Month: September 2026

  • Nicolo Bulega Resmi Gabung VR46 MotoGP….Rossi Bungkam, ada apa ???

    Nicolo Bulega Resmi Gabung VR46 MotoGP….Rossi Bungkam, ada apa ???

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…seperti yang sampeyan tahu, Langkah besar baru saja diambil oleh Pertamina Enduro VR46 Racing Team menyambut musim MotoGP 2027. Tim satelit Ducati ini resmi mengumumkan perekrutan bintang WorldSBK, Nicolo Bulega, yang akan mengisi kursi balap mendampingi Fermin Aldeguer. Sayangnya, di balik euforia kepindahan Bulega yang juga lulusan akademi VR46 ada satu hal ganjil yang langsung memicu tanda tanya besar di paddock yakni keheningan total dari sang pemilik tim, Valentino Rossi. Betul cak….Rossi Bungkam, ada apa ???

    Dalam rilis resmi tim maupun unggahan media sosial terkait bergabungnya Bulega, sama sekali tidak ditemukan kutipan, pernyataan, ataupun komentar dari Valentino Rossi. Sorotan justru sepenuhnya terbagi kepada sang pebalap anyar, Direktur Tim Uccio Salucci, Manajer Tim Pablo Nieto, hingga General Manager Ducati Corse, Luigi Dall’Igna. Sikap bungkam Rossi ini ternyata bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, The Doctor juga tidak memberikan komentar publik apa pun mengenai kepergian Franco Morbidelli dari tim. Absennya suara sang legenda hidup mendadak menguatkan spekulasi publik mengenai sejauh mana keterlibatannya saat ini dalam mengelola skuad balap yang ia dirikan sendiri…

    Faktor pendukung spekulasi tersebut terlihat jelas dari tingkat kehadiran Rossi di paddock MotoGP musim ini. Tercatat, juara dunia sembilan kali itu baru mendatangi dua dari 13 seri Grand Prix yang sudah digelar, yakni di Barcelona dan Brno. Pola ini menunjukkan tren penurunan keterlibatan fisik Rossi secara langsung di ajang Grand Prix….

    Sebaliknya, fokus utama pria asal Tavullia tersebut kini lebih banyak tersita di dunia balap mobil (car racing). Sebagai contoh nyata, pada akhir pekan GP Jerman Juli lalu, Rossi lebih memilih hadir di festival otomotif bergengsi Goodwood Festival of Speed daripada mendatangi lintasan balap MotoGP. Pergeseran prioritas ini disebut-sebut ikut berdampak pada performa bisnis dan profit merek VR46 secara keseluruhan. Terus betulkah isu sebenarnya Rossi tidak suka Bulega karena meninggalkan VR46 academy dimasa lalu ?? Kalau kita analisa kecil cak…ini alasan IWB…

    • Perpisahan Baik-Baik di Tahun 2019: Bulega sempat meninggalkan VR46 Riders Academy dan tim Sky Racing Team VR46 pada akhir musim 2019 setelah mengalami penurunan performa di kelas Moto2 dan gagal memperbarui perjanjian manajemennya. Kendati demikian, saat itu Bulega menegaskan bahwa keputusan tersebut murni untuk mencari tantangan baru secara mandiri, tanpa ada rasa dendam atau sakit hati. Ia bahkan tetap menyebut Rossi sebagai sosok “kakak dan panutan terbesarnya.”

    • Tetap Akur dan Terhubung: Selepas keluar dari akademi, hubungan personal mereka tetap harmonis. Bulega terpantau beberapa kali masih menghadiri acara balap internal Rossi, seperti 100Km of Champions di Ranch milik The Doctor.

    • Konsultasi Karier Langsung dengan Rossi: Menjelang keputusannya naik ke MotoGP, Bulega bahkan mengakui bahwa ia sempat menelepon dan meminta saran langsung kepada Valentino Rossi ketika dirinya sempat dilanda keraguan. Rossi meresponsnya dengan hangat dan memberikan dukungan penuh.

    Last….mengingat Morbidelli dan Bulega merupakan produk binaan asli VR46 Riders Academy, publik tentu berharap Rossi bisa berdiri di garis depan menyambut langkah besar mereka. Namun, dengan situasi sekarang, VR46 seolah berjalan sebagai tim milik Rossi “hanya di atas kertas saja”, sementara gairahnya pada balap roda dua tampak mulai meredup. Apakah Rossi akan segera angkat bicara atau justru memilih terus menikmati perannya di dunia balap roda empat? Waktu yang akan menjawabnya nanti cak….(iwb)

  • HOT…Suzuki Rilis Aero Motogp GSX-R1000R Terbaru, Makin Sangarrrr !!!

    HOT…Suzuki Rilis Aero Motogp GSX-R1000R Terbaru, Makin Sangarrrr !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Kembalinya model flagship supersport andalan pabrikan bermerek S, Suzuki GSX-R1000R, sebagai jajaran line-up tahun 2026 langsung mencuri perhatian dunia roda dua. Lhaa piye cakkk…tidak hanya mengandalkan performa buas yang diturunkan langsung dari ajang balap serta teknologi elektronik modern yang kian ramah pengendara, Suzuki rupanya tidak setengah-setengah memanjakan para konsumennya. Bersamaan dengan peluncuran unit motornya, pabrikan langsung merilis ekosistem suku cadang dan aksesori kustom resmi (genuine accessories) dalam jumlah yang melimpah.

    Keunggulan utama dari rangkaian aksesori resmi ini terletak pada proses perancangannya. Seluruh komponen dikembangkan secara bersamaan dengan proses 研发 (riset dan pengembangan) kendaraan utamanya. Hal ini menjamin tingkat presisi pemasangan, keselarasan desain estetika, serta faktor keamanan dan durabilitas yang sudah teruji ketat, memberikan rasa aman total bagi para pemilik tanpa perlu khawatir mengorbankan performa motor cak….

    Sentuhan Aerodinamika dan Estetika Balap

    Bagi sampeyan yang ingin mendongkrak aura racing look secara maksimal, Suzuki menyediakan perangkat Dry Carbon Winglet. Terbuat dari serat karbon kering berkualitas tinggi, komponen aerodinamika ala motor MotoGP ini tidak hanya menghadirkan visual depan yang jauh lebih agresif, tetapi juga mempertegas DNA balap yang mengalir di dalam darah GSX-R1000R. Komponen ini dibanderol 187.000 Yen per sisi atau sekitar Rp21,3 juta (total kanan-kiri mencapai Rp42,6 juta). Ediann muless cak harganya….

    Selain itu, tersedia pula Single Seat Cowl seharga 20.350 Yen atau sekitar Rp2,32 juta yang dirancang untuk menggantikan jok pembonceng. Dengan pilihan warna bodi pabrikan yang senada—seperti Gloss Sparkle Black, Matte Stella Blue Metallic, hingga Pearl Tech White—aksesori ini mampu mengubah siluet buritan menjadi lebih lancip dan aerodinamis layaknya motor balap tulen.

    Peningkatan Fungsionalitas Kokpit dan Kontrol

    Sektor kemudi juga mendapat perhatian serius lewat jajaran komponen full-machining berbahan aluminium. Sepasang Billet Brake & Clutch Lever berhiaskan logo ukiran GSX-R masing-masing dipasarkan seharga 47.300 Yen atau sekitar Rp5,39 juta per unit. Komponen ini tidak hanya mendongkrak kemewahan area kokpit, tetapi juga menawarkan fleksibilitas penyesuaian serta presisi genggaman yang sangat diandalkan saat bermanuver ekstrem.

    Btw…Guna melengkapi sektor keamanan tangan biker, Suzuki menawarkan Lever Guards (pelindung tuas rem dan kopling) masing-masing seharga 27.500 Yen atau sekitar Rp3,14 juta. Perangkat ini berfungsi mencegah risiko tuas tertekan secara tidak sengaja akibat benturan dengan pengendara lain, sekaligus meminimalisir kerusakan fatal pada tuas apabila terjadi insiden rebah ringan. Tidak ketinggalan, sepasang Handlebar Ends (jalu stang) seharga 19.800 Yen (sekitar Rp2,26 juta) turut dihadirkan untuk meredam getaran sekaligus mempermanis detail ujung kemudi.

    Menariknya, meski berstatus sebagai motor supersport murni, Suzuki sangat memahami bahwa banyak pemilik GSX-R1000R yang gemar melakukan perjalanan jauh (touring). Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pabrikan menyediakan lini Tank Bag berkapasitas variabel.

    Pilihan ukurannya meliputi versi besar (11–15 liter) seharga 28.050 Yen atau sekitar Rp3,20 juta, serta versi kecil (5–9 liter) seharga 19.580 Yen atau sekitar Rp2,23 juta. Agar tas dapat terpasang dengan sempurna, dibutuhkan komponen tambahan berupa Tank Ring (Bracket) seharga 8.360 Yen atau sekitar Rp953 ribu. Dipadukan dengan sistem ring-lock khusus pada tutup tangki, tas ini dapat dipasang dan dilepas dengan mudah tanpa merusak lapisan bodi tangki motor.

    Last…Melalui kehadiran ragam aksesori resmi berbalut kualitas pabrikan ini, pemilik Suzuki GSX-R1000R diharapkan memiliki kebebasan penuh untuk mempersonalisasi tunggangan mereka—mulai dari memperkuat identitas balap hingga meningkatkan kenyamanan fungsional—tanpa pernah kehilangan esensi performa sejati. Sayang cak semua aksesories ini baru ada di Jepang. Apakah akan dieksport kenegara lain ? eropa terbuka…tapi kalau Indonesia sih jangan bermimpi. Tahu sendirilah hehehhe….(iwb)

  • Marquez hancurkan Aprilia di Misano…Poin Klasemen Motogp 2026 diambil alih !!

    Marquez hancurkan Aprilia di Misano…Poin Klasemen Motogp 2026 diambil alih !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…..Marc Marquez sukses merebut kemenangan gemilang dalam balapan Grand Prix San Marino di Sirkuit Misano, Minggu, yang mengantarkannya mengambil alih pimpinan klasemen sementara MotoGP 2026. Keberhasilan pebalap bintang asal Spanyol ini tak lepas dari drama lap pertama ketika pesaing terdekatnya, Marco Bezzecchi, secara mengejutkan mengalami kecelakaan saat memimpin jalannya race pada 2 tikungan awal…

    Sesi akhir pekan di Misano sebenarnya dikuasai oleh Bezzecchi sejak sesi kualifikasi. Tampil di hadapan publik pendukungnya sendiri, pebalap Aprilia tersebut mencetak sejarah dengan menembus batasan waktu di bawah 30 detik, mencatatkan lap time sensasional 1:29,982 untuk merebut pole position. Sementara itu, Marc Marquez mengamankan posisi start kedua dengan catatan waktu 1:30,180 atau terpaut 0,198 detik di belakang Bezzecchi. Fermín Aldeguer melengkapi baris terdepan di posisi ketiga dengan torehan 1:30,350, diikuti oleh Fabio Di Giannantonio di posisi keempat (1:30,386), Jorge Martín di posisi kelima (1:30,569), dan Luca Marini di tempat keenam (1:30,609).

    Ketika lampu start padam, Bezzecchi langsung melesat memanfaatkan pole position miliknya. Namun, tekanan ketat dari Marquez di tikungan pembuka (Turn 1) menciptakan persaingan sengit sejak meter pertama. Drama besar langsung terjadi di lap pembuka ketika Bezzecchi yang mencoba mempertahankan posisinya kehilangan kendali pada motornya dan mengalami kecelakaan parah. Crash pada kecepatan tinggi di Tikungan 13, yang meloloskan Marquez ke posisi memimpin di depan Martin. Namun kemudian Martin sukses nyalip Marquez di Tikungan 4 pada putaran ketujuh, dan berhasil membangun keunggulan lebih dari delapan persepuluh detik selama beberapa putaran berikutnya….

    Di belakang, Acosta dan Alex Marquez saling tukar posisi, dengan Alex yang akhirnya unggul kemudian mendekati dua pebalap terdepan. Menjelang awal lap 11, kecepatan Marquez kembali meningkat, dan ia mulai menekan Martin dan melancarkan serangan yang sukses merebut kembali pimpinan balapan di Tikungan 6 pada lap ke-12. Alex Marquez berhasil melewati Martin dua lap kemudian mulai mengejar Marc, yang unggul lebih dari satu detik di depan. Namun Marc Marquez tetap mampu bertahan dengan kokoh didepan…

    Masuk garis finish….Acosta berada di posisi ketiga, tertinggal 2,3 detik dari Marc, sementara Fermín Aldeguer berhasil overtake Martin turun ke posisi kelima. Martin terpaut 14,021 detik dari Marc Marquez saat bendera finis dikibarkan. Raul Fernandez finis di posisi keenam yang cukup jauh dengan Trackhouse Aprilia, sementara Fabio Di Giannantonio dari VR46 kesulitan di posisi ketujuh di depan Enea Bastianini, Luca Marini dan Fabio Quartararo. Johann Zarco (LCR) mengalami kecelakaan di detik-detik akhir, sementara Jack Miller (Pramac), Pecco Bagnaia (Ducati), dan Diogo Moreira (LCR) juga terjatuh. Alex Rins (Yamaha) dan Joan Mir (Honda) masuk ke pit dan memilih retire (gagal finis).

    Last…Kemenangan mutlak ini melengkapi akhir pekan yang nyaris sempurna bagi Marquez, yang sehari sebelumnya juga sukses mengamankan kemenangan dalam sesi Sprint Race di sirkuit yang sama. Tambahan 38 poin penuh tersebut memiliki arti sangat krusial bagi ambisi perebutan gelar juara dunia musim ini, mengingat ia berhasil menduduki puncak klasemen kejuaraan untuk pertama kalinya pada tahun 2026. Dominasi Marquez sepanjang akhir pekan di Misano memperlihatkan kematangan taktik dan performa kompetitifnya, sekaligus membuktikan betapa tipisnya margin kesalahan di kelas premier yang mampu mengubah total peta persaingan titel juara dunia….(iwb)

    2026 Misano MotoGP – Race Results

    Pos Rider Nat Team Time/Diff
    1 Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP26) 41m 13.013s
    2 Alex Marquez SPA BK8 Gresini Ducati (GP26) +0.657s
    3 Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16) +2.326s
    4 Fermin Aldeguer SPA BK8 Gresini Ducati (GP25) +6.027s
    5 Jorge Martin SPA Aprilia Racing (RS-GP26) +14.021s
    6 Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +18.252s
    7 Fabio Di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP26) +20.581s
    8 Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +20.858s
    9 Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V) +22.911s
    10 Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1) +23.229s
    11 Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16) +23.905s
    12 Toprak Razgatlioglu TUR Pramac Yamaha (YZR-M1)* +28.031s
    13 Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25) +28.927s
    14 Pol Espargaro SPA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +31.792s
    Johann Zarco FRA Castrol Honda LCR (RC213V) DNF
    Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1) DNF
    Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP26) DNF
    Joan Mir SPA Honda HRC Castrol (RC213V) DNF
    Diogo Moreira BRA Pro Honda LCR (RC213V)* DNF
    Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1) DNF
    Marco Bezzecchi ITA Aprilia Racing (RS-GP26) DNF
  • Breaking !! Honda Rilis New CB1300 Super Boldór Final Edition…Good Bye Legend !

    Breaking !! Honda Rilis New CB1300 Super Boldór Final Edition…Good Bye Legend !

    Iwanbanaran.com – Cakkk…..dunia permotoran kembali dikejutkan oleh langkah besar dari pabrikan berlogo sayap mengepak, Honda. Melalui lini motor sport legendaris yang telah menemani para pengendara sejak tahun 1992, Honda secara resmi memperkenalkan model penutup dari seri ikonik mereka, yaitu Honda CB1300 Super Bold’or Final Edition / SP. Kehadiran edisi spesial ini sekaligus menjadi tanda penghormatan terakhir bagi salah satu sport tourer bermesin 4-silinder paling disegani di dunia.

    Sebagai model penutup tirai (Final Edition), Honda merilis dua varian utama yang masing-masing membawa karakter visual serta performa tingkat tinggi. Varian paling puncaknya adalah CB1300 Super Bold’or SP, yang tampil memukau dengan balutan warna Pearl Sunbeam White. Skema warna ini dirancang untuk membangkitkan memori masa lalu, mengingatkan para pecinta motor pada era kejayaan awal keluarga CB.

    Tidak hanya sekadar estetika, varian SP ini benar-benar memanjakan pengendara lewat sektor kaki-kaki papan atas. Honda membenamkan sistem suspensi premium buatan Öhlins serta perangkat pengereman mumpuni dari Brembo, yang menjanjikan pengalaman berkendara jauh lebih stabil, responsif, dan presisi di berbagai kondisi jalan.

    Sementara itu, bagi pengendara yang menyukai tampilan lebih gelap, misterius, dan garang, Honda menyediakan varian Final Edition standar dalam balutan warna Graphite Black. Warna hitam pekat ini mempertegas garis bodi kekar khas motor berkapasitas mesin besar. Sebagai pembeda utama dan penanda eksklusivitas, kedua varian ini sama-sama disematkan stiker khusus bertuliskan “Final Edition” tepat di atas tangki bahan bakar, menegaskan statusnya sebagai barang buruan kolektor.

    Di balik tampilannya yang elegan dan berwibawa, Honda CB1300 Super Bold’or dibekali dapur pacu bertenaga besar yang siap melibas perjalanan jauh. Motor ini mengandalkan mesin 4-tak, 4-silinder segaris, DOHC, berpendingin cairan dengan kapasitas murni 1.284cc. Konfigurasi mesin tersebut mampu memuntahkan tenaga maksimum hingga 113 PS (83 kW) pada putaran 7.750 rpm, serta torsi puncak mencapai 112 N·m pada 6.250 rpm.

    Dipadukan dengan transmisi 6-percepatan dan kapasitas tangki bahan bakar sebesar 21 liter, motor ini dirancang khusus untuk memberikan kenyamanan tingkat tinggi saat melakukan perjalanan jauh (long-distance touring). Desain half-faired (setengah fairing) yang diusungnya terbukti sangat efektif dalam membelah angin, mengurangi kelelahan pengendara di jalan tol maupun rute lintas provinsi.

    Last…bagi para kolektor maupun loyalis lini CB yang ingin meminang sejarah otomotif ini, Honda membanderol kedua model dengan harga yang sepadan dengan eksklusivitasnya. Varian standar Final Edition dipasarkan seharga 1.837.000 Yen atau Sekitar Rp209,3 jutaan , sementara varian tertinggi SP dilepas ke pasar dengan harga 2.211.000 Yen (sudah termasuk pajak) Sekitar Rp251,9 juta. Dengan berakhirnya masa produksi lini ini, Honda CB1300 Super Bold’or Final Edition akan dikenang bukan sekadar sebagai alat transportasi, melainkan sebuah mahakarya penutup dari era keemasan motor besar konvensional ber-cc besar yang sarat akan emosi dan sejarah kejayaan roda dua. Good Bye Legend ! (iwb)

  • Pecco Bagnaia Frustasi di Misano..” Aku Hampir jatuh 7 kali..” keluhnya !!

    Pecco Bagnaia Frustasi di Misano..” Aku Hampir jatuh 7 kali..” keluhnya !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Krisis performa yang dialami oleh pebalap pabrikan Ducati, Francesco Bagnaia, tampaknya masih terus berlanjut tanpa menunjukkan tanda-tanda mereda saat akhir pekan Grand Prix San Marino di Sirkuit Misano dimulai. Dalam sesi latihan hari Jumat yang krusial, pebalap asal Italia tersebut mengakui bahwa ia terpaksa harus membalap dengan gaya yang sangat defensif demi mengendalikan motor Desmosedici yang terus memberikannya masalah kepercayaan diri. Situasi ini semakin memperkuat anggapan bahwa sang mantan juara dunia sedang berada dalam salah satu periode paling sulit sepanjang karier kelas utamanya bersama skuad Borgo Panigale. ” Aku hampir jatuh 7 kali…” keluhnya…

    Sepanjang sesi latihan di Misano, Bagnaia terlihat kesulitan untuk mencatatkan waktu kompetitif yang bisa membawanya bersaing secara nyaman di jajaran teratas, jauh tertinggal dari dominasi sesama pebalap Ducati lainnya maupun kejutan yang dihadirkan oleh para pesaing dari pabrikan Aprilia. Ketika dimintai keterangan mengenai gaya balapnya di atas lintasan kandang tersebut, Bagnaia tidak menutup-nutupi fakta bahwa ia tidak bisa lagi memacu motornya secara agresif seperti biasa. Ia menjelaskan bahwa setiap kali ia mencoba menekan batas maksimal, motornya kerap memberikan reaksi yang tidak terduga dan merusak ritme balapnya secara keseluruhan….

    ” Tim sedang bekerja keras untuk mencari tahu masalahnya, tetapi tampaknya mustahil untuk dipahami alasannya. Perbedaannya sangat jelas terlihat pada data antara saya dan semua pebalap Ducati lainnya, karena saya mengerem jauh lebih keras daripada yang lain. Selain itu motornya tidak mau berakselerasi. Saya sangat memperhatikan akselerasi dengan bukaan gas, tetapi justru saya adalah orang yang paling sedikit berakselerasi. Cara kerja motor saya sangat aneh dan tim benar-benar tidak mengerti alasannya. Kami berada dalam situasi yang sangat sulit. Saya mengendarai motor dengan cara yang sangat defensif karena begitu saya mencoba berbuat sedikit saja, saya langsung jatuh…

    “Mengalami crash di setiap tikungan bukanlah cara yang saya inginkan untuk mengatasi situasi ini. Saya hampir jatuh tujuh kali saat sesi latihan dan itu dalam kecepatan yang sangat lambat. Bahkan dalam lap-lap lambat pun saya hampir jatuh, jadi ini sangat aneh dan kita perlu mencari tahu alasannya. Marc membuat perbedaan lebih besar dalam hal itu karena dialah yang menggunakan tekanan rem lebih sedikit tetapi motornya bisa melambat dengan cepat.  Saya menggunakan tekanan hingga dua kali lipat tetapi motornya tidak mau berhenti, jadi ini sangat sulit. Situasinya juga sulit bagi [tim]. Yang saya minta adalah coba pikirkan karena sejak awal musim masalahnya selalu sama. Masalahnya adalah dalam tiga GP terakhir situasinya jauh lebih buruk, entahlah…” keluh Pecco…

    Pendekatan defensif ini tentu saja menjadi sebuah kemunduran besar bagi seorang pebalap yang terbiasa bertarung memperebutkan pole position dan kemenangan di setiap seri cak. Bagnaia menceritakan bahwa masalah utama yang dihadapinya berkaitan erat dengan ketidakcocokan antara karakteristik setelan motor saat ini dengan preferensi gaya berkendaranya. Perubahan kecil pada tingkat cengkeraman lintasan Misano membuat setelan dasar motornya gagal bekerja secara optimal, memaksanya untuk terus-menerus bermain aman di setiap tikungan guna menghindari potensi kecelakaan fatal yang dapat memperburuk kondisi fisiknya maupun mental tim.

    Situasi pelik ini juga memicu berbagai spekulasi di paddock mengenai arah pengembangan teknis yang diambil oleh Ducati Corse. Dalam beberapa balapan terakhir, Bagnaia kerap mengeluhkan kurangnya rasa percaya diri pada bagian depan motor, sebuah komponen krusial yang sangat diandalkannya untuk melakukan pengereman keras dan memasuki tikungan dengan kecepatan tinggi. Meskipun pihak tim telah mencoba berbagai cara untuk mengembalikan performa motornya ke level terbaik, solusi permanen tampaknya masih belum ditemukan hingga hari pertama latihan di Misano ini berakhir.

    Last….Tekanan publik dan media tentu semakin menghimpit pundak pebalap bernomor start 63 tersebut, terutama mengingat statusnya sebagai salah satu ujung tombak pabrikan asal Italia di kandang mereka sendiri. Para penggemar setia Ducati tentu berharap besar melihat pebalap kebanggaan mereka bangkit di Misano, namun realitas di atas lintasan berbicara lain. Dengan sesi kualifikasi dan Sprint Race yang sudah di depan mata, Bagnaia dan tim tekniknya harus bekerja ekstra keras semalaman untuk menemukan terobosan signifikan. Jika masalah utama pada setelan motor ini tidak segera diatasi, Bagnaia diprediksi akan kembali menjalani balapan yang penuh penderitaan dan harus puas berjuang di barisan tengah demi mengamankan poin seadanya. Nggak heran jadi super frustasi cak…semangat Pecco !!! (iwb)

  • Jorge Martin Pusing dengan Ban Lunak Michelin di Misano !!

    Jorge Martin Pusing dengan Ban Lunak Michelin di Misano !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Jorge Martin, mengakui bahwa dirinya harus berjuang keras pada hari pertama sesi latihan Grand Prix San Marino di Sirkuit Misano. Pemimpin klasemen sementara tersebut hanya mampu mengamankan posisi kesepuluh secara dramatis untuk lolos langsung ke sesi Q2, tertinggal cukup jauh dari rekan setimnya, Marco Bezzecchi, yang keluar sebagai yang tercepat. Jorge Martin Pusing dengan Ban Lunak Michelin di Misano cak !!

    Martin mengungkapkan bahwa masalah utamanya bukan terletak pada satu atau dua tikungan saja, melainkan ia kehilangan sedikit waktu di hampir seluruh bagian sirkuit dibandingkan Bezzecchi…

    “Saya sangat kesulitan dengan ban belakang kompon lunak. Sejujurnya, saya memang memperkirakan akan sedikit menderita dengan ban lunak karena di sirkuit ini, dengan cengkeraman yang begitu tinggi rasanya seperti di awal musim keseimbangan motor sangat berubah untuk gaya balap saya. Situasinya memang seperti itu, tetapi saya tidak menyangka akan separah ini, jadi saya langsung merasa kesulitan sejak awal…

    “Saya rasa, dalam hal kecepatan balap, saya tidak tertinggal jauh. Saya mungkin hanya terpaut sekitar dua persepuluh detik dari barisan terdepan. Tetapi begitu kami harus masuk ke mode time attack, saya sangat kesulitan. Kami perlu memahami cara agar bisa lebih kompetitif untuk besok. Saya pikir ada hal-hal kecil di sekujur lintasan yang perlu kami satukan, tetapi jika kami bisa melakukan kualifikasi dengan hebat, saya yakin kami bisa bertarung di barisan depan.”

    “Saat melihat data milik [Bezzecchi], situasinya memang sulit karena perbedaannya ada pada hal-hal kecil di setiap tikungan, bukan masalah besar di dua tikungan tertentu,” ujar Martin. “Di seluruh bagian lintasan, saya terus-menerus kehilangan waktu sedikit demi sedikit.”

    Selain kesulitan menemukan ritme yang konsisten, pebalap asal Spanyol itu juga mengeluhkan perubahan keseimbangan pada motor RS-GP miliknya saat dipasangkan ban belakang kompon lunak (soft) untuk sesi time attack di penghujung latihan. Menurutnya, tingkat cengkeraman (grip) yang sangat tinggi di Misano mengubah perilaku motor secara signifikan dan membuatnya merasa berada di batas maksimal kemampuan motor.

    Kendati demikian, Martin merasa kecepatan balapnya (race pace) tidak terlalu buruk dan hanya terpaut sekitar dua persepuluh detik dari barisan terdepan. Tantangan terbesar baginya saat ini adalah menemukan cara untuk memaksimalkan potensi motor saat melakukan putaran cepat di sesi kualifikasi.

    “Jika kami bisa melakukan langkah maju pada setelan motor, biasanya hal itu akan membuatnya jauh lebih seimbang,” tambahnya.

    Last….Meskipun mengawali akhir pekan dengan hasil yang kurang memuaskan, Martin tetap optimistis menatap sesi balapan. Ia menegaskan bahwa targetnya bukanlah sekadar finis di posisi kelima seperti yang diraihnya di Aragon, melainkan berjuang di barisan depan demi mempertahankan posisi puncak di klasemen kejuaraan dunia MotoGP….(iwb)

  • Fokus Berat…Marco Bezzecchi Ogah Mikirin Marc Marquez !!

    Fokus Berat…Marco Bezzecchi Ogah Mikirin Marc Marquez !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Pebalap andalan Aprilia, Marco Bezzecchi, sukses mencatatkan waktu tercepat pada hari pertama sesi latihan Grand Prix San Marino di Sirkuit Misano. Meskipun tampil impresif di kand sendiri dan mengungguli juara bertahan Marc Marquez dengan selisih tipis sekitar 0,1 detik, Bezzecchi menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak ingin ambil pusing dengan performa para rivalnya termasuk Marquez…

    “Bagi saya, tidak ada gunanya melihat pebalap lain,” ujar Bezzecchi setelah menguasai sesi latihan. “Satu-satunya hal yang harus saya lakukan adalah melihat diri sendiri dan mencoba memperbaiki apa yang bisa saya kendalikan.” serunya…

    Bagi Bezzecchi, fokus utamanya tertuju pada pengembangan gaya balapnya sendiri, kinerja motor RS-GP, serta sensasi secara keseluruhan di atas lintasan. Ia merasa masih memiliki banyak ruang untuk meningkatkan performa, baik dari sisi teknik berkendara maupun penyesuaian setelan pada motornya, meskipun secara basis awal motornya sudah terasa sangat baik.

    Dominasi Bezzecchi di Misano terlihat jelas pada sektor pertama dan ketiga berkat kecepatan tikungan (cornering speed) dari motor Aprilia. Kendati demikian, hasil kontras justru ditunjukkan oleh rekan setim sekaligus pemimpin klasemen sementara, Jorge Martin, yang harus puas tercecer di posisi kesepuluh, sementara empat posisi di belakang Bezzecchi justru dikuasai oleh barisan pebalap Ducati.

    Terkait pemilihan ban untuk balapan mendatang, Bezzecchi membuka peluang untuk menggunakan ban belakang kompon soft (lunak). Mengingat tingkat degradasi ban di Sirkuit Misano tidak terlalu masif, opsi ban lunak maupun medium sama-sama menjadi pertimbangan yang realistis baginya.

    Last…menyongsong sesi kualifikasi dan Sprint Race, Bezzecchi saat ini berada di posisi yang kompetitif dalam perebutan gelar juara dunia, di mana ia tertinggal beberapa poin dari Marc Marquez dan Jorge Martin. Dengan pendekatan fokus pada diri sendiri, ia berharap bisa terus mengamankan posisi terdepan di sirkuit rumahnya….(iwb)

  • Marc Marquez akui sulit kalahkan Bezzecchi – Aprilia di Misano !!

    Marc Marquez akui sulit kalahkan Bezzecchi – Aprilia di Misano !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Marc Marquez datang ke Grand Prix San Marino di Sirkuit Misano dengan status sebagai juara bertahan yang baru saja menyapu bersih kemenangan ganda di Sirkuit Aragon. Namun, pebalap andalan Ducati tersebut secara terbuka mengakui bahwa ia menghadapi tantangan yang jauh lebih pelik akhir pekan ini. Berbeda dengan dominasi mutlak yang ditunjukkannya sebelumnya, Marquez merasa dirinya sedikit kesulitan untuk menemukan ritme terbaik di atas motor Desmosedici. Yup…Marc Marquez akui sulit kalahkan Aprilia di Misano !!

    Pada sesi latihan hari Jumat, Marquez sebenarnya sempat menunjukkan kecepatan yang kompetitif dengan memuncaki sesi latihan bebas pertama (FP1) serta mengamankan posisi kedua di bawah pebalap Aprilia, Marco Bezzecchi, pada sesi latihan sore. Meskipun demikian, ia merasa posisi kedua tersebut tidak serta-merta mencerminkan kenyamanan penuh di atas lintasan. Di Aragon, ia selalu berada di jajaran teratas tanpa hambatan berarti sepanjang sesi latihan, sementara di Misano ia dan timnya masih harus bekerja keras mencari setelan tambahan agar bisa tampil optimal.

    “ Sekarang aku tercepat kedua tapi sebenarnya situasinya tidak seperti di Aragon, ketika saya selalu berada di tiga besar klasemen latihan sepanjang sesi. Disini Saya sedikit kesulitan dan kami harus bekerja, kami harus mencoba mencari sesuatu yang lebih. Memang benar dalam catatan waktu lap cepat saya berada di sana. Namun seperti yang kita lihat, semuanya sangat ketat dan sesi kualifikasi besok akan menjadi sangat penting. Karena jika kamu membuat sedikit saja kesalahan, kamu bisa start di baris kedua atau bahkan ketiga, dan inilah masalah terbesar di MotoGP era sekarang…

    ” Misano adalah salah satu sirkuit di mana segalanya menjadi lebih merata. Seperti yang kita lihat pada catatan waktu lap, Aprilia sangat kuat di tikungan-tikungan cepat dan Ducati kuat di tikungan tipikal stop-and-go. Jadi pada akhirnya, Aprilia kuat di sektor 3, dan Ducati lebih kuat di sektor lain. Setiap motor memiliki potensinya masing-masing dan tugas kami adalah mencoba mencari yang terbaik untuk gaya balapku….

    “Bez dan Aprilia sangat cepat di tikungan-tikungan jenis ini (fast corner). Di area cepat seperti Assen dan Silverstone, mereka sangat kuat. Kami harus mencoba memahami apakah kami bisa menjadi lebih kuat di area lain. Saya belajar dari Silverstone. Saya mencoba mendekatinya dengan cara yang berbeda pada hari Jumat. Target saya adalah tampil sebaik mungkin pada hari Sabtu dan Minggu. Untuk urusan membalap, saya lebih menyukai Austria daripada di sini, tetapi sayang di Austria saya lebih jarang menang. Saya lebih menyukai Motegi daripada trek ini, tetapi di Motegi saya juga lebih jarang menang. Ini adalah sirkuit di mana saya pernah meraih kesuksesan di masa lalu, dan tahun ini kami akan mencoba untuk dekat dengan pebalap terdepan, yang saya yakini Marco akan sulit dikalahkan. Ya, podium, saya yakin masuk podium namun menang ? ini akan menjadi tantangan besar…” tutupnya…

    Jadi cak…dari penuturan diatas, Marquez secara tegas menunjuk Marco Bezzecchi sebagai pebalap paling tangguh dan ancaman terbesar di Misano. Menurut pengamatan peraih sembilan gelar juara dunia tersebut, kekuatan antara pabrikan Ducati dan Aprilia menjadi jauh lebih seimbang di sirkuit ini. Aprilia terbukti sangat superior di tikungan-tikungan cepat, terutama pada sektor ketiga yang mencakup area ikonik Curvone. Sebaliknya, Ducati memiliki keunggulan tersendiri di area pengereman keras dan akselerasi keluar tikungan.

    Menyadari keunggulan rivalnya di area tikungan cepat, Marquez dengan tegas menyatakan bahwa ia tidak akan memaksakan diri mencari kecepatan ekstra di sektor tiga. Ia belajar dari pengalaman balapan sebelumnya, di mana mencoba memaksakan motor di luar batas wajar pada area cepat justru membawa risiko besar. Strategi terbaik baginya adalah memaksimalkan potensi Desmosedici di sektor lain di mana mereka memiliki keunggulan kompetitif.

    Selain faktor teknis motor, persaingan ketat di Misano juga membuat sesi kualifikasi menjadi penentu yang sangat krusial. Selisih catatan waktu antar pebalap begitu tipis, sehingga kesalahan kecil saja saat kualifikasi dapat membuat seorang pebalap terlempar ke baris start kedua atau ketiga. Di era MotoGP modern yang sangat kompetitif ini, memulai balapan dari posisi tengah merupakan sebuah kerugian besar yang harus dihindari.

    Last….Dari aspek fisik, Marquez juga mengambil pendekatan yang lebih terukur setelah sempat mengalami masalah kelelahan fisik pada balapan-balapan sebelumnya. Ia mengatur ritme kerja fisiknya sejak hari Jumat demi menjaga kondisi optimal menghadapi sesi kualifikasi, Sprint race, dan balapan utama. Saat ini, Marquez berada di posisi yang kompetitif dalam perebutan gelar juara dunia. Mengingat ketatnya persaingan akhir pekan ini, ia secara realistis menyatakan akan merasa sangat puas dan siap menandatangani hasil podium jika mampu mendapatkannya di Misano. Apakah Marc mampu mengalahkan Bez ?? piye cak…optimis oraa ?? (iwb)

    2026 San Marino MotoGP – Practice Results

    Pos Rider Nat Team Time/Diff Lap Max
    1 ^1 Marco Bezzecchi ITA Aprilia Racing (RS-GP26) 1’30.144s 24/25 300k
    2 ˅1 Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP26) +0.103s 18/23 299k
    3 ^1 Alex Marquez SPA BK8 Gresini Ducati (GP26) +0.185s 25/27 299k
    4 ^6 Fabio Di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP26) +0.241s 25/25 298k
    5 ^8 Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25) +0.271s 21/21 298k
    6 = Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16) +0.344s 19/24 299k
    7 = Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V) +0.496s 23/24 298k
    8 ˅3 Johann Zarco FRA Castrol Honda LCR (RC213V) +0.510s 24/27 301k
    9 ^2 Pol Espargaro SPA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +0.530s 22/23 301k
    10 ˅2 Jorge Martin SPA Aprilia Racing (RS-GP26) +0.546s 23/26 299k
    Qualifying 1:
    11 ^4 Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +0.560s 19/24 299k
    12 ˅9 Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +0.572s 20/26 295k
    13 ˅1 Fermin Aldeguer SPA BK8 Gresini Ducati (GP25) +0.614s 17/22 297k
    14 ^5 Joan Mir SPA Honda HRC Castrol (RC213V) +0.715s 24/26 300k
    15 ^1 Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16) +0.799s 25/25 301k
    16 ˅7 Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1) +1.034s 26/26 293k
    17 ^3 Diogo Moreira BRA Pro Honda LCR (RC213V)* +1.119s 5/25 301k
    18 ^3 Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1) +1.137s 20/21 295k
    19 ˅1 Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP26) +1.315s 6/19 297k
    20 ˅3 Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1) +1.423s 21/23 293k
    21 ˅7 Toprak Razgatlioglu TUR Pramac Yamaha (YZR-M1)* +1.927s 19/19 294k
  • Nicolo Bulega Shock Lihat Lengan Marquez…” Dia Luar biasa” ! serunya

    Nicolo Bulega Shock Lihat Lengan Marquez…” Dia Luar biasa” ! serunya

    Iwanbanaran.com – Cakk….Pujian setinggi langit diberikan oleh bintang WorldSBK sekaligus pebalap masa depan VR46 MotoGP, Nicolo Bulega, kepada sang juara dunia berkali-kali, Marc Marquez. Bulega mengaku dibuat kagum luar biasa dengan ketangguhan fisik dan mental pebalap andalan Ducati tersebut yang tetap mampu tampil kompetitif di barisan depan MotoGP meski harus berjuang mengatasi cedera lengan yang parah. Nicolo Bulega Shock Lihat Lengan Marquez…” Dia Luar biasa” ! serunya

    Pernyataan tersebut dilontarkan Bulega menyusul sorotan publik terhadap kondisi fisik Marquez serta foto-foto medis lengannya yang sempat viral di media sosial. Seperti diketahui, The Baby Alien harus menjalani serangkaian operasi berat pada lengan kanannya akibat akumulasi cedera serius sejak beberapa musim lalu, termasuk insiden kecelakaan di Indonesia dan pergeseran sekrup yang menekan saraf radial.

    Bahkan, sejumlah tim medis menyebut fungsi lengan kanan Marquez saat ini tidak berada dalam kondisi 100 persen penuh akibat prosedur pembedahan komprehensif yang telah ia lalui. Melihat perjuangan tersebut, Bulega takjub bagaimana sang pebalap Spanyol masih sanggup menjinakkan motor MotoGP berkecepatan tinggi.

    “Olahraga ini sangat berat. Anda harus berlatih keras dan berada dalam kondisi fisik prima. Saya rasa hanya Marc yang bisa melakukan apa yang dia lakukan sekarang dengan satu setengah lengan,” ujar Bulega, menggambarkan betapa luar biasanya level determinasi Marquez.

    Last….lebih lanjut, Bulega yang sempat merasakan langsung mengendarai Desmosedici GP milik Marquez saat menjadi pebalap pengganti di akhir musim lalu, juga menyoroti anggapan keliru sebagian orang terhadap profesi pebalap. Ia menegaskan bahwa mengendalikan motor kelas premier menuntut kapasitas fisik, kekuatan otot, dan stamina yang jauh lebih ekstrem dibanding yang dibayangkan banyak orang di luar sana….(iwb)

  • Breaking !! New Honda CB750 Hornet versi 2027 dirilis…Merahnya Angkerrr !!

    Breaking !! New Honda CB750 Hornet versi 2027 dirilis…Merahnya Angkerrr !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Honda kembali menggebrak pasar Eropa dengan memperkenalkan pembaruan signifikan untuk salah satu motor streetfighter paling sukses di lini menengah mereka, yaitu Honda CB750 Hornet versi tahun 2027. Sejak pertama kali mengaspal, motor yang memadukan kelincahan jalanan dengan performa bertenaga ini sukses mencatatkan angka penjualan fantastis hingga menembus belasan ribu unit setiap tahunnya, menjadikannya salah satu dari tiga besar penguasa segmen naked bike di Benua Biru. Dan kali ini mereka kembali merilis generasi 2027…sebuah gen terbaru yang ternyata makin cakep. Yess….Honda CB750 Hornet versi 2027 dirilis…Merahnya Angkerrr caakkk !!

    Pada pembaruan tahun 2027 ini, Honda memberikan penyegaran total pada sektor estetika dengan menghadirkan empat pilihan warna dual-tone baru yang semakin menonjolkan karakter agresif dan futuristis. Pilihan tersebut meliputi kombinasi Gunmetal Black Metallic & Mat Ballistic Black Metallic yang misterius, Mat Beta Silver Metallic & Iridium Gray Metallic yang bernuansa modern, serta sentuhan warna segar pada Glint Wave Blue Metallic & Mat Ballistic Black Metallic. Tidak ketinggalan, warna legendaris khas balap Honda Grand Prix Red & Gunmetal Black Metallic turut disematkan untuk memuaskan para loyalis garis keras. Jadi memang lebih ke visual cak. Terus piye soal mesin dan fitur ?

    Dapur pacu motor ini tetap mempercayakan mesin andalannya, yakni unit 755cc, 4-tak, SOHC, paralel-twin berteknologi Unicam dengan sudut engkol 270 derajat. Konfigurasi ini mampu menghasilkan tenaga buas hingga 91,8 PS (67,5 kW) pada putaran 9.500 rpm serta torsi puncak mencapai 75 N·m pada 7.250 rpm. Dengan bobot kendaraan yang sangat ringan—hanya 192 kg untuk versi standar dan 196 kg pada varian dengan sistem transmisi canggih—CB750 Hornet menawarkan rasio tenaga terhadap bobot yang luar biasa, menjamin kelincahan maksimal baik saat bermanuver di jalanan perkotaan maupun melibas tikungan tajam di jalur pegunungan.

    Keunggulan utama yang terus menjadi daya tarik global adalah kehadiran teknologi Honda E-Clutch. Sistem inovatif ini memungkinkan pengendara melakukan perpindahan gigi, berhenti, hingga berjalan kembali secara mulus tanpa perlu menarik tuas kopling. Dilengkapi dengan fitur auto-blip saat menurunkan gigi serta pengaturan tingkat beban pedal (HARD, MEDIUM, SOFT), E-Clutch memberikan pengalaman berkendara yang jauh lebih praktis dan menyenangkan. Meskipun demikian, Honda tetap mempertahankan tuas kopling konvensional bagi pengendara yang ingin mengambil alih kendali manual kapan saja.

    Last…Honda Eropa juga menyediakan empat paket aksesori resmi (Style, Sport, Comfort, dan Design Package) yang mencakup komponen estetika seperti single-seat cowl dan striping bodi, hingga perangkat fungsional seperti tank bag dan grip heater untuk perjalanan jauh. Di pasaran Inggris, model dengan spesifikasi E-Clutch ini dibanderol dengan harga referensi sekitar 7.549 Poundsterling atau 179 jutaan rupiah. Kombinasi antara performa tinggi, teknologi transmisi mutakhir, dan visual yang memukau menjadikan Honda CB750 Hornet 2027 sebagai salah satu streetfighter kelas menengah yang paling diidamkan saat ini. Sayang model ini belum masuk Indonesia cak. Semoga saja AHM mempertimbangkannya. So…New Honda CB750 Hornet versi 2027 ?? piyee…ganteng ora cakkk ?? (iwb)

    27YM Honda CB750 Hornet

    27YM Honda CB750 Hornet

    27YM Honda CB750 Hornet

    Spesifikasi Honda CB750 Hornet

    Total length x width x height 2090 x 780 x 1085 mm
    wheelbase 1420mm
    minimum ground clearance 140mm
    Seat height 795mm
    Vehicle weight 192kg (E-clutch = 196kg)
    Engine type Water-cooled 4-stroke SOHC 4-valve parallel twin-cylinder
    Total displacement 755cc
    Bore x Stroke 87 x 63.5 mm
    Compression ratio 11.0
    Maximum output 67.5kW (91.8PS) / 9500rpm
    Maximum Torque 75N・m (7.65kgf・m)/7250rpm
    Fuel tank capacity 15.2L
    Transmission type Always-on 6-stage return type
    Brake type (front/rear) Hydraulic double disc / Hydraulic disc
    Tire size (front and rear) 120/70ZR17M/C (58W)・160/60ZR17M/C (69W)
    Fuel consumption rate (WMTC mode value) 23.2 km/L
    Reference price £7549 (UK E-clutch specification)