Category: Racing

  • ” Marquez Terlalu kuat di Aragon…” Seru Marco Bezzecchi

    ” Marquez Terlalu kuat di Aragon…” Seru Marco Bezzecchi

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, mengakui bahwa Marc Marquez memiliki pace atau kecepatan yang lebih unggul dalam gelaran MotoGP Aragon. Kendati demikian, Bezzecchi tetap memberikan perlawanan gigih untuk mencoba menahan laju sang juara bertahan. Memulai balapan dari posisi pole, Bezzecchi sempat memimpin di lap-lap awal. Namun, pembalap asal Italia ini dengan cepat menyadari bahwa kecepatan motornya tidak cukup untuk membendung serangan Marquez. ” Marquez Terlalu kuat di Aragon…” Seru Marco Bezzecchi

    Saat Marquez melancarkan manuver manuver di area chicane pada lap keenam untuk mengambil alih pimpinan balapan, Bezzecchi merespons dengan melakukan perlawanan balasan di trek lurus panjang (back straight). Duel ketat terjadi saat kedua pembalap memacu motor berdampingan pada kecepatan lebih dari 300 km/jam.

    “Bahkan saat saya memimpin balapan, saya menyadari pace saya bukan yang terbaik. Saya mencoba membuka jarak, tetapi saya tahu Marc akan kembali mengejar. Jujur, saya ingin membuat hidupnya sedikit lebih sulit, begitu juga untuk Pedro (Acosta), tetapi saya malah kehilangan dua posisi sekaligus hanya dalam hitungan detik! Ketika kami berada sangat dekat di trek lurus, aliran udara terasa ada yang aneh. Saya ingin menjauh darinya, tetapi terkadang motor saya justru bergerak semakin dekat ke Marc. Kemudian posisi saya terlalu jauh di sisi kiri [lintasan], sehingga saya harus melakukan titik pengereman sedikit lebih awal. Pada saat itulah Pedro datang dari sisi kanan dengan kecepatan yang sangat tinggi. Sangat disayangkan saya harus kehilangan posisi tersebut, tetapi itu adalah momen yang menyenangkan! Ini adalah akhir pekan yang luar biasa. Tahun lalu saya datang ke sini dan mengawali balapan dari posisi terakhir. Tahun ini, saya berhasil meraih pole position dan mengamankan ganda podium (Sprint dan Main Race). Jadi, saya sangat puas,” pungkas Bezzecchi…

    Last…Meskipun posisi Bezzecchi di klasemen sementara dunia tergeser ke peringkat ketiga di belakang Marc Marquez, hasil dari MotorLand Aragon ini membuatnya berhasil memangkas jarak tujuh poin dari rekan satu timnya sekaligus pemimpin klasemen sementara, Jorge Martin….(iwb)

  • Mengerikan cakk! Marquez Ungkap Momen “Terhisap” Aerodinamika saat Duel 300 km/jam vs Bezzecchi di Aragon!

    Mengerikan cakk! Marquez Ungkap Momen “Terhisap” Aerodinamika saat Duel 300 km/jam vs Bezzecchi di Aragon!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) kembali membuktikan ketangguhannya di sirkuit favoritnya, MotorLand Aragon. Namun, di balik kemenangan manis kasebut, ada satu insiden yang bikin jantung fans dag dig dug alias scary moment saat sang Baby Alien terlibat duel sengit berdampingan dengan Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) di trek lurus dalam kecepatan lebih dari 300 km/jam, cakk! Bahkan Marc Ungkap Momen “Terhisap” Aerodinamika saat Duel 300 km/jam vs Bezzecchi di Aragon! Waahhh..kok bisa ??

    Insiden mencekam iki terjadi di lap keenam. Marquez yang baru saja melancarkan manuver menusuk dari sisi dalam Bezzecchi di area chicane, mendapatkan perlawanan sengit. Bezzecchi yang mendapatkan exit corner lebih rapi langsung menempel ketat di lurus panjang menuju area pengereman keras. Nah, pas kedua motor dalam posisi berdampingan penuh dan berakselerasi di gigi 6, turbulensi aerodinamika motor MotoGP modern justru menyedot kedua kuda besi tersebut saling mendekat cakk! Bayangin cakk… stang ke stang di kecepatan mendekati 350 km/jam!

    ” Itu adalah momen yang luar biasa. Maksudku momen yang menakutkan, karena dengan semua perangkat aerodinamika tersebut, pada kecepatan 300 kilometer per jam motor kami seperti saling terhisap satu sama lain. Aku sudah berusaha [memberi ruang] dan bergerak ke sisi kanan, tetapi kami seperti ‘terikat’. Jika kalian melihat tayangan ulangnya, bahkan sempat terjadi wheelie kecil di gigi enam! Sulit untuk menjauh dari motornya. Jadi itu adalah momen yang menakutkan, tetapi menjadi tontonan yang bagus bagi para fans. Kemudian sampailah pada titik di mana Marco sedikit mengalah karena dia berada di sisi lintasan yang kotor. Begitu aku memimpin balapan, aku berusaha mengendalikan ritme. Ketika balapan menyisakan sepuluh putaran, aku sedikit menekan, membuka jarak, dan mengendalikan jalannya balapan kembali.”...seru Marc..

    yup…Untungnya, Bezzecchi yang berada di sisi jalur yang lebih kotor (dirty side) memilih untuk sedikit mengalah sebelum titik pengereman demi menghindari risiko tubrukan fatal cak. Marquez pun berhasil mengamankan posisi terdepan, disusul Pedro Acosta yang memanfaatkan celah untuk mengambil alih posisi kedua dari Bezzecchi.

    Last…setelah memimpin jalannya balapan, Marc Marquez langsung memainkan ritme untuk menjaga usia ban sebelum akhirnya menekan di 10 lap terakhir hingga membuka jarak aman 1,8 detik dari Acosta sampai menyentuh garis finish. Kemenangan ini sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan Marquez di Aragon bersama Ducati menjadi enam kemenangan beruntun (termasuk sprint), sekaligus menggeser posisi Bezzecchi di klasemen sementara ke peringkat kedua, terpaut 19 poin di belakang sang pemimpin klasemen, Jorge Martin…..(iwb)

  • Veda Menyerah pada Race Aragon…Kehabisan Ban !!?

    Veda Menyerah pada Race Aragon…Kehabisan Ban !!?

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…..sepertinya ini adalah hari yang kurang menggembirakan buat kita semua. Gimana nggak ?? IWB mencatat balapan Moto3 Grand Prix Aragon 2026 menjadi salah satu balapan paling menguras emosi dan daya tahan bagi pembalap kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama. Bertarung di sirkuit MotorLand Aragón yang sangat teknis sepanjang 5.077 km, Veda yang membela Honda Team Asia harus puas finis di posisi ke-20 tanpa meraih poin satu pun. Yup…Veda Menyerah Karena Ban…Race Aragon Sulit !!

    Jika kita menilik data Fastest Lap of Each Rider, Veda Pratama sebenarnya mencatatkan best lap yang cukup kompetitif di awal-awal balapan. Veda membukukan waktu 1’57.852 yang dicetaknya pada lap ke-4 dari total 17 lap yang dilombakan. Namun, jika dibandingkan dengan para pembalap papan atas (top riders), terlihat jelas ada celah performa yang cukup signifikan:

    • Marco Morelli (Pemenang Fastest Lap) mencetak waktu 1’56.675 pada lap ke-5. Artinya, ada gap sebesar 1,177 detik antara catatan waktu terbaik Veda dengan Morelli!

    • Maximo Quiles (Juara Race Aragon) mencatatkan best lap 1’56.818 (+0,143 dari Morelli).

    • David Almansa (Finis P2) mencatatkan waktu 1’56.779.

    Perbandingan dengan Rekan Satu Tim (Zen Mitani): Satu-satunya titik terang dalam catatan fastest lap adalah keunggulan Veda atas rekan setimnya di Honda Team Asia, Zen Mitani.

    • Veda Pratama: 1’57.852 (Posisi 17 tercepat)

    • Zen Mitani: 1’58.291 (Posisi 25 tercepat)

    • Gap Veda vs Zen Mitani: Veda lebih cepat 0,439 detik daripada Mitani dalam hal pure pace satu putaran.

    Di akhir balapan (17 Lap), Veda finis di posisi P20 dengan total waktu 33’45.512 (+30,034 detik dari sang pemenang Maximo Quiles). Sementara Zen Mitani harus terpuruk di posisi P23 dengan catatan waktu 34’01.535 (+46,057 detik). Veda unggul telak 16,023 detik dari Mitani saat menyentuh garis finis!

    Awal Cepat, Kedodoran di 5 Lap Terakhir: Kehabisan Ban?

    IWB mengamati pola yang sangat menarik sekaligus menyayat hati pada grafik performa Veda. Di awal balapan, Veda mampu langsung push dan mencetak waktu terbaiknya di lap ke-4 (1’57.852). Hal ini menunjukkan ritme awal yang menjanjikan di mana Veda berada dalam grup menengah untuk memperebutkan poin. Namun, memasuki 5 lap terakhir, tempo berkendara Veda justru merosot tajam. Catatan waktunya membengkak hingga tidak mampu lagi mempertahankan posisi 15 besar.

    Apa penyebab utamanya?

    1. Degradasi Ban yang Masif: Karakter MotorLand Aragón dengan tikungan-tikungan panjang berkecepatan tinggi serta temperatur aspal yang menuntut gaya berkendara agresif sangat menyiksa kompon ban. Best lap Veda yang hadir terlalu dini di lap ke-4 mengindikasikan bahwa kompon bannya terdegradasi cepat di paruh kedua balapan.

    2. Karakter Honda NSF250RW: Pembalap-pembalap penunggang Honda secara umum tampak berjuang keras menjaga daya cengkeram (grip) di akhir balapan dibandingkan dominasi motor KTM/CFMOTO yang menduduki barisan depan.

    Akibat kedodoran di lap-lap akhir ini, Veda harus melorot ke posisi 20 dan gagal mengamankan poin di GP Aragon.

    Hasil Race GP Aragon (Top 10 & Rider Indonesia):

    1. Maximo Quiles (SPA) – CFMOTO Viel Aspar Team – 33’15.478

    2. David Almansa (SPA) – Liqui Moly Dynavolt Intact GP – +0.264

    3. Marco Morelli (ARG) – CFMOTO Viel Aspar Team – +0.715

    4. Alvaro Carpe (SPA) – Red Bull KTM Ajo – +2.900

    5. Brian Uriarte (SPA) – Red Bull KTM Ajo – +6.040

    6. Adrian Cruces (SPA) – CIP Green Power – +11.373

    7. Casey O’Gorman (IRL) – SIC58 Squadra Corse – +11.509

    8. Valentin Perrone (ARG) – Red Bull KTM Tech3 – +11.841

    9. Guido Pini (ITA) – Leopard Racing – +11.963

    10. Adrian Fernandez (SPA) – Leopard Racing – +12.211 …

    11. Veda Pratama (INA) – Honda Team Asia – +30.034

    12. Zen Mitani (JPN) – Honda Team Asia – +46.057

    Kesimpulan & Posisi Klasemen Sementara Moto3 2026

    Hasil tanpa poin di Aragon tentu menjadi ujian berat bagi perjuangan Veda Ega Pratama di musim ini. Tambahan 0 poin membuat perolehan poin Veda di klasemen sementara Kejuaraan Dunia Moto3 tidak berubah.

    Klasemen Sementara Moto3 World Championship 2026 (Setelah Seri Aragon):

    • P1: Maximo Quiles (SPA) – 256 poin (Kian kokoh di puncak)

    • P2: Alvaro Carpe (SPA) – 159 poin

    • P3: David Almansa (SPA) – 154 poin

    • P4: Brian Uriarte (SPA) – 138 poin

    • P5: Marco Morelli (ARG) – 131 poin

    • P6: Valentin Perrone (ARG) – 103 poin

    • P7: Veda Ega Pratama (INA) – 97 poin

    • P8: Hakim Danish (MAL) – 90 poin

    Last…meskipun gagal menambah poin di Aragon (0 poin), Veda Pratama masih bertahan di posisi ke-7 Klasemen Sementara dengan 97 poin. Keunggulan poin dari seri-seri sebelumnya membuat posisi Veda belum tergeser oleh pesaing terdekatnya, Hakim Danish dari Malaysia (90 poin). Biarkan semua jadi pengalaman buat Veda dan mari Tetap berikan dukungan penuh untuk Veda Pratama! Evaluasi manajemen pemakaian ban (tyre management) dan setup sasis tentu akan menjadi PR besar bagi tim jelang seri-seri berikutnya. Gasspoll Veda! (iwb)

  • Mesin Yamaha M1 “Jebluk” di Aragon…Fabio Sudah Feeling !!

    Mesin Yamaha M1 “Jebluk” di Aragon…Fabio Sudah Feeling !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Akhir pekan yang sulit bagi Fabio Quartararo di MotoGP Aragon terus berlanjut. Pembalap Monster Energy Yamaha tersebut terpaksa menyelesaikannya lebih awal saat sesi Sprint Race setelah mesin motor YZR-M1 miliknya mengalami kerusakan parah hingga mengeluarkan asap (meledak) di lap kelima dari 11 lap balapan. Juara dunia 2026 itu mengungkapkan bahwa kendala pada mesinnya sudah terasa sejak lampu start padam, sebelum akhirnya ia benar-benar terhenti di tepi lintasan. Yup…Mesin Yamaha Meleduk di Aragon…Fabio Sudah Feeling !!

    Quartararo yang harus memulai balapan dari posisi ke-17 usai sesi kualifikasi yang mengecewakan, langsung merasakan ada yang tidak beres pada motornya begitu balapan dimulai.

    “Saya pikir mudah untuk melihat apa yang terjadi. Sejak awal start, mesin saya hampir saja mati (nearly stopped). Lalu, tenaga motor mulai menurun secara bertahap (losing power step by step). Kejadian ini pernah terjadi pada saya di Thailand. Saya sudah tahu ada yang tidak beres sampai akhirnya kita semua melihat apa yang terjadi di lap tersebut. Jadi, tidak banyak yang bisa saya katakan lagi. Jujur saja, saya tidak tahu berapa banyak mesin yang kami miliki saat ini, tapi menurut saya stok yang tersisa tidak begitu banyak. Jadi saya tidak tahu apakah mesin yang meledak itu mesin lama [sudah terpakai] atau bukan. Namun sepanjang akhir pekan, motor ini memang sangat lambat. Kami harus menguji banyak hal sepanjang akhir pekan. Jadi saya terus berganti dari satu motor ke motor lainnya. Akhir pekan ini lebih fokus pada pengujian ketimbang mencoba mencari performa terbaik. Tapi saya berharap mesin itu adalah mesin yang sudah memiliki jarak tempuh tinggi (high-mileage).”..tukasnya..

    Kerusakan mesin ini menjadi kerugian besar bagi Yamaha. Meski pabrikan asal Spanyol/Jepang tersebut mendapatkan hak konsesi (Rank D) yang memungkinkan mereka mengalokasikan hingga 10 mesin per musim, hilangnya satu unit mesin di tengah musim tetap membatasi pilihan komponen balap. Quartararo sendiri berharap unit yang meledak di Aragon adalah mesin lama yang sudah memiliki jarak tempuh (mileage) tinggi. Selain masalah mesin dan kendala pada ride-height device saat start, Quartararo menyayangkan bahwa sepanjang akhir pekan di Aragon ia lebih banyak berperan sebagai test rider ketimbang fokus mencari performa balap. Yamaha membawakan beberapa komponen baru untuk diuji coba secara beruntun, termasuk sasis baru yang justru dinilainya terasa lebih buruk dari sasis standar.

    “Kemarin saya katakan sasis baru itu lebih buruk. Mereka ingin membandingkannya lagi pagi ini, dan hasilnya tetap lebih buruk. Jadi seperti yang saya katakan, akhir pekan ini saya lebih seperti test rider, menguji sasis hingga tiga kali namun tidak ada yang bekerja. Kami juga mencoba link baru tapi tidak ada peningkatan. Memang agak membingungkan ketika terus berpindah dari satu sasis ke sasis lain, feeling terhadap motor jadi hilang. Tapi inilah situasinya dan kami terus berusaha mencari performa yang lebih baik,” pungkas Quartararo. Mumet tenan kayaknya cak…(iwb)

  • Marco Bezzecchi Akui Kecepatan Marquez di Aragon..” Ban tidak masalah..” !!

    Marco Bezzecchi Akui Kecepatan Marquez di Aragon..” Ban tidak masalah..” !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…. Pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, menegaskan bahwa pilihan ban belakang jenis soft bukanlah penyebab ia gagal memenangi sesi Sprint Race MotoGP Aragon. Meski duo Ducati, Marc Marquez dan Alex Marquez, berhasil meraih podium 1-2 dengan menggunakan ban medium, Bezzecchi yakin strateginya bersama Aprilia sudah tepat. Marco Bezzecchi Akui Kecepatan Marquez di Aragon..” Ban tidak masalah, mereka lebih baik..” !! serunya

    Bezzecchi, yang meraih pole position dengan rekor lap baru pada kualifikasi, memilih opsi ban belakang soft—sama seperti rekan setimnya, Jorge Martin. Di sisi lain, sebagian besar pembalap di tiga baris terdepan, termasuk Marc dan Alex Marquez, memilih ban medium. Balapan 11 lap tersebut berakhir dengan kemenangan Marc Marquez, disusul Alex Marquez di posisi kedua, dan Bezzecchi harus puas finis di urutan ketiga. Seusai balapan, Bezzecchi menepis anggapan bahwa keputusan memakai ban soft adalah sebuah kesalahan strategi dari Aprilia.

    “Sekarang memang mudah untuk mengatakan bahwa ban medium lebih baik. Namun jujur saja, ide untuk memakai ban medium tidak pernah terlintas di pikiran saya karena saya merasa cukup nyaman dengan ban soft. Saya bekerja sangat baik sepanjang hari dengan opsi itu, jadi saya sangat yakin. Saya tidak yakin apakah dengan ban medium saya bisa tampil jauh lebih baik. Justru saya lebih yakin hasilnya bisa saja lebih buruk. Jadi bagi saya pribadi, keputusan itu sudah tepat. Menurutku pemilihan ban tidak masalah..mereka (Marquez) memang kencang…” serunya..

    Selain faktor ban, momen krusial balapan terjadi di Tikungan 1 pada lap pertama. Bezzecchi melakukan pengereman terlalu dini, yang dimanfaatkan Marc Marquez untuk mengambil alih pimpinan balapan dari sisi dalam. Manuver bersih namun agresif dari Marquez juga memaksa Bezzecchi melebar ke sisi luar, hingga memberi celah bagi Alex Marquez untuk merebut posisi kedua. Kendati mengakui bahwa memimpin sejak awal balapan akan sangat membantu, Bezzecchi realistis mengenai kecepatannya (pace) dibanding para pesaingnya.

    “Memimpin balapan tentu bisa membantu, tetapi saya tidak tahu apakah itu satu-satunya alasan. Yang saya tahu, pace saya hari ini memang seperti itu. Mungkin jika saya memimpin hasilnya bisa sedikit lebih baik, tetapi kecepatan pembalap lain hari ini sedikit lebih cepat. Tentu saja saya seharusnya bisa tampil sedikit lebih baik di tikungan pertama. Namun bagaimanapun, saya tetap senang dengan hasil ini karena sangat penting bagi saya. Hari seperti ini tetaplah hari yang baik. Balapannya cukup menantang, saya menikmatinya. Hasil keseluruhan hari ini sangat positif bagi saya; bisa menempel ketat Marquez bersaudara di Aragon adalah hasil yang bagus,” tutupnya…

    Last…Meski finis di posisi ketiga, hasil ini cukup memuaskan bagi Bezzecchi. Terlebih lagi, ia berhasil mengungguli rekan setimnya, Jorge Martin, yang finis di posisi kelima. Tambahan poin dari Sprint Race ini sekaligus membantu Bezzecchi memangkas jarak poin di papan atas klasemen sementara….(iwb)

  • Marc Marquez Akui Overtake Aragon Beresiko..” Tapi Itu Satu-satunya Jalan ! ” serunya

    Marc Marquez Akui Overtake Aragon Beresiko..” Tapi Itu Satu-satunya Jalan ! ” serunya

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Marc Marquez mengungkapkan alasan di balik aksi menyalipnya yang cukup agresif dan berisiko saat menjalani sesi Sprint Race MotoGP Aragon. Pembalap asal Spanyol tersebut menegaskan bahwa momen krusial itu adalah satu-satunya kesempatan yang ia miliki jika ingin mengamankan kemenangan. Tampil dominan sepanjang akhir pekan di Sirkuit MotorLand Aragon, Marquez yang memulai balapan dari posisi terdepan sempat kehilangan traksi di awal start. Situasi tersebut dimanfaatkan oleh rivalnya untuk menekan, memaksa juara dunia delapan kali itu bertarung ekstra keras sejak lap-lap awal. Marc Marquez Akui Overtake Aragon Beresiko..” Itu Satu-satunya Jalan ! ” serunya

    Poin krusial terjadi ketika Marquez memutuskan untuk melancarkan serangan kilat demi merebut kembali posisi terdepan cak. Manuver menyalip yang dilakukannya terbilang sangat berani dan menyisakan sedikit sekali ruang aman. Usai balapan, pembalap bernomor 93 itu mengakui bahwa aksi tersebut memang membawa risiko tinggi, terutama dengan kondisi lintasan Aragon yang memiliki tingkat cengkeraman (grip) yang cukup menjebak.

    “Saya tahu jika saya tidak mengambil risiko di momen tersebut, balapan akan terasa jauh lebih sulit,” ujar Marquez. “Itu adalah satu-satunya kesempatan yang saya miliki untuk berada di depan dan mengatur tempo permainan sendiri.” serunya. Berikut rekapan serangan Marc ke Bezzecchi hingga juara Sprint Aragon cak…

    “Saat saya melihat Marco memulai balapan dengan ban soft, itulah satu-satunya kesempatan untuk menyerang di tikungan pertama. Itu yang saya lakukan, itu memang ada dalam rencana saya, meskipun start saya tidak begitu bagus. Tapi rencana saya memang menyerang di tikungan pertama. Saya tahu itu tikungan tempat saya merasa kuat, dan ketika Kamu memimpin balapan, Kamu bisa mengontrol [ritme] dengan lebih baik. Ketika hanya ada satu pembalap di depanmu, mudah untuk menyerang dengan cara seperti itu. Saat pembalap di depan mengerem, Kamu mengerem sedikit lebih lambat. Dan jika Kamu melakukan kesalahan, masih ada area run-off.

    “Jadi, ya, tentu saja itu berisiko. Tapi itu bagian dari balapan. Tentu saja, kalau Kamu berada di tengah rombongan, Kamu tidak bisa melakukan pergerakan semacam ini. Tapi kalau Kamu start di barisan depan, ya bisa. Apalagi Tidak ada peluang bagi pembalap Ducati pakai ban soft. Semua pembalap Ducati menggunakan ban medium karena ban soft ini sama dengan yang ada di Silverstone. Dan pagi ini kami mengalami masalah yang sama seperti di Silverstone. Jadi, tidak ada gunanya mengambil risiko itu karena jika kamu mulai mengalami graining, kamu akan kehilangan setengah detik hingga satu detik per lap. Sebenarnya aku sudah melakukan lap yang bagus walaupun kehilangan pole. Aku tidak bisa bilang, ‘Oh, tapi saya membuat kesalahan’. Tidak, itu lap yang bagus….

    “Saya punya dua kesempatan. Kesempatan pertama sudah merupakan lap yang bagus, tetapi saya lihat Marco memang lebih cepat. Dan saat time attack itu, mereka sangat cepat. Saya tidak kecewa. Tentu saja saya ingin meraih pole position. Tapi ketika ada seseorang yang lebih cepat darimu, sementara kamu merasa telah melakukan tugas dengan baik, Kamu tidak boleh kecewa.” tutup Marc…

    Last…Strategi Race berani tersebut membuahkan hasil manis cak. Setelah berhasil merebut kembali pimpinan balapan, Marquez mampu melesat dan menciptakan jarak yang aman dari kejaran para pesaing di belakangnya. Kemenangan di sesi Sprint Race ini tidak hanya menjadi pembuktian kembalinya performa terbaik Marquez di sirkuit favoritnya, tetapi juga memberikan tambahan poin penting dalam persaingan papan atas musim ini. Kendati berhasil meraih kemenangan, Marquez tetap bersikap realistis menghadapi balapan utama (Main Race). Ia menekankan pentingnya menjaga fokus dan manajemen ban, mengingat jarak balapan penuh akan jauh lebih menuntut kesabaran serta konsistensi. Gooo Marc !! (iwb)

  • Marc Marquez Raja Sprint Aragon 2026….Bezzecchi kecolongan !!!

    Marc Marquez Raja Sprint Aragon 2026….Bezzecchi kecolongan !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Juara dunia bertahan, Marc Marquez, berhasil bangkit dari kekalahan sesi kualifikasi untuk merebut kemenangan dominan dalam sesi Sprint Race MotoGP Aragon. Pembalap Ducati tersebut tampil tak terbendung sepanjang 11 lap balapan dan memimpin dominasi 1-2 untuk pabrikan asal Italia bersama adiknya, Alex Marquez. Yup…Marc Marquez Raja Sprint Aragon 2026….Bezzecchi kecolongan !!!

    Meskipun harus merelakan pole position kepada pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi, saat sesi kualifikasi, Marc Marquez langsung melancarkan aksi agresif saat lampu start padam cak. Marquez melakukan aksi block pass di bagian dalam Tikungan 1 untuk mengambil alih pimpinan balapan dari Bezzecchi, yang juga kebobolan dari Alex Marquez untuk merebut posisi kedua. Posisi Marc yang sedikit keluar dari T1 membuka ruang bagi Marc untuk menyalip dari dalam…brilian. Kemenangan ini diraih setelah Marquez memimpin di setiap lap dan finis dengan keunggulan 1,140 detik dari Alex Marquez, menandai kemenangan Sprint ke-20 sepanjang kariernya sekaligus yang pertama sejak GP Jerman.

    Cuaca terik Aragon memicu perbedaan strategi ban, di mana duo Aprilia (Bezzecchi dan Jorge Martin) memilih ban belakang soft, sementara Marquez bersaudara menggunakan ban belakang medium yang terbukti lebih konsisten di lap-lap akhir. Bezzecchi harus puas finis di posisi ketiga setelah gagal memanfaatkan keunggulan ban soft, disusul Pedro Acosta di posisi keempat setelah menyalip Jorge Martin yang melebar di tikungan terakhir pada lap kelima.

    Martin finis di posisi kelima, diikuti Fermin Aldeguer yang tampil impresif finis keenam dalam balapan perdananya pasca cedera sejak GP Belanda. Diogo Moreira finis ketujuh untuk LCR Honda, diikuti Raul Fernandez di posisi kedelapan dan Johann Zarco di posisi kesembilan yang mengamankan poin terakhir setelah pulih dari cedera.

    Last…Hasil Sprint ini memberikan dampak signifikan pada peta persaingan gelar juara dunia, di mana Marc Marquez berhasil memangkas defisit poin dari pemuncak klasemen Jorge Martin menjadi 33 poin dan mengamankan posisi ketiga klasemen menggeser Ogura yang cedera. Di sisi lain, Pecco Bagnaia gagal meraih poin setelah hanya mampu finis di posisi ke-11, sementara Fabio Di Giannantonio mengalami crash pada lap kedua yang membuatnya tertinggal 46 poin dari Martin. Nasib kurang beruntung juga menimpa pembalap lain, dengan Luca Marini yang terjatuh di lap pembuka serta Fabio Quartararo yang mengalami masalah teknis pada mesin Yamaha miliknya di lap kelima. Berikut hasil Sprint Aragon 2026…(iwb)

    2026 Aragon MotoGP – Sprint Race Results

    Pos Rider Nat Team Time/Diff
    1 Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP26) 19m 37.995s
    2 Alex Marquez SPA BK8 Gresini Ducati (GP26) +1.140s
    3 Marco Bezzecchi ITA Aprilia Racing (RS-GP26) +2.089s
    4 Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16) +2.648s
    5 Jorge Martin SPA Aprilia Racing (RS-GP26) +6.237s
    6 Fermin Aldeguer SPA BK8 Gresini Ducati (GP25) +10.475s
    7 Diogo Moreira BRA Pro Honda LCR (RC213V)* +11.071s
    8 Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +11.213s
    9 Johann Zarco FRA Castrol Honda LCR (RC213V) +12.021s
    10 Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1) +12.166s
    11 Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP26) +14.575s
    12 Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1) +14.648s
    13 Toprak Razgatlioglu TUR Pramac Yamaha (YZR-M1)* +15.776s
    14 Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +16.051s
    15 Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16) +16.761s
    16 Joan Mir SPA Honda HRC Castrol (RC213V) +19.845s
    17 Pol Espargaro SPA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +23.160s
    18 Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25) +25.074s
    19 Lorenzo Savadori ITA Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +27.798s
    Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1) DNF
    Fabio Di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP26) DNF
    Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V) DNF
  • Bezzecchi Tuduh Marquez Sembunyikan Kecepatan Asli di Aragon !!

    Bezzecchi Tuduh Marquez Sembunyikan Kecepatan Asli di Aragon !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Meskipun sukses mengungguli Marc Marquez dan memimpin sesi Practice MotoGP Aragon pada Jumat sore, pebalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, yakin bahwa pebalap Ducati Lenovo tersebut belum mengeluarkan seluruh potensi terbaiknya dan masih menjadi tolok ukur utama akhir pekan ini. Marquez sempat menguasai sesi FP1 dan memimpin sebagian besar sesi Practice, sebelum akhirnya disalip tipis oleh Bezzecchi dan Alex Marquez di menit-menit akhir dengan selisih waktu yang sangat ketat, yaitu hanya 0,038 detik di antara ketiganya. Bezzecchi Tuduh Marquez Sembunyikan Kecepatan Asli di Aragon !!

    Bezzecchi menilai bahwa Marquez belum benar-benar melakukan time attack maksimal pada akhir sesi.

    “Saya senang dengan hasil ini. Memang benar Marc pasti sedikit ‘bersembunyi’ (menyimpan kemampuan) karena dia bahkan tidak melakukan time attack kedua, dan saya yakin besok dia akan menjadi pebalap yang harus dikalahkan. Tapi untuk saat ini, hasil ini sangat bagus bagi saya. Saya merasa nyaman dengan motornya. Saya memulai dengan baik pagi ini dan di antara dua sesi, saya mampu membuat sedikit kemajuan. Dari segi gaya berkendara, saya masih melakukan beberapa kesalahan. Namun saya merasa baik. Memang benar secara fisik, terus-menerus bertumpu pada tikungan kiri untuk lutut saya rasa sakitnya tidak pernah benar-benar hilang, tetapi saya merasa lebih baik dibandingkan saat di Silverstone…” serunya..

    Pernyataan Bezzecchi mengacu pada keputusan Marquez yang memilih tetap menggunakan set ban lunak belakang yang sama pada percobaan time attack keduanya, alih-alih menggantinya dengan ban belakang lunak baru seperti pebalap lain. Hasil manis sebagai satu-satunya pebalap non-Ducati di posisi lima besar ini menjadi penyemangat besar bagi Bezzecchi, mengingat ia masih bertarung dengan rasa sakit akibat cedera tulang selangka dan knee (lutut) yang didapatnya di Sachsenring.

    Last….Keberhasilan Bezzecchi menempati posisi teratas bahkan mengejutkan pebalap KTM, Pedro Acosta, yang menyebut hasil P1 Bezzecchi sebagai kejutan terbesar hari itu melampaui kejutan dari kembalinya Johann Zarco ke posisi 10 besar. Acosta menilai Marquez mungkin sedang mengelola akhir pekan dengan menghemat tenaga. Di sisi lain, saat ditanya mengenai komponen aero belakang baru pada motor Aprilia RS-GP miliknya yang membantu penampilannya hari itu, Bezzecchi hanya merespons singkat sambil tersenyum: “Bentuknya sangat indah!”…(iwb)

    2026 Aragon MotoGP – Latihan Bebas

    Pos Rider Nat Team Time/Diff Lap Max
    1 ^2 Marco Bezzecchi ITA Aprilia Racing (RS-GP26) 1’45.455s 21/22 348k
    2 ^2 Alex Marquez SPA BK8 Gresini Ducati (GP26) +0.010s 21/21 348k
    3 ˅2 Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP26) +0.038s 17/20 345k
    4 ^4 Fabio Di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP26) +0.299s 19/20 346k
    5 ^4 Fermin Aldeguer SPA BK8 Gresini Ducati (GP25) +0.440s 18/20 343k
    6 ˅4 Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +0.504s 21/23 343k
    7 ^11 Jorge Martin SPA Aprilia Racing (RS-GP26) +0.572s 17/22 347k
    8 ˅3 Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16) +0.609s 16/20 348k
    9 ˅2 Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25) +0.763s 17/21 346k
    10 ^1 Johann Zarco FRA Castrol Honda LCR (RC213V) +0.843s 21/21 349k
    Qualifying 1:
    11 ^2 Diogo Moreira BRA Pro Honda LCR (RC213V)* +0.853s 18/22 348k
    12 ^5 Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V) +0.921s 19/24 348k
    13 ^7 Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP26) +1.032s 15/20 349k
    14 ˅4 Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1) +1.163s 21/21 344k
    15 ˅1 Joan Mir SPA Honda HRC Castrol (RC213V) +1.168s 23/24 347k
    16 ˅4 Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1) +1.249s 17/18 345k
    17 ^4 Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +1.494s 17/18 348k
    18 ^1 Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16) +1.554s 17/21 348k
    19 ˅13 Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1) +1.638s 18/18 340k
    20 ˅5 Pol Espargaro SPA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +1.733s 23/23 351k
    21 ˅5 Toprak Razgatlioglu TUR Pramac Yamaha (YZR-M1)* +1.902s 18/19 341k
    22 = Lorenzo Savadori ITA Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +2.254s 20/21 344k
  • Ajaib !! Pasca Cedera Parah, Johann Zarco Langsung Melesat jadi Honda terbaik !!

    Ajaib !! Pasca Cedera Parah, Johann Zarco Langsung Melesat jadi Honda terbaik !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…siapa menyangka pasca cedera kaki yang sangat parah, Zarco melesat cak. Pebalap LCR Honda, Johann Zarco, menandai kembalinya ia ke lintasan MotoGP dengan performa luar biasa di Gran Premio de Aragón. Setelah harus absen lebih dari 100 hari (sekitar tiga setengah bulan) akibat cedera ligamen lutut yang didapatnya di Barcelona, pebalap asal Prancis ini langsung mencuri perhatian dengan menjadi pebalap Honda tercepat dan mengamankan posisi 10 besar untuk lolos langsung ke babak Kualifikasi 2 (Q2). Zarco bikin Kejutan di Aragon…Langsung Melesat jadi Honda terbaik !!

    Zarco mengalami cedera parah pada bulan Mei usai insiden kecelakaan di Catalunya. Namun, saat kembali menunggangi motor RC213V di Aragon, ia menunjukkan bahwa kecepatannya sama sekali tidak memudar. Setelah mencatatkan waktu impresif di sesi Latihan Bebas 1 (FP1) dengan menempati posisi ke-11, Zarco tampil makin agresif pada sesi Practice di sore hari. Ia berhasil finish di urutan ke-10, menjadikannya satu-satunya penunggang Honda yang berhasil menembus posisi 10 besar dan langsung mengamankan tempat di Q2.

    “Sore harinya, kecepatannya langsung terasa lebih cepat dan sengit, dan kami kembali ke dalam atmosfer persaingan! Saya sampai berkata, ‘Wow, itu sangat intens!’. Mengenai kaki, tidak ada rasa sakit, tetapi otot-otot membutuhkan sedikit waktu untuk terbiasa lagi dengan posisinya. Saya langsung mengalami sedikit kram, yang langsung saya tangani setelah sesi berakhir. Nanti malam, saya akan memijat kaki dengan baik untuk merilekskannya karena kram bisa menjadi masalah. Pada time attack pertama, saya bersama Alex Marquez, pembalap yang sempurna untuk diikuti, tetapi saya tidak cukup cepat dan sempat berpikir akan sulit untuk menembus sepuluh besar. Pada pemakaian ban terakhir, saya tidak bisa [mengikuti] pebalap yang saya inginkan, tetapi saya mencoba melakukan semuanya dengan baik dan itu berhasil.

    Bangga ?? tidak, tetapi sangat senang bisa kembali ke papan atas. Selain itu, [Kualifikasi 2] selalu menjadi target setiap akhir pekan… dan hanya Honda yang ada di 10 besar. Kami selalu membandingkan diri dengan pebalap lain, dan rasanya menyenangkan bisa kembali serta berkata, ‘Oke, saya di sini’! Yang jelas, ego saya sangat terpuaskan hari ini! Saya ingin berada di dua baris terdepan besok agar punya peluang bagus di balapan sprint, tetapi saya tidak tahu bagaimana kami bisa mencatatkan waktu di kisaran ’45. Saya senang memiliki sensasi yang berbeda pada motor hari ini dan mencoba memaksimalkan sensasi tersebut untuk mungkin membuat langkah maju. Namun dari apa yang sudah saya lakukan sejauh ini, saya bertanya-tanya apakah waktu ’45 itu memungkinkan.” serunya…

    Last..menghadapi sesi kualifikasi pada Sabtu pagi, Zarco menargetkan untuk bisa memulai balapan dari dua baris terdepan (posisi 6 besar) agar memiliki peluang bagus di Sprint Race. Meski demikian, ia bersikap realistis terkait potensi motor Honda saat ini.  Perjuangan Zarco akan sedikit lebih berat karena ia harus menjalani hukuman Double Long Lap Penalty akibat dianggap menjadi penyebab kecelakaan saat restart di Barcelona. Kembalinya Zarco yang langsung kompetitif juga memberikan suntikan kelegaan besar bagi tim LCR dan pabrikan Honda (HRC) yang sangat membutuhkan arah serta performa kuat darinya di sisa musim ini…..(iwb)

    MotoGP Aragon: All riders in Q2

    Pos Rider Nat Team
    1 Marco Bezzecchi ITA Aprilia Racing (RS-GP26)
    2 Alex Marquez SPA BK8 Gresini Ducati (GP26)
    3 Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP26)
    4 Fabio Di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP26)
    5 Fermin Aldeguer SPA BK8 Gresini Ducati (GP25)
    6 Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP26)
    7 Jorge Martin SPA Aprilia Racing (RS-GP26)
    8 Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16)
    9 Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25)
    10 Johann Zarco FRA Castrol Honda LCR (RC213V)

    MotoGP Aragon: All riders in Q1

    11 Diogo Moreira BRA Pro Honda LCR (RC213V)*
    12 Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V)
    13 Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP26)
    14 Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1)
    15 Joan Mir SPA Honda HRC Castrol (RC213V)
    16 Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1)
    17 Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16)
    18 Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16)
    19 Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1)
    20 Pol Espargaro SPA Red Bull KTM Tech3 (RC16)
    21 Toprak Razgatlioglu TUR Pramac Yamaha (YZR-M1)*
    22 Lorenzo Savadori ITA Trackhouse Aprilia (RS-GP26)
  • Pecco Bingung dan Frustasi di Aragon….Motor rasanya berbeda total !!!

    Pecco Bingung dan Frustasi di Aragon….Motor rasanya berbeda total !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Pebalap Ducati Lenovo, Francesco “Pecco” Bagnaia, tak mampu menyembunyikan rasa frustrasi dan emosinya usai menjalani sesi latihan Jumat yang berat di MotoGP Aragon. Sang juara bertahan harus puas tertahan di posisi ke-13 dan gagal lolos langsung ke Kualifikasi 2 (Q2). Saat empat pebalap Ducati lainnya berhasil menembus posisi lima besar, Bagnaia justru masih berkutat dengan masalah grip (daya cengkeram) yang terus menghantuinya sejak akhir pekan di Silverstone. Pecco Bingung dan Frustasi….Motor rasanya berbeda total !!!

    Usai sesi latihan berakhir, Bagnaia tidak langsung kembali ke garasi Ducati untuk melakukan evaluasi. Ia memilih mengambil waktu sejenak untuk mengontrol emosinya.

    “Saya tidak berhenti di garasi karena sangat gugup dan frustrasi dengan diri sendiri akibat tidak berhasil menyelesaikan satu lap pun [dengan bersih]. Saya perlu menenangkan diri sedikit. Sebab dalam situasi seperti itu, saat Anda merasa frustrasi dan gugup, Anda bisa mengatakan hal-hal yang tidak Anda maksudkan. Dalam situasi sulit, sangat mudah untuk merusak kerja sama tim. Saya tidak menduga performa seperti ini, saya berharap bisa jauh lebih cepat. Namun sayangnya, ini sulit. Ada sesuatu dari segi feeling yang berubah sejak di Silverstone.

    “Di Sachsenring saya cukup yakin kami mengalami peningkatan dan hasilnya pun lebih baik, tetapi sejak Silverstone saya tidak merasa nyaman di atas motor dan kesulitan melakukan hal-hal yang normal. Hari ini saya berisiko terjatuh berkali-kali padahal melaju sangat pelan. Lalu, di lap terakhir saya mencoba segalanya untuk menembus sepuluh besar, saya sudah dekat, tetapi di tikungan terakhir saya melebar. Saya tidak langsung berhenti di garasi karena sangat gugup dan frustrasi pada diri sendiri karena tidak berhasil menyelesaikan satu pun lap [yang bersih], jadi saya perlu sedikit menenangkan diri.

    “Karena dalam situasi seperti itu, ketika kamu frustrasi dan gugup, kamu bisa mengucapkan banyak hal yang sebenarnya tidak kamu inginkan. Dan ketika bekerja dalam situasi sulit, sangat mudah untuk merusak kerja sama tim. Jadi lebih baik mengambil napas sejenak, lalu ketika kembali ke garasi, saya banyak berdiskusi dengan tim untuk memahami situasi. Beruntung, seperti biasa, Alex Marquez mampu membuat perbedaan dalam banyak aspek. Saya benar-benar berharap bisa menemukan cara untuk mengikuti apa yang dia lakukan. Jadi, bisa dibilang hampir di seluruh area. Jujur saja, grip di trek terlihat lebih baik karena lebih konstan dibanding trek lain. Namun bagi saya sendiri, saat masuk tikungan, saya kehilangan kendali bagian belakang tanpa melakukan apa pun.

    “Begitu saya menyentuh gas, di 10-15% bukaan awal saya langsung kehilangan grip. Dan sampai posisi motor benar-benar tegak, ban belakang masih spinning dan motor banyak bergetar. Motor saya masih kesulitan mencari grip, tapi ya begitulah kondisinya. Beruntung, tim bekerja dengan baik dan mereka punya ide bagus yang sudah disiapkan, yang sangat saya harapkan bisa berhasil.” serunya….

    Last….Pecco akan Menghadapi sesi Kualifikasi 1 (Q1) pada hari Sabtu, Bagnaia berharap tim mekaniknya dapat menemukan formula tepat dari data pebalap Ducati lainnya, terutama Alex Marquez yang tampil sangat menjanjikan. Semangat Pecco !! (iwb)