Iwanbanaran.com – Cakkk….Peluang emas Toprak Razgatlıoğlu untuk mencatatkan finis sepuluh besar pertamanya di MotoGP harus kandas akibat masalah teknis yang tak terduga. Tampil impresif di paruh awal balapan GP Assen, pembalap asal Turki ini terpaksa menyudahi balapannya lebih awal setelah motor Yamaha YZR-M1 miliknya mengalami gejala chattering (getaran hebat pada roda/suspensi) yang parah. Padahal, Toprak sempat melakukan start yang luar biasa. Memanfaatkan situasi di Tikungan 5 di mana banyak pembalap melebar, ia mengambil jalur dalam dan sukses melewati tiga hingga empat pembalap sekaligus untuk merangsek naik ke posisi ke-11. Namun, kegembiraan itu berubah menjadi mimpi buruk ketika motornya mulai bertingkah aneh saat menikung ke arah kiri. Yup..Toprak Heran, Yamaha M1 ” Lompat-lompat” buat belok kek Kiri !!
Toprak mengaku sangat terkejut karena masalah ini muncul tiba-tiba tanpa ada tanda-tanda peringatan selama sesi latihan maupun pemanasan. Ironisnya, tikungan kiri—khususnya Tikungan 7 dan 9—sebenarnya merupakan titik kuat di mana ia biasanya mampu memangkas banyak waktu.
“Awalnya semua berjalan sangat baik, ritme saya kuat dan saya merasa punya kecepatan lebih untuk mengejar Fabio (Quartararo),” ungkap Toprak. “Tapi begitu saya berada tepat di belakangnya, masalah itu muncul. Motor mulai melompat-lompat (bouncing) dengan parah di tikungan kiri.”
Toprak bahkan sempat berdiskusi dengan Brad Binder setelah balapan untuk memastikan situasi tersebut.
“Saya mengobrol dengan Binder, dan dia juga bilang getarannya luar biasa. Biasanya, saat kita membuka gas, chattering akan berhenti, tapi hari ini tidak. Motor melompat-lompat secara luar biasa hanya di tikungan kiri. Sangat mustahil untuk dikendarai,” tambahnya dengan nada frustrasi.
Demi mengatasi kendala tersebut, Toprak sempat mencoba mengubah gaya balap dan jalurnya di lintasan. Ketika posisinya melorot ke urutan 15 setelah disalip Binder, ia bahkan sengaja hanya memacu motornya secara maksimal di tikungan kanan untuk membatasi kerugian waktu. Namun, usaha tersebut tetap tidak mampu menyelamatkan balapannya.
Meski kecewa berat karena kehilangan poin penting, pembalap berjuluk El Turco ini mencoba melihat sisi positif dari akhir pekan di Belanda. Ia merasa tingkat kompetitifnya di atas motor MotoGP sudah jauh lebih baik dibandingkan balapan-balapan sebelumnya, terutama saat menggunakan ban kompon medium yang membuatnya merasa nyaman dalam melakukan pengereman dan masuk tikungan.
Last…Tim teknis Yamaha kini tengah memeriksa data telemetri secara mendalam untuk mencari tahu penyebab pasti fenomena aneh tersebut. “Berdasarkan data, masalahnya terlihat sangat jelas, tetapi saat ini kami belum punya penjelasan yang pasti. Kami harus menganalisis semuanya dengan cermat,” pungkas Toprak. Semangatttt Toprakkk !!! (iwb)


Namun, penurunan performa motor RC213V yang drastis memaksa pembalap asal Cervera ini mengambil langkah berani: memutus kontrak lebih awal di akhir 2023, rela tampil tanpa gaji besar di Gresini Racing demi membuktikan kapasitasnya di atas Ducati spek tahun lalu, hingga akhirnya sukses menembus tim pabrikan Ducati Lenovo dan merengkuh gelar juara dunia kembali.
Bastianini dikenal sebagai pembalap dengan gaya balap yang sangat halus dalam manajemen ban belakang, terutama di paruh kedua balapan. Namun, transisi dan pengembangan motor dalam satu-dua musim terakhir menuntut fleksibilitas yang luar biasa pada karakternya.

Iwanbanaran.com – Cakkk….Pembalap rookie andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, harus menelan pil pahit pada balapan utama Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit TT Assen, Minggu (28/6/2026) sore WIB. Sempat tampil memukau bahkan memimpin jalannya balapan, pembalap Honda Team Asia itu gagal membawa pulang poin setelah mengalami kecelakaan (crash) di lap kedelapan. Dalam wawancara pasca race, Veda Ega akui lakukan kesalahan…” Feeling motor bagus, tapi sayang aku lakukan kesalahan…” !! 
Iwanbanaran.com – Cakkk….Pembalap utama Aprilia Racing sekaligus salah satu kandidat kuat juara dunia MotoGP, Marco Bezzecchi, harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami kecelakaan mengerikan dalam kecepatan tinggi pada balapan utama MotoGP Belanda di Sirkuit TT Assen. Hasil pemeriksaan medis sudah keluar…..apakah cedera parah ??
“Marco Bezzecchi telah menjalani CT scan dan pemeriksaan radiologi lengkap, dan hasilnya tidak ditemukan cedera apa pun. Oleh karena itu, ia sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit dan diizinkan pulang pada Minggu malam,” tulis pernyataan lanjutan dari Aprilia.
Iwanbanaran.com – Cakkk….Pembalap pabrikan Ducati, Marc Marquez, mengakui bahwa posisi ini adalah hasil maksimal yang bisa ia kejar di MotoGP Belanda. Meski begitu, ia mengaku sangat lega dan puas bisa menyelesaikan balapan di Sirkuit Assen dalam kondisi sehat dan tanpa cedera tambahan. Bagi pembalap berjuluk The Baby Alien ini, seri Assen memang sudah diprediksi menjadi “akhir pekan untuk bertahan hidup”. Desain sirkuit yang didominasi tikungan kanan cepat dinilai sangat menguras fisik dan tidak cocok dengan kondisi kebugarannya saat ini. Yup…Marquez Race di Assen masuk ” Safe Mode ” alias bertahan !!
Balapan Marquez juga diwarnai momen menegangkan saat ia terlibat aksi saling salip yang agresif dengan Fabio Di Giannantonio. Akibat manuver tersebut, Marquez terpaksa melebar dan memotong jalur di chicane terakhir. Momen ini mengingatkan penggemar pada insiden legendaris antara dirinya dengan Valentino Rossi di sirkuit yang sama pada tahun 2015. Pengawas balapan (Stewards) akhirnya menjatuhkan hukuman long lap penalty kepada Di Giannantonio karena memotong chicane. Menanggapi insiden tersebut, Marquez menganggapnya sebagai hal biasa dalam balapan. “Ya, pada akhirnya itu adalah insiden balap (racing incident). Setidaknya pada tahun 2015 lalu, saya masih melewati chicane itu,” candanya.
Iwanbanaran.com – Cakkk….Akhir pekan di Sirkuit Assen yang sejatinya berjalan dominan bagi Francesco ‘Pecco’ Bagnaia harus ternoda oleh keputusan Steward. Pasca-balapan Sprint GP Belanda, sang juara bertahan Ducati itu tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya setelah dijatuhi penalti pasca-balapan yang merenggut posisi finisnya di zona poin. Bagnaia pun secara terbuka melayangkan kritik dan meminta pihak otoritas MotoGP untuk meninjau ulang regulasi penalti yang dinilainya kurang adil..!!
“Saya menerima keputusan itu karena aturan adalah aturan, tetapi kita harus menggunakan akal sehat. Saya tidak menyalip siapa pun, saya tidak mendapatkan keuntungan waktu, dan saya justru kehilangan momentum di akselerasi berikutnya. Menjatuhkan penalti yang merusak seluruh hasil kerja keras akhir pekan hanya karena masalah beberapa milimeter di lap terakhir adalah hal yang berlebihan. Mungkin kita perlu mempertimbangkan kembali bagaimana aturan ini diterapkan, terutama di lap terakhir ketika semua pembalap berkendara di batas maksimal absolut. Hari Minggu adalah cerita yang berbeda. Kami memiliki kecepatan untuk menang, tetapi kami tidak boleh lagi melakukan kesalahan sekecil apa pun, dan kami harus berdoa agar tidak ada kejutan lain dari ruang Steward,” pungkas Pecco dengan tegas…
Iwanbanaran.com – Cakkk….Perebutan takhta juara dunia MotoGP memang masih sangat terbuka, namun bagi Marc Marquez, sirkuit Assen akhir pekan ini adalah tentang kalkulasi risiko yang matang, bukan nekat tanpa arah. Pasca-balapan Sprint di GP Belanda, sang juara bertahan secara terbuka mengakui bahwa dirinya tengah mengaktifkan “safe mode” (mode aman) demi mengamankan poin penting dan menghindari fatalnya area gravel sirkuit legendaris tersebut. Marc Marquez Akui Takut Crash di Assen ” Kerikilnya besar-besar” !!
Iwanbanaran.com – Cakkk…Luar biasa! Perjuangan tanpa lelah ditunjukkan oleh pembalap muda andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, pada sesi kualifikasi Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit ikonik TT Assen. Sempat terseok-seok di sesi latihan, pembalap berjuluk The Rocket Boy ini membuktikan mental petarungnya dengan sukses mengamankan posisi start ke-7 untuk balapan utama. Keberhasilan ini menjadi modal berharga bagi Veda untuk melanjutkan tren positifnya di musim debut (rookie) kelas Moto3….!!!
Memasuki Q2 yang diisi oleh 18 pembalap tercepat, persaingan makin memuncak. Sirkuit Assen yang dikenal sebagai The Cathedral of Speed menuntut presisi tinggi karena tikungan-tikungannya yang mengalir cepat (fast and flowing). Disini cak..kembali Veda terbukti mampu menjinakkan karakter sirkuit legendaris ini. Ia sukses mempertajam catatan waktunya hingga berhasil mengunci posisi ke-7. Inipun Veda sempat nangkring diposisi terbaik ke 3 cukup lama sebelum jebol di akhir lap oleh para pembalap lain. Hasil ini membuatnya berhak memulai balapan dari baris ketiga (Row 3), sementara posisi terdepan (pole position) direbut oleh Maximo Quiles.
Hasil kualifikasi Moto3 Assen
Iwanbanaran.com – Cakkk…Akhir pekan ini, Sirkuit TT Assen yang legendaris akan menjadi saksi perjuangan Veda Ega Pratama di seri ke-10 Moto3 2026. Dengan julukan
Saat berlaga di ajang pencarian bakat Red Bull Rookies Cup musim 2024, pembalap asal Gunungkidul ini sudah pernah mencicipi aspal Assen. Catatan performanya kala itu terbilang impresif bagi seorang pendatang baru dari Asia:
Meskipun potensi podium sangat terbuka lebar, ada dua catatan merah dari manajer tim (Hiroshi Aoyama) yang wajib diperbaiki oleh Veda pekan ini: