Month: September 2026

  • Media Luar membedah Kotornya David Munoz….Dirty Rider musuh Veda Ega !!

    Media Luar membedah Kotornya David Munoz….Dirty Rider musuh Veda Ega !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…insiden yang melibatkan pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, di ajang Moto3 Austria di Sirkuit Red Bull Ring, situasinya jadi sangat menarik sekaligus ironis ! Dalam balapan tersebut, David Muñoz lagi-lagi menjadi pusat perhatian dalam sebuah insiden senggolan di Tikungan 4 pada lap ke-16. Saat itu, Veda Ega tampil luar biasa melakukan comeback brilian setelah merangsek naik dari posisi start ke-19 hingga menembus barisan depan di posisi keempat. Namun, petaka terjadi ketika Veda terlibat insiden senggolan dengan Muñoz saat bertarung di grup depan, yang berujung pada terjatuhnya Muñoz. Akibat kejadian tersebut, Race Direction menjatuhkan hukuman long lap penalty kepada Veda. Drama bertambah panjang karena eksekusi penalti pertama Veda dianggap tidak sesuai prosedur, sehingga ia harus mengulang hukumannya (double penalty) dan akhirnya harus puas finis di posisi ke-13. Tapi tahukah sampeyan bahwa Munoz memang sudah terkenal sebagai pembalap Kotor (Dirty rider) di Eropa. Dikuliti oleh RacerX sebagai majalah dan media balap motor internasional…ternyata Munoz ini terkenal licik dan bermasalah…wahhhh…

    Tidak ada yang meragukan kapasitas kecepatan yang dimiliki oleh David Muñoz. Ketika motornya mendapatkan setelan terbaik dan ia bisa menjaga fokusnya di jalur yang benar, pembalap bernomor 64 ini adalah salah satu rider paling berbahaya di barisan depan (“Brilliant when it works, a problem when it doesn’t”). Namun, masalah terbesarnya terletak pada kontrol emosi dan agresivitas yang kerap lepas kendali. Di kategori Moto3 yang terkenal ketat dan berisiko tinggi, insiden-insiden kecil akibat kecerobohan bisa berakibat fatal bagi keselamatan fisik para pembalap muda lainnya. Pertanyaannya sekarang: Apakah David Muñoz akan belajar dari deretan hukumannya untuk menjadi pembalap yang lebih matang, atau justru ia akan terus konsisten menjadi “anak nakal” paling berbahaya di lintasan Moto3 ?? 

    Lewat infografis mendalam yang dirilis oleh media internasional RacerX, rekam jejak pembalap asal Spanyol ini dibedah secara blak-blakan melalui tajuk “The Sins of David Muñoz” (Dosa-Dosa David Muñoz). Dengan moto kontroversial “Talent without control is a liability” (Bakat tanpa kendali adalah sebuah beban), mari kita bedah rekam jejak insiden dan hukuman yang pernah melilit pembalap berkarakter “garang” ini cak…

    1. Le Mans 2024 (Prancis) – Double Long Lap

      • Kasus: Terlibat insiden yang menyebabkan pembalap lain, Ricardo Rossi, mengalami kecelakaan parah.

      • Vonis Race Direction: Dianggap mengambil risiko yang tidak perlu (“Unnecessary Risk”) dan diganjar hukuman Double Long Lap.

    2. Insiden Thailand / Argentina 2025 – Long Lap + Pit Lane Start

      • Kasus: Tertangkap kamera berkendara secara ugal-ugalan dan tidak bertanggung jawab di area yang sedang dikibarkan bendera kuning (yellow flag).

      • Vonis Race Direction: Tindakan tersebut dinilai sangat berbahaya bagi para marshal di pinggir trek (“Irresponsible and Dangerous”), berujung pada hukuman berat memulai balapan dari pit lane ditambah long lap penalty.

    3. Jerez 2025 (Spanyol) – Sent to Back of Grid

      • Kasus: Melakukan taktik kotor dengan sengaja memperlambat laju para rivalnya saat mereka tengah berusaha mencatatkan waktu terbaik di sesi kualifikasi cepat.

      • Vonis Race Direction: Dinilai menggunakan taktik yang tidak bisa diterima (“Unacceptable Tactics”), sehingga ia harus rela dihukum turun start paling buncit di barisan belakang grid.

    4. Le Mans 2025 (Prancis) – Demoted Position

      • Kasus: Terlibat kontak sengit di tikungan lap terakhir dengan Joel Kelso. Komentaror MotoGP sekaligus legenda balap, Sylvain Guintoli, menyebut insiden itu sebenarnya belum masuk kategori ultra dirty, namun tetap layak dijatuhi hukuman.

      • Vonis Race Direction: Dinilai berada di batas limit regulasi namun tetap dianggap melanggar (“On the Limit, Still a Penalty”).

    5. Akumulasi Kontak Lainnya (A History of Contact)

      • Catatan pelanggarannya tidak berhenti di situ saja. Muñoz sering kali disorot karena hobi menggunakan sikuan agresif, kontak bodi repetitif di tikungan, hingga manuver-manuver nekat yang sering menghiasi highlight resmi MotoGP karena dianggap kelewat batas (“Moves considered beyond the limit”).

    Nahh..jadi memang kutu kupret cak si Munoz ini. Dilalah rekam jejak Munoz ini juga menjadi poin menarik ketika manuver dan isyarat tangannya yang seakan meremehkan Veda. Betul cak…dalam balapan tersebut, David Muñoz lagi-lagi menjadi pusat perhatian dalam sebuah insiden senggolan di Tikungan 4 pada lap ke-16. Saat itu, Veda Ega tampil luar biasa melakukan comeback brilian setelah merangsek naik dari posisi start ke-19 hingga menembus barisan depan di posisi keempat. Akibat kejadian tersebut, Race Direction menjatuhkan hukuman long lap penalty kepada Veda. Drama bertambah panjang karena eksekusi penalti pertama Veda dianggap tidak sesuai prosedur, sehingga ia harus mengulang hukumannya (double penalty) dan akhirnya harus puas finis di posisi ke-13…

    Last..mengingat reputasi David Muñoz di mata media internasional seperti RacerX dikenal sebagai pembalap yang agresif, kerap berada di batas regulasi, dan sering terlibat kontak fisik dengan pembalap lain, insidennya dengan Veda seolah memperkuat rekam jejak gaya balap kelas Moto3 yang memang sangat keras dan kerap memakan korban di tikungan ketat. Bagi Veda Ega Pratama, insiden ini menjadi pelajaran berharga tentang betapa tipisnya batas antara manuver agresif yang sukses dan hukuman penalti di level kejuaraan dunia. Kendati sempat dirugikan oleh penalti ganda tersebut, performa pace Veda yang mampu melesat dari P19 ke posisi 4 besar membuktikan bahwa ia punya kecepatan murni untuk bertarung di barisan depan, meski harus lebih waspada dengan karakter rival-rival beringas seperti Muñoz kedepannya….(iwb)

  • Marc Marquez salahkan Motor….Rem Blong saat Race Austria !!!

    Marc Marquez salahkan Motor….Rem Blong saat Race Austria !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk..siapa menyangka walau terlempar dari podium Marc Marquez beruntung. Hal ini karena ternyata motornya bermasalah ditengah race. Betul cak…Marc Marquez salahkan Motor….Rem Blong saat Race Austria !! Waaahhhh…

    Sejatinya, peluang Marquez untuk meraih hasil maksimal di balapan utama 28 lap akhir pekan kemarin terbuka cukup lebar. Setelah melakukan beberapa perubahan setelan pada sesi warm-up yang ampuh mendongkrak performa motornya, ia sempat diprediksi bakal menjadi salah satu kandidat kuat penantang podium. Sayangnya, petaka mulai datang ketika balapan baru berjalan beberapa tikungan awal.

    Rem Depan “Blong” dan Insiden di Turn 1

    Marquez mengawali balapan dengan tempo yang lambat dan keteteran di barisan tengah. Puncaknya terjadi pada lap ke-10, di mana ia terpaksa melebar jauh di Turn 1 setelah mengalami masalah krusial pada sektor pengereman.

    ” Jujur tidak sulit untuk meraih posisi 4, atau setidaknya bertarung memperebutkan podium…saya rasa kecepatan itu ada. Kami memang lebih kesulitan dibanding akhir pekan-akhir pekan lainnya, tetapi kami tetap ada di sana. Namun masalahnya adalah pada paruh pertama balapan, saya mengalami banyak sekali masalah dengan rem depan. Karena alasan itulah saya melebar di Tikungan 1. Tuas rem depan tidak konsisten…setiap titik pengereman terasa berbeda.Ketika saya membuat kesalahan di Tikungan 1, remnya blong…tidak ada tekanan sama sekali di sana. Dan karena itulah saya meluncur sangat jauh melebar…

    ” Rasanya hari ini kami masih sangat beruntung, karena pada suatu momen dalam balapan saya sempat berpikir, ‘Oke, saya tidak bisa melanjutkan’. “Namun kemudian, dari satu lap ke lap berikutnya, remnya mulai berfungsi lagi. Dan setelah itu saya mulai melaju lebih cepat, mendapatkan beberapa posisi kembali. Tapi jelas itu sudah terlambat. Hal positifnya adalah masalah itu terlihat jelas pada data, jadi mereka bisa menganalisisnya dan mencoba mencari solusi untuk masa depan. Sebab Kami mengalami masalah besar. Karena alasan itulah, pada lap-lap awal, saya tidak mengerem dengan keras. Saya hanya berusaha memahami di mana posisi tuas rem pada setiap titik pengereman, dan akibatnya saya banyak kehilangan waktu di situ. Makanya Saya merasa sangat beruntung karena hari ini. Btw posisi maksimalnya sebenarnya adalah kedua atau ketiga, dan pada akhirnya kami finis di posisi kelima. Jadi, kita lihat saja nanti.” serunya…

    Jadi gitu cak….Meski sempat ketakutan dan hampir menyerah, keajaiban kecil terjadi di pertengahan balapan. Secara misterius, sistem pengereman di kuda besinya mulai kembali normal dari satu lap ke lap berikutnya. Marquez lantas tancap gas untuk memperbaiki posisi, meski pada akhirnya ia harus merelakan podium dan finis di urutan kelima, terpaut lebih dari tujuh detik dari pemenang. Selepas balapan, Marquez tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia secara terbuka menyebut dirinya sangat beruntung masih bisa menyelamatkan finis 5 besar setelah mengalami horor rem blong tersebut.

    Last…Kendati akhir pekannya di Red Bull Ring dihantam kendala teknis yang masif, Marquez coba mengambil hikmah. Menurutnya, masalah inkonsistensi rem ini jelas terekam dalam data telemetri, sehingga tim mekanik Ducati bisa menganalisisnya secara mendalam agar masalah serupa tidak terulang di seri-seri berikutnya. Akibat kendala di Austria ini, perolehan poin Marquez di klasemen sementara harus terpaut 12 angka di belakang Jorge Martin yang memimpin perebutan gelar juara dunia. Kendati demikian, dengan kecepatan motor yang sejatinya kompetitif untuk bertarung di posisi dua atau tiga, kiprah Marquez di sisa paruh musim ini pastinya masih bakal sengit dan layak terus kita pantau cak….(iwb)

  • Breaking !! Kawasaki perkenalkan New Ninja 500 SE Terbaru….Makin Keren !!

    Breaking !! Kawasaki perkenalkan New Ninja 500 SE Terbaru….Makin Keren !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Dunia otomotif global kembali disuguhkan varian menarik dari keluarga motor sport kelas menengah Kawasaki. Meskipun lini Ninja 500 telah menjadi sorotan berkat berbagai pembaruan performanya di kancah internasional, beberapa wilayah di luar Jepang—khususnya Selandia Baru dan Australia (Oseania)—mendapatkan keistimewaan berupa varian warna khusus yang sangat langka dijumpai di pasar domestik lain. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Kawasaki Ninja 500 SE Model 2026 dengan balutan skema warna eksklusif Pearl Robotic White x Pearl Matte Sage Green…!!

    Biasanya, lini sport bike andalan Kawasaki selalu identik dengan warna ikonik Lime Green yang garang atau kombinasi grafis gelap yang agresif cak. Namun, untuk spesifikasi pasar Selandia Baru, Ninja 500 SE tampil beda dengan karakter visual yang jauh lebih matang, modern, dan bernuansa futuristis. Kelir utama Pearl Robotic White yang bersih dipadukan secara harmonis dengan aksen Pearl Matte Sage Green (hijau lumut matte berpendar lembut). Perpaduan ini memberikan kesan elegan sekaligus eksklusif, menjadikannya buruan menarik bagi para pencinta motor sport yang menginginkan tampilan berbeda dari lini standar pabrikan pada umumnya.

    Spesifikasi Teknis dan Dapur Pacu Mumpuni

    Sebagai motor sport kelas menengah yang lincah, ramah pengendara harian, namun tetap bertenaga untuk perjalanan jauh (touring), Ninja 500 SE dibekali spesifikasi mekanis yang sangat andal:

    • Performa Mesin: Mengusung mesin berpendingin cairan, 4-tak, DOHC, 4-katup, 2-silinder paralel (parallel twin) dengan kapasitas silinder 451 cc. Ukuran bore × stroke berada di angka 70,0 × 58,6 mm dengan rasio kompresi 11,3.

    • Tenaga dan Torsi: Mesin ini mampu memuntahkan tenaga maksimum sebesar 33,4 kW (45 PS) pada 9.000 rpm serta torsi puncak mencapai 42,6 N·m (4,3 kgf·m) pada 6.000 rpm, memberikan akselerasi yang responsif sejak putaran bawah.

    • Transmisi dan Bahan Bakar: Didukung sistem transmisi 6-percepatan return dan kapasitas tangki bahan bakar sebesar 14,0 liter. Efisiensi bahan bakarnya tergolong sangat irit untuk kelasnya, dengan catatan konsumsi mencapai 26,3 km/L berdasarkan standar mode WMTC.

    Dimensi, Kaki-Kaki, dan Ergonomi

    Dari segi fisik, Ninja 500 SE dirancang agar nyaman dikendarai oleh berbagai postur tubuh:

    • Dimensi Bodi: Memiliki panjang 1.995 mm, lebar 730 mm, dan tinggi 1.120 mm, dengan jarak sumbu roda (wheelbase) 1.375 mm.

    • Kenyamanan Berkendara: Tinggi jok (seat height) berada di angka 785 mm dengan ground clearance setinggi 145 mm, membuat pengendara lebih mudah menapakkan kaki ke tanah. Bobot total kendaraan ini juga tergolong ringan, yakni hanya 173 kg.

    • Kaki-Kaki: Sektor pengereman mengandalkan cakram hidrolik baik di roda depan maupun belakang. Motor ini menggunakan ban depan berukuran 110/70R17M/C (54H) dan ban belakang 150/60R17M/C (66H) yang membungkus velg 17 inci.

    Last…Di pasar Selandia Baru, varian edisi spesial (SE) dengan warna langka ini dibanderol dengan kisaran harga sekitar 10.387 NZ Dollar, menjadikannya salah satu pilihan motor sport 500cc paling berkarakter di kawasan tersebut. Ya…ini harga gila cak karena kalau kita konversi kerupiah jatuhnya adalah 100 jutaan. Apakah model ini akan masuk Indonesia ? sejauh dari terawangan IWB masih negatif cak…jadi kita tunggu saja….(iwb)

    Spesifikasi Ninja 500 SE 2026

    Total length x width x height 1995×730×1120mm
    wheelbase 1375mm
    ground clearance 145mm
    Seat height 785mm
    Vehicle weight 173kg
    Engine type Water-cooled 4-stroke DOHC 4-valve parallel twin-cylinder
    Total displacement 451cc
    Bore x Stroke 70.0 x 58.6 mm
    Compression ratio 11.3
    Maximum output 33.4kW (45PS) / 9000rpm
    Maximum Torque 42.6N・m (4.3kgf・m)/6000rpm
    Fuel tank capacity 14.0L
    Transmission type Always-on 6-stage return type
    Brake type (front/rear) Hydraulic disc brakes, hydraulic disc brakes
    Tire size (front and rear) 110/70R17M/C 54H・150/60 R17 M/C 66H
    Fuel consumption rate (WMTC mode value) 26.3 km/L
    Reference price 10,387 NZD
  • Race Moto3 Austria : Diganjar Long Lap Penalty…..Veda Ega Pratama Luarrrr biasaa !!!

    Race Moto3 Austria : Diganjar Long Lap Penalty…..Veda Ega Pratama Luarrrr biasaa !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….nyesekkk dan kesel ketika Veda Ega yang sukses ngacak-ngacak pasukan KTM kedepan harus mendapatkan Long Lap Penalty karena insiden dengan Munoz. Pembalap Spanyol seakan memprovokasi dengan memberikan isyarat Veda suruh minggir saat berebut posisi 6. Alhasil Veda yang membidik posisi 4 tidak mampu menahan untuk menggempur Munoz saat hard braking dan membuat pembalap Spanyol tsb Crash. Namun jujur cak…terlepas dari hasil yang mundur ke 13 gara-gara double long lap penalty, penampilan Veda Ega kali ini luarrr biasaaa !!

    Jalannya balapan memang cukup sengit cak. Pack depan diisi Almansa, Quiles, Carpe dan Uriarte. Sementara pack kedua diisi para pembalap yang akhirnya silih berganti. Namun yang mengejutkan adalah Veda. Progressnya luarrr biasa. Lhaa piyee cak…Veda start dari posisi ke 19, namun tiba-tiba bisa mendekati Munoz yang saat itu nangkring diposisi 6. Kecepatan pembalap asal gunung Kidul ini tidak hanya berhenti sampai disana sebab dia terus mendorong hingga puncaknya terbaik berada diposisi ke 4. Sayang cak..dewi fortuna belum sepenuhnya berpihak. Perjuangan keras Veda harus diganjar dengan dua kali hukuman long lap penalty selama balapan berlangsung gara-gara insiden dengan Munoz…

    Kecepatan Murni yang Menakutkan

    Meskipun harus melakoni penalti berat yang biasanya langsung merusak ritme balap dan membuang banyak waktu, mental baja Veda sama sekali tidak ciut. Berdasarkan data Fastest Lap of Each Rider, pembalap bernomor 9 ini mencatatkan waktu lap terbaik 1’40.268, yang menempatkannya sebagai pembalap tercepat ke-5 secara keseluruhan di sesi balap tersebut (hanya terpaut 0,783 detik dari pemegang waktu tercepat David Almansa). Catatan waktu ini membuktikan bahwa secara kecepatan motor dan ritme balap (race pace), Veda sebenarnya memiliki potensi besar untuk bertarung di barisan terdepan demi podium. Performanya saat mencatatkan waktu-waktu impresif di tengah padatnya pembalap memperlihatkan daya juang luar biasa khas seorang petarung sejati.

    Last…Insiden penalti ganda tentu menjadi bahan evaluasi penting bagi Veda dan tim untuk tampil lebih disiplin tanpa kehilangan agresivitas. Namun, aksi comeback spektakulernya dari posisi 19 hingga sempat menyodok ke grup depan menunjukkan bahwa talenta Veda Ega Pratama di panggung dunia Moto3 adalah sebuah keniscayaan yang tinggal menunggu waktu untuk benar-benar meledak di atas podium tertinggi. Veda…kamu luarrr biasaaa !! (iwb)

    Hasil Race Moto3 Austria:

    1. Maximo QUILES (SPA / CFMOTO Gaviota Aspar Team / KTM) – 33’24.323

    2. Brian URIARTE (SPA / Red Bull KTM Ajo / KTM) – +2.334

    3. Alvaro CARPE (SPA / Red Bull KTM Ajo / KTM) – +7.394

    4. Eddie O’SHEA (GBR / GRYD Racing / Honda) – +20.717

    5. Guido PINI (ITA / Leopard Racing / Honda) – +20.822

    6. Casey O’GORMAN (IRL / SIC58 Squadra Corse / Honda) – +20.948

    7. Adrian CRUCES (SPA / CIP Green Power / KTM) – +21.065

    8. Marco MORELLI (ARG / CFMOTO Gaviota Aspar Team / KTM) – +21.118

    9. Hakim DANISH (MAL / AEON Credit – MT Helmets – MSI / KTM) – +21.594

    10. Ryusei YAMANAKA (JPN / AEON Credit – MT Helmets – MSI / KTM) – +21.701

    11. Joel KELSO (AUS / GRYD Racing / Honda) – +21.880

    12. Valentin PERRONE (ARG / Red Bull KTM Tech3 / KTM) – +23.852

    13. Veda PRATAMA (INA / Honda Team Asia / Honda) – +26.821

    14. Matteo BERTELLE (ITA / LEVEL UP – MTA / KTM) – +28.016

    15. Scott OGDEN (GBR / CIP Green Power / KTM) – +28.936

    16. Joel ESTEBAN (SPA / LEVEL UP – MTA / KTM) – +31.044

    17. Marcos URIARTE (SPA / CODE Motorsports / KTM) – +32.381

    18. Zen MITANI (JPN / Honda Team Asia / Honda) – +38.006

    19. Ruche MOODLEY (RSA / CODE Motorsports / KTM) – +41.064

    20. Leo RAMMERSTORFER (AUT / SIC58 Squadra Corse / Honda) – +41.192

    21. Jesus RIOS (SPA / Rivacold Snipers Team / Honda) – +57.773

    22. Nicola CARRARO (ITA / Rivacold Snipers Team / Honda) – +1’17.045

    Gagal Finis (DNF):

    • Adrian FERNANDEZ

    • David MUÑOZ

    • Rico SALMELA

    • David ALMANSA

  • Jorge Martin Dapat “Kejutan Besar” kondisi lengannya di Austria !!

    Jorge Martin Dapat “Kejutan Besar” kondisi lengannya di Austria !!

    Iwanbanaran.com – Cakk….pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin, mendapatkan secercah harapan sekaligus “kejutan besar” yang melegakan terkait kondisi fisik lengan kanannya jelang rangkaian MotoGP Austria di Sirkuit Red Bull Ring. Yup..Jorge Martin Dapat “Kejutan Besar” kondisi lengannya di Austria !!

    Pembalap yang kini memimpin klasemen sementara bersama Marc Marquez dengan perolehan poin yang sama tersebut sebelumnya dihantui opsi meja operasi menyusul masalah arm pump (sindrom kompartemen lengan) parah yang dialaminya saat balapan di Misano. Sesi latihan bebas hari Jumat di Austria pun dijadikan ajang tes krusial untuk menentukan apakah ia harus langsung naik meja operasi pekan depan.

    Hasil latihan Jumat memberikan indikasi yang sangat positif. Martin sukses mengamankan posisi kelima tercepat, hanya terpaut tipis dari barisan depan dan di belakang Pedro Acosta yang mendominasi sesi. Yang terpenting, ia sama sekali tidak merasakan keluhan arm pump yang sempat menyiksanya pekan lalu.

    “Bagus. “Sejujurnya, ini adalah kejutan besar. Pastinya, semua perawatan yang saya lakukan selama sepekan ini [pada lengan] bekerja dengan baik, dan saya merasa jauh lebih baik. Tentu ini masih menjadi tanda tanya sampai hari Minggu setelah balapan selesai, tetapi saya merasa sangat luar biasa hari ini, dan saya berharap ini tidak akan menjadi masalah sepanjang akhir pekan. Saya berharap bisa terus membalap dengan kemampuan 100%, dan hari ini saya bisa melakukannya. Jadi, saya bisa lebih fokus mencari set-up dan bekerja dengan motor tanpa memikirkan masalah lengan itu.”

    Jika pada akhirnya keputusan operasi harus diambil setelah seri Austria, Martin memiliki waktu pemulihan yang sangat singkat—sekitar sepuluh hari—sebelum jadwal latihan bebas di MotoGP Jepang dimulai. Faktor trauma masa lalu membuat juara dunia tersebut harus berfikir sangat cermat sebelum memutuskan tindakan medis.

    “Kamu tidak pernah tahu kapan waktu yang tepat untuk operasi. Itulah mengapa saya sedikit takut untuk melakukannya. Segalanya bisa berjalan baik dan mungkin setelah satu minggu saya sudah bisa kembali di atas motor. Tapi bisa juga buruk, dan saya tidak punya kenangan bagus dari masa lalu [terkait operasi]. Jadi saya harus cerdas dan bijak dalam mengambil keputusan ini.”

    Last….terlepas dari bayang-bayang masalah fisik tersebut, kecepatan Martin di atas motor Aprilia RS-GP pada sesi latihan menunjukkan bahwa ia tetap menjadi salah satu kandidat kuat penantang podium di Red Bull Ring, bersaing ketat dengan para rival utamanya….(iwb)

  • Marquez peringatkan Ducati…hati-hati dengan Acosta !!

    Marquez peringatkan Ducati…hati-hati dengan Acosta !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Marc Marquez secara terbuka memperingatkan Ducati serta para pesaingnya di grid bahwa Pedro Acosta tidak boleh dicoret dari bursa perebutan gelar juara dunia MotoGP. Pembalap pabrikan Ducati itu menegaskan bahwa rider muda KTM tersebut masih memiliki peluang yang sangat nyata untuk mengejar titel musim ini. Peringatan tersebut dilontarkan Marquez usai sesi latihan bebas hari pertama di Sirkuit Red Bull Ring, Austria. Saat itu, Acosta tampil impresif dan keluar sebagai yang tercepat di sesi latihan, menunjukkan kecepatan luar biasa yang langsung menarik perhatian…!!

    Ketika disinggung mengenai potensi persaingan langsung antara dirinya dan Acosta—mengingat pembalap muda Spanyol tersebut sebelumnya dianggap tidak berada dalam pertarungan ketat jalur juara—Marquez langsung menepis anggapan remeh tersebut.

    “Dia ada di dalam perebutan kejuaraan,” tegas Marquez. “Dengan delapan balapan tersisa, selisihnya 65 poin. Saya sendiri sempat tertinggal 100 poin dari puncak tujuh balapan lalu. Jadi, dia benar-benar ada di dalam perburuan gelar.”

    Marquez, yang memimpin klasemen sementara MotoGP dengan koleksi 274 poin usai kemenangan di GP San Marino, sama sekali tidak terkejut dengan performa garang yang ditunjukkan Acosta di Austria. Menurutnya, karakter KTM selalu tampil kompetitif di Red Bull Ring, ditambah kemampuan spesial yang mampu dikeluarkan Acosta di atas motornya.

    “Saya sudah menduganya karena ini bukan pertama kalinya KTM sangat cepat di sini,” tambah juara dunia delapan kali itu. “Dan Pedro memberikan kemampuan ekstra pada KTM. Dia sudah sangat cepat di trek-trek lain, dan di sini untuk saat ini dialah yang terbaik.”

    Last….meski tampil kompetitif, Marquez mengakui bahwa dirinya belum merasa sepenuhnya siap untuk langsung mengamankan kemenangan di Red Bull Ring. Penggunaan ban dengan karkas kaku (stiff tyre carcass)—serupa dengan spesifikasi yang dipakai di Thailand dan Brasil awal musim lalu—kembali menghadirkan tantangan tersendiri bagi motor Desmosedici Ducati miliknya. Meski begitu, Marquez merasa progres adaptasinya jauh lebih baik ketimbang saat menghadapi problem serupa di Thailand. Ia bersama tim fokus memperbaiki set-up motor serta mencari cara untuk mempertajam catatan waktu saat time attack agar bisa mengamankan posisi start yang ideal di barisan terdepan….(iwb)

  • Laris manisssss…Adventure bike Honda NT1100 DCT MY2027 Gebrak dunia !!

    Laris manisssss…Adventure bike Honda NT1100 DCT MY2027 Gebrak dunia !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….pasar motor sport tourer global kembali bergairah dengan pengumuman resmi dari Honda. Melalui divisi Eropa, Honda resmi memperkenalkan model terbaru Honda NT1100 / DCT serta varian tertingginya, NT1100 DCT Electronic Suspension, untuk Model 2027. Sebagai model yang berhasil mendominasi pasar Eropa dan dinobatkan sebagai motor touring terlaris selama tiga tahun berturut-turut (2023, 2024, dan 2025) dengan total penjualan melampaui 25.000 unit, NT1100 terus membuktikan diri sebagai kendaraan penjelajah jarak jauh yang memadukan kenyamanan tingkat tinggi dan performa bertenaga. Pada pembaruan tahun 2027 ini, Honda memberikan penyegaran kosmetik berupa pilihan warna baru yang semakin memperkuat karakter modern dan elegan dari motor penjelajah ini. Yess…Adventure bike Honda NT1100 DCT MY2027 kembali unjuk Gigi cakkk !!

    Di balik tampilannya yang elegan, NT1100 mewarisi DNA ketangguhan mesin dari Honda CRF1100L Africa Twin. Motor ini menggendong mesin berkapasitas 1.084cc, SOHC, 4-katup, 2-silinder paralel (parallel twin) berpendingin cairan. Berkat pembaruan mendalam pada sistem induksi udara—seperti pembesaran diameter saluran boks udara, penyempurnaan ruang bakar, serta penyesuaian kompresi menjadi 10.5:1—mesin ini mampu memuntahkan tenaga maksimum sebesar 75 kW (102 PS) pada 7.500 rpm dan torsi puncak mencapai 112 N·m pada 5.500 rpm. Karakter torsi putaran bawah hingga menengah yang sangat padat memastikan akselerasi tetap responsif meski motor dikendarai membawa beban penuh saat perjalanan jauh.

    Pilihan Warna Baru yang Menawan

    Untuk lini 2027, Honda menghadirkan tiga opsi warna atraktif yang tersedia bagi model standar (MT/DCT) maupun varian ber-suspensi elektronik:

    • Matte Ballistic Black Metallic: Warna hitam matte bertekstur gelap yang memancarkan kesan tangguh, berwibawa, dan kokoh.

    • Matte Beta Silver Metallic: Warna perak matte bernuansa metalik modern yang memberikan kesan futuristis dan bersih.

    • Pearl Hawkseye Blue: Warna biru mutiara (pearly blue) yang tetap dipertahankan untuk menonjolkan kesan elegan di jalan raya.

    Performa Mesin Bertenaga dan Efisien

    Sektor kenyamanan berkendara ditopang oleh teknologi canggih berbasis 6-axis IMU. Sistem ini mengontrol Honda Selectable Torque Control (HSTC), Wheelie Control, Cornering ABS, hingga sistem pengereman anti-angkat roda belakang. Pengendara juga disuguhkan pilihan mode berkendara (Urban, Rain, Tour) serta mode User yang dapat dikustomisasi.

    Last….untuk varian tertinggi, hadir sistem suspensi elektronik Showa EERA (Showa Electronically Equipped Ride Adjustment). Sensor cerdas ini mampu membaca gaya berkendara dan menyesuaikan redaman hanya dalam waktu 15 milidetik. Selain itu, fitur pendukung seperti layar sentuh TFT 6,5 inci dengan konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto, Cruise Control, grip heater, serta panier samping standar (kapasitas total 73 liter) menjadikan motor ini siap pakai untuk touring jarak jauh tanpa perlu modifikasi tambahan. Sejauh ini belum ada banderol resmi gen terbaru cak…jadi kita tunggu saja perkembangan selanjutnya. Honda NT1100 DCT MY2027 ?? ini baru motor turing…keren !! (iwb)

    Spek Honda NT1100 DCT Electronic Suspension 

    Total length x width x height 2240 x 860 x 1340 mm
    wheelbase 1535mm
    ground clearance 175mm
    Seat height 820mm
    Vehicle weight 249kg (+12kg panniers)
    Engine type Water-cooled 4-stroke SOHC 4-valve parallel twin-cylinder
    Total displacement 1084cc
    Bore x Stroke 92 x 81.5 mm
    Compression ratio 10.5
    Maximum output 75kW (102PS) / 7500rpm
    Maximum Torque 112N・m (11.42kgf・m)/5500rpm
    Fuel tank capacity 20.4L
    Transmission type 6-stage DCT
    Brake type (front/rear) Hydraulic double disc / Hydraulic disc
    Tire size (front and rear) 120/70ZR17 M/C (58W)・180/55ZR17 M/C (73W)
    Passenger capacity 2 people
    Fuel consumption rate (WMTC mode value) 20.0 km/L (with one occupant)
  • Dani Pedrosa Sarankan Pecco untuk Tenang…Marc hancurkan Mental !!

    Dani Pedrosa Sarankan Pecco untuk Tenang…Marc hancurkan Mental !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Legenda MotoGP, Dani Pedrosa, memberikan analisis mendalam mengenai situasi sulit yang sedang dihadapi oleh juara dunia dua kali, Francesco “Pecco” Bagnaia, di tengah persaingan ketat bersama tim pabrikan Ducati. Di saat rekan setimnya tampil mendominasi, Bagnaia justru harus berjuang keras mengatasi berbagai kendala teknis dan tekanan psikologis di paddock. Dani Pedrosa Sarankan Pecco untuk Tenang…Marc hancurkan Mental !!

    Menurut Pedrosa, salah satu beban terbesar yang harus dipikul oleh Bagnaia bukanlah sekadar masalah kecepatan di atas lintasan, melainkan dinamika internal yang tercipta setelah Ducati memutuskan untuk merekrut Marc Márquez ke garasi tim utama.

    “Ada dua poin utama: aspek psikologis… dan segala hal yang mengiringi keputusan Ducati untuk mendatangkan pebalap dengan gaya seperti itu, menempatkan dua ‘ayam jago’ sekaligus dalam satu garasi. Saya tahu ini mungkin terdengar aneh karena Kejuaraan Dunia adalah tentang hasil, tetapi saya pikir Bagnaia harus berhenti memikirkan tentang hasil. Ketika kamu tidak memiliki kepercayaan diri, kamu tidak bisa berkendara dengan nyaman. Jika kamu selalu memikirkan hasil tidak masuk Q2, melewatkan baris terdepan, atau tidak naik podium kamu akan menilai segalanya dengan lebih negatif. Ini adalah saat yang sulit baginya, tetapi ini hampir menjadi satu-satunya jalan untuk mulai memulihkan perasaan (kecocokan) dan feeling dengan motornya.” seru Dani

    Pedrosa memahami bahwa berada dalam satu tim dengan pebalap sekaliber Márquez menciptakan situasi yang tidak mudah dicerna bagi Bagnaia. Ketika Márquez langsung menunjukkan kecepatan luar biasa, meraih pole position, dan mendulang kemenangan, fokus seorang pebalap sering kali bergeser secara tidak sadar untuk membandingkan data dan mencari tahu bagaimana rival semereknya itu mampu melakukannya.

    Perbedaan Gaya Berkendara

    Lebih lanjut, mantan pebalap Repsol Honda itu menyoroti perbedaan karakteristik membalap antara kedua bintang Ducati tersebut.

    • Marc Márquez dikenal sebagai pebalap yang sangat fleksibel; ia dapat menggunakan setelan suspensi yang berbeda-beda namun tetap mampu mencatatkan waktu lap yang sama cepatnya.

    • Francesco Bagnaia, di sisi lain, sangat bergantung pada kenyamanan pengaturan dasar (basic setup) yang harus benar-benar sesuai dengan preferensinya agar bisa tampil maksimal. Jika motornya diubah dari pakem kesukaannya, Bagnaia cenderung lebih kesulitan untuk menemukan batas optimal dan mencetak waktu kompetitif.

    Last….Melihat tekanan besar yang terus menumpuk akibat hasil-hasil minor di beberapa seri, Pedrosa menyarankan agar Bagnaia mulai mengalihkan fokusnya. Alih-alih terus-menerus meratapi selisih hasil akhir atau terobsesi mengejar apa yang dilakukan oleh sisi garasi sebelah, Bagnaia dinilai perlu kembali fokus pada pemulihan rasa percaya diri (feel) di atas sepedanya sendiri. Saran dari sosok berpengalaman seperti Pedrosa ini menggarisbawahi betapa pentingnya kekuatan mental dalam menghadapi situasi garasi yang kompetitif, di mana harmoni antara penyesuaian motor dan ketenangan psikologis menjadi kunci utama untuk keluar dari tren negatif di ajang MotoGP….(iwb)

  • Marquez akui, Kini Tekanan Makin besar…justru jadi BBM buatnya !!

    Marquez akui, Kini Tekanan Makin besar…justru jadi BBM buatnya !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…..Di tengah persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP musim ini, Marc Marquez mengenang kembali perjalanan kariernya. Menjelang rangkaian akhir pekan GP Austria, pebalap andalan Ducati Lenovo Team ini membeberkan momen yang paling menguji mentalnya di kelas premier. Marquez akui, Kini Tekanan Makin besar…justru jadi BBM buatnya !!

    Sebagai pebalap dengan pengalaman perebutan gelar terbanyak di grid saat ini, Marquez tahu betul rasanya berada di bawah tekanan ekstrem. Memulai debut sensasionalnya pada tahun 2013, ia langsung mengunci gelar juara dunia pertamanya di kelas utama melalui drama seri pemungkas di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, melawan pebalap tangguh Jorge Lorenzo.

    Bagi pebalap berjuluk The Baby Alien tersebut, balapan penentu tahun 2013 itu tetap memegang rekor sebagai momen dengan tekanan terbesar sepanjang hidupnya.

    “Saya akan bilang tahun 2013 di Valencia, bertarung untuk Kejuaraan Dunia pertama saya di MotoGP melawan Lorenzo,” kenang Marquez, seperti dilansir dari Crash.net.

    “Kelihatannya mudah untuk finis di posisi چهار (top four), tetapi di saat yang sama itu sangat sulit. Valencia, balapan terakhir, cuaca dingin… Hari Minggu itu adalah hari yang sangat sulit.”

    Dalam balapan tersebut, Lorenzo sempat berupaya meningkatkan tekanan dengan memimpin jalannya lomba dan memperlambat tempo untuk menjebak kelompok pebalap di belakang, meski pada akhirnya Marquez berhasil mengamankan gelar juara.

    Menariknya, pebalap asal Cervera, Spanyol, itu mengaku bahwa tekanan besar justru menjadi bahan bakar positif bagi performanya di lintasan. Alih-alih merasa terbebani, ia merasa nyaman dan fokusnya justru semakin tajam.

    “Tetapi biasanya dengan tekanan ekstra, saya menyukainya. Saya merasa nyaman, dan itu memberi saya konsentrasi ekstra,” tambahnya.

    Saat ini, Marquez kembali berada di barisan terdepan persaingan gelar juara dunia. Menanggapi posisinya yang tengah bersaing ketat di klasemen, pebalap berusia 33 tahun ini menegaskan bahwa memimpin kejuaraan atau berada tepat di bawahnya tidak mengubah pendekatan mentalnya dalam menghadapi balapan demi balapan….(iwb)

  • Breaking !! Pecco marah Besar pada Media….isu Ducati Melarang adalah Fitnah !!

    Breaking !! Pecco marah Besar pada Media….isu Ducati Melarang adalah Fitnah !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Pebalap Ducati Lenovo Team, Francesco “Pecco” Bagnaia, marah besar kepada media atau pemegang hak siar MotoGP, DAZN. Juara dunia dua kali asal Italia itu menyebut tindakan stasiun televisi tersebut “sangat tidak sopan” setelah merilis rekaman percakapan pribadi yang memicu kontroversi. Menurut Pecco ini adalah tindakan fitnah dan tidak bisa diterima…waahh panass cakk !!

    Seperti yang besar IWB bahas cak…Kontroversi ini bermula usai seri San Marino, di mana DAZN menyiarkan potongan video percakapan off-camera antara Bagnaia dan Fabio Di Giannantonio. Dalam video tersebut, Bagnaia terdengar seolah mengkritik pabrikan Borgo Panigale dengan menyebutkan bahwa Ducati “tidak membiarkannya” melakukan perubahan set-up tertentu di tengah masa sulit yang tengah dihadapinya.

    Sebagaimana diketahui, Bagnaia sedang mengalami periode sulit dalam performanya, termasuk rentetan hasil gagal finis (crash) di tiga grand prix terakhir akibat masalah cengkeraman ban belakang (rear grip) yang membingungkan.

    Menjelang rangkaian GP Austria, Bagnaia akhirnya buka suara untuk meluruskan kesalahpahaman sekaligus mengecam cara kerja media yang mengambil videonya di luar konteks. Ini detil jawaban dan kekesalan Pecco…

    “Saya ingat berkali-kali kalian bertanya, ‘Apakah tim mendukungmu?’ Dan saya selalu menjawab ya….tim melakukan segalanya dengan maksimal untuk membantuku. Setelah aku mengatakan itu, apa yang terjadi pada balapan terakhir di Misano, menurutku ini adalah hal yang sangat tidak sopan dilakukan oleh DAZN. Video dan rekaman itu keluar dari konteks. Kami sedang membicarakan suatu hal, tidak sepenuhnya rahasia, tetapi ini adalah percakapan pribadi….

    “Video itu tidak lengkap. Pastinya, kata terakhir yang saya ucapkan bukanlah kata yang benar, tetapi setiap orang punya masa-masa sulit, setiap orang punya rasa frustrasi. Terkadang kamu mengatakan sesuatu dengan cara yang salah. Namun, apa yang selalu saya katakan adalah Ducati telah sangat mendukungku, dan yang ingin saya maksud adalah bahwa saya telah berkali-kali mencoba hal-hal tersebut (base set up) yang kini tidak lagi diizinkan oleh Ducati, bukan karena apa-apa, melainkan karena saya sudah sering melakukannya dan saya tidak ingin melanjutkan hal semacam itu karena semua terasa tidak bekerja….

    “Apa yang keluar dari mulut saya memang dengan cara yang salah, tetapi kemudian apa yang terjadi selanjutnya adalah bencana bagiku karena itu sepenuhnya keluar dari rasa hormat. Harus ingat….hubungan antara jurnalis dan pebalap harus didasari oleh rasa hormat. Saya pikir saya selalu bersikap baik kepada kalian semua, tidak pernah kasar, tidak pernah mengatakan hal yang salah, mencoba memiliki hubungan baik dengan semua orang karena saya tahu betapa pentingnya hal itu… Dan apa yang terjadi ?? menurutku tindakan kalian ini tidak benar….

    “Jelas bahwa kalian [media] dapat mengambil kata-kata kami dan membagikannya secara online sesuai keinginan kalian, karena kalian bisa mengambil tiga kata dan membuat dua konteks yang sepenuhnya berbeda secara positif atau negatif. Saya tahu kadang penting untuk membuat judul yang bersifat clickbait karena sistemnya bekerja seperti itu. Tapi saya selalu mencoba untuk setransparan mungkin, dan ke depan kalian mungkin tidak akan banyak mendapatkan informasi tentangku (akan lebih membatasi)….

    “Tentu saja [Ducati memahami sudut pandangku] karena kemarin kami langsung membicarakannya. Memang wajar jika hal itu terlihat mengerikan saat sampai di televisi. Tetapi mereka juga memiliki rekaman wawancara pada hari Jumat dan Minggu, dan apa yang saya katakan dalam wawancara-wawancara itu adalah bahwa Ducati mendukungku. Jadi mereka tahu apa yang saya bicarakan, mereka tahu saya tidak gila. Saya meminta maaf atas kata-kata yang saya ucapkan, tetapi saya juga tahu betapa pentingnya hubungan kami (Ducati), dan hubungan kami terus berjalan dengan baik. Jadi, tidak ada yang berbeda dibandingkan masa lalu,” tutupnya….

    Ditempat terpisah Digia juga membenarkan pernyataan Pecco. Dia menyayangkan tingkah laku media yang memotong percakapan dan di framing negatif untuk berita mereka…

    ” Sebenarnya saya tidak ingin berkomentar banyak tentang ini, karena ini bukan cerita saya, tapi yang bisa saya katakan adalah kami sebagai pebalap, terutama kami yang berasal dari Italia, sudah saling kenal sejak lama, dan kami selalu berbicara tentang motor itu adalah hal yang sepenuhnya normal bagi kami. Apa yang terjadi, itu adalah hal di luar kamera, tetapi rupanya ada kamera di sana, jadi saya pikir itu agak tidak adil dilakukan mereka, bukan buat saya melainkan pebalap lain [Bagnaia] sedang membicarakan hal-hal pribadi, jadi terkadang akan lebih baik untuk menghormati hal ini dan tidak hanya mencoba mencari lebih banyak klik….

    “Tetapi terlepas dari itu, dari sudut pandangku, ketika saya sedang kesulitan dengan motor Ducati, saya selalu berbicara dengan Pecco dan mencoba mendapatkan informasi sebanyak yang saya bisa, dan dia selalu membantuku, mencoba memberikan saran terbaik untuk berkembang. Saat saya bisa, saya mencoba melakukan hal yang sama kepada pebalap lain yang sudah saya kenal sejak lama, jadi itu adalah obrolan yang sepenuhnya normal bagi kami.Masalahnya sekarang adalah kita selalu dikelilingi kamera. Kita selalu dikelilingi berbagai macam kamera. Kita sedang menuju ke dunia di mana kita tidak bisa lagi berbicara bebas. Oleh karena itu, saya pikir para jurnalis […] seharusnya memiliki batas etika untuk olahraga ini. Rasanya seperti saya sedang berada di sebuah pub membicarakan tentang motor dan saya tidak perlu khawatir bahwa di suatu tempat ada jurnalis dengan mikrofon, karena itu adalah obrolan yang santai. Jadi, tentu saja ini adalah hal yang bisa kita tingkatkan di olahraga ini, juga karena jujur kakau dibiarkan ini tidak bagus untuk olahraga ini…” tutup Digia…

    Last…jelas cak kemarahan Pecco sudah diubun-ubun dan ini membuat sulit media cak. Celakanya….merasa dirugikan oleh pemberitaan dan fitnah, Bagnaia menyatakan akan lebih tertutup dan membatasi diri kepada media demi menjaga rasa saling menghormati antara pebalap dan jurnalis. Bagnaia menegaskan bahwa hubungannya dengan Ducati tetap berjalan baik dan solid. Pihak manajemen memahami situasi tersebut dan tahu bahwa Bagnaia selalu mengakui dukungan penuh yang diberikan oleh tim. Ambyarrrr tenan kiee mediane wkwkwk….(iwb)