Category: Racing

  • Saran Buat Honda….Cal Crutchlow sebut Moreira Titisan Marc Marquez ??

    Saran Buat Honda….Cal Crutchlow sebut Moreira Titisan Marc Marquez ??

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Bursa transfer pembalap MotoGP selalu menyita perhatian, terlebih ketika sebuah pabrikan besar harus menentukan arah masa depan proyek mereka. Di tengah teka-teki formasi tim Honda Racing Corporation (HRC) untuk musim 2027, suara-suara bernas mulai bermunculan dari dalam paddock. Salah satunya datang dari Cal Crutchlow, sosok berpengalaman yang sempat merasakan langsung garasi yang sama dengan para bintang muda Honda.

    Bagi Crutchlow, perdebatan mengenai siapa yang paling layak mengisi sisa kursi di tim pabrikan HRC untuk mendampingi Fabio Quartararo sebenarnya bukan lagi hal yang pelik. Membandingkan potensi antara Diogo Moreira dan David Alonso, Crutchlow secara terbuka menilai bahwa memberikan tiket utama kepada Moreira adalah sebuah langkah mutlak yang tidak perlu lagi diperdebatkan.

    Bukan tanpa alasan Crutchlow menjagokan Moreira. Selama beberapa putaran berbagi pengalaman dan telemetri di lintasan, ia melihat bagaimana sang rookie asal Brasil tersebut memperlakukan motor dengan tingkat pemahaman yang jauh melampaui usianya. Di atas RC213V yang karakternya masih terus digembleng untuk bisa kembali kompetitif di papan atas, Moreira justru mampu tampil konsisten dan kerap menjadi yang terdepan di antara para penunggang Honda lainnya.

    Bakat besar saja tentu belum cukup di kasta tertinggi balap motor dunia. Crutchlow menyoroti bahwa Moreira memiliki paket lengkap: talenta yang mumpuni dipadu dengan kepala dingin yang sangat matang. Ia jarang mengeluh, mampu membaca data dengan cermat, serta memiliki kecerdasan dalam mengelola ban di paruh kedua balapan. Bahkan, Crutchlow tidak ragu melontarkan pujian tinggi bahwa dengan waktu tiga tahun ke depan, Moreira memiliki kapasitas penuh untuk menjelma sebagai seorang Juara Dunia MotoGP.

    Satu hal menarik yang dibongkar oleh Crutchlow dari garasi Honda adalah gaya balap Moreira. Pemuda tersebut ternyata kerap berlatih bersama Marc Marquez dan berhasil menyerap salah satu trik pengereman paling ekstrem milik sang juara dunia sembilan kali. Sebuah teknik agresif di titik pengereman keras yang diakui Crutchlow sangat sulit ditiru dan penuh risiko, namun mampu dieksekusi dengan presisi oleh Moreira tanpa menjadikannya “penumpang” di atas motor.

    Lantas, bagaimana nasib David Alonso yang juga memegang kontrak resmi dari Honda untuk musim depan? Menanggapi hal tersebut, Crutchlow menilai skenario menempatkan Alonso di tim satelit LCR Honda adalah langkah yang paling ideal. Menurutnya, atmosfer di tim satelit memberikan ruang tumbuh yang lebih natural bagi seorang debutan tanpa beban tekanan berlebih dari struktur pabrikan utama—sebuah jalur yang terbukti ampuh untuk mematangkan mental pembalap muda sebelum terjun ke kancah pabrikan sepenuhnya.

    Last…Pada akhirnya, dinamika di kubu HRC menunjukkan bahwa regenerasi Honda sedang berada di jalur yang sangat menjanjikan. Dengan talenta-talenta muda haus kemenangan seperti Diogo Moreira dan David Alonso yang bersiap menggebrak kelas para raja, era baru panji sayap mengepak di MotoGP dipastikan bakal semakin membara dalam beberapa musim ke depan. Apakah sampeyan setuju dengan opini Cal cak ? monggo berikan komennya…(iwb)

  • Kiandra Ramadhipa Menggila Sikat Posisi Enam Besar Race 2 Moto3 Junior Valencia 2026!

    Kiandra Ramadhipa Menggila Sikat Posisi Enam Besar Race 2 Moto3 Junior Valencia 2026!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Akhir pekan yang benar-benar bikin jantung berdegup kencang datang dari Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia. Pembalap kebanggaan tanah air kita, Kiandra Ramadhipa, kembali bikin penonton Indonesia tersenyum lebar lewat aksi comeback yang sungguh diluar dugaan! Yesss…Kiandra Ramadhipa Menggila Sikat Posisi Enam Besar Race 2 Moto3 Junior Valencia 2026!

    Memulai jalannya balapan kedua (Race 2) Moto3 Junior World Championship 2026 dari grid ke-12, jagoan asal Sleman, Yogyakarta ini sama sekali nggak ciut nyali. Sejak lampu start padam, pembalap yang membesut kuda besi Honda Asia-Dream Racing Junior Team langsung tancap gas, melesat bagai roket melewati barisan pembalap di depannya.

    The Power of Never Give Up! Di tengah gempuran rider-rider muda berbakat Eropa dan ketatnya barisan depan yang dipimpin oleh barisan rider CFMOTO Aspar Junior Team, Ramadhipa tampil sangat tenang namun mematikan cak. Liukan demi liukan diperagakan secara apik untuk merangsek ke grup depan.

    Hingga bendera finis dikibarkan, pembalap muda kita sukses menuntaskan 26 menit jalannya balapan yang menegangkan dan berhak mengamankan posisi keenam (P6)! Hebatnya lagi, selisih waktu dengan rombongan pemuncak sangat tipis bro, hanya terpaut sekitar 0,485 detik saja dari barisan terdepan! Sungguh perjuangan yang luar biasa, naik drastis dari posisi start ke-12 dan konsisten melawan gempuran lawan di sirkuit kandang matador Spanyol.

    Last…Hasil manis di Valencia ini melengkapi perjuangan akhir pekan yang solid bagi sang pembalap muda dalam mengumpulkan pundi-pundi poin penting di klasemen musim ini. Wihhh…bikin bangga Merah Putih cak! Kita doakan bersama semoga di seri-seri berikutnya Ramadhipa makin kesurupan kecepatan dan sukses mengibarkan bendera Indonesia di podium tertinggi! Gasss… (iwb)

    Hasil Race 2 Moto3 Junior 2026

    Posisi No Nama Pembalap Tim Negara Poin
    1 71 Carlos Cano CFMOTO Aspar Junior Team Spanyol +25
    2 17 Yaroslav Karpushin CFMOTO Aspar Junior Team +20
    3 69 Fernando Bujosa AC Racing Team Spanyol +16
    4 31 Giulio Pugliese CFMOTO Aspar Junior Team Italia +13
    5 57 Leonardo Zanni Momoven Racing Italia +11
    6 32 Kiandra Ramadhipa Honda Asia-Dream Racing Indonesia +10
    7 97 Ryota Ogiwara Asia Talent Team Jepang +9
    8 77 Kerman Tinez Team Monlau Motul Venezuela +8
    9 23 Travis Borg Team Monlau Motul Malta +7
    10 81 Matteo Gabarrini MTA Junior Team Italia +6

    Klasemen Moto3 Junior 2026

    Posisi No Nama Pembalap Tim Negara Poin Selisih
    1 71 Carlos Cano CFMOTO Aspar Junior Team Spanyol 144 –
    2 17 Yaroslav Karpushin CFMOTO Aspar Junior Team Rusia 109 -35
    3 31 Giulio Pugliese CFMOTO Aspar Junior Team Italia 101 -43
    4 23 Travis Borg Team Monlau Motul Malta 101 -43
    5 32 Kiandra Ramadhipa Honda Asia-Dream Racing Junior Team Indonesia 80 -64
    6 69 Fernando Bujosa AC Racing Team Spanyol 76 -68
    7 97 Ryota Ogiwara Asia Talent Team Jepang 73 -71
    8 57 Leonardo Zanni Momoven Racing Italia 69 -75
    9 85 Kiattisak Singhapong Honda Asia-Dream Racing Junior Team Thailand 61 -83
    10 11 David González AC Racing Team Spanyol 47 -97
  • Marc Marquez Sebut Mandalika adalah Sirkuit Horor !!

    Marc Marquez Sebut Mandalika adalah Sirkuit Horor !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, mengungkapkan bahwa Sirkuit Mandalika (GP Indonesia) merupakan trek yang paling horor dan mengkhawatirkannya dari sisa kalender MotoGP 2026. Meskipun baru saja memangkas jarak poin secara signifikan dari Jorge Martin usai menyapu bersih kemenangan (double win) di GP Aragon, pembalap asal Spanyol tersebut memilih tetap realistis dan memantau persaingan gelar juara dunia secara race-by-race. “Berdasarkan sejarah, Indonesia adalah sirkuit terburuk bagi saya karena setiap tahun saya selalu memiliki kenangan buruk di sana…” serunya… (more…)

  • Terbongkar kondisi Lengan Terbaru Marc Marquez….Mengerikannn !!!

    Terbongkar kondisi Lengan Terbaru Marc Marquez….Mengerikannn !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…..asliii, ngiluuu cakk melihat foto terbaru Marc Marquez. Yup….pembalap andalan Ducati Lenovo Team tsb membagikan sebuah galeri foto di akun Instagram pribadinya setelah seri Aragon. Di antara deretan foto tersebut, ada satu potret saat ia berada di gym yang langsung menyita perhatian publik pencinta balap motor dunia. Foto tersebut secara blak-blakan memperlihatkan jejak fisik nyata dan perbedaan otot yang mencolok pada lengan serta bahu kanannya. Kondisi pangkal lengan yang kecil mengeriput….asli mengerikan cakk. Sebuah bukti visual sahih dari tujuh kali operasi yang pernah ia jalani di area tersebut. Ediann…kayak gini kok masih bisa membalap ya, luarrr biasaaa….

    Perjuangan seorang pembalap MotoGP tidak hanya diukur dari seberapa cepat mereka melibas tikungan di atas lintasan. Lebih dari itu, pertarungan sesungguhnya terkadang terjadi di ruang operasi dan pusat kebugaran (gym). Operasi terakhir yang dijalani Marquez pada bulan Mei lalu sejatinya dilakukan untuk mengatasi saraf radial yang terkompresi akibat pelat logam sisa operasi sebelumnya. Meski ia menegaskan bahwa sarafnya kini sudah berfungsi secara normal, batasan fisik yang harus ia tanggung jelas tidak bisa disembunyikan begitu saja. Pengakuan jujur ini sempat terungkap usai balapan di Silverstone, di mana Marquez finis di posisi ketujuh. Kala itu, pembalap berpaspor Spanyol tersebut secara terbuka melapor kepada krunya di garasi Ducati dengan nada getir:

    “Hari ini bannya lebih baik. Secara fisik saya tidak sanggup. Saya berada di ambang crash. Saya tidak memiliki kendali penuh atas lengan kananku.” serunya…

    Setibanya di seri Aragon, The Baby Alien memperjelas situasinya. Ia mengakui bahwa dirinya belum bisa tampil full attack atau memaksakan motornya secara maksimal sepanjang akhir pekan balap penuh tanpa strategi pengelolaan energi yang matang….

    “Selepas jeda musim panas, saya tadinya yakin kondisi fisikku akan jauh lebih baik karena saya berhasil membangun sedikit massa otot bahu di gym. Namun, begitu hari Minggu [di Silverstone] tiba, saya langsung sadar bahwa belum waktunya untuk memaksakan itu. Saya harus [menyimpan sedikit energi]… agar berada dalam kondisi fisik yang lebih baik untuk hari Sabtu dan Minggu saat race. Semua ini berkaitan langsung dengan tujuh operasi berbeda di bahu kananku. Ya, begitulah adanya.”

    Perjalanan karier Marc Marquez memang tidak hanya diwarnai oleh deretan gelar juara dunia, tetapi juga perjuangan panjang melawan cedera parah, terutama di area lengan dan bahu kanannya cak. Berdasarkan pengungkapan terbaru mengenai total tujuh kali operasi yang telah ia jalani pada bahu kanannya, berikut adalah rekap jejak operasi lengan dan bahunya dari awal hingga yang terbaru:

    1 & 2. Operasi Bahu Kanan Pertama & Kedua (2018–2019)

    • Penyebab: Masalah kronis berupa dislokasi berulang (bahu sering copot sendiri) yang dialami Marquez sejak akhir musim 2018 (paling parah saat perayaan gelar juara di Motegi/Cervera dan insiden kualifikasi di Malaysia 2019).

    • Tindakan: Ia harus menjalani operasi rekonstruksi besar pada bahu kirinya terlebih dahulu pada akhir 2018, disusul dengan operasi pada bahu kanannya di penghujung musim 2019. Operasi ini membutuhkan waktu pemulihan yang cukup menyiksa selama musim dingin sebelum ia kembali membalap.

    3, 4, & 5. Rangkaian Operasi Humerus & Komplikasi (2020)

    • Penyebab: Kecelakaan horror di seri pembuka musim 2020 di Sirkuit Jerez yang menyebabkan patah tulang lengan atas kanan (humerus).

    • Tindakan:

      • Operasi 1 (Juli 2020): Pemasangan plat titanium (internal fixation) untuk menyatukan kembali tulang humerus yang patah.

      • Operasi 2 (Agustus 2020): Dilakukan karena plat titanium tersebut mengalami kerusakan akibat Marquez terlalu cepat memaksakan diri untuk comeback berlatih.

      • Operasi 3 (Desember 2020): Operasi lanjutan di Rumah Sakit Ruber Internacional, Madrid, karena proses penyambungan tulang mengalami infeksi dan lambat (infeksi pseudarthrosis), yang memaksanya absen sepanjang musim 2020 penuh.

    6. Operasi Keempat Humerus di Amerika Serikat (Juni 2022)

    • Penyebab: Tulang humerusnya gagal menyatu dengan posisi rotasi yang benar (posisi tulang berputar sekitar 30 derajat), sehingga sangat membatasi performa berkendaranya dan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.

    • Tindakan: Marquez terbang ke Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, Amerika Serikat, untuk menjalani operasi besar keempat pada lengan kanannya. Tulangnya dipotong ulang (osteotomi) dan diputar ke posisi normal agar bisa berfungsi optimal kembali.

    7. Operasi Saraf Radial & Stabilisasi Bahu Lanjutan (Oktober 2025 & Mei 2026)

    • Penyebab:

      • Pada akhir 2025, Marquez sempat mengalami kecelakaan di GP Indonesia yang mencederai bagian belikat/tulang selangka (coracoid fracture dan kerusakan ligamen akromioklavikular) yang memerlukan tindakan bedah. Dan ternyata dari sana kondisi Bahu tidak normal akibat saraf tertekan skrup yang bergeser akibat benturan

      • Akhirnya pada Mei 2026, ia kembali harus naik meja operasi untuk mengatasi kompresi atau terjepitnya saraf radial akibat gesekan dengan plat logam (metalwork) dari riwayat operasi sebelumnya. Skrup dikabarkan diangkat dan posisi plat dibenahi dan akhirnya saraf bisa terbebas….

    Akibat akumulasi dari tujuh kali prosedur bedah yang melintasi area bahu, sendi, hingga tulang lengan kanannya, Marquez tidak lagi memiliki kondisi fisik yang 100% simetris. Foto gym terbarunya secara kasat mata memperlihatkan perbedaan massa otot yang sangat kontras antara bahu kiri dan kanannya. Beighhh….luarr biasa ini bocah !!

    Last…hebatnya cak, kendati masih harus berjibaku dengan masalah daya tahan fisik—di mana asimetri otot antara bahu kiri dan kanannya terlihat jelas dalam foto latihan tersebut Marquez membuktikan bahwa skill, mental juara dan kecerdasannya di atas Desmosedici GP masih berada di level berbeda. Di Sirkuit Aragon, yang notabene merupakan salah satu trek favoritnya, pembalap nomor 93 ini sukses mengamankan kemenangan ganda yang sempurna dengan menyapu bersih podium tertinggi di sesi Sprint Race dan Grand Prix utama. Hasil fenomenal di Aragon ini sekaligus membawanya merangsek naik ke posisi kedua klasemen sementara Kejuaraan Dunia MotoGP, terpaut 19 poin saja dari pembalap Aprilia, Jorge Martin. Kisah Marquez sekali lagi menegaskan bahwa apa yang disaksikan penonton di layar televisi hanyalah puncak gunung es. Di balik aksi-aksi fantastisnya mengendalikan motor bertenaga lebih dari 300 tenaga kuda, tersimpan perjuangan fisik luar biasa dari seorang atlet yang terus berdamai dengan sejarah cederanya demi tetap berada di puncak kejayaan. Gooo Marc !!! (iwb)

  • Bos Aprilia Akui Marc Marquez sangat Cerdik !!

    Bos Aprilia Akui Marc Marquez sangat Cerdik !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin memanas dan mengerucut menjadi pertarungan tiga besar yang sengit setelah Grand Prix Aragon. Jorge Martin saat ini memimpin klasemen sementara untuk pabrikan Aprilia dengan keunggulan 19 poin. Sementara itu, Marc Marquez melesat ke posisi kedua setelah menyapu bersih kemenangan ganda di Aragon, disusul oleh pembalap Aprilia lainnya, Marco Bezzecchi, di posisi ketiga yang terpaut 24 poin dari puncak. Melihat performa impresif dan dominasi sang juara dunia asal Spanyol tersebut, CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, secara terbuka memberikan pujian tinggi sekaligus mengakui bahwa Aprilia masih memiliki banyak hal untuk dipelajari dari sosok Marc Marquez. Bos Aprilia Akui Marquez sangat Cerdik !!

    Bagi Rivola, bertarung langsung melawan salah satu pembalap terhebat dalam sejarah MotoGP adalah sebuah kebanggaan tersendiri yang memberikan motivasi luar biasa bagi skuad Noale. Lebih lanjut, Rivola menyoroti mentalitas juara dan pendekatan taktis yang diterapkan oleh Marquez dalam mengarungi musim perebutan gelar tahun ini. Menurutnya, ada pelajaran besar yang bisa dipetik dari cara rival-rivalnya memanajemen poin. Rivola akui Marquez sangat cerdik dan pandai membaca situasi dengan sangat baik….

    ” Memang benar kami telah mengambil langkah-langkah yang tepat, terutama untuk masa depan. Namun itu saja belum cukup….kita berada di sini, kita harus berjuang sampai balapan terakhir melawan Marquez, yang merupakan salah satu pembalap terhebat dalam sejarah. Merupakan suatu kehormatan untuk bisa mencoba mengalahkannya. Hal itu luar biasa dan menjadi motivasi yang sangat besar. Kami tidak akan menyerah sampai akhir. Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari Marc. Dia pembalap yang cerdik dan pintar membaca situasi, Ketika ia tampak sedang kesulitan, ia tetap memenangi balapan tanpa mengambil risiko, karena ia tahu bahwa konsistensi adalah hal yang paling penting dari sekarang hingga akhir tahun.

    ” Dan ketika ia perlu mengamankan kemenangan, karena ia tahu dialah yang terbaik, ia langsung melakukannya. Kita perlu belajar dari sikap tersebut. Saya sering mengatakan kepada para pembalap kami agar tidak kecewa ketika finis di posisi keempat atau kelima atau bahkan ke 7 karena kita tidak boleh lupa bahwa kita sedang melawan para raksasa dan pembalap yang terbiasa menang jauh lebih banyak daripada kita. Selain itu, jika ada satu orang yang percaya bahwa Bezzecchi dan Martin bisa menjadi Juara Dunia sejak tahun lalu, orang itu adalah saya.

    “Ini semacam bukti bahwa kami telah melakukan hal yang benar dengan berjuang tahun lalu untuk mempertahankan Martin, dan sangat memuaskan melihat Bezzecchi telah membangun motor yang benar-benar kompetitif bersama tim. Ia adalah pembalap yang jauh lebih baik daripada perkiraan banyak orang selama berkarier. Kami akan berjuang sampai akhir…” tukas Rivola…

    Last…Rivola juga terus menjaga motivasi para pembalap dan kru di garasi Aprilia agar tidak berkecil hati ketika hanya mampu finis di posisi keempat, kelima, atau ketiga. Ia selalu mengingatkan timnya bahwa Aprilia sedang berhadapan dengan “para raksasa” yang sudah jauh lebih berpengalaman dan terbiasa mendominasi kejuaraan dunia dibanding mereka. Dengan sisa musim MotoGP 2026 yang masih panjang dan persaingan ketat antara Martin, Marquez, dan Bezzecchi, pertarungan memperebutkan mahkota juara dunia. Apakah mereka mampu mengalahkan Marc ?? biarlah waktu yang berbicara cak….(iwb)

  • Perang Iran-US tidak Ngaruh…MotoGP Qatar tetap di Gelar !?

    Perang Iran-US tidak Ngaruh…MotoGP Qatar tetap di Gelar !?

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Federasi Motor dan Sepeda Motor Qatar (QMMF) menegaskan bahwa persiapan untuk menggelar ajang balap Formula 1 dan MotoGP pada musim ini tetap berjalan sesuai rencana. Di tengah spekulasi dan laporan pembatalan yang beredar, pihak berwenang di Qatar menyatakan bahwa “semuanya berjalan lancar” (everything is a go-ahead). Yup…perang Iran tidak Ngaruh…MotoGP Qatar tetap di Gelar !??

    Konflik geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran sejak akhir Februari lalu memang telah banyak memberikan dampak dan disrupsi pada berbagai ajang olahraga internasional di kawasan tersebut. Sejumlah ajang, seperti FIA World Endurance Championship (WEC), terpaksa memindahkan jadwal pembukaannya ke Eropa. Sementara itu, Formula 1 bahkan harus memindahkan seri Bahrain ke Malaysia, dengan status balapan di Qatar (27–29 November) dan Abu Dhabi yang masih dalam tahap evaluasi.

    Di sisi lain, nasib Grand Prix MotoGP Qatar yang dijadwalkan ulang ke tanggal 6–8 November turut dipertanyakan, dengan laporan yang sempat mengindikasikan potensi pembatalan tanpa seri pengganti. Kendati demikian, Presiden QMMF Abdul Rahman bin Abdul Latif Al Mannai menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa begitu saja menghentikan persiapan.

    “Rencananya adalah tetap menggelar balapan tersebut,” ujar Al Mannai. “Kami sudah aktif dan bersiap untuk MotoGP, begitu pula dalam diskusi kami dengan Formula 1.”

    Last….Meski mengakui situasi keamanan di kawasan masih dinamis dan sulit diprediksi sepenuhnya, pihak QMMF memilih untuk tetap bersikap siaga dan mengambil langkah satu persatu sambil memantau perkembangan situasi dalam beberapa bulan ke depan. Walaupun mereka memastikan tetap akan menggelar sesuai rencana…keputusan final terkait kepastian penyelenggaraan balapan-balapan bergengsi ini diperkirakan akan segera diambil dalam waktu dekat sebelum rangkaian tur luar Eropa dimulai….(iwb)

  • Breaking !! Diogo Moreira Resmi Gabung Fabio Quartararo di Tim Pabrikan Honda untuk Musim 2027 ?

    Breaking !! Diogo Moreira Resmi Gabung Fabio Quartararo di Tim Pabrikan Honda untuk Musim 2027 ?

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Manuver transfer yang dilakukan Honda menjelang musim MotoGP 2027 benar-benar di luar dugaan banyak pengamat. Di saat spekulasi mengarah pada talenta muda Moto2 asal Kolombia, David Alonso, pabrikan asal Tokyo justru menjatuhkan pilihan final kepada Diogo Moreira. Keputusan ini sekaligus merombak total formasi tim pabrikan sayap tunggal setelah kepergian Joan Mir dan Luca Marini….!!

    Awalnya, David Alonso berada di pole position untuk merebut kursi panas di tim pabrikan Honda. Terlebih setelah Honda berhasil mengamankan tanda tangan kontrak berdurasi pabrikan untuk Alonso, menyusul tingginya tuntutan gaji yang sempat membuat Ducati dan Aprilia mundur.

    Namun, dinamika berubah di balik layar. Muncul keraguan internal terkait tingkat konsistensi adaptasi Alonso jika langsung melompat ke tim pabrikan utama. Alih-alih mengambil risiko dengan sang debutan Moto2, petinggi HRC lebih melirik potensi progresif yang ditunjukkan Diogo Moreira.

    Pembalap muda berbakat asal Brasil tersebut tampil memukau di musim debut MotoGP bersama LCR Honda. Penampilan puncaknya terlihat jelas saat seri GP Aragon, di mana Moreira sukses finis di posisi ketujuh pada sesi Sprint Race dan mengamankan posisi kesembilan di balapan utama. Mengantongi 64 poin dan bertengger di peringkat ke-14 klasemen sementara, potensi mentah Moreira dinilai sangat matang untuk digembleng langsung di bawah panji tim pabrikan.

    Kepala Tim LCR, Lucio Cecchinello, bahkan menjadi salah satu figur yang paling vokal mendorong promosi Moreira. Cecchinello meyakini bahwa menahan Moreira terlalu lama di tim satelit justru berisiko menghambat kurva peningkatannya.

    Bagaimana Nasib David Alonso?

    Meski gagal promosi langsung ke tim pabrikan utama untuk tahun 2027, masa depan David Alonso tetap aman di dalam ekosistem Honda. Berdasarkan laporan dari jurnalis Simon Patterson melalui siniar The Race MotoGP, keputusan internal Honda ini sudah done and dusted (kunci rapat) cak…

    Alonso dijadwalkan tetap melanjutkan debut kelas para rajanya bersama skuad LCR Honda—berduet dengan Johann Zarco di bawah arahan manajer tim kawakan, Santi Hernandez. Menanggapi situasi ini, Alonso sendiri dilaporkan bersikap santai dan tidak ambil pusing. Ia menegaskan tidak peduli di garasi mana ia akan diletakkan pada 2027, asalkan tetap mendapat dukungan penuh berstatus spesifikasi motor pabrikan penuh dari Honda.

    Last…Langkah strategis ini menandai babak baru yang sangat menarik bagi proyek kebangkitan Honda di MotoGP. Duet kecepatan dan agresivitas antara Fabio Quartararo dan Diogo Moreira di tim pabrikan diproyeksikan mampu memberikan suntikan motivasi maksimal bagi pengembangan RC213V (atau mesin era baru 850cc). Publik kini tinggal menantikan pengumuman resmi dari Honda HRC untuk meresmikan salah satu line-up paling dinamis di grid masa depan MotoGP. Wah, makin nggak sabar nunggu aksi Moreira tandem bareng Quartararo cak….! (iwb)

  • Hubungan Makin Panas….Fabio Quartaro Pastikan Ogah Bantu Yamaha !!!

    Hubungan Makin Panas….Fabio Quartaro Pastikan Ogah Bantu Yamaha !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Hubungan antara Fabio Quartararo dan Yamaha berada di titik terendah. Juara dunia 2021 tersebut secara terbuka menyatakan tidak akan lagi membantu Yamaha mengembangkan motor untuk musim-musim mendatang. Langkah tegas ini diambil di tengah kepastian kepindahannya ke Honda pada 2027 dan kekecewaannya terhadap lambatnya kemajuan teknis pabrikan asal Iwata tersebut. Wahhhh panasss cakkkk….

    Frustrasi yang dirasakan Quartararo menjadi sangat terlihat selama akhir pekan Grand Prix Aragon. Yamaha membawa beberapa komponen baru ke sirkuit Spanyol tersebut, termasuk sasis baru, dan Quartararo diminta menghabiskan banyak waktu untuk mengujinya. Pembalap asal Prancis itu merasa bahwa pekerjaan tersebut tidak memberikan peningkatan yang diharapkan oleh Yamaha. Ia menguji berbagai versi sasis beberapa kali, namun tidak menemukan solusi yang lebih baik. Komponen-komponen baru ini juga membuat akhir pekan balapannya menjadi lebih sulit karena ia memiliki lebih sedikit waktu untuk berkonsentrasi mencari setelan terbaik untuk balapan. Quartararo pada akhirnya finis di posisi terakhir pada hari Minggu, tertinggal lebih dari 50 detik dari pemenang balapan, Marc Marquez….

    Yamaha masih terus berusaha memangkas jarak yang lebar dengan tim-tim papan atas MotoGP. Pabrikan ini telah melakukan perubahan penting pada mesin dan motornya saat bersiap menghadapi regulasi teknis baru, tetapi hasilnya sejauh ini belum cukup memuaskan. Quartararo telah melalui masa-masa sulit bersama Yamaha. Setelah menjuarai gelar dunia pada 2021, ia tetap bertahan di tim tersebut, namun berjuang keras untuk bisa bertarung secara konsisten di barisan depan seiring tertinggalnya Yamaha dari pabrikan lain seperti Ducati. Keputusan tegas pembalap asal Prancis ini berakar dari penolakan Yamaha untuk mengizinkannya tampil dalam sesi pengujian ban baru Pirelli setelah Grand Prix Austria. Sesi tes tersebut dijadwalkan sebagai bagian dari persiapan transisi regulasi teknis MotoGP untuk 2027…

    Keputusannya untuk pindah ke Honda musim depan menandakan bahwa hubungannya dengan Yamaha kini memasuki bulan-bulan terakhir. Ia siap untuk terus bekerja demi meraih hasil yang lebih baik di musim ini, tetapi ia tidak ingin lagi memberikan porsi usaha yang sama untuk proyek motor Yamaha 2027.

    “Saya ingin meluruskan segalanya… Saya ingin melakukan tes di Austria, tetapi sayangnya Yamaha tidak mengizinkan saya menjajal ban Pirelli. Saya ingin berkontribusi, tetapi mereka melarangnya. Secara pribadi, saya tidak ingin mengembangkan motor untuk pembalap lain di 2027. Jika ada yang bisa ditingkatkan untuk musim ini, saya akan lakukannya. Namun, saya tidak akan lagi mendorong diri hingga batas maksimal dan bertindak seperti test rider seperti yang saya lakukan pekan ini. Masalahnya adalah dari September hingga November, kami tidak membuat langkah maju. Paket yang kami miliki saat ini hampir sama dengan motor pertama yang kami uji. Biasanya pada proyek baru, langkah awal sangat besar, tetapi kami tidak pernah benar-benar mengalami lompatan itu..”

    ” Pada tes Valencia tahun lalu, saya merasa membutuhkan sesuatu yang baru. Dari situ, kami memutuskan untuk berpisah dari Yamaha. Saat itu, saya belum tahu persis akan pindah ke tim mana, tetapi saya tahu saya ingin berganti tim dan saya pikir itu adalah momen yang tepat. Saya sebenarnya masih berharap kondisinya bisa jauh lebih baik daripada sekarang, terutama kalau melihat bagaimana kami menjalani tes pertama di Barcelona… sebenarnya itu bukan tes yang sangat luar biasa, kami lebih lambat dibanding mesin empat silinder segaris (inline-four), tetapi kondisi lintasan saat itu memang kurang mendukung. Catatan waktu saya tidak terlalu buruk mengingat itu adalah kali pertama motor tersebut turun ke trek bersama saya, dan saya juga cukup kencang.

    ” Namun masalahnya…kami tidak membuat kemajuan sama sekali. Paket yang kami miliki saat ini benar-benar hampir sama dengan motor pertama yang kami jajal. Biasanya, ketika Kalian memulai proyek baru, langkah awal peningkatannya sangat besar, baru kemudian terasa sulit untuk mencari sisa sepersekian detik terakhir. Namun, kami tidak pernah benar-benar mengalami lompatan besar tersebut dari motor baru menuju motor yang kini usianya sudah hampir satu tahun. Inilah mengapa saya pikir kami berada dalam situasi yang sangat sulit.” seru Fabio Quartararo

    FYI…Sesi pengujian ban Pirelli dan spesifikasi motor 2027 di Austria (Red Bull Ring, Spielberg) dijadwalkan berlangsung pada 21 September 2026. Tes resmi ini dilaksanakan tepat satu hari setelah berakhirnya akhir pekan balap Grand Prix Austria 2026 (20 September 2026). Selain masalah izin tes ban, rasa frustrasi Quartararo dipicu oleh performa mesin V4 Yamaha yang tak kunjung menunjukkan peningkatan signifikan. Meskipun proyek tersebut sempat memberi harapan awal saat uji coba di Barcelona, pengembangan teknis dinilai stagnan.

    Last….Sikap Yamaha yang membatasi akses Quartararo dapat dipahami dari sudut pandang bisnis, karena mereka tidak ingin memberikan data atau keuntungan awal kepada calon pembalap rival. Namun, keputusan ini juga menjadi bumerang. Kehilangan masukan dari pembalap tercepatnya di saat pengembangan motor 2027 berada di fase krusial berisiko memperlambat proses bangkitnya Yamaha dari masa-masa sulit. Untuk sisa musim ini, Quartararo menegaskan hanya akan fokus pada performa balapan akhir pekan tanpa terbebani tugas uji coba komponen masa depan….(iwb)

  • Jack Miller Puji Mesin V4 Yamaha di Tikungan…” Setara Marquez” serunya !!

    Jack Miller Puji Mesin V4 Yamaha di Tikungan…” Setara Marquez” serunya !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….pembalap Prima Pramac Yamaha, Jack Miller, memberikan evaluasi jujur terkait performa prototipe Yamaha YZR-M1 bermesin V4 usai berlaga di seri MotoGP Aragon 2026. Miller mengklaim bahwa kelincahan sasis dan corner speed (kecepatan di tikungan) mesin baru Yamaha tidak perlu diragukan lagi, bahkan mencatatkan sector time yang sebanding dengan Marc Marquez. Namun, defisit top speed di trek lurus panjang menjadi kelemahan fatal yang membuatnya harus kehilangan posisi dari para rivalnya. Wahh menarik kiii…!!

    Pada balapan utama GP Aragon hari Minggu, Miller sempat tampil menjanjikan dengan merangkak naik dari posisi ke-13 ke urutan ke-9 di lap-lap awal. Namun, memasuki lap ke-16, kelemahan daya pacu Yamaha V4 mulai terseok-seok saat Enea Bastianini menyalipnya di trek lurus, disusul oleh Brad Binder (KTM) pada lap ke-22.

    “Saya sudah memberikan segalanya. Sayangnya, kami harus menyerahkan posisi kepada para pembalap KTM di akhir balapan. Saya mencoba menyulitkan Enea dengan melakukan pengereman lambat (late braking), tetapi pada akhirnya dia menyalip saya di pertengahan trek lurus… dan Brad melakukan hal yang sama,” ungkap Miller.

    Miller mengakui defisit top speed hingga 10 km/jam dibanding mesin KTM RC16 membuat usahanya di area pengereman menjadi sia-sia begitu memasuki trek lurus panjang.

    Meski mengeluhkan performa mesin di jalan lurus, rider asal Australia ini memberikan pujian tinggi untuk kelincahan sasis Yamaha V4 saat melibas tikungan. Pada sesi Sprint Race hari Sabtu—saat ia finis ke-10 sebagai pembalap Yamaha terbaik—data telemetri menunjukkan kecepatan tikungan yang sangat kompetitif.

    • Kecepatan Sektor 4: Di Sektor 4 (area yang mencakup tikungan terakhir berkarakter cepat sebelum garis finish), Miller yang menggunakan kombinasi ban Medium-Medium mencatatkan waktu 24,936 detik.

    • Menempel Marc Marquez: Catatan waktu Sektor 4 milik Miller tersebut hanya terpaut 0,003 detik dari Marc Marquez (24,933 detik) yang menunggangi Ducati Desmosedici.

    “Motor ini bekerja sangat baik di tikungan, saya tidak bisa menyalahkannya sama sekali. Kemarin di Sprint Race, kecepatan saya di sektor terakhir hampir setara dengan Marc Marquez, dan saya pastikan kecepatan itu bukan datang dari trek lurus! “Jika kamu menambahkan 20 hp lagi, itu tentu akan mengubah karakternya. Namun di luar itu, kami mampu membalikkan keadaan dalam waktu yang cukup singkat. Ini adalah sepeda motor yang benar-benar baru, jadi kami melakukan apa yang kami bisa” tegas Miller.

    Last…Pada balapan utama (Main Race), Miller terpaksa merubah gaya balapnya untuk menjaga daya tahan ban depan. Hal tersebut berdampak pada penurunan roll speed di tikungan. Mengingat tingginya tingkat graining pada ban depan saat Sprint Race, Miller memilih untuk tidak terlalu memaksakan front-end di balapan utama. Karena harus menjaga usia ban, keunggulan roll speed Yamaha V4 tidak bisa dimaksimalkan secara agresif seperti saat Sprint Race, yang membuat motor mengalami understeer saat ban mulai tergerus….(iwb)

  • Pecco Super Frustasi pada Ducati….” Motor Bergetar dan Tanpa Traksi..” !!

    Pecco Super Frustasi pada Ducati….” Motor Bergetar dan Tanpa Traksi..” !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Francesco “Pecco” Bagnaia, mengutarakan kekhawatiran mendalam terkait performa motor Ducati Desmosedici GP26 miliknya setelah mengalami crash pada balapan utama MotoGP Aragon. Juara dunia dua kali tersebut mengaku tidak bisa membayangkan masalah besar apa yang bakal dihadapinya ketika harus berlaga di sirkuit-sirkuit dengan tingkat daya cengkeram (grip) aspal yang rendah. Bagnaia terus mengalami tren sulit sejak berakhirnya jeda musim panas, di mana masalah kurangnya rear grip (daya cengkeram ban belakang) yang ia keluhkan sepanjang musim justru semakin memburuk. Setelah sempat gagal finis akibat kecelakaan di GP Inggris (Silverstone), pembalap asal Italia tersebut kembali harus mengakhiri balapan lebih awal di Aragon usai terjatuh saat berada di posisi ketujuh pada lap ke-6 dari total 23 lap. Pecco Super Frustasi pada Ducati….” Motor Bergetar dan Tanpa Traksi..” !!

    Usai balapan, Bagnaia mengungkapkan bahwa ban belakang kompon medium miliknya tergerus sangat cepat dalam waktu singkat, yang menjadi pemicu utama kecelakaan tersebut.

    “Kehilangan bagian belakang, lalu kehilangan bagian depan. Bagi saya, hilangnya daya cengkeram ban belakang ini sangat luar biasa cepat, saya benar-benar mendapatkan zero grip (tanpa daya cengkeram sama sekali). Saya bahkan sudah berusaha mengubah mapping ke opsi tenaga yang lebih rendah setelah lima lap karena ban belakang sudah benar-benar habis hanya dalam lima putaran, padahal saya tidak sedang menekan keras (pushing) atau melakukan manuver agresif. Saya sangat kesulitan, motor mulai mengalami gejala bergetar atau melayang (floating) di lap kelima. Lalu saya kehilangan traksi ban belakang, dan ketika bagian belakang mendapatkan cengkeraman kembali secara tiba-tiba, ban depan langsung lepas (lost the front)…

    “Sebenarnya feeling terhadap motor tidak terlalu buruk hingga GP Sachsenring. Semuanya bekerja dengan lebih konsisten. Meskipun saat itu saya masih mengalami kesulitan, setidaknya hasil akhir masih memberikan optimisme. Namun sejak Silverstone, ada sesuatu yang terjadi karena saya benar-benar kehilangan daya cengkeram ban belakang. Saya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi ketika kami tiba di sirkuit-sirkuit dengan tingkat grip aspal yang lebih rendah. Tidak ada yang berbeda soal setingan, setelan motor kurang lebih mirip. Kemarin pagi saya merasa sedikit lebih baik. Kami sempat mencoba memindahkan beban ke bagian belakang, tetapi itu membuat balapan Sprint terasa lebih sulit. Pada sesi warm-up pagi hari, kami kembali ke setelan standar sepanjang musim. Namun di balapan utama, ban belakang justru habis hanya dalam waktu lima lap,” keluh Pecco terlihat super frustasi…

    Last…Secara keseluruhan, keterpurukan Pecco di Aragon bukan dikarenakan penurunan performa berkendara (riding style), melainkan kegagalan mekanikal-geometri dalam menemukan kompromi antara downforce aerodinamika, set-up sasis, dan daya tahan ban belakang Michelin pada permukaan aspal Aragon. Hingga detik ini Ducati bungkam karena tenggelam oleh eforia kemenangan Marc di Aragon yang sapu bersih Sprint dan Sunday Race….(iwb)