Category: Racing

  • Breaking !! Marquez dikabarkan Sukses lakukan Operasi Ganda di Madrid !!

    Breaking !! Marquez dikabarkan Sukses lakukan Operasi Ganda di Madrid !!

    ” Gambar hanya ilustrasi….”

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Kabar datang dari garasi Ducati Lenovo Team ditengah hiruk pikuk kemenangan Aprilia di Le Mans. Sang juara bertahan, Marc Marquez, dipastikan harus menepi sejenak dari lintasan balap setelah menjalani dua prosedur operasi sekaligus di Rumah Sakit Ruber Internacional, Madrid, pada Minggu (10/5/2026) pagi waktu setempat. Langkah medis ini diambil menyusul kecelakaan hebat (highside) yang dialami Marquez pada lap terakhir sesi Sprint Race di GP Prancis, Sabtu lalu. Insiden tersebut mengakibatkan cedera baru pada kakinya dan memaksa tim medis mempercepat jadwal operasi bahu yang sebelumnya direncanakan akhir bulan ini. Dan kabarnya cak…Marquez dikabarkan Sukses lakukan Operasi Ganda di Madrid !!

    Seperti yang sampeyan tahu…Marc dipastikan akan absen di dua balapan kedepan pasca mendapatkan pemeriksaan intensif oleh tim medis. Pembalap yang tahun ini nampak sangat kesulitan pasca ditabrak Bezzecchi di Mandalika ternyata mengalami masalah dengan fisiknya cak. Ibaratnya kayak nggak pernah berakhir. Pasca crash Dalam wawancara dengan DAZN Spanyol, Marquez membuka tabir lebih dalam. Ia mengungkapkan bahwa sebenarnya ia sudah merencanakan operasi bahu kanan setelah seri Catalunya. Masalah bahu ini berasal dari cedera lama akibat sekrup patah yang bergeser posisi dan menyentuh saraf radial. Marquez menjelaskan bahwa masalah ini sudah ia rasakan sejak Jerez, dan setelah berkonsultasi dengan dokter, mereka menemukan penyebabnya: sekrup yang patah di ligamen lateral berubah posisi hanya satu-dua milimeter, tetapi cukup untuk menyentuh saraf radial….

    Dan akhirnya Marquez menjalani operasi ganda kemarin…satu untuk memperbaiki patahan di kaki kanannya, dan satu lagi untuk membuka bahu kanan serta mengeluarkan sekrup patah yang mengganggu saraf radial. Tim dokter yang dipimpin oleh Dr. Samuel Antuna mengonfirmasi bahwa kedua operasi tersebut berjalan dengan sukses. Berikut adalah detail intervensi medis yang dilakukan:

    1. Fraktur Metatarsal Kelima (Kaki Kanan): Dokter melakukan stabilisasi pada patah tulang metatarsal kelima di kaki kanan Marquez akibat hantaman keras saat terjatuh di Tikungan 13 Le Mans.

    2. Operasi Bahu Kanan (Saraf Radial): Operasi kedua ini sebenarnya adalah prosedur terencana untuk memperbaiki masalah lama. Tim medis mencabut dua baut dan fragmen tulang dari operasi Latarjet tahun 2019 yang bergeser. Pergeseran ini diketahui menekan saraf radial Marquez, yang menjadi penyebab rasa sakit dan keterbatasan fisik yang ia rasakan sepanjang awal musim 2026.

    Akibat prosedur ini, Marc Marquez dipastikan absen pada seri berikutnya di GP Catalunya (Barcelona). Keputusan ini diambil agar pembalap bernomor 93 tersebut bisa fokus sepenuhnya pada proses rehabilitasi tanpa risiko komplikasi lebih lanjut.

    “Marc akan tetap berada di rumah sakit selama 24 jam untuk observasi sebelum memulai proses pemulihan di rumah besok,” tulis pernyataan resmi dari Ducati.

    Last….Meski harus kehilangan poin penting di klasemen, Marquez tetap optimis. Target realistis untuk kembali ke atas sadel Desmosedici GP26 adalah pada seri GP Italia di Sirkuit Mugello yang dijadwalkan berlangsung pada 29–31 Mei mendatang. Absennya Marquez di Barcelona tentu menjadi kerugian besar bagi Ducati, mengingat performa kompetitif yang ia tunjukkan sebelum insiden Le Mans. Kini, fokus utama sang pembalap adalah mengembalikan kondisi fisiknya ke level 100% demi menjaga peluang mempertahankan gelar juara dunia di sisa musim ini. Semangat Marc !! (iwb)


  • Breaking !! Saraf kena….tulang ke 5 Metatarsal kaki patah, baut rusak..Marquez Operasi !!

    Breaking !! Saraf kena….tulang ke 5 Metatarsal kaki patah, baut rusak..Marquez Operasi !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….kondisi Marc pasca Kecelakaan di Le Mans sedang tidak bagus. Bahkan dipastikan Marc akan absen dalam 2 race ke depan karena harus kembali masuk meja operasi.  Lhaa piye cak….yang terjadi di tikungan terakhir saat balapan menyisakan satu lap mengakibatkan patah tulang kaki ke 5 metatarsal kanan Marquez. Akibatnya, ia harus absen di balapan utama Prancis dan seri Catalunya pekan depan untuk menjalani operasi. Yup…Saraf kena….tulang ke 5 Metatarsal kaki patah, baut kendor..Marquez Operasi !! ngiluuu….

    Marc dipastikan akan absen di dua balapan kedepan pasca mendapatkan pemeriksaan intensif oleh tim medis. Pembalap yang tahun ini nampak sangat kesulitan pasca ditabrak Bezzecchi di Mandalika ternyata mengalami masalah dengan fisiknya cak. Ibaratnya kayak nggak pernah berakhir. Pasca crash Dalam wawancara dengan DAZN Spanyol, Marquez membuka tabir lebih dalam. Ia mengungkapkan bahwa sebenarnya ia sudah merencanakan operasi bahu kanan setelah seri Catalunya. Masalah bahu ini berasal dari cedera lama akibat sekrup patah yang bergeser posisi dan menyentuh saraf radial. Marquez menjelaskan bahwa masalah ini sudah ia rasakan sejak Jerez, dan setelah berkonsultasi dengan dokter, mereka menemukan penyebabnya: sekrup yang patah di ligamen lateral berubah posisi hanya satu-dua milimeter, tetapi cukup untuk menyentuh saraf radial….

    Setelah Jerez, saya menyadari ada sesuatu yang tidak beres. Kami menemui dokter, dan mereka menyatakan semuanya baik-baik saja, tetapi baut di ligamen lateral ada yang rusak….Bautnya patah dan berada di posisi yang sedikit berbeda. Hanya bergeser satu-dua milimeter, tetapi menyentuh saraf radial. Rasanya sangat aneh, karena saat di rumah saya merasa baik-baik saja, tetapi ketika sampai di sini (sirkuit), hal itu menghalangi saya untuk membalap karena bautnya menyentuh saraf radial. Itulah yang menyebabkan saya melakukan kesalahan, tidak konsisten, dan mengalami kecelakaan yang tidak terduga. Kami akan mencoba membereskan semuanya sekaligus. Prosedur bahu ini hanya sekadar membukanya dan melepas baut tersebut. Waktu pemulihannya seharusnya singkat….

    “Dugaanku sepertinya tepat, kenapa saya tidak bisa konsisten karena ketika ada masalah dengan saraf, saraf akan gagal berfungsi saat kamu membutuhkannya. Saya melakukan kesalahan kemarin, dan hari ini, dalam balapan, saya melakukan kesalahan lagi. Rasanya sangat aneh karena ketika di atas motor motocross, semuanya terasa normal. Prosedur bahu sebenarnya hanya membukanya dan mengeluarkan sekrup itu. Waktu pemulihan seharusnya singkat….” serunya…

    Dengan pernyataan diatas ini berarti Marquez akan menjalani operasi ganda minggu ini:…satu untuk memperbaiki patahan di kaki kanannya, dan satu lagi untuk membuka bahu kanan serta mengeluarkan sekrup patah yang mengganggu saraf radial. Ini bukan pertama kalinya Marquez menyembunyikan masalah cederanya dari media….

    • 2018: Cedera bahu berulang (dislokasi) baru terungkap saat perayaan gelar juara.

    • 2022: Masalah lengan kanan disembunyikan hingga operasi besar keempat diumumkan saat Grand Prix Italia.

    Kini, dengan jarak 51 poin dari puncak klasemen, Marquez memilih untuk fokus pada pemulihan. Ia berharap setelah operasi dan masa rehabilitasi, ia bisa kembali konsisten dan mengejar ketertinggalan.

    Last….Pengakuan Marquez ini menjelaskan banyak hal: inkonsistensi, kesalahan-kesalahan aneh, dan kecelakaan yang seharusnya tidak terjadi pada pembalap sekalibernya. Masalah saraf radial yang “menggagalkan” kendali motor di saat tidak terduga adalah mimpi buruk bagi pembalap MotoGP. Kini, dengan operasi ganda yang akan segera dijalani, musim 2026 Marquez praktis berada di ujung tanduk. Namun, jika pemulihannya berjalan lancar, ia masih bisa kembali untuk seri-seri terakhir musim ini—atau setidaknya bersiap untuk 2027 bersama Ducati. Untuk sementara, gelar juara dunia ke-10 harus ditunda. Prioritas Marquez sekarang adalah kesehatan. Semangat Marc !! (iwb)

  • MotoGp Sprint Le Mans 2026 : Marquez crash mengerikan….Martin the King !!!

    MotoGp Sprint Le Mans 2026 : Marquez crash mengerikan….Martin the King !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…ngiluuu cak melihat crash Marc yang sangat mengerikan. Sprint race MotoGP Prancis di Sirkuit Bugatti berlangsung dramatis. Jorge Martin (Aprilia) sukses meraih kemenangan Sprint keduanya musim ini setelah start dari posisi kedelapan. Ia mengalahkan Francesco Bagnaia (Ducati) yang finis kedua dan rekan setimnya Marco Bezzecchi yang melengkapi podium. Nasib buruk menimpa Marc Marquez. Juara bertahan itu mengalami highside keras dari posisi ketujuh saat balapan menyisakan satu lap. Ia terlihat pincang saat kembali ke pit. Waaduhhhh,,,,

    Jorge Martin memulai sprint race dari posisi kedelapan. Namun, ia langsung tancap gas dan mengambil alih posisi terdepan dengan manuver berani di sisi luar tikungan chicane pertama, melewati rekan setimnya Bezzecchi. Martin berhasil mempertahankan keunggulan hingga finis. Bagnaia yang start dari pole position kehilangan posisi kedua setelah Bezzecchi melebar, tetapi bangkit dan finis sebagai runner-up. Sementara itu, Marc Marquez justru mundur ke posisi ketujuh setelah disalip Pedro Acosta dan Joan Mir sebelum insiden kecelakaan terjadi. Dengan satu lap tersisa, Marquez kehilangan kendali saat pengereman menuju tikungan terakhir. Motor Ducati-nya mengamuk dan melemparkannya ke udara. Ia terlihat pincang saat kembali ke pit, menambah daftar panjang masalah fisiknya musim ini. Ini adalah kali kedua ia gagal finis di sprint race (setelah sebelumnya di Thailand). Asli ngeri cak melihat crashnya…

    Fabio Di Giannantonio, yang start dari posisi keempat, mendapat wheelie besar saat start. Ia terjungkir ke posisi 14 dan kemudian terjatuh, mengubur harapannya untuk merebut poin. Sprint race yang hanya 13 lap ini cukup “mahal” bagi banyak pembalap. Selain Marquez dan Di Giannantonio, Franco Morbidelli, Raul Fernandez, Luca Marini, Enea Bastianini, serta Jonas Folger (pengganti Maverick Vinales) juga gagal finis…

    Last….Sprint race MotoGP Prancis menyisakan cerita campur aduk. Di satu sisi, Jorge Martin semakin dekat dengan Bezzecchi di klasemen. Di sisi lain, Marc Marquez kembali pulang dengan badan ringsek—secara harfiah. Jika ia tidak fit untuk balapan utama, peluang Ducati untuk mengejar Aprilia akan semakin berat. Sementara itu, Fabio Quartararo memberikan secercah harapan bagi Yamaha di kandangnya sendiri, meskipun di sprint race ia “hanya” finis kelima. Balapan utama hari Minggu diprediksi akan berlangsung sengit, dengan ancaman hujan ringan yang bisa mengacaukan strategi semua tim. Akankah Martin menang lagi? Atau Bagnaia yang akan memanfaatkan pole position-nya? sing jelas Marc remuk cakkkk…amsyong tenan !! (iwb)

    2026 French MotoGP, Le Mans – Sprint Race Results

    Pos Rider Nat Team
    1 Jorge Martin SPA Aprilia Factory (RS-GP26)
    2 Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP26)
    3 Marco Bezzecchi ITA Aprilia Factory (RS-GP26)
    4 Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16)
    5 Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1)
    6 Joan Mir SPA Honda HRC Castrol (RC213V)
    7 Ai Ogura JPN Trackhouse Aprilia (RS-GP26)
    8 Alex Marquez SPA BK8 Gresini Ducati (GP26)
    9 Diogo Moreira BRA Pro Honda LCR (RC213V)*
    10 Johann Zarco FRA Castrol Honda LCR (RC213V)
    11 Fermin Aldeguer SPA BK8 Gresini Ducati (GP25)
    12 Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16)
    13 Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1)
    14 Toprak Razgatlioglu TUR Pramac Yamaha (YZR-M1)*
    15 Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1)
    16 Fabio Di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP26)
    Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP26)
    Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP26)
    Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25)
    Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16)
    Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V)
    Jonas Folger GER Red Bull KTM Tech3 (RC16)

  • Moto3 Kualikasi Le Mans : Veda Ega Unjuk Gigi…melesat masuk top 6, ediannn !!!

    Moto3 Kualikasi Le Mans : Veda Ega Unjuk Gigi…melesat masuk top 6, ediannn !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pebalap muda andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali mencatatkan hasil gemilang di kualifikasi Le Mans 2026. Dalam sesi kualifikasi Moto3 Prancis yang berlangsung di Sirkuit Bugatti, Le Mans, Sabtu (9/5/2026), Veda sukses mengamankan posisi start ke-6 setelah tampil impresif di sesi Q2. Hasil ini memastikan Veda akan memulai balapan esok hari dari baris kedua (Row 2), sebuah pencapaian krusial yang menempatkannya di tengah persaingan perebutan podium. Juozzz tenan !!!

    Sesi kualifikasi Q2 berlangsung sangat dramatis. Veda menunjukkan ketenangan luar biasa saat menghadapi tekanan dari pebalap-pebalap berpengalaman lainnya. Di menit-menit akhir sesi, Veda berhasil melakukan time attack yang tajam, mempertajam catatan waktunya, dan merangksek naik hingga mengunci posisi keenam.

    Kunci keberhasilan Veda kali ini adalah kemampuannya memaksimalkan sektor terakhir sirkuit Le Mans yang menuntut pengereman keras dan akselerasi cepat. Konsistensi Veda sepanjang sesi latihan bebas hingga kualifikasi membuktikan bahwa ia telah menemukan setup motor yang pas untuk menaklukkan lintasan teknis sepanjang 4,2 kilometer tersebut…

    Analisis Singkat:

    • Dominasi Leopard Racing: A. Fernandez menunjukkan kecepatan luar biasa dengan menembus angka 1 menit 40.0 detik.

    • Performa Veda Pratama: Veda tampil sangat solid. Selisih waktunya dengan peraih pole hanya 0.260 detik, membuktikan bahwa ia sangat kompetitif untuk memperebutkan podium di balapan besok.

    • Kerapatan Grid: Jarak antara posisi 1 hingga posisi 8 bahkan tidak sampai 0.4 detik, menandakan balapan besok akan berlangsung sangat ketat.

    Start dari posisi ke-6 memberikan keuntungan besar bagi Veda. Tikungan pertama Le Mans yang dikenal sangat sempit seringkali menjadi titik kecelakaan massal bagi pebalap yang memulai dari barisan tengah ke belakang. Dengan berada di Row 2, Veda memiliki peluang bersih untuk langsung menusuk ke grup terdepan segera setelah lampu start padam.

    “Berada di baris kedua adalah target yang realistis dan sangat bagus untuk modal balapan besok. Saya merasa motor bekerja dengan sangat baik di area pengereman,” ujar Veda dalam keterangannya setelah sesi.

    Last….Dukungan penuh mengalir dari tanah air untuk pebalap muda ini. Melihat kecepatannya di sesi kualifikasi, peluang Veda untuk bertarung memperebutkan podium pertamanya musim ini terbuka sangat lebar. Fokus utama untuk balapan besok adalah manajemen ban yang efektif serta menjaga konsistensi di setiap lap agar tetap berada dalam grup pemimpin lomba. Akankah Veda Ega Pratama berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di podium Le Mans besok? Mari kita pantau terus cak…gazzzz !! (iwb)

    Hasil Kualifikasi Moto3 Le Mans 2026

    Pos No Pebalap Tim Catatan Waktu Selisih (Gap)
    1 31 A. Fernandez Leopard Racing 1:40.042
    2 28 M. Quiles CFMOTO Gaviota Aspar Team 1:40.183 +0.140
    3 66 J. Kelso GRYD – MLav Racing 1:40.204 +0.160
    4 97 M. Morelli CFMOTO Gaviota Aspar Team 1:40.265 +0.216
    5 64 D. Muñoz Liqui Moly Dynavolt Intact GP 1:40.286 +0.236
    6 9 Veda Pratama Honda Team Asia 1:40.307 +0.260
    7 51 B. Uriarte Red Bull KTM Ajo 1:40.348 +0.297
    8 83 A. Carpe Red Bull KTM Ajo 1:40.419 +0.375
    9 18 M. Bertelle LEVEL UP – MTA 1:40.521 +0.483
    10 8 E. O’Shea GRYD – MLav Racing 1:40.681 +0.639
    11 94 G. Pini Leopard Racing 1:40.753 +0.712
    12 13 H. Danish AEON Credit – MT Helmets – MSI 1:40.763 +0.717
    13 22 D. Almansa Liqui Moly Dynavolt Intact GP 1:40.873 +0.831
    14 73 V. Perrone Red Bull KTM Tech3 1:40.964 +0.922
    15 14 C. Buchanan CODE Motorsports 1:41.011 +0.969
    16 54 J. Rios Rivacold Snipers Team 1:41.102 +1.060
    17 11 A. Cruces CIP Green Power 1:41.143 +1.101
    18 19 S. Ogden CIP Green Power 1:41.494 +1.452
  • Aturan Baru Pit lane Kontroversi Marquez….Akhirnya di Perketat !!

    Aturan Baru Pit lane Kontroversi Marquez….Akhirnya di Perketat !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Komisi Keselamatan MotoGP resmi memperkenalkan aturan baru terkait masuknya pembalap ke jalur pit (pit lane) mulai Grand Prix Prancis akhir pekan ini. Aturan ini secara tidak langsung lahir dari celah regulasi yang dieksploitasi Marc Marquez di Jerez beberapa pekan lalu. Karena sifatnya yang lahir dari sebuah insiden yang melibatkan pembalap Ducati tersebut, aturan baru ini pun dijuluki sebagai “aturan anti-Marquez” …!!

    Insiden yang memicu lahirnya aturan ini terjadi saat sprint race di Jerez cak. Marc Marquez yang terjatuh, memilih jalur “alternatif” untuk kembali ke pit. Ia memotong trek lintasan, melewati rumput, lalu menyusuri jalur masuk pit dari sisi luar garis putih tebal (solid line) yang seharusnya menandai area masuk.

    Setelah insiden tersebut, Race Control melakukan investigasi. Hasilnya mengejutkan: ternyata tidak ada aturan yang secara spesifik melarang manuver seperti itu. Satu-satunya aturan yang ada saat itu adalah kewajiban menghormati batas kecepatan 60 km/jam di jalur pit. Karena tidak ada dasar aturan yang dilanggar, Marquez pun tidak dikenai penalti dan akhirnya memenangkan sprint race tersebut.

    Nah dari sana cak yang terbaru…Race Director menyadari adanya celah ini dan segera mengambil tindakan. Sebuah note (catatan) resmi diterbitkan untuk Grand Prix Prancis yang mengatur:

    Aspek Aturan Sebelumnya Aturan Baru
    Persyaratan masuk pit Tidak spesifik (hanya menghormati batas kecepatan) Wajib melewati garis putus-putus (dotted line) jalur masuk pit
    Larangan memotong Tidak diatur Dilarang memotong garis putih tebal, baik sisi dalam maupun sisi luar
    Sanksi Tidak ada Akan dikenai penalti (spesifikasi sanksi belum dirilis)

    Aturan baru ini telah disosialisasikan kepada para pembalap dalam pertemuan Komisi Keselamatan (Safety Commission) di Le Mans. Race Control ingin memastikan bahwa tidak ada lagi pembalap yang bisa “memperpendek” atau mengambil jalur pintas masuk pit. Manuver yang dilakukan Marquez di Jerez dinilai sebagai tindakan yang seharusnya tidak diperbolehkan meskipun secara regulasi masih diperbolehkan saat itu. Aturan ini juga menutup kemungkinan pembalap untuk:

    • Memotong dari sisi dalam jalur masuk pit (misalnya setelah melebar di tikungan terakhir)

    • Memotong dari sisi luar seperti yang dilakukan Marquez

    Jelas cak….kelahiran aturan ini mengingatkan pada aturan-aturan sebelumnya di MotoGP yang lahir akibat eksploitasi celah oleh Marquez, seperti aturan tentang batas lintasan atau flag-to-flag. Meskipun aturan ini secara implisit menargetkan perilaku Marquez, pada akhirnya aturan ini bersifat universal untuk semua pembalap. Mereka kini harus lebih berhati-hati saat masuk pit lane, terutama dalam situasi darurat setelah crash….

    Last….Aturan “anti-Marquez” ini adalah bukti bahwa MotoGP terus berkembang. Setiap celah yang ditemukan pembalap akan segera ditutup oleh Race Direction untuk menjaga keadilan dan keselamatan. Bagi penggemar, aturan ini mungkin terlihat sebagai “hukuman” bagi Marquez, tetapi pada dasarnya ini adalah langkah untuk memperjelas regulasi yang sebelumnya ambigu. Pertanyaannya: akankah ada pembalap lain yang menemukan celah baru di masa depan? Kita lihat saja. Yang pasti, MotoGP tidak pernah kehabisan drama, baik di lintasan maupun di meja regulasi cak….(iwb)

  • Hot…Marc Marquez Balik Pakai Aero “Warisan 2025” di Le Mans, lho kenapa ???

    Hot…Marc Marquez Balik Pakai Aero “Warisan 2025” di Le Mans, lho kenapa ???

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Sesi latihan MotoGP Prancis di Sirkuit Bugatti, Jumat (8/5/2026), diwarnai dengan divergensi menarik di kubu Ducati. Para pembalap pabrikan memperkenalkan fairing samping terbaru spesifikasi 2026 yang diuji di Jerez. Namun, Marc Marquez memilih jalur berbeda: ia kembali menggunakan desain aerodinamika yang ia kenakan saat meraih gelar juara dunia 2025. Betul cak…..Marc Marquez Balik Pakai Aero “Warisan 2025” di Le Mans, lho kenapa ???

    Keputusan ini menjadikan Marquez satu-satunya pembalap Ducati yang tidak menggunakan fairing terbaru yang sama dengan Fabio Di Giannantonio, Alex Marquez, dan Pecco Bagnaia. Jadi cak…Marquez sebelumnya telah meninggalkan paket aero 2025 untuk memulai musim 2026 dengan desain 2024 (yang memiliki “loop” sayap atas lebih besar tetapi saluran downwash lebih kecil). Alasannya sederhana: kondisi bahunya yang masih dalam masa pemulihan.

    “Saya tidak bisa mengendarai motor dengan cara yang sama seperti tahun lalu saat ini. Aerodinamika 2025 sedikit lebih berat, lebih menuntut kondisi fisik,” jelas Marquez saat tes pramusim.

    Kini, setelah beberapa seri berlalu dan kekuatan bahunya bertambah, Marquez kembali ke fairing yang lebih berat. Alex Marquez, adiknya sekaligus pembalap Gresini, menjelaskan perbedaan ini:

    “Kami punya dua arah. Untuk Marc, Ducati percaya (pembaruannya) sedikit lebih baik… mirip dengan yang dia gunakan tahun lalu. Jadi ini adalah campuran, tapi pada akhirnya tujuannya sama.”

    Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, menegaskan bahwa perbedaan pilihan ini didasarkan pada keinginan setiap pembalap.

    “Kami mengikuti keinginan setiap pembalap. Gigi (Dall’Igna) mendengarkan dan mencoba memberikan yang terbaik bagi mereka.”

    ” Marc Aero Jepang 2025″
    ” Marc Jerez 2025″
    ” Marc Le Mans 2025..”

    Namun, Marquez memberikan alasan teknis yang lebih spesifik. Ia mengatakan bahwa pilihan fairing yang berbeda bukan karena efek aerodinamika yang berbeda, melainkan karena perbedaan ukuran tubuhnya dengan pembalap lain.

    “Kami memahami dengan Ducati bahwa fairing ini lebih baik untuk gaya balap saya. Arahnya sama (dengan GP26 lainnya), efeknya sama, tetapi tergantung pada posisi tubuh. Saya jauh lebih kecil dari Diggia, Pecco, dan Alex, dan insinyur Ducati percaya bahwa untuk posisi tubuh dan ukuran saya, fairing ini lebih baik, dengan efek yang sama.”

    Di atas kertas, langkah ini belum serta merta membawa dampak instan. Ketiga pembalap Ducati lainnya (Bagnaia, Di Giannantonio, dan Alex Marquez) berhasil lolos langsung ke Q2.

    Sementara itu, Marquez justru harus puas di posisi 13 dan melakoni Q1, setelah lap terakhirnya terganggu bendera kuning akibat kecelakaan yang menimpa Bagnaia.

    Namun, terlepas dari hasil sesi latihan, kepulangan Marquez ke aero “gaya berat” bisa menjadi sinyal bahwa kondisi fisiknya perlahan pulih. Dengan defisit 44 poin dari Marco Bezzecchi, ia membutuhkan setiap keunggulan yang bisa ia dapatkan, bahkan jika itu berarti mengendarai motor yang lebih “menuntut fisik”.

    Last….Marquez bukan satu-satunya juara dunia yang “mundur” dalam pilihan aero. Di kubu Yamaha, Fabio Quartararo memilih untuk kembali menggunakan front wing versi mesin Inline4 untuk seri kandangnya di Le Mans. Kita lihat saja perkembangan selanjutnya cak……(iwb)

  • MotoGP pada titik Kritis…Liberty Media Soroti Uang yang Makin kering !!

    MotoGP pada titik Kritis…Liberty Media Soroti Uang yang Makin kering !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…kalau sampeyan ngikutin perkembangan MotoGP belakangan ini, ternyata suasananya bener-bener lagi chaos bin puyeng! Liberty Media yang tadinya digadang-gadang bakal bawa “koper duit” ke MotoGP, ternyata malah bikin tim-tim di paddock gigit jari. IWB dapet bisikan bahwa MotoGP lagi krisis sponsor, dan sekarang yang pegang kendali bukan lagi bos tim, tapi para pembalapnya sendiri! Lhoo kok iso ??

    Jadi gini lho ceritanya…

    Sampeyan liat nggak Aprilia? Motor kenceng, ganteng, tapi fairing-nya masih banyak yang “polos” tanpa sponsor utama. Ini kan aneh, cakk! Liberty Media emang pinter bikin konten, pinter bikin MotoGP jadi viral kayak Formula 1, tapi ternyata mereka belum becus narik minat perusahaan raksasa buat naruh duit di balap motor. Efeknya? Tim-tim mandiri sampe tim pabrikan mulai megap-megap bayar operasional yang makin selangit!

    Nah, di sinilah muncul fenomena “The Riders are in Charge”. Kenapa pembalap yang berkuasa? IWB coba jabarkan pake bahasa warung kopi ya cakk:

    1. Sponsor Cuma Mau “Wajah” Pembalap: Sekarang brand itu nggak peduli motornya merk apa. Mereka cuma mau nempel kalau ada sosok kayak Marc Marquez, Pedro Acosta, atau si “darah muda” Veda Ega kalau nanti naik kelas. Tanpa pembalap bintang, proposal tim cuma jadi bungkus kacang di meja sponsor cakk!

    2. Pembalap Pegang Kartu AS: Karena tim butuh banget sponsor, dan sponsor butuh pembalap bintang, akhirnya para rider ini punya posisi tawar yang edan-edanan. Mereka bisa minta gaji selangit atau milih tim sesuka hati. Tim nggak punya pilihan, daripada nggak dapet sponsor sama sekali, mending nurut apa maunya pembalap.

    3. Liberty Terlalu Fokus “Show”: Liberty Media kabarnya terlalu maksa bikin balapan makin banyak (ada Sprint Race segala), tapi mereka lupa kalau tiap balapan itu butuh biaya. Pabrikan mulai protes: “Kita disuruh main drama terus, tapi mana duit sponsor barunya?”

    Jujur aja cakk, IWB ngelihat ini sebagai alarm bahaya. MotoGP emang makin populer di sosmed, followers naik drastis, tapi kalau di dalem paddock kantongnya kering ya percuma. Liberty Media harus cepet gerak. Jangan sampe MotoGP cuma jadi ajang “pamer tampang” tapi jeroannya keropos karena nggak ada dukungan finansial yang sehat.

    Bayangin cakk, motor prototype biayanya jutaan Euro tapi nggak ada logo sponsor di badannya… bener-bener pusing ! Makanya sekarang ini Liberty sedang utar otak namun sayangnya usul Liberty Media banyak ditolak tim yang berkaitan dengan artikel sebelumnya. Kita pantau terus, apakah strategi Liberty Media ini bakal beneran berhasil atau malah bikin MotoGP makin “mahal” tapi nggak terjangkau buat tim-tim kecil. Kita tunggu saja pamor MotoGP dimasa depan….. (IWB)

  • Santi Hernández: “Marc Marquez sudah tutup Pintu buat Honda…” !

    Santi Hernández: “Marc Marquez sudah tutup Pintu buat Honda…” !

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Santi Hernández, teknisi legendaris yang menemani perjalanan Marc Marquez sejak era Moto2, angkat bicara soal masa depan mantan anak asuhnya. Dalam wawancara dengan Mundo Deportivo, Hernández menegaskan bahwa Marquez tidak akan kembali ke Honda dan memperkirakan juara dunia sembilan kali itu tidak akan balap hingga usia 40 tahun. Yup….”Marc Marquez sudah tutup Pintu buat Honda…” !

    Hernández, yang telah menghabiskan 30 tahun di paddock, memiliki perspektif unik tentang Marquez. Ia menyaksikan langsung bagaimana pembalap asal Cervera itu tumbuh dari “anak kecil” menjadi juara dunia. Namun, hubungan mereka kini telah melampaui lintasan. Hernández mengenang masa-masa awal bersama Marquez di Moto2 sebagai periode paling istimewa. Saat itu, mereka membangun tim dari nol, dan Marquez masih sangat muda.

    “Kami membangun tim yang sangat hebat, mulai dari nol. Kami banyak tertawa; dia adalah salah satu dari kami. Saya menyaksikan Marc tumbuh dewasa.” serunya

    Bagi Hernández, meskipun gelar dan kesuksesan berdatangan (termasuk gelar juara dunia MotoGP 2013), warisan terpenting dari hubungan mereka adalah persahabatan.

    “Saya mendapatkan persahabatan dengannya, yang bagi saya adalah hal paling penting. Suatu hari nanti dia akan pensiun, suatu hari nanti saya akan pensiun… dan persahabatan itu akan tetap ada.”

    Tidak Akan Kembali ke Honda

    Ketika ditanya tentang kemungkinan Marquez kembali ke Honda, Hernández tidak memberi ruang untuk spekulasi.

    “Saya rasa tidak, sepertinya pintu sudah tertutup,” tegasnya.

    Alasannya sederhana: Marquez saat ini terlihat sangat nyaman di Ducati.

    “Dia di Ducati, dia bahagia, dia menemukan kembali senyumannya.”

    Hernández juga memberikan prediksi mengejutkan tentang kapan Marquez akan gantung helm. Berbeda dengan Valentino Rossi yang pensiun di usia 42 tahun, Hernández yakin Marquez tidak akan selama itu.

    “Saya tidak melihat Marc balap sampai usia 40 tahun,” ujarnya blak-blakan.

    Pernyataan ini masuk akal mengingat cedera serius yang dialami Marquez, terutama pada lengan kanannya, yang membutuhkan pemulihan panjang dan mungkin membatasi kariernya.

    Hernández mengakui bahwa jalan mereka kini telah berbeda. Marquez pergi dari Honda, dan Hernández tidak berharap mereka akan bekerja sama lagi secara profesional.

    “Babak di lintasan tampaknya sudah benar-benar tertutup. Tapi yang dibangun di luar lintasan—antara pit dan kehidupan yang dijalani bersama—akan tetap ada.”

    Di sanalah, kata Hernández, nilai sebenarnya dari perjalanan mereka diukur…

    Last….Pernyataan Hernández mengonfirmasi apa yang sudah diketahui banyak pihak: Marc Marquez bahagia di Ducati dan tidak punya alasan untuk kembali ke Honda yang sedang dalam masa transisi sulit. Prediksi bahwa ia tidak akan balap hingga 40 tahun juga menambah spekulasi bahwa kontraknya saat ini (yang hampir pasti diperpanjang hingga 2027) bisa menjadi kontrak terakhirnya di MotoGP. Jika Marquez pensiun setelah 2027, ia akan berusia 34 tahun—masih cukup muda untuk pensiun, tetapi masuk akal mengingat cedera yang ia alami. Yang jelas, persahabatan antara Hernández dan Marquez adalah salah satu kisah paling mengharukan di paddock: dari teknisi dan pembalap, menjadi saudara seperjuangan……(iwb)

  • Nicolò Bulega ngetes MotoGP Ducati 850cc….Gilaaa Langsung Ngacirrrrrr !!!

    Nicolò Bulega ngetes MotoGP Ducati 850cc….Gilaaa Langsung Ngacirrrrrr !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Dunia MotoGP dikejutkan oleh penampilan gemilang Nicolò Bulega dalam uji coba tertutup motor Ducati 850cc di Sirkuit Mugello. Pembalap yang baru saja meraih kemenangan triple di WorldSBK Hungaria itu langsung melaju 900 km ke Mugello tanpa istirahat dan sukses mencatatkan waktu yang mengalahkan test rider berpengalaman Ducati, Michele Pirro. Nicolò Bulega Menggebrak Tes Mugello….Ducati GP27 Bikin Para Veteran MotoGP Terpana !!

    Performa Bulega ini menjadi sinyal kuat bahwa ia bukan hanya pembalap top di kelas Superbike, tetapi juga calon bintang masa depan MotoGP—mungkin satu dekade lebih cepat dari yang diperkirakan banyak orang. Setelah merayakan kemenangan di WorldSBK Hungaria (yang digelar akhir pekan sebelumnya), Bulega tidak mengambil waktu istirahat. Ia langsung mengemudikan mobilnya sejauh 900 kilometer atau sekitar 10 jam perjalanan pada Minggu malam untuk mencapai Sirkuit Mugello tepat waktu. Sesampainya di trek, cuaca buruk mengancam. Namun, Bulega tetap melaju. Ia menyelesaikan 20 lap dengan motor Ducati 850cc—prototipe yang akan digunakan di MotoGP mulai musim 2027.

    Waktu Mencengangkan: 1 Menit 47,2 Detik

    Pada tes yang awalnya dijadwalkan sehari kemudian tetapi dipercepat karena ancaman hujan, Bulega mencatatkan waktu terbaik 1 menit 47,2 detik.

    Pembalap Motor Catatan Waktu Gap ke Bulega
    Nicolò Bulega Ducati 850 1’47.2
    Michele Pirro Ducati 850 1’47.6 +0.4
    Dani Pedrosa KTM 850 1’48.5 +1.3
    Jonas Folger KTM 850 1’49.8 +2.6

    Bulega unggul 0,4 detik dari Michele Pirro—pembalap tes Ducati yang sudah sangat berpengalaman. Sementara itu, legenda hidup Dani Pedrosa (meski masih cepat di usia 40 tahun) tertinggal 1,3 detik, dan Jonas Folger (pengganti Maverick Vinales di Grand Prix Prancis) tertinggal 2,6 detik. Bulega sendiri tidak menganggap tes ini sebagai ajang pencarian rekor. Fokus utamanya adalah mengenal motor dan membangun kepercayaan diri.

    “Prioritasnya bukan untuk memecahkan rekor, tetapi untuk berkenalan dengan motor dan membangun kepercayaan diri saya,” ujar Bulega.

    Namun, kecepatan alaminya langsung muncul. Ia tidak hanya sekadar “beradaptasi”, tetapi langsung kompetitif melawan pembalap yang sudah bertahun-tahun mengembangkan motor MotoGP. Sebagai informasi official lap record Kualifikasi Motogp 1000cc di Mugello ditorehkan Marc Marquez dengan 1m 44.169 detik (2025). Sementara lap record ditorehkan Pecco ditahun 2024 dengan 1m 45.770 detik. Dengan mesin 850cc terpaut hanya +1.4 detik dari Pecco jelas luarr biasaaaa….

    Last….Honda juga hadir di Mugello pada hari yang sama. Namun, mereka tidak menguji motor 850cc mereka seperti Ducati dan KTM. Sebaliknya, mereka hanya menjalankan motor RC213V versi saat ini. Ini menunjukkan bahwa pengembangan motor 850cc Honda mungkin masih tertinggal dari Ducati dan KTM. Nicolò Bulega adalah pembalap yang tidak kenal lelah. Perjalanan 900 km, kelelahan setelah kemenangan triple, cuaca buruk—semua tidak menghentikannya untuk tampil brilian di atas Ducati 850. Ia mengirim pesan yang jelas ke paddock MotoGP: Ia bukan hanya sekadar pembalap WorldSBK, melainkan calon bintang MotoGP. Kini, semua mata tertuju padanya, menanti apakah Ducati akan memberikan kesempatan kepadanya di kelas premier pada 2027 atau lebih cepat ? sebab jika tidak rumornya Aprilia TrackHouse Racing sedang mengincarnya…kita tunggu saja…(iwb)

  • Update Kontrak Marquez – Ducati 2027…Gaji Naik signifikan ?!

    Update Kontrak Marquez – Ducati 2027…Gaji Naik signifikan ?!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Kabar yang ditunggu-tunggu oleh para penggemar Ducati akhirnya mendapat angin segar. CEO Ducati, Claudio Domenicali, mengonfirmasi bahwa perpanjangan kontrak Marc Marquez untuk musim 2027 sudah hampir rampung. Pengumuman resmi diperkirakan akan segera dilakukan dalam waktu dekat….!!

    Seperti kebanyakan pembalap papan atas, masa depan juara dunia bertahan itu memang belum diumumkan secara resmi, meskipun banyak pihak yakin kesepakatan telah tercapai sejak lama. Kini, pernyataan dari pucuk pimpinan Ducati sendiri mengonfirmasi hal tersebut.

    “Katakanlah perpanjangan (kontrak) sudah hampir final, hanya tinggal beberapa detail terakhir. Saya pikir pengumuman resmi akan segera tiba,” ujar Domenicali

    Domenicali menjelaskan bahwa penundaan pengumuman kontrak para pembalap tidak hanya terjadi di Ducati, tetapi juga di pabrikan lain. Hal ini disebabkan oleh negosiasi yang masih berlangsung antara pabrikan dan pemegang hak komersial MotoGP (Dorna).

    “Jelas bahwa semua komunikasi sedikit melambat karena negosiasi yang sedang berlangsung dengan penyelenggara, dan semua ini berdampak pada 2027. Namun, tampaknya bagi saya kita semakin dekat dengan solusi komprehensif, jadi saya akan mengatakan kita akan segera mendapatkan kejelasan.” serunya

    Berdasarkan informasi yang berkembang di paddock cak, gaji Marc Marquez di Ducati untuk musim 2027 dipastikan akan mengalami kenaikan sangat signifikan, meskipun diperkirakan belum cukup untuk menjadikannya pembalap dengan bayaran tertinggi di grid.

    Informasi dari berbagai sumber menyebutkan bahwa kontrak baru Marquez berada di kisaran €12 juta hingga €15 juta per musim. Jika dirupiahkan dengan kurs saat ini, nominal fantastis ini setara dengan sekitar Rp 200 miliar hingga Rp 260 miliar.

    Sebagai gambaran, berikut adalah perbandingan pendapatannya dari tahun ke tahun bersama Ducati :

    • 2024 (Gresini Racing): Dilaporkan membalap secara gratis atau dengan bayaran minimum untuk bisa mendapatkan motor Ducati.

    • 2025 (Ducati Pabrikan): Gaji pokok diperkirakan sekitar €3 juta (± Rp 51 Miliar), ditambah bonus besar karena menjadi juara dunia. Marc berhak atas bonus sekitar €4,5 juta (Rp78 miliar) dari Dorna dan timnya

    • 2027 (Ducati Pabrikan – Estimasi): Melonjak menjadi €12-15 juta, yang berarti kenaikan hingga 5 kali lipat dari tahun 2025.

    Last….kabar hampir rampungnya kontrak Marc Marquez bersama Ducati untuk 2027 adalah sebuah kepastian yang sudah dinanti. meskipun harus menunggu pengumuman resmi, pernyataan dari CEO Ducati ini menegaskan bahwa Marquez akan tetap menjadi andalan pabrikan asal Borgo Panigale tersebut di era regulasi mesin 850cc. Fokus Marquez sekarang adalah mengejar ketertinggalan poin dari Bezzecchi, dimulai dari seri Le Mans akhir pekan ini. Kita tunggu saja cak…(iwb)