Iwanbanaran.com – Cakkk….mungkin ini adalah berita tidak menyenangkan bagi haters Marc Marquez karena mantan manajer Suzuki yang sebelumnya bersama HRC memberikan penegasan perihal tren Motogp sekarang. Hengkangnya Marc dari Honda dan kemudian pembalap mantan Honda ini berpeluang gabung ke Gresini membuat Livio Suppo memberikan komentarnya bahwa seakan Marc masih menjadi the best rider Motogp. ” Jika Marquez ke Ducati, Motogp akan menjadi Balapan One Make Race ” !! serunya. Waahh seruu ikii. Simak pernyaan lengkap Suppo berikut ini cak….
Sampeyan pasti Livio Suppo bukan orang sembarangan di Motogp. Pengalamannya luar biasa karena Suppo telah menang bersama Ducati, Honda, dan berada di jalur yang tepat untuk meraih kemenangan bersama Suzuki, jika saja mereka tidak pensiun. Dia adalah orang yang tepat untuk diajak bicara mengenai keputusan Marquez meninggalkan Tokyo untuk menetap di Borgo Panigale, dengan segala pro dan kontra yang ditimbulkan dari keputusan tersebut. Manajer Turin menganalisisnya poin demi poin…..
“ Awalnya Aku yakin dan juga berharap, Marc akan bertahan di Honda. Aku pikir jika konsesi kepada pabrikan Jepang gol, aku yakin mereka bisa mengejar ketertinggalannya lebih cepat. Praktis Dorna sudah membantu Honda mempertahankan Marc. Tapi kenyataannya nggak sesimpel itu Sebenarnya aku tidak terkejut dengan pilihannya. Yang mengejutkan dia berani karena merelakan motor andalannnya dimasa lalu dan beralih pada tim satelit dengan motor berusia setahun lebih tua hanya untuk bersenang-senang lagi…
Tapi di sisi lain ia bisa dianggap tidak berterima kasih kepada pabrikan yang membuatnya menang. Secara obyektif, Marc mencoba, dia memberikan segalanya, dia sering terjatuh dan dia mungkin telah mencapai titik di mana dia ingin kembali kompetitif, juga karena tahun-tahun telah berlalu tapi tidak ada perubahan. Aku bisa memahaminya. Aku percaya jika seorang pembalap tidak ingin lagi membalap dengan motormu, tidak ada gunanya menahannya karena kalian berdua akan terluka….
” Marquez yang tidak mempercayainya berdampak buruk bagi citra Honda. Ketika tim Jepang berada di bawah tekanan, mereka menangani situasi dengan buruk, mungkin pada akhirnya lebih baik bagi mereka dengan cara ini karena mereka akan mampu mencoba membuat motornya berkembang dengan lebih sedikit ketegangan media namun kini mereka bisa bekerja lebih tenang. Marc mengatakan ini adalah keputusan yang sulit. AKu tahu prioritasnya sekarang adalah memiliki motor yang kompetitif….
” Tapi yang membuatku kita kuatir MotoGP berisiko menjadi kejuaraan tunggal Ducati, di disi lain aku sebenarnya berharap Marquez di KTM bukan Ducati dan ini akan lebih menarik. Kalian tahu semua orang mengatakan bahwa pada tahun 2025 Marc akan gabung ke KTM, tapi aku tidak akan menerima begitu saja, aku pikir dia ingin menunjukkan bahwa dia masih kompetitif dan kemudian menempatkan dirinya di pasar. Para fans tentu akan senang mengetahui apakah pebalap terkuat Desmosedici saat ini benar-benar ada atau akan dikalahkan oleh Marc…” tutup Suppo…(iwb)
Comments
17 responses to “Livio Suppo ” Jika Marquez ke Ducati, Motogp akan menjadi Balapan One Make Race ” !!”
Marc sudah tamat dg adanya banyak pembalap muda buktinya dihonda dia tidak berkembang lagi!
Cuma ada dua faktor
Marc wis end atau hondanya bos sok
Marc sudah capai n lampaui puncak gunung kejayaannya. Saatnya menuruni lembah menuju dataran rendah yang sesekali naek bukit kecil alias juara seri or pole or winning sprintrace. Walhasil sooner or later sampailah di dataran rendah tanpa terpaan angin kencang aka tekanan di paddock.
Salah bosss.. MM93 masih yg terbaik.motornya saja(REPSOL HRC) tidak bisa diajak kompetitif.buktinya??!walau payah motornya di motegi di trek basah pebalap ducati kewalahan.sayang 1/2 balapan dihentikan.jika tidaj,setidaknya Pecco posisi kedua bakal digerus oleh MARC
Marc akan masih bisa juara dunia tanpa Hnd
Hnd akan selalu jadi Sultan / Raja yang belum tergoyahkan dari singgasana .
Jangankan duc atau lainnya , Yahampasss saja butuh 20 tahun untuk menggapai level Sultan/raja yang dikuasai Hnd saat ini
Mueeeehehehehhehehe 😂
MotoGP adalah adu otak mekanik dan ilmu dari insyinyur pula. Bukan sekedar adu kencang motor lari di atas track
Apalagi adu microphone atau adu congor
MuuuuUUUuuuuehehehe……
Mm93 juga mulai maenan mikropon. Tunggu saja. KLOTHOK
Marc hanya sebatas refreshing di Ducati , yang pada akhirnya akan kembali kepelukan Sultan Hnd membangun dominator masa depan
Mueeeehehehehhehehe 😂
Janganlah Marc menggantungkan diri ke Honda. Begitu pula Honda janganlah berharap terus ke MM93.
Hidup itu seperti piston dalam silinder. Tidak stabil di atas terus. Atau di depan terus statis gak bergerak.
Tetapi Madju Mundur atau Naek Turun
Ennaaa bukannnn……???
Selalu aktif bergerak naek turun…
Mak slog oselog oselog oselog….gituuu
Lihatlah sejarah , Sultan Hnd selalu memiliki jurus merengkuh juara dunia dengan siapapun pembalapnya…bahkan jauh sebelum Marc ada.
Dengan Marc tentu banyak spesialnya , motor yang susah ditaklukkan namun bisa jinak oleh Marc . Bahkan sangat banyak rekor2 yang dipecahkan dan hanya Marc yang punya , itulah kombinasi spesial antara Hnd feat Marc.
Mueeeehehehehhehehe 😂
Keputusan terbaik untuk kedua belah pihak.
Kalau motor honda sudah kompetitif lagi, masih besar kemungkinan marc akan pulang.
Sabar,, kan belum pasti,, toh akan ada saatnya dia berbaju oren, tapi orennya dari Eropa
Seorang pembalap sejati uang adalah no 2 , yg paling tepat adalah motor yg cepat,/ kompetitif.
Betul pilihanmu Mac kamu memang cocok di motor yg super cepat untuk mendukung Skill & nyalimu…Top.👍
Akhirnya kayak Moto2,
Hrsnya tanya rosi yg mbahnya motogp
Marc dan Hnd tu sangatlah baik perpisahannya , karena mereka aka. Dipertemukan kembali setahun setelahnya.
Anya orang2 sekitar dan Haterss saja yang suka bikin heboh tapi gak manjur
Mueeeehehehehhehehe 😂