Category: Lainnya

  • Wowww….Veda Ega Melesat pada Opening FP1 Silverstone Cakkk !!

    Wowww….Veda Ega Melesat pada Opening FP1 Silverstone Cakkk !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…Veda Ega Pratama (#6), sukses mencuri perhatian dalam sesi Free Practice 1 (FP1) Qatar Airways Grand Prix of Great Britain di Sirkuit Silverstone. Mengendarai Honda NSF250R milik Honda Team Asia, Veda menorehkan waktu lap impresif 2 menit 11,085 detik dan mengamankan posisi ke-6 dari total 26 pebalap dunia. Veda Ega Melesat pada Opening FP1 Silverstone Cakkk !!

    Hasil ini menempatkan Veda hanya terpaut 0,532 detik dari pebalap tercepat David Almansa (2’10.553). Bahkan, Veda hanya berjarak sangat tipis 0,010 detik dari Marco Morelli di P5 dan 0,035 detik dari pebalap papan atas Honda, Adrian Fernandez yang menghuni P3. Oke…mari kita bedah data lapnya dibawa sini cak…

    Pos Pebalap Tim / Motor Waktu Lap Gap ke P1 Top Speed
    1 David Almansa Liqui Moly Dynavolt Intact GP (KTM) 2’10.553 233.7 km/h
    2 Scott Ogden CIP Green Power (KTM) 2’10.956 +0.403 234.2 km/h
    3 Adrian Fernandez Leopard Racing (HONDA) 2’11.050 +0.497 236.3 km/h
    4 Joel Kelso GRYD Racing (HONDA) 2’11.070 +0.517 234.7 km/h
    5 Marco Morelli CFMOTO Valresa Aspar Team (KTM) 2’11.075 +0.522 237.3 km/h
    6 Veda PRATAMA Honda Team Asia (HONDA) 2’11.085 +0.532 232.7 km/h
    7 Maximo Quiles CFMOTO Valresa Aspar Team (KTM) 2’11.097 +0.544 232.7 km/h

    Data lembar timing resmi menunjukkan kecepatan puncak (top speed) Veda di trek lurus berada di angka 232,7 km/jam, lebih rendah dibanding pebalap seperti Morelli (237,3 km/jam). Namun, Veda sangat digdaya di sektor-sektor teknis:

    • Sektor 1 (T1): Mengukir waktu 29,363 detik (Tercepat ke-4), membuktikan keberaniannya di pengereman kencang Abbey dan Village.

    • Sektor 3 (T3): Menorehkan 20,100 detik (Tercepat ke-6) di kompleks tikungan cepat Maggotts, Becketts, dan Chapel.

    • Sektor 4 (T4): Mencatat 45,585 detik (Tercepat ke-5).

    Karakter gaya balap Veda yang halus dan berani di titik masuk tikungan (corner entry) sangat cocok dengan tata letak mengalir (flowing) Sirkuit Silverstone.

    Screenshot

    Silverstone merupakan salah satu sirkuit terpanjang di kalender balap (5,9 km) dengan variasi tikungan cepat yang menuntut hafalan racing line yang presisi. Sering kali pebalap butuh waktu beberapa sesi untuk adaptasi, namun Veda membuktikan kapasitasnya dengan langsung menembus papan atas sejak sesi latihan pembuka.

    Kombinasi waktu sektor terbaik Veda menghasilkan Ideal Lap Time (IT) sebesar 2’11.018. Waktu terbaiknya di lintasan (BT) tercatat 2’11.085. Delta selisih yang hanya 0,067 detik membuktikan bahwa Veda mampu menyatukan performa terbaik tiap sektor dalam satu putaran utuh tanpa melakukan kesalahan fatal maupun melebar.

    Last…Veda mencetak waktu lap terbaiknya pada lap ke-13 dari total 14 lap yang ia jalani. Ini menandakan strategi manajemen ban dan pembangunan rasa percaya diri yang berjenjang hingga puncak performa di akhir sesi. Kita tunggu saja next session apakah Veda masih bisa improve atau sebaliknya ?? Kita pantau terus cak…(iwb)

     

  • Veda Ega Sudah Tiba di Silverstone….Harus waspada Pada Hakim Danish !!

    Veda Ega Sudah Tiba di Silverstone….Harus waspada Pada Hakim Danish !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pebalap muda berbakat Indonesia, Veda Ega Pratama, bersiap melakoni tantangan besar pada lanjutan seri Moto3 musim 2026 di Sirkuit Silverstone, Inggris, akhir pekan ini (7–9/8). Balapan ini bakal menjadi momen penting bagi Veda untuk mempertahankan tren positif sekaligus memperkokoh posisinya di papan atas klasemen sementara. Yup…Veda Ega Sudah Tiba di Silverstone….Waktunya Bangkit ??

    Saat ini, pebalap binaan Astra Honda Racing Team yang membela Honda Team Asia tersebut bertengger di peringkat ke-6 klasemen sementara dengan torehan 90 poin. Raihan ini terbilang impresif bagi seorang rookie yang sudah mengoleksi dua kali podium di Brasil dan Prancis. Veda kini berpeluang besar menembus posisi 5 besar, hanya terpaut 19 angka dari pebalap Spanyol, David Almansa.

    Meski demikian, Silverstone menyajikan tantangan tersendiri. Lintasan sepanjang 5,89 kilometer dengan 18 tikungan ini belum pernah dijajal Veda di ajang mana pun sebelumnya, baik di Asia Talent Cup maupun Red Bull Rookies Cup.

    Maksimalkan Kelincahan Honda

    Sirkuit Silverstone dikenal memiliki karakter fast and flowing yang menguji keberanian dan presisi. Sektor ketiga—terdiri dari rangkaian tikungan cepat Maggotts, Becketts, dan Chapel (T10–T13)—menjadi area krusial. Karakter lincah sasis Honda NSF250R diyakini bakal memberi keuntungan bagi Veda di sektor teknis ini.

    “Target utama di sesi latihan bebas Jumat adalah langsung menemukan rhythm dan adaptasi racing line. Jika bisa langsung mengamankan slot di Kualifikasi 2 (Q2) tanpa melewati Q1, peluang untuk meraih posisi start terdepan akan jauh lebih besar,” serunya…

    Tantangan utama Veda ada di trek lurus panjang seperti Hangar Straight. Di kelas Moto3 yang identik dengan pack racing (rombongan rapat), kemampuan memanfaatkan slipstream atau mencuri angin di titik pengereman keras seperti Tikungan 3 (Village), Tikungan 6 (Brooklands), dan Tikungan 14 (Stowe) akan menjadi kunci penentu kemenangan.

    Persaingan Ketat Rombongan Depan

    Persaingan di Silverstone diprediksi berlangsung sengit. Selain harus mewaspadai pimpinan klasemen Maximo Quiles dan barisan pebalap KTM/CFMoto, Veda juga harus mengawasi pergerakan rival terdekatnya asal Malaysia, Hakim Danish, yang berada di posisi ke-7 dengan selisih hanya 4 poin.

    Jika mampu menjaga konsistensi pengereman dan cerdik mengeksekusi strategi di lap-lap terakhir, peluang Veda untuk kembali membawa kibaran Merah Putih ke podium Silverstone sangat terbuka lebar. Goooo Vedaaa….(iwb)

    Jadwal Moto3 Silverstone 2026:

    • Jumat (7/8): Free Practice & Practice 1

    • Sabtu (8/8): Practice 2 & Kualifikasi (Q1 & Q2)

    • Minggu (9/8): Race Utama

  • Breaking !! Sirkuit Mugello minta korban…seorang Pembalap dilaporkan meninggal crash !!

    Breaking !! Sirkuit Mugello minta korban…seorang Pembalap dilaporkan meninggal crash !!

    Iwanbanaran.com – Caakkk….Kabar duka yang sangat menyayat hati baru saja datang dari lintasan balap legendaris Italia, Sirkuit Mugello. Dunia balap dan track day internasional berduka setelah salah satu rider dilaporkan meninggal dunia akibat insiden tragis yang melibatkan tumpahan oli di lintasan. Kabar memilukan ini dikonfirmasi langsung oleh pihak penyelenggara acara, No Limits Trackdays—salah satu penyedia layanan track day terbesar asal Inggris yang menggelar acara bertajuk European Track Day di Mugello bekerjasama dengan DG Events

    Berdasarkan laporan resmi yang dilansir dari Crash.net, insiden mengerikan ini bermula ketika salah satu sepeda motor peserta mengalami kerusakan mekanis (mechanical failure) di tengah sesi latihan/trackday. Kerusakan tersebut menyebabkan ceceran oli dalam jumlah signifikan terlempar dan mengontaminasi permukaan aspal Sirkuit Mugello. Sayangnya, kondisi ini terjadi sangat cepat sehingga beberapa pebalap yang melaju tepat di belakangnya tidak sempat menghindar.

    “Beberapa pebalap di belakangnya terjebak oleh kontaminasi oli tersebut dan terjatuh dari sepeda motor mereka,” tulis keterangan resmi No Limits Trackdays.

    Sesi track day langsung dihentikan seketika dengan kibatan bendera merah (red flag). Tim medis darurat Sirkuit Mugello dengan cepat diterjunkan ke lokasi kejadian untuk memberikan penanganan intensif. Namun, meski tim medis telah bertindak cepat dan profesional, nyawa salah satu rider tidak dapat diselamatkan akibat cedera fatal yang dialaminya. Demi menghormati privasi pihak keluarga yang sedang berduka, identitas pebalap yang meninggal dunia tersebut saat ini belum dipublikasikan ke publik.

    Managing Director No Limits Trackdays, Mark Neate, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas tragedi yang menimpa anggotanya tersebut.

    “Dengan rasa sedih yang mendalam, kami mengonfirmasi kehilangan seorang pebalap menyusul insiden di Sirkuit Mugello selama acara European track day kami, yang diselenggarakan bekerja sama dengan DG Events… Kehilangan pebalap ini adalah duka yang akan kami pikul dalam waktu yang sangat lama,” ungkap Mark Neate.

    Pihak penyelenggara memastikan bakal kooperatif penuh dengan pihak berwenang di Italia untuk mengusut tuntas penyebab serta detail insiden ini. Selain itu, No Limits Trackdays juga akan melakukan evaluasi dan peninjauan internal secara menyeluruh terkait prosedur keselamatan acara bersama pengelola Sirkuit Mugello.

    No Limits Trackdays sendiri bukanlah nama baru di dunia otomotif, Cak. Mereka sudah memfasilitasi para pecinta kecepatan di berbagai sirkuit kondang Britania Raya dan Eropa selama lebih dari 30 tahun. Bagi mereka dan komunitas balap, insiden ini merupakan pukulan yang amat berat. Sirkuit Mugello yang terkenal dengan karakteristik high-speed dan trek lurus panjang memang selalu menuntut kesiapan fisik, kendaraaan, serta standar keselamatan ekstra tinggi. Tragedi ini menjadi pengingat pahit bagi kita semua bahwa motorsport tetaplah olahraga yang penuh risiko, di mana kondisi teknis sekecil apa pun di lintasan bisa berdampak fatal. Mari kita berdoa semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan. Rest in peace, Speed Racer…. (IWB)

  • MotoJunior Perancis : Ramadhipa bertekad Hancurkan Pasukan Eropa…Goooo !!!

    MotoJunior Perancis : Ramadhipa bertekad Hancurkan Pasukan Eropa…Goooo !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Kabar membanggakan dan membakar semangat kembali datang dari kancah balap internasional. Yup, talenta muda kebanggaan Tanah Air, M. Rama Putra Ramadhipa, siap kembali menghentak panggung lintasan Eropa! Pembalap belia asal Sleman, Yogyakarta yang baru berusia 16 tahun ini memasang target tinggi: membidik podium ketiganya musim ini pada putaran keempat Kejuaraan Dunia Junior Moto3 yang bakal digelar di Sirkuit Nevers Magny-Cours, Prancis. Ramadhipa bertekad Hancurkan Pasukan Eropa…Goooo !!!

    Performa doi musim ini emang luar biasa konsisten dan bikin merinding, cak! Setelah sukses mengamankan podium ketiga di Barcelona serta menyegel kemenangan manis di Estoril, Ramadhipa bertekad melipatgandakan daya juangnya untuk melanjutkan tren positif ini. Saat ini, posisi Ramadhipa di klasemen sementara cukup menggiurkan, yakni bercokol di peringkat keempat dengan raihan 60 poin. Jaraknya cuma terpaut tipis, 9 angka saja dari pemuncak klasemen!

    IWB catat, putaran di Magny-Cours ini bakal menjadi laga krusial alias laga pamungkas bagi Ramadhipa bersama Honda Asia Dream Racing Junior Team sebelum memasuki masa jeda musim panas yang berlangsung lebih dari satu bulan. Mengingat poinnya saat ini sama persis dengan dua pembalap di sekitarnya, plus selisih 5 pembalap teratas cuma berjarak 13 poin, peluang Ramadhipa untuk memangkas jarak atau bahkan mengkudeta posisi puncak klasemen sangat terbuka lebar, cak! Juoss tenan!

    Jika ditengok dari rekam jejak tiga seri awal, kepiawaian pemuda Sleman ini memang patut diacungi dua jempol. Doi selalu berhasil menyapu bersih posisi finish di 7 besar. Satu-satunya momen apes cuma terjadi pada Race 2 di Jerez, di mana peluang meraih kemenangan yang sudah di depan mata terpaksa sirna akibat insiden diseruduk pembalap lain saat berduel sengit di lap terakhir. Sakit emang, tapi mentalitasnya nggak goyah sedikit pun!

    Gimana nggak makin percaya diri, pembalap yang menunggangi Honda NSF250RW ini datang ke Magny-Cours membawa modal angin segar dan motivasi setinggi langit. Pasalnya, di ajang lain yakni Red Bull Rookies Cup yang berlangsung di Jerman baru-baru ini, Ramadhipa berhasil mengamankan kemenangan keduanya musim ini! Kemenangan tersebut makin menegaskan statusnya sebagai salah satu kandidat terkuat peraih gelar juara musim 2026.

    IWB teringat, Sirkuit Magny-Cours sendiri sebenarnya punya memori dan histori yang sangat manis buat Ramadhipa. Di lintasan legendaris Prancis inilah musim lalu doi mengukir sejarah manis dengan meraih kemenangan perdananya di ajang European Talent Cup—sekaligus mempersembahkan piala kemenangan pertama bagi Indonesia di ajang tersebut! Saat itu, dalam balapan wet race alias guyuran hujan deras, Ramadhipa tampil bak kesetanan dengan manuver ciamik menyalip rival-rivalnya di lap pamungkas. Juozzz!

    Nah, setahun berselang, kondisinya diprediksi bakal jauh berbeda karena gelombang panas yang sedang melanda benua Eropa. Namun cuaca ekstrem tak melunturkan nyalinya. Ramadhipa bertekad mengulang memori indah tersebut, kali ini di kelas yang lebih bergengsi, Moto3 Junior World Championship!

    Buat penjenengan yang mau mengawal perjuangan pembalap kita, berikut jadwal lengkap rangkaian balap di Magny-Cours akhir pekan ini (waktu setempat):

    • Jumat: Free Practice 1 (10.30) dan Free Practice 2 (15.05)

    • Sabtu: Practice (10.20) menentukan kelulusan ke Q1 & Q2, dilanjutkan Kualifikasi (16.05)

    • Minggu: Race penentuan sepanjang 15 lap (13.00)

    Race hari Minggu ini dipastikan bakal menyajikan duel yang amat sangat panas dan krusial untuk menentukan siapa pembalap yang berhak memasuki jeda musim panas sebagai sang penguasa klasemen. Mari kita doakan sama-sama makin lancar, tumpakan Honda NSF250RW-nya makin ngacir, dan bendera Merah Putih bisa kembali berkibar gagah di podium tertinggi Magny-Cours! Ramadhipa… Gasss poll rem blong, Gazzzzz! (IWB)

  • Veda Ega Pratama di Moto3 Jerman : Start Ke-13, Finis Ke-8, dan Kembali Salip Hakim Danish !!

    Veda Ega Pratama di Moto3 Jerman : Start Ke-13, Finis Ke-8, dan Kembali Salip Hakim Danish !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…..Veda Ega Pratama, kembali menunjukkan performa gemilang dalam lanjutan Kejuaraan Dunia Moto3 2026 di Sirkuit Sachsenring, Jerman, Minggu (12/7/2026). Membalap untuk Honda Team Asia, Veda sukses melakukan aksi comeback impresif dengan finis di posisi kedelapan setelah memulai balapan dari grid ke-13. Start Ke-13, Finis Ke-8, dan Kembali Salip Hakim Danish !!

    Jalannya Balapan: Duel KTM vs CFMOTO

    Memulai balapan dari posisi terdepan (Pole Position), Brian Uriarte langsung memimpin rombongan sejak lampu hijau menyala. Namun, ia tidak bisa bernapas lega karena Maximo Quiles (CFMOTO Gaviota Aspar Team) terus menempel ketat di posisi kedua. Quiles bahkan sempat mencetak rekor putaran tercepat balapan yang baru (Fastest Lap) pada putaran ke-3 dengan catatan waktu 1 menit 25,227 detik.

    Pertarungan sengit di grup depan melibatkan lima pembalap teratas yang terus saling tekan hingga putaran terakhir. Uriarte akhirnya berhasil menyentuh garis finis pertama dengan total waktu 33 menit 2,694 detik, hanya unggul tipis 0,063 detik dari Quiles yang harus puas berada di tempat kedua. Podium ketiga berhasil diamankan oleh pembalap asal Italia, Matteo Bertelle (LEVEL UP – MTA), yang finis 5,053 detik di belakang sang pemenang.

    Veda Pratama Tampil Solid, Raih Top Speed Tertinggi

    Pembalap muda asal Indonesia yang membela Honda Team Asia, Veda Pratama, menunjukkan performa yang sangat impresif. Mengawali balapan dengan baik, Veda berhasil menjaga konsistensi di tengah ketatnya persaingan sirkuit Sachsenring yang pendek dan teknis.

    Veda akhirnya menyentuh garis finis di posisi ke-8 dengan catatan waktu total 33 menit 18,351 detik (selisih 15,657 detik dari Uriarte). Menariknya, data performa mencatat bahwa Veda Pratama sukses menorehkan kecepatan puncak tertinggi (Event Best Maximum Speed) sepanjang akhir pekan ini, yakni mencapai 216,4 km/jam yang ia cetak saat sesi balapan berlangsung, mengungguli motor-motor KTM yang mendominasi grid.

    Analisis Performa Sektor: Di Mana Veda Pratama Mengungguli Lawan?

    Sirkuit Sachsenring terkenal dengan karakternya yang pendek (3,7 km), sempit, dan didominasi oleh tikungan ke kiri yang mengalir konlong (flowing). Berdasarkan data catatan waktu per sektor, berikut adalah peta kekuatan Veda Pratama:

    • Sektor 1 (Tikungan 1 hingga Tikungan 3): Sektor pembuka yang lambat dan teknis setelah lintasan lurus utama. Di sini, Veda Pratama mencatatkan waktu yang cukup konsisten, namun sering kali tertahan oleh kepadatan rombongan. Keunggulan top speed motor Honda miliknya baru terlihat saat ia melakukan late-braking di Tikungan 1 (Omega).

    • Sektor 2 & 3 (Tikungan 4 hingga Tikungan 10 – The Waterfall Pre-stage): Ini adalah area mengalir di mana pembalap harus menjaga momentum sudut kemiringan motor. Sektor ini didominasi oleh motor-motor KTM dan CFMOTO yang memiliki kelincahan sasis sedikit lebih unggul di tikungan kiri beruntun. Veda kehilangan rata-rata 0,15 hingga 0,2 detik per putaran di area ini dibanding kelompok lima besar terdepan.

    • Sektor 4 (Tikungan 11 The Waterfall hingga Lintasan Lurus Utama): Sektor ini menjadi panggung utama bagi Veda Pratama. Tikungan 11 (The Waterfall) yang merupakan turunan buta berkecepatan tinggi ke arah kanan membutuhkan nyali besar. Keberanian Veda di titik ini, dikombinasikan dengan akselerasi keluar dari Tikungan 13, memungkinkannya mencetak kecepatan puncak tertinggi akhir pekan ini di angka 216,4 km/jam. Keunggulan aerodinamika dan manajemen girboks di trek lurus ini menjadi senjata utama Veda untuk melakukan aksi salip (overtaking) sebelum garis finis.

    Head-to-Head Honda Team Asia: Veda Pratama vs Eddie O’Shea

    Balapan GP Jerman 2026 ini menunjukkan dinamika yang menarik di dalam garasi Honda Team Asia. Meskipun kedua pembalap berhasil mengamankan poin ganda untuk tim, Veda Pratama berhasil mengungguli rekan setimnya, Eddie O’Shea, lewat performa yang lebih klinis.

    Metrik Evaluasi Veda Pratama (Posisi 8) Eddie O’Shea (Posisi 10)
    Total Waktu Balapan 33 menit 18,351 detik 33 menit 18,483 detik
    Selisih Waktu (Gap) +15,657 detik dari P1 +15,789 detik dari P1
    Waktu Putaran Terbaik 1 menit 25,985 detik (Lap 3) 1 menit 26,012 detik (Lap 5)
    Kecepatan Puncak (Top Speed) 216,4 km/jam (Event Best) 213,8 km/jam
    Konsistensi Paruh Kedua Stabil di kisaran 1’26,2 – 1’26,5 Fluktuatif akibat degradasi ban belakang

    Catatan Kekuatan Veda

    1. Manajemen Ban: Di paruh pertama balapan (hingga lap 10), O’Shea sempat menempel ketat Veda dengan selisih kurang dari 0,2 detik. Namun memasuki paruh kedua, gaya balap Veda yang lebih halus di tikungan panjang Sachsenring membuat ban belakangnya bertahan lebih baik. Hasilnya, Veda mampu mempertahankan ritme di angka 1 menit 26,3 detik, sementara O’Shea mulai kedodoran dan turun ke ritme 1 menit 26,7 detik.

    2. Duel Lap Terakhir: Pada putaran penentu, O’Shea mencoba memanfaatkan slipstream Veda di sektor terakhir. Namun, keunggulan top speed Veda (216,4 km/jam) membuatnya mampu mempertahankan posisi ke-8 di garis finis, hanya unggul tipis 0,132 detik dari Ryusei Yamanaka (P9) dan Eddie O’Shea (P10) yang finis hampir bersamaan.

    Catatan waktu terbaik per putaran milik Veda dibukukan pada putaran ke-3 dengan waktu 1 menit 25,985 detik. Hasil finis ke-8 ini memberinya tambahan 8 poin penting untuk klasemen kejuaraan dunia cak

    Banyak Pembalap Tumbang

    Karakter sirkuit Sachsenring yang menuntut konsistensi memakan banyak korban. Tercatat beberapa pembalap mengalami kecelakaan (crashed out) dan gagal finis, di antaranya:

    • Valentin Perrone dan Marcos Uriarte langsung terlibat insiden di putaran pembuka (putaran 1).

    • Casey O’Gorman sempat terjatuh pada putaran ke-7, masuk ke pit, kembali ke lintasan, sebelum akhirnya resmi menyudahi balapan di dalam pit pada putaran ke-15.

    • Scott Ogden terjatuh pada putaran ke-7 namun masih bisa melanjutkan balapan hingga finis di posisi 17.

    • Joel Esteban dan Adrian Cruces mengalami kecelakaan bersamaan pada putaran ke-7 dan harus dibawa ke Medical Centre.

    Last….Veda akhirnya menyentuh garis finis di peringkat ke-8 dengan selisih waktu +15,657 detik dari sang pemenang balapan, Brian Uriarte. Keberhasilan mengamankan posisi 10 besar ini sekaligus membawa angin segar bagi posisinya di papan klasemen kejuaraan dunia. Dengan finis di posisi kedelapan, Veda berhak membawa pulang tambahan 8 poin. Hasil ini membuat posisinya di klasemen sementara Kejuaraan Dunia Moto3 kembali menyalip rival sengitnya asal Malaysia, Hakim Danish. Pada balapan kali ini, Hakim Danish yang membela tim AEON Credit – MT Helmets – MSI hanya mampu finis di posisi ke-12 dan mendapatkan 4 poin. Berkat hasil tersebut, Veda Ega Pratama kini naik ke peringkat ke-6 klasemen sementara dengan total koleksi 90 poin, unggul empat angka atas Hakim Danish yang menguntit di peringkat ke-7 dengan 86 poin dari sebelumnya sama-sama 82 poin.  Performa solid di GP Jerman 2026 ini menjadi modal berharga bagi Veda Pratama untuk terus bersaing di papan atas Moto3 dan menjaga momentum positif pada seri-seri berikutnya. Gooo Vedaaaa….(iwb)

    Hasil Balapan Moto3 Jerman 2026 (Top 10):

    1. Brian Uriarte (SPA) – KTM | 33’02.694

    2. Maximo Quiles (SPA) – KTM | +0.063

    3. Matteo Bertelle (ITA) – KTM | +5.053

    4. Marco Morelli (ARG) – KTM | +5.060

    5. Rico Salmela (FIN) – KTM | +5.139

    6. Adrian Fernandez (SPA) – HONDA | +8.626

    7. Jesus Rios (SPA) – HONDA | +11.418

    8. Veda Pratama (INA) – HONDA | +15.657

    9. Ryusei Yamanaka (JPN) – KTM | +15.774

    10. Eddie O’Shea (GBR) – HONDA | +15.789

  • Mengintip Potensi Veda Ega di Sachsenring Moto3…ban kanan bahaya !!

    Mengintip Potensi Veda Ega di Sachsenring Moto3…ban kanan bahaya !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Melihat karakteristik Sirkuit Sachsenring, Jerman, sirkuit ini punya keunikan yang sangat ekstrem dan menuntut gaya balap yang sangat spesifik. Sebagai pembalap muda Indonesia yang sedang meniti karier di kejuaraan Eropa/internasional (seperti Red Bull Rookies Cup atau JuniorGP), Sachsenring akan menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi Veda Ega Pratama. Berikut adalah analisis potensi, kekuatan, dan tantangan Veda Ega di Sachsenring…

    Sisi bagusnya cak…Jerman bukan sirkuit baru pertama yang akan dirasakan Veda, Pada kedatangan pertamanya di musim 2024 saat RBRC, performa Veda di Sachsenring sebenarnya cukup menantang karena ia masih dalam proses adaptasi penuh dengan sirkuit-sirkuit Eropa. Saat itu, ia finis di posisi ke-12 pada Race 1 dan posisi ke-15 pada Race 2. Namun, lonjakan performa yang luar biasa justru terjadi pada musim keduanya di 2025. Di sirkuit yang sama, Veda berhasil menunjukkan perkembangan yang sangat matang:

    • Race 1 (2025): Berhasil finis di posisi ke-4, nyaris mengamankan podium setelah bertarung sengit di kondisi trek yang basah dan licin.

    • Race 2 (2025): Veda tampil menggila dan berhasil meraih posisi ke-1 (Juara!) setelah memenangkan duel super padat yang melibatkan belasan pembalap, lalu melepaskan diri di 3 lap terakhir.

    Jadi, selain punya modal data dari tahun 2024, Veda datang ke Sachsenring dengan status sebagai pemenang balapan (race winner) di sirkuit ini pada musim lalu. Memori kemenangan manis di 2025 inilah yang membuat rasa percaya dirinya pasti berlipat ganda untuk balapan kali ini.

    Karakteristik Sachsenring vs Gaya Balap Veda

    Sachsenring adalah sirkuit anti-clockwise (berputar berlawanan arah jarum jam) yang sangat ketat, pendek (3,7 km), dan didominasi oleh tikungan kiri.

    • Dominasi Tikungan Kiri (The “Waterfall”): Ada 10 tikungan kiri dan hanya 3 tikungan kanan. Veda harus sangat kuat dalam menjaga pace saat motor miring ke kiri dalam waktu yang lama.

    • Sirkuit Teknis dan Sempit: Sirkuit ini tidak punya trek lurus yang sangat panjang. Kecepatan puncak (top speed) bukan segalanya di sini; yang paling penting adalah kelincahan perpindahan bobot (agility) dan manajemen ban.

    Potensi dan Kekuatan Veda yang Bisa Dimanfaatkan

    • Kemampuan Adaptasi Cepat: Salah satu kelebihan Veda yang terlihat sejak di Asia Talent Cup (ATC) hingga kompetisi Eropa adalah kemampuannya membaca sirkuit baru dengan cepat. Karakter Sachsenring yang mengalir (flowing) di sektor tengah membutuhkan feeling motor yang halus, sesuatu yang menjadi keunggulan Veda.

    • Kelihaian di Tikungan Mengalir (Flowing Corners): Veda sangat kuat di tikungan-tikungan cepat yang membutuhkan corner speed tinggi. Sektor belakang Sachsenring yang menurun dan cepat (terutama area Waterfall menuju Tikungan 12) akan menguji nyali dan kontrol gasnya. Jika dia bisa menemukan ritme di area ini, dia bisa sangat kompetitif.

    • Mental Bertarung di Grup Padat: Balapan kelas junior di Sachsenring hampir selalu menghasilkan pack racing (rombongan padat) karena slipstream di trek lurus utama masih cukup berpengaruh sebelum masuk Tikungan 1. Veda sudah teruji secara mental dan taktis dalam duel jarak dekat hingga lap terakhir.

    Tantangan Utama yang Harus Diwaspadai

    • Sektor 1 yang Lambat dan “Tricky”: Tikungan 1 hingga Tikungan 3 adalah area lambat yang sering memicu kecelakaan di awal balapan. Veda harus pintar menempatkan posisi motor agar tidak terjebak traffic atau insiden dari pembalap lain.

    • Manajemen Ban Sisi Kiri: Karena terus-menerus menikung ke kiri, temperatur ban sisi kiri akan sangat panas, sementara sisi kanan akan mendingin. Tantangan terbesar Veda adalah saat masuk ke Tikungan 11 (Ralf Waldmann corner)—sebuah tikungan kanan cepat yang sangat menuntut cengkeraman setelah sekian lama ban sisi kanan tidak menyentuh aspal. Banyak pembalap hebat highside atau lowside di sini karena ban kanan terlalu dingin (cold tyre side).

    • Kualifikasi adalah Kunci: Karena sirkuit ini sempit dan susah untuk menyalip (hard to overtake) di beberapa sektor, posisi start (kualifikasi) akan sangat menentukan. Jika Veda bisa mengamankan start di 2 baris terdepan (top 6), peluangnya untuk podium sangat terbuka.

    Last…Sachsenring adalah sirkuit yang memisahkan pembalap yang mengandalkan tenaga motor dengan pembalap yang punya bakat murni dalam hal handling. Secara potensi, Veda Ega punya modal besar untuk tampil impresif di sini. Gaya balapnya yang presisi dan berani bertarung di tikungan cepat sangat cocok dengan karakter sektor 2 dan 3 Sachsenring. Target yang realistis namun optimis untuk Veda di sirkuit ini (tergantung pada kelas dan kompetisi spesifik yang diikutinya saat ini) adalah bertarung di grup depan untuk memperebutkan podium, asalkan dia bisa langsung nyetel sejak sesi latihan bebas (FP1) dan mengamankan posisi kualifikasi yang baik. Gooo Vedaa !! (iwb)

  • Veda Ega akui lakukan kesalahan…” Feeling motor bagus…” !!

    Veda Ega akui lakukan kesalahan…” Feeling motor bagus…” !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pembalap rookie andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, harus menelan pil pahit pada balapan utama Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit TT Assen, Minggu (28/6/2026) sore WIB. Sempat tampil memukau bahkan memimpin jalannya balapan, pembalap Honda Team Asia itu gagal membawa pulang poin setelah mengalami kecelakaan (crash) di lap kedelapan. Dalam wawancara pasca race, Veda Ega akui lakukan kesalahan…” Feeling motor bagus, tapi sayang aku lakukan kesalahan…” !! (more…)

  • Pertempuran Kualifikasi Moto3 Assen : Veda Ega sukses Start ke 7…Gazzz !!!

    Pertempuran Kualifikasi Moto3 Assen : Veda Ega sukses Start ke 7…Gazzz !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Luar biasa! Perjuangan tanpa lelah ditunjukkan oleh pembalap muda andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, pada sesi kualifikasi Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit ikonik TT Assen. Sempat terseok-seok di sesi latihan, pembalap berjuluk The Rocket Boy ini membuktikan mental petarungnya dengan sukses mengamankan posisi start ke-7 untuk balapan utama. Keberhasilan ini menjadi modal berharga bagi Veda untuk melanjutkan tren positifnya di musim debut (rookie) kelas Moto3….!!!

    Perjalanan Veda di Sirkuit Assen akhir pekan ini sebenarnya tidak dimulai dengan mulus cak. Pada sesi Practice hari Jumat, pembalap asal Gunungkidul ini sempat tertahan di posisi ke-23. Begitu pula di sesi FP2 hari Sabtu siang, di mana ia menempati posisi ke-13. Akibat hasil tersebut, pembalap Honda Team Asia bernomor motor #9 ini harus rela berjuang dari sesi Kualifikasi 1 (Q1) terlebih dahulu. Peraturannya ketat: Veda wajib finis di posisi 4 besar pada Q1 jika ingin menembus Q2 dan memperebutkan posisi start terdepan. Di sinilah kelas Veda terlihat. Di bawah tekanan besar, ia berhasil tampil lepas, mencatatkan waktu impresif, dan lolos ke sesi Q2…

    Memasuki Q2 yang diisi oleh 18 pembalap tercepat, persaingan makin memuncak. Sirkuit Assen yang dikenal sebagai The Cathedral of Speed menuntut presisi tinggi karena tikungan-tikungannya yang mengalir cepat (fast and flowing). Disini cak..kembali Veda terbukti mampu menjinakkan karakter sirkuit legendaris ini. Ia sukses mempertajam catatan waktunya hingga berhasil mengunci posisi ke-7. Inipun Veda sempat nangkring diposisi terbaik ke 3 cukup lama sebelum jebol di akhir lap oleh para pembalap lain. Hasil ini membuatnya berhak memulai balapan dari baris ketiga (Row 3), sementara posisi terdepan (pole position) direbut oleh Maximo Quiles.

    Catatan Menarik: Posisi start ke-7 ini sangat krusial bagi Veda. Berkaca pada balapan sebelumnya di Brno (GP Ceko), Veda harus menerima penalti ekstrem turun 12 grid sehingga harus start dari P20, namun ia tetap mampu melakukan comeback gila untuk finis di posisi ke-5! Kali ini, dengan posisi start yang jauh lebih ideal di baris ketiga, peluang Veda untuk bertarung memperebutkan podium terbuka sangat lebar.

    Last….Hingga seri ke-10 ini, Veda Ega Pratama kokoh berada di peringkat ke-6 klasemen sementara Moto3 2026 dengan raihan 82 poin. Di kategori pembalap pendatang baru, ia bertengger di posisi kedua klasemen Rookie of the Year, menempel ketat Brian Uriarte di posisi puncak (92 poin). Balapan utama Moto3 Belanda 2026 akan berlangsung sepanjang 20 lap. Dengan modal start dari baris ketiga dan ritme balap (race pace) yang dikenal sangat stabil, mari kita dukung penuh Veda Ega Pratama agar bisa kembali mengibarkan Merah Putih di podium Assen! Goooo….(iwb)

    Hasil kualifikasi Moto3 Assen

    Pos No Pembalap Tim Waktu Terbaik Gap P1
    1 28 Máximo Quiles CFMOTO Gaviota Aspar Team 1:40.132
    2 66 Joel Kelso GRYD Racing 1:40.153 +0.025
    3 51 Brian Uriarte Red Bull KTM Ajo 1:40.434 +0.300
    4 97 Marco Morelli CFMOTO Gaviota Aspar Team 1:40.455 +0.324
    5 11 Adrián Cruces CIP Green Power 1:40.456 +0.326
    6 22 David Almansa Liqui Moly Dynavolt Intact GP 1:40.617 +0.485
    7 9 Veda Ega Pratama Honda Team Asia 1:40.698 +0.560
    8 83 Alvaro Carpe Red Bull KTM Ajo 1:40.729 +0.590
    9 94 Guido Pini Leopard Racing 1:40.731 +0.609
    10 31 Adrián Fernández Leopard Racing 1:40.761 +0.630
    11 88 Marcos Uriarte Liqui Moly Dynavolt Intact GP 1:40.781 +0.657
    12 6 Ryusei Yamanaka AEON Credit – MT Helmets – MSI 1:40.790 +0.669
    13 18 Matteo Bertelle LEVEL UP – MTA 1:40.860 +0.738
    14 67 Casey O’Gorman SIC58 Squadra Corse 1:40.920 +0.791
    15 8 Eddie O’Shea GRYD Racing 1:41.080 +0.951
    16 13 Hakim Danish AEON Credit – MT Helmets – MSI 1:41.130 +1.006
    17 27 Rico Salmela Red Bull KTM Tech3 1:41.160 +1.037
    18 19 Scott Ogden CIP Green Power 1:41.650 +1.526
  • Analisa Potensi Veda Ega Race Assen Moto3….bakal Berbahaya ??

    Analisa Potensi Veda Ega Race Assen Moto3….bakal Berbahaya ??

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Akhir pekan ini, Sirkuit TT Assen yang legendaris akan menjadi saksi perjuangan Veda Ega Pratama di seri ke-10 Moto3 2026. Dengan julukan “Cathedral of Speed”, trek ini terkenal dengan karakteristiknya yang cepat dan mengalir sebuah tantangan yang sangat dinantikan oleh pembalap berusia 17 tahun asal Gunungkidul ini. Pertanyannya…gimana potensi Veda di Assen Moto3 ? ini dia cak analisanya…

    Penampilan Veda di Sirkuit Brno, Ceko, pekan lalu menjadi bukti nyata ketangguhannya. Meskipun terkena penalti turun 12 grid yang membuatnya start dari urutan ke-20, ia langsung tancap gas dan berhasil menembus posisi 11 di lap pertama cak. Bukan cuma itu, Veda juga mencatatkan rekor lap tercepat dengan waktu 2 menit 4,524 detik, yang menjadi bukti kecepatan murninya di atas motor Honda NSF250RW . Ia bahkan sempat bersaing di grup depan dan berhasil menyalip beberapa pembalap KTM, termasuk Alvaro Carpe di lap terakhir. Hasil ini membawanya finis di posisi kelima, hanya tertinggal 0,9 detik dari pemenang balapan . Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, pun memuji perjuangan Veda dan berharap ia bisa melanjutkan tren positif ini .

    Karakter Sirkuit Assen yang cepat dan mengalir membuat adaptasi menjadi kunci utama. Veda sendiri mengaku sangat antusias menghadapi tantangan ini .

    “Sekarang kami berada di Assen… Sirkuitnya terlihat sangat menarik karena cepat dan mengalir, jadi saya pikir ini akan menjadi tantangan yang bagus.” ujar Veda .

    Musim ini, Veda telah menunjukkan kemampuan adaptasi yang luar biasa. Ia sudah mengoleksi 82 poin dan berada di peringkat keenam klasemen, hanya terpaut 4 poin dari posisi lima besar.  Dua podium (Brasil dan Prancis) serta hasil konsisten di lima besar menjadi bukti bahwa ia bukan lagi “pendatang baru” yang mudah terkejut. Tantangan terbesar Veda di Assen tetap sama: melawan dominasi motor KTM. Di Brno, ia adalah satu-satunya pembalap Honda yang mampu bersaing dengan lima pembalap KTM di grup depan.  Meskipun motor Honda masih tertinggal dalam hal kecepatan puncak, Veda mampu mengkompensasinya dengan kemampuan late braking dan konsistensi di tikungan…

    Aspek Catatan
    Posisi Klasemen Peringkat 6 (82 poin) 
    Poin dari Posisi 5 Terpaut 4 poin dari Marco Morelli (77 poin) 
    Klasemen Rookie Peringkat 2 (di bawah Brian Uriarte) 
    Target Minimal Finis di posisi 10 besar untuk menambah poin
    Target Maksimal Podium (jika kualifikasi lancar dan start di barisan depan)

    Bagi sebagian pembalap rookie, sirkuit Eropa sering kali menyulitkan karena mereka harus menghafal racing line dari nol. Beruntung bagi Veda, TT Circuit Assen bukan trek yang asing.

    Saat berlaga di ajang pencarian bakat Red Bull Rookies Cup musim 2024, pembalap asal Gunungkidul ini sudah pernah mencicipi aspal Assen. Catatan performanya kala itu terbilang impresif bagi seorang pendatang baru dari Asia:

    • Race 1: Finis di posisi ke-4

    • Race 2: Finis di posisi ke-7

    Pengalaman berharga dua tahun lalu ini membuat Veda sudah memiliki pemahaman mendasar (baseline data) mengenai titik pengereman, perubahan arah, dan karakter grip sirkuit. Sirkuit Assen dijuluki sebagai “The Cathedral of Speed”. Trek sepanjang 4,54 km ini memiliki 18 tikungan (12 kanan, 6 kiri) dengan lintasan lurus terpendek (hanya 487 meter).

    • Karakter Trek (Fast and Flowing): Assen menuntut kecepatan mengalir yang konstan. Perubahan arah motor terjadi sangat cepat (khususnya di sektor akhir sebelum chicane menuju garis finis). Pembalap tidak boleh melakukan kesalahan sekecil apa pun saat transisi menikung karena taruhannya adalah kehilangan momentum kecepatan.

    • Tantangan Motor Honda NSF250RW: Salah satu tantangan terbesar Veda pekan ini adalah adaptasi gaya balap untuk memaksimalkan motor Hondanya. Motor Moto3 Honda musim ini dikenal butuh presisi tinggi saat masuk tikungan (corner entry) agar bisa mengimbangi akselerasi motor KTM yang dominan di tikungan patah. Karena Assen mengutamakan cornering speed, Veda dituntut bermain sangat halus dan presisi.

    Meskipun potensi podium sangat terbuka lebar, ada dua catatan merah dari manajer tim (Hiroshi Aoyama) yang wajib diperbaiki oleh Veda pekan ini:

    1. Hindari Penalti Sanksi: Dalam beberapa seri terakhir, Veda sempat terkena pinalti karena dinilai melakukan pelanggaran saat sesi latihan atau kualifikasi (seperti berkendara terlalu lambat di jalur balap/riding slowly). Di Moto3, memulai balapan dari posisi belakang akibat penalti sangat menguras fisik dan berisiko tinggi terlibat kecelakaan di lap-lap awal.

    2. Mengejar Barisan Depan saat Kualifikasi (Q2): Veda harus bisa mengamankan posisi start minimal di dua baris terdepan (posisi 1–6). Karakter Assen yang mengalir membuat rombongan depan biasanya langsung melesat dan memisahkan diri dengan cepat. Jika Veda bisa start di depan, peluangnya untuk slipstream (memanfaatkan pusaran angin pembalap di depan) demi mengamankan podium ketiga kalinya musim ini (setelah GP Brasil dan GP Prancis) akan sangat terbuka.

    Last…Jika Veda mampu menjaga kedisiplinan sejak sesi latihan bebas ($FP$) hari Jumat hingga kualifikasi hari Sabtu tanpa terkena penalti, Veda Ega Pratama sangat berpotensi finis di posisi 5 besar, bahkan kembali bertarung memperebutkan podium ke-3. Karakter sirkuit Assen yang mengalir sangat cocok dengan talenta alaminya yang agresif namun rapi dalam menjaga momentum speed. Balapan utama (Race 20 Laps) akan berlangsung hari Minggu, 28 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. Mari kita kawal terus perjuangan rider masa depan Indonesia ini! Goooo Vedaaa !! (iwb)

  • Moto3 Brno : Veda Ega Finish ke 5 Start ke 20…Record pecah, Asli jantungan cakkkk !!

    Moto3 Brno : Veda Ega Finish ke 5 Start ke 20…Record pecah, Asli jantungan cakkkk !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pembalap muda kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama, baru saja menyuguhkan salah satu aksi comeback paling spektakuler di ajang Kejuaraan Dunia Moto3 2026. Berkompetisi di Grand Prix Republik Ceko, Veda menunjukkan mentalitas petarung sejati dengan membelah rombongan pembalap, dari posisi start ke-20 hingga berhasil menyentuh garis finis di urutan ke-5. Ini adalah manuver spartan sejati yang membuat IWB jantungan cakkkkk !!!

    Balapan kelas Moto3 di Sirkuit Automotodrom Brno, Ceko (Minggu, 21 Juni 2026) benar-benar menyajikan tontonan yang menegangkan cak. Pertarungan ketat di grup depan menghasilkan drama hingga garis finis, dengan lima pembalap teratas hanya terpaut kurang dari 1 detik! Perjuangan Veda dari Barisan Belakang Memulai balapan dari grid ke-20 tentu bukan skenario ideal bagi pembalap manapun. Namun, sejak lampu merah padam, Veda langsung tampil agresif sekaligus taktis. Berdasarkan data ritme balap (fast lap sequence), Veda mampu menjaga konsistensi kecepatan yang luar biasa di setiap putaran. Ia menyalip belasan pembalap di depannya dengan pengereman tajam dan racing line yang sangat rapi. Alih-alih merusak ban karena memacu motor terlalu keras di awal, Veda justru menunjukkan manajemen ban dan mesin yang sangat matang…

    Meski harus puas finis di posisi ke-5 dengan selisih tipis +0,900 detik dari sang juara, Veda berhasil menorehkan tinta emas di Brno cak. Rider asal Gunung Kidul ini resmi memecahkan rekor lap tercepat balapan (New Lap Record) Brno pada Lap ke-4 dengan catatan waktu fantastis 2 menit 04,524 detik! Lap time ini bahkan mengalahkan all time record Pini (KTM 2025) yang menorehkan waktu 2 menit 05.019 Detik !! Ini waktu pole lho cak. Sedang dibandingkan dengan best race lap sangat jauh hampir satu detik dibandingkan record Rueda (KTM 2025) yang menorehkan 2 menit 05.454 detik. Ediannn !!! Kecepatan Veda rata-ratanya menyentuh 156,2 Km/jam, membuktikan bahwa ia punya pace yang sangat kompetitif untuk bersaing di level dunia. Catatan fast lap-nya pada pertengahan hingga akhir balapan membuktikan bahwa ia memiliki pace yang selevel—bahkan di beberapa sektor lebih cepat—dibandingkan para pembalap di rombongan terdepan (leading group)…..

    Suhu lintasan yang mencapai 43°C membuat jalannya balapan 16 lap ini menjadi ujian berat bagi fisik dan ban para pembalap. Banyak rider bertumbangan dan gagal finis akibat kehilangan daya cengkeram. Di antaranya adalah Joel Esteban dan Casey O’Gorman yang mengalami kecelakaan cukup parah hingga harus dilarikan ke Medical Centre. Drama juga terjadi di lap terakhir ketika Eddie O’Shea dan Rico Salmela terlibat insiden kecelakaan beruntun saat mencoba berebut posisi, beruntung kedua pembalap dinyatakan baik-baik saja (Rider OK). Race Brno ini dimenangkan Rider asal Malaysia, Hakim Danish (AEON Credit – MT Helmets – MSI), sukses keluar sebagai pemenang setelah Quliles melakukan kesalahan nabrak Uriarte sehingga Hakim mampu menerobos dari P3. Hakim finis pertama dengan total waktu 33 menit 34,264 detik, disusul ketat oleh Brian Uriarte di posisi kedua (+0,466s) dan Maximo Quiles di podium ketiga (+0,629s).

    Last..Dengan hasil GP Czechia ini, Maximo Quiles makin kokoh berada di puncak Klasemen Sementara Pembalap dengan raihan 186 poin. Sementara itu, posisi kedua ditempati oleh Alvaro Carpe dengan 121 poin. Berkat tambahan 11 poin krusial dari Brno, Veda Pratama kini bertengger di peringkat ke-6 dunia dengan total 82 poin, menempel ketat Marco Morelli di posisi 5 besar. Sementara sang pemenang balapan, Hakim Danish, naik ke posisi ke-7 dengan mengemas 73 poin. Luarr biasaaa…Gooo Vedaa !! (iwb)

    Hasil Akhir Balapan Moto3 Ceko (Top 10)

    Pos No Pembalap Tim Motor Gap ke P1
    1 13 Hakim DANISH AEON Credit – MT Helmets – MSI KTM
    2 51 Brian URIARTE Red Bull KTM Ajo KTM +0.466
    3 28 Maximo QUILES CFMOTO Gaviota Aspar Team KTM +0.629
    4 22 David ALMANSA Liqui Moly Dynavolt Intact GP KTM +0.741
    5 9 Veda PRATAMA Honda Team Asia HONDA +0.900
    6 83 Alvaro CARPE Red Bull KTM Ajo KTM +0.906
    7 97 Marco MORELLI CFMOTO Gaviota Aspar Team KTM +10.724
    8 66 Joel KELSO GRYD Racing HONDA +10.925
    9 19 Scott OGDEN CIP Green Power KTM +11.080
    10 73 Valentin PERRONE Red Bull KTM Tech3 KTM +11.394