Iwanbanaran.com – Cakkkk…. Akhirnya setelah penuh perjuangan menghadapi serangan bot yang menggila di Warung IWB, per hari ini kita berhasil mengembalikan walaupun dibutuhkan biaya cukup besar karena kita harus upgrade server. Namun tidak ada masalah selama sampeyan masih mengunjungi warung ini, Iwanbanaran.com tentu akan tetap eksis untuk menginformasikan semua tentang otomotif karena kedatangan sampeyan di warung ini menjadi pelecut semangat. Nah…. Yang pertama IWB akan pembawa sampeyan untuk membahas satu poin yang cukup banyak meminta yakni adu Ganteng Aerox Turbo 2025 vs Old Aerox 2024….siapa lebih Sangarrr ??? perlukah kita ganti ke versi old ? simak foto detilnya dibawah ini…
Matur nuwun buat Yamaha SBW yang sudi mengundang IWB guna datang ke dealer besarnya. Karena pada akhirnya kita bisa membandingkan antara Aerox Turbo 2025 vs Old Aerox 2024. Karena IWB tahu sampeyan cukup penasaran dan inilah hasil komparasi yang bisa IWB lakukan. Yang pertama adalah raut muka. Untuk generasi 2025 bisa kita pastikan bentuk atau detil desain meningkat dibandingkan dengan sebelumnya. Walaupun banyak yang menuding Yamaha mencontek desain Vario, namun bagi IWB tudingan tersebut tidak tepat sebab jika kita plototin secara seksama karakternya betul-betul berbeda….
Generasi baru ini Yamaha merombak semua sudut casing. Lalu Lampu lebih di umpetin, DRL dipotong serta perombakan total di bagian casing depan samping belakang. Sekilas kita juga melihat Area stang lebih mepet ke body sehingga terkesan lebih padat. Sementara lampu sein juga dipindah dari sebelumnya di bagian Tebeng ditarik ke atas terintegrasi dengan headlamp. Semua ini sudah sesuai dengan Trawangan IWB. Keputusan tsb sebenarnya tidak lepas dari pro dan kontra. Karena tidak jarang banyak juga yang masih menyukai posisi lampu sein ditebeng. Walaupun sebenarnya keputusan tersebut positif karena justru meminimalis adanya kerusakan jika amit-amit terjadi kecelakaan. Keputusan akan menekan biaya tambahan karena lampu sein sudah tidak lagi di area yang rentan pecah….
Dari depan sekilas kita juga menemukan perbedaan di bagian fender. Shape bawah direvisi arah tekukannya. Termasuk di bagian samping berubah total. Apalagi di bagian area dashboard…. Betul-betul tidak ada kemiripan sama sekali karena perombakan termasuk frontal. Yang menjadi kekuatan generasi terbaru ini adalah keberanian designer Yamaha menyuguhkan inovasi spidometer yang terkesan Floating atau mengambang karena tidak terikat casing pada sisi kiri kanan. Jadi seolah-olah spedometer ini menyembul keluar dan arah display coba diatur supaya pengendara di belakangnya merasa nyaman untuk melihat. Dan ini cukup berhasil. Suatu kemewahan mungkin generasi sebelumnya unggul sebab plastik display yang lebih luas. Namun soal sangar serta garang generasi terbaru tak bisa dibantah lebih stand out….

Ini belum termasuk di mana generasi terbaru memiliki fitur yang lebih advance dari gen dua. Intip saja di mana Yamaha sudah membekali dengan rem double disk brake di saat sebelumnya Tromol, Y connect dengan kemampuan yang lebih Advance (GPS Google maps dll), semua lampu LED, riding mode serta Y-ECT. Kendati generasi lama tidak selamanya kalah mutlak sebab ketika gen 2 masih memiliki Parking brake lock, maka pada gen tiga kini telah hilang…. Jadi tidak ada lagi parking brake lock karena pengereman yang sudah berubah menjadi full double disk brake…..
Last…. Perombakan juga dilakukan di area belakang. Mungkin banyak yang menyukai desain lampu belakang sebelumnya yang model horizontal. Ya…. Tidak bisa dibantah desain lampu Aerox gen dua memang ganteng banget. Karakternya sangat kuat dengan identitas sebagai motor matic yang tanpa kompromi. Dan IWB sendiri setuju, hati cenderung lebih suka Aerox 2024 soal stoplamp. Tapi gen terbaru ini tidak bisa kita pandang buruk sebab keduanya memiliki karakteristik yang sangat kuat sebagai Matik yang memiliki desain tergagah di kelasnya saat ini. Semuanya memang selera namun harus kita akui itulah kelebihan Aerox 155 yang gagah, sporty dan racing look. So…Adu Aerox Turbo 2025 vs Old Aerox 2024….siapa lebih Sangarrr ??? menurut sampeyan piye cak…suka mana ?? monggo berikan komennya (iwb)


















































Comments
21 responses to “Foto Detil : New Aerox Turbo 2025 vs Old Aerox 2024….siapa lebih Sangarrr ???”
Satu yang sayang cak.. body belakang masih terkesan tumpuk2… Meskipun tujuannya utk menutupi atau sbg cover shock belakang…tpi sebaiknya ditipisin dikit
Maklumin aj body hasil kopi susu
MuuuuuuUUUuuuuehehehe…..
keren kok
Gk laku
Sepi di jalanan
MuuuuuuUUUuuuuehehehe…..
Tentu saja dua duanya cakep di tambah Turbo terbaik di kelasnya…salam yamaha semakin di depan π
Hasil copy paste
MuuuuuuUUUuuuuehehehe….
Tentu saja dua duanya cakep,jangan ragu untuk membeli ngaerok π
Hasil copy paste cak
MuuuuuuUUUuuuuehehehe…..
Yg jelas ondah semakin ketinggalan motor numpuk di gudang π
Klo H ketinggalan
Apakah Y pantasnya di sebut mogok
MuuuuuuUUUuuuuehehehe….
Dinamo arang pingin kek turbo keluar asap π
Ngacir duluan mlorot2 belakangan π
Disangar sangarin , ketemu V160 melipir kekiri π
Yahamvazzz klo mau kencang , kudu ditemplokin mesin esp pluz Hnd .
Jangan sampe beli mahal2 dipepet 110 CC
π
Namanya vaErox , mentok 115 kmh saja π
Masih dengan shock belakang kanan yg keluar 1 cman alias miring π
Mesin2 kadaluarsa yahamvazz yang dibungkus dengan plastik baru dan disebut New π
dewasalah sedikit mas…mas..
jangan mudah emosi sama tetangga sebelah
Secara tampilan g lebih suka aerox2025 cak…kesannya jd kaya R25 dibikin versi matic,cakeplah….kl stoplamp sih g suka versi dua2nya , cm yg versi baru ini kl diliat dr blkng jd ng tll keliatan kaya matic kesannya jd kaya motor batangan aja…
Cakep kabeh.. tinggal lihat duit..DP kredit atau ambil cash tunai..
Aerox= casio g shock, design tough, material premium, Vario 160 = SKMEI, Design ok, material kerupuk