Author: Iwanbanaran

  • Veda Ega Pratama di Moto3 Jerman : Start Ke-13, Finis Ke-8, dan Kembali Salip Hakim Danish !!

    Veda Ega Pratama di Moto3 Jerman : Start Ke-13, Finis Ke-8, dan Kembali Salip Hakim Danish !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…..Veda Ega Pratama, kembali menunjukkan performa gemilang dalam lanjutan Kejuaraan Dunia Moto3 2026 di Sirkuit Sachsenring, Jerman, Minggu (12/7/2026). Membalap untuk Honda Team Asia, Veda sukses melakukan aksi comeback impresif dengan finis di posisi kedelapan setelah memulai balapan dari grid ke-13. Start Ke-13, Finis Ke-8, dan Kembali Salip Hakim Danish !!

    Jalannya Balapan: Duel KTM vs CFMOTO

    Memulai balapan dari posisi terdepan (Pole Position), Brian Uriarte langsung memimpin rombongan sejak lampu hijau menyala. Namun, ia tidak bisa bernapas lega karena Maximo Quiles (CFMOTO Gaviota Aspar Team) terus menempel ketat di posisi kedua. Quiles bahkan sempat mencetak rekor putaran tercepat balapan yang baru (Fastest Lap) pada putaran ke-3 dengan catatan waktu 1 menit 25,227 detik.

    Pertarungan sengit di grup depan melibatkan lima pembalap teratas yang terus saling tekan hingga putaran terakhir. Uriarte akhirnya berhasil menyentuh garis finis pertama dengan total waktu 33 menit 2,694 detik, hanya unggul tipis 0,063 detik dari Quiles yang harus puas berada di tempat kedua. Podium ketiga berhasil diamankan oleh pembalap asal Italia, Matteo Bertelle (LEVEL UP – MTA), yang finis 5,053 detik di belakang sang pemenang.

    Veda Pratama Tampil Solid, Raih Top Speed Tertinggi

    Pembalap muda asal Indonesia yang membela Honda Team Asia, Veda Pratama, menunjukkan performa yang sangat impresif. Mengawali balapan dengan baik, Veda berhasil menjaga konsistensi di tengah ketatnya persaingan sirkuit Sachsenring yang pendek dan teknis.

    Veda akhirnya menyentuh garis finis di posisi ke-8 dengan catatan waktu total 33 menit 18,351 detik (selisih 15,657 detik dari Uriarte). Menariknya, data performa mencatat bahwa Veda Pratama sukses menorehkan kecepatan puncak tertinggi (Event Best Maximum Speed) sepanjang akhir pekan ini, yakni mencapai 216,4 km/jam yang ia cetak saat sesi balapan berlangsung, mengungguli motor-motor KTM yang mendominasi grid.

    Analisis Performa Sektor: Di Mana Veda Pratama Mengungguli Lawan?

    Sirkuit Sachsenring terkenal dengan karakternya yang pendek (3,7 km), sempit, dan didominasi oleh tikungan ke kiri yang mengalir konlong (flowing). Berdasarkan data catatan waktu per sektor, berikut adalah peta kekuatan Veda Pratama:

    • Sektor 1 (Tikungan 1 hingga Tikungan 3): Sektor pembuka yang lambat dan teknis setelah lintasan lurus utama. Di sini, Veda Pratama mencatatkan waktu yang cukup konsisten, namun sering kali tertahan oleh kepadatan rombongan. Keunggulan top speed motor Honda miliknya baru terlihat saat ia melakukan late-braking di Tikungan 1 (Omega).

    • Sektor 2 & 3 (Tikungan 4 hingga Tikungan 10 – The Waterfall Pre-stage): Ini adalah area mengalir di mana pembalap harus menjaga momentum sudut kemiringan motor. Sektor ini didominasi oleh motor-motor KTM dan CFMOTO yang memiliki kelincahan sasis sedikit lebih unggul di tikungan kiri beruntun. Veda kehilangan rata-rata 0,15 hingga 0,2 detik per putaran di area ini dibanding kelompok lima besar terdepan.

    • Sektor 4 (Tikungan 11 The Waterfall hingga Lintasan Lurus Utama): Sektor ini menjadi panggung utama bagi Veda Pratama. Tikungan 11 (The Waterfall) yang merupakan turunan buta berkecepatan tinggi ke arah kanan membutuhkan nyali besar. Keberanian Veda di titik ini, dikombinasikan dengan akselerasi keluar dari Tikungan 13, memungkinkannya mencetak kecepatan puncak tertinggi akhir pekan ini di angka 216,4 km/jam. Keunggulan aerodinamika dan manajemen girboks di trek lurus ini menjadi senjata utama Veda untuk melakukan aksi salip (overtaking) sebelum garis finis.

    Head-to-Head Honda Team Asia: Veda Pratama vs Eddie O’Shea

    Balapan GP Jerman 2026 ini menunjukkan dinamika yang menarik di dalam garasi Honda Team Asia. Meskipun kedua pembalap berhasil mengamankan poin ganda untuk tim, Veda Pratama berhasil mengungguli rekan setimnya, Eddie O’Shea, lewat performa yang lebih klinis.

    Metrik Evaluasi Veda Pratama (Posisi 8) Eddie O’Shea (Posisi 10)
    Total Waktu Balapan 33 menit 18,351 detik 33 menit 18,483 detik
    Selisih Waktu (Gap) +15,657 detik dari P1 +15,789 detik dari P1
    Waktu Putaran Terbaik 1 menit 25,985 detik (Lap 3) 1 menit 26,012 detik (Lap 5)
    Kecepatan Puncak (Top Speed) 216,4 km/jam (Event Best) 213,8 km/jam
    Konsistensi Paruh Kedua Stabil di kisaran 1’26,2 – 1’26,5 Fluktuatif akibat degradasi ban belakang

    Catatan Kekuatan Veda

    1. Manajemen Ban: Di paruh pertama balapan (hingga lap 10), O’Shea sempat menempel ketat Veda dengan selisih kurang dari 0,2 detik. Namun memasuki paruh kedua, gaya balap Veda yang lebih halus di tikungan panjang Sachsenring membuat ban belakangnya bertahan lebih baik. Hasilnya, Veda mampu mempertahankan ritme di angka 1 menit 26,3 detik, sementara O’Shea mulai kedodoran dan turun ke ritme 1 menit 26,7 detik.

    2. Duel Lap Terakhir: Pada putaran penentu, O’Shea mencoba memanfaatkan slipstream Veda di sektor terakhir. Namun, keunggulan top speed Veda (216,4 km/jam) membuatnya mampu mempertahankan posisi ke-8 di garis finis, hanya unggul tipis 0,132 detik dari Ryusei Yamanaka (P9) dan Eddie O’Shea (P10) yang finis hampir bersamaan.

    Catatan waktu terbaik per putaran milik Veda dibukukan pada putaran ke-3 dengan waktu 1 menit 25,985 detik. Hasil finis ke-8 ini memberinya tambahan 8 poin penting untuk klasemen kejuaraan dunia cak

    Banyak Pembalap Tumbang

    Karakter sirkuit Sachsenring yang menuntut konsistensi memakan banyak korban. Tercatat beberapa pembalap mengalami kecelakaan (crashed out) dan gagal finis, di antaranya:

    • Valentin Perrone dan Marcos Uriarte langsung terlibat insiden di putaran pembuka (putaran 1).

    • Casey O’Gorman sempat terjatuh pada putaran ke-7, masuk ke pit, kembali ke lintasan, sebelum akhirnya resmi menyudahi balapan di dalam pit pada putaran ke-15.

    • Scott Ogden terjatuh pada putaran ke-7 namun masih bisa melanjutkan balapan hingga finis di posisi 17.

    • Joel Esteban dan Adrian Cruces mengalami kecelakaan bersamaan pada putaran ke-7 dan harus dibawa ke Medical Centre.

    Last….Veda akhirnya menyentuh garis finis di peringkat ke-8 dengan selisih waktu +15,657 detik dari sang pemenang balapan, Brian Uriarte. Keberhasilan mengamankan posisi 10 besar ini sekaligus membawa angin segar bagi posisinya di papan klasemen kejuaraan dunia. Dengan finis di posisi kedelapan, Veda berhak membawa pulang tambahan 8 poin. Hasil ini membuat posisinya di klasemen sementara Kejuaraan Dunia Moto3 kembali menyalip rival sengitnya asal Malaysia, Hakim Danish. Pada balapan kali ini, Hakim Danish yang membela tim AEON Credit – MT Helmets – MSI hanya mampu finis di posisi ke-12 dan mendapatkan 4 poin. Berkat hasil tersebut, Veda Ega Pratama kini naik ke peringkat ke-6 klasemen sementara dengan total koleksi 90 poin, unggul empat angka atas Hakim Danish yang menguntit di peringkat ke-7 dengan 86 poin dari sebelumnya sama-sama 82 poin.  Performa solid di GP Jerman 2026 ini menjadi modal berharga bagi Veda Pratama untuk terus bersaing di papan atas Moto3 dan menjaga momentum positif pada seri-seri berikutnya. Gooo Vedaaaa….(iwb)

    Hasil Balapan Moto3 Jerman 2026 (Top 10):

    1. Brian Uriarte (SPA) – KTM | 33’02.694

    2. Maximo Quiles (SPA) – KTM | +0.063

    3. Matteo Bertelle (ITA) – KTM | +5.053

    4. Marco Morelli (ARG) – KTM | +5.060

    5. Rico Salmela (FIN) – KTM | +5.139

    6. Adrian Fernandez (SPA) – HONDA | +8.626

    7. Jesus Rios (SPA) – HONDA | +11.418

    8. Veda Pratama (INA) – HONDA | +15.657

    9. Ryusei Yamanaka (JPN) – KTM | +15.774

    10. Eddie O’Shea (GBR) – HONDA | +15.789

  • Kualifikasi Moto3 Jerman : Veda Start P13…..tantangan besar Mendobrak KTM !!

    Kualifikasi Moto3 Jerman : Veda Start P13…..tantangan besar Mendobrak KTM !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….perjalanan kualifikasi Moto3 di Sirkuit Sachsenring, Jerman, penuh dengan kejutan dramatis bagi pembalap muda andalan Indonesia, Veda Ega Pratama. Setelah sempat mencuri perhatian dunia dengan menjadi yang tercepat di sesi latihan, Veda akhirnya harus puas mengamankan posisi start ke-13 dalam sesi Kualifikasi 2 (Q2).

    Sachsenring sebenarnya bukan sirkuit yang asing bagi pemuda asal Gunungkidul ini. Berbekal memori manis di ajang Red Bull Rookies Cup tahun lalu, Veda mengawali rangkaian GP Jerman dengan penuh percaya diri. Pada sesi Practice hari Jumat, ia sukses membuat kejutan besar dengan menorehkan waktu terbaik 1 menit 25,848 detik. Catatan fantastis ini membawanya keluar sebagai pembalap tercepat sekaligus mengamankan tiket lolos otomatis ke babak Kualifikasi 2 (Q2).

    Namun, dinamika balapan kelas Moto3 yang sangat ketat kembali menguji konsistensi pembalap bernomor motor 9 ini saat memasuki hari Sabtu ini cak. Pada latihan bebas kedua (FP2), kecepatan motornya belum keluar secara maksimal sehingga ia sempat terlempar ke posisi bawah sebelum akhirnya bersiap tarung di Q2.

    Hasil Sengit Sesi Q2 Jerman

    Memasuki sesi krusial Q2 untuk memperebutkan posisi start terdepan (pole position), persaingan antar pembalap rookiemaupun veteran berlangsung sangat intens. Veda Ega berupaya keras mempertajam catatan waktunya di sirkuit pendek yang menguras fisik ini.

    Pada akhir sesi kualifikasi, Brian Uriarte dari tim Red Bull KTM Ajo sukses mengamankan posisi start terdepan. Sayang Veda Ega Pratama harus puas menempati urutan ke-13 dengan selisih waktu (gap) hanya 0,693 detik dari sang polesitter. Walau meleset dari target barisan depan (front row), posisi start di baris kelima ini tetap membuka peluang besar bagi Veda untuk merangsek ke zona poin saat balapan utama.

    Menariknya, rival sekaligus rekan sesama pembalap Asia Tenggara, Hakim Danish asal Malaysia, berhasil tampil cemerlang di kualifikasi kali ini dengan mengamankan posisi start ke-3.

    Berikut adalah gambaran posisi 5 besar hasil Q2 Moto3 Jerman beserta posisi Veda Ega:

    Posisi Pembalap Tim
    1 Brian Uriarte Red Bull KTM Ajo
    2 Marco Morelli CFMOTO Gaviota Aspar Team
    3 Hakim Danish AEON Credit – MT Helmets – MSI
    4 Maximo Quiles CFMOTO Gaviota Aspar Team
    5 Alvaro Carpe Red Bull KTM Ajo
    13 Veda Ega Pratama Honda Team Asia

    Fokus Balapan Utama: Karakter Sirkuit Sachsenring yang mengalir dengan dominasi tikungan kiri menuntut manajemen ban yang cerdas. Start dari posisi ke-13 berarti Veda harus melakukan awalan yang agresif sejak lampu start padam demi menghindari kepadatan di tikungan-tikungan awal.

    Last…Balapan utama Moto3 Jerman akan berlangsung sepanjang 23 putaran (lap). Ini menjadi kesempatan emas bagi pembalap berusia 17 tahun tersebut untuk bangkit membayar kegagalan finis (DNF) pada seri sebelumnya di Assen, sekaligus menambah pundi-pundi poin penting di klasemen kejuaraan dunia Moto3 2026. Veda Start P13…..tantangan besar Mendobrak KTM !! semoga bisa cak…(iwb)

  • Breaking !! Suzuki Rilis Trail ” Monster” RM-Z450 Model 2027…Bengisss !!!

    Breaking !! Suzuki Rilis Trail ” Monster” RM-Z450 Model 2027…Bengisss !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Suzuki resmi memperkenalkan pembaruan untuk salah satu motor dirt bike kasta tertinggi mereka, Suzuki RM-Z450 model tahun 2027. Motor yang menyandang status sebagai salah satu mesin kompetisi paling tangguh di kelasnya ini kembali hadir dengan membawa sejumlah penyempurnaan teknis untuk memberikan pengalaman berkendara yang lebih presisi, bertenaga, dan adaptif di lintasan motocross. Dan auranya sangarrrr cakkk….

    Sejak lama, keluarga RM-Z dikenal dengan filosofi “Run, Turn, and Stop” yang sangat seimbang. Pada versi 2027 ini, Suzuki tidak merombak total basis mesinnya, melainkan fokus menyempurnakan bagian-bagian krusial agar motor semakin mudah dikendalikan oleh kroser profesional maupun pengendara hobi.

    Di sektor jantung pacu, Suzuki RM-Z450 2027 tetap mengandalkan mesin 449cc, 4-tak, berpendingin cairan, DOHC dengan pengabutan bahan bakar injeksi yang sudah sangat teruji durabilitasnya. Karakter tenaga di putaran bawah hingga menengah dibuat semakin padat dan responsif agar motor bisa melesat cepat saat keluar dari tikungan tajam khas sirkuit tanah.

    Untuk menjinakkan tenaganya, Suzuki menyematkan sistem elektronik canggih Suzuki Holeshot Assist Control (SADC) yang diperbarui. Fitur ini membantu pembalap mendapatkan traksi maksimal dan meminimalkan gejala roda depan terangkat (wheelie) saat melakukan start dari garis awal.

    Selain itu, manajemen pengaturan mesin kini jauh lebih praktis berkat dukungan MX-Tuner 2.0. Melalui aplikasi di smartphone, pengendara bisa mengubah peta pengapian (mapping ECU) dan suplai bahan bakar secara instan di paddock sesuai dengan karakter sirkuit atau kondisi tanah yang dihadapi (berlumpur, gembur, atau keras).

    Kelincahan Suzuki RM-Z450 dalam melahap tikungan (cornering) bersumber dari sasis twin-spar aluminium yang ringan namun memiliki tingkat kekakuan (rigidity) yang optimal. Struktur ini dikombinasikan dengan suspensi depan coil-spring dari Showa yang dapat disetel sepenuhnya, serta suspensi belakang bertipe Showa Balance Free Rear Cushion (BFRC) yang memberikan redaman luar biasa saat motor mendarat dari lompatan tinggi. Sektor pengereman juga mendapat perhatian dengan penyematan cakram depan berdiameter besar untuk memastikan daya henti (stopping power) yang kuat dan akurat sebelum memasuki tikungan.

    Last….Suzuki RM-Z450 model 2027 tampil dengan baju baru yang lebih segar. Skema warna khas Champion Yellow dipadukan dengan grafis minimalis namun tajam, mempertegas kesan agresif dan aura balap yang kental khas pabrikan Hamamatsu. Untuk pasar global (MSRP resmi dari pabrikan), Suzuki RM-Z450 model tahun 2027 dibanderol dengan harga $9,699 USD (atau sekitar Rp157,5 Juta jika dikonversi langsung dengan kurs saat ini). Melalui penyegaran ini, Suzuki membuktikan bahwa RM-Z450 tetap menjadi ancaman serius di kejuaraan balap garuk tanah sekaligus menjadi pilihan rasional bagi para pengendara yang mendambakan motor motocross performa tinggi dengan pengendalian yang paling presisi di kelasnya. Sayang Indonesia mung iso ngaplo bin doweh cak wkwkwk….(iwb)

    Spesifikasi Suzuki RM-Z450 2027
    ・Overall Length x Overall Width x Overall Height: 2,175mm x 835mm x 1,260mm
    ・Wheelbase: 1,480mm
    ・Minimum Ground Clearance: 330mm
    ・Seat Height: 960mm
    ・Dry Weight: 113kg
    ・Engine: Liquid-cooled 4-stroke single-cylinder DOHC 4-valve 449cc
    ・Maximum Output / Maximum Torque: Not announced
    ・Fuel Tank Capacity: 6.3L
    ・Transmission Type: 5-speed constant mesh return
    ・Brake Type (F/R): Disc / Single Disc
    ・Tire Size (F/R): 80/100-21 / 110/90-19

  • FP1 MotoGP Jerman: Raul Fernandez Tercepat, Marc Marquez crash !!

    FP1 MotoGP Jerman: Raul Fernandez Tercepat, Marc Marquez crash !!

    Iwanbanaran.com – Cakk….Sesi Latihan Bebas Pertama (FP1) MotoGP Jerman yang berlangsung di Sirkuit Sachsenring menyajikan kejutan sekaligus drama. Pembalap Trackhouse Aprilia, Raul Fernandez, berhasil keluar sebagai yang tercepat setelah mencatatkan waktu terbaik di menit-menit akhir sesi, mengungguli sang “King of Sachsenring”, Marc Marquez yang crash. Waduhhh….

    Sesi FP1 yang berlangsung selama 45 menit ini menjadi pembuka dari rangkaian seri terakhir sebelum jeda musim panas MotoGP. Trackhouse Aprilia datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah hasil impresif mereka di seri sebelumnya, dan Fernandez membuktikannya dengan mencetak waktu 1 menit 20,829 detik menggunakan ban belakang medium baru tepat sebelum bendera finis berkibar.

    Drama Marc Marquez dan Franco Morbidelli di Tikungan 3

    Sorotan utama di awal sesi langsung tertuju pada Marc Marquez. Pembalap Ducati tersebut mengalami kecelakaan (crash) di Tikungan 3 saat baru menjalani lap ketiganya. Kendati demikian, pembalap yang memegang rekor sembilan kemenangan di Sachsenring ini mampu bangkit dengan cepat.

    Marquez kembali ke lintasan dan bahkan sempat memimpin lembaran waktu dengan catatan 1 menit 20,880 detik di sisa 25 menit sesi. Ia akhirnya menyudahi FP1 di posisi kedua, terpaut tipis 0,051 detik dari Fernandez, sebuah catatan impresif mengingat Marquez tidak melakukan pergantian ke ban baru di akhir sesi.

    Tikungan 3 tampaknya menjadi momok bagi pembalap Ducati pada sesi kali ini. Selain Marquez, Franco Morbidelli (VR46 Ducati) juga mengalami insiden kecelakaan di titik yang sama menjelang akhir sesi. Meski begitu, Morbidelli tetap mengamankan tempat di posisi ke-9.

    Jalannya Persaingan dan Hasil FP1

    Di awal sesi, posisi teratas sempat diperebutkan oleh Marco Bezzecchi (Aprilia) dan Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati). Di Giannantonio akhirnya mengamankan posisi ketiga secara keseluruhan, tepat di depan Joan Mir dari tim Honda yang merangsek ke posisi keempat setelah menggunakan ban baru.

    Sementara itu, Jack Miller (Pramac) melengkapi posisi lima besar. Pimpinan klasemen sementara, Jorge Martin (Aprilia), harus puas berada di posisi ke-10 pada sesi pembuka ini. Nasib kurang beruntung dialami Maverick Vinales (Tech3 KTM) yang mengalami kecelakaan hebat di Tikungan 11 pada pertengahan sesi, namun beruntung ia bisa berjalan tanpa cedera serius dan finis di posisi ke-11.

    Di sisi lain, juara bertahan Pecco Bagnaia (Ducati) memilih pendekatan yang lebih tenang tanpa memasang ban baru di akhir sesi, membuatnya terdampar di posisi ke-19….(iwb)

    Hasil 10 Besar FP1 MotoGP Jerman:

    1. Raul Fernandez (Trackhouse Aprilia) – 1:20.829

    2. Marc Marquez (Gresini Ducati) – +0.051

    3. Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati) – +0.354

    4. Joan Mir (Repsol Honda)

    5. Jack Miller (Pramac Racing)

    6. Alex Marquez (Gresini Ducati)

    7. Alex Rins (Monster Yamaha)

    8. Marco Bezzecchi (Aprilia Racing)

    9. Franco Morbidelli (VR46 Ducati)

    10. Jorge Martin (Aprilia Racing)

  • Trek Ekstrim…Michelin Siapkan Ban Khusus Hadapi Karakter Unik GP Jerman !!

    Trek Ekstrim…Michelin Siapkan Ban Khusus Hadapi Karakter Unik GP Jerman !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Seri kesepuluh MotoGP 2026 yang akan berlangsung di Sirkuit Sachsenring, Jerman, akhir pekan ini tidak hanya menjadi ujian fisik bagi para pembalap, tetapi juga menjadi salah satu tantangan paling ekstrem bagi Michelin selaku pemasok ban tunggal kelas utama. Karakter sirkuit yang sangat tidak simetris menuntut alokasi ban dengan spesifikasi yang sangat spesifik. Trek Ekstrim…Michelin Siapkan Senjata Khusus Hadapi Karakter Unik GP Jerman !!

    Sachsenring merupakan salah satu trek terpendek dalam kalender balap, namun memiliki tata letak (layout) yang luar biasa unik. Dengan panjang hanya 3.671 meter, sirkuit ini mengitari lintasan berlawanan arah jarum jam (anti-clockwise) dan didominasi oleh 10 tikungan kiri serta hanya 3 tikungan kanan.

    Ketidakseimbangan ini menciptakan beban kerja yang sangat timpang pada ban. Sisi kiri ban akan terus-menerus mendapatkan tekanan tinggi dan suhu ekstrem tanpa waktu yang cukup untuk mendingin, sementara sisi kanan ban justru berisiko kehilangan suhu ideal karena jarang menyentuh aspal dalam waktu lama.

    Menyikapi karakter “kejam” Sachsenring, manajemen teknis Michelin telah menyiapkan alokasi ban yang dirancang khusus untuk menjamin keamanan sekaligus performa maksimal para pembalap…

    “Sachsenring tanpa diragukan lagi merupakan salah satu sirkuit paling menuntut musim ini dari perspektif ban. Selain fakta bahwa para pembalap membalap dengan arah berlawanan jarum jam, tata letak trek itu sendirilah yang terutama membuat sirkuit ini menjadi tantangan nyata. Antara tikungan 4 dan 10, motor-motor menghadapi tikungan kiri secara eksklusif; akibatnya, sisi kanan ban memiliki waktu untuk mendingin sebelum memasuki tikungan 11, sebuah tikungan kanan panjang menurun yang tiba-tiba membebani ban dengan beban tinggi. Ini adalah sektor yang sangat rapuh, di mana hanya ban yang dikembangkan secara khusus untuk jenis tantangan seperti ini yang dapat menjamin tingkat performa yang mumpuni. Berkat pengalaman yang telah kami petik di sirkuit ini, kami telah memilih paket ban yang sangat cocok dengan kebutuhannya. Situasi-situasi seperti inilah yang membuat para pembalap membutuhkan kepercayaan diri yang tertinggi.” seru Piere Taramasso….

    Untuk ban belakang, Michelin wajib menyediakan ban asimetris untuk semua kompon (Soft, Medium, Hard). Sisi kiri ban belakang akan menggunakan kompon yang jauh lebih keras guna menahan temperatur tinggi akibat gesekan konstan di tikungan panjang seperti sektor Waterfall. Sebaliknya, sisi kanan ban dibuat lebih lembut agar bisa langsung memberikan cengkeraman (grip) instan saat pembalap harus bermanuver ke tiga tikungan kanan sirkuit.

    Tantangan tidak berhenti di ban belakang. Sektor depan juga krusial karena titik pengereman keras di tikungan pertama (Turn 1) membutuhkan stabilitas tinggi dari ban depan setelah pembalap melaju kencang di trek lurus utama.

    Pihak teknis menegaskan bahwa kunci utama untuk menaklukkan Sachsenring adalah bagaimana para pembalap dan tim mekanik mengelola jendela suhu ban (thermal window). Ban depan harus mampu memberikan umpan balik (feedback) yang konsisten sejak lap pertama, terutama di beberapa tikungan kiri beruntun yang menguras fisik.

    Dengan kombinasi tikungan sempit meliuk dan turunan tajam berkecepatan tinggi, Sachsenring tidak memberikan ruang bagi kesalahan sekecil apa pun dalam pemilihan kompon. Michelin menyatakan bahwa seluruh data dari tahun-tahun sebelumnya telah dianalisis untuk memastikan struktur ban musim ini siap menghadapi daya tekan (downforce) motor-motor MotoGP modern yang kian masif. Apakah racikan ban khusus dari Michelin ini mampu mengakomodasi gaya balap agresif para penunggang Desmosedici dan rival lainnya di lintasan Sachsenring? Kita akan melihat pembuktiannya mulai sesi latihan bebas hingga balapan utama akhir pekan ini.

  • Tantang Vario…SYM Jet SL 158 resmi dirilis, wowww Gahar tenan !!!

    Tantang Vario…SYM Jet SL 158 resmi dirilis, wowww Gahar tenan !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….IWB jamin sampeyan bakal langsung melongo kalau melihat jagoan baru dari pabrikan Taiwan satu ini. Yup, SYM baru saja resmi menetaskan generasi terbaru dari matic sport andalan mereka, yakni SYM Jet SL 158 versi 2026. Asli cak, begitu IWB  intip jepretan desainnya, aura garis bodinya itu bener-bener Gahar tenan. Bahkan ada yang berpendapat sosoknya ini berusaha nyenggol Vario ??

    Secara visual, SYM Jet SL+ 158 ini memang mengusung konsep matic dek rata (flat deck) yang racy habis. Garis desainnya serba tajam dan menusuk. Tengok saja bagian fascia depan alias tebengnya, cak. Model lampu ganda LED yang ngumpet di bawah jidatnya itu sekilas pancen mengingatkan kita pada tarikan garis Vario 160 atau Vario 150 lawas. Namun, namanya juga SYM, mereka memberikan sentuhan khas roda dua Taiwan yang terkenal berani dan agak robotik. Desain lampu utamanya menggunakan model proyektor LED yang tajam, dipadukan dengan lampu sein yang posisinya agak naik di bagian cover setang. Sangar bin galak, cak!

    Nah, ini dia poin krusial yang bikin SYM Jet SL+ 158 ini punya nilai plus dibanding Vario reguler. Kalau Honda Vario dari dulu setongkrongan setianya pakai single shock di sebelah kiri, SYM justru membekali matic 158cc ini dengan suspensi belakang ganda (double rear suspension). Jelas cak, penggunaan dua shockbreaker di belakang ini otomatis mendongkrak stabilitas motor saat diajak menikung rebahan, plus memberikan kenyamanan ekstra dan kekokohan mumpuni saat dipakai berboncengan atau melibas jalanan keriting. Tampilan kaki-kakinya juga jadi kelihatan jauh lebih kekar dan padat! Piye soal mesin ??

    Jangan sepelekan mesinnya, cak. SYM menjejalkan mesin berkubikasi murni 158cc, 4-katup, berpendingin cairan (liquid-cooled). Di atas kertas, mesin ini memuntahkan tenaga yang sangat responsif di putaran bawah hingga menengah, karakter khas motor perkotaan yang demen stop and go. Fiturnya ?? komplit cak! SYM tidak pelit memberikan teknologi canggih di motor ini. Panel instrumennya sudah full digital dengan layar LCD berwarna yang informatif banget. Sektor pengereman juga sudah dikawal rem cakram depan-belakang lengkap dengan sistem ABS (Anti-lock Braking System) Dual-Channel plus fitur keselamatan Traction Control System (TCS) untuk mencegah roda selip saat sampeyan bejek gas di jalanan basah. Kurang taji apa coba?

    Last…SYM Jet SL+ 158 versi 2026 ini membuktikan kalau pabrikan Taiwan luar biasa pintar membaca celah pasar. Mereka menggabungkan kepraktisan matic dek rata yang sporty ala Vario, tapi dikawinkan dengan kaki-kaki kokoh double shock dan fitur elektronik kelas atas. Sayangnya, motor ini baru mendarat untuk pasar domestik Taiwan dan beberapa negara Asia Timur. Sayangnya harganya nggak murah tembus 58 jutaan. So…Kalau seandainya SYM Indonesia atau importir umum memboyong motor ini ke tanah air dengan harga yang kompetitif, aseli cak… matic ini bisa jadi alternatif super hot buat sampeyan yang bosan dengan model yang itu-itu saja! Piye menurut sampeyan, cak? Desainnya masuk selera gak? Monggo berikan komentarnya di kolom bawah… (iwb)

  • Gigi Dall’igna tantang Aprilia…” Kami tidak takut ” !!  serunya

    Gigi Dall’igna tantang Aprilia…” Kami tidak takut ” !! serunya

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Marc Marquez dan Ducati tidak lagi menutup-nutupinya: mereka ingin memenangkan gelar juara dunia musim ini. Masing-masing memiliki motivasi tersendiri. Bagi Marc, ini akan menjadi gelarnya yang ke-10; bagi Ducati, ini akan menjadi pelengkap manis dari perayaan ulang tahun ke-100 mereka yang baru-baru ini dirayakan di WDW (World Ducati Week). Yang menarik walau tertinggal 40 poin..bos Ducati nyatakan tidak takut. Gigi Dall’igna tantang Aprilia…” Kami tidak takut ” !! serunya

    Tentu saja, tugas di depan mereka jauh dari kata mudah. Musim 2026 tidak diawali dengan awal yang terbaik, dan mereka harus mengejar ketertinggalan. Sachsenring menjadi seri yang sangat krusial bagi keduanya, terutama bagi Marc Marquez. Pembalap Ducati tersebut tiba di trek yang paling ia dominasi sepanjang kariernya, dengan total dua belas kemenangan di kelas 125cc (1), Moto2 (2), dan MotoGP (9), dan ia bertekad untuk memangkas jarak dari duo Aprilia, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi.

    Pembalap asal Cervera tersebut yakin bahwa Ducati memiliki semua potensi yang dibutuhkan, namun ia mengidentifikasi dirinya sendiri sebagai area yang perlu diperbaiki…

    “Motornya bekerja dengan baik, tim bekerja dengan baik, pikiran saya pun bekerja dengan baik. Kami perlu melatih kondisi fisik saya untuk melangkah maju musim panas ini. Liburan saya akan lebih pendek karena saya ingin berkembang dan melihat seberapa jauh kami bisa melangkah dengan lengan kanan ini,” jelas Marquez, yang menargetkan untuk memulihkan pundak kanannya ke kondisi puncak selama jeda musim panas….

    Sementara itu, Ducati juga terus melanjutkan pengembangan GP26, yang harus merespons kemajuan yang ditunjukkan oleh Aprilia. Namun, Gigi Dall’Igna merasa percaya diri dengan kemajuan Desmosedici. Gigi memastikan tidak takut pada Aprilia….

    “Kemajuan mereka (Aprilia) tidak membuat saya khawatir atau takut. Justru, hal itu memberi saya motivasi lebih untuk bekerja dan mendorong semua orang untuk melakukan yang lebih baik lagi. Kami belum 100% saat ini; kami masih perlu melakukan beberapa perubahan dan penyesuaian. Tapi kami sudah dekat, dan dalam beberapa kesempatan kami berhasil menang mutlak. Kami baru berada di pertengahan musim; jalan kejuaraan masih panjang, dan kami ingin melakukan segala cara yang memungkinkan untuk memenangkannya.” tegas General Manager Ducati Corse tersebut. Wahhh seruuu ikiiii….(iwb)

  • Tatap GP Jerman: Marquez Berpeluang Samai Rekor Kemenangan Giacomo Agostini !!

    Tatap GP Jerman: Marquez Berpeluang Samai Rekor Kemenangan Giacomo Agostini !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Akhir pekan ini (10–12 Juli 2026), perhatian seluruh pencinta balap motor dunia akan tertuju penuh pada Sirkuit Sachsenring, Jerman. Trek ikonik yang melingkar berlawanan arah jarum jam ini bukan sekadar balapan biasa bagi seorang Marc Marquez, melainkan sebuah panggung di mana sejarah besar berpotensi kembali ditulis ulang oleh Marc. Yup…Tatap GP Jerman: Peluang Emas Marc Marquez Samai Rekor Kemenangan Bersejarah Giacomo Agostini !!

    Sachsenring sudah lama dijuluki sebagai “rumah kedua” atau wilayah kekuasaan mutlak bagi Marquez. Rekornya di lintasan ini begitu superior dan sulit dinalar. Jika ditotal dari seluruh kelas yang pernah ia ikuti sepanjang kariernya, pembalap asal Spanyol ini telah mengoleksi 11 kemenangan beruntun di Jerman yang fantastis sejak tahun 2010 hingga 2021 (terdiri dari 1 kemenangan di kelas 125cc, 2 kemenangan di Moto2, dan 8 kemenangan berturut-turut di kelas utama MotoGP).

    Jika hanya menghitung kemenangan spesifik di kelas premier (MotoGP/500cc) di satu sirkuit yang sama, rekor dominasi milik Marquez ini menempatkannya di jajaran elite para legenda sepanjang masa. Saat ini, Marquez mengantongi 8 kemenangan kelas utama di Sachsenring—jumlah yang setara dengan rekor milik Casey Stoner di Phillip Island dan Valentino Rossi di Mugello.

    Namun, akhir pekan ini menyajikan target yang jauh lebih masif bagi The Baby Alien. Jika Marquez mampu merebut podium tertinggi di balapan hari Minggu nanti, ia akan mengoleksi 9 kemenangan kelas utama di satu sirkuit tunggal (Sachsenring).

    Angka 9 kemenangan ini akan membawa Marquez menyamai rekor legendaris milik Giacomo Agostini, pemegang gelar juara dunia terbanyak dalam sejarah. Agostini merupakan satu-satunya pembalap dalam sejarah grand prix yang mampu memenangkan 9 balapan kelas premier di satu lintasan yang sama, yang ia cetak di sirkuit Imatra (Finlandia) dan sirkuit Spa-Francorchamps (Belgia).

    Satu-satunya pembalap modern selain Marquez yang mampu mendekati angka magis ini adalah Valentino Rossi, yang memiliki rekor 8 kemenangan kelas utama di sirkuit Assen dan Jerez.

    Meskipun statistik sejarah sangat berpihak padanya, perjalanan Marquez menuju rekor Agostini akhir pekan ini dipastikan tidak akan mudah. Ia datang ke Jerman dalam kondisi fisik yang belum pulih 100 persen pasca-operasi yang dijalaninya pada bulan Mei lalu.

    Last…Keterbatasan fisik ini sempat membuatnya terlempar dari perebutan podium dan harus puas finis di posisi ke-7 pada seri sebelumnya di Assen, Belanda. Kendati demikian, karakter Sachsenring yang didominasi oleh tikungan kiri (10 tikungan kiri dan hanya 3 tikungan kanan) diyakini akan banyak membantu meminimalkan beban stres pada lengan kanan Marquez yang sedang dalam masa pemulihan. Apakah magis Sachsenring mampu menutup kekurangan fisik sang SachsenKing untuk menyamai rekor abadi Giacomo Agostini? Ataukah ketatnya persaingan dari rekan setimnya, Francesco Bagnaia, dan para rival lain justru akan menunda torehan sejarah tersebut? Menarik untuk kita tunggu jalannya balapan akhir pekan ini…..(iwb)

  • Gawat…Ducati akan dijual Volkwagen, MotoGP terancam ???

    Gawat…Ducati akan dijual Volkwagen, MotoGP terancam ???

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Jagat balap MotoGP belakangan ini sempat dihangatkan oleh rumor miring seputar masa depan pabrikan raksasa asal Italia, Ducati. Isu restrukturisasi besar-besaran di tubuh sang induk perusahaan, Volkswagen (VW) Group, memicu spekulasi bahwa Ducati berpotensi bakal dijual atau dilepas ke kepemilikan baru. Kabar burung ini mencuat setelah adanya pernyataan mengambang dari pihak manajemen atas terkait tantangan berat dan “transformasi mendalam” yang sedang dihadapi oleh seluruh lini brand di bawah naungan grup. Terus gimana nasib MotoGP ??

    Melihat rumor yang menggelinding liar, CEO Ducati, Claudio Domenicali, langsung pasang badan dan memberikan klarifikasi tegas. Ia memastikan bahwa kondisi finansial pabrikan yang berbasis di Borgo Panigale tersebut saat ini justru sedang berada di performa terbaiknya.

    “Kondisi perusahaan kami sangat sehat dan prima. Bahkan, Ducati merupakan entitas yang sepenuhnya mandiri (self-standing),” ungkap Claudio Domenicali.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kemandirian finansial ini membuat Ducati tidak bergantung pada kucuran dana segar dari pemegang saham utama untuk mengeksekusi rencana jangka panjang mereka. “Kami tidak benar-benar membutuhkan sokongan dana untuk menjalankan rencana investasi masa depan kami, termasuk dalam proses pengembangan model-model motor baru. Rencana investasi kami sangat solid,” tambahnya.

    Domenicali juga menegaskan bahwa hingga saat ini, sama sekali tidak ada pembahasan internal di Borgo Panigale mengenai rencana penjualan perusahaan. Walaupun secara teori keputusan untuk membeli atau menjual sebuah brand sepenuhnya merupakan hak prerogatif pemilik saham sesuai dengan kebutuhan korporasi mereka, posisi Ducati saat ini tergolong sangat aman.

    Kalaupun di masa mendatang terjadi pergeseran atau pergantian kepemilikan di tingkat atas, hal tersebut tidak akan mengguncang stabilitas divisi balap Ducati Corse. Struktur tim, anggaran riset, hingga pengembangan motor di lintasan balap dinilai terlalu kuat untuk goyah begitu saja, mengingat Ducati telah menancapkan kukunya sebagai ikon paling dominan dan tersukses di era modern MotoGP saat ini. Jadi, buat para fans berat duet Marc Marquez dan Pecco Bagnaia, atau tim satelit seperti VR46 dan Gresini, situasi ini dipastikan aman. Operasi skuad Desmosedici untuk terus berburu gelar juara dunia akan tetap berjalan sesuai rencana tanpa ada gangguan eksternal korporat…jadi judule MotoGP aman cak…(iwb)

  • Marquez di prediksi akan sangat kuat di Sachsenring…Recordnya gilaaa !!!

    Marquez di prediksi akan sangat kuat di Sachsenring…Recordnya gilaaa !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Sang juara bertahan MotoGP, Marc Marquez, memprediksi dirinya akan kembali menghadapi akhir pekan yang berat secara fisik di GP Jerman (10–12 Juli 2026). Kendati demikian, pembalap Ducati Lenovo Team ini menegaskan bahwa situasi di Sirkuit Sachsenring akan sangat berbeda dibandingkan dengan seri sebelumnya di Assen, Belanda. Yup….diprediksi Marquez akan sangat kuat di Sachsenring…Recordnya gilaaa cakkk !!!

    Dua pekan lalu di GP Belanda (26–28 June), Marquez tampil kurang menggigit dari biasanya. The Baby Alien hanya mampu finis keenam di sesi Sprint, dan kembali melintasi garis finis di posisi keenam saat balapan utama hari Minggu—sebelum akhirnya melorot ke posisi ketujuh akibat penalti pasca-balap karena melanggar track limits di lap terakhir.

    Sepanjang akhir pekan di Assen, Marquez mengakui dirinya sengaja membalap dengan pendekatan konservatif demi meminimalisir risiko. Langkah ini diambil karena ia masih dalam proses memulihkan kebugaran fisik dan membangun kembali kekuatannya pasca-operasi yang dijalani pada bulan Mei lalu setelah GP Prancis.

    Menatap balapan di Sachsenring, pembalap asal Spanyol itu menyadari kondisi fisiknya belum akan mencapai 100 persen. Namun, ia optimis karena keterbatasan fisiknya saat ini tidak akan terlalu menyiksa di sirkuit yang menjadi wilayah kekuasaannya tersebut. Sebagai catatan, Marquez memegang rekor fantastis dengan 12 kemenangan di Sachsenring, di mana 9 di antaranya diraih di kelas utama (MotoGP).

    “Di Assen kami sudah tahu sejak awal bahwa kami harus menahan diri dan menderita, tetapi kami tetap berhasil mengendalikan situasi dan membawa pulang poin penting untuk kejuaraan,” ungkap Marc Marquez menjelang GP Jerman.

    “Di Sachsenring skenarionya berbeda. Dari sudut pandang fisik saya pasti akan tetap kesulitan (struggle), tetapi tata letak (layout) sirkuit ini tidak menguras banyak energi. Kami bisa tetap berada dalam rombongan pembalap tercepat,” tambahnya optimis. Karakter sirkuit Sachsenring yang didominasi tikungan kiri memang dikenal lebih bersahabat bagi pembalap yang sedang memulihkan kondisi fisik lengan kanan.

    Karakteristik Unik Lintasan: Dominasi Tikungan Kiri

    Sachsenring merupakan salah satu sirkuit paling tidak biasa di kalender MotoGP karena memiliki arah putaran berlawanan jarum jam (anti-clockwise). Berdasarkan spesifikasi teknis resmi, berikut detail sirkuit yang akan dihadapi para pembalap akhir pekan ini:

    • Panjang Lintasan: 3,67 Km (Salah satu yang terpendek di kalender balap).

    • Lebar Lintasan: 12 meter.

    • Trek Lurus Terpanjang: 700 meter (Membuat top speed tidak terlalu ekstrem).

    • Jumlah Tikungan: 13 Tikungan, yang terbagi secara ekstrem atas 10 tikungan kiri dan hanya 3 tikungan kanan.

    Dominasi 10 tikungan kiri inilah yang menjadi kunci utama bagi Marquez cak. Tikungan yang mengarah ke kiri otomatis tumpuan beban fisik pembalap akan lebih banyak bertumpu pada sisi kiri tubuh, sehingga memberikan waktu istirahat dan mengurangi beban stres fisik pada lengan kanan Marquez yang belum pulih total akibat operasi.

    Meski begitu, sirkuit ini tetap menyajikan tantangan teknis tinggi lewat tikungan kanan menurun yang sangat ikonik dan ekstrem bernama ‘The Waterfall’ pada T11, sebuah turunan tajam yang menuntut fokus penuh serta stabilitas motor yang tinggi.

    Karena jarak per lap yang pendek (3,67 Km), jumlah putaran yang harus ditempuh para pembalap di kelas utama terbilang sangat banyak demi memenuhi regulasi jarak minimal. Berikut adalah total lap dan jarak tempuh untuk balapan hari Minggu nanti:

    • MotoGP: 30 Lap (Total jarak: 110,13 Km)

    • Moto2: 25 Lap (Total jarak: 91,78 Km)

    • Moto3: 23 Lap (Total jarak: 84,43 Km)

    Dominasi Historis Sang “SachsenKing”

    Data historis membuktikan mengapa Sachsenring sering disebut sebagai “rumah kedua” bagi Marc Marquez. Di sirkuit ini, ia memegang rekor fantastis yang sulit dipecahkan pembalap aktif lain:

    • Kemenangan Terbanyak: Marc Marquez (9 kali menang di kelas utama, mengungguli legenda Giacomo Agostini dengan 6 kemenangan).

    • Pole Position Terbanyak: Marc Marquez (8 kali pole position di kelas utama).

    Di sisi lain garasi Ducati Lenovo, sang rekan setim, Francesco Bagnaia, datang ke Jerman dengan modal yang kurang apik. Pembalap Italia tersebut gagal finis di Assen akibat mengalami masalah pada sistem pengereman motornya.

    Meskipun Bagnaia sempat memenangkan GP Jerman pada tahun 2024 lalu—memanfaatkan jatuhnya Jorge Martin di dua lap terakhir saat memimpin balapan—Pecco secara terbuka mengakui bahwa Sachsenring bukanlah sirkuit favoritnya.

    “Akhir pekan di Assen berjalan rumit, dan menyudahi hari Minggu dengan gagal finis (retire) sungguh mengecewakan saya, terutama setelah semua kerja keras bersama tim,” ujar Bagnaia.

    “Sachsenring secara historis bukan termasuk trek favorit saya, tetapi kami menghadapi akhir pekan ini dengan determinasi tertinggi. Sangat krusial untuk meraih hasil bagus di sini demi menutup paruh pertama musim ini dengan cara terbaik sebelum jeda musim panas,” pungkas Pecco.

    Last….Dengan jeda musim panas yang sudah di depan mata, balapan di Sachsenring akhir pekan ini dipastikan bakal berjalan panas. Mampukah magis Marc Marquez di “Sachsenring-King” menutupi kekurangan fisiknya, ataukah Pecco Bagnaia dan para rival lainnya yang akan mencuri panggung? Kita tunggu saja aksi mereka di lintasan nanti cak…Go Marccc !!! (iwb)