Category: Racing

  • Strategi Marquez di Aragon Hanya Satu…” Serang !!”

    Strategi Marquez di Aragon Hanya Satu…” Serang !!”

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Marc Marquez mengungkapkan bahwa ia langsung menggunakan “attack mode” (mode menyerang) sejak sesi Latihan Bebas 1 (FP1) Grand Prix MotoGP Aragon, meskipun sebelumnya sempat mengisyaratkan akan mengubah pendekatannya setelah balapan di Silverstone. Usai GP Inggris, pebalap Ducati tersebut mengakui bahwa ia terlalu memaksakan diri di awal akhir pekan sehingga menguras energi bahu kanannya yang masih dalam pemulihan untuk balapan utama. Meski sempat berencana menghemat tenaga pada hari Jumat, Marquez justru tampil tercepat di FP1 dan mematahkan rekor lap saat menempati posisi ketiga pada sesi Practice di lintasan favoritnya ini. Yup….Strategi Marquez di Aragon adalah…” Serang !!”

    Marc Marquez menegaskan bahwa ia langsung mengaktifkan “attack mode” sejak sesi latihan bebas pertama di MotoGP Aragon karena karakter sirkuit yang didominasi tikungan kiri dinilai lebih ramah bagi kondisi fisik bahunya, sehingga ia tidak ragu menekan motor Ducati miliknya hingga berhasil mematahkan rekor lap dan menembus tiga besar, meskipun pada akhirnya ia mewaspadai ketatnya persaingan karena pebalap lain seperti Marco Bezzecchi dan Alex Marquez juga mencatatkan waktu yang sangat tajam, namun dengan basis motor yang sudah terasa konsisten dan nyaman ia optimistis bisa kembali bertarung di barisan terdepan pada sesi kualifikasi dan balapan mendatang. Ketika ditanya mengenai pendekatannya di Aragon, Marquez menjelaskan mengapa ia tidak menahan diri sejak awal:

    “Ini adalah sirkuit untuk menyerang, jadi saya harus menyerang. Tidak masalah, mari kita lihat bagaimana saya akan bertahan. Namun, fakta bahwa ini adalah sirkuit berlawanan arah jarum jam (dominan tikungan kiri) dan sebagian besar titik pengereman keras ada di sisi kiri, saya yakin itu tidak akan menjadi masalah. Karena alasan itulah saya memulai dengan mode menyerang sejak FP1. Saya berada di bawah rekor lap, tetapi bukan yang tercepat. Itu berarti semua orang sangat cepat, semuanya sangat ketat, dan ini akan menjadi akhir pekan yang berat. Namun kami ada di sana bertarung dengan para pebalap terdepan, jadi itu hal yang paling penting. Basis motor sudah bagus, saya merasa nyaman, dan kami hanya mengubah hal-hal kecil. Kami perlu mencoba sedikit hal besok pagi untuk melihat apakah saya bisa sedikit lebih cepat. Namun fakta bahwa saya sangat konsisten berarti saya merasa nyaman dengan motor ini.” tukasnya..

    Last…Meskipun Marquez belum terkalahkan di Aragon baik dalam sesi Sprint maupun balapan utama sejak bergabung dengan Ducati pada 2024, ia tetap mewaspadai kecepatan lawan-lawannya. Ia secara khusus menyoroti performa impresif Bezzecchi dan Alex Marquez, serta mengingatkan untuk tidak melupakan Jorge Martin dan Fabio Di Giannantonio. Menghadapi sesi Sabtu pagi, Marquez mengonfirmasi bahwa ia memiliki sedikit pembaruan atau penyesuaian kecil yang akan dicoba pada motor Ducati miliknya. Gooo Marc !! (iwb)

    2026 Aragon MotoGP – Practice Results

    Pos Rider Nat Team Time/Diff Lap Max
    1 ^2 Marco Bezzecchi ITA Aprilia Racing (RS-GP26) 1’45.455s 21/22 348k
    2 ^2 Alex Marquez SPA BK8 Gresini Ducati (GP26) +0.010s 21/21 348k
    3 ˅2 Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP26) +0.038s 17/20 345k
    4 ^4 Fabio Di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP26) +0.299s 19/20 346k
    5 ^4 Fermin Aldeguer SPA BK8 Gresini Ducati (GP25) +0.440s 18/20 343k
    6 ˅4 Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +0.504s 21/23 343k
    7 ^11 Jorge Martin SPA Aprilia Racing (RS-GP26) +0.572s 17/22 347k
    8 ˅3 Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16) +0.609s 16/20 348k
    9 ˅2 Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25) +0.763s 17/21 346k
    10 ^1 Johann Zarco FRA Castrol Honda LCR (RC213V) +0.843s 21/21 349k
    Qualifying 1:
    11 ^2 Diogo Moreira BRA Pro Honda LCR (RC213V)* +0.853s 18/22 348k
    12 ^5 Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V) +0.921s 19/24 348k
    13 ^7 Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP26) +1.032s 15/20 349k
    14 ˅4 Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1) +1.163s 21/21 344k
    15 ˅1 Joan Mir SPA Honda HRC Castrol (RC213V) +1.168s 23/24 347k
    16 ˅4 Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1) +1.249s 17/18 345k
    17 ^4 Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +1.494s 17/18 348k
    18 ^1 Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16) +1.554s 17/21 348k
    19 ˅13 Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1) +1.638s 18/18 340k
    20 ˅5 Pol Espargaro SPA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +1.733s 23/23 351k
    21 ˅5 Toprak Razgatlioglu TUR Pramac Yamaha (YZR-M1)* +1.902s 18/19 341k
    22 = Lorenzo Savadori ITA Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +2.254s 20/21 344k
  • Moto3 FP1 Aragon : Veda Ega Masih Belum Dapat setingan….KTM Kembali Dominan !!

    Moto3 FP1 Aragon : Veda Ega Masih Belum Dapat setingan….KTM Kembali Dominan !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…..Veda Ega Pratama, menyelesaikan sesi latihan bebas pertama (FP1) Grand Prix Moto3 Aragón di Sirkuit MotorLand Aragón dengan menempati posisi ke-20. Mengendarai Honda NSF250RW milik Honda Team Asia, Veda mencatatkan waktu putaran terbaik 2 menit 00,230 detik pada lap ke-10 dari total 13 lap yang dijalaninya. Yup…Veda Ega Masih Belum Dapat setingan….KTM Kembali Dominan !!

    Sesi pembuka ini memperlihatkan selisih waktu murni Veda sebesar 1,522 detik dari pembalap tercepat, David Almansa (KTM Intact GP), yang membukukan waktu 1 menit 58,708 detik. Sementara itu, selisih Best Time Veda dengan Ideal Time kombinasi empat sektor terbaiknya (2’00.048) tercatat relatif tipis, yaitu 0,182 detik. Hal ini menandakan konsistensi kecepatan Veda yang tinggal membutuhkan peningkatan pace secara keseluruhan.

    Tantangan di Sektor Teknis

    Berdasarkan data Best Partial Times, tantangan terbesar Veda terletak pada Sektor 1 dan Sektor 2. Di dua sektor teknis yang dipenuhi variasi elevasi dan tikungan berurutan tersebut, Veda berada di posisi ke-22 (34,678 detik) dan ke-23 (34,819 detik). Selisih waktu di sektor ini mencapai lebih dari 0,5 detik dari pembalap tercepat. Performa Veda membaik saat memasuki Sektor 3 dan Sektor 4, di mana ia berhasil menempati posisi ke-19. Pada Sektor 4 yang melingkupi trek lurus sepanjang 968 meter, Veda mencatatkan top speed 239,2 km/jam.

    Sektor Catatan Waktu Veda Posisi Sektor Pembalap Tercepat Catatan Waktu Terbaik Gap Veda
    Sektor 1 (T1) 34.678 P22 B. Uriarte (KTM) 34.186 +0.492
    Sektor 2 (T2) 34.819 P23 R. Yamanaka (KTM) 34.286 +0.533
    Sektor 3 (T3) 20.428 P19 B. Uriarte (KTM) 20.159 +0.269
    Sektor 4 (T4) 30.123 P19 R. Moodley (KTM) 29.688 +0.435

    Dominasi Mutlak Pabrikan KTM

    FP1 Aragón menunjukkan dominasi mutlak dari pabrikan KTM. Empat posisi terdepan seluruhnya dikuasai oleh penunggang KTM—David Almansa, Brian Uriarte, Cormac Buchanan, dan Alvaro Carpe. Bahkan, 8 dari 10 besar pembalap tercepat mengandalkan motor KTM RC250GP.

    Keunggulan KTM di MotorLand Aragón didorong oleh penyaluran tenaga (power delivery) dan torsi bawah-menengah yang lebih responsif saat keluar dari tikungan lambat seperti T15. Selain itu, keunggulan aerodinamika dan top-end power KTM terbukti di lintasan lurus Sektor 4, di mana mayoritas pembalap KTM mencatatkan top speed mencapai 241,8 hingga 245,1 km/jam—mengungguli paket motor Honda.

    Last….Sirkuit MotorLand Aragón bukanlah lintasan asing bagi Veda Ega Pratama. Pembalap asal Gunungkidul ini pernah bertanding di sirkuit sepanjang 5,077 km ini saat berlaga di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup. Pengalaman meraba braking point dan karakter angin lokal di Aragón menjadi modal penting bagi Veda bersama tim mekanik Honda Team Asia untuk meracik ulang setelan sasis serta gear ratio menjelang sesi latihan berikutnya dan kualifikasi. Namun yang menjadi tantangan adalah belum klopnya seingan untuk melawan KTM. So…harapan kita Veda akan improve pada FP2 cak…Gooo Vedaaaa !!! (iwb)

  • ” Aku tidak Bisa Mengontrol lengan Kananku..” tukas Marquez !!

    ” Aku tidak Bisa Mengontrol lengan Kananku..” tukas Marquez !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…..Marc Marquez akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait pernyataannya yang sempat memicu spekulasi usai balapan di Silverstone. Dalam rekaman video di balik layar yang diunggah di saluran YouTube resmi Ducati Lenovo, juara dunia MotoGP tersebut terdengar mengeluh bahwa dirinya “tidak bisa mengontrol lengan kanan” setelah menyelesaikan balapan di posisi ketujuh. ” Aku tidak Bisa Mengontrol lengan Kananku..” tukas Marquez !!

    Menjelang bergulirnya seri GP Aragon, Marquez meluruskan bahwa keluhan tersebut berkaitan langsung dengan riwayat medis panjang yang dialaminya. Pembalap asal Spanyol itu menegaskan bahwa masalah pada lengan kanannya merupakan efek dari tujuh operasi berbeda yang pernah ia jalani di area bahu kanan. Usai jeda musim panas, Marquez mengaku sempat merasa kondisi fisiknya membaik setelah menambah massa otot di gym. Hal itulah yang mendorongnya untuk tampil agresif sejak sesi latihan bebas pertama (FP1) di Silverstone.

    “Terkait masalah di Silverstone, itu berakar dari rangkaian tujuh operasi berbeda yang telah saya jalani di bahu kanan saya. Usai jeda musim panas, saya mengira kondisi fisik saya jauh lebih baik karena telah menambah massa otot di gym. Saya pun mengawali akhir pekan secara agresif sejak FP1.

    ” Namun saat bangun di hari Minggu, saya sadar pendekatan itu keliru. Saya tidak bisa terus-terusan memaksakan diri sejak awal. Saya harus lebih bijak menghemat tenaga—cukup menyelesaikan lap secukupnya pada hari Jumat agar kondisi fisik tetap optimal untuk Sabtu dan Minggu….” seru Marc…

    Yesss….pendekatan agresif sejak awal pekan ternyata memberikan beban berlebih pada tubuhnya. Saat bangun di hari Minggu jelang balapan utama, Marquez baru menyadari bahwa strategi tersebut kurang tepat karena menyedot stamina terlalu dini. Pengalaman tersebut membuatnya mengevaluasi ulang metode pendekatannya. Mulai dari seri Aragon dan seterusnya, ia berencana untuk lebih bijak menghemat energi pada hari Jumat dengan membatasi jumlah lap, sehingga kondisi fisiknya tetap berada dalam tingkat optimal saat menghadapi sesi kualifikasi, Sprint, dan balapan utama di hari Sabtu dan Minggu.

    Last….langkah penghematan tenaga ini menjadi sangat krusial mengingat Marquez kini tertinggal 40 poin dari Jorge Martin dalam perburuan gelar juara dunia. Meski demikian, menghadapi GP Aragon memberikan motivasi tersendiri baginya. Character sirkuit MotorLand Aragon yang didominasi tikungan ke kiri dinilai lebih ramah terhadap gaya balapnya sekaligus mengurangi tekanan fisik pada lengan kanan. Kendati mewaspadai lonjakan performa dari para pembalap Aprilia yang tampil dominan di beberapa trek terakhir, Marquez optimistis perubahan strategi fisiknya ini dapat membawanya kembali bersaing di barisan depan. Gooo Marc !! (iwb)

  • Breaking !! Yamaha Tendang Jack Miller….Izan Guevara Resmi Gabung Pramac Racing !

    Breaking !! Yamaha Tendang Jack Miller….Izan Guevara Resmi Gabung Pramac Racing !

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Yamaha secara resmi mengonfirmasi bahwa pembalap muda Moto2, Izan Guevara, akan naik kelas ke MotoGP bersama tim Prima Pramac Racing mulai musim 2027. Pembalap asal Spanyol tersebut diproyeksikan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh pembalap veteran, Jack Miller. Betul cak…Miller ditendang dan Izan masuk. Keputusan ini diumumkan bertepatan menjelang seri Grand Prix Aragon !! (more…)

  • Pindah ke VR46…Fermin Aldeguer dipastikan Nunggang GP27 Factory Spec !!!

    Pindah ke VR46…Fermin Aldeguer dipastikan Nunggang GP27 Factory Spec !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Ducati menegaskan komitmen jangka panjangnya terhadap talenta muda dengan mengonfirmasi perpanjangan kontrak Fermin Aldeguer. Pembalap muda berbakat asal Spanyol tersebut resmi dipastikan hengkang dari Gresini Racing untuk bergabung dengan Pertamina Enduro VR46 Racing Team pada musim 2027 mendatang, lengkap dengan jaminan motor berspesifikasi pabrikan (factory-spec). Keputusan ini diambil di tengah eksodus besar-besaran pembalap Ducati. Menghadapi era baru mesin 850cc pada 2027, Ducati tercatat kehilangan sejumlah nama besar seperti Jorge Martin, Marco Bezzecchi, Alex Marquez, dan Fabio Di Giannantonio yang berlabuh ke pabrikan rival. Dalam situasi tersebut, hanya Marc Marquez dan Fermin Aldeguer yang dipastikan tetap bertahan di bawah naungan pabrikan asal Italia tersebut. Yup…Pindah ke VR46…Fermin Aldeguer dipastikan Nunggang GP27 Factory Spec !!!

    Petinggi Ducati tidak ragu mengungkapkan alasan mendasar di balik langkah strategis mengamankan jasa Aldeguer untuk jangka panjang. CEO Ducati, Claudio Domenicali, menegaskan bahwa Aldeguer adalah representasi sempurna dari filosofi balap mereka.

    “Fermín secara sempurna mewakili visi Ducati untuk masa depan dunia balap: percaya pada talenta muda dan memupuk pertumbuhan mereka agar potensi maksimalnya dapat keluar,” ungkap Claudio Domenicali. “Philosofi ini telah memberi kami kepuasan luar biasa selama bertahun-tahun, dan kami tetap berkomitmen penuh pada arah tersebut.”

    Pandangan serupa disampaikan oleh General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna. Ia memuji adaptasi serta bakat alami yang ditunjukkan Aldeguer sejak debutnya di kelas utama.

    “Sejak kedatangannya di MotoGP, Fermin telah menunjukkan bakat yang luar biasa, kemampuan belajar yang cepat, dan determinasi yang langsung mengesankan kami,” puji Dall’Igna. “Dia masih sangat muda, tetapi potensinya sangat besar dan kami yakin dia memiliki ruang pertumbuhan yang luas. Kami percaya VR46 merupakan lingkungan ideal baginya untuk melanjutkan proses tersebut.”

    Memang cak…Karier Aldeguer di MotoGP diwarnai oleh kilasan performa gemilang. Pada musim debutnya tahun lalu, ia berhasil meraih enam podium, termasuk kemenangan memukau di GP Indonesia (Mandalika). Meski kampanye musim 2026 sempat terganggu akibat cedera patah tulang paha saat latihan musim dingin serta cedera punggung di Assen, Aldeguer masih sanggup menapakkan kakinya di podium Catalunya. Keberhasilan itu makin meyakinkan Ducati bahwa ia dan Pedro Acosta—yang akan bertandem dengan Marquez di tim pabrikan—adalah dua aset muda paling berharga yang dimiliki pabrikan.

    Di tim VR46 milik Valentino Rossi, Aldeguer akan menerima dukungan penuh dengan mengendarai Desmosedici GP berspesifikasi pabrikan. Direktur Tim VR46, Alessio “Uccio” Salucci, menyambut hangat kedatangan sang pembalap.

    “Kami sangat tidak sabar menyambut Fermin di tim, di mana ia akan mengendarai pabrikan Desmosedici GP sebagai pembalap resmi Ducati Corse,” ujar Salucci. “Kami akan memberikan dukungan maksimal untuk membantu mencapai target bersama.”

    Last…Dengan kepastian kontrak ini, Aldeguer dijadwalkan kembali mengaspal pada seri GP Aragon pekan ini setelah pulih dari cedera, siap membuktikan kepercayaan besar yang telah ditaruh Ducati di pundaknya…..(iwb)

  • Breaking !! Ai Ogura Tersingkar Dari Race Aragon….Tulang Dekat Ibu Jari Retakkk !!!!

    Breaking !! Ai Ogura Tersingkar Dari Race Aragon….Tulang Dekat Ibu Jari Retakkk !!!!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…Kabar kurang menyenangkan datang dari salah satu kandidat juara dunia MotoGP, Ai Ogura. Pembalap tim Trackhouse Racing tersebut dipastikan absen pada seri MotoGP Aragon pekan ini setelah mengalami cedera tangan saat menjalani latihan di Jepang. Cedera ini menjadi pukulan telak bagi sang pembalap asal Jepang. Ini merupakan tahun kedua secara beruntun bagi Ogura harus melewatkan balapan di MotorLand Aragon, setelah pada musim sebelumnya ia juga terpaksa absen akibat cedera kaki. Yup…Ai Ogura Tersingkar Dari Aragon….Apess cakkkkk !!!

    Jadi cak Insiden berawal ketika Ogura kembali ke Jepang di sela-sela jeda balapan usai GP Britania Raya untuk menjaga kondisi fisiknya. Sayangnya, ia mengalami kecelakaan (crash) saat berlatih yang berdampak langsung pada area tangan kirinya. Sekembalinya ke Eropa untuk bersiap menghadapi seri Aragon, pemeriksaan medis menyeluruh menunjukkan adanya keretakan (fraktur) pada tulang di dekat ibu jari tangan kirinya.

    Melihat kondisi cidera yang cukup serius dan memerlukan tindakan bedah atau operasi medis pada hari Kamis, pihak tim dan tim medis sepakat menyatakan Ogura tidak fit untuk mengendarai sepeda motor balapnya. Situasi ini menjadi pukulan telak baginya, mengingat ini adalah tahun kedua secara beruntun bagi Ogura terpaksa melepaskan balapan di Aragon setelah pada musim sebelumnya juga absen akibat cedera kaki.

    Absennya Ogura berdampak besar pada perburuan poin di papan atas klasemen sementara. Pembalap yang saat ini bertengger di posisi ketiga klasemen kejuaraan dunia tersebut terancam melorot hingga peringkat keenam, lantaran para pesaing terdekatnya seperti Marc Marquez, Fabio Di Giannantonio, dan Raul Fernandez terus menempel ketat dengan selisih poin yang sangat tipis.

    Menanggapi situasi darurat tersebut, Trackhouse Racing bergerak cepat dengan menunjuk test rider resmi Aprilia, Lorenzo Savadori, untuk menggantikan posisi Ogura. Savadori akan mendampingi Raul Fernandez di garasi tim selama akhir pekan balapan di MotorLand Aragon, sementara seluruh anggota tim berharap prosedur operasi Ogura berjalan lancar agar sang pembalap dapat segera pulih dan kembali berlaga di lintasan. Dalam pernyataan resminya, tim Trackhouse Racing mengonfirmasi kondisi pembalapnya:

    “Pembalap Trackhouse MotoGP Team #79 Ai Ogura mengalami cedera tangan kiri saat berlatih di Jepang. Setibanya di Eropa, fraktur di dekat ibu jari kirinya diketahui memerlukan operasi yang akan dijalaninya pada hari Kamis pekan ini.”

    “Tim menyambut #32 Lorenzo Savadori yang akan menggantikannya untuk putaran di Aragon ini. Kami mendoakan Ai agar cepat pulih dan berterima kasih kepada Lorenzo atas kesediaannya menggantikan dalam waktu yang singkat.”

    Last….Pembalap penguji (test rider) Aprilia, Lorenzo Savadori, ditunjuk untuk mengendarai RS-GP milik Ogura dan akan bertandem dengan Raul Fernandez pemenang seri Silverstone—pada akhir pekan ini di Aragon. Pemenang seri Assen tersebut saat ini berada di peringkat ketiga klasemen sementara kejuaraan dunia, tertinggal 37 poin dari Jorge Martin dan 6 poin dari Marco Bezzecchi. Kendati demikian, persaingan di papan atas yang sangat ketat membuat posisi Ogura terancam melorot hingga peringkat keenam usai akhir pekan Aragon mengingat Marc Marquez, Fabio Di Giannantonio, dan Raul Fernandez menempel ketat dalam jarak 19 poin di belakangnya. GWS Ogura….!! (iwb)

  • Tantang Aprilia…Marquez Yakin Bisa Merusak Dominasi Martin dan Bezzecchi di Aragon !!

    Tantang Aprilia…Marquez Yakin Bisa Merusak Dominasi Martin dan Bezzecchi di Aragon !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Setelah mengalami akhir pekan yang sulit di GP Britania Raya akibat kendala fisik pasca-operasi bahu, Marc Marquez menyatakan keyakinannya untuk kembali bersaing di barisan depan pada gelaran MotoGP Aragon pekan ini. Pembalap Ducati Lenovo tersebut datang ke sirkuit MotorLand Aragon dengan catatan rekor yang impresif. Selain mengantongi lima kemenangan di trek ini, Marquez juga berhasil mengamankan podium tertinggi pada musim lalu. Nggak heran Marc sangat pede bisa bangkit untuk Tantang Aprilia. Waaahh iki seruuu !!!

    Hasil kurang memuaskan di seri sebelumnya membuat selisih poin Marquez dengan pemimpin klasemen melebar menjadi 40 poin. Hal ini memberikan motivasi ekstra baginya untuk meraih poin maksimal di sirkuit berlawanan arah jarum jam (anti-clockwise) favoritnya tersebut. Namun Menjelang seri Aragon, Marquez merasa kondisi fisiknya sudah jauh lebih baik jika dibandingkan dengan balapan sebelumnya.

    “Di Aragon Aku meraih banyak kesuksesan di masa lalu. Ini adalah lintasan yang sangat cocok dengan karakteristik balapku. Dengan tambahan waktu pemulihan, Aku yakin kami akan jauh lebih dekat dengan kelompok terdepan dan dapat bertarung untuk posisi penting, baik di Sprint maupun di balapan hari Minggu.” seru Marc seakan pede siap tantang Marco dan Martin…

    Nggak kaget cak doi pede. Sebab Sirkuit MotorLand Aragon di Spanyol bukan sekadar lintasan biasa bagi Marc Marquez. Trek dengan karakteristik unik berlawanan arah jarum jam (anti-clockwise) ini telah menjadi “rumah” bagi sang juara dunia, tempat di mana ia mengukuhkan dirinya sebagai pembalap tersukses sepanjang sejarah sirkuit tersebut. Berikut Dominasi Marquez di Aragon tercatat impresif di berbagai kelas balapan Grand Prix:

    Kategori Jumlah Rekor Tahun Kejayaan
    Total Kemenangan GP 8 Kali 2011 (Moto2), 2013, 2016, 2017, 2018, 2019, 2024, 2025 (MotoGP)
    Kemenangan Kelas Utama (MotoGP) 7 Kali 2013, 2016, 2017, 2018, 2019, 2024, 2025
    Pole Position 7 Kali Pemegang rekor kualifikasi terbanyak di Aragon
    Rekor Lap Tercepat 1:45.704 Diukir saat menguasai kualifikasi

    Perjalanan Dominasi: Dari Moto2 hingga Era Ducati

    1. Awal Kejayaan (2011 & 2013)

      Keperkasaan Marquez di Aragon dimulai pada musim 2011 di kelas Moto2 bersama tim Suter. Hanya butuh satu musim setelah naik ke kelas utama MotoGP pada 2013, ia langsung merengkuh kemenangan pertamanya di sirkuit ini bersama Repsol Honda

    2. Era Emas Empat Kemenangan Beruntun (2016 – 2019)

      Dari musim 2016 hingga 2019, Marquez mencatatkan rekor tak terkalahkan di Aragon. Gaya balapnya yang agresif saat melibas tikungan kiri sangat cocok dengan tata letak MotorLand Aragon yang memiliki lebih banyak tikungan ke kiri daripada ke kanan.

    3. Kembalinya Sang Raja bersama Ducati (2024 – 2025)

      Setelah melewati masa-masa sulit cedera fisik dan proses adaptasi motor baru, Marquez membuktikan bahwa kelasnya di Aragon tak pernah pudar. Mengendarai Ducati, ia kembali mendominasi balapan—termasuk menyapu bersih kemenangan Sprint dan Balapan Utama—sekaligus mempertegas statusnya sebagai King of Aragon.

    Kenapa Marquez Sangat Dominan di Aragon?

    • Karakteristik Anti-Clockwise: MotorLand Aragon mengalir berlawanan arah jarum jam, memberikan porsi tikungan kiri lebih banyak. Karakter lintasan ini selalu menjadi spesialisasi Marquez karena terbiasa berlatih di trek dirt track.

    • Manajemen Ban di Sektor Teknis: Sirkuit ini menuntut kombinasi pengereman keras dan kontrol traksi saat keluar dari tikungan panjang, sektor di mana Marquez selalu unggul dalam menghemat usia ban belakang.

    Sementara Francesco “Pecco” Bagnaia, juga memiliki kenangan manis di MotorLand Aragon. Sirkuit ini menjadi saksi kemenangan perdana Bagnaia di kelas utama MotoGP usai duel sengit melawan Marquez beberapa tahun lalu. Bagnaia turut optimistis menghadapi balapan pekan ini:

    “Aragon adalah trek yang sangat berkesan bagiku karena di sinilah aku meraih kemenangan pertama di MotoGP. Sirkuit ini tidak begitu menguras fisik. Aku berharap bisa langsung kompetitif sejak awal dan kembali bertarung di barisan depan.”

    Last…Dengan rekor 8 kemenangan Grand Prix dan 7 pole position, MotorLand Aragon terus menjadi salah satu panggung terbaik bagi Marc Marquez untuk menunjukkan dominasinya di kejuaraan dunia MotoGP. Jadi beda dengan Silverstone….modal Marc untuk menantang kekuatan Aprilia terbuka cak. So…persaingan di MotorLand Aragon diprediksi akan berjalan sengit dan menjadi momen penting dalam perebutan gelar juara musim ini. Gooo Marc !! (iwb)

  • Pedro Acosta pastikan Tidak Enggan Serang Marquez Ketika di Ducati !!

    Pedro Acosta pastikan Tidak Enggan Serang Marquez Ketika di Ducati !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkkk…Pedro Acosta, kembali menunjukkan mentalitas bertarungnya yang dingin dan lugas. Menjelang masa-masa akhir pengabdiannya bersama KTM sebelum bergabung dengan tim pabrikan Ducati musim depan, pembalap berjuluk El Tiburón de Mazarrón ini menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menganggap paddock MotoGP sebagai tempat untuk mencari teman. Dengan kata lain Pedro Acosta pastikan Tidak Enggan Serang Marquez Ketika di Ducati !! Waahhh…

    Bagi Acosta, ketiadaan ikatan persahabatan di grid bukanlah sebuah kebetulan, melainkan strategi yang ia pilih dengan sadar. Ia mengungkapkan bahwa memiliki hubungan yang benar-benar tulus dengan kompetitor yang mengejar impian sama adalah hal yang sangat sulit.

    “Secara jujur, saya lebih memilih untuk mengambil satu langkah ke belakang dan tidak memiliki hubungan dekat dengan siapa pun. Sejak hari pertama, saya merasa tidak memiliki teman di paddock. Saya senang dengan kondisi ini karena saya tidak perlu melibatkan perasaan terhadap siapa pun. Saya tidak peduli siapa yang akan saya salip atau dengan cara apa saya menyalipnya.” serunya seakan mempertegas posisinya saat di Ducati satu tim bersama Marc nanti…

    Prinsip tersebut dipandang Acosta sebagai bentuk pengembalian ke era keemasan MotoGP. Menurutnya, persaingan era modern kerap kehilangan tensi panas yang dahulu justru menjadi daya tarik utama kejuaraan. Acosta merujuk pada beberapa rivalitas paling sengit dalam sejarah Grand Prix, seperti Valentino Rossi vs Sete Gibernau hingga Mick Doohan vs Álex Crivillé. Pada masa itu, hubungan para pembalap utama dipenuhi ketegangan tinggi baik di dalam maupun di luar trek. Bagi Acosta, bumbu ketegangan (spicy) seperti itulah yang seharusnya menjadi dinamika wajar di level tertinggi balapan dunia.

    Last….Pernyataan lugas ini memberikan sinyal kuat jelang kepindahannya ke garasi Ducati untuk mendampingi sang juara dunia, Marc Marquez. Acosta menegaskan bahwa ia datang tanpa merasa berutang budi atau segan terhadap siapa pun di grid—termasuk kepada calon rekan satu timnya sendiri. Dengan fokus penuh memburu kemenangan perdana di kelas utama dan meramaikan perebutan gelar juara dunia, Acosta telah menetapkan batas tegas: di lintasan, semua kompetitor adalah target menyalip tanpa keraguan. Seruuu iki cakkk…(iwb)

  • Honda Percaya Fabio Quartararo akan melesat diatas Mesin Honda RC214V !!

    Honda Percaya Fabio Quartararo akan melesat diatas Mesin Honda RC214V !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk… Bursa transfer MotoGP menuju era baru regulasi 2027 benar-benar membakar paddock! Setelah pengumuman resminya kepindahan Fabio Quartararo dari Yamaha ke Repsol Honda HRC, kini giliran bos besar HRC, Alberto Puig, yang angkat bicara membeberkan target utama di balik mega-transfer ini. Puig menegaskan bahwa Honda dan Fabio Quartararo memiliki satu visi dan ambisi yang sama persis: kembali ke puncak tertinggi dan merebut kembali takhta juara dunia MotoGP! “Hanya Satu Target: Kembali ke Puncak!”

    Melansir dari wawancara eksklusif bersama Crash, Alberto Puig tidak berbelit-belit saat ditanya mengenai ekspektasi Honda memboyong El Diablo.

    “Tentu saja hanya ada satu target. Target tersebut kadang bisa dicapai, kadang tidak. Tapi hanya ada satu tujuan, dan pastinya, bagi Fabio serta Honda, tujuannya adalah kembali dan berusaha mencapai posisi teratas. Ini sangat jelas. Dan kami Percaya dengan Fabio ” serunya

    Bagi pabrikan raksasa seperti Honda dan pembalap sekaliber Quartararo, keduanya sama-sama haus akan kemenangan. Honda belum merasakan gelar juara dunia sejak era Marc Marquez di 2019, sementara Quartararo meraih mahkotanya bersama Yamaha pada 2021 lalu. Memasuki regulasi anyar 2027—dengan mesin 850cc serta perpindahan pemasok ban dari Michelin ke Pirelli—Honda melihat ini sebagai momentum emas untuk melakukan reset total dan bangkit menyerang pabrikan Eropa. Langkah memboyong Quartararo sekaligus menandai berakhirnya era Joan Mir dan Luca Marini di tim pabrikan HRC. Kendati demikian, Puig memberikan rasa hormat dan terima kasih yang mendalam atas kerja keras kedua pembalap dalam membantu proses pengembangan RC213V di masa-masa sulit.

    “Fabio adalah seorang juara dunia. Saya pikir dia adalah salah satu pembalap tercepat di grid, dan tentu saja Honda sangat senang dengan kesepakatan ini. Kami juga sangat senang dan berterima kasih atas pekerjaan yang dilakukan Joan Mir dan Luca Marini dalam beberapa tahun terakhir karena mereka membantu kami mengembangkan motor. Segala sesuatu ada akhirnya, dan periode untuk mereka telah usai. Sekarang kami memulai babak baru bersama pembalap baru.” tukasnya

    (Sebagai catatan cakk, Joan Mir dipastikan berlabuh ke Gresini Ducati, sementara Luca Marini akan memperkuat Tech3 KTM).

    Teka-Teki Pendamping Quartararo: Alonso atau Moreira?

    Meskipun Quartararo sudah mengamankan satu kursi utama, Honda HRC belum mengetuk palu untuk slot pembalap kedua. Nama bintang muda Moto2, David Alonso, memang telah resmi dikontrak oleh Honda, namun HRC masih menimbang apakah Alonso langsung diturunkan di tim pabrikan atau lebih dulu ditempatkan di LCR, berpacu dengan nama Diogo Moreira.

    “Pertama-tama, dia (Alonso) masih sangat muda. Seperti yang kami katakan pada Moreira, kami tidak bisa berharap terlalu banyak di tahun pertama. Mereka butuh waktu untuk memahami kelas ini,” kata Puig memberi petunjuk.

    Pernyataan berhati-hati dari Puig ini mengindikasikan bahwa Diogo Moreira bisa jadi memiliki peluang lebih besar untuk langsung dipasangkan dengan Quartararo di tim pabrikan, sementara Alonso diberikan waktu adaptasi. Puig berjanji keputusan akhir pendamping El Diablo akan diumumkan dalam waktu dekat.

    Last…Era baru 2027 di Honda juga membawa penyegaran di lini manajemen. Alberto Puig akan bergeser peran menjadi Penasihat (Advisor) HRC, sementara posisi Team Manager akan dipegang oleh Mikihiko Kawase. Apakah kombinasi Fabio Quartararo x Honda HRC x Regulasi 850cc di 2027 ini bakal sanggup meruntuhkan dominasi Ducati dan membawa Honda kembali merajai MotoGP? Coba tulis penerawangan sampeyan di kolom komentar!… (IWB)

  • Toprak Razgatlioglu Usung Ambisi Besar untuk MotoGP 2027 !!!

    Toprak Razgatlioglu Usung Ambisi Besar untuk MotoGP 2027 !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pebalap Pramac Yamaha, Toprak Razgatlioglu, menegaskan bahwa dirinya memiliki target besar untuk musim MotoGP 2027, meskipun harus menjalani paruh pertama musim debut yang dinilainya penuh tantangan. Setelah mendominasi WorldSBK dalam dua musim terakhir, kepindahan Razgatlioglu ke MotoGP belum membuahkan hasil manis di papan atas. Dalam 12 balapan pertamanya di kelas utama, bintang asal Turki tersebut bertengger di posisi ke-21 klasemen sementara dengan hasil finis terbaik sejauh ini di urutan ke-11. Yup…Toprak Razgatlioglu Usung Ambisi Besar untuk MotoGP 2027 !!!

    Meski belum berhasil menembus posisi 10 besar, Razgatlioglu memandang sisa musim 2026 sebagai masa pembelajaran penting untuk membangun fondasi yang kuat menyongsong musim keduanya di 2027.

    “Musim ini baru berjalan setengahnya—setengah musim di sini terasa seperti satu musim penuh di Superbike karena total balapan di Superbike hanya 12 seri. Sekarang kami masih punya setengah musim lagi. Saya berharap bisa belajar lebih banyak dan makin berkembang. Saya fokus pada hal tersebut karena target saya untuk tahun depan sangat besar. Musim ini saya harus banyak belajar agar tahun depan bisa tampil jauh lebih kuat.”

    Rekan setimnya di Prima Pramac Yamaha, Jack Miller, menilai Razgatlioglu sedikit kurang beruntung terkait momentum kepindahannya ke MotoGP. Pasalnya, Razgatlioglu datang di saat Yamaha sedang melakukan pengembangan besar-besaran pada proyek mesin baru V4 mereka.

    Razgatlioglu mengakui bahwa situasi tersebut tidaklah mudah bagi pebalap yang terbiasa bersaing memperebutkan kemenangan.

    “Ini adalah proyek baru bagi Yamaha, mereka sedang beradaptasi dan mencoba meningkatkan performa mesin ini. Namun saya sangat memahami posisi mereka. Bagi saya, ini adalah tahun untuk belajar. Tentu tidak mudah ketika setelah dua tahun tampil sangat kompetitif di Superbike, lalu sekarang harus finis di posisi ke-13, 14, atau 15. Tapi ini adalah tahun pertama bagi Yamaha [dengan mesin V4] dan juga bagi saya.”

    Meskipun harus melewati fase yang sulit, Razgatlioglu tetap menaruh kepercayaan penuh pada pabrikan asal Iwata tersebut untuk kembali ke barisan depan persaingan MotoGP.

    “Ini tahun yang sulit bagi saya dan juga Yamaha, tetapi saya percaya Yamaha bisa berkembang lebih baik. Saya tahu sejarah Yamaha, mereka selalu menjadi yang terbaik. Saya yakin mereka akan segera bangkit,” pungkasnya.

    Last…Melihat optimisme dan kepercayaan tinggi yang ditunjukkan Toprak Razgatlioglu, menarik untuk menanti sejauh mana progres adaptasinya bersama Prima Pramac Yamaha di sisa musim 2026 ini. Jika proses pengembangan mesin V4 Yamaha berjalan sesuai rencana, bukan tidak mungkin kejutan besar benar-benar akan dihadirkan sang bintang asal Turki pada musim 2027 mendatang….(iwb)