Category: Racing

  • MotoJunior : Ramadhipa Sabet Podium Perdana pada Debut Moto3…..Gokilll !!

    MotoJunior : Ramadhipa Sabet Podium Perdana pada Debut Moto3…..Gokilll !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Setelah menjalani akhir pekan yang impresif, Kiandra Ramadhipa berhasil meraih podium pertamanya di Moto3 Junior World Championship pada Race 1 yang digelar di Circuit de Barcelona-Catalunya. Pebalap Indonesia tersebut sebenarnya menyentuh garis finis di posisi kelima, namun penalti yang diberikan kepada beberapa pebalap setelah balapan membuatnya naik ke posisi ketiga. Pada balapan kedua, Ramadhipa kembali tampil kompetitif dan finis di posisi keenam, menutup empat hari yang luar biasa di Barcelona dengan hasil yang menjanjikan. Pebalap Honda Asia-Dream Racing Junior Team tersebut mampu bersaing di grup depan sepanjang kedua balapan yang sama-sama ditentukan hingga lap terakhir. Dengan hasil ini, Ramadhipa mencatat debut hari Minggu terbaik bagi pebalap Indonesia di ajang Moto3 Junior World Championship.

    Cuaca cerah dan panas menyambut jalannya balapan Race 1 di Barcelona, dengan suhu udara mencapai 27°C dan suhu lintasan mendekati 40°C.

    Meski memulai balapan dari barisan depan, ia turun ke posisi ketujuh saat memasuki akhir straight pertama. Beruntung, pebalap Indonesia tersebut mampu menjaga posisinya pada lap pembuka dan menghindari pertarungan yang tidak perlu di belakangnya. Dengan grup depan yang berisi sekitar 30 pebalap yang masih rapat hingga tiga lap pertama, aksi saling salip terus terjadi dalam perebutan posisi terdepan. Ramadhipa beberapa kali berganti posisi antara kelima hingga kesembilan, namun tetap berada dekat dengan pimpinan balapan. Memasuki pertengahan balapan, lebih dari lima belas pebalap masih tergabung dalam grup utama sehingga peluang kemenangan tetap terbuka hingga akhir. Pada tiga lap terakhir, grup mulai terpecah dan hanya menyisakan enam pebalap di barisan depan, termasuk Ramadhipa. Pembalap dengan nomor 32 ini bahkan sempat memimpin saat memasuki lap terakhir. Namun setelah pertarungan sengit hingga tikungan terakhir, Ramadhipa harus puas finis di posisi kelima dengan selisih hanya 0,144 detik dari kemenangan dan menjadi pebalap Honda terbaik pada balapan tersebut. Namun setelah balapan selesai, penalti yang diberikan kepada pebalap yang finis di posisi ketiga dan keempat membuat Ramadhipa naik ke posisi ketiga dan resmi meraih podium perdananya di Moto3 Junior World Championship.

    Dengan perubahan hasil resmi tersebut, pencapaian ini menjadi hasil debut terbaik sepanjang sejarah bagi pebalap Indonesia di MotoJunior, sekaligus hasil terbaik sejak kemenangan Arbi Aditama di Barcelona pada 2023.

    Pada sore hari, Race 2 digelar dalam kondisi yang lebih ekstrem dengan suhu udara hampir 30°C dan temperatur lintasan mendekati 50°C.

    Ramadhipa kembali kehilangan beberapa posisi saat start dan turun dari posisi ketiga ke posisi ketujuh, sementara satu pebalap berhasil menjauh dari rombongan depan. Meski demikian, Ramadhipa tetap berada dalam grup perebutan podium dengan sekitar empat belas pebalap yang terus bersaing di barisan depan hingga pertengahan balapan. Situasi berubah setelah pemimpin lomba terjatuh dan persaingan semakin intens. Pada lap-lap terakhir, aksi saling salip terjadi di hampir setiap tikungan. Dengan tiga pebalap lain ikut bersaing memperebutkan kemenangan, Ramadhipa sempat tercecer dari lima besar dan turun ke posisi ketujuh beberapa sektor sebelum finis. Pebalap berusia 16 tahun tersebut tidak menyerah dan terus mencoba kembali merangsek ke depan, namun akhirnya menutup balapan di posisi keenam dengan selisih kurang dari tiga persepuluh detik dari pemenang.

    Kiandra Ramadhipa meninggalkan Barcelona di posisi kedua klasemen sementara dengan total 26 poin. Hasil finis ketiga dan keenam pada akhir pekan debutnya menjadi modal kuat untuk menghadapi seri-seri berikutnya diajang Moto3 Junior World Championship. Setelah putaran ketiga Red Bull Rookies Cup mendatang, MotoJunior FIM World Championship akan kembali berlangsung dalam tiga minggu ke depan di Circuito do Estoril, Portugal, pada 12-14 Juni, di mana kelas Moto3 hanya akan menggelar satu balapan pada hari Minggu….Gooo merah putihh !! (iwb)

    Moto3 Junior WCh Race 2
    1 Giulio Pugliese CFMOTO Aspar Junior Team CFMoto 25:38.358
    2 Travis Borg Team Monlau Motul Honda +0.091
    3 Fernando Bujosa AC Racing Team KTM +0.140
    4 Carlos Cano CFMOTO Aspar Junior Team CFMoto +0.154
    5 Leonardo Abruzzo Team FPS Laglisse Husqvarna +0.210
    6 Kiandra Ramadhipa Honda Asia-Dream Racing Junior Team Honda +0.252

     

    Moto3 Junior WCh OVERALL STANDINGS
    1 Giulio Pugliese CFMOTO Aspar Junior Team KTM 45 points
    2 Kiandra Ramadhipa Honda Asia-Dream Racing Junior Team Honda 26 points
    3 Leonardo Zanni Momoven Racing KTM 25 points
    4 Ryota Ogiwara Asia Talent Team Honda 22 points
    5 Carlos Cano Honda Asia-Dream Racing Junior Team CFMoto 21 points
  • Aprilia memanas…Raul Fernandez Berang dengan Cara Jorge Martin Menutup Jalurnya !!

    Aprilia memanas…Raul Fernandez Berang dengan Cara Jorge Martin Menutup Jalurnya !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Suasana di dalam garasi tim Trackhouse Racing memanas pasca-insiden yang melibatkan Raul Fernandez dan pembalap pabrikan Aprilia, Jorge Martin. Tabrakan yang terjadi pada restart ketiga dalam balapan penuh drama di Grand Prix Catalunya tersebut seketika menghancurkan peluang besar kedua pembalap berbaju Aprilia itu untuk meraih podium.

    Balapan di Barcelona ini memang berjalan sangat kacau dan diwarnai beberapa bendera merah (red flag) akibat kecelakaan parah yang menimpa Alex Marquez dan Johann Zarco. Namun bagi Fernandez, insidennya dengan Martin adalah sesuatu yang seharusnya bisa dihindari, dan ia merasa sangat kesal dengan cara kompetitornya itu merespons manuver menyalip yang dilakukannya.

    Bersyukur Terhindar dari Cedera Parah

    Ditemui setelah balapan, Raul Fernandez pertama-tama meluapkan rasa syukurnya karena bisa lolos dari cedera serius mengingat fatalnya kecelakaan yang terjadi di lintasan.

    “Pertama-tama, saya beruntung tidak mengalami cedera parah, mengingat ada pecahan motor yang terbang ke arah saya dan saya terkena hantaman yang sangat keras,” ungkap Fernandez.

    “Hingga momen itu, saya rasa kami menjalani balapan yang cukup positif. Sesuai rencana awal, saya mencoba merangsek ke depan untuk membuat jarak aman. Namun itu tidak mudah karena Alex (Marquez) dan Pedro (Acosta) menempel saya dengan sangat ketat. Saya berharap Alex baik-baik saja karena dia mengalami hantaman yang sangat keras.”

    Tuding Jorge Martin Sengaja Menutup Jalur

    Ketegangan mulai memuncak saat Fernandez membahas insiden tabrakan pasca-bendera merah kedua. Meskipun dari luar terlihat seolah Fernandez yang menabrak Martin, pembalap asal Spanyol ini meminta publik melihat video dari sudut pandang helikopter secara mendetail.

    “Dari luar, tampaknya saya yang menabraknya, dan memang benturan itu terjadi. Namun sebelum itu terjadi, dia (Martin) melihat ketika saya mengerem dan memutuskan untuk menyalipnya,” jelas Raul dengan nada kesal.

    “Jika Anda menganalisis rekaman dari helikopter, Anda bisa melihat bahwa Jorge mengerem lebih awal dan saya masuk ke sisi dalam, karena itulah satu-satunya peluang yang saya miliki. Terlihat sangat jelas juga bahwa dia sempat menegakkan motornya sedikit, namun kemudian langsung menutup jalur sepenuhnya ketika dia menyadari bahwa itu adalah saya.”

    Menurut Fernandez, tindakan agresif Martin ini bukan yang pertama kali terjadi pada akhir pekan ini. “Hal serupa juga terjadi kemarin saat sesi Sprint Race, yang membuat saya kehilangan dua posisi, salah satunya direbut oleh Di Giannantonio,” kenangnya.

    Kehilangan Peluang Podium yang Berharga

    Akibat penutupan jalur yang mendadak tersebut, Fernandez mengaku tidak punya ruang lagi untuk menghindar, hingga akhirnya kedua pembalap Aprilia tersebut harus menyudahi balapan di atas hamparan gravel.

    “Sialnya, pada titik itu saya tidak bisa melakukan hal lain, dan kami berdua berakhir di gravel. Seperti yang saya katakan, saya sangat menyesal karena kami memiliki peluang bagus untuk naik podium, yang merupakan target utama kami. Saya juga minta maaf kepada tim karena mereka telah bekerja dengan sangat baik, tetapi hal-hal seperti ini memang bisa terjadi dalam balapan,” pungas Fernandez.

    Dengan kegagalan total di sisa balapan yang kacau ini, manajemen Trackhouse dan Aprilia dipastikan harus turun tangan untuk meredakan tensi internal yang memanas di antara para pembalap mereka. Kalau menurut sampeyan sendiri piye cak…siapa yang salah ?? (iwb)

  • Breaking !! Operasi Ligamen Zarco ditunda….cedera belum stabil ??

    Breaking !! Operasi Ligamen Zarco ditunda….cedera belum stabil ??

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…Johann Zarco telah menjalani pemeriksaan di Lyon oleh ahli bedah ortopedi ternama, Bertrand Sonnery-Cottet, untuk menilai kondisi lututnya pasca-cedera. Tim dokter menilai bahwa mereka perlu menunggu beberapa minggu sebelum melakukan tindakan operasi pada ligamennya. Hal ini bertujuan untuk memberikan waktu bagi pemulihan awal dari trauma serta cedera lainnya. Setelah operasi selesai dilakukan, program rehabilitasi yang mendetail akan disusun untuk menentukan lini masa (timeline) kapan ia bisa kembali balapan….

    Berdasarkan hasil pemeriksaan menyeluruh terhadap lutut kiri Zarco, tim dokter memutuskan untuk tidak langsung melakukan tindakan operasi. Operasi rekonstruksi pada ligamen yang robek total (anterior dan posterior) terpaksa ditunda selama beberapa minggu.

    Penundaan ini bukan tanpa alasan. Tim medis menilai bahwa kondisi trauma akut dan cedera penyerta lainnya—termasuk patah tulang betis (fibula) di dekat pergelangan kaki—perlu diberikan waktu untuk mereda dan memulai proses penyembuhan awal secara alami. Melakukan operasi besar pada lutut yang masih dalam kondisi trauma berat dinilai terlalu berisiko dan dapat menghambat efektivitas pemulihan jangka panjang.

    Konsekuensi dari penundaan operasi ini membuat teka-teki mengenai kapan “Zarco-sensei” bisa kembali menunggangi motor Honda RC213V miliknya masih menjadi tanda tanya besar.

    Rencana rehabilitasi dan program pemulihan yang mendetail baru akan disusun setelah tindakan operasi selesai dilakukan di masa mendatang. Hanya setelah fase operasi tersebut terlewati, tim medis dapat mengalkulasi serta memperkirakan lini masa (timeline) yang realistis bagi Zarco untuk kembali membalap.

    Kondisi Zarco saat ini merupakan buntut dari insiden mengerikan pada balapan restart di Tikungan 1 GP Catalunya. Setelah kehilangan jalur balap, Zarco menabrak Luca Marini dan terjatuh. Sialnya, saat terseret di atas gravel, kaki kirinya tersangkut di roda belakang motor Ducati milik Pecco Bagnaia yang sedang melaju kencang di sampingnya.

    Dalam wawancara terbarunya, Zarco sempat menceritakan momen mencekam tersebut di mana kakinya terjepit dan mulai terasa terbakar karena panasnya mesin, hingga ia terpaksa menarik paksa kakinya sendiri agar terlepas akibat para petugas lintasan yang sempat ragu untuk menyentuh motor tersebut.

    Kehilangan Zarco merupakan pukulan telak bagi Honda, terutama di tengah ambisi mereka untuk bangkit di musim MotoGP kali ini, serta persiapan menghadapi ajang ketahanan Suzuka 8 Hours pada bulan Juli mendatang.

    Last….Meski dihadapkan pada situasi sulit untuk mencari pembalap pengganti, manajemen Castrol Honda LCR menegaskan bahwa fokus utama mereka saat ini adalah kesehatan sang pembalap. Pihak tim menyatakan terus menjalin komunikasi yang sangat erat dengan Zarco dan berkomitmen untuk terus memberikan pembaruan (update) berkala mengenai perkembangan kondisinya dalam beberapa hari ke depan….(iwb)

  • Foto mengerikan Kaki Zarco tersangkut Roda Motor Pecco…kaki Hancurr ??

    Foto mengerikan Kaki Zarco tersangkut Roda Motor Pecco…kaki Hancurr ??

    Iwanbanaran.com – Cakkk…entah ada apa dengan Race Catalunya kemarin. Setelah insiden yang melibatkan Acosta dan Alex…kecelakaan mengerikan terjadi pada Zarco yang akhirnya mengalami cedera parah pada kakinya. Betul cak…Pembalap LCR Honda, Johann Zarco, akhirnya buka suara dan menceritakan detik-detik mencekam serta menyakitkan yang dialaminya dalam kecelakaan mengerikan pada balapan Grand Prix Catalunya. Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama media Prancis, L’Equipe, Zarco mengakui penyesalan mendalam karena memutuskan untuk kembali ikut balapan setelah bendera merah (red flag) dikibarkan. Inilah Foto mengerikan Kaki Zarco tersangkut Roda Motor Pecco…kaki Hancurr ??

    Balapan pertama sebelumnya terpaksa dihentikan pada lap ke-12 menyusul kecelakaan parah yang melibatkan Alex Marquez. Namun, saat balapan dimulai kembali (restart), sebuah insiden yang jauh lebih mengerikan terjadi di zona pengereman Tikungan 1, melibatkan Zarco, Pecco Bagnaia, dan Luca Marini.

    Zarco kehilangan jalur balapnya lalu menabrak bagian belakang motor Marini hingga membuatnya terjatuh. Hal yang paling menakutkan terjadi saat ia terseret ke area pembatas (gravel); kaki kirinya tersangkut di antara roda belakang, bagian ekor, dan knalpot motor Ducati milik Pecco Bagnaia yang sedang melaju kencang di sampingnya.

    “Kaki kiri saya terjepit… Saya tidak bisa bergerak di atas gravel, menjerit kesakitan,” kenang Zarco mengenai momen mengerikan tersebut.

    Ia menambahkan bahwa situasi sempat menjadi sangat panik karena petugas lintasan (marshal) dan tim medis yang datang sempat takut untuk menyentuh motor tersebut, khawatir tindakan mereka justru akan memperparah cedera sang pembalap.

    “Kaki saya mulai terasa seperti terbakar. Karena semua orang takut menyentuh saya, saya terpaksa menarik sendiri kaki saya hingga lepas, baru setelah itu mereka menolong saya,” ujarnya. “Mereka menstabilkan posisi saya agar tidak bergerak, menggunting baju balap (wearpack) saya, dan langsung memberikan infus cairan pereda nyeri. Saya belum pernah mengalami hal seperti itu, rasanya benar-benar menakutkan.” serunya..

    Meski berhasil terhindar dari cedera yang paling ditakuti—yaitu patah tulang paha (femur)—Zarco tetap didiagnosis mengalami cedera yang sangat serius. Ia menderita robek total pada ligamen kaki kiri (baik bagian depan/anterior maupun belakang/posterior) serta patah tulang betis (fibula) di dekat pergelangan kaki.

    Mengingat dampak besar dari cedera ini, Zarco mengungkapkan rasa marah dan kecewa pada dirinya sendiri karena tetap memilih untuk turun ke lintasan saat restart. Ia merasa bahwa intuisi atau firasatnya saat bendera merah pertama dikibarkan seharusnya menjadi tanda untuk lebih berhati-hati atau tidak melanjutkan balapan.

    Last….Zarco kini telah keluar dari rumah sakit di Barcelona dan kembali ke negara asalnya, Prancis, untuk menjalani pemeriksaan mendalam bersama dokter pribadinya sebelum naik ke meja operasi. Pemulihan untuk cedera ligamen total seperti ini umumnya memakan waktu yang cukup lama, berkisar antara 6 hingga 9 bulan. Kehilangan Zarco menjadi tamparan keras bagi tim LCR dan pabrikan Honda yang saat ini sedang berjuang dalam proses kebangkitan mereka. Selain hampir dipastikan absen di sisa musim MotoGP, cedera ini juga menutup peluang Zarco untuk kembali membela Honda di ajang ketahanan bergengsi, Suzuka 8 Hours, pada Juli mendatang. Kini, Honda dihadapkan pada tugas berat untuk mencari pembalap pengganti yang mampu mengimbangi performa dan determinasi tinggi dari seorang Johann Zarco. Berikut foto-foto mengerikan Zarco yang kakinya tersangkut motor Pecco…ngiluuu cakkkk (iwb)

  • Era Baru Skutik Premium, MAXi Race Hadir di Kejurnas Motoprix !!!

    Era Baru Skutik Premium, MAXi Race Hadir di Kejurnas Motoprix !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Inovasi terkini Yamaha di dunia racing nasional tahun ini diimplementasikan melalui MAXi Race yang telah hadir di berbagai event. Setelah perdana menggebrak di seri 1 Yamaha Cup Race yang digelar di Sidrap, MAXi Race lanjut diadakan di Kejurnas Motoprix Region B putaran 1 di sirkuit Gelora Bung Tomo Surabaya, 9-10 Mei 2026.

    Kategori baru di Motoprix akhir pekan lalu itu melombakan dua kelas yaitu MAXi 155 Semi Pro dan MAXi 155 Komunitas yang masing-masing diikuti 13 starter. Skutik MAXi disediakan Yamaha yang terdiri dari AEROX, NMAX dan LEXi untuk digunakan para peserta.

    Yamaha menyediakan wadah ini untuk memberikan experience merasakan keunggulan line up MAXi di arena balapan. Terbukti menarik minat para pecinta racing yang ingin merealisasikan passion mereka di ajang resmi yang digelar di sirkuit.

    ”MAXi Race sangat atraktif bagi penggemar racing baik itu komunitas, konsumen dan juga rider pro. Tingginya antusiasme mereka sudah terlihat saat kami membuka kategori itu di Yamaha Cup Race Sidrap pada April lalu. Kemudian kami lanjutkan di Kejurnas Motoprix yang juga mendapatkan atensi besar dari pecinta MAXi Yamaha. Kualitas skutik premium Yamaha bisa dinikmati dengan leluasa di sirkuit balap dan memberikan sensasi berbeda, juga memiliki value performance dapat ambil bagian menggeber motor-motor unggulan di kejuaraan bergengsi. Momen itu memberikan kesan impresif dan vibe positif yang kuat terhadap keistimewaan MAXi Yamaha di lintasan balap,” ungkap Rifki Maulana, Manager Public Relations, Yamaha Riding Academy & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

    Tim DC Baterry TDR AMG Alam Sari AP27 ARCI Tangerang mendominasi melalui dua pembalapnya yang mengambil kemenangan di kelas MAXi 155 Semi Pro dan MAXi 155 Komunitas. Randy Yusman juara 1 MAXi 155 Komunitas dan rider wanita Fisichella naik podium pertama MAXi 155 Semi Pro.

    Randy Yusman konsisten ikut serta di MAXi Race dan meneruskan kemenangannya setelah melakukannya juga di Yamaha Cup Race Sidrap. Kali ini dia menjajal AEROX Turbo, berbeda saat menggeber NMAX Turbo di Yamaha Cup Race Sidrap. ”Kualitas teknologi dan performa AEROX Turbo sangat memuaskan buat kompetisi MAXi Race. Tarikan motor agresif di trek lurus, handling stabil saat masuk tikungan, serta akselerasi cepat dan halus. Makin kompetitif dengan body aerodinamis dan image skutik sporty premium sangat terasa saat digeber di sirkuit,” beber Randy Yusman.

    Melalui pelaksanaan MAXi Race di berbagai kejuaraan populer diantaranya Yamaha Cup Race dan Kejurnas Motoprix, Yamaha ingin mengajak biker untuk menikmati keunggulan jajaran skutik MAXi Yamaha misalnya dari segi performa dan handling serta merasakan Racing DNA. Jadi tidak hanya enjoy MAXi Yamaha sebagai skutik harian atau partner berkendara yang fun buat touring, juga jadi pilihan tunggangan yang memacu adrenalin dalam keseruan MAXi Race….(YIMM PR)

  • Ngeriii cakkk!! Detik-detik Alex Marquez Alami Crash Horor di Barcelona, Divonis Patah Tulang Selangka dan Leher C7!

    Ngeriii cakkk!! Detik-detik Alex Marquez Alami Crash Horor di Barcelona, Divonis Patah Tulang Selangka dan Leher C7!

    Iwanbanaran.com – Cakkk… Sumpah cakk, balapan MotoGP Catalunya kemarin bener-bener bikin jantungan! Gimana nggak, balapan utama yang penuh drama dan sampai dihentikan (red flag) dua kali ini memakan korban cukup parah. Salah satunya adalah pemenang Sprint Race hari Sabtu, Alex Marquez (Gresini Racing), yang harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami kecelakaan super mengerikan di lap ke-12. Kabar terbaru yang masuk ke meja IWB, adik Marc Marquez ini divonis mengalami patah tulang leher dan selangka. Gustiii… ngeri tenan cakk!

    Semua bermula saat Alex Marquez lagi on fire bertarung di barisan depan demi memperebutkan podium tertinggi. Lha kok ndilalah, tepat di depannya, motor KTM milik Pedro Acosta tiba-tiba mengalami masalah teknis yang bikin laju motornya mendadak melambat secara drastis setelah menikung menuju Tikungan 10.

    Dalam kecepatan yang masih sangat tinggi, Alex Marquez yang berada persis di belakang Acosta nggak punya ruang lagi untuk menghindar, duarrrr ! Senggolan minor tak terelakkan. Alex langsung kehilangan kendali atas Ducati Desmosedici GP miliknya. Motor meluncur liar ke area rumput dan gravel, lalu melempar Alex ke udara alias mengalami high-side yang sangat keras!

    Sampeyan kalau nyawang videonya pasti ngilu. Alex terlempar dan menghantam tanah dengan keras (untung nggak sampai menghantam dinding pembatas sirkuit), sementara motor Ducatinya terbanting-banting di gravel sampai hancur berhamburan gak berbentuk. Hanya menyisa sasis utama doang. Gila, ngeri bener!

    Petugas medis langsung bergerak cepat memberikan pertolongan pertama di lokasi kejadian dalam waktu yang cukup lama. Setelah dipastikan sadar, Alex langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju Medical Center sirkuit, sebelum akhirnya ditransfer ke Hospital General de Catalunya demi evaluasi total menggunakan mesin pemindai.

    Nah, dari rilis resmi tim Gresini Racing yang IWB terima, hasil rontgen dan CT scan menunjukkan cedera yang cukup serius. Alex Marquez didiagnosis mengalami dua patah tulang:

    1. Fraktur pada tulang selangka kanan (Right Clavicle).

    2. Fraktur marginal kecil pada tulang belakang leher C7 (vertebra leher bagian bawah).

    Untuk tulang selangkanya, tim medis bergerak cepat dan menjadwalkan tindakan operasi tadi malam untuk memasang plat (screws and plate) agar posisinya kembali stabil. Sementara untuk fraktur di bagian leher C7, tim dokter masih memantau ketat dan membutuhkan “evaluasi lebih lanjut” dalam beberapa hari ke depan guna memastikan tindakan pemulihan yang paling aman.

    Meskipun habis mengalami kecelakaan horor, mentalitas pembalap Spanyol ini pancen jempolan, cakk. Melalui akun media sosial pribadinya, Alex langsung menyapa para fans dari ranjang rumah sakit dengan nada optimistis:

    “Semua kendali berada di bawah pengawasan!! Saya akan menjalani operasi malam ini, tetapi saya berada di tangan tim medis terbaik. Terima kasih banyak atas perhatian dan semua pesan baik yang saya terima ,” tulis Alex Marquez.

    Last….Jelas ini pukulan telak buat Gresini Racing, padahal Alex baru aja mencetak hasil manis menang di Sprint Race sehari sebelumnya. Balapan Catalunya sendiri akhirnya dimenangkan oleh Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46) setelah drama red flag kedua akibat crash massal yang melibatkan Johann Zarco, Luca Marini, dan Pecco Bagnaia. Belum ada rilis resmi kapan Alex Marquez bisa kembali mengaspal di atas jok motor. Namun yang pasti, cedera tulang leher C7 membutuhkan waktu recovery yang nggak main-main dan bakal jadi faktor penentu berapa lama doi absen. Kita doakan saja semoga Alex Marquez cepat sembuh dan bisa balapan lagi. GWS Alex ! (iwb)

  • Veda Ega Menggila di Catalunya…Meroket dari Grid 20 hingga Amankan Finis Ke-8!

    Veda Ega Menggila di Catalunya…Meroket dari Grid 20 hingga Amankan Finis Ke-8!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Veda Ega Pratama, kembali menunjukkan performa luar biasa dalam ajang balap internasional kelas Moto3 di Monster Energy Grand Prix of Catalonia. Mengawali balapan dari posisi yang kurang menguntungkan, pembalap andalan Honda Team Asia ini berhasil melakukan comeback fantastis dan finis di zona poin penting. Asli cakk…ini luarrr biasaaaa !!!

    Sesi kualifikasi yang menempatkannya di urutan ke-20 pada starting grid tentu menjadi tantangan besar bagi Veda. Memulai balapan sepanjang 18 lap di Circuit de Barcelona-Catalunya dari barisan belakang membutuhkan fokus tinggi dan strategi yang matang. Namun, modal tersebut terbukti dimiliki oleh pembalap bernomor motor 9 ini.

    Sejak lampu hijau menyala, Veda langsung tampil agresif namun tetap terukur. Lap demi lap ia gunakan untuk memangkas jarak dengan pembalap di depannya. Di sirkuit sepanjang 4.657 meter yang terkenal teknis ini, ia berhasil melewati satu per satu rivalnya dengan aksi overtake yang bersih

    Ritme Balap Konsisten dan Catatan Waktu Impresif

    Kunci utama dari keberhasilan Veda menembus posisi 8 besar adalah konsistensi kecepatannya di atas lintasan. Berdasarkan data resmi Tissot, Veda mencatatkan waktu lap terbaik pribadinya pada lap ke-3 dengan torehan 1 menit 47,577 detik. Catatan waktu ini menempatkannya sebagai salah satu pembalap dengan kecepatan satu lap (fastest lap) yang sangat kompetitif di antara barisan depan, hanya terpaut 0,325 detik dari lap tercepat balapan yang dicetak oleh David Almansa.

    Kecepatan motor Honda tunggangannya juga sangat stabil, di mana ia mampu mencatatkan total waktu balapan 32 menit 29,948 detik, atau hanya berselisih kurang dari satu detik (0,984 detik) dari sang juara seri, Maximo Quiles. Persaingan yang sangat ketat di grup depan memperlihatkan betapa matangnya mental bertarung Veda di atas lintasan.

    Veda mencatatkan waktu lap yang sangat konsisten di kisaran 1 menit 47,5 detik hingga 1 menit 48,1 detik. Berikut perbandingan lap time Veda dengan pemenang balapan (Quiles):

    Lap ke- Veda Pratama Maximo Quiles Selisih
    2 1’47.633 1’48.606 -0.973
    3 1’47.577 1’48.605 -1.028
    4 1’47.929 1’48.394 -0.465
    5 1’47.860 1’47.859 -0.001
    6 1’47.663 1’47.734 -0.071
    7 1’47.890 1’48.629 -0.739
    8 1’47.964 1’48.027 -0.063

    Veda bahkan sempat mencatatkan waktu lap yang lebih cepat dari pemenang di beberapa lap awal. Ini menunjukkan bahwa ia memiliki kecepatan setara dengan para pembalap papan atas

    Perbandingan dengan Rekan Setim

    Pembalap Posisi Start Posisi Finish Poin
    Veda PRATAMA 20 8 8
    Zen MITANI 23 22 0

    Data Menarik: Kompetisi yang Super Ketat

    Metrik Data
    Gap Veda ke Pemenang +0,984 detik
    Gap P1 ke P8 (Veda) Kurang dari 1 detik
    Gap P1 ke P15 (Yamanaka) Kurang dari 10 detik

    Dalam 1 detik saja, terdapat 8 pembalap yang bersaing ketat di garis finis. Ini adalah salah satu balapan dengan persaingan terketat musim ini. Hampir seluruh pembalap Top 15 saling berhimpitan!

    Analisis: Comeback Luar Biasa

    Aspek Performa Veda Analisis
    Start Posisi 20 Start dari baris ketujuh (sangat tidak ideal)
    Posisi Akhir Posisi 8 Naik 12 posisi!
    Gap ke P1 +0.984 detik Hanya terpaut kurang dari 1 detik dari pemenang
    Rekan Setim Zen Mitani (P22, +27.942 detik) Veda unggul sangat jauh dari rekannya sendiri

    Strategi dan Keunggulan Veda

    1. Start Bukan Segalanya
      Start di posisi buncit tidak menghentikan Veda. Ia membuktikan bahwa di Moto3, siapa yang paling berani dan cerdaslah yang akan menang, bukan hanya siapa yang start di depan.

    2. Kemampuan Mengejar yang Tinggi
      Naik 12 posisi dalam balapan yang kompetitif menunjukkan bahwa ia memiliki kemampuan membaca balapan dengan baik, memanfaatkan slipstream, serta mengambil risiko di saat yang tepat.

    3. Mental Baja
      Kegagalan di kualifikasi seringkali menjadi pukulan mental bagi pembalap. Namun, Veda menunjukkan mental juara dengan tetap fokus dan mampu finis di zona poin.

    4. Sisa Pekerjaan Rumah
      Pekerjaan besar tetap ada: kualifikasi. Jika ia bisa start di baris depan (P1-P8), bukan tidak mungkin ia akan bersaing untuk podium atau bahkan kemenangan.

    Last….dengan finis di posisi ke-8, pembalap kebanggaan tanah air ini berhak membawa pulang tambahan 8 poin berharga. Tambahan poin dari Catalunya ini membuat posisi Veda Ega Pratama semakin kokoh di peringkat ke-5 klasemen sementara World Championship dengan total raihan 58 poin. Hasil ini sekaligus membawa kontribusi besar bagi negaranya dan tim Honda Team Asia yang terus berjuang di papan atas klasemen kejuaraan tim dunia. Performa impresif di Catalonia menjadi bukti nyata bahwa posisi start yang jauh di belakang bukanlah halangan bagi Veda Ega Pratama untuk bisa bersaing dengan pembalap-pembalap terbaik dunia. Luarrr biasaaaaaa Vedaaa …(iwb)

  • Massimo Meregalli Akui Proyek V4 Yamaha “Lebih Sulit dari Perkiraan” !!

    Massimo Meregalli Akui Proyek V4 Yamaha “Lebih Sulit dari Perkiraan” !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Bos tim MotoGP Yamaha, Massimo Meregalli, mengakui bahwa pengembangan proyek mesin V4 berjalan lebih sulit dari yang ia bayangkan. Dalam pernyataan jujurnya usai tes resmi di Jerez, ia mengungkapkan rasa frustrasi sekaligus optimisme bahwa masa depan masih bisa lebih baik….

    Musim 2026 adalah tahun pertama Yamaha menggunakan mesin V4 setelah bertahun-tahun setia dengan konfigurasi inline-4. Harapannya, dengan mengikuti arus mayoritas pabrikan lain (Ducati, Aprilia, KTM), Yamaha bisa kembali bersaing di papan atas.

    Namun, kenyataan berkata lain. Hingga seri keempat (Spanyol), Yamaha hanya mengoleksi 14 poin —jauh di bawah capaian periode yang sama tahun lalu (42 poin). Fabio Quartararo, yang tahun lalu masih bisa naik podium di Jerez, kali ini finis lebih dari 30 detik dari pemenang.

    “Saya Kira Akan Lebih Mudah”

    Meregalli tidak menutupi keterkejutannya atas beratnya jalan yang harus dilalui timnya.

    “Tentu saja kami sadar ini tidak akan mudah. Tapi saya harus akui, saya pikir proyek ini akan sedikit lebih mudah dari yang terjadi. Sayangnya, kami menghadapi jalan yang mungkin tidak kami duga, yang sedikit memperlambat proses pengembangan.”

    Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Yamaha menemui “batu sandungan” tak terduga dalam transisi dari inline-4 ke V4. Apakah itu masalah getaran? Distribusi bobot? Atau integrasi dengan elektronika? Meregalli tidak merinci.

    Atmosfer Tim Masih Baik

    Meski hasil di lintasan buruk, Meregalli menegaskan bahwa suasana di dalam tim tetap positif.

    “Tim sendiri terus berusaha semaksimal mungkin. Dan atmosfernya, menurut saya, masih baik. Ketika ada sesuatu yang baru, itu sudah membawa positif dan menjadi dorongan tambahan.”

    Ia juga realistis bahwa bagian awal musim ini memang sudah diprediksi akan sulit.

    “Kami semua sadar, sejak memulai musim ini, kami berpikir—dan berbicara secara internal— bahwa bagian pertama akan berat. Tapi kami tetap percaya di paruh kedua kami mungkin akan mulai melihat hasil yang berbeda.”

    Dampak: Quartararo Pergi, Martin & Ogura Datang

    Kinerja buruk Yamaha di awal musim V4 ini menjadi salah satu pemicu hengkangnya Fabio Quartararo ke Honda pada 2027. Pembalap Prancis itu frustrasi dengan kurangnya progres.

    Namun, Yamaha tidak tinggal diam. Mereka telah mengamankan Jorge Martin dan Ai Ogura untuk musim depan—sebuah sinyal bahwa pabrikan Jepang ini masih dipercaya oleh pembalap top.

    Strategi ke Depan

    Meregalli menolak terburu-buru. Baginya, proyek V4 ini adalah maraton, bukan sprint.

    “Kita baru di awal, dan sejauh ini kami berada di posisi yang kami kira bisa kami capai. Kami masih percaya di paruh kedua musim ini kami akan mulai melihat hasil yang berbeda.”

    Yamaha berharap peningkatan yang diuji di tes Jerez (termasuk aerodinamika dan setup mesin) bisa membuahkan hasil di seri Eropa berikutnya, seperti Le Mans dan Mugello.

    Last….Pengakuan jujur Meregalli bahwa proyek V4 Yamaha “lebih sulit dari perkiraan” adalah cerminan realita di paddock. Transisi teknologi yang radikal tidak pernah mudah, bahkan untuk pabrikan sekelas Yamaha. Pertanyaan besarnya… Akankah Yamaha bisa bangkit di paruh kedua musim seperti yang diharapkan Meregalli? Atau justru musim 2026 akan menjadi “musim transisi” yang terlupakan, sambil bersiap menyambut Martin dan Ogura di 2027? piye menurut sampeyan cak…? (iwb)

  • Tech3 Buka Suara soal Masa Depan 2027: Pindah ke Honda atau Tetap KTM?

    Tech3 Buka Suara soal Masa Depan 2027: Pindah ke Honda atau Tetap KTM?

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Tech3, tim satelit MotoGP yang saat ini bermitra dengan KTM, masih belum menentukan pabrikan mana yang akan digandeng pada era regulasi 850cc mulai 2027. Namun mereka sudah memberikan petunjuk…kemana sepertinya Tech 3 akan berlabuh. Yup..Tech3 Buka Suara soal Masa Depan 2027: Pindah ke Honda atau Tetap KTM?

    Nicolas Goyon, manajer tim Tech3, mengungkapkan bahwa pabrikan masih menjadi teka-teki terbesar. Laporan terbaru justru mengaitkan tim asal Prancis itu dengan Honda, setelah rumor kepindahan ke Gresini Ducati dinyatakan batal. Sejak diambil alih oleh konsorsium pimpinan eks bos tim F1 Haas, Guenther Steiner, Tech3 sempat dianggap akan melanjutkan kerja sama dengan KTM. Namun, beberapa pekan terakhir justru muncul isu bahwa Honda sangat ingin memperluas kehadirannya di grid menjadi enam motor pada 2027, dan Tech3 adalah target paling realistis.

    “Ketika kita bicara soal 2027, masalah besar tetap pada keputusan pabrikan mana yang akan kita ikuti. Penandatanganan pembalap juga tergantung pada ini. Saya sudah bicara dengan beberapa pembalap. Kami tahu—meskipun semua tidak resmi—pembalap mana yang akan tersedia tahun depan. Beberapa manajer menyatakan minat mereka untuk membalap untuk kami. Tapi mengadakan pembicaraan konkret tanpa mengetahui pabrikan mana yang akan bekerja sama dengan Tech3 adalah tidak ada gunanya.”..” ujar Goyon kepada Speedweek Jerman.

    Goyon menyadari bahwa pembalap Moto2 bisa menjadi pilihan menarik untuk 2027 berkat pengalaman mereka dengan ban Pirelli (yang akan digunakan di MotoGP mulai tahun depan). Namun, ia waspada untuk mengisi kedua kursi Tech3 dengan rookie, mengingat pengalaman pahit tim pada 2022 dengan duo Remy Gardner dan Raul Fernandez.

    “Tech3 memiliki banyak pengalaman dengan pembalap yang baru naik kelas. Ada yang baik, ada yang kurang baik. Musim ketika kami balapan dengan dua rookie, Remy Gardner dan Raul Fernandez, tidak terlalu positif. Anda tidak bisa menyamaratakan, karena faktor lain juga terlibat. Saya pikir dalam situasi saat ini, akan baik bagi Tech3 untuk memulai dengan satu pembalap MotoGP berpengalaman dan satu rookie.”

    Line-up Tech3 saat ini, Enea Bastianini dan Maverick Vinales, kemungkinan besar tidak akan bertahan untuk 2027.

    • Enea Bastianini dikabarkan akan kembali ke Gresini Ducati, tempat ia pernah meraih kemenangan perdananya di MotoGP.

    • Maverick Vinales tadinya diyakini akan naik ke tim pabrikan KTM, tetapi kabar terbaru menyebutkan ia mungkin kalah saing dengan Fabio Di Giannantonio.

    Last….Keputusan Tech3 untuk belum menentukan pabrikan mungkin juga terkait dengan keputusan Grand Prix Commission yang melarang wildcard mulai 2027. Jika Tech3 pindah ke Honda, maka pabrikan asal Tokyo itu akan memiliki enam motor di grid (dua pabrikan, dua LCR, dua Tech3). Jika tetap di KTM, jumlah motor KTM di grid bisa menyusut jika Pierer Mobility tidak memperluas tim satelit lain. Artinya cak….Tech3 berada di persimpangan jalan. Keputusan memilih antara KTM (mitra lama) atau Honda (pabrikan yang sedang bangkit) akan menentukan nasib tim di era 850cc. Apapun pilihannya, komposisi pembalap kemungkinan besar akan terdiri dari satu pembalap berpengalaman dan satu rookie. Kita tunggu perkembangannya dalam beberapa pekan ke depan…..(iwb)

  • Sprint Race Catalunya 2026…Alex Marquez Menang, Jorge Martin crash, Bezzechi kenapa ?

    Sprint Race Catalunya 2026…Alex Marquez Menang, Jorge Martin crash, Bezzechi kenapa ?

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…Sprint race MotoGP Catalunya 2026 berlangsung sengit dan penuh drama. Alex Marquez (Gresini Ducati) keluar sebagai pemenang setelah duel ketat dengan Pedro Acosta (Red Bull KTM) yang hanya terpaut 0,041 detik di garis finis. Ini adalah kemenangan sprint race pertama musim ini bagi adik dari Marc Marquez tersebut, sekaligus kemenangan terdekat dalam sejarah MotoGP Sprint !! (more…)