Category: Racing

  • Toprak Heran, Yamaha M1 ” Lompat-lompat” buat belok kek Kiri !!

    Toprak Heran, Yamaha M1 ” Lompat-lompat” buat belok kek Kiri !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Peluang emas Toprak Razgatlıoğlu untuk mencatatkan finis sepuluh besar pertamanya di MotoGP harus kandas akibat masalah teknis yang tak terduga. Tampil impresif di paruh awal balapan GP Assen, pembalap asal Turki ini terpaksa menyudahi balapannya lebih awal setelah motor Yamaha YZR-M1 miliknya mengalami gejala chattering (getaran hebat pada roda/suspensi) yang parah. Padahal, Toprak sempat melakukan start yang luar biasa. Memanfaatkan situasi di Tikungan 5 di mana banyak pembalap melebar, ia mengambil jalur dalam dan sukses melewati tiga hingga empat pembalap sekaligus untuk merangsek naik ke posisi ke-11. Namun, kegembiraan itu berubah menjadi mimpi buruk ketika motornya mulai bertingkah aneh saat menikung ke arah kiri. Yup..Toprak Heran, Yamaha M1 ” Lompat-lompat” buat belok kek Kiri !!

    Toprak mengaku sangat terkejut karena masalah ini muncul tiba-tiba tanpa ada tanda-tanda peringatan selama sesi latihan maupun pemanasan. Ironisnya, tikungan kiri—khususnya Tikungan 7 dan 9—sebenarnya merupakan titik kuat di mana ia biasanya mampu memangkas banyak waktu.

    “Awalnya semua berjalan sangat baik, ritme saya kuat dan saya merasa punya kecepatan lebih untuk mengejar Fabio (Quartararo),” ungkap Toprak. “Tapi begitu saya berada tepat di belakangnya, masalah itu muncul. Motor mulai melompat-lompat (bouncing) dengan parah di tikungan kiri.”

    Toprak bahkan sempat berdiskusi dengan Brad Binder setelah balapan untuk memastikan situasi tersebut.

    “Saya mengobrol dengan Binder, dan dia juga bilang getarannya luar biasa. Biasanya, saat kita membuka gas, chattering akan berhenti, tapi hari ini tidak. Motor melompat-lompat secara luar biasa hanya di tikungan kiri. Sangat mustahil untuk dikendarai,” tambahnya dengan nada frustrasi.

    Demi mengatasi kendala tersebut, Toprak sempat mencoba mengubah gaya balap dan jalurnya di lintasan. Ketika posisinya melorot ke urutan 15 setelah disalip Binder, ia bahkan sengaja hanya memacu motornya secara maksimal di tikungan kanan untuk membatasi kerugian waktu. Namun, usaha tersebut tetap tidak mampu menyelamatkan balapannya.

    Meski kecewa berat karena kehilangan poin penting, pembalap berjuluk El Turco ini mencoba melihat sisi positif dari akhir pekan di Belanda. Ia merasa tingkat kompetitifnya di atas motor MotoGP sudah jauh lebih baik dibandingkan balapan-balapan sebelumnya, terutama saat menggunakan ban kompon medium yang membuatnya merasa nyaman dalam melakukan pengereman dan masuk tikungan.

    Last…Tim teknis Yamaha kini tengah memeriksa data telemetri secara mendalam untuk mencari tahu penyebab pasti fenomena aneh tersebut. “Berdasarkan data, masalahnya terlihat sangat jelas, tetapi saat ini kami belum punya penjelasan yang pasti. Kami harus menganalisis semuanya dengan cermat,” pungkas Toprak. Semangatttt Toprakkk !!! (iwb)

  • Marc Marquez Bongkar Rahasia…” Akan Balik ke Honda di 2027 ” ??

    Marc Marquez Bongkar Rahasia…” Akan Balik ke Honda di 2027 ” ??

    18 GP Valencia 6, 7 y 8 de noviembre de 2014. MotoGP, Mgp, mgp

    Iwanbanaran.com – Cakkk…..Masa depan Marc Marquez di MotoGP akhirnya menemui titik terang setelah sang juara dunia bertahan resmi menandatangani perpanjangan kontrak berdurasi dua tahun bersama Ducati Corse. Pengumuman ini sekaligus mengakhiri spekulasi panjang yang sempat menahan tensi di paddock selama berbulan-bulan. Namun sebuah fakta menarik baru saja terungkap. Pembalap berjuluk The Baby Alien ini mengakui bahwa dirinya sempat melakukan pembicaraan dengan mantan tim yang membesarkan namanya, Honda (HRC), mengenai peluang reuni pada musim 2027 mendatang—saat regulasi baru mesin 850cc mulai diberlakukan.

    Dalam sesi wawancara eksklusif bersama media Spanyol, DAZN, seusai gelaran GP Assen, Marquez tidak menampik adanya kontak dari kubu pabrikan sayap mengepak tersebut. Kendati demikian, pembalap bernomor start 93 ini menegaskan bahwa sejak awal fokus utamanya adalah bertahan di Ducati.

    “Memang sempat ada obrolan informal (dengan Honda), tetapi saya tahu pasti bahwa saya ingin mendengar penawaran dari Ducati terlebih dahulu. Jika saya sudah merasa bahagia di suatu tempat, saya tidak ingin terjebak dalam situasi tarik-ulur untuk pindah ke sana kemari. Dan bersama Ducati, kami duduk bersama dan langsung menemukan kecocokan seketika.”

    Hubungan emosional antara Marquez dan Honda memang sangat mendalam. Bergabung sejak kelas para raja pada tahun 2013, kerja sama keduanya membuahkan enam gelar juara dunia MotoGP. Honda bahkan tetap setia mendukung dan menghormati kontrak bernilai fantastis milik Marquez saat dirinya dihantam cedera parah pada periode 2020 silam.

    Namun, penurunan performa motor RC213V yang drastis memaksa pembalap asal Cervera ini mengambil langkah berani: memutus kontrak lebih awal di akhir 2023, rela tampil tanpa gaji besar di Gresini Racing demi membuktikan kapasitasnya di atas Ducati spek tahun lalu, hingga akhirnya sukses menembus tim pabrikan Ducati Lenovo dan merengkuh gelar juara dunia kembali.

    Kembali ke Honda di saat regulasi teknis MotoGP berubah total pada tahun 2027 dinilai banyak pihak sebagai jalan cerita yang sempurna. Marquez pun mengakui ada gairah tersendiri jika hal itu benar-benar terwujud. Namun, di usianya yang makin matang, ia memilih untuk bersikap realistis.

    “Kembali ke Honda tentu akan menjadi cerita yang sangat romantis, dan jujur saja, saya sempat sangat menginginkannya,” aku Marquez.

    “Namun, saya sudah mengambil terlalu banyak risiko di dalam lintasan. Ada kalanya Anda harus menimbang segala sesuatu menggunakan kepala (logika), bukan dengan hati, sama seperti keputusan terakhir yang saya buat saat memilih pergi (dari Honda). Dan terbukti, langkah itu berjalan sangat baik untuk saya.”

    Last…dengan resminya kontrak baru ini, duet Marc Marquez dan Francesco Bagnaia dipastikan akan tetap menjadi pilar utama Ducati Corse untuk mengarungi musim kompetisi MotoGP 2027 dan 2028, sekaligus menutup pintu spekulasi reuni dini antara sang alien dengan Honda. Sayang sekali cak…(iwb)

  • Rahasia Dapur Terbongkar: Enea Bastianini Gandeng Mantan Ahli Elektronik Marc Marquez!

    Rahasia Dapur Terbongkar: Enea Bastianini Gandeng Mantan Ahli Elektronik Marc Marquez!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Gelaran MotoGP 2026 terus menyajikan kejutan, tidak hanya di atas lintasan, tetapi juga di balik dinding paddock yang super rahasia. Baru-baru ini, sebuah pengakuan mengejutkan datang dari pembalap asal Italia, Enea Bastianini. Dalam sebuah wawancara eksklusif, pembalap yang dijuluki The Beast ini membongkar satu rahasia besar yang selama ini ditutup rapat-rapat dari publik dan media….!!

    “Tidak ada yang tahu tentang hal ini, tetapi saya bekerja sama dengan mantan insinyur elektronik Marc Marquez,” ungkap Bastianini demi menjelaskan performa dan adaptasinya belakangan ini.

    Pernyataan ini langsung memicu kegemparan di paddock. Di era MotoGP modern, di mana sistem elektronik seperti traction control, anti-wheelie, dan engine braking memegang porsi hingga 70% dari performa motor, kehadiran seorang insinyur papan atas adalah jaminan lompatan performa. Terlebih lagi, sosok tersebut adalah orang yang bertahun-tahun menjinakkan agresivitas Marc Marquez.

    Mengapa Faktor Elektronik Begitu Krusial bagi ‘The Beast’?

    Bastianini dikenal sebagai pembalap dengan gaya balap yang sangat halus dalam manajemen ban belakang, terutama di paruh kedua balapan. Namun, transisi dan pengembangan motor dalam satu-dua musim terakhir menuntut fleksibilitas yang luar biasa pada karakternya.

    Bekerja sama dengan mantan ahli elektronik Marquez—juru taktik yang terbiasa mengelola sistem elektronik untuk pembalap dengan gaya riding super agresif—memberikan Bastianini perspektif dan data baru yang sangat berharga. Kombinasi ini memungkinkannya untuk:

    • Optimalisasi Penyaluran Tenaga (Power Delivery): Menemukan titik temu antara kenyamanan berkendara (rideability) dan agresivitas yang dibutuhkan saat kualifikasi.

    • Adaptasi Instan: Mempercepat proses pemecahan masalah (troubleshooting) saat motor mengalami kendala chatter atau kehilangan traksi di tikungan lambat.

    • Strategi Manajemen Elektronik Fase Akhir: Mempertajam senjata utama Bastianini, yaitu late-race pace (kecepatan di putaran-putaran akhir).

    ” Balapan yang bagus. Di awal, saya sempat agak tertinggal dari para pembalap di depan dan harus memangkas jarak. Itu tidak mudah, karena saya hanya bisa mengejar 0,1 detik per lap. Namun pada akhirnya, saya berhasil merapatkan jarak. Kami sempat mengalami beberapa kendala kecil dengan bagian belakang, dan mungkin ban soft bisa bekerja sedikit lebih baik. Tapi saya bersenang-senang dan memberikan segalanya dari lap pertama hingga lap terakhir untuk mengamankan finis keenam ini. Pada akhirnya, saya rasa Marc menyentuh area hijau (track limits). Kami melewati garis finis hampir berdampingan, tetapi saya berhasil keluar dari tikungan terakhir dengan lebih baik. Jelas, kesalahan kecil itu merugikannya.”

    ” Kini kami sedang melakukan pekerjaan yang hebat, dan menurut saya ini bukan sebuah kejutan. Saya sangat suka cara tim ini bekerja dan bagaimana kami bekerja sama. Saya belum menyebutkannya, tapi akhir pekan ini saya kedatangan ahli elektronik baru di dalam kru saya. Namanya Jenny, dan saya langsung cocok bekerja dengannya. Bahkan, kinerjanya sangat luar biasa. Dia dulu bekerja dengan Marquez saat masih di Honda, dan akhir pekan ini, dia menggantikan posisi mekanik elektronik saya yang baru saja menjadi seorang ayah.”

    ” Jenni…mantan electronik Marc yang kini kerja dengan Bastianini…”

    “Balapan seperti ini jelas membangkitkan semangatku. Yang terpenting adalah saya tidak finis keenam dengan jarak tertinggal ratusan detik dari para pembalap terdepan. Saya finis hanya terpaut sekitar satu detik dari rombongan depan, sementara tim Aprilia memang memiliki sedikit keunggulan hari ini. Hasil ini memberi saya motivasi dan dorongan untuk terus berkembang.” seru Bastianini…

    Last….Kepindahan mekanik atau insinyur bintang antar pabrikan sebenarnya adalah hal lumrah di MotoGP, namun sering kali diselimuti klausul non-kompetisi (gardening leave) atau kerahasiaan yang ketat. Langkah Bastianini mengamankan tanda tangan ahli elektronik kawakan ini menunjukkan betapa seriusnya ia dalam membangun proyek jangka panjang demi mengamankan titel juara dunia. Bagi para pengamat, rahasia yang baru terungkap ini menjawab teka-teki mengapa Bastianini mampu tampil solid dan keluar dari masa-masa sulit dalam beberapa seri terakhir. Ia tidak hanya mengandalkan talenta alaminya, melainkan juga didukung oleh “otak” di balik dominasi multi-gelar juara dunia. Menarik untuk melihat bagaimana dampak jangka panjang dari kolaborasi rahasia ini di sisa musim 2026. Satu yang pasti: The Beast kini punya senjata elektronik yang setara dengan para pembalap terbaik di grid….(iwb)

  • Veda Ega akui lakukan kesalahan…” Feeling motor bagus…” !!

    Veda Ega akui lakukan kesalahan…” Feeling motor bagus…” !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pembalap rookie andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, harus menelan pil pahit pada balapan utama Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit TT Assen, Minggu (28/6/2026) sore WIB. Sempat tampil memukau bahkan memimpin jalannya balapan, pembalap Honda Team Asia itu gagal membawa pulang poin setelah mengalami kecelakaan (crash) di lap kedelapan. Dalam wawancara pasca race, Veda Ega akui lakukan kesalahan…” Feeling motor bagus, tapi sayang aku lakukan kesalahan…” !! (more…)

  • Update Marco Bezzecchi crash Assen…masuk Rumah sakit, Cedera parah ?!

    Update Marco Bezzecchi crash Assen…masuk Rumah sakit, Cedera parah ?!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pembalap utama Aprilia Racing sekaligus salah satu kandidat kuat juara dunia MotoGP, Marco Bezzecchi, harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami kecelakaan mengerikan dalam kecepatan tinggi pada balapan utama MotoGP Belanda di Sirkuit TT Assen. Hasil pemeriksaan medis sudah keluar…..apakah cedera parah ??

    Insiden tersebut terjadi pada lap kedua di Tikungan 15 (Ramshoek), salah satu bagian tercepat di sirkuit Assen. Saat sedang bertarung ketat dengan Marc Marquez untuk memperebutkan posisi keempat, Bezzecchi kehilangan kendali atas motor Aprilia RS-GP miliknya. Ia terlempar keras dan berguling berkali-kali di atas area gravel. Mengingat kerasnya benturan yang terjadi pada kecepatan sekitar 209 km/jam, bendera kuning langsung dikibarkan dan Bezzecchi segera dievakuasi ke Pusat Medis Sirkuit untuk mendapatkan penanganan darurat dari tim dokter MotoGP yang dipimpin oleh Dr. Ángel Charte. Melalui rilis resminya, tim Aprilia Racing memberikan pembaruan awal terkait kondisi pembalapnya. Apakah cedera parah ??

    “Pemeriksaan klinis awal menunjukkan bahwa pembalap berada dalam kondisi sadar penuh. Ia mampu menggerakkan keempat anggota badannya secara normal, serta tidak menunjukkan tanda-tanda awal komplikasi neurologis atau sistemik yang serius.”

    Meski hasil pemeriksaan awal cukup positif, Bezzecchi mengeluhkan rasa nyeri yang sangat hebat di tubuhnya. Demi keselamatan, tim medis memutuskan untuk merujuknya ke Rumah Sakit Universitas Groningen untuk menjalani pemindaian CT (CT scan) secara menyeluruh guna memastikan tidak ada cedera dalam yang tersembunyi. Setelah sempat membuat publik MotoGP khawatir, kabar melegakan akhirnya datang beberapa jam kemudian. Hasil tes diagnostik mendalam menunjukkan tidak ada patah tulang maupun kerusakan organ dalam yang dialami Bezzecchi. Syukurlah tidak ada cedera cak…

    “Marco Bezzecchi telah menjalani CT scan dan pemeriksaan radiologi lengkap, dan hasilnya tidak ditemukan cedera apa pun. Oleh karena itu, ia sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit dan diizinkan pulang pada Minggu malam,” tulis pernyataan lanjutan dari Aprilia.

    Last…Meski dinyatakan fit dan terhindar dari cedera, insiden gagal finis (DNF) ini menjadi kerugian besar bagi Bezzecchi dalam upayanya mengamankan takhta juara dunia. Sebelum balapan Assen dimulai, Bezzecchi berstatus sebagai pemuncak klasemen sementara. Akibat kehilangan poin di balapan ini, posisi puncak klasemen kini berhasil direbut oleh rekan setimnya di Aprilia, Jorge Martin, yang sukses finis di podium ketiga. Kini, Bezzecchi tertinggal tujuh poin dari Martin, sementara podium tertinggi di Assen sendiri secara mengejutkan berhasil direbut oleh pembalap Trackhouse Aprilia, Ai Ogura…..(iwb)

  • Marquez Race di Assen masuk ” Safe Mode ” ….kehabisan tenaga ??!!

    Marquez Race di Assen masuk ” Safe Mode ” ….kehabisan tenaga ??!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pembalap pabrikan Ducati, Marc Marquez, mengakui bahwa posisi ini adalah hasil maksimal yang bisa ia kejar di MotoGP Belanda. Meski begitu, ia mengaku sangat lega dan puas bisa menyelesaikan balapan di Sirkuit Assen dalam kondisi sehat dan tanpa cedera tambahan. Bagi pembalap berjuluk The Baby Alien ini, seri Assen memang sudah diprediksi menjadi “akhir pekan untuk bertahan hidup”. Desain sirkuit yang didominasi tikungan kanan cepat dinilai sangat menguras fisik dan tidak cocok dengan kondisi kebugarannya saat ini. Yup…Marquez Race di Assen masuk ” Safe Mode ” alias bertahan !!

    Sepanjang akhir pekan, Marquez finis ketujuh di sesi Sprint dan sebenarnya menyentuh garis finis di posisi keenam saat balapan utama. Namun, posisinya harus turun satu setrip menjadi finis ketujuh setelah dijatuhi penalti akibat melanggar batas lintasan (track limits) di lap terakhir. Marquez menjadi salah satu dari sedikit pembalap yang nekat memilih ban belakang lunak (soft rear tyre). Ia mengungkapkan bahwa keputusan ini murni karena keterbatasan fisiknya.

    “Saya tidak punya kondisi fisik yang cukup untuk memaksimalkan potensi ban medium di setiap putaran. Jadi saya memutuskan, ‘Saya akan berkendara dengan santai dan hanya menekan di lap-lap tertentu saja’ Aku menggunakan safe mode atau hanya bertahan. Untuk strategi seperti itu, ban belakang soft jauh lebih baik,” jelas Marquez.

    Balapan Marquez juga diwarnai momen menegangkan saat ia terlibat aksi saling salip yang agresif dengan Fabio Di Giannantonio. Akibat manuver tersebut, Marquez terpaksa melebar dan memotong jalur di chicane terakhir. Momen ini mengingatkan penggemar pada insiden legendaris antara dirinya dengan Valentino Rossi di sirkuit yang sama pada tahun 2015. Pengawas balapan (Stewards) akhirnya menjatuhkan hukuman long lap penalty kepada Di Giannantonio karena memotong chicane. Menanggapi insiden tersebut, Marquez menganggapnya sebagai hal biasa dalam balapan. “Ya, pada akhirnya itu adalah insiden balap (racing incident). Setidaknya pada tahun 2015 lalu, saya masih melewati chicane itu,” candanya.

    Last….Meski menjalani akhir pekan yang berat, posisi Marquez di klasemen sementara tidak terlalu buruk. Berkat jatuhnya Marco Bezzecchi dan kegagalan Pecco Bagnaia melanjutkan balapan, Marquez kini hanya tertinggal 40 poin dari puncak klasemen yang dipegang oleh Jorge Martin (yang finis ketiga di Assen). Melihat persaingan yang sangat ketat dengan selisih poin yang rapat di posisi delapan besar, Marquez tetap membumi. “Saya merasa bukan yang terkuat, juga bukan yang tercepat. Saat ini ada lima nama di kejuaraan yang siap bertarung sengit di setiap balapan,” tutupnya….(iwb)

  • Pecco Kritik Keras Penalti Assen…” Harus pakai Akal Sehat ” !!

    Pecco Kritik Keras Penalti Assen…” Harus pakai Akal Sehat ” !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Akhir pekan di Sirkuit Assen yang sejatinya berjalan dominan bagi Francesco ‘Pecco’ Bagnaia harus ternoda oleh keputusan Steward. Pasca-balapan Sprint GP Belanda, sang juara bertahan Ducati itu tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya setelah dijatuhi penalti pasca-balapan yang merenggut posisi finisnya di zona poin. Bagnaia pun secara terbuka melayangkan kritik dan meminta pihak otoritas MotoGP untuk meninjau ulang regulasi penalti yang dinilainya kurang adil..!!

    Bagnaia sejatinya melintasi garis finis di posisi kelima setelah pertarungan sengit di sirkuit klasik tersebut. Namun, kegembiraannya sirna seketika setelah Steward menyatakan dirinya melanggar batas trek (track limits) di lap terakhir, yang berujung pada penalti waktu 3 detik. Alhasil, posisinya merosot tajam ke peringkat kedelapan, memberikan keuntungan bagi pembalap di belakangnya, termasuk Marc Marquez yang naik ke posisi keenam.

    Pemicu penalti ini terjadi di chicane terakhir Assen—sebuah sektor krusial yang terkenal sering memicu kontroversi. Menurut sensor, ban motor Bagnaia sedikit menyentuh area hijau (zona terlarang) saat ia berusaha mempertahankan posisi dari tekanan pembalap di belakangnya. Bagnaia tidak membantah bahwa motornya mungkin sedikit melebar, namun ia mempertanyakan esensi dari penalti tersebut jika tidak ada keuntungan waktu (gain) yang ia dapatkan….

    “Saya menerima keputusan itu karena aturan adalah aturan, tetapi kita harus menggunakan akal sehat. Saya tidak menyalip siapa pun, saya tidak mendapatkan keuntungan waktu, dan saya justru kehilangan momentum di akselerasi berikutnya. Menjatuhkan penalti yang merusak seluruh hasil kerja keras akhir pekan hanya karena masalah beberapa milimeter di lap terakhir adalah hal yang berlebihan. Mungkin kita perlu mempertimbangkan kembali bagaimana aturan ini diterapkan, terutama di lap terakhir ketika semua pembalap berkendara di batas maksimal absolut. Hari Minggu adalah cerita yang berbeda. Kami memiliki kecepatan untuk menang, tetapi kami tidak boleh lagi melakukan kesalahan sekecil apa pun, dan kami harus berdoa agar tidak ada kejutan lain dari ruang Steward,” pungkas Pecco dengan tegas…

    Last….selain masalah track limits, akhir pekan di Assen juga diwarnai oleh kecemasan para pembalap terkait regulasi tekanan ban minimum yang semakin ketat. Bagnaia mengakui bahwa berkendara dalam kelompok (pack) di Assen membuat pengelolaan suhu dan tekanan ban depan menjadi sebuah mimpi buruk teknis. Kekecewaan di sesi Sprint ini menjadi alarm penting bagi kubu Ducati Lenovo menjelang balapan utama hari Minggu nanti cak. Kehilangan poin berharga di Sprint membuat Bagnaia harus tampil tanpa celah di balapan panjang jika ingin memangkas jarak dari Marco Bezzecchi yang masih kokoh di puncak klasemen….(iwb)

  • Marc Marquez Akui Takut Crash di Assen ” Kerikilnya besar-besar” !!

    Marc Marquez Akui Takut Crash di Assen ” Kerikilnya besar-besar” !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Perebutan takhta juara dunia MotoGP memang masih sangat terbuka, namun bagi Marc Marquez, sirkuit Assen akhir pekan ini adalah tentang kalkulasi risiko yang matang, bukan nekat tanpa arah. Pasca-balapan Sprint di GP Belanda, sang juara bertahan secara terbuka mengakui bahwa dirinya tengah mengaktifkan “safe mode” (mode aman) demi mengamankan poin penting dan menghindari fatalnya area gravel sirkuit legendaris tersebut. Marc Marquez Akui Takut Crash di Assen ” Kerikilnya besar-besar” !!

    Marquez menyudahi Sprint Race sepanjang 13 lap di posisi ketujuh sebelum akhirnya naik satu strip ke posisi keenam menyusul penalti yang didapatkan rekan setimnya di Ducati, Pecco Bagnaia. Meski posisinya terdongkrak, pembalap asal Spanyol itu tidak menutup-nutupi fakta bahwa ia memang sedang kesulitan menyamai level kecepatan barisan depan di sirkuit cepat nan mengalir ini. Sejak sesi latihan hari Jumat, Marquez sudah mengisyaratkan ketidaknyamanannya dengan karakter tata letak Assen yang menuntut feeling front-end luar biasa di tikungan berkecepatan tinggi. Upaya perubahan set-up motor pada Sabtu pagi pun belum membuahkan hasil instan yang masif.

    “Pagi ini kami mencoba melakukan satu langkah maju, tetapi kami kembali tertahan di area posisi ke-7 atau ke-8 bersama beberapa pembalap KTM. Saya berkendara tidak terlalu buruk, tapi saya kehilangan terlalu banyak waktu di beberapa titik spesifik. Saya merasa tidak nyaman dan tidak konsisten. Saya sudah memeriksa catatan tahun lalu dan melihat beberapa kecelakaan tahun ini. Di sini, area gravel-nya sangat menyakitkan. Ukuran kerikilnya lebih besar dari biasanya. Jadi, kamu harus benar-benar berhati-hati,” tegasnya mengenai alasan memilih pendekatan konservatif. Yup…Bagi pembalap dengan gaya agresif seperti Marquez, Assen tahun ini menyajikan sinyal peringatan keras. Rentetan kecelakaan hebat yang menimpa sang adik, Alex Marquez, serta patah tulang vertebra yang dialami Fermin Aldeguer di sesi latihan menjadi bukti nyata betapa kejamnya sirkuit ini jika pembalap memaksakan diri melampaui batas….

    Selain faktor kenyamanan berkendara, Marquez secara jantan mengakui keunggulan Aprilia yang mengunci barisan depan di kualifikasi dan tampil dominan lewat laju kencang RS-GP di tikungan-tikungan cepat Assen cak. Meski kini jaraknya melebar menjadi 42 poin di belakang pemimpin klasemen Marco Bezzecchi, pembalap bernomor start 93 itu menolak untuk merasa frustrasi. Baginya, bisa berada di rombongan pemburu gelar musim ini sudah merupakan bonus luar biasa….

    “Kami sudah tahu titik kuat Aprilia, dan di sirkuit seperti Belanda ini—serta beberapa trek lain dengan fast corners—mereka memang lebih kuat dari kami. Kami harus mengevaluasi ini dalam kalender penuh 22 seri. Tapi akhir pekan ini, Aprilia berada di level yang berbeda. Jika saya berada dalam perebutan kejuaraan, itu adalah hadiah. Saya tidak melakukan sesuatu yang berbeda, hanya saja pembalap lain melakukan kesalahan dan tentu saja saya memenangkan beberapa balapan. Tapi bagi saya pribadi, momentum berisiko tinggi itu sudah lewat. Jadi, jika hasil baik datang, itu sangat bagus, tetapi inilah realitas saya saat ini. Targetnya sama seperti hari ini: mencoba finis di posisi ke-7 atau ke-8, dan itu saja. Saya tidak sedang sengaja bermain aman demi poin, saya sudah mengerahkan 100%, tetapi saya tidak bisa berbuat lebih banyak sekarang. Di sirkuit ini, kita harus memahami batas itu. Tidak ada rasa frustrasi karena ini memang sesuai ekspektasi saya,” tutupnya. Semangat Marc !! (iwb)

  • Pertempuran Kualifikasi Moto3 Assen : Veda Ega sukses Start ke 7…Gazzz !!!

    Pertempuran Kualifikasi Moto3 Assen : Veda Ega sukses Start ke 7…Gazzz !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Luar biasa! Perjuangan tanpa lelah ditunjukkan oleh pembalap muda andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, pada sesi kualifikasi Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit ikonik TT Assen. Sempat terseok-seok di sesi latihan, pembalap berjuluk The Rocket Boy ini membuktikan mental petarungnya dengan sukses mengamankan posisi start ke-7 untuk balapan utama. Keberhasilan ini menjadi modal berharga bagi Veda untuk melanjutkan tren positifnya di musim debut (rookie) kelas Moto3….!!!

    Perjalanan Veda di Sirkuit Assen akhir pekan ini sebenarnya tidak dimulai dengan mulus cak. Pada sesi Practice hari Jumat, pembalap asal Gunungkidul ini sempat tertahan di posisi ke-23. Begitu pula di sesi FP2 hari Sabtu siang, di mana ia menempati posisi ke-13. Akibat hasil tersebut, pembalap Honda Team Asia bernomor motor #9 ini harus rela berjuang dari sesi Kualifikasi 1 (Q1) terlebih dahulu. Peraturannya ketat: Veda wajib finis di posisi 4 besar pada Q1 jika ingin menembus Q2 dan memperebutkan posisi start terdepan. Di sinilah kelas Veda terlihat. Di bawah tekanan besar, ia berhasil tampil lepas, mencatatkan waktu impresif, dan lolos ke sesi Q2…

    Memasuki Q2 yang diisi oleh 18 pembalap tercepat, persaingan makin memuncak. Sirkuit Assen yang dikenal sebagai The Cathedral of Speed menuntut presisi tinggi karena tikungan-tikungannya yang mengalir cepat (fast and flowing). Disini cak..kembali Veda terbukti mampu menjinakkan karakter sirkuit legendaris ini. Ia sukses mempertajam catatan waktunya hingga berhasil mengunci posisi ke-7. Inipun Veda sempat nangkring diposisi terbaik ke 3 cukup lama sebelum jebol di akhir lap oleh para pembalap lain. Hasil ini membuatnya berhak memulai balapan dari baris ketiga (Row 3), sementara posisi terdepan (pole position) direbut oleh Maximo Quiles.

    Catatan Menarik: Posisi start ke-7 ini sangat krusial bagi Veda. Berkaca pada balapan sebelumnya di Brno (GP Ceko), Veda harus menerima penalti ekstrem turun 12 grid sehingga harus start dari P20, namun ia tetap mampu melakukan comeback gila untuk finis di posisi ke-5! Kali ini, dengan posisi start yang jauh lebih ideal di baris ketiga, peluang Veda untuk bertarung memperebutkan podium terbuka sangat lebar.

    Last….Hingga seri ke-10 ini, Veda Ega Pratama kokoh berada di peringkat ke-6 klasemen sementara Moto3 2026 dengan raihan 82 poin. Di kategori pembalap pendatang baru, ia bertengger di posisi kedua klasemen Rookie of the Year, menempel ketat Brian Uriarte di posisi puncak (92 poin). Balapan utama Moto3 Belanda 2026 akan berlangsung sepanjang 20 lap. Dengan modal start dari baris ketiga dan ritme balap (race pace) yang dikenal sangat stabil, mari kita dukung penuh Veda Ega Pratama agar bisa kembali mengibarkan Merah Putih di podium Assen! Goooo….(iwb)

    Hasil kualifikasi Moto3 Assen

    Pos No Pembalap Tim Waktu Terbaik Gap P1
    1 28 Máximo Quiles CFMOTO Gaviota Aspar Team 1:40.132
    2 66 Joel Kelso GRYD Racing 1:40.153 +0.025
    3 51 Brian Uriarte Red Bull KTM Ajo 1:40.434 +0.300
    4 97 Marco Morelli CFMOTO Gaviota Aspar Team 1:40.455 +0.324
    5 11 Adrián Cruces CIP Green Power 1:40.456 +0.326
    6 22 David Almansa Liqui Moly Dynavolt Intact GP 1:40.617 +0.485
    7 9 Veda Ega Pratama Honda Team Asia 1:40.698 +0.560
    8 83 Alvaro Carpe Red Bull KTM Ajo 1:40.729 +0.590
    9 94 Guido Pini Leopard Racing 1:40.731 +0.609
    10 31 Adrián Fernández Leopard Racing 1:40.761 +0.630
    11 88 Marcos Uriarte Liqui Moly Dynavolt Intact GP 1:40.781 +0.657
    12 6 Ryusei Yamanaka AEON Credit – MT Helmets – MSI 1:40.790 +0.669
    13 18 Matteo Bertelle LEVEL UP – MTA 1:40.860 +0.738
    14 67 Casey O’Gorman SIC58 Squadra Corse 1:40.920 +0.791
    15 8 Eddie O’Shea GRYD Racing 1:41.080 +0.951
    16 13 Hakim Danish AEON Credit – MT Helmets – MSI 1:41.130 +1.006
    17 27 Rico Salmela Red Bull KTM Tech3 1:41.160 +1.037
    18 19 Scott Ogden CIP Green Power 1:41.650 +1.526
  • Analisa Potensi Veda Ega Race Assen Moto3….bakal Berbahaya ??

    Analisa Potensi Veda Ega Race Assen Moto3….bakal Berbahaya ??

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Akhir pekan ini, Sirkuit TT Assen yang legendaris akan menjadi saksi perjuangan Veda Ega Pratama di seri ke-10 Moto3 2026. Dengan julukan “Cathedral of Speed”, trek ini terkenal dengan karakteristiknya yang cepat dan mengalir sebuah tantangan yang sangat dinantikan oleh pembalap berusia 17 tahun asal Gunungkidul ini. Pertanyannya…gimana potensi Veda di Assen Moto3 ? ini dia cak analisanya…

    Penampilan Veda di Sirkuit Brno, Ceko, pekan lalu menjadi bukti nyata ketangguhannya. Meskipun terkena penalti turun 12 grid yang membuatnya start dari urutan ke-20, ia langsung tancap gas dan berhasil menembus posisi 11 di lap pertama cak. Bukan cuma itu, Veda juga mencatatkan rekor lap tercepat dengan waktu 2 menit 4,524 detik, yang menjadi bukti kecepatan murninya di atas motor Honda NSF250RW . Ia bahkan sempat bersaing di grup depan dan berhasil menyalip beberapa pembalap KTM, termasuk Alvaro Carpe di lap terakhir. Hasil ini membawanya finis di posisi kelima, hanya tertinggal 0,9 detik dari pemenang balapan . Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, pun memuji perjuangan Veda dan berharap ia bisa melanjutkan tren positif ini .

    Karakter Sirkuit Assen yang cepat dan mengalir membuat adaptasi menjadi kunci utama. Veda sendiri mengaku sangat antusias menghadapi tantangan ini .

    “Sekarang kami berada di Assen… Sirkuitnya terlihat sangat menarik karena cepat dan mengalir, jadi saya pikir ini akan menjadi tantangan yang bagus.” ujar Veda .

    Musim ini, Veda telah menunjukkan kemampuan adaptasi yang luar biasa. Ia sudah mengoleksi 82 poin dan berada di peringkat keenam klasemen, hanya terpaut 4 poin dari posisi lima besar.  Dua podium (Brasil dan Prancis) serta hasil konsisten di lima besar menjadi bukti bahwa ia bukan lagi “pendatang baru” yang mudah terkejut. Tantangan terbesar Veda di Assen tetap sama: melawan dominasi motor KTM. Di Brno, ia adalah satu-satunya pembalap Honda yang mampu bersaing dengan lima pembalap KTM di grup depan.  Meskipun motor Honda masih tertinggal dalam hal kecepatan puncak, Veda mampu mengkompensasinya dengan kemampuan late braking dan konsistensi di tikungan…

    Aspek Catatan
    Posisi Klasemen Peringkat 6 (82 poin) 
    Poin dari Posisi 5 Terpaut 4 poin dari Marco Morelli (77 poin) 
    Klasemen Rookie Peringkat 2 (di bawah Brian Uriarte) 
    Target Minimal Finis di posisi 10 besar untuk menambah poin
    Target Maksimal Podium (jika kualifikasi lancar dan start di barisan depan)

    Bagi sebagian pembalap rookie, sirkuit Eropa sering kali menyulitkan karena mereka harus menghafal racing line dari nol. Beruntung bagi Veda, TT Circuit Assen bukan trek yang asing.

    Saat berlaga di ajang pencarian bakat Red Bull Rookies Cup musim 2024, pembalap asal Gunungkidul ini sudah pernah mencicipi aspal Assen. Catatan performanya kala itu terbilang impresif bagi seorang pendatang baru dari Asia:

    • Race 1: Finis di posisi ke-4

    • Race 2: Finis di posisi ke-7

    Pengalaman berharga dua tahun lalu ini membuat Veda sudah memiliki pemahaman mendasar (baseline data) mengenai titik pengereman, perubahan arah, dan karakter grip sirkuit. Sirkuit Assen dijuluki sebagai “The Cathedral of Speed”. Trek sepanjang 4,54 km ini memiliki 18 tikungan (12 kanan, 6 kiri) dengan lintasan lurus terpendek (hanya 487 meter).

    • Karakter Trek (Fast and Flowing): Assen menuntut kecepatan mengalir yang konstan. Perubahan arah motor terjadi sangat cepat (khususnya di sektor akhir sebelum chicane menuju garis finis). Pembalap tidak boleh melakukan kesalahan sekecil apa pun saat transisi menikung karena taruhannya adalah kehilangan momentum kecepatan.

    • Tantangan Motor Honda NSF250RW: Salah satu tantangan terbesar Veda pekan ini adalah adaptasi gaya balap untuk memaksimalkan motor Hondanya. Motor Moto3 Honda musim ini dikenal butuh presisi tinggi saat masuk tikungan (corner entry) agar bisa mengimbangi akselerasi motor KTM yang dominan di tikungan patah. Karena Assen mengutamakan cornering speed, Veda dituntut bermain sangat halus dan presisi.

    Meskipun potensi podium sangat terbuka lebar, ada dua catatan merah dari manajer tim (Hiroshi Aoyama) yang wajib diperbaiki oleh Veda pekan ini:

    1. Hindari Penalti Sanksi: Dalam beberapa seri terakhir, Veda sempat terkena pinalti karena dinilai melakukan pelanggaran saat sesi latihan atau kualifikasi (seperti berkendara terlalu lambat di jalur balap/riding slowly). Di Moto3, memulai balapan dari posisi belakang akibat penalti sangat menguras fisik dan berisiko tinggi terlibat kecelakaan di lap-lap awal.

    2. Mengejar Barisan Depan saat Kualifikasi (Q2): Veda harus bisa mengamankan posisi start minimal di dua baris terdepan (posisi 1–6). Karakter Assen yang mengalir membuat rombongan depan biasanya langsung melesat dan memisahkan diri dengan cepat. Jika Veda bisa start di depan, peluangnya untuk slipstream (memanfaatkan pusaran angin pembalap di depan) demi mengamankan podium ketiga kalinya musim ini (setelah GP Brasil dan GP Prancis) akan sangat terbuka.

    Last…Jika Veda mampu menjaga kedisiplinan sejak sesi latihan bebas ($FP$) hari Jumat hingga kualifikasi hari Sabtu tanpa terkena penalti, Veda Ega Pratama sangat berpotensi finis di posisi 5 besar, bahkan kembali bertarung memperebutkan podium ke-3. Karakter sirkuit Assen yang mengalir sangat cocok dengan talenta alaminya yang agresif namun rapi dalam menjaga momentum speed. Balapan utama (Race 20 Laps) akan berlangsung hari Minggu, 28 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. Mari kita kawal terus perjuangan rider masa depan Indonesia ini! Goooo Vedaaa !! (iwb)