Month: September 2026

  • Akhirnya Marquez mengakui….Acosta bisa mengalahkannya dimasa depan !!

    Akhirnya Marquez mengakui….Acosta bisa mengalahkannya dimasa depan !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Dunia balap motor Grand Prix selalu diwarnai oleh estafet kepemimpinan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Persaingan ketat di kelas premier MotoGP kembali menemukan momentum menarik ketika para pembalap papan atas saling melempar pujian sekaligus peringatan di atas lintasan. Salah satu sorotan paling hangat datang dari pengakuan jujur sang juara dunia berkaliber legenda, Marc Marquez, yang secara terbuka menyebut kompatriot muda asal Spanyol, Pedro Acosta, sebagai salah satu rival paling berbahaya yang mampu mengalahkannya.

    Dalam sebuah wawancara eksklusif yang dilansir dari Motorcycle Sports, Marquez tidak ragu-ragu memuji talenta luar biasa yang dimiliki oleh pembalap berjuluk El Tiburon tersebut. Bagi Marquez, kehadiran Acosta di grid utama MotoGP bukan sekadar penggembira atau angin lalu, melainkan sebuah kekuatan destruktif yang patut diwaspadai. Dengan kombinasi kecepatan alami, gaya membalap yang agresif tanpa rasa takut, serta kemampuan adaptasi kilat terhadap motor kelas premier, Acosta dinilai memiliki seluruh insting tajam yang dibutuhkan untuk mendominasi balapan dan menaklukkan para seniornya…

    ” Menurutku dia [Acosta] adalah pembalap yang bisa mengalahkanku. Bersama Ducati, kami memiliki hubungan yang baik, dan ketika diberi tahu bahwa mereka sedang mempertimbangkannya, aku langsung berkata, ‘Dialah pembalap yang tepat.’ Pedro akan menjadi salah satu nama besar tahun depan dan di masa depan. Dia bisa belajar banyak tentang cara mengendarai Ducati. Dia akan memiliki gaya berkendaranya sendiri, tetapi aku tidak akan mengubah gayaku. Usiaku akan 34 tahun tahun depan. Aku adalah Marc, dan aku akan mengerahkan 100%, kita lihat saja nanti…” seru Marc…

    Pengakuan dari seorang juara dunia sekelas Marc Marquez tentu bukan ucapan sembarangan. Marquez, yang dikenal sebagai salah satu pembalap paling tangguh dan cerdas dalam sejarah MotoGP, paham betul cara membaca potensi seorang calon juara. Ketika ia menunjuk Acosta sebagai pembalap yang dapat mengalahkannya, hal itu mencerminkan rasa hormat yang mendalam sekaligus kesadaran bahwa peta kekuatan di kejuaraan dunia kini telah bergeser. Generasi muda yang dipimpin oleh Acosta datang dengan mentalitas baja dan determinasi tingkat tinggi untuk merebut tampuk kekuasaan.

    Dinamika ini tentu menjadi magnet tersendiri bagi para penggemar balap motor di seluruh dunia. Pertarungan antara sang maestro berpengalaman yang sarat gelar melawan fenomena muda yang lapar akan kemenangan menciptakan narasi rivalitas lintas generasi yang sangat mendebarkan. Setiap kali kedua pembalap ini berada di lintasan yang sama, penonton disuguhkan tontonan duel tingkat tinggi—mulai dari teknik pengereman ekstrem, pemilihan racing line yang presisi, hingga pertarungan mental di tikungan-tikungan krusial.

    Bagi Pedro Acosta sendiri, validasi dari sosok sebesar Marc Marquez merupakan suntikan motivasi yang luar biasa besar. Hal ini membuktikan bahwa kerja keras, konsistensi, dan kerja cerdasnya di garasi tim telah diakui oleh tolok ukur kesuksesan tertinggi di MotoGP. Di sisi lain, bagi Marquez, tantangan dari pembalap muda seperti Acosta justru menjadi bahan bakar utama untuk terus mendorong batas kemampuan fisiknya, membuktikan bahwa dirinya belum habis dan masih layak berada di barisan terdepan.

    Last….Pada akhirnya, persaingan sengit antara Marc Marquez dan Pedro Acosta menandai era keemasan baru bagi MotoGP. Ketika dua pembalap dengan karakter kuat dan kecepatan luar biasa ini saling beradu di atas aspal, batas antara senioritas dan talenta muda menjadi lebur. Yang tersisa di garis finis hanyalah siapa yang paling cepat, paling cerdas, dan paling berhak mengangkat trofi kemenangan. Duel antargenerasi ini dipastikan akan terus menjadi suguhan utama yang mendefinisikan arah masa depan balap motor paling bergengsi di muka bumi ini dalam beberapa tahun ke depan….(iwb)

  • Akhirnya bos Ducati akui The Best Rider MotoGP bukan lagi Italia !!

    Akhirnya bos Ducati akui The Best Rider MotoGP bukan lagi Italia !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Peta kekuatan di ajang balap motor paling bergengsi di dunia, MotoGP, terus mengalami pergeseran dinamis seiring berjalannya waktu. Keputusan-keputusan besar di balik layar kerap kali menentukan dominasi sebuah tim pabrikan di atas lintasan. Salah satu sorotan paling menarik datang dari petinggi Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, yang secara terbuka mengonfirmasi pergeseran strategi timnya dalam merekrut pembalap utama, dengan lebih condong memilih talenta-talenta asal Spanyol… !!

    Dalam sebuah pernyataan blak-blakan yang dilansir dari Motorcycle Sports, Dall’Igna menegaskan bahwa Ducati tidak lagi menjadikan faktor kebangsaan sebagai prioritas utama dalam menentukan line-up pembalap mereka. Bagi sang General Manager, prinsip meritokrasi dan performa terbaik di atas lintasan adalah segalanya. Ia secara terbuka mengakui fakta pahit namun realistis bahwa saat ini, standar pembalap terbaik di grid MotoGP tidak sedang dipegang oleh pembalap asal Italia.

    “Saat ini, pembalap terbaik bukanlah orang Italia. Ducati adalah perusahaan Italia. Para insinyur kami sebagian besar adalah orang Italia, dan akar kami tertanam kuat di Borgo Panigale. Namun Tujuan kami adalah memiliki tim terbaik, yang berarti dua pembalap terbaik di grid. Itulah logika di balik Marquez dan Bagnaia, dan hal itu tetap sama dengan Marquez dan Acosta…” ujar Dall’Igna tanpa ragu, menjelaskan alasan di balik keputusan strategis Ducati yang kerap merekrut bintang-bintang top dari Negeri Matador untuk memperkuat skuad pabrikan mereka.

    Meskipun demikian, pernyataan ini bukan berarti Ducati melupakan akar kebangsaan mereka. Dall’Igna mengingatkan publik bahwa merek asal Borgo Panigale tersebut tetaplah sebuah entitas kebanggaan Italia. Sebagian besar insinyur brilian, teknisi andal, hingga para petinggi yang merancang motor Desmosedici yang dominan adalah orang-orang Italia asli. Selama bertahun-tahun pula, Ducati terbukti konsisten merawat dan melahirkan bintang-bintang lokal papan atas, sebut saja Francesco Bagnaia, Enea Bastianini, Andrea Dovizioso, hingga mendiang Marco Simoncelli di masa lalu.

    Keputusan Ducati untuk membuka pintu selebar-lebarnya bagi pembalap non-Italia murni didasarkan pada ambisi tiada tara untuk terus menjadi juara dunia. Dalam dunia balap modern yang sangat kompetitif, sebuah tim pabrikan tidak boleh terjebak dalam sentimen nasionalisme sempit jika ingin mengamankan gelar juara konstruktor maupun pebalap. Menurunkan paket motor terbaik yang dikombinasikan dengan pembalap tercepat di dunia adalah rumus mutlak untuk mendominasi akhir pekan balapan.

    Last…langkah ini juga mencerminkan realitas pembinaan talenta muda di Spanyol yang terbukti sangat masif dan terstruktur melalui berbagai ajang seperti CEV dan FIM JuniorGP, yang kerap menghasilkan pembalap-pembalap dengan adaptasi kilat dan mentalitas juara di kelas premier. Meski dominasi pembalap Spanyol kini mendominasi garasi tim-tim teratas Ducati, Dall’Igna tetap membuka pintu bagi generasi muda Italia di masa depan. Pada akhirnya, filosofi Ducati di bawah komando Gigi Dall’Igna sangatlah jelas: mengejar kemenangan mutlak di atas segalanya. Selama trofi juara terus mendarat di markas Borgo Panigale, asal negara sang pembalap nomor satu tidak lagi menjadi batasan, melainkan bukti nyata bahwa Ducati adalah tempat berkumpulnya para pembalap terhebat di muka bumi….(iwb)

  • Breaking !! Pirelli Rampungkan Tes MotoGP Red Bull Ring Jelang Era Baru 2027

    Breaking !! Pirelli Rampungkan Tes MotoGP Red Bull Ring Jelang Era Baru 2027

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Persiapan menuju era regulasi baru MotoGP 2027 terus digenjot. Pabrikan ban asal Italia, Pirelli, baru saja menyelesaikan sesi tes tengah musim kedua yang krusial di Sirkuit Red Bull Ring, Austria. Sebanyak 18 pembalap turun ke lintasan untuk menjajal ban slick Pirelli yang akan resmi menggantikan Michelin mulai musim depan. Sesi pengujian tertutup ini memperlihatkan kombinasi menarik antara motor purwarupa 850cc masa depan dari kelima pabrikan utama (Ducati, KTM, Aprilia, Yamaha, dan Honda) serta motor bermesin 1000cc generasi saat ini yang telah dimodifikasi secara khusus…!!

    Sejumlah nama besar yang sebelumnya hadir pada tes pertama di Brno, Republik Ceko, kembali ambil bagian. Mereka di antaranya adalah Marc Marquez, Pedro Acosta, Toprak Razgatlioglu, Marco Bezzecchi, Raul Fernandez, dan Fermin Aldeguer.

    Menariknya, tes kali ini juga diramaikan oleh beberapa wajah baru yang menjajal kompon ban Pirelli untuk pertama kalinya. Duo pembalap LCR Honda yang dikontrak untuk 2027, Johann Zarco dan Diogo Moreira, turun menggantikan posisi Joan Mir dan Luca Marini yang absen.

    Selain itu, Jack Miller, Brad Binder, dan Franco Morbidelli turut serta melakukan debut pengujian Pirelli di Austria, meskipun ketiganya dipastikan akan membalap di ajang WorldSBK musim depan dengan ban Michelin.

    Di kubu calon rookie dan pembalap kelas menengah, tampak hadir nama-nama seperti Senna Agius dan Izan Guevara. Sementara itu, Nicolo Bulega yang sebelumnya santer dikabarkan ikut serta terpaksa absen demi fokus mengamankan gelar juara dunia WorldSBK di Sirkuit Cremona akhir pekan mendatang. Posisinya digantikan oleh Franco Morbidelli, yang musim depan akan mengambil alih kursi Bulega di Aruba.it Ducati.

    Di sisi lain, Maverick Vinales (Tech3) juga terlihat hadir di Red Bull Ring untuk mengevaluasi kondisi bahunya yang cedera demi memupuk harapan bisa segera kembali balapan di GP Motegi.

    Sorotan Regulasi dan Tanpa Waktu Resmi

    Digelar secara tertutup tanpa kehadiran media maupun pencatatan waktu resmi membuat peta kekuatan selama tes sulit dibaca secara transparan. Tidak ada informasi pasti mengenai siapa saja yang menggunakan motor purwarupa 850cc murni ataupun motor 1000cc adaptasi.

    Situasi ini sempat memicu perdebatan kecil di kalangan pembalap yang belum mendapat kesempatan menjajal karet ban Pirelli akibat perpindahan tim untuk 2027—seperti Pecco Bagnaia, Fabio Quartararo, Jorge Martin, Enea Bastianini, Alex Marquez, Fabio di Giannantonio, dan Ai Ogura. Dari seluruh jajaran pembalap yang pindah pabrikan musim depan, tercatat hanya Pedro Acosta (yang akan hengkang ke Ducati) satu-satunya pembalap yang konsisten mengikuti kedua sesi tes Pirelli sejauh ini.

    Kepuasan Pihak Pirelli

    Direktur Balap Sepeda Motor Pirelli, Giorgio Barbier, menyampaikan kepuasannya atas kelancaran program pengujian di Red Bull Ring. Ia menilai kehadiran para pembalap, termasuk para rookie, memberikan perspektif dan kontribusi yang sangat berharga dalam proses pengembangan kompon ban.

    “Hari ini di Red Bull Ring merupakan langkah maju lainnya dalam pengembangan rentang ban Pirelli untuk Kejuaraan Dunia FIM Grand Prix 2027,” ujar Barbier.

    Ia menambahkan bahwa umpan balik yang dikumpulkan dari pengujian kompon soft, medium, dan hard (baik depan maupun belakang) menunjukkan hasil yang positif. Aspek kestabilan dan cengkeraman (grip) menjadi catatan penting yang mengonfirmasi performa tingkat tinggi dari solusi ban yang telah diuji.

    Last…Setelah tes privat dan pengembangan lanjutan oleh para test rider pabrikan, momen yang paling ditunggu-tunggu baru akan terjadi pada akhir tahun ini. Seluruh grid lengkap pembalap MotoGP 2027 dijadwalkan turun bersama untuk pertama kalinya menggunakan ban Pirelli pada tes resmi di Sirkuit Valencia, yang akan dilangsungkan pada Selasa, 1 Desember 2026—hanya berselang dua hari setelah seri penutup musim rampung. Pada saat itulah, persaingan menuju era baru 850cc dengan ban Pirelli akan benar-benar terbuka di depan publik….(iwb)

  • Pabrikan Cina bikin produsen Sparepart Putar Otak !!

    Pabrikan Cina bikin produsen Sparepart Putar Otak !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Dinamika industri otomotif di Indonesia kembali mengalami pergeseran peta kekuatan yang signifikan. Kehadiran gelombang produsen mobil asal China yang agresif merangsek pasar domestik tidak hanya mengubah persaingan di segmen penjualan kendaraan semata, tetapi juga mulai dirasakan dampaknya secara langsung oleh sektor hulu, yakni industri komponen dan suku cadang dalam negeri. Betul cak….Pabrikan Cina bikin produsen Sparepart Putar Otak !! lho kenapa ?

    Sebagian besar pabrikan asal China ini masuk ke Indonesia dengan strategi lokalisasi, baik melalui kerja sama perakitan lewat pihak kedua maupun dengan membangun fasilitas pabrik mandiri di tanah air—seperti sentra manufaktur kendaraan listrik (EV) di kawasan Subang, Jawa Barat. Kehadiran pabrik-pabrik baru ini sejatinya membuka secercah harapan baru bagi para pengusaha komponen lokal untuk melebarkan sayap dan masuk ke dalam rantai pasok (supply chain) global mereka.

    Dewan Pengawas Gabungan Industri Alat-Alat Mobil dan Motor (GIAMM), Irianto Santoso, mengungkapkan bahwa sejumlah anggota GIAMM sudah mulai mengambil bagian dan melakukan suplai komponen untuk merek-merek asal Negeri Tirai Bambu tersebut. Kendati demikian, harus diakui bahwa volume produksi dan suplai komponen untuk saat ini masih tergolong relatif kecil.

    Kondisi tersebut dinilai sangat wajar dan rasional. Pasalnya, fasilitas-fasilitas produksi milik pabrikan China di Indonesia sebagian besar masih berada di tahap awal operasional (ramp-up). Mereka masih membutuhkan waktu penyesuaian serta proses bertahap untuk menggenjot kapasitas produksi harian maupun bulanan agar bisa memenuhi skala ekonomi yang ideal.

    Namun, para pelaku industri komponen lokal tidak melihat situasi jangka pendek ini dengan kacamata pesimistis. Sebaliknya, proyeksi jangka panjang justru dipandang jauh lebih menjanjikan, terutama dengan masifnya transisi menuju era kendaraan ramah lingkungan atau Electric Vehicle (EV). Penetrasi pasar mobil listrik berbasis baterai yang terus menunjukkan tren peningkatan diyakini akan memperluas kebutuhan komponen spesifik yang wajib diproduksi secara lokal demi mengejar regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

    Pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik diprediksi bakal menciptakan ceruk pasar dan peluang bisnis baru bagi industri pendukung. Perusahaan-perusahaan komponen yang saat ini mulai merintis kerja sama dan masuk ke dalam rantai pasok produsen China diposisikan berada di jalur yang tepat untuk memanen hasilnya pada masa mendatang. Ketika volume produksi pabrikan tersebut nantinya melompat naik seiring tingginya permintaan pasar, pasokan komponen lokal otomatis akan ikut terdongkrak secara signifikan.

    Last….Secara keseluruhan, masuknya mobil-mobil asal China ini merupakan pedang bermata dua sekaligus peluang emas. Tantangan di masa transisi saat ini memang menuntut kesabaran dan adaptasi tinggi dari industri komponen lokal. Akan tetapi, komitmen terhadap pengembangan jangka panjang di sektor otomotif elektrifikasi diyakini akan membawa angin segar bagi ketahanan industri manufaktur Indonesia ke depan….(iwb)

  • Breaking !! Honda CB500 Super Four Classic Colour Edition…ini baru klasik Tulen !!

    Breaking !! Honda CB500 Super Four Classic Colour Edition…ini baru klasik Tulen !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pasar sepeda motor global kembali dihebohkan oleh langkah agresif Honda dalam menghadirkan lini produk yang memadukan nostalgia masa lalu dengan teknologi modern. Melalui ajang pameran otomotif bergengsi di China, Honda resmi memperkenalkan varian spesial terbarunya, yaitu Honda CB500 Super Four Classic Colour Edition. Kehadiran model ini langsung menarik perhatian para pencinta roda dua, khususnya para kolektor dan penggemar aliran motor naked klasik berkapasitas menengah…!!

    Daya tarik utama dari edisi spesial ini tentu terletak pada sektor visualnya. Honda mengadopsi skema warna legendaris yang sangat ikonik, yang dikenal luas sebagai “Spencer Color”. Perpaduan warna merah, putih, dan biru (tricolor) tersaji secara harmonis di seluruh bodi motor, memberikan penghormatan langsung kepada sang kakak kandungnya yang legendaris, CB1300 Super Four SP. Skema warna klasik ini berhasil memancarkan aura balap era keemasan Honda, menghadirkan nostalgia mendalam bagi siapa saja yang memandangnya.

    Selain pemilihan warna yang memikat, desain bodi motor ini juga mendapat sentuhan detail yang sangat apik. Konsep pengecatan terpisah (separate-color painting) diterapkan dengan presisi tinggi mulai dari bagian tangki bahan bakar hingga panel bodi belakang. Garis-garis tegas yang melintang menciptakan efek visual yang proporsional, membuat motor ini tampak lebih berotot, berdimensi luas, namun tetap mempertahankan garis desain Super Four yang tak lekang oleh waktu. Tangki bahan bakar yang kekar dipadukan dengan jok ergonomis memberikan keseimbangan sempurna antara estetika retro dan kenyamanan berkendara jarak jauh.

    Di balik tampilannya yang sarat akan nuansa klasik dan elegan, Honda CB500 Super Four dibekali dengan spesifikasi teknis yang sangat mumpuni. Mengandalkan mesin berkapasitas 502cc dengan konfigurasi multi-silinder bertenaga, motor ini dirancang untuk memberikan respons akselerasi yang halus namun bertenaga di setiap putaran mesin. Karakter mesin berpendingin cairan ini sangat ideal untuk diandalkan dalam mobilitas perkotaan sehari-hari maupun saat melakukan perjalanan turing akhir pekan.

    Dari segi dimensi dan kepraktisan, motor ini memiliki bobot sekitar 188 kg dengan ketinggian jok yang bersahabat, yakni berada di angka 780 mm. Kombinasi dimensi tersebut membuat motor ini terasa ramah dan mudah dikendalikan oleh berbagai kalangan pengendara dengan beragam postur tubuh. Di pasar China sendiri, varian spesial ini dipasarkan dengan kisaran harga sekitar 43.480 Yuan atau sekitar sekitar Rp97.830.000, menawarkan nilai investasi visual dan kepuasan berkendara yang sepadan bagi para pemiliknya.

    Last….Kehadiran Honda CB500 Super Four Classic Colour Edition menegaskan bahwa Honda sangat memahami cara merawat warisan sejarah kejayaan motor naked sport mereka. Dengan menyatukan pesona visual tempo dulu, performa mesin yang tangguh, serta sentuhan modern, motor ini bukan sekadar alat transportasi, melainkan sebuah karya seni berjalan yang membangkitkan kebanggaan sejati bagi siapa pun yang mengendarainya di jalan raya….(iwb)

    Spesifikasi Mesin CB500 Super Four (Engine Specifications)

    • Tipe Mesin: 4-tak, 4 silinder segaris (Inline-4), DOHC, 16 katup, pendingin cairan (Liquid-cooled)

    • Kubikasi (Displacement): 502 cc

    • Diameter x Langkah (Bore x Stroke): 60,0 mm × 44,4 mm

    • Rasio Kompresi: 12,3 : 1

    • Sistem Bahan Bakar: PGM-FI (Fuel Injection) dengan teknologi Ride-by-Wire (TBW)

    Performa (Performance)

    • Tenaga Maksimum (Power): 71,1 PS – 71,8 PS (sekitar 52,8 kW) pada putaran 11.000 rpm

    • Torsi Maksimum: 47,1 N·m pada putaran 10.000 rpm

    • Kecepatan Puncak (Top Speed): Kurang lebih sekitar 180 km/jam

    Transmisi & Teknologi Berkendara

    • Transmisi: Manual 6-percepatan

    • Sistem Kopling: Dilengkapi teknologi canggih Honda E-Clutch standar (memungkinkan pengendara melakukan perpindahan gigi naik dan turun secara mulus tanpa harus menarik tuas kopling, layaknya quickshifter otomatis tanpa repot).

    • Mode Berkendara (Riding Modes): Memiliki 5 mode berkendara (termasuk mode Sport, Urban, Rain, serta User 1 & 2 yang dapat disesuaikan).

    • Kontrol Traksi: Dibekali sistem Honda Selectable Torque Control (HSTC).

    Kaki-Kaki & Dimensi Ringkas

    • Rangka (Frame): Steel Diamond Frame (rangka baja tipe berlian dengan mesin sebagai komponen penopang struktural utama).

    • Suspensi Depan: Upside-down (USD) berukuran 41 mm (menggunakan merek KYB/Showa tergantung batch produksi regional).

    • Suspensi Belakang: Monoshock dengan sistem Pro-Link (dapat disesuaikan preload-nya).

    • Rem Depan: Cakram ganda berukuran 296 mm dengan kaliper radial 4-piston merek Nissin, lengkap dengan ABS dual-channel.

    • Rem Belakang: Cakram tunggal 240 mm dengan ABS.

    • Ukuran Ban:

      • Depan: 120/70 ZR17 M/C

      • Belakang: 160/60 ZR17 M/C

    • Kapasitas Tangki Bahan Bakar: 14,5 – 14,7 Liter

    • Berat Kosong/Isi (Kerb Weight): 188 kg

    • Tinggi Jok: 780 mm (sangat ramah untuk berbagai postur pengendara).

  • Keren Parah…Honda CB250SS Concept gebrak dunia !!

    Keren Parah…Honda CB250SS Concept gebrak dunia !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Honda kembali membuat gebrakan di segmen motor retro modern kelas seperempat liter. Melalui ajang pameran otomotif Chongqing Motor Show di China, Honda secara resmi memperkenalkan model konsep terbarunya yang mengusung gaya new-retro penjelajah, yakni Honda CB250SS Concept. Meskipun menyandang status sebagai model “konsep”, Honda menegaskan bahwa versi produksi massal dari motor ini sudah dijadwalkan untuk meluncur secara resmi pada musim semi 2027. Wowww…

    Huruf “SS” pada nama CB250SS merepresentasikan singkatan dari “Style” dan “Story”. Namun, Honda sengaja memberikan kebebasan bagi sampeyan untuk mendefinisikan sendiri makna di balik singkatan tersebut sesuai dengan gaya hidup. Tampilan visual model konsep ini kental dengan nuansa Scrambler Spirit yang tangguh dan siap dilumuri personalisasi. Beberapa daya tarik utama pada desain eksteriornya meliputi:

    • Fasia Depan Khas Retro: Menggunakan lampu utama bulat berdesain klasik yang dilengkapi pelindung jaring (mesh guard) serta visor mini bergaya pelat nomor balap dengan aksen garis merah.

    • Kaki-Kaki Kekar: Didukung oleh suspensi depan berjenis upside-down (pendekatan modern yang memberikan kestabilan tinggi) serta balutan ban bermotif blok (block-pattern) yang siap melibas berbagai medan.

    • Detail Bodi Menawan: Tangki bahan bakar dibalut warna dasar putih dengan garis (stripe) merah mencolok, dipadukan emblem logo “CB” berukuran besar dan tulisan “250SS” yang minimalis. Sektor buritan pengendara dipermanis dengan jok cokelat berdesain tuck-roll klasik.

    • Knalpot Ganda & Skid Plate: Menggunakan sistem pembuangan knalpot right-side dengan ujung pipa ganda (twin tail), dipadu pelindung mesin bawah (under guard) yang semakin memperkuat DNA penjelajah segala medan.

    Untuk sektor dapur pacu, CB250SS Concept dibekali mesin berbasis water-cooled 4-valve DOHC silinder tunggal berkapasitas 250cc. Mesin ini diyakini menggunakan basis platform andalan Honda yang sudah teruji di beberapa model populer seperti CRF250L, Rebel 250, dan CB250R—namun dengan sentuhan warna casing mesin bernuansa emas/perunggu yang elegan. Meski berbagi platform mesin, sasis (frame) yang digunakan tampak dirancang secara khusus dan independen dibandingkan saudaranya yang lain. Sektor buritan mengandalkan suspensi monoshock dengan sistem kaitan (link) untuk meredam kejut secara optimal.

    Last…kehadiran CB250SS Concept di pasar China diproyeksikan sebagai evolusi lanjutan dari model berpendingin udara terdahulu, CB190SS. Belum ada informasi pasti apakah motor penjelajah retro modern ini juga akan diboyong ke pasar global atau Jepang, namun kehadirannya dinilai mampu mengisi kekosongan segmen motor sport naked 250cc yang kian diminati oleh kalangan pengendara muda (Z-generation). Piye cak…keren oraaa ?? (iwb)

  • HOT !! Honda GB350C….sang retro skutik tulen yang dijual murah !!

    HOT !! Honda GB350C….sang retro skutik tulen yang dijual murah !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Honda kembali memperkuat posisinya di segmen sepeda motor klasik modern dengan menghadirkan lini yang kian digemari para pencinta roda dua bergaya otentik. Salah satu varian yang sukses mencuri perhatian luas adalah Honda GB350C. Mengusung konsep estetika klasik yang jauh lebih mendalam dibandingkan saudaranya, model ini dirancang khusus untuk memikat pengendara yang mendambakan nuansa berkendara penuh nostalgia tanpa harus berkompromi dengan kenyamanan dan keandalan teknologi modern.

    Secara visual, varian “C” yang merepresentasikan karakter Classic ini tampil sangat menonjol berkat berbagai sentuhan estetika era lampau. Perubahan paling mencolok terlihat pada penggunaan ban yang ditutup oleh sepatbor depan dan belakang berukuran besar (deep fender). Desain fender yang menjuntai lebih dalam ini langsung mengingatkan kita pada motor-motor Inggris era 1950-an yang sarat akan keanggunan. Tak hanya itu, penambahan penutup garpu depan (fork cover) turut memperkokoh kesan kekar dan klasik pada bagian front-end.

    Keistimewaan visual GB350C semakin disempurnakan melalui siluet knalpot bergaya cabton yang didesain secara horizontal. Pipa buang ini tidak hanya memberikan proporsi bodi yang seimbang, tetapi juga memancarkan aura motor retro sejati. Ditambah dengan penggunaan jok terpisah (split seat) antara pengendara dan pembonceng, serta sentuhan finishing krom yang cemerlang pada bingkai lampu utama dan panel samping, motor ini sukses menghadirkan level kemewahan tersendiri yang memanjakan mata.

    Di balik tampilannya yang klasik dan elegan, Honda GB350C dibekali dengan jantung pacu yang ramah bagi berbagai kalangan pengendara, mulai dari pemula hingga rider berpengalaman. Motor ini mengandalkan mesin berkapasitas 348cc, 1 silinder, SOHC, 4-langkah dengan sistem pendingin udara. Konfigurasi mesin long-stroke dengan diameter x langkah piston 70,0 x 90,5 mm dirancang untuk memprioritaskan torsi bawah yang melimpah. Mesin tersebut mampu memuntahkan tenaga maksimum sebesar 15 kW (20 PS) pada 5.500 rpm serta torsi puncak mencapai 29 N·m pada putaran rendah 3.000 rpm.

    Karakteristik mesin seperti ini membuat GB350C sangat menyenangkan untuk diajak berkendara santai di perkotaan maupun menikmati perjalanan turing jarak menengah. Setiap puntiran gas menghasilkan denyutan mesin yang khas dan kepuasan tersendiri yang sulit ditemukan pada motor modern biasa. Dengan kapasitas tangki bahan bakar mencapai 15 liter dan transmisi manual 5-percepatan, motor ini juga menawarkan efisiensi serta kenyamanan yang memadai untuk penggunaan harian.

    Untuk mendukung tampilannya yang berkelas, Honda menghadirkan pilihan warna yang sangat selaras dengan konsep retronya, yakni Matte Sandstorm Beige dan Matte Bullet Silver. Kedua opsi warna berbalut matte ini memberikan kesan maskulin, tenang, sekaligus berkarakter kuat, sangat cocok dipadukan dengan gaya hidup pengendara modern yang menyukai estetika tempo dulu.

    Last…di pasar domestik Jepang, Honda GB350C dipasarkan dengan harga sekitar 715.000 yen atau sekitar sekitar Rp81,2 jutaan. Yahh murah cak ya…tapi itu kan di Jepang, kalau disini…ya wis weruhlah wkwkwk. Btw….Honda GB350C disebut bukan sekadar alat mobilitas fungsional semata, melainkan sebuah medium pengekspresian diri. Bagi para pencinta roda dua, mengendarai motor ini menawarkan kebanggaan emosional—sebuah peleburan harmonis antara pesona estetika klasik masa lalu dan presisi teknik mesin masa kini….(iwb)

    Engine type: Air-cooled 4-stroke OHC single cylinder
    Total displacement: 348cc
    Bore x stroke: 70.0 x 90.5mm
    Compression ratio: 9.5
    Maximum output: 15kW (20PS) / 5,500rpm
    Maximum torque: 29N・m (3.0kgf・m) / 3,000rpm
    Fuel tank capacity: 15L
    Transmission type: Constant mesh 5-speed return
    Caster angle: 27°50′
    Trail: 120mm
    Brakes front/rear: Hydraulic disc/Hydraulic disc
    Tire size: 100/90-19M/C 57H・130/70-18M/C 63H

  • Jorge Lorenzo sebut Pedro Acosta adalah Alien baru…!!

    Jorge Lorenzo sebut Pedro Acosta adalah Alien baru…!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Dunia balap motor Grand Prix kembali dihebohkan oleh pujian setinggi langit yang dilontarkan oleh lima kali juara dunia MotoGP, Jorge Lorenzo, terhadap fenomena muda asal Spanyol, Pedro Acosta. Selepas penampilan luar biasa yang berujung pada kemenangan sensasional di GP Austria, Lorenzo tidak ragu-ragu menobatkan pembalap berjuluk El Tiburon tersebut ke dalam kelompok elit yang selama ini dikenal sebagai para “Alien” di kelas premier…!!

    Status “Alien” dalam kamus MotoGP bukanlah istilah sembarangan. Julukan ini pertama kali melekat pada era keemasan ketika sekelompok kecil pembalap—seperti Jorge Lorenzo sendiri, Marc Marquez, Valentino Rossi, Dani Pedrosa, dan Casey Stoner—menunjukkan performa di atas rata-rata manusia biasa. Mereka mampu mendominasi dan memenangkan balapan bahkan ketika menghadapi keterbatasan teknis dari motor yang mereka kendarai. Kemenangan Acosta di Red Bull Ring bersama KTM dinilai Lorenzo sebagai sebuah mahakarya yang mencerminkan karakteristik langka tersebut.

    Di tengah dominasi masif pabrikan asal Italia yang menguasai sebagian besar grid musim ini, pencapaian Acosta menaklukkan sirkuit kandang KTM di Austria terasa seperti sebuah mukjizat. Lorenzo secara terbuka memuji bagaimana Acosta mampu mengekstrak potensi maksimal dari motornya, melampaui batasan teknis yang ada berkat bakat alami, insting tajam, dan mentalitas baja yang dimilikinya.

    Sebagai seseorang yang pernah berada di puncak kejayaan dan memahami betul tekanan psikologis serta fisik di level tertinggi MotoGP, Lorenzo mengakui bahwa apa yang ditunjukkan Acosta mengingatkan pada momen-momen magis para legenda di masa lalu. Ia melihat kombinasi keberanian ekstrem dan kecerdasan balap yang jarang dimiliki oleh pembalap seumurannya.

    Berikut adalah kutipan lengkap pernyataan Jorge Lorenzo mengenai Pedro Acosta yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia:

    “Bagi saya, Pedro adalah seorang alien sejati. Apa yang dia lakukan di Austria bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan oleh sembarang pembalap di grid saat ini. Menang dengan motor yang tidak berada dalam kondisi paling superior di atas kertas membuktikan bahwa bakat murninya berada di level yang berbeda. Dia memiliki keberanian, insting seorang juara, dan kemampuan untuk membaca jalannya balapan dengan sangat matang di usianya yang masih sangat muda. Ia tidak hanya sekadar cepat, tetapi ia memiliki sesuatu yang spesial yang hanya dimiliki oleh para legenda besar MotoGP.”

    Last….Pengakuan dari seorang pengamat sekaligus legenda hidup seperti Lorenzo tentu menjadi validasi kuat bahwa Pedro Acosta adalah masa depan mutlak dari kejuaraan dunia balap motor. Validasi ini juga mengonfirmasi bahwa estafet kepemimpinan di MotoGP kini berada di tangan yang tepat. Dengan kecepatan, konsistensi, dan mentalitas tanpa takut yang terus diasahnya setiap pekan, Acosta diprediksi tidak hanya akan mengoleksi satu atau dua kemenangan lagi, tetapi berpotensi mendominasi era baru MotoGP selama bertahun-tahun ke depan….(iwb)

  • Bismillah…IWB nonton F1 di Baku Azerbaijan, ngimpi opo cakkkk !!!

    Bismillah…IWB nonton F1 di Baku Azerbaijan, ngimpi opo cakkkk !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…ngimpi opo IWB bisa bertolak ke Baku Azerbaijan nonton Formula 1. Sebuah experience luar biasa karena disana nanti kita juga akan digelandang menuju lokasi wisata ikonik. Yang keren cak nggak hanya Azerbaijan karena IWB nanti juga akan ke Doha Qatar sebagai rangkaian Experience yang diberikan oleh Motul. Betul cak…berangkat hari ini 22 September 2026 hingga 30 September 2026….warung akan masuk Autopilot mode !!

    Siapa menyangka IWB dipercaya Motul Indonesia untuk meliput dan melihat secara langsung balapan termahal didunia. Yup…IWB berangkat dengan 4 influencer lain cak seperti Cak Jejelogi, Zikoi GarasiDrift, Vamel dan Natasha Rider. Lhoo kok cuma IWB yang Blogger Motor ?? nahh kuwi yang IWB heran, tapi pasti Motul punya alasan tersendiri cak. Apalagi saat IWB tanda tangan kontrak…ediann, cost per-orang kesana selama 9 hari serta jalan-jalan ke Doha tembus ratusan juga rupiah, ngimpii opo rekkk-rekkk. FYI…Kalender Kejuaraan Dunia Formula 1 2026 kembali akan digelar di jalanan kota tua, yakni Grand Prix Azerbaijan di Sirkuit Baku City, dijadwalkan bergulir dengan format waktu yang tidak biasa. Infonya cak…Seluruh rangkaian akhir pekan balap dimajukan satu hari lebih awal dari jadwal konvensional, di mana sesi puncak balapan utama (main race) dipastikan akan dihelat pada hari Sabtu, bukan hari Minggu seperti biasanya.

    Keputusan penyesuaian jadwal yang unik ini terpaksa diambil oleh pihak penyelenggara F1 demi menghormati hari besar nasional di negara tuan rumah. Tanggal 27 September bertepatan dengan Azerbaijan Remembrance Day (Hari Peringatan Nasional Azerbaijan). Guna menyesuaikan diri dengan agenda penghormatan tersebut serta memastikan kelancaran operasional di area sirkuit jalan raya ibu kota Baku, seluruh agenda resmi dari FIA dan promotor lokal digeser lebih cepat, mulai dari hari Kamis hingga Sabtu.

    Bagi para penonton setia maupun pencinta kecepatan di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia, penyesuaian ini menuntut perhatian ekstra agar tidak ketinggalan setiap sesi penting. Rangkaian akhir pekan akan dimulai lebih cepat melalui sesi latihan bebas pertama (Free Practice 1) dan kedua pada hari Kamis waktu setempat. Sesi pembuka FP1 dijadwalkan berlangsung pukul 09:30 pagi waktu Inggris atau sekitar pukul 15:30 WIB, yang kemudian dilanjutkan oleh sesi FP2 pada siang harinya pukul 13:00 BST (19:00 WIB).

    Memasuki hari kedua yaitu Jumat, ketegangan persaingan di lintasan jalan raya Baku langsung meningkat drastis. Para pembalap dan tim harus memaksimalkan sesi latihan bebas terakhir atau FP3 pada pukul 09:30 BST (15:30 WIB) sebagai persiapan krusial terakhir sebelum menghadapi penentuan posisi start. Sesi yang paling dinantikan pada hari Jumat adalah Kualifikasi (Qualifying), yang akan dihelat pukul 13:00 waktu setempat atau pukul 19:00 WIB. Hasil dari sesi kualifikasi inilah yang nantinya akan menentukan grid terdepan untuk perebutan podium utama.

    Puncak dari seluruh rangkaian akhir pekan ini, yakni balapan utama Grand Prix Azerbaijan yang melibas sebanyak 51 putaran di sirkuit jalan raya sepanjang 6 kilometer lebih, akan dilangsungkan pada hari Sabtu, 26 September 2026. Lampu start utama akan padam tepat pukul 12:00 siang waktu BST, atau setara dengan pukul 18:00 WIB di sore hari. Pergeseran hari balapan ke Sabtu ini tentu memberikan nuansa yang berbeda sekaligus menantang bagi para pembalap, karena mereka memiliki waktu pemulihan fisik yang jauh lebih singkat di antara sesi kualifikasi dan race utama.

    Last….Sirkuit Baku City sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu trek jalan raya paling menantang sekaligus mematikan dalam kalender F1. Kombinasi lintasan lurus yang sangat panjang—di mana mobil-mobil melaju dengan kecepatan puncak mendekati batas maksimal—yang langsung berpadu dengan tikungan-tikungan sempit berliku di area kastil tua selalu menjanjikan drama tinggi, insiden safety car, dan kejutan di garis finis. Dengan format balapan hari Sabtu yang langka ini, GP Azerbaijan 2026 dipastikan menjadi salah satu seri paling ikonik dan wajib ditonton musim ini. So…ikuti terus perjalanan IWB karena akan seru pastinya. Gazzz cakkk !! (iwb)

  • Veda Kaget kena Penalti…Konspirasi Eropa berjalan ?!

    Veda Kaget kena Penalti…Konspirasi Eropa berjalan ?!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….angelll cakkk, angelll emang. Walaupun IWB sebelumnya sempat membahas mengenai dosa Munoz, namun penting rasanya membahas perihal penalti yang ternyata juga mengejutkan Veda. Menurutnya…penalti tersebut diluar dugaan karena dia merasa bersih dan terukur. Tidak heran penalti tsb disebut sebagai konspirasi Eropa yang sedang berjalan ? Nahh untuk menggambarkan seperti apa yang dirasakan Veda, IWB sudah siapkan pernyataan lengkapnya pasca race Austria kemarin….

    Veda mengakui bahwa dia merasa sangat nyaman dengan motornya. Hingga ketemu Munoz yang akhirnya terjadi insiden yang berbuah Penalti. Namun Veda menganggap…Penalti tsb mengejutkan…

    ” Ya Alhamdulillah saya bisa finish di zona poin lagi di posisi 13 dan ya jalannya balapan saya hanya mencoba untuk start bagus dan mencoba untuk improve di setiap lap nya dan ya akhirnya saya saya bisa fight sempat posisi empat dan ya jalannya balapan selama balapan saya memang normal. ” dalam balapan ada kontaknya rider lain dan saya harus dikenakan long lap di tiga lap terakhir dan Dan ya, tapi saya tidak merasa terlalu agresif overtake rider lain dan saya hanya normal overtake. Cuman ya, saya hanya melakukan apa yang dikasih jadi long lap.

    ” Di lap ketiga saya mencoba untuk melakukan long lap. tapi saya gagal karena saya menginjak track limit dan akhirnya di last lap saya mencoba lagi dan ya senang bisa kembali fight di group dan saya juga punya feeling bagus di motor selama balapan dan juga saya rasa saya improve gimana saya riding dengan motor dan ya balapan selanjutnya akan di Asia Motegi dan pastinya saya sudah ada pengalaman di sana. Saya akan mencoba untuk tetap stay dan ya saya akan melakukan yang terbaik untuk di Motegi terima kasih “ seru Veda…

    Veda memang jauh lebih kencang dari pada Munoz cak. Berdasarkan data lembar waktu (lap times) IWB analisis perbandingan kecepatan antara pembalap Indonesia Veda Ega Pratama (Honda Team Asia) dan David Muñoz (Liqui Moly Dynavolt Intact GP). Dan ini hasilnya…

    Analisis Perbandingan Kecepatan

    • Konsistensi & Total Lap: David Muñoz menyelesaikan 16 lap sebelum mengalami insiden dan keluar dari balapan di lap ke-16. Di sisi lain, Veda Ega Pratama menunjukkan daya tahan fisik dan ritme luar biasa dengan menuntaskan total 20 lap penuh.

    • Catatan Waktu Terbaik (Best Lap): Veda mencatatkan waktu terbaik di angka 1’40.268 (pada lap ke-7), sementara Muñoz membukukan waktu terbaik 1’40.483 (pada lap ke-8). Ini membuktikan bahwa dalam hal kecepatan punic (pace murni), Veda sedikit lebih unggul dalam menemukan catatan waktu lap tercepat.

    • Sektor demi Sektor: Perhatikan sektor keempat (pemisah waktu terakhir/kecepatan tikungan akhir), Veda konsisten bermain di kisaran angka 18.9 hingga 19.1 detik dengan titik puncaknya di angka 18.911 detik pada lap ke-7. Kecepatan tertinggi Veda (top speed via catatan sensor) juga sempat menyentuh angka 222.9 km/jam pada lap ke-3.

    Kecepatan Veda Ega Pratama di atas kuda besi Honda Moto3 sungguh di luar nalar dan mencerminkan mentalitas petarung sejati. Memulai balapan dari posisi grid yang cukup jauh di belakang (posisi ke-19), Veda sama sekali tidak mengendurkan gasnya. Ia langsung memperlihatkan race pace yang sangat agresif dan trengginas sejak lampu start padam, melibas satu per satu pembalap di depannya dengan determinasi tinggi untuk merangsek ke barisan depan.

    Konsistensi ritme balap Veda patut diacungi jempol. Di tengah tekanan grup tengah yang sangat ketat dan berbahaya, ia mampu mencatatkan waktu lap yang stabil di kisaran 1 menit 40 detik kecil secara konstan. Puncaknya, ia menunjukkan kecepatan puncaknya saat menembus catatan waktu 1’40.268, sebuah bukti sahih bahwa potensi motor dan kapasitas skill balapnya sudah berada di level pebalap top dunia.

    Tidak berhenti sampai di situ, mental baja Veda terlihat jelas tatkala ia sanggup menembus posisi empat besar, membuktikan daya gedornya yang luar biasa saat bertarung melawan nama-nama besar di grup depan. Bahkan setelah insiden sengit dan hukuman long lap penalty yang mendera akibat duel ketat dengan David Muñoz, Veda tetap menunjukkan stamina dan kecepatan luar biasa hingga menyelesaikan total 20 lap penuh. Performanya hari ini menegaskan bahwa Veda Ega Pratama memang lebih kencang dari Munoz, sayang insiden merenggut posisi 4 yang sudah diraih Veda. Apakah ada konspirasi Eropa ?? kalau soal itu seharusnya nggak cak karena semua ditangani secara profesional walaupun keputusan FIM Steward mengecewakan kita semua…..piye menurut sampeyan ?? (iwb)