Iwanbanaran.com – Cakkk….angelll cakkk, angelll emang. Walaupun IWB sebelumnya sempat membahas mengenai dosa Munoz, namun penting rasanya membahas perihal penalti yang ternyata juga mengejutkan Veda. Menurutnya…penalti tersebut diluar dugaan karena dia merasa bersih dan terukur. Tidak heran penalti tsb disebut sebagai konspirasi Eropa yang sedang berjalan ? Nahh untuk menggambarkan seperti apa yang dirasakan Veda, IWB sudah siapkan pernyataan lengkapnya pasca race Austria kemarin….
Veda mengakui bahwa dia merasa sangat nyaman dengan motornya. Hingga ketemu Munoz yang akhirnya terjadi insiden yang berbuah Penalti. Namun Veda menganggap…Penalti tsb mengejutkan…
” Ya Alhamdulillah saya bisa finish di zona poin lagi di posisi 13 dan ya jalannya balapan saya hanya mencoba untuk start bagus dan mencoba untuk improve di setiap lap nya dan ya akhirnya saya saya bisa fight sempat posisi empat dan ya jalannya balapan selama balapan saya memang normal. ” dalam balapan ada kontaknya rider lain dan saya harus dikenakan long lap di tiga lap terakhir dan Dan ya, tapi saya tidak merasa terlalu agresif overtake rider lain dan saya hanya normal overtake. Cuman ya, saya hanya melakukan apa yang dikasih jadi long lap.
” Di lap ketiga saya mencoba untuk melakukan long lap. tapi saya gagal karena saya menginjak track limit dan akhirnya di last lap saya mencoba lagi dan ya senang bisa kembali fight di group dan saya juga punya feeling bagus di motor selama balapan dan juga saya rasa saya improve gimana saya riding dengan motor dan ya balapan selanjutnya akan di Asia Motegi dan pastinya saya sudah ada pengalaman di sana. Saya akan mencoba untuk tetap stay dan ya saya akan melakukan yang terbaik untuk di Motegi terima kasih “ seru Veda…
Veda memang jauh lebih kencang dari pada Munoz cak. Berdasarkan data lembar waktu (lap times) IWB analisis perbandingan kecepatan antara pembalap Indonesia Veda Ega Pratama (Honda Team Asia) dan David Muñoz (Liqui Moly Dynavolt Intact GP). Dan ini hasilnya…
Analisis Perbandingan Kecepatan
-
Konsistensi & Total Lap: David Muñoz menyelesaikan 16 lap sebelum mengalami insiden dan keluar dari balapan di lap ke-16. Di sisi lain, Veda Ega Pratama menunjukkan daya tahan fisik dan ritme luar biasa dengan menuntaskan total 20 lap penuh.
-
Catatan Waktu Terbaik (Best Lap): Veda mencatatkan waktu terbaik di angka 1’40.268 (pada lap ke-7), sementara Muñoz membukukan waktu terbaik 1’40.483 (pada lap ke-8). Ini membuktikan bahwa dalam hal kecepatan punic (pace murni), Veda sedikit lebih unggul dalam menemukan catatan waktu lap tercepat.
-
Sektor demi Sektor: Perhatikan sektor keempat (pemisah waktu terakhir/kecepatan tikungan akhir), Veda konsisten bermain di kisaran angka 18.9 hingga 19.1 detik dengan titik puncaknya di angka 18.911 detik pada lap ke-7. Kecepatan tertinggi Veda (top speed via catatan sensor) juga sempat menyentuh angka 222.9 km/jam pada lap ke-3.
Kecepatan Veda Ega Pratama di atas kuda besi Honda Moto3 sungguh di luar nalar dan mencerminkan mentalitas petarung sejati. Memulai balapan dari posisi grid yang cukup jauh di belakang (posisi ke-19), Veda sama sekali tidak mengendurkan gasnya. Ia langsung memperlihatkan race pace yang sangat agresif dan trengginas sejak lampu start padam, melibas satu per satu pembalap di depannya dengan determinasi tinggi untuk merangsek ke barisan depan.
Konsistensi ritme balap Veda patut diacungi jempol. Di tengah tekanan grup tengah yang sangat ketat dan berbahaya, ia mampu mencatatkan waktu lap yang stabil di kisaran 1 menit 40 detik kecil secara konstan. Puncaknya, ia menunjukkan kecepatan puncaknya saat menembus catatan waktu 1’40.268, sebuah bukti sahih bahwa potensi motor dan kapasitas skill balapnya sudah berada di level pebalap top dunia.
Tidak berhenti sampai di situ, mental baja Veda terlihat jelas tatkala ia sanggup menembus posisi empat besar, membuktikan daya gedornya yang luar biasa saat bertarung melawan nama-nama besar di grup depan. Bahkan setelah insiden sengit dan hukuman long lap penalty yang mendera akibat duel ketat dengan David Muñoz, Veda tetap menunjukkan stamina dan kecepatan luar biasa hingga menyelesaikan total 20 lap penuh. Performanya hari ini menegaskan bahwa Veda Ega Pratama memang lebih kencang dari Munoz, sayang insiden merenggut posisi 4 yang sudah diraih Veda. Apakah ada konspirasi Eropa ?? kalau soal itu seharusnya nggak cak karena semua ditangani secara profesional walaupun keputusan FIM Steward mengecewakan kita semua…..piye menurut sampeyan ?? (iwb)
Leave a Reply