interior mobil jet darat F1. Kira-kira apa yang bikin Bez sampai ciut nyali, Cak?

    Usut punya usut, hal pertama yang sukses bikin Bezzecchi shock berat adalah pedal rem mobil F1. Sambil meringis, ia mendeskripsikan injakan rem tersebut kerasnya “seperti balok marmer!”—menggambarkan betapa ekstremnya tekanan fisik yang dibutuhkan cuma buat menghentikan mobil F1.

    Belum lagi masalah ruang gerak. Masuk ke kokpit yang super sempit bikin Bez merasa nggak leluasa, bahkan sempat keliatan agak susah pas mau keluar lagi. Sontak sambil tertawa lepas ia ngaku, “Aku ngerasa jauh lebih nyaman di atas motor!”

    Puncak kebingungannya terjadi waktu dia melihat lingkar kemudi alias setir mobil F1 yang penuh sesak dengan deretan tombol rumit. Dengan nada takjub sekaligus ngeri, Bez spontan nyeletuk, “Ya Ampun, emangnya apa aja sih yang kudu diurusin di sini?”

    Last…Momen seru ini nggak cuma nunjukin betapa bedanya dunia antara balap roda dua dan roda empat, tapi juga mempererat persahabatan antara dua pembalap muda Italia tersebut. Seperti yang kita tahu, Kimi Antonelli—yang baru saja mencatatkan sejarah manis menang di Monza—memang punya kedekatan erat dengan anak-anak didik VR46 Academy dan sering nongkrong bareng di Tavullia. Wah, kalau disuruh tukaran profesi, kira-kira Bezzecchi bakal keteteran nggak ya ngebut pakai ban empat? wkwkwk….(iwb)

  • Bikin Geger !! Veda Ega akan Gabung ke Aspar Team…????

    Bikin Geger !! Veda Ega akan Gabung ke Aspar Team…????

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….jagat balap motor maya mendadak dibuat gempar! Ada satu momen menarik yang bikin para Pecinta Racing cak, khususnya pendukung setianya Veda Ega Pratama, yang langsung pasang mata dan pasang telinga baik-baik. Gimana nggak bikin penasaran, akun Instagram resmi tim balap asal Spanyol yang terkenal bertaji di kancah Grand Prix, Aspar Team (@asparteam), tiba-tiba mengunggah potret jagoan muda kebanggaan kita, Veda Ega Pratama, bersanding bareng pebalap andalan mereka, Maximo Quiles! Wahhh ada angin apa ini ??? betulkah Veda Ega akan Gabung ke Aspar Team…????

    Kalau kita intip postingan resminya, Aspar Team memamerkan dua foto yang memperlihatkan Veda dan Maximo sedang berhenti di lintasan sirkuit, kompak menoleh ke arah belakang. Sambil mengunggah momen tersebut, mereka menuliskan takarir (caption) berbahasa Inggris: “What are these two doing here?” yang artinya kedua pembalap ini sedang ngapain ?? Sontak saja, kolom komentar langsung diserbu warganet sedunia. Ribuan reaksi langsung tumpah ruah. Mayoritas langsung ngeh dan sepakat menduga kalau unggahan ini bukan sekadar postingan iseng, melainkan sebuah “kode keras” alias sinyal kuat bursa transfer!

    Banyak netizen tanah air hingga mancanegara yang langsung melontarkan komentar penuh harap. Ada yang bilang, “Masuk radar nih,” ada pula yang menuliskan, “Here we go,” hingga celetukan blak-blakan dari suporter luar negeri yang ngebet melihat Veda di atas besutan motor Aspar musim depan: “He the next Quiles Aspar, give him your bike next year, promise. He has talent!”

    Tentu saja, spekulasi ini makin liar karena dinamika internal tim. Seperti yang kita tahu, Maximo Quiles dipastikan bakal naik kelas promosi ke kategori Moto2 bersama Aspar Team pada musim 2027 mendatang cak. Otomatis, slot panas di garasi Moto3 mereka bakal lowong, dan nama Veda Ega Pratama langsung dikait-kaitkan santer bakal jadi suksesor ideal.

    Namun, di sisi lain, banyak juga pengamat yang bersikap realistis, Cak. Nggak sedikit yang berpendapat kalau memboyong Veda bukanlah perkara mudah, mengingat talenta asal Gunungkidul ini masih berada di bawah naungan panji pabrikan sayap tunggal lewat Honda Team Asia. “Walaupun Aspar mau, tapi rasanya agak mustahil Honda melepas Veda begitu saja,” ulas salah satu netizen. Terus mana yang benerr ??

    Tentu saja cak, sebagai pemerhati dan memantau Veda sejak awal karir IWB setuju dengan opini terakhir dimana sulit jika Veda meninggalkan Honda. Banyak hal termasuk koneksi serta cemistry tim yang sangat kuat antara keduanya. Kiprah Veda tidak bisa lepas dari sumbangsih besar Honda. Apalagi bahkan seluruh biaya saat Veda di Spanyol juga ditanggung Honda. Namun kita juga heran, kenapa Aspar team memposting foto Veda dalam akun resminya ?? apakah hanya memancing perhatian netizen tanah air ?? jelas misteri tersebut hanya mereka yang tahu…

    Last….Aspar Team tertarik dengan Veda memang sudah cukup lama terdengar. Dan sepertinya isu ini bukan isapan jempol belaka. Hanya saja memang harus kita akui, pindah tim tentu nggak semudah membalikkan telapak tangan. Apakah Veda sudah siap gabung CFMoto lepas dari semua fasilitas yang diberikan Honda ?? Namun sebagai pembalap Veda memang berhak mendapatkan motor pemenang karena disanalah core riders sesungguhnya. Ini adalah tantangan besar bagi Honda jika ingin tetap mempertahankan Veda. Kita pantau dan tunggu sama-sama gebrakan selanjutnya. Monggo komentarnya…(iwb)