Iwanbanaran.com – Cakkk….Menjelang MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez-Ángel Nieto akhir pekan ini, banyak pihak berharap bahwa seri Eropa perdana akan menjadi titik balik bagi Ducati untuk mengejar ketertinggalan dari Aprilia. Namun, Marc Marquez tidak seoptimis itu. Betul cak…Marquez Pesimis bisa kalahkan Aprilia di Jerez !!! Waaahhhh
Jadi cak kabar terbaru jelang race Jerez….Marc dengan tegas meragukan klaim bahwa Jerez akan mengubah peta kekuatan yang saat ini didominasi Aprilia. Menurutnya, fakta di lintasan sudah berbicara terlalu keras untuk diabaikan. Marquez menyoroti bahwa musim 2026 telah melewati tiga seri dengan karakter sirkuit yang sangat berbeda: Thailand (Buriram), Brasil (Goiania), dan Amerika Serikat (COTA). Masing-masing memiliki tata letak, permukaan aspal, dan pilihan ban belakang yang berbeda. Namun, hasilnya tetap sama.
“Maksud saya, bagi saya, orang-orang yang berkata ‘tidak, kita harus menunggu sampai Jerez’… Kita sudah pergi ke tiga trek yang berbeda, dengan tiga tata letak yang berbeda, tiga ban belakang yang berbeda, dan pemenangnya adalah orang yang sama. Pada akhirnya, fakta adalah fakta: Aprilia, terutama dengan Marco, adalah favorit yang jelas. Yang perlu kami lakukan adalah mencoba bekerja langkah demi langkah dan mencoba lebih dekat dengan mereka.” seru Marc…
Meski Aprilia mendominasi dengan tiga kemenangan utama beruntun, Marquez mencatat bahwa Ducati sebenarnya tidak tertinggal terlalu jauh di klasemen. Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati) duduk di posisi keempat, tertinggal 31 poin dari Bezzecchi di puncak.
“Karena meskipun dengan tiga balapan pertama yang buruk, kami tidak terlalu jauh di kejuaraan. Jadi, mari kita lihat apakah langkah demi langkah kami bisa meningkatkan level kami.”
Marquez mengakui bahwa jeda panjang pascapenundaan GP Qatar (akibat perang di Iran) telah membantunya memulihkan cedera bahu. Ia merasa lebih siap secara fisik untuk tampil maksimal.
“Tiga minggu di rumah sangat penting. Saya mencoba bekerja pada titik lemah saya. Tiga balapan pertama tidak mudah, terutama untuk bertahan sepanjang akhir pekan dengan cara yang baik. Tiga balapan pertama sulit, di dalam dan di luar trek. Di dalam, terutama karena saya kesulitan menemukan cara berkendara yang baik. Saya cepat di beberapa area, di beberapa lap, tapi tidak konsisten. Kami tahu alasannya dan kami berusaha memperbaikinya.” tambahnya…
Pernyataan paling jujur datang saat Marquez mengakui bahwa ia belum memberikan kontribusi maksimal yang diharapkan Ducati saat merekrutnya.
“Memang benar saya tidak tampil baik dalam tiga balapan pertama ini, tapi saya tidak memberikan ‘ekstra’ yang dibutuhkan seorang pembalap bagus untuk diberikan kepada pabrikan. Ketika sebuah pabrikan merekrut Anda, mereka menunggu ‘ekstra’ itu dari Anda. Itu yang akan kami coba lakukan di balapan-balapan berikutnya. Berusaha menjadi lebih baik dan terus meningkat, karena terutama Marco Bezzecchi dan Aprilia berkendara dengan sangat baik.”
Last….Marquez datang ke Jerez dengan fisik lebih prima, tetapi kepalanya tetap realistis. Ia tahu bahwa mengalahkan Aprilia tidak akan terjadi dalam semalam. Namun, tekadnya untuk memberikan “ekstra” bagi Ducati bisa menjadi awal dari kebangkitan—atau setidaknya, awal dari perlawanan yang lebih sengit. Nah menurut sampeyan sendiri piyee cak…optimis atau pesimis Marc akan mampu kalahkan Aprilia ? monggo berikan komennya disini…gazzz ! (iwb)






























