
Iwanbanaran.com – Cakkk…..Masa depan Marc Marquez di MotoGP akhirnya menemui titik terang setelah sang juara dunia bertahan resmi menandatangani perpanjangan kontrak berdurasi dua tahun bersama Ducati Corse. Pengumuman ini sekaligus mengakhiri spekulasi panjang yang sempat menahan tensi di paddock selama berbulan-bulan. Namun sebuah fakta menarik baru saja terungkap. Pembalap berjuluk The Baby Alien ini mengakui bahwa dirinya sempat melakukan pembicaraan dengan mantan tim yang membesarkan namanya, Honda (HRC), mengenai peluang reuni pada musim 2027 mendatang—saat regulasi baru mesin 850cc mulai diberlakukan.
Dalam sesi wawancara eksklusif bersama media Spanyol, DAZN, seusai gelaran GP Assen, Marquez tidak menampik adanya kontak dari kubu pabrikan sayap mengepak tersebut. Kendati demikian, pembalap bernomor start 93 ini menegaskan bahwa sejak awal fokus utamanya adalah bertahan di Ducati.
“Memang sempat ada obrolan informal (dengan Honda), tetapi saya tahu pasti bahwa saya ingin mendengar penawaran dari Ducati terlebih dahulu. Jika saya sudah merasa bahagia di suatu tempat, saya tidak ingin terjebak dalam situasi tarik-ulur untuk pindah ke sana kemari. Dan bersama Ducati, kami duduk bersama dan langsung menemukan kecocokan seketika.”
Hubungan emosional antara Marquez dan Honda memang sangat mendalam. Bergabung sejak kelas para raja pada tahun 2013, kerja sama keduanya membuahkan enam gelar juara dunia MotoGP. Honda bahkan tetap setia mendukung dan menghormati kontrak bernilai fantastis milik Marquez saat dirinya dihantam cedera parah pada periode 2020 silam.
Namun, penurunan performa motor RC213V yang drastis memaksa pembalap asal Cervera ini mengambil langkah berani: memutus kontrak lebih awal di akhir 2023, rela tampil tanpa gaji besar di Gresini Racing demi membuktikan kapasitasnya di atas Ducati spek tahun lalu, hingga akhirnya sukses menembus tim pabrikan Ducati Lenovo dan merengkuh gelar juara dunia kembali.
Kembali ke Honda di saat regulasi teknis MotoGP berubah total pada tahun 2027 dinilai banyak pihak sebagai jalan cerita yang sempurna. Marquez pun mengakui ada gairah tersendiri jika hal itu benar-benar terwujud. Namun, di usianya yang makin matang, ia memilih untuk bersikap realistis.
“Kembali ke Honda tentu akan menjadi cerita yang sangat romantis, dan jujur saja, saya sempat sangat menginginkannya,” aku Marquez.
“Namun, saya sudah mengambil terlalu banyak risiko di dalam lintasan. Ada kalanya Anda harus menimbang segala sesuatu menggunakan kepala (logika), bukan dengan hati, sama seperti keputusan terakhir yang saya buat saat memilih pergi (dari Honda). Dan terbukti, langkah itu berjalan sangat baik untuk saya.”
Last…dengan resminya kontrak baru ini, duet Marc Marquez dan Francesco Bagnaia dipastikan akan tetap menjadi pilar utama Ducati Corse untuk mengarungi musim kompetisi MotoGP 2027 dan 2028, sekaligus menutup pintu spekulasi reuni dini antara sang alien dengan Honda. Sayang sekali cak…(iwb)


Bastianini dikenal sebagai pembalap dengan gaya balap yang sangat halus dalam manajemen ban belakang, terutama di paruh kedua balapan. Namun, transisi dan pengembangan motor dalam satu-dua musim terakhir menuntut fleksibilitas yang luar biasa pada karakternya.

Iwanbanaran.com – Cakkk….Pembalap rookie andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, harus menelan pil pahit pada balapan utama Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit TT Assen, Minggu (28/6/2026) sore WIB. Sempat tampil memukau bahkan memimpin jalannya balapan, pembalap Honda Team Asia itu gagal membawa pulang poin setelah mengalami kecelakaan (crash) di lap kedelapan. Dalam wawancara pasca race, Veda Ega akui lakukan kesalahan…” Feeling motor bagus, tapi sayang aku lakukan kesalahan…” !! 
Iwanbanaran.com – Cakkk….Pembalap utama Aprilia Racing sekaligus salah satu kandidat kuat juara dunia MotoGP, Marco Bezzecchi, harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami kecelakaan mengerikan dalam kecepatan tinggi pada balapan utama MotoGP Belanda di Sirkuit TT Assen. Hasil pemeriksaan medis sudah keluar…..apakah cedera parah ??
“Marco Bezzecchi telah menjalani CT scan dan pemeriksaan radiologi lengkap, dan hasilnya tidak ditemukan cedera apa pun. Oleh karena itu, ia sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit dan diizinkan pulang pada Minggu malam,” tulis pernyataan lanjutan dari Aprilia.
Iwanbanaran.com – Cakkk….Pembalap pabrikan Ducati, Marc Marquez, mengakui bahwa posisi ini adalah hasil maksimal yang bisa ia kejar di MotoGP Belanda. Meski begitu, ia mengaku sangat lega dan puas bisa menyelesaikan balapan di Sirkuit Assen dalam kondisi sehat dan tanpa cedera tambahan. Bagi pembalap berjuluk The Baby Alien ini, seri Assen memang sudah diprediksi menjadi “akhir pekan untuk bertahan hidup”. Desain sirkuit yang didominasi tikungan kanan cepat dinilai sangat menguras fisik dan tidak cocok dengan kondisi kebugarannya saat ini. Yup…Marquez Race di Assen masuk ” Safe Mode ” alias bertahan !!
Balapan Marquez juga diwarnai momen menegangkan saat ia terlibat aksi saling salip yang agresif dengan Fabio Di Giannantonio. Akibat manuver tersebut, Marquez terpaksa melebar dan memotong jalur di chicane terakhir. Momen ini mengingatkan penggemar pada insiden legendaris antara dirinya dengan Valentino Rossi di sirkuit yang sama pada tahun 2015. Pengawas balapan (Stewards) akhirnya menjatuhkan hukuman long lap penalty kepada Di Giannantonio karena memotong chicane. Menanggapi insiden tersebut, Marquez menganggapnya sebagai hal biasa dalam balapan. “Ya, pada akhirnya itu adalah insiden balap (racing incident). Setidaknya pada tahun 2015 lalu, saya masih melewati chicane itu,” candanya.
Iwanbanaran.com – Cakkk….Akhir pekan di Sirkuit Assen yang sejatinya berjalan dominan bagi Francesco ‘Pecco’ Bagnaia harus ternoda oleh keputusan Steward. Pasca-balapan Sprint GP Belanda, sang juara bertahan Ducati itu tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya setelah dijatuhi penalti pasca-balapan yang merenggut posisi finisnya di zona poin. Bagnaia pun secara terbuka melayangkan kritik dan meminta pihak otoritas MotoGP untuk meninjau ulang regulasi penalti yang dinilainya kurang adil..!!
“Saya menerima keputusan itu karena aturan adalah aturan, tetapi kita harus menggunakan akal sehat. Saya tidak menyalip siapa pun, saya tidak mendapatkan keuntungan waktu, dan saya justru kehilangan momentum di akselerasi berikutnya. Menjatuhkan penalti yang merusak seluruh hasil kerja keras akhir pekan hanya karena masalah beberapa milimeter di lap terakhir adalah hal yang berlebihan. Mungkin kita perlu mempertimbangkan kembali bagaimana aturan ini diterapkan, terutama di lap terakhir ketika semua pembalap berkendara di batas maksimal absolut. Hari Minggu adalah cerita yang berbeda. Kami memiliki kecepatan untuk menang, tetapi kami tidak boleh lagi melakukan kesalahan sekecil apa pun, dan kami harus berdoa agar tidak ada kejutan lain dari ruang Steward,” pungkas Pecco dengan tegas…
Iwanbanaran.com – Cakkk….Perebutan takhta juara dunia MotoGP memang masih sangat terbuka, namun bagi Marc Marquez, sirkuit Assen akhir pekan ini adalah tentang kalkulasi risiko yang matang, bukan nekat tanpa arah. Pasca-balapan Sprint di GP Belanda, sang juara bertahan secara terbuka mengakui bahwa dirinya tengah mengaktifkan “safe mode” (mode aman) demi mengamankan poin penting dan menghindari fatalnya area gravel sirkuit legendaris tersebut. Marc Marquez Akui Takut Crash di Assen ” Kerikilnya besar-besar” !!
Iwanbanaran.com – Cakkk…Luar biasa! Perjuangan tanpa lelah ditunjukkan oleh pembalap muda andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, pada sesi kualifikasi Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit ikonik TT Assen. Sempat terseok-seok di sesi latihan, pembalap berjuluk The Rocket Boy ini membuktikan mental petarungnya dengan sukses mengamankan posisi start ke-7 untuk balapan utama. Keberhasilan ini menjadi modal berharga bagi Veda untuk melanjutkan tren positifnya di musim debut (rookie) kelas Moto3….!!!
Memasuki Q2 yang diisi oleh 18 pembalap tercepat, persaingan makin memuncak. Sirkuit Assen yang dikenal sebagai The Cathedral of Speed menuntut presisi tinggi karena tikungan-tikungannya yang mengalir cepat (fast and flowing). Disini cak..kembali Veda terbukti mampu menjinakkan karakter sirkuit legendaris ini. Ia sukses mempertajam catatan waktunya hingga berhasil mengunci posisi ke-7. Inipun Veda sempat nangkring diposisi terbaik ke 3 cukup lama sebelum jebol di akhir lap oleh para pembalap lain. Hasil ini membuatnya berhak memulai balapan dari baris ketiga (Row 3), sementara posisi terdepan (pole position) direbut oleh Maximo Quiles.
Hasil kualifikasi Moto3 Assen
Iwanbanaran.com – Cakkk…Akhir pekan ini, Sirkuit TT Assen yang legendaris akan menjadi saksi perjuangan Veda Ega Pratama di seri ke-10 Moto3 2026. Dengan julukan
Saat berlaga di ajang pencarian bakat Red Bull Rookies Cup musim 2024, pembalap asal Gunungkidul ini sudah pernah mencicipi aspal Assen. Catatan performanya kala itu terbilang impresif bagi seorang pendatang baru dari Asia:
Meskipun potensi podium sangat terbuka lebar, ada dua catatan merah dari manajer tim (Hiroshi Aoyama) yang wajib diperbaiki oleh Veda pekan ini:








