Month: September 2026

  • Skutik MODA Sporters S SKII…Penantang Yamaha XMAX dan Honda Forza Lahir !!!

    Skutik MODA Sporters S SKII…Penantang Yamaha XMAX dan Honda Forza Lahir !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Segmen skuter berbadan besar (maxi scooter) kelas menengah kembali kedatangan penantang serius cak. Kali ini, sebuah merek asal Malaysia, MDUA Motor, merilis skuter petualangan bergaya agresif bernama MODA Sporters S. Dibekali dengan spesifikasi mesin yang kompetitif serta segudang fitur modern kelas atas, motor ini diposisikan untuk mengusik dominasi penguasa tak tertandingi di kelasnya, seperti Yamaha XMAX dan Honda Forza. Lantas, sejauh mana MODA Sporters S SKII mampu memberikan perlawanan kepada dua raksasa Jepang tersebut? Yukk…kita kupas spesifikasi dan fitur yang diusungnya !!

    MODA adalah merek sepeda motor lokal asal Malaysia yang lahir di bawah naungan Mdua Motor Sdn. Bhd., yang merupakan anak perusahaan dari AFY Mobility Industries (AMI). Merek ini resmi diperkenalkan ke publik industri roda dua pada awal Januari 2025. Jadi memang angetttt bangettt. Nah MODA menandai debutnya di pasar melalui peluncuran MODA Sporters S ini cak. Speknya sih nggak main-main cak. Dari sektor jantung pacu, MODA Sporters S mengandalkan mesin 244cc, 1-silinder, 4-katup, SOHC berpendingin cairan. Sistem suplai bahan bakarnya sudah mempercayakan teknologi injeksi dari BOSCH EFI yang dikawinkan dengan manajemen elektronik BOSCH serta kipas radiator Panasonic.

    Mesin ini mampu memuntahkan tenaga maksimal hingga 24.8 Hp pada 8.500 rpm serta torsi puncak mencapai 22.5 Nm pada 6.500 rpm, serta sudah lolos standar emisi Euro 4. Dengan spesifikasi tersebut, tenaganya sangat kompetitif untuk bersaing langsung dengan kapasitas mesin di kelas 250cc penjelajah jalan raya. Salah satu daya tarik utama yang membedakan MODA Sporters S dari skuter perkotaan konvensional adalah sektor kaki-kakinya yang kekar. Bagian depan sudah menggunakan suspensi Inverted Telescopic Fork (Upside-Down), dipadukan dengan Double Adjustable Shock di bagian belakang.

    Urusan pengereman juga tidak main-main. Skuter ini dibekali sistem ABS dual channel dengan piringan cakram double floating disc berukuran 260 mm di roda depan, serta cakram tunggal 240 mm di roda belakang. Kaki-kaki ini dibalut ban tubeless berukuran 120/70-15 di depan dan 140/60-14 di belakang. Gitu doang ?? eittttt nggak dong cak. Jika berbicara soal fitur teknologi, MODA Sporters S tampil sangat royal dan berani adu gengsi dengan XMAX maupun Forza. Beberapa fitur unggulannya meliputi:

    • Layar TFT Multifungsi 7 Inci: Panel instrumen digital berukuran besar yang menyajikan informasi kendaraan dengan sangat jernih.

    • Electronic Adjustable Windshield: Ketinggian kaca depan dapat diatur secara elektrik, sebuah fitur kenyamanan kelas atas yang biasanya hanya ditemukan di motor-motor kubikasi jauh lebih besar.

    • HD Front Dashcam: Kamera dasbor bawaan berkualitas tinggi yang langsung terintegrasi untuk merekam perjalanan demi keamanan berkendara.

    • Aerodynamic Winglet & Alloy Racing Side Mirror: Sentuhan estetika balap yang memperkuat karakter sporty-adventure.

    • Keyless Ignition: Sistem kunci pintar tanpa anak kunci konvensional.

    Secara dimensi, skuter ini memiliki jarak sumbu roda (wheelbase) sepanjang 1538 mm, ground clearance setinggi 165 mm, serta kapasitas tangki bahan bakar yang cukup besar yaitu 13 liter, sangat ideal untuk kebutuhan komuter harian maupun turing lintas kota. Dengan bobot kosong mencapai 184 kg, motor ini terasa kokoh di jalanan. Jadi kembali secara spek…jelas nggak main-main…

    Last…MODA Sporters S ditawarkan dalam dua varian warna menarik, yakni Porsch White dan Titan Blue, serta dilindungi dengan garansi pabrikan selama 2 tahun atau 20.000 km. Di pasar Malaysia, MODA Sporters S dibanderol dengan harga resmi sekitar RM17,998 (harga On The Road / OTR di Kuala Lumpur, belum termasuk pajak jalan dan asuransi). Jika dikonversikan ke mata uang Rupiah (dengan asumsi kurs 1 Ringgit Malaysia sekitar Rp3.700 – Rp3.800), harga tersebut berkisar di angka Rp66 juta hingga Rp68 jutaan. Bandingkan dengan XMAX dan Forza disana yang tembus 95 jutaan. Dengan kombinasi tampang agresif, suspensi upside-down, hingga fitur canggih seperti electronic windshield dan dashcam bawaan pabrik, menarik untuk dinantikan apakah motor ini nantinya juga akan memperluas ekspansi pasar ke negara-negara tetangga untuk merusak dominasi Yamaha XMAX dan Honda Forza. Seperti apa sosoknya ? intip saja beberapa fotonya dibawah ini…piyee, ganteng tooo !! (iwb)

  • Bos Aprilia Akui Marc Marquez sangat Cerdik !!

    Bos Aprilia Akui Marc Marquez sangat Cerdik !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin memanas dan mengerucut menjadi pertarungan tiga besar yang sengit setelah Grand Prix Aragon. Jorge Martin saat ini memimpin klasemen sementara untuk pabrikan Aprilia dengan keunggulan 19 poin. Sementara itu, Marc Marquez melesat ke posisi kedua setelah menyapu bersih kemenangan ganda di Aragon, disusul oleh pembalap Aprilia lainnya, Marco Bezzecchi, di posisi ketiga yang terpaut 24 poin dari puncak. Melihat performa impresif dan dominasi sang juara dunia asal Spanyol tersebut, CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, secara terbuka memberikan pujian tinggi sekaligus mengakui bahwa Aprilia masih memiliki banyak hal untuk dipelajari dari sosok Marc Marquez. Bos Aprilia Akui Marquez sangat Cerdik !!

    Bagi Rivola, bertarung langsung melawan salah satu pembalap terhebat dalam sejarah MotoGP adalah sebuah kebanggaan tersendiri yang memberikan motivasi luar biasa bagi skuad Noale. Lebih lanjut, Rivola menyoroti mentalitas juara dan pendekatan taktis yang diterapkan oleh Marquez dalam mengarungi musim perebutan gelar tahun ini. Menurutnya, ada pelajaran besar yang bisa dipetik dari cara rival-rivalnya memanajemen poin. Rivola akui Marquez sangat cerdik dan pandai membaca situasi dengan sangat baik….

    ” Memang benar kami telah mengambil langkah-langkah yang tepat, terutama untuk masa depan. Namun itu saja belum cukup….kita berada di sini, kita harus berjuang sampai balapan terakhir melawan Marquez, yang merupakan salah satu pembalap terhebat dalam sejarah. Merupakan suatu kehormatan untuk bisa mencoba mengalahkannya. Hal itu luar biasa dan menjadi motivasi yang sangat besar. Kami tidak akan menyerah sampai akhir. Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari Marc. Dia pembalap yang cerdik dan pintar membaca situasi, Ketika ia tampak sedang kesulitan, ia tetap memenangi balapan tanpa mengambil risiko, karena ia tahu bahwa konsistensi adalah hal yang paling penting dari sekarang hingga akhir tahun.

    ” Dan ketika ia perlu mengamankan kemenangan, karena ia tahu dialah yang terbaik, ia langsung melakukannya. Kita perlu belajar dari sikap tersebut. Saya sering mengatakan kepada para pembalap kami agar tidak kecewa ketika finis di posisi keempat atau kelima atau bahkan ke 7 karena kita tidak boleh lupa bahwa kita sedang melawan para raksasa dan pembalap yang terbiasa menang jauh lebih banyak daripada kita. Selain itu, jika ada satu orang yang percaya bahwa Bezzecchi dan Martin bisa menjadi Juara Dunia sejak tahun lalu, orang itu adalah saya.

    “Ini semacam bukti bahwa kami telah melakukan hal yang benar dengan berjuang tahun lalu untuk mempertahankan Martin, dan sangat memuaskan melihat Bezzecchi telah membangun motor yang benar-benar kompetitif bersama tim. Ia adalah pembalap yang jauh lebih baik daripada perkiraan banyak orang selama berkarier. Kami akan berjuang sampai akhir…” tukas Rivola…

    Last…Rivola juga terus menjaga motivasi para pembalap dan kru di garasi Aprilia agar tidak berkecil hati ketika hanya mampu finis di posisi keempat, kelima, atau ketiga. Ia selalu mengingatkan timnya bahwa Aprilia sedang berhadapan dengan “para raksasa” yang sudah jauh lebih berpengalaman dan terbiasa mendominasi kejuaraan dunia dibanding mereka. Dengan sisa musim MotoGP 2026 yang masih panjang dan persaingan ketat antara Martin, Marquez, dan Bezzecchi, pertarungan memperebutkan mahkota juara dunia. Apakah mereka mampu mengalahkan Marc ?? biarlah waktu yang berbicara cak….(iwb)

  • Sejarah Bebek Kawasaki ZX130 yang dilupakan Jaman…Baby Ninja !!

    Sejarah Bebek Kawasaki ZX130 yang dilupakan Jaman…Baby Ninja !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…IWB adalah saksi sejarah gimana sepak terjang Kawasaki, geng ijo yang disegani dari dulu hingga sekarang. Bagaimana mereka bergerak dan berusaha sebelum fokus pada sport. Dan seperti yang sampeyan tahu pada pertengahan dekade 2000-an, pasar sepeda motor Indonesia didominasi oleh pertempuran sengit di segmen moped (motor bebek). Di tengah persaingan ketat antara Honda dan Yamaha, PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) membuat langkah berani dengan menghadirkan gebrakan yang keluar dari pakem arus utama: meluncurkan Kawasaki ZX130. Motor bebek ini tidak hanya mengusung kapasitas mesin terbesar di kelas bebek standar kala itu, tetapi juga membawa berbagai inovasi teknis radikal yang membuatnya dijuluki “Baby Ninja”. Nah seperti apa Sejarah Bebek Kawasaki ZX130 yang dilupakan Jaman…si Baby Ninja ?? Ninja penjabaran IWB berikut ini…

    Kawasaki ZX130 resmi diperkenalkan di Indonesia pada tahun 2005. Kehadirannya dirancang untuk merusak dominasi bebek 110–125 cc yang saat itu dikuasai oleh Honda Karisma 125 dan Yamaha Jupiter Z. Kawasaki tidak sekadar menjual mesin berkapasitas 130 cc (tepatnya 129,9 cc) dengan karakter long-stroke yang responsif cak. Mereka menyematkan fitur-fitur yang ter tergolong unik dan belum pernah ada pada motor bebek buatan Jepang lainnya di Indonesia saat itu…

    Mesin Kawasaki ZX130 mengusung konfigurasi silinder tunggal 129,9 cc, SOHC, 2-katup dengan pendingin udara, yang disokong oleh suplai bahan bakar karburator Keihin NCV24 serta sistem pengapian DC-CDI. Dapur pacu ini mengadopsi rancangan overstroke dengan diameter piston 53,0 mm dan langkah 59,1 mm, serta rasio kompresi 10,0 : 1. Kombinasi tersebut mampu menyemburkan daya maksimum sebesar 10,1 PS pada 7.500 rpm dan limpahan torsi puncak 10,7 Nm pada 5.500 rpm yang disalurkan melalui transmisi manual 4-percepatan berkopling otomatis.

    Kelebihan utama mesin ini terletak pada karakter long-stroke yang melimpahkan torsi sangat galak sejak putaran bawah hingga menengah, membuat tarikan awalnya sangat responsif dan tangguh saat melibas tanjakan maupun membawa beban berat. Kapasitas murni 130 cc memberikan keunggulan performa yang jauh lebih bertenaga dibandingkan kompetitor bebek 110–125 cc pada zamannya, namun tetap memiliki daya tahan komponen internal yang luar biasa awet untuk penggunaan jangka panjang. Selain itu, penggunaan karburator konvensional Keihin NCV24 dan pengapian DC-CDI membuat mesin ini sangat mudah dirawat, praktis dalam penyetelan, serta ramah bagi berbagai bengkel umum. Berikut beberapa kelebihan dan keunikan ZX130…

    • Inovasi Tangki BBM Depan: Lubang pengisian bahan bakar diletakkan di apron bodi depan sebelah kiri, sehingga pengendara tidak perlu turun atau membuka jok saat mengisi bensin.

    • Bagasi Ekstra Luas: Pemindahan lokasi tangki membuat ruang di bawah jok berubah menjadi bagasi berkapasitas 16,3 liter—sebuah konsep helm-in jauh sebelum pabrikan lain mempopulerkannya di segmen skutik.

    • Panel Meter Bergaya Sporty: Instrumen panel dilengkapi dengan tachometer (penunjuk RPM) analog, memberikan impresi berkendara ala motor sport.

    Dengan desain serba tajam dan headlamp yang menyatu di bagian dada (apron) depan ala jajaran supersport Ninja, ZX130 cepat merebut perhatian para pencinta otomotif Tanah Air.

    Masa Penyuntikan Mati: Akhir Perjalanan (2014)

    Sayang cak kompetisi memang kejam. Meskipun sempat menjadi tulang punggung penjualan KMI di kategori bebek bersama Kaze dan Edge, masa edar Kawasaki ZX130 secara resmi berakhir sekitar tahun 2014. Setelah memproduksi dan memasarkan ZX130 selama hampir satu dekade (termasuk memberikan sedikit penyegaran grafis dan varian pelek cast wheel), KMI akhirnya memutuskan untuk menghentikan produksi dan penjualannya di Indonesia tanpa menghadirkan penerus langsung di kelas bebek 130 cc.

    Mengapa Kawasaki ZX130 Disuntik Mati?

    Penyuntikan mati Kawasaki ZX130 tidak lepas dari pergeseran peta industri roda dua Tanah Air serta perubahan strategi internal pabrikan. Berikut adalah alasan utamanya:

    • Pergeseran Tren Pasar ke Skutik Modern

      Memasuki era 2010-an, peta industri sepeda motor Indonesia mengalami pergeseran masif. Konsumen perkotaan mulai beralih dari motor bebek manual ke skuter matik (skutik) yang menawarkan kemudahan berkendara tanpa perpindahan gigi. Pasar motor bebek tergerus secara drastis dari tahun ke tahun.

    • Faktor Kepraktisan Posisi Tangki BBM

      Meskipun fitur pengisian bensin di depan dinilai inovatif, sebagian konsumen di Indonesia masih merasa cemas terhadap aspek keselamatan jika terjadi benturan dari depan. Selain itu, mekanisme kabel pembuka tangki yang rumit rentan bermasalah seiring bertambahnya usia kendaraan.

    • Penetrasi Pasar dan Jaringan Dealer yang Terbatas

      Sebagai pabrikan dengan fokus segmen yang lebih berorientasi pada penggemar (niche market), jaringan 3S (Sales, Service, Spareparts) Kawasaki tidak seluas pabrikan raksasa Honda atau Yamaha. Hal ini membuat ketersediaan suku cadang ZX130 di daerah pelosok relatif lebih sulit didapat.

    • Perubahan Strategi Global Kawasaki (Fokus pada Motor Sport & Premium)

      Alasan paling krusial datang dari internal KMI. Kawasaki secara global memutuskan untuk mengubah arah bisnisnya di Indonesia dengan menghentikan persaingan di pasar commuter (bebek dan matik massal). Mereka memilih fokus penuh pada segmen motor sport, trail/adventure, dan big bike melalui flagship seri Ninja, KLX, dan Z-series.

    Last…Kawasaki ZX130 kini dikenang sebagai salah satu karya out-of-the-box terbaik dalam sejarah sepeda motor di Indonesia. Meski kiprahnya telah usai pada 2014, ZX130 tetap memiliki tempat khusus di hati para kolektor dan antusias motor bebek Tanah Air berkat keunikan desain dan ketangguhan mesin long-stroke-nya. Nahh piye dengan sampeyan cak…pernahkah memili ZX130 Baby Ninja ini ?? (iwb)

    Spesifikasi Teknis Kawasaki ZX130

    Kategori Detail Spesifikasi
    Tipe Mesin 4-Langkah, SOHC, 2-Katup, Silinder Tunggal
    Sistem Pendinginan Pendingin Udara (Air-Cooled)
    Kapasitas Mesin 129,9 cc (Bore 53,0 mm x Stroke 59,1 mm)
    Rasio Kompresi 10,0 : 1
    Daya Maksimum 10,1 PS (7,4 kW) @ 7.500 rpm
    Torsi Maksimum 10,7 Nm @ 5.500 rpm
    Sistem Bahan Bakar Karburator Keihin NCV24
    Sistem Pengapian DC-CDI
    Sistem Starter Electric Starter & Kick Starter
    Transmisi 4-Speed (Pola N-1-2-3-4), Kopling Otomatis Basah (Centrifugal)
    Rangka Pipe Backbone Frame
    Suspensi Depan Teleskopik
    Suspensi Belakang Swing Arm dengan Suspensi Ganda
    Ban Depan / Belakang 70/90-17 M/C 38P / 80/90-17 M/C 44P
    Sistem Pengereman Depan: Cakram Hidrolik Dual-Piston / Belakang: Tromol (Drum)
    Dimensi (P x L x T) 1.904 x 709 x 1.050 mm
    Tinggi Tempat Duduk 752 mm
    Jarak Terendah ke Tanah 142 mm
    Berat Kosong 104 kg
    Kapasitas Tangki BBM 3,7 Liter (Posisi Lubang Tangki di Bodi Depan)
    Kapasitas Oli Mesin 1,1 Liter (Kering) / 0,9 Liter (Penggantian Berkala)
  • Perang Iran-US tidak Ngaruh…MotoGP Qatar tetap di Gelar !?

    Perang Iran-US tidak Ngaruh…MotoGP Qatar tetap di Gelar !?

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Federasi Motor dan Sepeda Motor Qatar (QMMF) menegaskan bahwa persiapan untuk menggelar ajang balap Formula 1 dan MotoGP pada musim ini tetap berjalan sesuai rencana. Di tengah spekulasi dan laporan pembatalan yang beredar, pihak berwenang di Qatar menyatakan bahwa “semuanya berjalan lancar” (everything is a go-ahead). Yup…perang Iran tidak Ngaruh…MotoGP Qatar tetap di Gelar !??

    Konflik geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran sejak akhir Februari lalu memang telah banyak memberikan dampak dan disrupsi pada berbagai ajang olahraga internasional di kawasan tersebut. Sejumlah ajang, seperti FIA World Endurance Championship (WEC), terpaksa memindahkan jadwal pembukaannya ke Eropa. Sementara itu, Formula 1 bahkan harus memindahkan seri Bahrain ke Malaysia, dengan status balapan di Qatar (27–29 November) dan Abu Dhabi yang masih dalam tahap evaluasi.

    Di sisi lain, nasib Grand Prix MotoGP Qatar yang dijadwalkan ulang ke tanggal 6–8 November turut dipertanyakan, dengan laporan yang sempat mengindikasikan potensi pembatalan tanpa seri pengganti. Kendati demikian, Presiden QMMF Abdul Rahman bin Abdul Latif Al Mannai menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa begitu saja menghentikan persiapan.

    “Rencananya adalah tetap menggelar balapan tersebut,” ujar Al Mannai. “Kami sudah aktif dan bersiap untuk MotoGP, begitu pula dalam diskusi kami dengan Formula 1.”

    Last….Meski mengakui situasi keamanan di kawasan masih dinamis dan sulit diprediksi sepenuhnya, pihak QMMF memilih untuk tetap bersikap siaga dan mengambil langkah satu persatu sambil memantau perkembangan situasi dalam beberapa bulan ke depan. Walaupun mereka memastikan tetap akan menggelar sesuai rencana…keputusan final terkait kepastian penyelenggaraan balapan-balapan bergengsi ini diperkirakan akan segera diambil dalam waktu dekat sebelum rangkaian tur luar Eropa dimulai….(iwb)

  • Breaking !! Diogo Moreira Resmi Gabung Fabio Quartararo di Tim Pabrikan Honda untuk Musim 2027 ?

    Breaking !! Diogo Moreira Resmi Gabung Fabio Quartararo di Tim Pabrikan Honda untuk Musim 2027 ?

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Manuver transfer yang dilakukan Honda menjelang musim MotoGP 2027 benar-benar di luar dugaan banyak pengamat. Di saat spekulasi mengarah pada talenta muda Moto2 asal Kolombia, David Alonso, pabrikan asal Tokyo justru menjatuhkan pilihan final kepada Diogo Moreira. Keputusan ini sekaligus merombak total formasi tim pabrikan sayap tunggal setelah kepergian Joan Mir dan Luca Marini….!!

    Awalnya, David Alonso berada di pole position untuk merebut kursi panas di tim pabrikan Honda. Terlebih setelah Honda berhasil mengamankan tanda tangan kontrak berdurasi pabrikan untuk Alonso, menyusul tingginya tuntutan gaji yang sempat membuat Ducati dan Aprilia mundur.

    Namun, dinamika berubah di balik layar. Muncul keraguan internal terkait tingkat konsistensi adaptasi Alonso jika langsung melompat ke tim pabrikan utama. Alih-alih mengambil risiko dengan sang debutan Moto2, petinggi HRC lebih melirik potensi progresif yang ditunjukkan Diogo Moreira.

    Pembalap muda berbakat asal Brasil tersebut tampil memukau di musim debut MotoGP bersama LCR Honda. Penampilan puncaknya terlihat jelas saat seri GP Aragon, di mana Moreira sukses finis di posisi ketujuh pada sesi Sprint Race dan mengamankan posisi kesembilan di balapan utama. Mengantongi 64 poin dan bertengger di peringkat ke-14 klasemen sementara, potensi mentah Moreira dinilai sangat matang untuk digembleng langsung di bawah panji tim pabrikan.

    Kepala Tim LCR, Lucio Cecchinello, bahkan menjadi salah satu figur yang paling vokal mendorong promosi Moreira. Cecchinello meyakini bahwa menahan Moreira terlalu lama di tim satelit justru berisiko menghambat kurva peningkatannya.

    Bagaimana Nasib David Alonso?

    Meski gagal promosi langsung ke tim pabrikan utama untuk tahun 2027, masa depan David Alonso tetap aman di dalam ekosistem Honda. Berdasarkan laporan dari jurnalis Simon Patterson melalui siniar The Race MotoGP, keputusan internal Honda ini sudah done and dusted (kunci rapat) cak…

    Alonso dijadwalkan tetap melanjutkan debut kelas para rajanya bersama skuad LCR Honda—berduet dengan Johann Zarco di bawah arahan manajer tim kawakan, Santi Hernandez. Menanggapi situasi ini, Alonso sendiri dilaporkan bersikap santai dan tidak ambil pusing. Ia menegaskan tidak peduli di garasi mana ia akan diletakkan pada 2027, asalkan tetap mendapat dukungan penuh berstatus spesifikasi motor pabrikan penuh dari Honda.

    Last…Langkah strategis ini menandai babak baru yang sangat menarik bagi proyek kebangkitan Honda di MotoGP. Duet kecepatan dan agresivitas antara Fabio Quartararo dan Diogo Moreira di tim pabrikan diproyeksikan mampu memberikan suntikan motivasi maksimal bagi pengembangan RC213V (atau mesin era baru 850cc). Publik kini tinggal menantikan pengumuman resmi dari Honda HRC untuk meresmikan salah satu line-up paling dinamis di grid masa depan MotoGP. Wah, makin nggak sabar nunggu aksi Moreira tandem bareng Quartararo cak….! (iwb)

  • Breaking !! Versi Final CB400 Super Four 2027 Resmi distribusi…Megapro Versi 4 silinder !!!

    Breaking !! Versi Final CB400 Super Four 2027 Resmi distribusi…Megapro Versi 4 silinder !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…akhirnya resmi sudah cakkkk. Seperti yang sampeyan tahu Honda kembali mengguncang dunia otomotif roda dua dengan menghadirkan generasi terbaru dari sepeda motor legendarisnya. Mengusung konsep pengembangan “NextStage CB”, Honda resmi meluncurkan CB400 Super Four E-Clutch pada Agustus 2026 kemarin. Dan kini Versi Final CB400 Super Four 2027 Resmi distribusi…wowww ini sih kayak Megapro Versi 4 silinder cakkkk !!!

    Akhirnya cak per 21 Agustus kemarin Motor telanjang (naked bike) berkapasitas 400cc ini hadir untuk menjawab kerinduan para pecinta otomotif sekaligus membawa pembaruan besar, baik dari segi performa, teknologi, maupun kenyamanan berkendara. Inilah new CB400 Super Four E-Clutch…motor 4 silinder yang sekilas tampangnya mirip Megapro Primus. Ini sih Megapro 4 silinder hehehe. Seperti yang sudah pernah kita bahas cak…sebagai jantung pacunya, CB400 Super Four E-Clutch dibekali dengan mesin baru 399cc, 4-tak, DOHC, 4-katup, 4-silinder segaris berpendingin cairan. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga maksimum 58 PS (43 kW) pada 11.500 rpm dan torsi puncak 38 N·m pada 9.750 rpm.

    ” Garis desain Megapro Primus…mirip to ? hehehe..”

    Sistem suplai bahan bakar dan kontrolnya kini mengandalkan Electronic Throttle Control (TBW) serta sistem asupan downdraft (udara mengalir dari atas ke bawah). Hal ini diklaim mampu mengoptimalkan karakteristik tenaga terhadap bukaan gas serta meningkatkan efisiensi pembakaran. Pada bagian sasis dan kaki-kaki, Honda memberikan pembaruan signifikan untuk meningkatkan pengendalian. Bagian depan kini mengandalkan suspensi upside-down (USD), sedangkan bagian belakang menggunakan suspensi monoshock dengan sistem link. Kombinasi ini mendongkrak stabilitas serta performa berkendara yang jauh lebih baik dibanding generasi-generasi sebelumnya.

    Tentunya cak…salah satu daya tarik utama dari model ini adalah penyematan teknologi Honda E-Clutch. Fitur canggih ini mengotomatiskan pengoperasian tuas kopling saat motor mulai berjalan (start), berhenti, hingga melakukan perpindahan gigi. Teknologi ini dirancang sangat fleksibel—membantu meringankan beban pengendara pemula sekaligus memberikan kenyamanan ekstra bagi pengendara berpengalaman dalam penggunaan harian maupun perjalanan jauh. Jadi sampeyan wis ora perlu narik kopling kalau berjalan cak…juozzz tenan !!

    Last….Honda menawarkan CB400 Super Four E-Clutch versi final dalam empat pilihan warna yakni Wolf Silver Metallic, Matte Ballistic Black Metallic, Ross White dan Candy Chromosphere Red. Di pasar Jepang, motor ini dipasarkan dengan harga 998.800 yen (termasuk pajak) atau kalau dirupiah sekitar 112 jutaan. Kehadiran teknologi E-Clutch pada platform legendaris CB400 SF ini jelas menjadi babak baru yang sangat dinantikan oleh para pencinta motor sport klasik berwajah modern. Seperti apa sosok versi finalnya ? intip saja detilnya dibawah ini….(iwb)

    Spesifikasi Utama Honda CB400 Super Four E-Clutch:

    • Panjang × Lebar × Tinggi: 2.110 × 770 × 1.085 mm

    • Jarak Sumbu Roda: 1.405 mm

    • Tinggi Jok: 780 mm

    • Berat Kendaraan: 187 kg

    • Kapasitas Tangki Bahan Bakar: 15 liter

    • Transmisi: 6-percepatan return

    • Ukuran Ban: Depan 120/70ZR17M/C | Belakang 160/60ZR17M/C

    • Rem: Cakram ganda (depan) / Cakram tunggal (belakang)

  • Hubungan Makin Panas….Fabio Quartaro Pastikan Ogah Bantu Yamaha !!!

    Hubungan Makin Panas….Fabio Quartaro Pastikan Ogah Bantu Yamaha !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Hubungan antara Fabio Quartararo dan Yamaha berada di titik terendah. Juara dunia 2021 tersebut secara terbuka menyatakan tidak akan lagi membantu Yamaha mengembangkan motor untuk musim-musim mendatang. Langkah tegas ini diambil di tengah kepastian kepindahannya ke Honda pada 2027 dan kekecewaannya terhadap lambatnya kemajuan teknis pabrikan asal Iwata tersebut. Wahhhh panasss cakkkk….

    Frustrasi yang dirasakan Quartararo menjadi sangat terlihat selama akhir pekan Grand Prix Aragon. Yamaha membawa beberapa komponen baru ke sirkuit Spanyol tersebut, termasuk sasis baru, dan Quartararo diminta menghabiskan banyak waktu untuk mengujinya. Pembalap asal Prancis itu merasa bahwa pekerjaan tersebut tidak memberikan peningkatan yang diharapkan oleh Yamaha. Ia menguji berbagai versi sasis beberapa kali, namun tidak menemukan solusi yang lebih baik. Komponen-komponen baru ini juga membuat akhir pekan balapannya menjadi lebih sulit karena ia memiliki lebih sedikit waktu untuk berkonsentrasi mencari setelan terbaik untuk balapan. Quartararo pada akhirnya finis di posisi terakhir pada hari Minggu, tertinggal lebih dari 50 detik dari pemenang balapan, Marc Marquez….

    Yamaha masih terus berusaha memangkas jarak yang lebar dengan tim-tim papan atas MotoGP. Pabrikan ini telah melakukan perubahan penting pada mesin dan motornya saat bersiap menghadapi regulasi teknis baru, tetapi hasilnya sejauh ini belum cukup memuaskan. Quartararo telah melalui masa-masa sulit bersama Yamaha. Setelah menjuarai gelar dunia pada 2021, ia tetap bertahan di tim tersebut, namun berjuang keras untuk bisa bertarung secara konsisten di barisan depan seiring tertinggalnya Yamaha dari pabrikan lain seperti Ducati. Keputusan tegas pembalap asal Prancis ini berakar dari penolakan Yamaha untuk mengizinkannya tampil dalam sesi pengujian ban baru Pirelli setelah Grand Prix Austria. Sesi tes tersebut dijadwalkan sebagai bagian dari persiapan transisi regulasi teknis MotoGP untuk 2027…

    Keputusannya untuk pindah ke Honda musim depan menandakan bahwa hubungannya dengan Yamaha kini memasuki bulan-bulan terakhir. Ia siap untuk terus bekerja demi meraih hasil yang lebih baik di musim ini, tetapi ia tidak ingin lagi memberikan porsi usaha yang sama untuk proyek motor Yamaha 2027.

    “Saya ingin meluruskan segalanya… Saya ingin melakukan tes di Austria, tetapi sayangnya Yamaha tidak mengizinkan saya menjajal ban Pirelli. Saya ingin berkontribusi, tetapi mereka melarangnya. Secara pribadi, saya tidak ingin mengembangkan motor untuk pembalap lain di 2027. Jika ada yang bisa ditingkatkan untuk musim ini, saya akan lakukannya. Namun, saya tidak akan lagi mendorong diri hingga batas maksimal dan bertindak seperti test rider seperti yang saya lakukan pekan ini. Masalahnya adalah dari September hingga November, kami tidak membuat langkah maju. Paket yang kami miliki saat ini hampir sama dengan motor pertama yang kami uji. Biasanya pada proyek baru, langkah awal sangat besar, tetapi kami tidak pernah benar-benar mengalami lompatan itu..”

    ” Pada tes Valencia tahun lalu, saya merasa membutuhkan sesuatu yang baru. Dari situ, kami memutuskan untuk berpisah dari Yamaha. Saat itu, saya belum tahu persis akan pindah ke tim mana, tetapi saya tahu saya ingin berganti tim dan saya pikir itu adalah momen yang tepat. Saya sebenarnya masih berharap kondisinya bisa jauh lebih baik daripada sekarang, terutama kalau melihat bagaimana kami menjalani tes pertama di Barcelona… sebenarnya itu bukan tes yang sangat luar biasa, kami lebih lambat dibanding mesin empat silinder segaris (inline-four), tetapi kondisi lintasan saat itu memang kurang mendukung. Catatan waktu saya tidak terlalu buruk mengingat itu adalah kali pertama motor tersebut turun ke trek bersama saya, dan saya juga cukup kencang.

    ” Namun masalahnya…kami tidak membuat kemajuan sama sekali. Paket yang kami miliki saat ini benar-benar hampir sama dengan motor pertama yang kami jajal. Biasanya, ketika Kalian memulai proyek baru, langkah awal peningkatannya sangat besar, baru kemudian terasa sulit untuk mencari sisa sepersekian detik terakhir. Namun, kami tidak pernah benar-benar mengalami lompatan besar tersebut dari motor baru menuju motor yang kini usianya sudah hampir satu tahun. Inilah mengapa saya pikir kami berada dalam situasi yang sangat sulit.” seru Fabio Quartararo

    FYI…Sesi pengujian ban Pirelli dan spesifikasi motor 2027 di Austria (Red Bull Ring, Spielberg) dijadwalkan berlangsung pada 21 September 2026. Tes resmi ini dilaksanakan tepat satu hari setelah berakhirnya akhir pekan balap Grand Prix Austria 2026 (20 September 2026). Selain masalah izin tes ban, rasa frustrasi Quartararo dipicu oleh performa mesin V4 Yamaha yang tak kunjung menunjukkan peningkatan signifikan. Meskipun proyek tersebut sempat memberi harapan awal saat uji coba di Barcelona, pengembangan teknis dinilai stagnan.

    Last….Sikap Yamaha yang membatasi akses Quartararo dapat dipahami dari sudut pandang bisnis, karena mereka tidak ingin memberikan data atau keuntungan awal kepada calon pembalap rival. Namun, keputusan ini juga menjadi bumerang. Kehilangan masukan dari pembalap tercepatnya di saat pengembangan motor 2027 berada di fase krusial berisiko memperlambat proses bangkitnya Yamaha dari masa-masa sulit. Untuk sisa musim ini, Quartararo menegaskan hanya akan fokus pada performa balapan akhir pekan tanpa terbebani tugas uji coba komponen masa depan….(iwb)

  • Jack Miller Puji Mesin V4 Yamaha di Tikungan…” Setara Marquez” serunya !!

    Jack Miller Puji Mesin V4 Yamaha di Tikungan…” Setara Marquez” serunya !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….pembalap Prima Pramac Yamaha, Jack Miller, memberikan evaluasi jujur terkait performa prototipe Yamaha YZR-M1 bermesin V4 usai berlaga di seri MotoGP Aragon 2026. Miller mengklaim bahwa kelincahan sasis dan corner speed (kecepatan di tikungan) mesin baru Yamaha tidak perlu diragukan lagi, bahkan mencatatkan sector time yang sebanding dengan Marc Marquez. Namun, defisit top speed di trek lurus panjang menjadi kelemahan fatal yang membuatnya harus kehilangan posisi dari para rivalnya. Wahh menarik kiii…!!

    Pada balapan utama GP Aragon hari Minggu, Miller sempat tampil menjanjikan dengan merangkak naik dari posisi ke-13 ke urutan ke-9 di lap-lap awal. Namun, memasuki lap ke-16, kelemahan daya pacu Yamaha V4 mulai terseok-seok saat Enea Bastianini menyalipnya di trek lurus, disusul oleh Brad Binder (KTM) pada lap ke-22.

    “Saya sudah memberikan segalanya. Sayangnya, kami harus menyerahkan posisi kepada para pembalap KTM di akhir balapan. Saya mencoba menyulitkan Enea dengan melakukan pengereman lambat (late braking), tetapi pada akhirnya dia menyalip saya di pertengahan trek lurus… dan Brad melakukan hal yang sama,” ungkap Miller.

    Miller mengakui defisit top speed hingga 10 km/jam dibanding mesin KTM RC16 membuat usahanya di area pengereman menjadi sia-sia begitu memasuki trek lurus panjang.

    Meski mengeluhkan performa mesin di jalan lurus, rider asal Australia ini memberikan pujian tinggi untuk kelincahan sasis Yamaha V4 saat melibas tikungan. Pada sesi Sprint Race hari Sabtu—saat ia finis ke-10 sebagai pembalap Yamaha terbaik—data telemetri menunjukkan kecepatan tikungan yang sangat kompetitif.

    • Kecepatan Sektor 4: Di Sektor 4 (area yang mencakup tikungan terakhir berkarakter cepat sebelum garis finish), Miller yang menggunakan kombinasi ban Medium-Medium mencatatkan waktu 24,936 detik.

    • Menempel Marc Marquez: Catatan waktu Sektor 4 milik Miller tersebut hanya terpaut 0,003 detik dari Marc Marquez (24,933 detik) yang menunggangi Ducati Desmosedici.

    “Motor ini bekerja sangat baik di tikungan, saya tidak bisa menyalahkannya sama sekali. Kemarin di Sprint Race, kecepatan saya di sektor terakhir hampir setara dengan Marc Marquez, dan saya pastikan kecepatan itu bukan datang dari trek lurus! “Jika kamu menambahkan 20 hp lagi, itu tentu akan mengubah karakternya. Namun di luar itu, kami mampu membalikkan keadaan dalam waktu yang cukup singkat. Ini adalah sepeda motor yang benar-benar baru, jadi kami melakukan apa yang kami bisa” tegas Miller.

    Last…Pada balapan utama (Main Race), Miller terpaksa merubah gaya balapnya untuk menjaga daya tahan ban depan. Hal tersebut berdampak pada penurunan roll speed di tikungan. Mengingat tingginya tingkat graining pada ban depan saat Sprint Race, Miller memilih untuk tidak terlalu memaksakan front-end di balapan utama. Karena harus menjaga usia ban, keunggulan roll speed Yamaha V4 tidak bisa dimaksimalkan secara agresif seperti saat Sprint Race, yang membuat motor mengalami understeer saat ban mulai tergerus….(iwb)

  • Breaking !! Yamaha Rilis New YZF Race Model 2027…edian makin Kayak lele cak !!!

    Breaking !! Yamaha Rilis New YZF Race Model 2027…edian makin Kayak lele cak !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Yamaha Motor secara resmi mengumumkan pembukaan kran pemesanan untuk YZF-R1 Race Base Model musim 2027 di pasar Jepang per 1 September 2026. Motor yang dirancang khusus untuk kebutuhan kompetisi sirkuit dan balap jalan raya ini dijual dengan sistem order-made (pesanan terbatas) seharga 2.442.000 Yen (sekitar Rp260 jutaan) dan dijadwalkan resmi meluncur pada 26 Februari 2027. Yang menarik cak karena motor sudah dibekali winglet…wahhh sangarrr cak. Tapi winglet memang sukses membuat sosoknya makin jadi kayak ikan leleee….

    Sebagai unit Race Base, superbike ini tidak memenuhi syarat legalitas jalan raya (non-street legal). Seluruh komponen kelengkapan lalu lintas dicopot langsung dari pabrik untuk mereduksi bobot dan mempermudah tim balap melakukan modifikasi bodi (racing fairing).

    Komponen standar yang dilepas:

    • Lampu utama (headlamp), lampu posisi, dan lampu belakang

    • Lampu sein (flasher), spion, dan klakson

    • Fender / spakbor belakang dan pelindung lumpur

    • Jok serta footstep pembonceng

    • Tool kit bawaan dan setrip grafis bodi

    ” Gambaran sosok nanti….”

    Sebagai kompensasi, Yamaha menyertakan paket peningkat performa balap khusus yang dikirimkan terpisah dari unit motor:

    1. Wire Harness Set: Kabel bodi khusus kelistrikan sirkuit.

    2. ECU Balap & Software F.I. Matching: Konsumen wajib memilih salah satu dari dua opsi spesifikasi ECU saat pemesanan:

      • Spesifikasi SBK: Disesuaikan untuk regulasi kelas JSB1000 atau EWC (World Endurance Championship).

      • Spesifikasi SST: Disesuaikan untuk regulasi kelas ST1000 atau Stock Superbike.

    YZF-R1 Race Base tetap mengandalkan karakter khas mesin 997 cc, 4-silinder segaris, DOHC, berpendingin cairan dengan teknologi Crossplane Crankshaft (CP4). Mesin ini menyemburkan tenaga maksimum 200 PS (147 kW) pada 13.500 rpm dan torsi puncak 113 Nm pada 11.500 rpm.

    Sektor sasis dan pengereman mendapat peningkatan fitur yang diturunkan langsung dari pengembangan YZF-R1 edisi terbaru:

    • Winglet Karbon Aero: Penggunaan aerodynamic winglet berbahan serat karbon di area front cowl yang diadopsi dari teknologi Yamaha YZR-M1 MotoGP untuk memberikan downforce tambahan pada roda depan saat akselerasi tinggi.

    • Pengereman Brembo Stylema: Sektor pengereman depan mengandalkan kaliper monoblok Brembo Stylema yang dipadukan dengan radial master cylinder Brembo guna menyajikan daya cengkeram instan serta fading resistance yang stabil.

    • Suspensi KYB Independent Damping: Peredam kejut depan KYB mengusung mekanisme pemisah fungsi redaman tekan (compression) dan balik (rebound) di sisi kiri dan kanan untuk pengendalian sasis yang presisi di sirkuit.

    Last….langkah Yamaha menghadirkan YZF-R1 Race Base 2027 menjadi bukti komitmen pabrikan garputala dalam mendukung penjenjangan balap privatir maupun tim profesional di tingkat nasional hingga internasional. Karena ini adalah versi race base cak….motor ini memang tidak akan sama seperti versi jalan raya. Apakah akan masuk Indonesia ?? kayaknya sih negatif cak…sayang sekali….(iwb)

    Tabel Spesifikasi Teknis Yamaha YZF-R1 Race Base

    Parameter Detail Spesifikasi
    Mesin 997 cc, 4-Stroke, DOHC, 4-Katup, Parallel-4 (Crossplane)
    Bore × Stroke 79,0 mm × 50,9 mm
    Rasio Kompresi 13,0 : 1
    Tenaga Maksimum 147 kW (200 PS) / 13.500 rpm
    Torsi Maksimum 113 Nm (11,5 kgf·m) / 11.500 rpm
    Dimensi (P × L × T) 2.055 mm × 690 mm × 1.165 mm
    Jarak Sumbu Roda (Wheelbase) 1.405 mm
    Tinggi Jok 761 mm
    Bobot Basah 201 kg
    Kapasitas Tangki BBM 17,0 Liter (Bensin Oktan Tinggi)
    Transmisi Manual 6-Percepatan (Constant Mesh)
    Sistem Pengereman Depan: Cakram Ganda (Brembo Stylema) | Belakang: Cakram Tunggal
    Ukuran Ban Depan: 120/70ZR17M/C | Belakang: 190/55ZR17M/C
    Harga Resmi (Jepang) 2.442.000 Yen (Termasuk Pajak)