Category: Racing

  • Breaking !! Yamaha gantikan Honda-KTM di Moto3 dengan YZF-R7 di 2028…woww !!!

    Breaking !! Yamaha gantikan Honda-KTM di Moto3 dengan YZF-R7 di 2028…woww !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Dunia balap MotoGP akan memasuki era baru pada tahun 2028. Dalam konferensi pers khusus yang digelar di sirkuit Assen, Kamis (25/6/2026), MotoGP mengumumkan bahwa Yamaha akan menjadi pemasok tunggal untuk kelas Moto3 mulai musim 2028. Keputusan ini mengakhiri era persaingan antara pabrikan KTM dan Honda yang telah berlangsung sejak kelas Moto3 diperkenalkan pada 2012, menggantikan kelas 125cc 2-tak. Wowwww…ini mengejutkan cakkk !!

    Sebuah gebrakan besar resmi diumumkan dari paddock MotoGP Belanda di Sirkuit Assen. Mulai musim 2028, Moto3 akan meninggalkan era kompetisi terbuka antar-pabrikan dan resmi bertransformasi menjadi balapan satu merek (one-make class) dengan menunjuk Yamaha sebagai pemasok tunggal eksklusif.

    Langkah revolusioner ini menandai berakhirnya era mesin 250cc satu silinder yang telah berjalan sejak 2012 (menggantikan kelas 125cc 2-tak). Kontrak awal antara Dorna Sports dan pabrikan berlogo garpu tala ini disepakati untuk durasi enam tahun, yakni dari musim 2028 hingga 2033.

    Lompatan Performa: Berbasis Mesin Yamaha R7

    Meskipun motor prototipe aslinya baru akan diuji coba pada September atau Oktober tahun ini, bocoran spesifikasi teknis utamanya sudah resmi diungkap ke publik.

    Alih-alih mengembangkan mesin prototipe murni dari nol yang berbiaya selangit, paket motor baru Moto3 ini akan menggendong basis jantung pacu yang sudah sangat dikenal di pasar komersial cak, namun dengan rombakan ekstrem. Apa saja perbedaan dan persamaan R7 versi Moto3 ??

    • Mesin: Berbasis mesin Yamaha R7 (CP2) yang dimodifikasi secara masif (highly modified).

    • Sasis: Menggunakan sasis prototipe murni (prototype chassis).

    • Tenaga: Mampu memuntahkan daya hingga 90 horsepower.

    • Bobot: Target berat total kendaraan hanya 120 kg.

    Dengan figur performa tersebut, motor baru ini diproyeksikan memiliki catatan waktu dan performa keseluruhan yang lebih superior dibanding motor Moto3 spek kompetisi saat ini. Langkah ini juga otomatis memperkecil gap atau jarak performa antara kelas Moto3 dan Moto2 (yang saat ini bermesin tunggal Triumph 765cc). Terus apa alasannya ganti mesin R7 ??

    Chief Sporting Officer MotoGP, Carlos Ezpeleta, menegaskan bahwa perubahan regulasi ini didorong oleh aspek keselamatan, kesetaraan mekanis bagi para pembalap, serta efisiensi finansial.

    Jadi cak…Saat ini, persaingan ketat antara KTM (bersama grupnya seperti GasGas, Husqvarna, CFMOTO) vs Honda di kelas Moto3 kerap membuat ongkos riset membengkak. Meskipun Dorna sudah menerapkan batasan harga (price cap) pada mesin dan girboks, pabrikan sering kali rela merugi demi mengejar kemenangan demi gengsi brand.

    “Target utama kami dengan regulasi baru ini adalah memangkas biaya operasional Moto3 hingga 50 persen dari pengeluaran saat ini. Hal ini dilakukan tidak hanya dengan keterlibatan langsung dari tim-tim, tetapi juga dengan banyak masukan dari mereka. Dan kemudian memahami bahwa saat ini Moto2 dan Moto3 hadir bukan hanya sebagai satu produk balapan yang fantastis di lintasan untuk kita semua, tetapi kedua kelas ini juga berfungsi untuk mengembangkan talenta dan jalur pembinaan menuju MotoGP. Dan cara terbaik untuk melakukannya adalah dalam lingkungan dengan biaya yang terkendali. Satu-satunya cara nyata untuk mewujudkan hal itu adalah dengan pemasok tunggal.

    “Pengalaman membuktikan bahwa ketika ada ketegangan kompetitif antar-pabrikan dan tidak peduli seberapa besar skalanya, apakah itu pabrikan terbesar di dunia atau pabrikan sasis yang lebih kecil biayanya akan terus melonjak. Dan itulah mengapa keputusan ini sudah sangat jelas bagi kami sejak awal. Motor baru ini akan lebih cepat daripada motor yang sekarang, kita harapkan ini akan mengurai barisan rapat yang biasa terjadi akibat efek slipstream saat ini, sehingga menciptakan balapan yang lebih aman. Targetnya adalah motor baru ini akan lebih cepat daripada motor Moto3 saat ini, yang mana dalam taraf tertentu bisa dibilang menjadi kurang aman.

    “Namun saya rasa apa yang jelas adalah dinamika balapan di Moto3 saat ini, di mana efek slipstream menjadi sangat, sangat, sangat krusial. Berdasarkan studi yang telah kami lakukan, hal tersebut seharusnya bisa berkurang secara signifikan. Di MotoGP, area run-off (pembatas lintasan) bukanlah masalah utamanya, melainkan kecelakaan yang melibatkan banyak pembalap sekaligus yang sayangnya sering menjadi masalah. Langkah ini seharusnya bisa membantu mengatasi hal tersebut sampai batas tertentu. Itulah mengapa kami merasa yakin bahwa ini adalah langkah ke arah yang benar….ungkap Ezpeleta.

    Dengan motor yang sepenuhnya seragam, persaingan murni akan bertumpu pada talenta dan kemampuan adaptasi para pembalap muda di atas lintasan, sekaligus memberikan jembatan karier yang lebih linier menuju Moto2 dan MotoGP. Waah berarti Moto3 jadi terkesan Yamaha Cup race dong ??

    Logis cak pikiran tersebut. Namun Kekhawatiran bahwa kelas junior ini akan kehilangan identitas dan hanya menjadi ajang kejuaraan internal Yamaha langsung ditepis oleh Managing Director Yamaha Motor Racing, Paolo Pavesio. Pavesio menegaskan bahwa status Yamaha sebagai pemasok tunggal tidak akan menutup pintu bagi pabrikan lain untuk tetap eksis. Skemanya akan meniru apa yang terjadi di Moto2 saat ini: meskipun mesin seragam dipasok oleh Triumph, pabrikan lain seperti KTM, Honda, atau bahkan brand kosmetik dan otomotif lainnya tetap bisa hadir sebagai sponsor utama, menyokong tim, ataupun menjalankan program pembinaan pembalap muda mereka sendiri di grid Moto3. Yahh emang sih ujung-ujungnya sami mawon hehehe. Terus apa saja yang dilakukan Yamaha untuk membuatnya berbeda dari R7 dipasaran ??

    ” Ini bukanlah motor produksi massal yang dimodifikasi (spin-off). Mesinnya memang mesin produksi massal yang akan dimodifikasi secara masif. Kami memangkas bobotnya secara besar-besaran menggunakan banyak material magnesium. Kami akan menaikkan tenaganya, dan kami akan menyematkan girboks balap murni (complete racing gearbox). Jadi, mesin adalah satu-satunya bagian produksi massal pada motor ini. Semua bagian sisanya adalah prototipe murni. Mulai dari rangka, swingarm (lengan ayun), hingga keseluruhan sasis roda (rolling chassis), semuanya ditargetkan untuk menjadi sebuah mesin balap prototipe seutuhnya. Motor ini bisa dibilang menjadi sarana pelatihan bagi para insinyur muda yang akan bekerja di Moto3 untuk berkembang, begitu juga bagi para pembalap untuk tumbuh. Ini akan menjadi langkah awal yang alami menuju Moto2 dan MotoGP, termasuk secara teknis.”…tegas Pavesio. So…selamat buat Yamaha yang terpilih dan sanggup menyokong penuh project Moto3 dengan R7 cak…kayaknya makin seru cak…(iwb)

  • MotoGP Brno Test : Marquez Crash…Toprak Bangkit pakai Pirelli, Aprilia Bahaya !!

    MotoGP Brno Test : Marquez Crash…Toprak Bangkit pakai Pirelli, Aprilia Bahaya !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Era baru MotoGP sudah mulai mengetuk pintu, dan kali ini sirkuit Brno di Ceko saksinya! Di kala sampeyan lagi asyik nyruput kopi, para pembalap utama MotoGP baru saja menyelesaikan sesi tes privat leg pertama yang super krusial. Betul cak, mereka resmi mencicipi mesin anyar 850cc berbalut ban Pirelli yang bakal menjadi regulasi wajib di musim 2027 mendatang. Dan hasilnya? Weladalah, Marc crash…Toprak Bangkit pakai Pirelli, Aprilia Bahaya !!

    Sesi tes di Brno kemarin bener-bener diselimuti aura misteri. Maklum cak, tidak ada media yang boleh meliput secara langsung dan live timing resmi dari Dorna pun absen. Walhasil, para tim di pit lane terpaksa sibuk pencet stopwatch manual demi mengintip kekuatan lawan.

    Nah, dari data kasak-kusuk stopwatch tersebut, motor prototipe 850cc milik Aprilia dilaporkan sukses bertengger di posisi paling atas! Duo rider Aprilia, Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez (meski Raul sempat didera radang usus buntu sepanjang akhir pekan), dikabarkan berhasil mencetak waktu terbaik di kisaran 1 menit 54.0 detik.

    Jengat tenan cak, kalau dipikir-pikir, catatan waktu 1m 54.0s itu cuma terpaut sekitar 0,9 detik saja dari rekor lap tercepat saat balapan hari Minggu kemarin yang dicetak oleh Fabio Di Giannantonio (1m 53.122s) yang masih menggunakan motor 1000cc penuh perangkat aero dan ride-height device. Padahal, motor 850cc ini tenaganya dipangkas, piranti elektronik dikurangi, perangkat ride-height dilarang, plus sayap-sayap aerodinamisnya dipreteli habis-habisan. Ini membuktikan kalau ban baru dari Pirelli punya daya cengkeram yang ciamik, cak!

    Namun nasib apes justru menimpa sang mega bintang, Marc Marquez. Bersama Ducati, Marc yang turun memeras keringat untuk mengembangkan prototipe 850cc ini harus mengalami minor crash alias ndlosor ringan di tengah sesi simulasi. Untungnya, Marc dilaporkan langsung bangkit berdiri tanpa cedera apa pun dan bisa melanjutkan agenda tes. Sesi ini memang memaksa pembalap mengeksplorasi limit ban depan Pirelli yang karakternya beda total dengan Michelin, jadi kalau ada yang ndlosor ya wajar cak, jenenge ae nyari limit!

    Bukan cuma Ducati dan Aprilia yang sibuk, pabrikan lain juga totalitas. KTM menurunkan Pedro Acosta demi mendapatkan benchmark terbaik, meskipun Acosta santer digosipkan bakal pindah haluan musim depan. Pit Beirer sendiri menegaskan, “Pedro adalah pembalap tercepat kami, kami butuh feedback terbaiknya.” Sementara di kubu Yamaha, yang paling bikin heboh adalah kembalinya Toprak Razgatlioglu ke atas motor prototipe Yamaha yang sudah mengusung konfigurasi mesin V4 850cc! Toprak bangkit cak. Toprak torehkan lap time 1m 54.2 atau lebih kencang dari Acosta ??

    Pirelli sendiri dilaporkan membawa total 400 ban ke Brno dengan berbagai spek compound (3 spek ban belakang soft, 2 medium, serta varian hard untuk depan). Sayang, karena cuaca Brno yang super panas membakar aspal, ban spek wet dan intermediate sama sekali tidak tersentuh.

    Last… tes Brno ini baru awalan dari revolusi panjang MotoGP. Masih ada dua sesi tes resmi lagi bersama pembalap reguler sepanjang musim 2026 ini sebelum kita benar-benar melihat full grid motor 850cc pada tes pramusim resmi 1 Desember nanti di Valencia. Pertanyaannya, apakah Aprilia bakal konsisten memimpin peta persaingan regulasi baru ini, atau Ducati sengaja masih menyimpan kekuatan aslinya? Kita pantau terus cak! Piye menurut sampeyan? (iwb)

    Posisi Pebalap Pabrikan / Motor Catatan Waktu
    1 Marco Bezzecchi Aprilia RSGP27 850cc 1:53,9
    2 Raul Fernandez Aprilia RSGP27 850cc 1:53,9
    3 Fermin Aldeguer Ducati GP27 850cc 1:54,0
    4 Toprak Razgatlioglu Yamaha V4 850cc 1:54,2
    5 Pedro Acosta KTM RC16 850cc 1:54,3
    6 Marc Marquez Ducati GP27 850cc 1:54,4

  • Breaking !! Skutik Yamaha RS Neo 2026 brojol….wahh Buntut R DNA ??

    Breaking !! Skutik Yamaha RS Neo 2026 brojol….wahh Buntut R DNA ??

    Iwanbanaran.com – Menggeliat cakkk! Lagi-lagi sebuah kejutan datang dari negeri seberang, Taiwan. Kalau kita ngomongin skutik pasar Taiwan, emang nggak ada habisnya soal desain yang berani out of the box dan cenderung radikal. Nah, yang terbaru, Yamaha Taiwan baru saja meluncurkan versi penyegaran dari skutik andalan anak muda di sana. Apalagi kalau bukan Yamaha RS Neo versi 2026! Asli cak, melihat tongkrongannya, aura sporty-nya dapat banget tapi hanya diarea belakang hehhe…

    Bila sampeyan intip desainnya secara detail, stoplamp Yamaha RS Neo 2026 ini sekilas menganut bahasa desain R DNA. Khususnya desain stoplamp LED-nya. Sementara di bagian wajah depan, bentuknya meruncing aerodinamis mirip anak panah. Uniknya, di ujung moncong depan ada detail semacam paruh bebek minimalis ala motor adventure, yang justru memperkuat kesan tak biasa pada skutik perkotaan ini. Penempatan headlamp-nya berada di area setang, sedangkan area dada depan diisi oleh lampu DRL dan lampu sein yang sipit dan tajam. Konsepnya mereka sebut “air force aesthetics, streamlined running”. Judule… pancen unik cakkk! Sayangnya cuma ban wae ki kecil sak emprit…jadi rada kebanting…

    Masuk ke area dapur pacu, Yamaha RS Neo 2026 dibekali mesin 1-silinder berkapasitas 125cc Blue Core, SOHC 2-katup dengan pendingin udara. Mesin ini sanggup memuntahkan tenaga sekitar 7,4 hp dan torsi maksimal di angka 9 Nm. Di atas kertas pancen bukan buat adu kencang di sirkuit, tapi karakter mesin Blue Core ini terkenal sangat responsif di putaran bawah sampai menengah, cocok banget buat stop-and-go membelah kemacetan kota.

    Yang paling gila apa coba? Efisiensi bensinnya itu lho cak! Yamaha mengklaim konsumsi bahan bakar RS Neo 2026 ini bisa menembus 57,9 km/liter. Iritnya keterlaluan buat ukuran motor matik 125cc jaman sekarang! Ditambah lagi, motor ini punya bobot super enteng, cuma 93 kg dengan tinggi jok yang sangat ramah lingkungan alias ramah bokong, hanya 735 mm. Dijamin lincah buat selap-selip, dipake cewek atau rider pemula pun nggak bakalan intimidatif.

    Gimana dengan fiturnya? Jangan remehkan skutik mungil ini. Yamaha melengkapinya dengan panel instrumen digital LCD yang futuristik, soket pengisi daya USB Type-A buat ngecas HP, sistem pengereman Unified Brake System (UBS), hingga fitur Smart Motor Generator (SMG) yang bikin starter mesin halus tanpa suara blethak. Oh ya, tangki bensinnya ada di dek depan mirip Yamaha FreeGo, jadi sampeyan nggak perlu repot buka jok kalau mau isi bensin. Praktis pol!

    Untuk versi 2026 ini, Yamaha Taiwan menghadirkan pilihan warna baru bernuansa street lifestyle yang anak muda banget, mulai dari Shibuya Blue (perpaduan biru muda dan aksen kuning stabilo), Midnight Black (hitam abu-abu dengan aksen hijau), dan Mineral White (putih bersih dengan sentuhan warna ungu tipis).

    Last… Yamaha RS Neo bukanlah matic baru banget karena sebenarnya sudah cukup lama mengaspal. Artinya ini hanya versi penyegaran cak. Dan soal harga, di Taiwan skutik ini dibanderol sekitar 80.000 Dolar Taiwan Baru, atau jika dikonversi ke Rupiah tembus di angka Rp 44,8 jutaan! Weladalah, jengat tenan harganya kalau dibandingin pasar Indonesia, cak. Tapi ya maklum, skema pajak dan daya beli di Taiwan memang jauh berbeda. Pertanyaannya, kalau model ini dibawa ke Indonesia oleh YIMM dengan harga lokal 20 jutaan, kira-kira bakal moncer ora cak? Monggo berikan komentarnya… (iwb)

  • Moto3 Brno : Veda Ega Finish ke 5 Start ke 20…Record pecah, Asli jantungan cakkkk !!

    Moto3 Brno : Veda Ega Finish ke 5 Start ke 20…Record pecah, Asli jantungan cakkkk !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pembalap muda kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama, baru saja menyuguhkan salah satu aksi comeback paling spektakuler di ajang Kejuaraan Dunia Moto3 2026. Berkompetisi di Grand Prix Republik Ceko, Veda menunjukkan mentalitas petarung sejati dengan membelah rombongan pembalap, dari posisi start ke-20 hingga berhasil menyentuh garis finis di urutan ke-5. Ini adalah manuver spartan sejati yang membuat IWB jantungan cakkkkk !!!

    Balapan kelas Moto3 di Sirkuit Automotodrom Brno, Ceko (Minggu, 21 Juni 2026) benar-benar menyajikan tontonan yang menegangkan cak. Pertarungan ketat di grup depan menghasilkan drama hingga garis finis, dengan lima pembalap teratas hanya terpaut kurang dari 1 detik! Perjuangan Veda dari Barisan Belakang Memulai balapan dari grid ke-20 tentu bukan skenario ideal bagi pembalap manapun. Namun, sejak lampu merah padam, Veda langsung tampil agresif sekaligus taktis. Berdasarkan data ritme balap (fast lap sequence), Veda mampu menjaga konsistensi kecepatan yang luar biasa di setiap putaran. Ia menyalip belasan pembalap di depannya dengan pengereman tajam dan racing line yang sangat rapi. Alih-alih merusak ban karena memacu motor terlalu keras di awal, Veda justru menunjukkan manajemen ban dan mesin yang sangat matang…

    Meski harus puas finis di posisi ke-5 dengan selisih tipis +0,900 detik dari sang juara, Veda berhasil menorehkan tinta emas di Brno cak. Rider asal Gunung Kidul ini resmi memecahkan rekor lap tercepat balapan (New Lap Record) Brno pada Lap ke-4 dengan catatan waktu fantastis 2 menit 04,524 detik! Lap time ini bahkan mengalahkan all time record Pini (KTM 2025) yang menorehkan waktu 2 menit 05.019 Detik !! Ini waktu pole lho cak. Sedang dibandingkan dengan best race lap sangat jauh hampir satu detik dibandingkan record Rueda (KTM 2025) yang menorehkan 2 menit 05.454 detik. Ediannn !!! Kecepatan Veda rata-ratanya menyentuh 156,2 Km/jam, membuktikan bahwa ia punya pace yang sangat kompetitif untuk bersaing di level dunia. Catatan fast lap-nya pada pertengahan hingga akhir balapan membuktikan bahwa ia memiliki pace yang selevel—bahkan di beberapa sektor lebih cepat—dibandingkan para pembalap di rombongan terdepan (leading group)…..

    Suhu lintasan yang mencapai 43°C membuat jalannya balapan 16 lap ini menjadi ujian berat bagi fisik dan ban para pembalap. Banyak rider bertumbangan dan gagal finis akibat kehilangan daya cengkeram. Di antaranya adalah Joel Esteban dan Casey O’Gorman yang mengalami kecelakaan cukup parah hingga harus dilarikan ke Medical Centre. Drama juga terjadi di lap terakhir ketika Eddie O’Shea dan Rico Salmela terlibat insiden kecelakaan beruntun saat mencoba berebut posisi, beruntung kedua pembalap dinyatakan baik-baik saja (Rider OK). Race Brno ini dimenangkan Rider asal Malaysia, Hakim Danish (AEON Credit – MT Helmets – MSI), sukses keluar sebagai pemenang setelah Quliles melakukan kesalahan nabrak Uriarte sehingga Hakim mampu menerobos dari P3. Hakim finis pertama dengan total waktu 33 menit 34,264 detik, disusul ketat oleh Brian Uriarte di posisi kedua (+0,466s) dan Maximo Quiles di podium ketiga (+0,629s).

    Last..Dengan hasil GP Czechia ini, Maximo Quiles makin kokoh berada di puncak Klasemen Sementara Pembalap dengan raihan 186 poin. Sementara itu, posisi kedua ditempati oleh Alvaro Carpe dengan 121 poin. Berkat tambahan 11 poin krusial dari Brno, Veda Pratama kini bertengger di peringkat ke-6 dunia dengan total 82 poin, menempel ketat Marco Morelli di posisi 5 besar. Sementara sang pemenang balapan, Hakim Danish, naik ke posisi ke-7 dengan mengemas 73 poin. Luarr biasaaa…Gooo Vedaa !! (iwb)

    Hasil Akhir Balapan Moto3 Ceko (Top 10)

    Pos No Pembalap Tim Motor Gap ke P1
    1 13 Hakim DANISH AEON Credit – MT Helmets – MSI KTM
    2 51 Brian URIARTE Red Bull KTM Ajo KTM +0.466
    3 28 Maximo QUILES CFMOTO Gaviota Aspar Team KTM +0.629
    4 22 David ALMANSA Liqui Moly Dynavolt Intact GP KTM +0.741
    5 9 Veda PRATAMA Honda Team Asia HONDA +0.900
    6 83 Alvaro CARPE Red Bull KTM Ajo KTM +0.906
    7 97 Marco MORELLI CFMOTO Gaviota Aspar Team KTM +10.724
    8 66 Joel KELSO GRYD Racing HONDA +10.925
    9 19 Scott OGDEN CIP Green Power KTM +11.080
    10 73 Valentin PERRONE Red Bull KTM Tech3 KTM +11.394

  • Breaking !! Veda Ega kena Penalti…start anjlok ke 20 di Ceko, wahhh !!!

    Breaking !! Veda Ega kena Penalti…start anjlok ke 20 di Ceko, wahhh !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Kabar mengejutkan datang dari Sirkuit Brno menjelang balapan utama Moto3 Ceko 2026. Dua pembalap muda berbakat asal Asia Tenggara, Veda Ega Pratama (Indonesia) dijatuhi hukuman penalti berat oleh FIM MotoGP Steward Panel. Veda dipastikan harus turun sebanyak 12 posisi dari hasil kualifikasi aslinya. Sanksi ini tentu menjadi pukulan telak, terutama bagi performa apik yang sempat Veda tunjukkan pada sesi kualifikasi hari Sabtu (20/6/2026)…!!

    Penyebab Penalti: Melaju Terlalu Lambat

    Berdasarkan investigasi dari FIM MotoGP Steward Panel, Veda Ega Pratama (Honda Team Asia) kedapatan berkendara terlalu lambat (riding slowly) di beberapa sektor lintasan saat sesi kualifikasi berlangsung. Tindakan ini dianggap melanggar Pasal 1.21.2 regulasi Kejuaraan Dunia FIM Grand Prix mengenai “Protokol Berkendara Lambat”. Dalam aturan Tipe M3-SR8 (Sektor Lambat Berlebihan), catatan waktu sektor seorang pembalap tidak boleh menyentuh atau melebihi 135% dari waktu terbaik pribadi mereka di sektor tersebut. Veda dianggap melanggar aturan ini karena dianggap bisa membahayakan pembalap lain yang sedang melakukan time attack. Tidak hanya Veda cak Hakim Danish juga kena. Pembalap lain Rammerstorfer lebih parah karena kena Penalty LLP. Sedang Eddie O’Shea, Almansa, Kelso, & Perrone Hukumannya masih sebatas Warning dengan tanpa perubahan di Posisi grid…

     

    Isi Penalti

    Moto3™ | MONSTER ENERGY GRAND PRIX OF CZECHIA 2026

    PEMBERITAHUAN SANKSI

    • Kepada: Veda PRATAMA

    • No: 9

    • Kelas: Moto3™

    • Tim: Honda Team Asia

    • Tanggal: 20 Juni 2026

    • Waktu: 20:20 UTC +2 jam


    Berdasarkan Pasal 3.8 dari Regulasi Kejuaraan Dunia Grand Prix FIM, kami mengonfirmasi keputusan kami melalui sebuah sidang dengar pendapat.

    Alasan Pada tanggal 20 Juni 2026 selama sesi Kualifikasi 2 MONSTER ENERGY GRAND PRIX OF CZECHIA, Anda terpantau berkendara sangat lambat di lebih dari satu bagian lintasan dan/atau memiliki sektor lambat yang melebihi 135% dari sektor tercepat pribadi Anda.

    Hal ini bertentangan dengan instruksi khusus yang diberikan kepada kompetitor dan tim Moto3™. Oleh karena itu, tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap Pasal 1.21.2 dari Regulasi Kejuaraan Dunia Grand Prix FIM.

    Sanksi Karena alasan-alasan di atas, Panel Juri (Stewards) FIM MotoGP™ telah menjatuhkan penalti turun 12 Posisi Grid untuk Balapan Moto3™ MONSTER ENERGY GRAND PRIX OF CZECHIA. (sesuai dengan pasal 3.2.1 dan 3.3.2.3)

    Penjelasan Penalti Mengikuti Protokol Berkendara Lambat Moto3™ dan Protokol Penalti yang diberikan kepada tim, tindakan ini dianggap sebagai insiden Tipe M3-SR8: Sektor Lambat Berlebihan. Kriterianya adalah catatan waktu setiap sektor tidak boleh mencapai 135% atau lebih dari waktu terbaik pribadi pembalap di sektor tersebut.

    Sebagai pelanggaran kedua musim ini, penalti yang sesuai dalam kasus ini adalah penalti turun 12 Posisi Grid.

    Hak Banding Menurut pasal 3.7.2, 3.7.2.2, dan 3.7.2.4 dari Regulasi Kejuaraan Dunia Grand Prix FIM, Anda memiliki hak untuk mengajukan banding terhadap keputusan Panel Juri FIM MotoGP™ ini kepada Juri Banding FIM. Pernyataan banding harus dibuat dalam waktu 60 menit sejak tanggal dan waktu pemberitahuan ini, serta disertai dengan uang jaminan sebesar €1320. Banding dapat diajukan melalui IRTA yang juga dapat memfasilitasi jaminan pembayaran uang jaminan tersebut.

    Panel Juri (Stewards) FIM MotoGP™

    • Simon CRAFAR

    • Andres SOMOLINOS

    • Tamara MATKO

    Perubahan Posisi Start di Grid

    Hukuman turun 12 grid ini langsung merombak peta persaingan start untuk balapan hari Minggu (21/6/2026):

    • Hakim Danish: Sebelumnya berhasil mengamankan posisi start ke-2 yang sangat strategis di baris depan (front row). Akibat penalti ini, pembalap asal Malaysia tersebut terlempar jauh ke posisi ke-14.

    • Veda Ega Pratama: Pembalap kebanggaan Indonesia ini sejatinya tampil impresif di akhir kualifikasi dengan mengamankan posisi ke-8. Dengan adanya penalti 12 posisi, Veda terpaksa harus memulai balapan dari grid ke-20.

    Respons Veda Pratama: Tetap Optimis Menyerang dari Belakang

    Menanggapi keputusan pahit ini, Veda Ega Pratama bersikap sportif dan mengakui kesalahannya sebagai bagian dari proses pembelajaran di kelas dunia.

    “Catatan waktu lap dan posisi kedelapan sebenarnya adalah hal positif, tetapi saya melakukan kesalahan dengan berkendara terlalu lambat dan saya menerima penalti lagi. Ini adalah sesuatu yang perlu saya pelajari karena hal ini membuat pekerjaan kami jauh lebih sulit besok,” ujar pembalap asal Gunungkidul tersebut.

    Kendati harus memulai balapan dari barisan belakang, Veda menegaskan tidak akan menyerah begitu saja mengingat ia memiliki ritme motor (race pace) yang cukup kompetitif di Brno.

    “Start dari posisi yang lebih belakang berarti balapan akan lebih menantang, namun saya tahu saya memiliki kecepatan yang bagus. Saya akan tetap fokus, melakukan start yang baik, dan berjuang semaksimal mungkin untuk merebut kembali posisi,” pungkas Veda.

    Last…Balapan Moto3 Ceko 2026 di Sirkuit Brno dipastikan akan berjalan semakin sengit. Bisakah Veda Pratama melakukan aksi comeback gemilang dan menembus zona poin? Kita nantikan aksi mereka di lintasan! Goooo merah putihhh !! (iwb)

  • Menakar Potensi Veda Ega di Brno: Berjuang Sendirian di Tengah Kepungan “Armada” KTM !!

    Menakar Potensi Veda Ega di Brno: Berjuang Sendirian di Tengah Kepungan “Armada” KTM !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Putaran kesembilan Moto3 musim 2026 di Sirkuit Automotodrom Brno, Republik Ceko, menghadirkan tantangan yang luar biasa berat bagi pebalap muda andalan Indonesia, Veda Ega Pratama. Bersama Honda Team Asia, pebalap asal Gunungkidul ini tidak hanya harus menaklukkan sirkuit baru yang asing baginya, tetapi juga harus menghadapi kenyataan pahit mengenai peta persaingan performa motor di lintasan Brno. Melihat hasil lembar klasemen resmi dari sesi Practice (PR) hari Jumat (19/6), terlihat jelas bahwa motor berbasis KTM (termasuk Husqvarna dan CFMoto) mendominasi mutlak barisan depan. Di tengah situasi sulit ini, potensi besar Veda Ega justru terlihat dari caranya memangkas jarak dan menjadi salah satu tumpuan terbaik pabrikan berlambang sayap mengepak tersebut !!

    Sirkuit Brno yang memiliki trek lebar, tikungan mengalir (flowing), serta perubahan elevasi yang konstan tampaknya menjadi momok tersendiri bagi paket motor Honda NSF250RW tahun ini. Dominasi mutlak ditunjukkan oleh motor-motor rival. Di sesi Practice, posisi 1 hingga 12 dikuasai tanpa celah oleh barisan motor KTM. Hakim Danish yang memimpin sesi bahkan sukses memecahkan rekor lap Brno menggunakan motor KTM milik tim MT Helmets-MSi. Di manakah posisi Honda? Motor Honda tercepat barulah muncul di posisi ke 8 Lewat Rios…lalu ke 12 lewat Joel Kelso (Gryd-MLav Racing), disusul Guido Pini (Leopard Racing) di posisi 13. Tepat di belakang mereka, Veda Ega Pratama menempati posisi ke-14 dengan catatan waktu 2 menit 05,911 detik, hanya terpaut tipis 0,012 detik dari Pini. Artinya, dalam kondisi motor yang tampak sulit mengimbangi top speed dan kelincahan KTM di tikungan panjang Brno, Veda mampu berdiri sebagai pebalap Honda tercepat ke 4 di lintasan. Ia bahkan mengungguli pebalap senior Honda berpengalaman seperti Adrian Fernandez (Leopard Racing) yang terpuruk di posisi ke-21.

    Posisi ke-15 yang diraih Veda sebenarnya tidak mencerminkan potensi aslinya sepanjang sesi sore itu. Pebalap berjuluk The Rocket Boy ini sempat menunjukkan performa luar biasa cerdas. Memanfaatkan strategi towing di belakang pebalap top Valentin Perrone, Veda sempat merangsek naik ke posisi ke-8 dan berada di zona aman untuk langsung lolos ke Kualifikasi 2 (Q2). Sayangnya, drama terjadi di menit-menit krusial akhir sesi. Catatan waktu terbaik yang dicetaknya dibatalkan oleh Steward karena melanggar batas lintasan (track limit). Ditambah dengan peningkatan catatan waktu para rival di detik terakhir, posisi Veda akhirnya melorot ke peringkat 14. Akibat margin tipis tersebut..hanya berjarak 0,012 detik dari batas kelolosan 14 besar yang Veda akan langsung masuk ke Q2…..good !!!

    Potensi Besar untuk Bangkit di Balapan

    Meski di atas kertas hasil hari Jumat terlihat berat, potensi balap Veda Ega di Brno tidak boleh dipandang sebelah mata. Ada beberapa indikator kuat mengapa Veda berpeluang besar melakukan comeback impresif:

    1. Adaptasi Cepat di Trek Baru: Brno adalah sirkuit yang belum pernah ia jajaki sebelumnya. Dari FP1 di mana ia terpuruk di posisi ke-22 dengan waktu 2 menit 07,544 detik, Veda berhasil memangkas catatan waktunya hingga lebih dari 1,6 detik di sesi sore (2 menit 05,911 detik). Kemampuan adaptasi kilat ini adalah modal utama pebalap kelas dunia.

    2. Karakter Spartan dalam Grup Rapat: Moto3 terkenal dengan balapan kelompok besar memanfaatkan slipstream. Keunggulan motor KTM di sesi latihan mandiri bisa diredam saat balapan hari Minggu jika Veda mampu masuk ke rombongan depan sejak awal. Mentalitas bertarung Veda yang agresif sudah terbukti di seri-seri sebelumnya.

    3. Motivasi Penebusan Dosa: Setelah hasil mengecewakan di Hungaria akibat penalti, Veda membawa motivasi berlipat ganda untuk membuktikan bahwa dirinya layak bersaing di barisan depan.

    Langkah pertama Veda adalah sabet posisi terbaik pada Q2 hari Sabtu ini. Jika ia mampu meraih hasil bagus di Q2 alias mendapatkan posisi start yang layak di empat baris terdepan, bukan tidak mungkin Veda Ega Pratama akan kembali mengejutkan publik dengan menjadi penjinak motor Honda terbaik di aspal Brno. Mari kita terus berikan dukungan penuh untuk talenta muda Indonesia di kancah dunia! Gooo merah putihhh !! (iwb)

  • Gawat…Marc Marquez Merasa kelelahan di Brno !!!

    Gawat…Marc Marquez Merasa kelelahan di Brno !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Hari pertama MotoGP Republik Ceko 2026 di Sirkuit Brno menjadi panggung yang penuh dinamika bagi Marc Marquez. Pebalap andalan Ducati ini sempat mengejutkan publik dengan memuncaki sesi Free Practice 1 (FP1) pada Jumat pagi (19/6). Namun, kecepatan fantastis tersebut harus dibayar mahal dengan terkurasnya kondisi fisik yang berujung pada dua kali insiden crash. Meski mengakhiri hari di posisi ke-5 secara keseluruhan dan mengamankan tiket langsung ke Kualifikasi 2 (Q2), Marquez mengakui ada penyesalan di balik performa impresifnya di awal hari. Laahh kok isoo ???

    Memulai sesi pagi dengan sangat kuat, Marquez langsung menemukan ritme terbaik di atas Ducati Desmosedici miliknya. Ia bahkan menyebut momen tersebut sebagai “best feeling of the season” atau sensasi berkendara terbaik yang ia rasakan sepanjang musim 2026 ini. Namun, alih-alih menghemat tenaga, juara dunia delapan kali itu justru tampil all-out sejak menit pertama. Dampaknya baru terasa pada sesi siang (Practice), di mana energinya terkuras habis.

    “Secara jujur, saya sedikit menyesal tampil terlalu menekan di FP1. Sensasinya memang yang terbaik sepanjang musim ini, tapi saya menghabiskan terlalu banyak energi di pagi hari. Jika bisa memutar waktu, saya lebih memilih finis ke-10 di sesi pagi asalkan fisik saya lebih segar di sore hari,” ungkap Marquez dengan nada berkelakar.

    Kelelahan fisik yang dialami Marquez tidak lepas dari karakter Sirkuit Brno yang terkenal menuntut fisik prima. Berbeda dengan sirkuit Balaton di Hungaria yang baru saja dilewati, Brno didominasi oleh tikungan kanan yang panjang dan heavy braking. Kondisi ini memberikan tekanan yang jauh lebih berat pada lengan kanan Marquez yang memiliki riwayat cedera panjang. Akibat kelelahan otot tersebut, ritme balapnya di sesi sore menjadi tidak konsisten karena ia kesulitan mempertahankan riding style yang presisi.

    Menariknya, meski lengan kanan yang kelelahan akibat dominasi tikungan kanan, kedua insiden tumbangnya Marquez justru terjadi di tikungan kiri, yaitu Turn 7 pada sesi pagi dan Turn 11 pada sesi siang. Marquez menjelaskan bahwa kedua kecelakaan tersebut memiliki penyebab yang sangat kontras:

    1. Crash Turn 7 (Pagi): Terjadi karena tubuhnya terlambat merespons setelah melakukan perubahan arah (change of direction) yang sangat agresif dari Turn 6 (kanan). Tubuhnya yang mulai lelah tidak mampu mengimbangi agresivitas motor saat menikung ke kiri.

    2. Crash Turn 11 (Siang): Terjadi justru karena Marquez terlalu santai (relaxed). Demi menghemat tenaga untuk menghadapi rangkaian tikungan kanan berikutnya, ia sedikit menurunkan kewaspadaan di tikungan kiri tersebut hingga akhirnya kehilangan daya cengkeram ban depan.

    Melihat situasi fisiknya yang menurun, Manajer Tim Ducati, Davide Tardozzi, sempat turun tangan di dalam garasi. Tardozzi mencoba berdiskusi dan menahan Marquez agar tidak memaksakan diri melakukan time attack tambahan demi menjaga kebugaran untuk hari Sabtu dan Minggu. Namun, Marquez mengakui bahwa insting kompetitifnya selalu menang mengalahkan logika.

    “Davide mencoba menenangkan saya, dan secara logika dia benar. Tapi Anda tahu, begitu kaca helm (visor) sudah ditutup dan saya melihat catatan waktu saya sangat dekat dengan pebalap top di Brno, insting balap itu langsung mengambil alih,” jelasnya.

    Meskipun harus melewati hari Jumat yang melelahkan dan penuh drama, hasil posisi ke-5 sudah cukup bagi Marquez untuk langsung mengamankan slot di Q2 tanpa harus melewati Q1 yang sarat risiko. Menghadapi sesi Sprint dan balapan utama, Marquez memasang target yang realistis namun tetap kompetitif:

    • Kualifikasi: Mengamankan posisi di dua baris terdepan (first two rows / posisi 1-6).

    • Balapan (Sprint & Main Race): Konsisten bertarung dan finis di posisi 5 besar.

    Mampukah The Baby Alien mengelola kondisi fisiknya dan mengonversi “sensasi terbaik” menjadi podium di Brno? Menarik untuk kita tunggu jalannya sesi kualifikasi dan Sprint Race hari ini. Kita tunggu saja saja cak….(iwb)

  • CBR Series Melesat Kencang, AHRT Borong Tiga Podium ARRC Motegi !!

    CBR Series Melesat Kencang, AHRT Borong Tiga Podium ARRC Motegi !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Astra Honda Racing Team (AHRT) tampil kencang pada putaran ketiga Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 di Mobility Resort Motegi, Jepang, 13–14 Juni 2026. Mengandalkan ketangguhan dan kecepatan lini CBR series, AHRT sukses mengamankan tiga podium dan mengibarkan bendera Merah Putih dua hari berturut-turut di panggung balap Asia pada kelas Asia Production (AP) 250 dan Supersport (SS) 600.

     Irfan Ardiansyah tampil gemilang pada balapan akhir pekan ini. Turun sebagai pebalap pengganti Muhammad Badly Ayatullah yang masih dalam masa pemulihan cedera, Irfan berhasil mengunci podium kedua di dua race sekaligus bersama motor balap unggulan CBR250RR melalui kemenangan di race 1 dan race 2 ARRC Motegi, Jepang.

     Asia Production (AP) 250 

    Pada race 1 yang digelar Sabtu (13/6), Irfan memulai balapan dari posisi keempat dan langsung menempel ketat kelompok depan. Ia membangun pertahanan lini balap yang sangat taktis sepanjang 10 lap sebelum melakukan akselerasi penuh di sektor terakhir pada lap penutup, menyentuh garis finis di posisi kedua dengan selisih 0,161 detik dari pemenang.

    Semangat itu berlanjut pada race 2 yang digelar Minggu (14/6). Irfan kembali bersaing ketat di grup terdepan. Rapatnya jarak antar pebalap membuat aksi saling salip hampir terjadi di tiap sektor. Sempat terlempar di posisi tujuh pada akhir lap, namun Irfan mampu melakukan manuver terukur di beberapa tikungan akhir sehingga ia dapat mengamankan posisi kedua. Back to back podium untuk Irfan di Motegi. Hasil gemilang ini mengantarkan Irfan mengemas 40 poin di putaran Motegi dan kini menempati posisi keenam klasemen sementara AP250 dengan total 51 poin.

     “Sejak awal balapan, saya berusaha untuk mempertahankan posisi di barisan terdepan dan merencanakan serangan di dua lap terakhir. Strategi tersebut berjalan lancar, dan saya berhasil kembali naik podium di race 2. Terima kasih semua yang telah mendukung,” ujar Irfan.

     Masih di kelas AP250, rekan setim Irfan, Rheza Danica Ahrens, menunjukkan mentalitas juara meski menghadapi tantangan berat. Pada race 1, memulai dari posisi ke-13, Rheza secara perlahan memangkas jarak dengan pebalap depannya untuk masuk ke rombongan terdepan sebelum finis di posisi kelima. Pada race 2, Rheza kembali tampil kompetitif bersaing dengan pebalap grup depan, namun ia harus puas finis di posisi sembilan. Pada putaran Motegi ini Rheza berhasil mengemas 18 poin krusial dan kini menempati posisi ketiga klasemen sementara AP250 dengan total 82 poin.

     Supersport (SS) 600

    Di kelas Supersport 600, Herjun Atna Firdaus menyuguhkan salah satu aksi comeback paling dramatis akhir pekan ini. Sempat tercecer ke posisi kedelapan usai start yang kurang sempurna dari baris depan, Herjun langsung menstabilkan ritme dan melancarkan serangan balik yang agresif bersama CBR600RR. Melalui duel sengit yang melibatkan kontak bodi dan dua kali saling salip di lap-lap akhir, Herjun berhasil mengunci posisi ketiga pada race 1 yang merupakan podium keduanya di musim ini.

     Pada race 2, Herjun kembali tampil dengan determinasi tinggi sejak start dan beberapa kali berhasil menembus jajaran top 3. Namun persaingan yang sangat rapat di lap-lap akhir membuat Herjun harus puas mengakhiri race di posisi keempat. Hasil positif dua race di Motegi mendongkrak Herjun ke posisi keempat klasemen sementara SS600 dengan total 67 poin.

     “Hari ini, saya sangat menikmati jalannya balapan. Saya sangat menikmati duel sengit wheel-to-wheel dengan pebalap lain dan saya sangat senang dengan hasil keseluruhan di akhir pekan ini setelah berhasil finis di posisi ketiga dan keempat. Selanjutnya dukung saya bersaing di Mandalika,” ujar Herjun.

     Asia Superbike (ASB) 1000

    Sementara di kelas Asia Superbike (ASB) 1000, M Adenanta Putra menunjukkan ketahanan fisik yang luar biasa. Pada race 1, Adenanta berhasil finis di posisi kedelapan bersama CBR1000RR-R. Baru pulih dari operasi arm pump Adenanta memulai balapan dari posisi kesembilan, ia tampil tenang dan mampu mengelola kondisi fisiknya dengan baik selama 15 lap.

    Pada race 2, Adenanta kembali menunjukkan proses yang positif dengan kembali finis di posisi kedelapan. Hasil konsisten dua race berturut-turut ini menjadi modal berharga bagi pebalap asal Magetan, Jawa Timur tersebut untuk terus berkembang di kelas tertinggi ARRC. Saat ini Adenanta berhasil mengumpulkan 50 poin dan berada di posisi ke 6 klasemen sementara ASB1000.

     General Manager Marketing Planning and Analysis PT Astra Honda Motor (AHM) Andy Wijaya, mengapresiasi totalitas seluruh pebalap AHRT sepanjang akhir pekan balap di Motegi.

     “Kami sangat bangga dengan semangat juang para pebalap AHRT di Motegi. Semoga hasil ini menjadi motivasi untuk tampil semakin kuat di putaran-putaran berikutnya dan terus mengharumkan nama Indonesia,” ujar Andy.

     Hasil positif Motegi turut memperkuat posisi AHRT di klasemen sementara ARRC 2026. Putaran keempat Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship 2026 akan digelar di sirkuit Mandalika pada Agustus mendatang. Bersama CBR series pebalap AHRT siap melesat kencang untuk terus melanjutkan tren positif musim ini….(AHM PR)

  • Bongkar Potensi Veda Ega di Brno….ini titik kuat Veda !!

    Bongkar Potensi Veda Ega di Brno….ini titik kuat Veda !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…tantangan Veda Ega membalap dipekan ini tidak akan mudah. Karena Veda Belum pernah membalap di Ceko. Yup…Balapan Moto3 Ceko 2026 di Sirkuit Brno pada akhir pekan ini (19–21 Juni 2026) akan menjadi momen pertama kalinya Veda Ega Pratama menjajal sirkuit legendaris tersebut dalam kompetisi resmi. Namun jangan kuatir cak…ketika kita Mengintip Potensi Veda Ega di Brno….kans tetap ada dan ini titik kuat Veda !!

    Sebagai seorang rookie di Kejuaraan Dunia Moto3 musim 2026 ini, status Veda di Brno benar-benar murni sebagai pendatang baru. Ada dua alasan utama mengapa sirkuit ini sangat asing baginya. Sebab Di jenjang karier Veda sebelumnya, baik saat ia mendominasi Asia Talent Cup maupun ketika ia bertarung di Red Bull MotoGP Rookies Cup dan FIM JuniorGP (2024–2025), Sirkuit Brno tidak masuk ke dalam kalender balap ajang-ajang tersebut. Oleh karena itu, tantangan terbesar Veda di seri Ceko kali ini adalah memanfaatkan sesi Free Practice (FP) dan latihan seefektif mungkin untuk menghafal titik pengereman (braking zone) serta memahami perubahan elevasi sirkuit.

    Untuk menganalisis potensi Veda Ega Pratama sektor per sektor di Brno, kita bisa membedah tata letak sirkuit dari gambar dan menggabungkannya dengan karakter sirkuit yang lebar serta mengalir. Berikut adalah analisis detail potensi dan titik kritis Veda di setiap sektor Brno cak:

    Sektor 1 (Garis Start)

    Sektor dibuka dengan lurusan utama, lalu masuk ke kombinasi tikungan kanan-kiri yang cukup cepat (T1 dan T2), diikuti lurusan pendek menuju T3 dan T4.

    • Potensi Veda: Sektor ini adalah zona hard braking pertama setelah lintasan lurus. Veda dikenal sangat kuat di pengereman mendalam (late braking). Tikungan 1 dan 3 yang lebar akan memberikan Veda ruang untuk melakukan aksi overtake agresif, terutama di lap-lap awal saat rombongan masih sangat padat.

    • Titik Kritis: Menjaga momentum keluar dari T2 menuju T3 agar tidak kehilangan kecepatan di lurusan pendek tersebut.

    Sektor 2 (Tikungan 5 ke Tikungan 8)

    Sektor ini sangat teknis, dimulai dari tikungan tusuk konde (hairpin) di T5, lalu langsung disambut oleh rangkaian tikungan mengalir berbalas-balas (T6, T7, T8).

    • Potensi Veda: Di T5, kemampuan pengereman Veda kembali diuji. Namun, kekuatan utama yang harus ia keluarkan di sisa sektor ini adalah cornering speed dan kelincahan flick (mengubah arah motor dengan cepat) dari kiri ke kanan. Jika Veda bisa cepat menemukan rhythm (irama) yang pas di sesi latihan, ia bisa mencetak waktu yang sangat konstan di sini.

    • Titik Kritis: T5 adalah jebakan low-side jika pembalap terlalu memaksakan masuk. Selain itu, salah mengambil line di T6 akan merusak seluruh jalur hingga T8.

    Sektor 3 (Tikungan 9 ke Tikungan 12)

    Sektor ini membawa pembalap turun dan naik melewati area bukit Brno. Karakteristiknya mirip Sektor 2, yaitu rangkaian tikungan cepat yang mengalir (T9, T10, T11, T12).

    • Potensi Veda: Sektor ini menuntut ketahanan fisik dan manajemen ban sisi samping. Di sinilah lebar sirkuit yang mencapai 15 meter (berdasarkan Screenshot_235.jpg) bisa dimanfaatkan Veda untuk mengeksplorasi racing line alternatif jika jalur utamanya ditutup oleh pembalap lain.

    • Titik Kritis: Perubahan elevasi (turunan dan tanjakan) di sektor ini sering kali membuat roda depan motor Moto3 kehilangan traksi (front-end wash). Veda harus sangat halus dalam membuka gas saat motor dalam posisi miring.

    Sektor 4 (Tikungan 13 ke Garis Finis)

    Sektor penentu. Terdiri dari tikungan ganda ke kanan (T13 dan T14) yang melebar, sebelum akhirnya berakselerasi menuju lurusan sepanjang 636 meter menuju garis finis.

    • Potensi Veda: Sektor ini murni tentang taktik dan kecerdasan posisi. Veda tidak boleh egois untuk memimpin di T14 pada lap terakhir. Potensinya justru lebih besar jika ia berada di posisi ke-2 atau ke-3 saat keluar dari T14, memanfaatkan momentum akselerasi maksimal.

    • Titik Kritis: Slipstream. Dengan top speed Moto3 yang bisa menyentuh 234.2 Km/Jam di sini siapa pun yang memimpin keluar dari T14 akan menjadi “makanan empuk” bagi pembalap di belakangnya tepat sebelum garis finis.

    Last…Veda kemungkinan besar akan sangat kuat dan dominan di Sektor 1 dan Sektor 2 berkat kemampuan pengeremannya. Tantangan terbesarnya ada di Sektor 3 untuk menjaga ritme ban, serta Sektor 4 di mana ia harus bermain catur taktis dengan angin (slipstream) demi mengamankan posisi finis terbaik. Apakah Veda akan bisa bangkit setelah terpuruk di Hongaria ? semoga saja cak…goooo merah putih !! (iwb)

  • Ramadhipa Pecahkan Record di JuniorGP Kalahkan Rider Eropa….Master class !!

    Ramadhipa Pecahkan Record di JuniorGP Kalahkan Rider Eropa….Master class !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Kiandra Ramadhipa mencetak sejarah akhir pekan lalu dengan meraih kemenangan perdananya di Moto3 Junior World Championship setelah finis terdepan di Estoril. Hasil ini membuatnya menjadi pebalap Indonesia kedua yang berhasil meraih kemenangan di kelas tersebut. Tidak hanya sampai situ saja, bersama Honda Asia-Dream Racing Team, Ramadhipa juga menorehkan pencapaian spesial dengan meraih kemenangan perdana di European Talent Cup (ETC) dan Moto3 Jr WCh hanya dalam kurun sebelas bulan, sekaligus menjadi yang tercepat dalam sejarah.

    Sebelumnya, catatan tercepat untuk pencapaian ini dipegang oleh Joel Esteban pada tahun 2023, ketika ia meraih kemenangan di JuniorGP satu tahun dua bulan setelah kemenangan perdananya di European Talent Cup (ETC). Namun Ramadhipa berhasil memecahkan catatan itu dengan selisih tiga bulan lebih cepat dan ia melakukannya pada kedua musim pertamanya, sementara Esteban meraih kemenangan ETC pertamanya pada musim keduanya di kelas tersebut.

    European Talent Cup + Moto3 Jr WCh

    Hanya ada tiga pebalap lain yang mampu meraih kemenangan di European Talent Cup dan Moto3 Junior World Championship pada musim rookie mereka, yaitu Izan Guevara, Brian Uriarte, Maximo Quiles dan Marco Morelli. Namun, hanya Guevara yang sebelumnya mampu mencatat pencapaian serupa dengan Ramadhipa, yakni meraih kemenangan di kedua kelas tersebut secara beruntun dalam dua musim berbeda. Sementara itu, Uriarte, Quiles dan Morelli membutuhkan lebih dari satu musim di European Talent Cup (ETC) sebelum berhasil naik dan menang di Moto3 Junior World Championship.

    Sejarah yang ditorehkan Ramadhipa lewat kemenangan di Estoril tak berhenti sampai di situ. Ramadhipa kini menjadi pebalap pertama dari luar Eropa dan Amerika Selatan yang mampu meraih kemenangan di European Talent Cup (ETC) dan Moto3 Junior World Championship. Ia juga tercatat sebagai pebalap ke-17 yang mampu memenangkan balapan di kedua ajang tersebut.

    Moto3 Jr WCh + Red Bull Rookies Cup

    Musim ini, Ramadhipa juga telah mengamankan kemenangan pertamanya di Red Bull Rookies Cup, yang membuatnya menjadi pebalap ke-24 yang mampu menang baik di Moto3 Junior World Championship maupun ajang pembinaan Red Bull tersebut. Ia juga menjadi pebalap Asia keenam yang berhasil mencatatkan prestasi itu, menyusul Kaito Toba, Ai Ogura, Yuki Kunii, Ryusei Yamanaka, dan Tatchakorn Buasri. Sebelum Ramadhipa, hanya 15 pebalap yang mampu meraih pencapaian ini dalam musim yang sama.

    European Talent Cup + Moto3 Jr WCh + Red Bull Rookies Cup

    Prestasi yang lebih Istimewa lagi adalah keberhasilannya meraih tiga kemenangan di tiga ajang berbeda. Hingga saat ini, hanya delapan pebalap yang pernah menang di European Talent Cup (ETC), Moto3 Junior World Championship, dan Red Bull Rookies Cup. Hal ini menjadi lebih spesial karena pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) ini menjadi satu-satunya pebalap Asia dalam daftar tersebut.

    Bahkan ini menjadi semakin luar biasa lagi karena tidak ada satu pun pebalap, selain Ramadhipa, yang mampu melakukannya dalam waktu secepat ini. Tiga kemenangan tersebut diraihnya dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, di European Talent Cup (ETC) pada Sirkuit Magny-Cours, Prancis, 6 Juli 2025; di Red Bull Rookies Cup pada Sirkuit Jerez, Spanyol, 26 April 2026; dan di Moto3 Junior World Championship di Estoril pada Minggu lalu.

    Last…Secara keseluruhan, kemenangan gemilang yang diraih beberapa hari lalu menempatkan Kiandra Ramadhipa dalam jajaran pebalap elite muda dunia, sekaligus menjadikannya pemegang sejumlah rekor baru. Di usia yang baru 16 tahun, pebalap Indonesia ini terus menunjukkan potensinya sebagai salah satu talenta masa depan, bukan hanya bagi Astra Honda, Indonesia, dan Asia, tetapi juga bagi dunia balap motor internasional yang kini mulai melihat lahirnya pebalap Asia dengan masa depan yang sangat cerah. Master Class !! (iwb)