Category: Racing

  • Interview Eksklusif : Kiandra Ramadhipa duet dengan Veda di Moto3 2027…??

    Interview Eksklusif : Kiandra Ramadhipa duet dengan Veda di Moto3 2027…??

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Dunia balap internasional kembali dikejutkan oleh performa gemilang pembalap muda asal Sleman, Indonesia, Muhammad Kiandra Ramadhipa. Dalam balapan di Sirkuit Estoril, Ramadhipa menunjukkan kelasnya dengan gaya balap yang sangat presisi dan terkontrol, yang akhirnya membawa nama Indonesia disegani di kancah balap Eropa. Dalam wawancara eksklusif bersama Iwan Banaran, Ramadhipa mengungkapkan bahwa kunci kemenangannya adalah keberanian mengambil celah di lap terakhir serta setup motor Honda NSF250RW yang sangat mumpuni. Meski sirkuit Estoril memiliki karakteristik teknikal yang sulit, Ramadhipa berhasil memaksimalkan sektor-sektor krusial untuk melakukan aksi overtaking yang dramatis. Tidak heran sebuah pertanyaan muncul…betulkah Kiandra Ramadhipa duet dengan Veda di Moto3 2027…?? (more…)

  • Bos Ducati akui Terkejut dengan Kemenangan Marquez di Hongaria !!

    Bos Ducati akui Terkejut dengan Kemenangan Marquez di Hongaria !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Manajer Tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, mengaku sangat takjub sekaligus terheran-heran dengan mentalitas dan kemampuan Marc Marquez. Pria asal Italia tersebut berseloroh bahwa dirinya “terkejut karena masih bisa dibuat terkejut” oleh performa luar biasa pembalap berjuluk The Ant of Cervera itu saat merebut kemenangan emosional di MotoGP Hungaria 2026 yang digelar di Sirkuit Balaton Park. Kemenangan di GP Hungaria ini merupakan podium tertinggi pertama bagi Marquez di musim kompetisi 2026, sekaligus mengakhiri puasa kemenangan pertamanya sejak September tahun lalu. Istimewanya, hasil sempurna ini diraih di seri kedelapan musim ini, tepat di tengah perjuangan keras sang pembalap melawan cedera.

    Semenjak awal musim 2026, juara dunia 8 kali tersebut harus membalap dengan kondisi fisik yang jauh dari kata ideal. Marquez mengalami masalah gangguan saraf yang berkepanjangan pada bahu kanannya akibat kecelakaan fatal di GP Indonesia pada Oktober tahun lalu—hanya berselang satu minggu setelah dirinya mengunci gelar juara dunia MotoGP 2025.

    Karakter Sirkuit Balaton Park yang mengalir berlawanan arah jarum jam (anticlockwise) memang sedikit meringankan beban fisik pada bahu kanan Marquez. Kendati demikian, dominasi total dan sapu bersih yang ditunjukkan Marquez sepanjang akhir pekan di Hungaria tetap membuat jajaran petinggi Ducati terperangah.

    “Sangat (terkejut), ya,” jawab Tardozzi ketika ditanya mengenai performa mengejutkan pembalapnya.

    “Namun apa yang ingin saya katakan adalah: saya terkejut karena saya masih bisa terkejut, karena ya, itulah Marc Marquez. Marc tahu persis di mana batas kemampuannya saat ini. Terlepas dari apa yang berhasil dia lakukan sepanjang akhir pekan ini, kondisi fisiknya belum 100 persen,” tambah Tardozzi.

    Tardozzi menegaskan bahwa kru pabrikan Borgo Panigale akan terus bekerja keras di setiap seri agar sang pembalap merasa semakin nyaman di atas motor Desmosedici, mengingat proses pemulihan cedera Marquez masih terus berjalan. “Dia adalah seorang juara sejati, dan dia mampu melakukan balapan serta akhir pekan yang luar biasa seperti yang dia tunjukkan di sini.”

    Kemenangan luar biasa Marquez di Hungaria ini menjadi kemenangan ketiga bagi kubu Ducati sepanjang musim 2026, di mana paruh pertama musim ini justru cenderung didominasi oleh ketangguhan motor Aprilia.

    Menatap dua seri ke depan di Sirkuit Brno (Ceko) dan Assen (Belanda), Tardozzi memprediksi Aprilia masih akan memegang keunggulan trek. Namun, ia tetap optimis dengan potensi motor utama mereka.

    “Kami sangat yakin bahwa kami selalu memiliki motor yang kompetitif sejak awal tahun. Namun, kita juga harus mengakui bahwa rival kami yang memimpin klasemen saat ini melakukan pekerjaan yang fantastis. Saat ini level kami setara, dan di beberapa sirkuit berikutnya mungkin mereka yang diuntungkan, sementara di sirkuit lain giliran kami yang akan unggul,” jelasnya.

    Last…Berkat tambahan 25 poin penuh dari bumi Hungaria, Marc Marquez sukses memangkas jarak poin secara signifikan di papan klasemen. Datang ke Balaton Park dengan ketertinggalan 102 poin, kini pembalap nomor 93 tersebut berhasil memotong defisit menjadi 72 poin dari sang pemuncak klasemen sementara yang menunggangi Aprilia, Marco Bezzecchi. Hasil ini sekaligus menegaskan bahwa sang juara bertahan menolak untuk dicoret dari perburuan gelar juara dunia 2026…(iwb)

  • Terbongkar Kenapa Veda sulit di Hongaria…” Aku kehabisan Ban…” !!

    Terbongkar Kenapa Veda sulit di Hongaria…” Aku kehabisan Ban…” !!

    Iwanbanaran.com – Cak… seri kedelapan Moto3 2026 yang digelar di Sirkuit Balaton Park, Hungaria, akhir pekan kemarin (7/6/2026) bener-bener jadi ujian berat buat pembalap muda kebanggaan tanah air, Veda Ega Pratama. Sempat bikin kita optimis lewat performa apiknya di awal sesi latihan, rider besutan Honda Team Asia ini harus legawa finis di posisi ke-16 dan gagal membawa pulang poin berharga. Selepas balapan, Veda secara blak-blakan membongkar semua rintangan yang bikin dia kerepotan menjinakkan sirkuit baru sepanjang 4,08 kilometer tersebut. Nah, berikut rangkuman analisis dari IWB, monggo disimak Cak!

    Balaton Park ini adalah sirkuit gres yang baru pertama kali dicicipi oleh Veda. Selain belum hafal betul lekuk-lekuknya, kondisi aspal ternyata kurang bersahabat. Layout sirkuit yang punya 17 tikungan dengan kombinasi chicane (tikungan zigzag) rapat bener-bener menguras fisik. IWB mencatat, petaka sebenarnya berawal pada hari Sabtu pagi. Veda sempat mengalami lowside crash di Tikungan 3 yang membuat motornya lumayan babak belur. Proses perbaikan di paddock memakan waktu lama, sehingga Veda kehilangan sisa waktu berharga di sesi tersebut.

    Dampaknya fatal banget, Cak. Tim mekanik jadi kehilangan momen krusial untuk melakukan race simulation (simulasi balapan). Alhasil, mereka kekurangan data penting mengenai ketahanan ban dan setelan final motor untuk hari Minggu. Gara-gara nggak punya data simulasi balap, tim terpaksa meraba-raba setelan motor. Sialnya lagi, saat race day, cuaca di sirkuit mendadak berubah jadi jauh lebih panas. Kombinasi setelan yang kurang matang dan suhu aspal yang menyengat langsung bikin sektor pengereman motor Honda NSF250RW milik Veda terasa kedodoran sejak lap-lap awal…

    Padahal kalau sampeyan intip jalannya start, performa Veda bener-bener gila. Start dari posisi ke-9, dia langsung melesat merangsek ke barisan depan di posisi ke-6. Sayang seribu sayang, momentum emas itu langsung buyar setelah ia harus menjalani hukuman Long Lap Penalty (LLP) di Lap ke-3 akibat insiden di sesi sebelumnya. Menjalani LLP di sirkuit sempit seperti Balaton Park otomatis melempar posisinya ke urutan 17 dan tertinggal jauh dari rombongan depan. Saat mencoba push habis-habisan untuk mengejar ketertinggalan, Veda malah terlibat duel sengit dengan pembalap papan bawah yang justru bikin bannya makin tersiksa.

    “Pas balapan, kesulitannya ya mungkin karena pertama kali juga saya balap di situ. Terus, sirkuitnya memang sulit karena banyak chicane dan juga grip-nya tidak terlalu bagus. Akhirnya tidak ada setelan yang siap untuk race, karena memang belum sempat simulasi race. Terus saat balapan kondisi lebih panas dan saya kesulitan saat mengerem. Setelah long lap saya tertinggal ke belakang, terus saya juga sempat bertarung dengan rider di belakang dan sempat naik posisinya. Sayang saya kehabisan grip ban dan ya susah,” keluh Veda.

    Balapan itu sendiri akhirnya harus dihentikan lebih awal (Red Flag) di lap terakhir menyusul crash horor yang melibatkan beberapa pembalap. Berdasarkan regulasi, hitungan finis diambil dari lap sebelumnya, dan Veda dinyatakan finis di posisi ke-16. Akibat pulang dengan tangan hampa dari Hungaria, posisi Veda di klasemen sementara Moto3 2026 terpaksa melorot dari peringkat 3 ke peringkat 6 dengan raihan 71 poin. Yang bikin makin nyesek, takhta puncak klasemen Rookie of the Year yang sempat dipegang Veda kini direbut oleh rival terdekatnya, Brian Uriarte (72 poin), dengan selisih tipis cuma 1 angka!

    Last…. balapan di Balaton Park kemarin bener-bener jadi learning curve alias pelajaran yang mahal banget buat seorang rookie seperti Veda Ega Pratama. Secara speed, bocah kita ini sejatinya punya potensi luar biasa dan mampu jabanin pembalap Eropa di barisan depan. Hanya saja, manajemen weekend balap dan adaptasi cepat saat ada kendala darurat memang masih perlu dipoles lagi. Tapi Perjalanan musim 2026 masih panjang, masih banyak sirkuit klasik seperti Brno di Ceko (19-21 Juni) yang menanti di depan mata. Kita doakan semoga Veda dan Honda Team Asia bisa segera bangkit. Semangat Veda, Gazzz !! (iwb)

  • Dokter Bedah Marquez Dr. Costa: ” Penderitaan membuatnya jadi Ksatria ” !!

    Dokter Bedah Marquez Dr. Costa: ” Penderitaan membuatnya jadi Ksatria ” !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Kemenangan bersejarah Marc Marquez di Grand Prix Hongaria 2026, yang sekaligus menandai kemenangan ke-100 sepanjang kariernya di semua kelas Kejuaraan Dunia, terus menuai kekaguman dari berbagai tokoh penting di dunia motorsport. Salah satu ulasan yang paling mendalam datang dari Dr. Claudio Costa, dokter ikonik sekaligus pendiri Clinica Mobile yang telah merawat ratusan pembalap legenda selama berdekade-dekade. Bagi Dr. Costa, pencapaian luar biasa The Baby Alien di Sirkuit Balaton Park bukan sekadar menambah angka dalam buku statistik. Lebih dari itu, ini adalah bukti nyata dari kemenangan jiwa manusia atas ujian fisik dan mental yang sangat ekstrem.

    Menurut Dr. Costa, periode-periode sulit yang dilalui Marquez akibat cedera parah pada lengan kanannya sejak tahun 2020—yang membutuhkan serangkaian operasi besar dan fase pemulihan yang sangat panjang—sama sekali tidak melemahkan pembalap asal Spanyol tersebut. Sebaliknya, proses menyakitkan itu justru mengubah watak dan kekuatannya secara total.

    “Penderitaan telah membentuknya menjadi seorang ksatria yang tak terkalahkan (an invincible knight),” ujar Dr. Costa saat mengulas kebangkitan magis pembalap bernomor 93 tersebut.

    Dr. Costa menjelaskan beberapa poin penting mengapa Marquez kini menjadi sosok yang berbeda:

    • Mentalitas yang Kebal: Pembalap biasa mungkin akan menyerah atau kehilangan kecepatan mereka setelah mengalami trauma fisik yang begitu berat. Namun, Marquez menggunakan penderitaan tersebut sebagai “bahan bakar” untuk membentuk mental yang lebih kuat.

    • Gaya Balap yang Matang: Di lintasan, Marquez yang sekarang bukan lagi sekadar pembalap muda yang mengandalkan bakat alami yang agresif. Ia telah bertransformasi menjadi seorang pahlawan sirkuit yang penuh perhitungan, tenang, dan memiliki ketahanan mental yang sulit digoyahkan oleh para rivalnya.

    Last….Kemenangan ke-100 Marquez ini diraih lewat aksi memukau di Grand Prix Hongaria. Ia memamerkan gaya berkendara yang sangat rapi dan cerdik dalam memanfaatkan peluang, terutama setelah insiden tabrakan besar yang menyingkirkan beberapa pembalap utama termasuk Jorge Martin dan Marco Bezzecchi. Bagi komunitas MotoGP, ulasan dari Dr. Costa ini semakin mempertegas naratif bahwa Marc Marquez telah berhasil menyelesaikan salah satu kisah kebangkitan (comeback) paling agung dalam sejarah olahraga modern. Dari titik terendah di mana ia hampir pensiun akibat cedera yang mengancam kariernya, kini ia kembali berdiri megah sebagai ksatria yang tak tertandingi di atas lintasan. Piye menurut sampeyan cak…setuju dengan opini dokter bedah Costa ?? (iwb)

  • Cetak Sejarah! Marc Marquez Jadi Pembalap Ke 3 yang Tembus 100 Kemenangan Grand Prix !!

    Cetak Sejarah! Marc Marquez Jadi Pembalap Ke 3 yang Tembus 100 Kemenangan Grand Prix !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pembalap legendaris Marc Marquez resmi menorehkan namanya dalam buku sejarah emas Kejuaraan Dunia Balap Motor. Lewat kemenangan gemilang di Grand Prix Hongaria yang digelar di Sirkuit Balaton Park, sang The Baby Alien kini resmi mengoleksi 100 kemenangan sepanjang kariernya di semua kelas (125cc/Moto3, 250cc/Moto2, dan 500cc/MotoGP). Pencapaian ini menempatkan Marquez ke dalam klub elite yang sangat eksklusif. Sepanjang sejarah balap motor dunia, kini hanya ada tiga pembalap yang mampu menembus angka tiga digit atau 100 kemenangan Grand Prix…!!

    Sebelum Marquez, rekor fantastis ini hanya bisa diraih oleh dua legenda besar asal Italia, yaitu Giacomo Agostini dengan rekor 122 kemenangan (atau 123 jika menghitung kelas 750cc pada tahun 1977), dan musuh bebuyutan sekaligus ikon MotoGP, Valentino Rossi, yang mengoleksi 115 kemenangan.

    Peta Persaingan di Kelas Utama (Premier Class)

    Meski Marquez sukses menyentuh angka 100 kemenangan secara total di semua kelas, statistik di kelas utama (500cc/MotoGP) menunjukkan dinamika yang berbeda. Hingga saat ini, belum ada satu pun pembalap dalam sejarah yang mampu mencetak 100 kemenangan hanya di kelas tertinggi saja.

    Di kelas premier, Valentino Rossi masih kokoh memegang takhta tertinggi sebagai pembalap dengan kemenangan terbanyak, yaitu 89 kemenangan. Marc Marquez menguntit di posisi kedua dengan 74 kemenangan, disusul oleh Giacomo Agostini di tempat ketiga dengan 68 kemenangan.

    Berikut adalah daftar pembalap dengan kemenangan terbanyak khusus di kelas premier (500cc/MotoGP):

    1. Valentino Rossi – 89 kemenangan

    2. Marc Marquez – 74 kemenangan

    3. Giacomo Agostini – 68 kemenangan

    4. Mick Doohan – 54 kemenangan

    5. Jorge Lorenzo – 47 kemenangan

    6. Casey Stoner – 38 kemenangan

    7. Mike Hailwood – 37 kemenangan

    8. Dani Pedrosa – 31 kemenangan

    9. Eddie Lawson – 31 kemenangan

    10. Francesco Bagnaia – 31 kemenangan

    11. Kevin Schwantz – 25 kemenangan

    Last…Kemenangan ke-100 Marquez ini diraih di tengah balapan dramatis di Hongaria, di mana ia berhasil memanfaatkan situasi pelik setelah insiden tabrakan beruntun yang melibatkan Jorge Martin dan Marco Bezzecchi yang turut menyeret total lima pembalap. Marquez menunjukkan kematangan luar biasa dengan membawa pulang podium tertinggi sekaligus mengamankan tonggak sejarah baru dalam kariernya yang penuh dengan pasang surut akibat cedera di masa lalu. Dengan usia dan performa yang kembali kompetitif, publik kini menanti apakah Marquez mampu mengejar rekor 115 kemenangan milik Valentino Rossi atau bahkan mendekati rekor sepanjang masa milik Giacomo Agostini di masa depan. Satu yang pasti, nama Marc Marquez kini semakin tidak tergoyahkan sebagai salah satu pembalap terhebat yang pernah ada di dunia motorsport. Gooo Marc !! (iwb)

  • Memanas…Banding tim Leopard di tolak, Pertimbangkan bawa ke CAS !!??

    Memanas…Banding tim Leopard di tolak, Pertimbangkan bawa ke CAS !!??

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Kabar Buruk bagi Leopard: FIM Tolak Upaya Banding! Panel Juri Banding (Stewards’ Appeal Panel) memperkuat keputusan awal dan menolak banding dari tim. Leopard kini tidak punya pilihan selain mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Waah makin mawuttt cakkk….

    Berita besar hari ini di kelas Moto3 adalah didiskualifikasinya Adrien Fernandez dari GP Thailand, Brasil, Austin, Jerez, Le Mans, dan Barcelona. Ini merupakan pukulan telak bagi Tim Leopard yang kini terpaksa menghadapi kemunduran yang signifikan. Kendati demikian, pihak tim tidak tinggal diam dan segera mengajukan banding atas keputusan tersebut. Alasan mereka adalah….tidak ada bukti khusus mereka cheating. Berikut pernyataan resmi tim Leopard..

    ” Leopard Racing mengakui keputusan yang dikeluarkan oleh Panel Steward FIM MotoGP™ mengenai mesin #810 dan #811 dan perubahan hasil Grand Prix Thailand, Brasil, Spanyol, Prancis, dan Catalunya untuk pembalap #31 Adrián Fernández.

    Tim dengan hormat tidak setuju dengan kesimpulan yang dicapai dan menegaskan bahwa mereka telah memulai semua prosedur yang tersedia berdasarkan peraturan yang berlaku untuk melindungi hak-hak mereka dan hak-hak pembalapnya, sambil mengevaluasi, bersama dengan penasihat hukum mereka, langkah-langkah selanjutnya yang akan diambil.

    Leopard Racing selalu beroperasi sepenuhnya sesuai dengan peraturan teknis dan olahraga Kejuaraan Dunia Moto3™ dan dengan tegas menolak anggapan bahwa mesin apa pun telah dibuka atau dimodifikasi tanpa izin.

    Juga dicatat bahwa inspeksi teknis yang dilakukan pada dua mesin tidak mengidentifikasi komponen ilegal, modifikasi peningkatan performa, bagian yang tidak sesuai, atau elemen teknis yang bertentangan dengan peraturan Moto3™.

    Selanjutnya, mesin yang digunakan selama Grand Prix Italia di Mugello telah menjalani pemeriksaan teknis yang ekstensif dan dinyatakan sepenuhnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

    Perselisihan saat ini hanya menyangkut interpretasi elemen-elemen tertentu yang berkaitan dengan sistem penyegelan mesin dan kesimpulan yang diambil dari pengamatan tersebut. Leopard Racing percaya bahwa sejumlah pertanyaan teknis dan prosedural yang signifikan masih belum terselesaikan, termasuk metodologi yang digunakan untuk menetapkan dugaan pelanggaran dan proporsionalitas sanksi yang dikenakan. Lebih lanjut dicatat bahwa tidak ada perwakilan tim yang hadir selama inspeksi ini.

    Tim menganggap bahwa tidak ada bukti yang jelas yang disajikan untuk menetapkan apakah dan kapan dugaan pelanggaran tersebut dikatakan telah terjadi, atau indikasi bahwa keuntungan teknis atau olahraga apa pun telah diperoleh.

    Leopard Racing akan terus mempertahankan posisinya melalui semua saluran yang tersedia, dengan tekad dan keyakinan akan kebenaran tindakannya, sambil tetap menghormati lembaga olahraga yang terlibat.

    Terakhir, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada para pembalap, mitra, sponsor, dan penggemar kami atas kepercayaan dan dukungan mereka yang berkelanjutan selama proses ini..”

    • Leopard Racing

    Namun, dalam satu jam terakhir, Juri Banding FIM resmi menolak banding tim tersebut, sekaligus mengonfirmasi keputusan awal: yakni diskualifikasi sang pembalap dari enam seri GP pertama.

    Berikut adalah pernyataan resminya:

    Direktur Teknis telah menetapkan, berdasarkan inspeksi fisik, bukti yang diberikan oleh pihak pabrikan, serta pemeriksaan segel mesin, bahwa integritas sistem penyegelan resmi yang telah disetujui telah dilanggar dan mesin bernomor #810 telah dibuka tanpa izin. Sesuai dengan Pasal 2.6.3.3.13(c), mesin dengan segel pengaman yang rusak, diotak-atik, atau hilang dianggap sebagai mesin yang dibangun ulang (rebuilt) dan harus diperlakukan sebagai mesin baru dalam alokasi mesin untuk pembalap.

    Mesin tersebut sebenarnya telah menyelesaikan masa pakainya dan telah dihapus dari alokasi pembalap sesuai dengan prosedur standar akhir masa pakai. Namun, temuan berikutnya yang menunjukkan bahwa segel pengaman telah diotak-atik dan mesin telah dibuka tanpa izin mengharuskan mesin ini dianggap telah dibangun ulang, sehingga dihitung sebagai mesin tambahan dalam alokasi pembalap. Konsekuensinya, mesin #810 dihitung satu kali untuk penggunaannya selama masa pakai aslinya, dan dihitung untuk kedua kalinya berdasarkan dugaan pembangunan ulang sesuai dengan Pasal 2.6.3.3.13(c).

    Oleh karena itu, mesin #810 digunakan sebagai mesin yang dialokasikan dan, setelah adanya ketetapan bahwa sistem penyegelan pengaman resmi telah dilanggar, maka berdasarkan Pasal 2.6.3.3.13(c), mesin tersebut dianggap sebagai mesin yang dibangun ulang dan diperlakukan sebagai mesin baru dalam alokasi pembalap. Akibatnya, alokasi mesin untuk pembalap tersebut diubah.

    Keputusan Direktur Teknis ini didasarkan secara eksklusif pada fakta yang terbukti bahwa integritas sistem penyegelan resmi telah dilanggar dan mesin-mesin tersebut telah dibuka tanpa izin.

    Juri FIM MotoGP (FIM MotoGP Stewards) setuju dengan penerapan Regulasi Teknis seperti yang ditentukan oleh Direktur Teknis beserta konsekuensi terkait alokasi mesin yang diatur dalam Pasal 2.6.3.3.13(c).

    Panel Juri FIM MotoGP menilai bahwa campur tangan tanpa izin terhadap sistem penyegelan teknis yang sah merupakan tindakan yang merugikan kepentingan acara atau olahraga tersebut sesuai dengan Pasal 3.3.2.2.

    Panel Juri Banding FIM MotoGP merujuk pada Pasal 2.4.5.3(3), di mana penyerahan sepeda motor pada saat Pemeriksaan Teknis (Technical Scrutineering) merupakan pernyataan implisit tentang kepatuhan terhadap regulasi teknis.

    Tanggung jawab untuk mempersiapkan sepeda motor agar mematuhi semua regulasi teknis dan keselamatan berada sepenuhnya di tangan tim.

    Panel Juri Banding FIM MotoGP menyatakan puas dengan penjelasan yang diberikan oleh Direktur Teknis beserta staf teknis, serta oleh teknisi dari perusahaan yang bertanggung jawab membantu produsen mesin, serta mengenai prosedur terkait, termasuk penyerahan foto-foto tambahan yang memperlihatkan kondisi segel dan bagian internal mesin.

    Pihak Tim tidak dapat memberikan penjelasan yang meyakinkan mengenai kondisi segel pengaman beserta bukti-bukti relevan yang menunjukkan bahwa telah dilakukan tindakan invasif di dalam mesin.

    Sistem penyegelan resmi merupakan bagian integral dari regulasi daya tahan mesin Moto3 dan merupakan mekanisme untuk memverifikasi kepatuhan terhadap batasan alokasi dan pembangunan ulang mesin. Dengan menyerahkan mesin yang segel pengamannya telah diotak-atik dan dibuka tanpa izin, tim telah menyerahkan materi yang kepatuhannya terhadap regulasi tidak bisa lagi diverifikasi.

    Begitu integritas tersebut dilanggar, Direktur Teknis tidak bisa lagi memastikan dengan penuh keyakinan bahwa mesin tetap berada dalam kondisi semula saat pertama kali disetujui dan dialokasikan.

    Sudah menjadi prinsip baku dalam Regulasi Kejuaraan Dunia Grand Prix FIM bahwa hasil balapan harus didasarkan pada peralatan yang kepatuhannya dapat diverifikasi. Ketika tindakan tim/peserta membuat verifikasi tersebut menjadi tidak mungkin dilakukan, maka hasil olahraga yang diraih tidak dapat dianggap cukup andal untuk tetap dipertahankan dalam klasemen.

    Keputusan Berdasarkan alasan-alasan yang dikemukakan di atas, Komisaris Banding FIM memutuskan:

    • Memperkuat keputusan yang dikeluarkan oleh Juri FIM MotoGP™;

    • Menolak banding yang diajukan.

    Sesuai dengan Pasal 3.4.4, 3.7.2.2, 3.7.2.3, dan 3.7.2.4 dari Regulasi Kejuaraan Dunia Grand Prix FIM, tim memiliki hak untuk menyanggah keputusan Komisaris Banding FIM ini di hadapan Pengadilan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dan selanjutnya, jika diperlukan, di hadapan pengadilan selanjutnya. Pemberitahuan banding harus diajukan dalam waktu 5 hari sejak tanggal dan waktu notifikasi ini dikeluarkan…

    Yesss…itu cak isi resmi penolakan banding. Kini untuk iktiar final tim Leopard bisa mengajukan final banding ke CAS atau Pengadilan Arbitrase Olahraga. Hanya saja dari pengalaman masa lalu CAS ini akan inline dengan keputusan FIM MotoGP Stewards. Kasus yang pernah terjadi pada Rossi saat dituduh menendang Marquez hingga harus start paling belakang di Valencia juga ditolak oleh CAS. Jadi sepertinya tim Leopard harus merelakan perjuangan mereka untuk tidak banding karena justru akan membuat mereka makin tak menentu…(iwb)

  • Update Klasemen Sementara Moto3 Hongaria 2026…Veda Ega tertekan !!

    Update Klasemen Sementara Moto3 Hongaria 2026…Veda Ega tertekan !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, harus rela turun ke posisi keenam klasemen sementara Moto3 2026 setelah gagal meraih poin di seri Hungaria, Minggu (7/6/2026). Veda yang start dari posisi 9 dan sempat merangsek ke 6….akhirnya harus puas finis di urutan 16 setelah terkena hukuman long lap penalty. Inilah Update Klasemen Sementara Moto3 Hongaria…Veda Ega tertekan !! (more…)

  • Moto3 Hongaria : Penalti Paksa Veda Ega terpuruk ke 16, Moto3 Balaton Bencana !!

    Moto3 Hongaria : Penalti Paksa Veda Ega terpuruk ke 16, Moto3 Balaton Bencana !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Balapan Moto3 Hongaria 2026 di Sirkuit Balaton Park berlangsung penuh drama dan ketegangan sepanjang 20 lap. Diwarnai dengan insiden Red Flag di lap terakhir, pembalap muda Maximo Quiles sukses mengamankan podium tertinggi. Di sisi lain, pembalap andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, harus puas finis di posisi ke-16 setelah berjuang keras melewati hukuman Long Lap Penalty (LLP).

    Balapan dimulai dalam kondisi lintasan yang kering dengan suhu permukaan trek mencapai 42°C. David Almansa, yang memilih kombinasi ban Soft-Medium, memulai balapan dari posisi terdepan (pole position).

    Sementara itu, Veda Ega Pratama yang start dari grid ke-9 dengan kombinasi ban Soft-Soft, langsung melakukan start yang sangat impresif. Sesaat setelah lampu start padam, Veda langsung melesat dan sempat merangsek naik ke posisi ke-6. Di saat yang sama, beberapa pembalap seperti Guido Pini, Hakim Danish, dan Moodley langsung terlibat kecelakaan (crash) di awal lap.

    Memasuki lap ke-3, Veda mendapatkan instruksi resmi untuk menjalankan hukuman Long Lap Penalty (LLP). Eksekusi LLP di lap ke-4 ini memaksa pembalap asal Gunungkidul tersebut melorot jauh hingga ke posisi ke-17, tepat di belakang Ryusei Yamanaka.

    Meski terlempar ke barisan belakang, Veda tidak menyerah. Mengandalkan performa ban barunya, ia perlahan merangkak naik ke posisi 16, lalu masuk ke zona poin di posisi ke-15 pada lap ke-7, menempel ketat Joel Kelso.

    Di barisan depan, David Almansa sempat memimpin jalannya balapan sebelum akhirnya diambil alih oleh Maximo Quiles pada lap ke-8. Quiles terus konsisten menjaga jarak aman sekitar 1,6 detik di depan Almansa hingga memasuki lap-lap akhir. Di belakang mereka, persaingan sengit untuk memperebutkan podium ketiga terjadi antara Ruche Moodley (kembali setelah crash), Jakob Salmela, David Muñoz, dan Angel Piqueras.

    Menjelang akhir balapan, performa ban Veda tampaknya mulai menurun. Posisinya sempat melorot ke peringkat 18 pada lap 14, bahkan hingga ke posisi 19 pada lap 18.

    Drama puncaknya terjadi pada lap terakhir. Sebuah kecelakaan hebat yang melibatkan tiga pembalap memaksa steward mengibarkan bendera merah (Red Flag), yang sekaligus menghentikan balapan secara prematur.

    Berdasarkan regulasi, hasil balapan dihitung mundur ke lap sebelumnya. Maximo Quiles pun resmi dinyatakan sebagai pemenang Moto3 Hongaria 2026, diikuti oleh David Almansa di posisi kedua. Sementara itu, Veda Ega Pratama diputuskan finis di posisi ke-16, tepat satu strip di luar zona poin.

    Last….Meski gagal membawa pulang poin dari seri Hongaria ini, posisi Veda Ega Pratama di klasemen sementara Kejuaraan Dunia Moto3 2026 masih tergolong aman. Saat ini, Maximo Quiles semakin kokoh memimpin klasemen dengan total 170 poin, sedangkan Veda Ega Pratama tertahan di peringkat ke-6 dengan koleksi 71 poin. Perjalanan musim masih panjang, dan Veda masih memiliki banyak kesempatan untuk kembali bertarung di barisan depan pada seri berikutnya. Gooo Veda !!! (iwb)

  • Perang ditabuh….Fernandes dan Tim Leopard Racing Lawan Hukuman diskualifikasi Moto3…!!

    Perang ditabuh….Fernandes dan Tim Leopard Racing Lawan Hukuman diskualifikasi Moto3…!!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…seperti yang sampeyan semua tahu, Dunia Moto3 diguncang skandal besar jelang balapan utama GP Hungaria. Pembalap andalan Leopard Racing, Adrian Fernandez, secara resmi didiskualifikasi dari enam seri awal musim 2026 (Thailand, Brasil, Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, dan Catalunya). Keputusan ini dijatuhkan oleh FIM MotoGP Stewards. Akibat hukuman ini, posisi Fernandez yang semula berada di peringkat ketiga klasemen langsung anjlok ke posisi 19. Ia hanya menyisakan poin dari finis keempat di Mugello pekan lalu (13 poin). Namun kabar terbaru ternyata Fernandes dan Tim Leopard Racing Lawan Hukuman diskualifikasi Moto3…!! Waahh panass cakkk…

    Kasus ini bermula dari investigasi teknis terhadap dua unit mesin Honda NSF250RW milik Adrian Fernandez…

    Unit Mesin Inspeksi Temuan
    Mesin #810 Setelah GP Prancis Segel mesin dibuka dalam prosedur rutin oleh Honda, ditemukan kejanggalan pada kawat segel (wire seals) yang tidak sesuai standar, plus indikasi manipulasi pada stiker pengaman. Kesimpulan: Mesin telah dibuka tanpa izin.
    Mesin #811 Setelah GP Mugello Disita FIM dan dibongkar di bawah pengawasan Technical Director (3 Juni 2026). Ditemukan anomali serupa.

    Berdasarkan regulasi teknis Moto3 Pasal 2.6.3.3.13(c), mesin yang segelnya rusak atau dimanipulasi akan dianggap sebagai mesin baru/rebuilt. Penggunaan mesin ilegal ini berujung pada diskualifikasi total dari balapan terkait.

    Leopard Racing Lawan: “Tidak Ada Perwakilan Tim Saat Inspeksi”

    Namun Tim asal Italia itu tidak tinggal diam. Leopard Racing merilis pernyataan resmi yang keras dan menyatakan “perang” hukum untuk membela integritas tim dan pembalapnya. Berikut poin-poin utama pembelaan mereka:

    Poin Pernyataan Leopard Racing
    Nol Komponen Ilegal Tidak ditemukan satu pun komponen ilegal, tidak ada modifikasi pendongkrak performa, dan tidak ada part yang menyalahi regulasi. Mesin 100% standar Moto3.
    Hanya Perbedaan Interpretasi Kasus ini murni masalah perbedaan interpretasi mengenai kondisi sistem penyegelan fisik mesin, bukan tindakan kecurangan teknis.
    Prosedur Inspeksi Dipertanyakan Tidak ada perwakilan tim yang dihadirkan saat inspeksi pembongkaran mesin oleh pabrikan dan FIM.
    Tanpa Bukti Kuat FIM tidak bisa menyodorkan bukti konkret kapan dan bagaimana pelanggaran itu terjadi, serta apa keuntungan kompetitif yang didapatkan tim.

    “Leopard Racing selalu beroperasi dalam batasan ketat regulasi teknis dan olahraga Moto3. Kami menolak keras segala sugesti bahwa mesin telah dibuka tanpa izin. Kami akan terus membela posisi kami melalui semua jalur hukum yang tersedia.”
    — Pernyataan Resmi Leopard Racing

    Banding Pertama Ditolak

    Meskipun Leopard Racing sempat mengajukan banding sesaat setelah keputusan keluar, FIM dikabarkan telah menolak banding pertama tersebut. Alasannya: tim dianggap belum bisa memberikan penjelasan yang kokoh (robust explanation) terkait rusaknya segel mesin. Namun, Leopard dipastikan tidak akan berhenti di sini. Mereka siap membawa kasus ini ke pengadilan olahraga yang lebih tinggi cak…

    Dampak pada Klasemen dan Reputasi

    Sebelum Diskualifikasi Setelah Diskualifikasi
    Peringkat 3 klasemen Peringkat 19 klasemen
    Poin dari 6 seri (detail tidak disebutkan) Hanya 13 poin (dari Mugello)

    Kasus ini menjadi preseden serius di kelas Moto3. Taruhannya bukan hanya nasib poin Adrian Fernandez, tetapi juga reputasi Leopard Racing—salah satu tim tersukses di kelas ringan dengan koleksi gelar juara dunia bersama Danny Kent, Joan Mir, Lorenzo Dalla Porta, dan Jaume Masia.

    Analisis: Apakah Hukuman Ini Adil?

    Dari kasus ini, ada dua sisi yang perlu dicermati:

    Sisi FIM Sisi Leopard Racing
    Menjaga sakralitas regulasi mesin tunggal. Segel rusak = pelanggaran, apapun alasannya. Tidak ada komponen ilegal, hanya masalah administrasi segel. Prosedur inspeksi juga dipertanyakan.

    Jika Leopard Racing berhasil membuktikan bahwa tidak ada niat kecurangan dan prosedur FIM cacat, hukuman ini bisa dibatalkan. Namun, jika FIM konsisten, ini akan menjadi peringatan keras bagi semua tim Moto3 untuk lebih berhati-hati dalam pengelolaan segel mesin.

    Last….Dengan diskualifikasi Adrian Fernandez, secara otomatis posisi Veda Ega Pratama di klasemen Moto3 2026 akan naik. Fernandez sebelumnya berada di posisi 3 dengan poin yang cukup jauh. Kini, ia tersungkur ke posisi 19. Ini membuka peluang bagi Veda untuk terus mendekati papan atas klasemen. IWB akan terus memantau perkembangan kasus ini. Apakah banding Leopard Racing akan dikabulkan? Ataukah hukuman FIM tetap berlaku? Satu hal yang pasti: dunia balap Moto3 sedang panas cakkkk !!! (iwb)

  • MotoGP Sprint Hongaria : The King is Back…Marc Marquez tak Tersentuh cakk !!!

    MotoGP Sprint Hongaria : The King is Back…Marc Marquez tak Tersentuh cakk !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Juara dunia bertahan, Marc Marquez, membuktikan kembali mentalitas juaranya dengan memenangkan balapan Tissot Sprint dalam Grand Prix Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park (6/6/2026). Kemenangan ini terasa luar biasa mengingat pembalap utama Ducati tersebut baru saja menjalani operasi pada bahu kanannya bulan lalu dan masih berada dalam proses pemulihan kebugaran fisik. Yup…The King is Back…Marc Marquez tak Tersentuh cakk !!!

    Sebelum akhir pekan ini dimulai, Marquez sempat meredam ekspektasi publik dengan menyatakan dirinya belum cukup bugar untuk memperebutkan podium. Namun, performa di atas lintasan menceritakan kisah yang sama sekali berbeda. Sang “Baby Alien” merebut posisi pole pada kualifikasi pagi hari dan mengonversinya menjadi kemenangan dominan dalam balapan sepanjang 13 lap tersebut.

    Sejak lampu start padam, Marc Marquez langsung melakukan holeshot sempurna dari posisi terdepan. Pembalap KTM, Pedro Acosta, menempel ketat di posisi kedua, sementara pemimpin klasemen sementara, Marco Bezzecchi (Aprilia), melakukan start brilian melesat dari posisi keenam menuju posisi ketiga di Tikungan 1.

    Keunggulan teknis Marquez langsung terlihat di lap-lap awal. Memasuki lap kedua, Marquez menjadi satu-satunya pembalap yang mampu menembus catatan waktu 1 menit 37 detik, tepatnya 1 menit 37,901 detik, menjadikannya pemilik Fastest Lap pada sesi Sprint ini. Sebagai perbandingan, lap terbaik Pedro Acosta berada di angka 1 menit 38,332 s.

    Kecepatan luar biasa tersebut membuat Marquez sukses membuka jarak hingga lebih dari dua detik di pertengahan balapan, sebelum akhirnya mengendurkan kecepatan di lap terakhir untuk mengamankan kemenangan dengan keunggulan 1,548 detik atas Acosta.

    Di posisi ketiga, Marco Bezzecchi berhasil mengamankan podium terakhir setelah menahan gempuran dari pembalap Gresini Ducati, Fermin Aldeguer, yang sayangnya melakukan kesalahan melebar di Tikungan 9 pada lap keempat. Kesalahan Aldeguer tersebut juga menguntungkan Raul Fernandez (Trackhouse Aprilia) yang naik dan finis di posisi keempat. Sementara itu, rival utama Bezzecchi di klasemen, Jorge Martin, harus puas finis di posisi keenam setelah sempat melebar memotong chicane saat mencoba menyalip pembalap LCR Honda, Diogo Moreira.

    Hasil Lengkap MotoGP Sprint Hungaria 2026 (Poin Teratas):

    1. Marc Marquez (Ducati) – 13 Lap (12 Poin)

    2. Pedro Acosta (KTM) +1.548s (9 Poin)

    3. Marco Bezzecchi (Aprilia) +2.722s (7 Poin)

    4. Raul Fernandez (Trackhouse Aprilia) +3.940s (6 Poin)

    5. Fermin Aldeguer (Gresini Ducati) +4.211s (5 Poin)

    6. Jorge Martin (Aprilia) +5.102s (4 Poin)

    Kemenangan Sprint ketiga bagi Marc Marquez di musim 2026 ini memberikan suntikan 12 poin penting dalam upayanya mengejar ketertinggalan di papan klasemen akibat absen dan pemulihan operasi.

    Di sisi lain, keberhasilan Marco Bezzecchi finis di depan Jorge Martin membuat pembalap Italia tersebut memperlebar jaraknya di puncak klasemen sementara kejuaraan dunia. Dengan konsistensi yang ditunjukkan oleh tim Aprilia dan kebangkitan dramatis dari Marc Marquez bersama Ducati, jalannya balapan utama (Main Race) pada hari Minggu dipastikan akan berlangsung sangat sengit.

    Last…Kemenangan di Balaton Park ini menjadi pesan tegas dari Marc Marquez kepada rival-rivalnya: bahkan dalam kondisi fisik yang belum 100 persen pasca operasi, insting membunuh sang juara dunia di atas lintasan tetap tidak terkalahkan. Piyee masih nyinyirin Marc waktunya pensiun ? wkwkwkwk….Goooo Marquezz !!! (iwb)

    2026 Hungarian MotoGP, Balaton Park – Sprint Race Results

    Pos Rider Nat Team Time/Diff
    1 Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP26) 13 laps
    2 Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16) +1.548s
    3 Marco Bezzecchi ITA Aprilia Racing (RS-GP26) +2.722s
    4 Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +3.973s
    5 Fermin Aldeguer SPA BK8 Gresini Ducati (GP25) +4.366s
    6 Jorge Martin SPA Aprilia Racing (RS-GP26) +5.708s
    7 Diogo Moreira BRA Pro Honda LCR (RC213V)* +6.285s
    8 Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +7.587s
    9 Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP26) +8.237s
    10 Fabio Di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP26) +8.469s
    11 Ai Ogura JPN Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +11.609s
    12 Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V) +12.07s
    13 Toprak Razgatlioglu TUR Pramac Yamaha (YZR-M1)* +14.173s
    14 Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1) +15.799s
    15 Joan Mir SPA Honda HRC Castrol (RC213V) +15.961s
    16 Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16) +16.376s
    17 Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1) +17.07s
    18 Iker Lecuona SPA BK8 Gresini Ducati (GP26) +17.381s
    19 Maverick Viñales SPA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +19.49s
    20 Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25) +20.662s
    21 Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1) +24.063s
    22 Cal Crutchlow GBR Castrol Honda LCR (RC213V) +30.947s