Author: Iwanbanaran

  • Breaking !! Diogo Moreira Resmi Gabung Fabio Quartararo di Tim Pabrikan Honda untuk Musim 2027 ?

    Breaking !! Diogo Moreira Resmi Gabung Fabio Quartararo di Tim Pabrikan Honda untuk Musim 2027 ?

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Manuver transfer yang dilakukan Honda menjelang musim MotoGP 2027 benar-benar di luar dugaan banyak pengamat. Di saat spekulasi mengarah pada talenta muda Moto2 asal Kolombia, David Alonso, pabrikan asal Tokyo justru menjatuhkan pilihan final kepada Diogo Moreira. Keputusan ini sekaligus merombak total formasi tim pabrikan sayap tunggal setelah kepergian Joan Mir dan Luca Marini….!!

    Awalnya, David Alonso berada di pole position untuk merebut kursi panas di tim pabrikan Honda. Terlebih setelah Honda berhasil mengamankan tanda tangan kontrak berdurasi pabrikan untuk Alonso, menyusul tingginya tuntutan gaji yang sempat membuat Ducati dan Aprilia mundur.

    Namun, dinamika berubah di balik layar. Muncul keraguan internal terkait tingkat konsistensi adaptasi Alonso jika langsung melompat ke tim pabrikan utama. Alih-alih mengambil risiko dengan sang debutan Moto2, petinggi HRC lebih melirik potensi progresif yang ditunjukkan Diogo Moreira.

    Pembalap muda berbakat asal Brasil tersebut tampil memukau di musim debut MotoGP bersama LCR Honda. Penampilan puncaknya terlihat jelas saat seri GP Aragon, di mana Moreira sukses finis di posisi ketujuh pada sesi Sprint Race dan mengamankan posisi kesembilan di balapan utama. Mengantongi 64 poin dan bertengger di peringkat ke-14 klasemen sementara, potensi mentah Moreira dinilai sangat matang untuk digembleng langsung di bawah panji tim pabrikan.

    Kepala Tim LCR, Lucio Cecchinello, bahkan menjadi salah satu figur yang paling vokal mendorong promosi Moreira. Cecchinello meyakini bahwa menahan Moreira terlalu lama di tim satelit justru berisiko menghambat kurva peningkatannya.

    Bagaimana Nasib David Alonso?

    Meski gagal promosi langsung ke tim pabrikan utama untuk tahun 2027, masa depan David Alonso tetap aman di dalam ekosistem Honda. Berdasarkan laporan dari jurnalis Simon Patterson melalui siniar The Race MotoGP, keputusan internal Honda ini sudah done and dusted (kunci rapat) cak…

    Alonso dijadwalkan tetap melanjutkan debut kelas para rajanya bersama skuad LCR Honda—berduet dengan Johann Zarco di bawah arahan manajer tim kawakan, Santi Hernandez. Menanggapi situasi ini, Alonso sendiri dilaporkan bersikap santai dan tidak ambil pusing. Ia menegaskan tidak peduli di garasi mana ia akan diletakkan pada 2027, asalkan tetap mendapat dukungan penuh berstatus spesifikasi motor pabrikan penuh dari Honda.

    Last…Langkah strategis ini menandai babak baru yang sangat menarik bagi proyek kebangkitan Honda di MotoGP. Duet kecepatan dan agresivitas antara Fabio Quartararo dan Diogo Moreira di tim pabrikan diproyeksikan mampu memberikan suntikan motivasi maksimal bagi pengembangan RC213V (atau mesin era baru 850cc). Publik kini tinggal menantikan pengumuman resmi dari Honda HRC untuk meresmikan salah satu line-up paling dinamis di grid masa depan MotoGP. Wah, makin nggak sabar nunggu aksi Moreira tandem bareng Quartararo cak….! (iwb)

  • Breaking !! Versi Final CB400 Super Four 2027 Resmi distribusi…Megapro Versi 4 silinder !!!

    Breaking !! Versi Final CB400 Super Four 2027 Resmi distribusi…Megapro Versi 4 silinder !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…akhirnya resmi sudah cakkkk. Seperti yang sampeyan tahu Honda kembali mengguncang dunia otomotif roda dua dengan menghadirkan generasi terbaru dari sepeda motor legendarisnya. Mengusung konsep pengembangan “NextStage CB”, Honda resmi meluncurkan CB400 Super Four E-Clutch pada Agustus 2026 kemarin. Dan kini Versi Final CB400 Super Four 2027 Resmi distribusi…wowww ini sih kayak Megapro Versi 4 silinder cakkkk !!!

    Akhirnya cak per 21 Agustus kemarin Motor telanjang (naked bike) berkapasitas 400cc ini hadir untuk menjawab kerinduan para pecinta otomotif sekaligus membawa pembaruan besar, baik dari segi performa, teknologi, maupun kenyamanan berkendara. Inilah new CB400 Super Four E-Clutch…motor 4 silinder yang sekilas tampangnya mirip Megapro Primus. Ini sih Megapro 4 silinder hehehe. Seperti yang sudah pernah kita bahas cak…sebagai jantung pacunya, CB400 Super Four E-Clutch dibekali dengan mesin baru 399cc, 4-tak, DOHC, 4-katup, 4-silinder segaris berpendingin cairan. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga maksimum 58 PS (43 kW) pada 11.500 rpm dan torsi puncak 38 N·m pada 9.750 rpm.

    ” Garis desain Megapro Primus…mirip to ? hehehe..”

    Sistem suplai bahan bakar dan kontrolnya kini mengandalkan Electronic Throttle Control (TBW) serta sistem asupan downdraft (udara mengalir dari atas ke bawah). Hal ini diklaim mampu mengoptimalkan karakteristik tenaga terhadap bukaan gas serta meningkatkan efisiensi pembakaran. Pada bagian sasis dan kaki-kaki, Honda memberikan pembaruan signifikan untuk meningkatkan pengendalian. Bagian depan kini mengandalkan suspensi upside-down (USD), sedangkan bagian belakang menggunakan suspensi monoshock dengan sistem link. Kombinasi ini mendongkrak stabilitas serta performa berkendara yang jauh lebih baik dibanding generasi-generasi sebelumnya.

    Tentunya cak…salah satu daya tarik utama dari model ini adalah penyematan teknologi Honda E-Clutch. Fitur canggih ini mengotomatiskan pengoperasian tuas kopling saat motor mulai berjalan (start), berhenti, hingga melakukan perpindahan gigi. Teknologi ini dirancang sangat fleksibel—membantu meringankan beban pengendara pemula sekaligus memberikan kenyamanan ekstra bagi pengendara berpengalaman dalam penggunaan harian maupun perjalanan jauh. Jadi sampeyan wis ora perlu narik kopling kalau berjalan cak…juozzz tenan !!

    Last….Honda menawarkan CB400 Super Four E-Clutch versi final dalam empat pilihan warna yakni Wolf Silver Metallic, Matte Ballistic Black Metallic, Ross White dan Candy Chromosphere Red. Di pasar Jepang, motor ini dipasarkan dengan harga 998.800 yen (termasuk pajak) atau kalau dirupiah sekitar 112 jutaan. Kehadiran teknologi E-Clutch pada platform legendaris CB400 SF ini jelas menjadi babak baru yang sangat dinantikan oleh para pencinta motor sport klasik berwajah modern. Seperti apa sosok versi finalnya ? intip saja detilnya dibawah ini….(iwb)

    Spesifikasi Utama Honda CB400 Super Four E-Clutch:

    • Panjang × Lebar × Tinggi: 2.110 × 770 × 1.085 mm

    • Jarak Sumbu Roda: 1.405 mm

    • Tinggi Jok: 780 mm

    • Berat Kendaraan: 187 kg

    • Kapasitas Tangki Bahan Bakar: 15 liter

    • Transmisi: 6-percepatan return

    • Ukuran Ban: Depan 120/70ZR17M/C | Belakang 160/60ZR17M/C

    • Rem: Cakram ganda (depan) / Cakram tunggal (belakang)

  • Hubungan Makin Panas….Fabio Quartaro Pastikan Ogah Bantu Yamaha !!!

    Hubungan Makin Panas….Fabio Quartaro Pastikan Ogah Bantu Yamaha !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Hubungan antara Fabio Quartararo dan Yamaha berada di titik terendah. Juara dunia 2021 tersebut secara terbuka menyatakan tidak akan lagi membantu Yamaha mengembangkan motor untuk musim-musim mendatang. Langkah tegas ini diambil di tengah kepastian kepindahannya ke Honda pada 2027 dan kekecewaannya terhadap lambatnya kemajuan teknis pabrikan asal Iwata tersebut. Wahhhh panasss cakkkk….

    Frustrasi yang dirasakan Quartararo menjadi sangat terlihat selama akhir pekan Grand Prix Aragon. Yamaha membawa beberapa komponen baru ke sirkuit Spanyol tersebut, termasuk sasis baru, dan Quartararo diminta menghabiskan banyak waktu untuk mengujinya. Pembalap asal Prancis itu merasa bahwa pekerjaan tersebut tidak memberikan peningkatan yang diharapkan oleh Yamaha. Ia menguji berbagai versi sasis beberapa kali, namun tidak menemukan solusi yang lebih baik. Komponen-komponen baru ini juga membuat akhir pekan balapannya menjadi lebih sulit karena ia memiliki lebih sedikit waktu untuk berkonsentrasi mencari setelan terbaik untuk balapan. Quartararo pada akhirnya finis di posisi terakhir pada hari Minggu, tertinggal lebih dari 50 detik dari pemenang balapan, Marc Marquez….

    Yamaha masih terus berusaha memangkas jarak yang lebar dengan tim-tim papan atas MotoGP. Pabrikan ini telah melakukan perubahan penting pada mesin dan motornya saat bersiap menghadapi regulasi teknis baru, tetapi hasilnya sejauh ini belum cukup memuaskan. Quartararo telah melalui masa-masa sulit bersama Yamaha. Setelah menjuarai gelar dunia pada 2021, ia tetap bertahan di tim tersebut, namun berjuang keras untuk bisa bertarung secara konsisten di barisan depan seiring tertinggalnya Yamaha dari pabrikan lain seperti Ducati. Keputusan tegas pembalap asal Prancis ini berakar dari penolakan Yamaha untuk mengizinkannya tampil dalam sesi pengujian ban baru Pirelli setelah Grand Prix Austria. Sesi tes tersebut dijadwalkan sebagai bagian dari persiapan transisi regulasi teknis MotoGP untuk 2027…

    Keputusannya untuk pindah ke Honda musim depan menandakan bahwa hubungannya dengan Yamaha kini memasuki bulan-bulan terakhir. Ia siap untuk terus bekerja demi meraih hasil yang lebih baik di musim ini, tetapi ia tidak ingin lagi memberikan porsi usaha yang sama untuk proyek motor Yamaha 2027.

    “Saya ingin meluruskan segalanya… Saya ingin melakukan tes di Austria, tetapi sayangnya Yamaha tidak mengizinkan saya menjajal ban Pirelli. Saya ingin berkontribusi, tetapi mereka melarangnya. Secara pribadi, saya tidak ingin mengembangkan motor untuk pembalap lain di 2027. Jika ada yang bisa ditingkatkan untuk musim ini, saya akan lakukannya. Namun, saya tidak akan lagi mendorong diri hingga batas maksimal dan bertindak seperti test rider seperti yang saya lakukan pekan ini. Masalahnya adalah dari September hingga November, kami tidak membuat langkah maju. Paket yang kami miliki saat ini hampir sama dengan motor pertama yang kami uji. Biasanya pada proyek baru, langkah awal sangat besar, tetapi kami tidak pernah benar-benar mengalami lompatan itu..”

    ” Pada tes Valencia tahun lalu, saya merasa membutuhkan sesuatu yang baru. Dari situ, kami memutuskan untuk berpisah dari Yamaha. Saat itu, saya belum tahu persis akan pindah ke tim mana, tetapi saya tahu saya ingin berganti tim dan saya pikir itu adalah momen yang tepat. Saya sebenarnya masih berharap kondisinya bisa jauh lebih baik daripada sekarang, terutama kalau melihat bagaimana kami menjalani tes pertama di Barcelona… sebenarnya itu bukan tes yang sangat luar biasa, kami lebih lambat dibanding mesin empat silinder segaris (inline-four), tetapi kondisi lintasan saat itu memang kurang mendukung. Catatan waktu saya tidak terlalu buruk mengingat itu adalah kali pertama motor tersebut turun ke trek bersama saya, dan saya juga cukup kencang.

    ” Namun masalahnya…kami tidak membuat kemajuan sama sekali. Paket yang kami miliki saat ini benar-benar hampir sama dengan motor pertama yang kami jajal. Biasanya, ketika Kalian memulai proyek baru, langkah awal peningkatannya sangat besar, baru kemudian terasa sulit untuk mencari sisa sepersekian detik terakhir. Namun, kami tidak pernah benar-benar mengalami lompatan besar tersebut dari motor baru menuju motor yang kini usianya sudah hampir satu tahun. Inilah mengapa saya pikir kami berada dalam situasi yang sangat sulit.” seru Fabio Quartararo

    FYI…Sesi pengujian ban Pirelli dan spesifikasi motor 2027 di Austria (Red Bull Ring, Spielberg) dijadwalkan berlangsung pada 21 September 2026. Tes resmi ini dilaksanakan tepat satu hari setelah berakhirnya akhir pekan balap Grand Prix Austria 2026 (20 September 2026). Selain masalah izin tes ban, rasa frustrasi Quartararo dipicu oleh performa mesin V4 Yamaha yang tak kunjung menunjukkan peningkatan signifikan. Meskipun proyek tersebut sempat memberi harapan awal saat uji coba di Barcelona, pengembangan teknis dinilai stagnan.

    Last….Sikap Yamaha yang membatasi akses Quartararo dapat dipahami dari sudut pandang bisnis, karena mereka tidak ingin memberikan data atau keuntungan awal kepada calon pembalap rival. Namun, keputusan ini juga menjadi bumerang. Kehilangan masukan dari pembalap tercepatnya di saat pengembangan motor 2027 berada di fase krusial berisiko memperlambat proses bangkitnya Yamaha dari masa-masa sulit. Untuk sisa musim ini, Quartararo menegaskan hanya akan fokus pada performa balapan akhir pekan tanpa terbebani tugas uji coba komponen masa depan….(iwb)

  • Jack Miller Puji Mesin V4 Yamaha di Tikungan…” Setara Marquez” serunya !!

    Jack Miller Puji Mesin V4 Yamaha di Tikungan…” Setara Marquez” serunya !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….pembalap Prima Pramac Yamaha, Jack Miller, memberikan evaluasi jujur terkait performa prototipe Yamaha YZR-M1 bermesin V4 usai berlaga di seri MotoGP Aragon 2026. Miller mengklaim bahwa kelincahan sasis dan corner speed (kecepatan di tikungan) mesin baru Yamaha tidak perlu diragukan lagi, bahkan mencatatkan sector time yang sebanding dengan Marc Marquez. Namun, defisit top speed di trek lurus panjang menjadi kelemahan fatal yang membuatnya harus kehilangan posisi dari para rivalnya. Wahh menarik kiii…!!

    Pada balapan utama GP Aragon hari Minggu, Miller sempat tampil menjanjikan dengan merangkak naik dari posisi ke-13 ke urutan ke-9 di lap-lap awal. Namun, memasuki lap ke-16, kelemahan daya pacu Yamaha V4 mulai terseok-seok saat Enea Bastianini menyalipnya di trek lurus, disusul oleh Brad Binder (KTM) pada lap ke-22.

    “Saya sudah memberikan segalanya. Sayangnya, kami harus menyerahkan posisi kepada para pembalap KTM di akhir balapan. Saya mencoba menyulitkan Enea dengan melakukan pengereman lambat (late braking), tetapi pada akhirnya dia menyalip saya di pertengahan trek lurus… dan Brad melakukan hal yang sama,” ungkap Miller.

    Miller mengakui defisit top speed hingga 10 km/jam dibanding mesin KTM RC16 membuat usahanya di area pengereman menjadi sia-sia begitu memasuki trek lurus panjang.

    Meski mengeluhkan performa mesin di jalan lurus, rider asal Australia ini memberikan pujian tinggi untuk kelincahan sasis Yamaha V4 saat melibas tikungan. Pada sesi Sprint Race hari Sabtu—saat ia finis ke-10 sebagai pembalap Yamaha terbaik—data telemetri menunjukkan kecepatan tikungan yang sangat kompetitif.

    • Kecepatan Sektor 4: Di Sektor 4 (area yang mencakup tikungan terakhir berkarakter cepat sebelum garis finish), Miller yang menggunakan kombinasi ban Medium-Medium mencatatkan waktu 24,936 detik.

    • Menempel Marc Marquez: Catatan waktu Sektor 4 milik Miller tersebut hanya terpaut 0,003 detik dari Marc Marquez (24,933 detik) yang menunggangi Ducati Desmosedici.

    “Motor ini bekerja sangat baik di tikungan, saya tidak bisa menyalahkannya sama sekali. Kemarin di Sprint Race, kecepatan saya di sektor terakhir hampir setara dengan Marc Marquez, dan saya pastikan kecepatan itu bukan datang dari trek lurus! “Jika kamu menambahkan 20 hp lagi, itu tentu akan mengubah karakternya. Namun di luar itu, kami mampu membalikkan keadaan dalam waktu yang cukup singkat. Ini adalah sepeda motor yang benar-benar baru, jadi kami melakukan apa yang kami bisa” tegas Miller.

    Last…Pada balapan utama (Main Race), Miller terpaksa merubah gaya balapnya untuk menjaga daya tahan ban depan. Hal tersebut berdampak pada penurunan roll speed di tikungan. Mengingat tingginya tingkat graining pada ban depan saat Sprint Race, Miller memilih untuk tidak terlalu memaksakan front-end di balapan utama. Karena harus menjaga usia ban, keunggulan roll speed Yamaha V4 tidak bisa dimaksimalkan secara agresif seperti saat Sprint Race, yang membuat motor mengalami understeer saat ban mulai tergerus….(iwb)

  • Breaking !! Yamaha Rilis New YZF Race Model 2027…edian makin Kayak lele cak !!!

    Breaking !! Yamaha Rilis New YZF Race Model 2027…edian makin Kayak lele cak !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Yamaha Motor secara resmi mengumumkan pembukaan kran pemesanan untuk YZF-R1 Race Base Model musim 2027 di pasar Jepang per 1 September 2026. Motor yang dirancang khusus untuk kebutuhan kompetisi sirkuit dan balap jalan raya ini dijual dengan sistem order-made (pesanan terbatas) seharga 2.442.000 Yen (sekitar Rp260 jutaan) dan dijadwalkan resmi meluncur pada 26 Februari 2027. Yang menarik cak karena motor sudah dibekali winglet…wahhh sangarrr cak. Tapi winglet memang sukses membuat sosoknya makin jadi kayak ikan leleee….

    Sebagai unit Race Base, superbike ini tidak memenuhi syarat legalitas jalan raya (non-street legal). Seluruh komponen kelengkapan lalu lintas dicopot langsung dari pabrik untuk mereduksi bobot dan mempermudah tim balap melakukan modifikasi bodi (racing fairing).

    Komponen standar yang dilepas:

    • Lampu utama (headlamp), lampu posisi, dan lampu belakang

    • Lampu sein (flasher), spion, dan klakson

    • Fender / spakbor belakang dan pelindung lumpur

    • Jok serta footstep pembonceng

    • Tool kit bawaan dan setrip grafis bodi

    ” Gambaran sosok nanti….”

    Sebagai kompensasi, Yamaha menyertakan paket peningkat performa balap khusus yang dikirimkan terpisah dari unit motor:

    1. Wire Harness Set: Kabel bodi khusus kelistrikan sirkuit.

    2. ECU Balap & Software F.I. Matching: Konsumen wajib memilih salah satu dari dua opsi spesifikasi ECU saat pemesanan:

      • Spesifikasi SBK: Disesuaikan untuk regulasi kelas JSB1000 atau EWC (World Endurance Championship).

      • Spesifikasi SST: Disesuaikan untuk regulasi kelas ST1000 atau Stock Superbike.

    YZF-R1 Race Base tetap mengandalkan karakter khas mesin 997 cc, 4-silinder segaris, DOHC, berpendingin cairan dengan teknologi Crossplane Crankshaft (CP4). Mesin ini menyemburkan tenaga maksimum 200 PS (147 kW) pada 13.500 rpm dan torsi puncak 113 Nm pada 11.500 rpm.

    Sektor sasis dan pengereman mendapat peningkatan fitur yang diturunkan langsung dari pengembangan YZF-R1 edisi terbaru:

    • Winglet Karbon Aero: Penggunaan aerodynamic winglet berbahan serat karbon di area front cowl yang diadopsi dari teknologi Yamaha YZR-M1 MotoGP untuk memberikan downforce tambahan pada roda depan saat akselerasi tinggi.

    • Pengereman Brembo Stylema: Sektor pengereman depan mengandalkan kaliper monoblok Brembo Stylema yang dipadukan dengan radial master cylinder Brembo guna menyajikan daya cengkeram instan serta fading resistance yang stabil.

    • Suspensi KYB Independent Damping: Peredam kejut depan KYB mengusung mekanisme pemisah fungsi redaman tekan (compression) dan balik (rebound) di sisi kiri dan kanan untuk pengendalian sasis yang presisi di sirkuit.

    Last….langkah Yamaha menghadirkan YZF-R1 Race Base 2027 menjadi bukti komitmen pabrikan garputala dalam mendukung penjenjangan balap privatir maupun tim profesional di tingkat nasional hingga internasional. Karena ini adalah versi race base cak….motor ini memang tidak akan sama seperti versi jalan raya. Apakah akan masuk Indonesia ?? kayaknya sih negatif cak…sayang sekali….(iwb)

    Tabel Spesifikasi Teknis Yamaha YZF-R1 Race Base

    Parameter Detail Spesifikasi
    Mesin 997 cc, 4-Stroke, DOHC, 4-Katup, Parallel-4 (Crossplane)
    Bore × Stroke 79,0 mm × 50,9 mm
    Rasio Kompresi 13,0 : 1
    Tenaga Maksimum 147 kW (200 PS) / 13.500 rpm
    Torsi Maksimum 113 Nm (11,5 kgf·m) / 11.500 rpm
    Dimensi (P × L × T) 2.055 mm × 690 mm × 1.165 mm
    Jarak Sumbu Roda (Wheelbase) 1.405 mm
    Tinggi Jok 761 mm
    Bobot Basah 201 kg
    Kapasitas Tangki BBM 17,0 Liter (Bensin Oktan Tinggi)
    Transmisi Manual 6-Percepatan (Constant Mesh)
    Sistem Pengereman Depan: Cakram Ganda (Brembo Stylema) | Belakang: Cakram Tunggal
    Ukuran Ban Depan: 120/70ZR17M/C | Belakang: 190/55ZR17M/C
    Harga Resmi (Jepang) 2.442.000 Yen (Termasuk Pajak)

     

  • Pecco Super Frustasi pada Ducati….” Motor Bergetar dan Tanpa Traksi..” !!

    Pecco Super Frustasi pada Ducati….” Motor Bergetar dan Tanpa Traksi..” !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Francesco “Pecco” Bagnaia, mengutarakan kekhawatiran mendalam terkait performa motor Ducati Desmosedici GP26 miliknya setelah mengalami crash pada balapan utama MotoGP Aragon. Juara dunia dua kali tersebut mengaku tidak bisa membayangkan masalah besar apa yang bakal dihadapinya ketika harus berlaga di sirkuit-sirkuit dengan tingkat daya cengkeram (grip) aspal yang rendah. Bagnaia terus mengalami tren sulit sejak berakhirnya jeda musim panas, di mana masalah kurangnya rear grip (daya cengkeram ban belakang) yang ia keluhkan sepanjang musim justru semakin memburuk. Setelah sempat gagal finis akibat kecelakaan di GP Inggris (Silverstone), pembalap asal Italia tersebut kembali harus mengakhiri balapan lebih awal di Aragon usai terjatuh saat berada di posisi ketujuh pada lap ke-6 dari total 23 lap. Pecco Super Frustasi pada Ducati….” Motor Bergetar dan Tanpa Traksi..” !!

    Usai balapan, Bagnaia mengungkapkan bahwa ban belakang kompon medium miliknya tergerus sangat cepat dalam waktu singkat, yang menjadi pemicu utama kecelakaan tersebut.

    “Kehilangan bagian belakang, lalu kehilangan bagian depan. Bagi saya, hilangnya daya cengkeram ban belakang ini sangat luar biasa cepat, saya benar-benar mendapatkan zero grip (tanpa daya cengkeram sama sekali). Saya bahkan sudah berusaha mengubah mapping ke opsi tenaga yang lebih rendah setelah lima lap karena ban belakang sudah benar-benar habis hanya dalam lima putaran, padahal saya tidak sedang menekan keras (pushing) atau melakukan manuver agresif. Saya sangat kesulitan, motor mulai mengalami gejala bergetar atau melayang (floating) di lap kelima. Lalu saya kehilangan traksi ban belakang, dan ketika bagian belakang mendapatkan cengkeraman kembali secara tiba-tiba, ban depan langsung lepas (lost the front)…

    “Sebenarnya feeling terhadap motor tidak terlalu buruk hingga GP Sachsenring. Semuanya bekerja dengan lebih konsisten. Meskipun saat itu saya masih mengalami kesulitan, setidaknya hasil akhir masih memberikan optimisme. Namun sejak Silverstone, ada sesuatu yang terjadi karena saya benar-benar kehilangan daya cengkeram ban belakang. Saya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi ketika kami tiba di sirkuit-sirkuit dengan tingkat grip aspal yang lebih rendah. Tidak ada yang berbeda soal setingan, setelan motor kurang lebih mirip. Kemarin pagi saya merasa sedikit lebih baik. Kami sempat mencoba memindahkan beban ke bagian belakang, tetapi itu membuat balapan Sprint terasa lebih sulit. Pada sesi warm-up pagi hari, kami kembali ke setelan standar sepanjang musim. Namun di balapan utama, ban belakang justru habis hanya dalam waktu lima lap,” keluh Pecco terlihat super frustasi…

    Last…Secara keseluruhan, keterpurukan Pecco di Aragon bukan dikarenakan penurunan performa berkendara (riding style), melainkan kegagalan mekanikal-geometri dalam menemukan kompromi antara downforce aerodinamika, set-up sasis, dan daya tahan ban belakang Michelin pada permukaan aspal Aragon. Hingga detik ini Ducati bungkam karena tenggelam oleh eforia kemenangan Marc di Aragon yang sapu bersih Sprint dan Sunday Race….(iwb)

  • ” Marquez Terlalu kuat di Aragon…” Seru Marco Bezzecchi

    ” Marquez Terlalu kuat di Aragon…” Seru Marco Bezzecchi

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, mengakui bahwa Marc Marquez memiliki pace atau kecepatan yang lebih unggul dalam gelaran MotoGP Aragon. Kendati demikian, Bezzecchi tetap memberikan perlawanan gigih untuk mencoba menahan laju sang juara bertahan. Memulai balapan dari posisi pole, Bezzecchi sempat memimpin di lap-lap awal. Namun, pembalap asal Italia ini dengan cepat menyadari bahwa kecepatan motornya tidak cukup untuk membendung serangan Marquez. ” Marquez Terlalu kuat di Aragon…” Seru Marco Bezzecchi

    Saat Marquez melancarkan manuver manuver di area chicane pada lap keenam untuk mengambil alih pimpinan balapan, Bezzecchi merespons dengan melakukan perlawanan balasan di trek lurus panjang (back straight). Duel ketat terjadi saat kedua pembalap memacu motor berdampingan pada kecepatan lebih dari 300 km/jam.

    “Bahkan saat saya memimpin balapan, saya menyadari pace saya bukan yang terbaik. Saya mencoba membuka jarak, tetapi saya tahu Marc akan kembali mengejar. Jujur, saya ingin membuat hidupnya sedikit lebih sulit, begitu juga untuk Pedro (Acosta), tetapi saya malah kehilangan dua posisi sekaligus hanya dalam hitungan detik! Ketika kami berada sangat dekat di trek lurus, aliran udara terasa ada yang aneh. Saya ingin menjauh darinya, tetapi terkadang motor saya justru bergerak semakin dekat ke Marc. Kemudian posisi saya terlalu jauh di sisi kiri [lintasan], sehingga saya harus melakukan titik pengereman sedikit lebih awal. Pada saat itulah Pedro datang dari sisi kanan dengan kecepatan yang sangat tinggi. Sangat disayangkan saya harus kehilangan posisi tersebut, tetapi itu adalah momen yang menyenangkan! Ini adalah akhir pekan yang luar biasa. Tahun lalu saya datang ke sini dan mengawali balapan dari posisi terakhir. Tahun ini, saya berhasil meraih pole position dan mengamankan ganda podium (Sprint dan Main Race). Jadi, saya sangat puas,” pungkas Bezzecchi…

    Last…Meskipun posisi Bezzecchi di klasemen sementara dunia tergeser ke peringkat ketiga di belakang Marc Marquez, hasil dari MotorLand Aragon ini membuatnya berhasil memangkas jarak tujuh poin dari rekan satu timnya sekaligus pemimpin klasemen sementara, Jorge Martin….(iwb)

  • Mengerikan cakk! Marquez Ungkap Momen “Terhisap” Aerodinamika saat Duel 300 km/jam vs Bezzecchi di Aragon!

    Mengerikan cakk! Marquez Ungkap Momen “Terhisap” Aerodinamika saat Duel 300 km/jam vs Bezzecchi di Aragon!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) kembali membuktikan ketangguhannya di sirkuit favoritnya, MotorLand Aragon. Namun, di balik kemenangan manis kasebut, ada satu insiden yang bikin jantung fans dag dig dug alias scary moment saat sang Baby Alien terlibat duel sengit berdampingan dengan Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) di trek lurus dalam kecepatan lebih dari 300 km/jam, cakk! Bahkan Marc Ungkap Momen “Terhisap” Aerodinamika saat Duel 300 km/jam vs Bezzecchi di Aragon! Waahhh..kok bisa ??

    Insiden mencekam iki terjadi di lap keenam. Marquez yang baru saja melancarkan manuver menusuk dari sisi dalam Bezzecchi di area chicane, mendapatkan perlawanan sengit. Bezzecchi yang mendapatkan exit corner lebih rapi langsung menempel ketat di lurus panjang menuju area pengereman keras. Nah, pas kedua motor dalam posisi berdampingan penuh dan berakselerasi di gigi 6, turbulensi aerodinamika motor MotoGP modern justru menyedot kedua kuda besi tersebut saling mendekat cakk! Bayangin cakk… stang ke stang di kecepatan mendekati 350 km/jam!

    ” Itu adalah momen yang luar biasa. Maksudku momen yang menakutkan, karena dengan semua perangkat aerodinamika tersebut, pada kecepatan 300 kilometer per jam motor kami seperti saling terhisap satu sama lain. Aku sudah berusaha [memberi ruang] dan bergerak ke sisi kanan, tetapi kami seperti ‘terikat’. Jika kalian melihat tayangan ulangnya, bahkan sempat terjadi wheelie kecil di gigi enam! Sulit untuk menjauh dari motornya. Jadi itu adalah momen yang menakutkan, tetapi menjadi tontonan yang bagus bagi para fans. Kemudian sampailah pada titik di mana Marco sedikit mengalah karena dia berada di sisi lintasan yang kotor. Begitu aku memimpin balapan, aku berusaha mengendalikan ritme. Ketika balapan menyisakan sepuluh putaran, aku sedikit menekan, membuka jarak, dan mengendalikan jalannya balapan kembali.”...seru Marc..

    yup…Untungnya, Bezzecchi yang berada di sisi jalur yang lebih kotor (dirty side) memilih untuk sedikit mengalah sebelum titik pengereman demi menghindari risiko tubrukan fatal cak. Marquez pun berhasil mengamankan posisi terdepan, disusul Pedro Acosta yang memanfaatkan celah untuk mengambil alih posisi kedua dari Bezzecchi.

    Last…setelah memimpin jalannya balapan, Marc Marquez langsung memainkan ritme untuk menjaga usia ban sebelum akhirnya menekan di 10 lap terakhir hingga membuka jarak aman 1,8 detik dari Acosta sampai menyentuh garis finish. Kemenangan ini sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan Marquez di Aragon bersama Ducati menjadi enam kemenangan beruntun (termasuk sprint), sekaligus menggeser posisi Bezzecchi di klasemen sementara ke peringkat kedua, terpaut 19 poin di belakang sang pemimpin klasemen, Jorge Martin…..(iwb)

  • Breaking !! Ducati Rilis StreetFighter V2 S Terbaru….beughh sangarrrr cakkkk !!

    Breaking !! Ducati Rilis StreetFighter V2 S Terbaru….beughh sangarrrr cakkkk !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Ducati kembali memperkuat posisinya di segmen hyper-naked middleweight global melalui kehadiran Ducati Streetfighter V2 dan varian tertingginya, Streetfighter V2 S. Mengusung filosofi Fight Formula, Ducati mentransformasikan performa murni khas motor sport menjadi sebuah naked bike yang tidak hanya memancarkan aura agresif, tetapi juga dirancang agar jauh lebih lincah dan mudah dikendalikan untuk penggunaan harian maupun aksi agresif di lintasan balap. Perubahan paling revolusioner pada model anyar ini terletak pada sektor dapur pacu. Betul cak…Ducati Rilis StreetFighter V2 S Terbaru….beughh sangarrrr cakkkk !!

    Pada gen terbaru…Ducati resmi menanggalkan mekanisme katup Desmodromic yang menjadi ciri khas lamanya pada varian ini, lalu menggantinya dengan mesin V-Twin (V2) berkapasitas 890 cc berpendingin cairan yang menggunakan sistem pengembali katup pegas (spring-valve return system). Langkah teknis ini dipadukan dengan fitur Intake Variable Timing (IVT) pada katup hisap, yang secara signifikan mampu mengoptimalkan distribusi torsi sejak putaran bawah hingga menengah. Hasilnya, mesin ini sanggup memuntahkan tenaga maksimum hingga 120 PS pada 10.750 rpm serta torsi puncak sebesar 93,3 Nm pada 8.250 rpm dengan penyaluran daya yang sangat responsif namun tetap halus….

    Dapur Pacu: Mesin 890cc Tanpa Desmodromic

    • Teknologi IVT: Dilengkapi katup variabel Intake Variable Timing (IVT) untuk mengoptimalkan limpahan torsi di putaran bawah-menengah serta penyaluran tenaga yang lebih halus.

    • Tenaga & Torsi: Mampu memuntahkan tenaga maksimum 120 PS (88 kW) pada 10.750 rpm dan torsi puncak 93.3 Nm pada 8.250 rpm.

    • Sasis Mono-coque Aluminium: Mesin difungsikan sebagai stressed member yang terhubung langsung ke sasis monokok aluminium ultra-ringan, menghasilkan rasio tenaga terhadap bobot yang sangat responsif.

    Yess…Performa mesin tersebut dipadukan secara presisi dengan struktur sasis monokok berbahan aluminium ultra-ringan yang menjadikan mesin sebagai bagian dari struktur utama penopang beban (stressed member). Penggunaan konstruksi ini berhasil menekan bobot keseluruhan kendaraan secara signifikan, sehingga menghasilkan rasio tenaga terhadap bobot yang ideal serta memberikan respons pengendalian yang sangat intuitif saat diajak bermanuver cepat di tikungan. Jadi makin ngacirrrr cakkk….

    Meskipun kedua varian dibangun di atas basis mesin dan sasis yang identik, Ducati menghadirkan pembeda yang cukup jelas pada komponen kaki-kaki dan kelengkapan fitur antara Streetfighter V2 standar dan Streetfighter V2 S. Pada versi standar, sektor peredam kejut mengandalkan garpu depan upside-down Marzocchi berdiameter 43 mm dan suspensi belakang monoshock dari KYB, yang turut didukung oleh steering damper buatan Sachs untuk menjaga stabilitas stang steer….

    Sementara itu, varian Streetfighter V2 S mendapatkan peningkatan spesifikasi ke tingkat yang lebih tinggi. Varian S ini dibekali dengan paket suspensi sepenuhnya dari Öhlins, menggunakan garpu depan Öhlins NIX30 berdiameter 43 mm serta monoshock Öhlins di bagian belakang. Tak hanya suspensi, Streetfighter V2 S juga mengalami pemangkasan bobot ekstra hingga menyentuh angka 176,6 kg (tanpa bahan bakar), berkat penggunaan aki Lithium-ion yang lebih ringan serta penyesuaian konfigurasi jok model single-seat khas motor balap. Pilihan warnanya pun dibuat lebih eksklusif, di mana varian V2 S hadir dalam balutan warna khas Ducati Yellow selain opsi Ducati Red yang menjadi warna standar pada kedua tipe.

    Last…dari segi dimensi dan proporsi berkendara, Ducati Streetfighter V2 memiliki jarak sumbu roda 1.493 mm dengan ketinggian jok setinggi 838 mm yang memberikan posisi berkendara tegap namun tetap siap untuk manuver agresif. Keseluruhan tenaga disalurkan melalui transmisi manual 6-percepatan, didukung oleh kapasitas tangki bahan bakar sebesar 15 liter serta balutan ban berukuran 120/70ZR17 di bagian depan dan 190/55ZR17 di bagian belakang. Melalui pembaruan menyeluruh pada sektor mesin, sasis, dan komponen pendukungnya, Ducati Streetfighter V2 dan V2 S berhasil melahirkan tolok ukur baru bagi sebuah naked sportbike yang bertenaga, ringan, dan menyenangkan untuk dikendarai di berbagai kondisi jalan. Ducati Streetfighter V2 (Standar) dijual sekitar Rp 220 jutaan sedang Ducati Streetfighter V2 S dijual 235 jutaan. Berikut beberapa foto gen StreetFighter V2 S…piye sangarr oraaa cak ? (iwb)

  • Veda Menyerah pada Race Aragon…Kehabisan Ban !!?

    Veda Menyerah pada Race Aragon…Kehabisan Ban !!?

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…..sepertinya ini adalah hari yang kurang menggembirakan buat kita semua. Gimana nggak ?? IWB mencatat balapan Moto3 Grand Prix Aragon 2026 menjadi salah satu balapan paling menguras emosi dan daya tahan bagi pembalap kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama. Bertarung di sirkuit MotorLand Aragón yang sangat teknis sepanjang 5.077 km, Veda yang membela Honda Team Asia harus puas finis di posisi ke-20 tanpa meraih poin satu pun. Yup…Veda Menyerah Karena Ban…Race Aragon Sulit !!

    Jika kita menilik data Fastest Lap of Each Rider, Veda Pratama sebenarnya mencatatkan best lap yang cukup kompetitif di awal-awal balapan. Veda membukukan waktu 1’57.852 yang dicetaknya pada lap ke-4 dari total 17 lap yang dilombakan. Namun, jika dibandingkan dengan para pembalap papan atas (top riders), terlihat jelas ada celah performa yang cukup signifikan:

    • Marco Morelli (Pemenang Fastest Lap) mencetak waktu 1’56.675 pada lap ke-5. Artinya, ada gap sebesar 1,177 detik antara catatan waktu terbaik Veda dengan Morelli!

    • Maximo Quiles (Juara Race Aragon) mencatatkan best lap 1’56.818 (+0,143 dari Morelli).

    • David Almansa (Finis P2) mencatatkan waktu 1’56.779.

    Perbandingan dengan Rekan Satu Tim (Zen Mitani): Satu-satunya titik terang dalam catatan fastest lap adalah keunggulan Veda atas rekan setimnya di Honda Team Asia, Zen Mitani.

    • Veda Pratama: 1’57.852 (Posisi 17 tercepat)

    • Zen Mitani: 1’58.291 (Posisi 25 tercepat)

    • Gap Veda vs Zen Mitani: Veda lebih cepat 0,439 detik daripada Mitani dalam hal pure pace satu putaran.

    Di akhir balapan (17 Lap), Veda finis di posisi P20 dengan total waktu 33’45.512 (+30,034 detik dari sang pemenang Maximo Quiles). Sementara Zen Mitani harus terpuruk di posisi P23 dengan catatan waktu 34’01.535 (+46,057 detik). Veda unggul telak 16,023 detik dari Mitani saat menyentuh garis finis!

    Awal Cepat, Kedodoran di 5 Lap Terakhir: Kehabisan Ban?

    IWB mengamati pola yang sangat menarik sekaligus menyayat hati pada grafik performa Veda. Di awal balapan, Veda mampu langsung push dan mencetak waktu terbaiknya di lap ke-4 (1’57.852). Hal ini menunjukkan ritme awal yang menjanjikan di mana Veda berada dalam grup menengah untuk memperebutkan poin. Namun, memasuki 5 lap terakhir, tempo berkendara Veda justru merosot tajam. Catatan waktunya membengkak hingga tidak mampu lagi mempertahankan posisi 15 besar.

    Apa penyebab utamanya?

    1. Degradasi Ban yang Masif: Karakter MotorLand Aragón dengan tikungan-tikungan panjang berkecepatan tinggi serta temperatur aspal yang menuntut gaya berkendara agresif sangat menyiksa kompon ban. Best lap Veda yang hadir terlalu dini di lap ke-4 mengindikasikan bahwa kompon bannya terdegradasi cepat di paruh kedua balapan.

    2. Karakter Honda NSF250RW: Pembalap-pembalap penunggang Honda secara umum tampak berjuang keras menjaga daya cengkeram (grip) di akhir balapan dibandingkan dominasi motor KTM/CFMOTO yang menduduki barisan depan.

    Akibat kedodoran di lap-lap akhir ini, Veda harus melorot ke posisi 20 dan gagal mengamankan poin di GP Aragon.

    Hasil Race GP Aragon (Top 10 & Rider Indonesia):

    1. Maximo Quiles (SPA) – CFMOTO Viel Aspar Team – 33’15.478

    2. David Almansa (SPA) – Liqui Moly Dynavolt Intact GP – +0.264

    3. Marco Morelli (ARG) – CFMOTO Viel Aspar Team – +0.715

    4. Alvaro Carpe (SPA) – Red Bull KTM Ajo – +2.900

    5. Brian Uriarte (SPA) – Red Bull KTM Ajo – +6.040

    6. Adrian Cruces (SPA) – CIP Green Power – +11.373

    7. Casey O’Gorman (IRL) – SIC58 Squadra Corse – +11.509

    8. Valentin Perrone (ARG) – Red Bull KTM Tech3 – +11.841

    9. Guido Pini (ITA) – Leopard Racing – +11.963

    10. Adrian Fernandez (SPA) – Leopard Racing – +12.211 …

    11. Veda Pratama (INA) – Honda Team Asia – +30.034

    12. Zen Mitani (JPN) – Honda Team Asia – +46.057

    Kesimpulan & Posisi Klasemen Sementara Moto3 2026

    Hasil tanpa poin di Aragon tentu menjadi ujian berat bagi perjuangan Veda Ega Pratama di musim ini. Tambahan 0 poin membuat perolehan poin Veda di klasemen sementara Kejuaraan Dunia Moto3 tidak berubah.

    Klasemen Sementara Moto3 World Championship 2026 (Setelah Seri Aragon):

    • P1: Maximo Quiles (SPA) – 256 poin (Kian kokoh di puncak)

    • P2: Alvaro Carpe (SPA) – 159 poin

    • P3: David Almansa (SPA) – 154 poin

    • P4: Brian Uriarte (SPA) – 138 poin

    • P5: Marco Morelli (ARG) – 131 poin

    • P6: Valentin Perrone (ARG) – 103 poin

    • P7: Veda Ega Pratama (INA) – 97 poin

    • P8: Hakim Danish (MAL) – 90 poin

    Last…meskipun gagal menambah poin di Aragon (0 poin), Veda Pratama masih bertahan di posisi ke-7 Klasemen Sementara dengan 97 poin. Keunggulan poin dari seri-seri sebelumnya membuat posisi Veda belum tergeser oleh pesaing terdekatnya, Hakim Danish dari Malaysia (90 poin). Biarkan semua jadi pengalaman buat Veda dan mari Tetap berikan dukungan penuh untuk Veda Pratama! Evaluasi manajemen pemakaian ban (tyre management) dan setup sasis tentu akan menjadi PR besar bagi tim jelang seri-seri berikutnya. Gasspoll Veda! (iwb)