Category: Lainnya

  • Veda Kaget kena Penalti…Konspirasi Eropa berjalan ?!

    Veda Kaget kena Penalti…Konspirasi Eropa berjalan ?!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….angelll cakkk, angelll emang. Walaupun IWB sebelumnya sempat membahas mengenai dosa Munoz, namun penting rasanya membahas perihal penalti yang ternyata juga mengejutkan Veda. Menurutnya…penalti tersebut diluar dugaan karena dia merasa bersih dan terukur. Tidak heran penalti tsb disebut sebagai konspirasi Eropa yang sedang berjalan ? Nahh untuk menggambarkan seperti apa yang dirasakan Veda, IWB sudah siapkan pernyataan lengkapnya pasca race Austria kemarin….

    Veda mengakui bahwa dia merasa sangat nyaman dengan motornya. Hingga ketemu Munoz yang akhirnya terjadi insiden yang berbuah Penalti. Namun Veda menganggap…Penalti tsb mengejutkan…

    ” Ya Alhamdulillah saya bisa finish di zona poin lagi di posisi 13 dan ya jalannya balapan saya hanya mencoba untuk start bagus dan mencoba untuk improve di setiap lap nya dan ya akhirnya saya saya bisa fight sempat posisi empat dan ya jalannya balapan selama balapan saya memang normal. ” dalam balapan ada kontaknya rider lain dan saya harus dikenakan long lap di tiga lap terakhir dan Dan ya, tapi saya tidak merasa terlalu agresif overtake rider lain dan saya hanya normal overtake. Cuman ya, saya hanya melakukan apa yang dikasih jadi long lap.

    ” Di lap ketiga saya mencoba untuk melakukan long lap. tapi saya gagal karena saya menginjak track limit dan akhirnya di last lap saya mencoba lagi dan ya senang bisa kembali fight di group dan saya juga punya feeling bagus di motor selama balapan dan juga saya rasa saya improve gimana saya riding dengan motor dan ya balapan selanjutnya akan di Asia Motegi dan pastinya saya sudah ada pengalaman di sana. Saya akan mencoba untuk tetap stay dan ya saya akan melakukan yang terbaik untuk di Motegi terima kasih “ seru Veda…

    Veda memang jauh lebih kencang dari pada Munoz cak. Berdasarkan data lembar waktu (lap times) IWB analisis perbandingan kecepatan antara pembalap Indonesia Veda Ega Pratama (Honda Team Asia) dan David Muñoz (Liqui Moly Dynavolt Intact GP). Dan ini hasilnya…

    Analisis Perbandingan Kecepatan

    • Konsistensi & Total Lap: David Muñoz menyelesaikan 16 lap sebelum mengalami insiden dan keluar dari balapan di lap ke-16. Di sisi lain, Veda Ega Pratama menunjukkan daya tahan fisik dan ritme luar biasa dengan menuntaskan total 20 lap penuh.

    • Catatan Waktu Terbaik (Best Lap): Veda mencatatkan waktu terbaik di angka 1’40.268 (pada lap ke-7), sementara Muñoz membukukan waktu terbaik 1’40.483 (pada lap ke-8). Ini membuktikan bahwa dalam hal kecepatan punic (pace murni), Veda sedikit lebih unggul dalam menemukan catatan waktu lap tercepat.

    • Sektor demi Sektor: Perhatikan sektor keempat (pemisah waktu terakhir/kecepatan tikungan akhir), Veda konsisten bermain di kisaran angka 18.9 hingga 19.1 detik dengan titik puncaknya di angka 18.911 detik pada lap ke-7. Kecepatan tertinggi Veda (top speed via catatan sensor) juga sempat menyentuh angka 222.9 km/jam pada lap ke-3.

    Kecepatan Veda Ega Pratama di atas kuda besi Honda Moto3 sungguh di luar nalar dan mencerminkan mentalitas petarung sejati. Memulai balapan dari posisi grid yang cukup jauh di belakang (posisi ke-19), Veda sama sekali tidak mengendurkan gasnya. Ia langsung memperlihatkan race pace yang sangat agresif dan trengginas sejak lampu start padam, melibas satu per satu pembalap di depannya dengan determinasi tinggi untuk merangsek ke barisan depan.

    Konsistensi ritme balap Veda patut diacungi jempol. Di tengah tekanan grup tengah yang sangat ketat dan berbahaya, ia mampu mencatatkan waktu lap yang stabil di kisaran 1 menit 40 detik kecil secara konstan. Puncaknya, ia menunjukkan kecepatan puncaknya saat menembus catatan waktu 1’40.268, sebuah bukti sahih bahwa potensi motor dan kapasitas skill balapnya sudah berada di level pebalap top dunia.

    Tidak berhenti sampai di situ, mental baja Veda terlihat jelas tatkala ia sanggup menembus posisi empat besar, membuktikan daya gedornya yang luar biasa saat bertarung melawan nama-nama besar di grup depan. Bahkan setelah insiden sengit dan hukuman long lap penalty yang mendera akibat duel ketat dengan David Muñoz, Veda tetap menunjukkan stamina dan kecepatan luar biasa hingga menyelesaikan total 20 lap penuh. Performanya hari ini menegaskan bahwa Veda Ega Pratama memang lebih kencang dari Munoz, sayang insiden merenggut posisi 4 yang sudah diraih Veda. Apakah ada konspirasi Eropa ?? kalau soal itu seharusnya nggak cak karena semua ditangani secara profesional walaupun keputusan FIM Steward mengecewakan kita semua…..piye menurut sampeyan ?? (iwb)

  • Moto3 akan pakai Mesin Yamaha…nasib Veda Ega gimana ???

    Moto3 akan pakai Mesin Yamaha…nasib Veda Ega gimana ???

    Iwanbanaran.com – Cakkk…seperti yang sampeyan semua tahu, Dunia balap Grand Prix kelas ringan tengah bersiap menyambut revolusi terbesar dalam sejarah modernnya. Mulai musim 2028 hingga 2033, Yamaha resmi meneken kontrak jangka panjang eksklusif dengan Dorna Sports untuk bertindak sebagai pemasok tunggal (single-supplier) sepeda motor di kelas Moto3. Keputusan strategis ini otomatis mengakhiri era panjang mesin 250cc silinder tunggal yang selama ini dikuasai oleh pabrikan raksasa seperti Honda dan KTM. Sebagai tahap awal, fase transisi dan pengujian perdana prototipe motor baru ini dijadwalkan mulai bergulir pada tahun 2027, sebelum akhirnya seluruh tim di grid wajib menggunakan spesifikasi dari pabrikan Iwata tersebut pada musim 2028. Pertanyaannya….Moto3 akan pakai Mesin Yamaha…nasib Veda gimana ???

    Sebagai informasi….perubahan regulasi ini tidak hanya menyangkut pergantian merek, melainkan perombakan total pada arsitektur mesin dan performa motor. Yamaha dikabarkan akan mengadopsi basis mesin produksi massal berteknologi CP2 (Parallel Twin dengan crankshaft 270 derajat) yang serupa dengan lini populer mereka seperti Yamaha MT-07 atau YZF-R7. Kendati demikian, mesin ini akan mengalami re-engineering secara masif oleh divisi balap untuk diubah menjadi prototipe balap murni. Jika versi jalan rayanya memiliki tenaga sekitar 73 hingga 74 dk dengan bobot basah mencapai 180 kg lebih, mesin Moto3 versi Yamaha ini diproyeksikan mampu memuntahkan tenaga hingga 95 dk dengan bobot motor yang dipangkas drastis menjadi hanya sekitar 120 kg.

    Lonjakan power-to-weight ratio yang sangat signifikan ini dipadukan dengan dimensi sasis baru yang lebih ideal. Desain ergonomi tersebut sengaja disesuaikan untuk mengakomodasi postur fisik pembalap muda masa kini yang cenderung semakin tinggi, sehingga posisi tuck-in di atas motor menjadi jauh lebih natural dan aerodinamis. Terus bagaimana Nasib Veda Ega Pratama sebagai Pembalap Honda?

    Nahh..ini banyak ditanyakan ke IWB cak. Transformasi masif ini langsung memicu tanda tanya besar di kalangan penggemar balap tanah air, terutama terkait nasib pembalap muda berbakat Indonesia, Veda Ega Pratama, yang saat ini meniti karier di bawah naungan ekosistem Honda. Menanggapi situasi ini, ada beberapa aspek penting mengenai proyeksi karier Veda di tengah transisi pabrikan tersebut:

    1. Jangka Waktu dan Fase Transisi: Regulasi baru pemasok tunggal Yamaha baru akan efektif berlaku pada tahun 2028. Mengingat Veda tengah berjuang menapaki tangga karier internasional saat ini, ia masih memiliki rentang waktu di musim-musim sebelumnya (2026 dan 2027) untuk memaksimalkan potensinya di atas motor berspesifikasi Honda saat ini.

    2. Potensi Promosi ke Kelas Lebih Tinggi: Memasuki tahun 2028, usia dan progres performa Veda diprediksikan sudah semakin matang. Ada kemungkinan besar bahwa pada saat era mesin Yamaha dimulai, Veda sudah tidak lagi berada di kelas Moto3, melainkan telah melangkah naik untuk berkompetisi di kelas yang lebih tinggi seperti Moto2.

    3. Dinamika Tim Penjenjangan Asia: Selama ini, Veda merupakan salah satu produk kebanggaan dari program pembinaan Astra Honda Racing Team yang berkompetisi lewat struktur Honda TeamAsia. Ketika regulasi 2028 wajib menggunakan mesin Yamaha, tim-tim penjenjangan dari Asia ini mau tidak mau harus beradaptasi dengan regulasi baru atau melakukan penyesuaian struktural agar para pembalap binaan mereka tetap bisa bersaing di panggung kejuaraan dunia.

    4. Tantangan Adaptasi Pembalap Profesional: Sebagai seorang rider masa depan yang kompetitif, Veda dituntut memiliki fleksibilitas tinggi. Perubahan karakteristik dari mesin silinder tunggal ke platform dua silinder (parallel twin) Yamaha justru akan menjadi batu loncatan yang sangat berharga untuk mengasah teknik balapnya sebelum menembus level tertinggi di MotoGP.

    Transisi besar ini tidak hanya menjadi babak baru bagi regulasi teknik Grand Prix, tetapi juga menjadi tolok ukur penting bagi bagaimana para pembalap muda berbakat menyesuaikan diri dengan era modern balap motor dunia. Artinya apaaa ??

    Kalaupun masih tetap di Moto3, mau nggak mau Veda ataupun pembalap muda binaan AHRT akan tetap menyesuaikan regulasi cak. Yahh…mirip dengan masa lalu dimana Honda toh juga pernah menjadi pemasok mesin Moto2. Saat kelas Moto2 pertama kali dibentuk oleh Dorna Sports pada tahun 2010 untuk menggantikan kelas 250cc dua tak, Honda ditunjuk sebagai pemasok mesin tunggal resmi bagi seluruh tim di grid. Mesin yang digunakan adalah 4-silinder segaris berkapasitas 600 cc yang diambil dan disesuaikan dari motor sport komersial Honda CBR600RR. Meskipun mesinnya seragam memakai suplai dari Honda, tim-tim di Moto2 bebas menggunakan sasis buatan pabrikan atau chassis builder manapun, seperti Kalex, Suter, Moriwaki, FTR, hingga Tech3. Era mesin Honda di Moto2 ini berlangsung selama sembilan musim penuh, sebelum akhirnya digantikan oleh Triumph pada tahun 2019..

    Last…Meskipun Yamaha tidak memiliki tim pabrikan resmi di kelas Moto2 pada era mesin Honda 600cc (karena Yamaha saat itu lebih fokus di MotoGP dan WorldSSP), beberapa pembalap atau tim binaan satelit/akademi yang kelak lekat dengan Yamaha pernah merasakannya. Sebagai contoh, pembalap-pembalap didikan VR46 Academy (yang kini menjadi mitra dekat Yamaha) seperti Franco Morbidelli, Francesco Bagnaia, hingga Luca Marini semuanya pernah menjadi juara atau membalap di Moto2 menggunakan motor berselisih sasis bebas tetapi bermekanikal mesin Honda CBR600RR. Baru dalam beberapa tahun terakhir (terutama setelah era mesin beralih ke Triumph 765cc pada 2019 hingga ekspansi proyek balap mereka), Yamaha mulai membangun dan menurunkan struktur tim resmi di kelas Moto2 melalui kerja sama dengan struktur tim top, salah satunya menggandeng kolaborasi bLU cRU bersama Pramac Racing untuk mengawal skuad mereka di ajang Moto2 (yang diperkuat oleh pembalap seperti Izan Guevara). Jadi pembalap Honda pakai mesin Yamaha R7 di Moto3 ?? seharusnya tidak akan menjadi masalah dan pasti akan ada celah branding yang bisa digunakan nanti…kita tunggu saja cak…(iwb)

  • Ada apa dengan Veda ???

    Ada apa dengan Veda ???

    Iwanbanaran.com – Cakkk….perjalanan musim debut Veda Ega Pratama di ajang Kejuaraan Dunia Moto3 2026 bersama Honda Team Asia menyajikan cerita yang menarik untuk dibedah. Setelah menggebrak pada awal musim lewat torehan poin impresif termasuk finis sensasional di podium Grand Prix Brasil, grafik perolehan poin pembalap asal Gunungkidul ini justru menunjukkan tren fluktuatif cenderung melandai, bahkan beberapa kali nirpoin selepas paruh musim Eropa. Pertanyaannya….Ada apa dengan Veda Ega Pratama ???

    Jika ditarik garis performa mulai dari seri Jerman, Inggris, Aragon, hingga San Marino, grafik Veda memperlihatkan selang-seling antara zona poin dan hasil tanpa angka (0). Pertanyaan besar pun muncul: apakah penurunan tren ini murni karena kendala teknis pada perangkat motor Honda, ataukah para rival utama melaju begitu pesat sementara Veda menemui jalan terjal dalam adaptasi?…

    ” Pada Jumat, terutama dalam kondisi lintasan yang lembap, aku merasa sangat percaya diri dan bisa melaju dengan cepat. Namun, balapan sepenuhnya berlangsung dalam kondisi kering. Jadi, kondisinya berbeda.  Saat sesi latihan dan kualifikasi, aku sudah merasa ada beberapa hal yang masih perlu aku tingkatkan.  Kami mencoba melakukan sejumlah perubahan dan tim bekerja keras untuk membantuku. Sayang hasil balapan memang tidak sesuai dengan yang aku inginkan, tetapi kami melakukan beberapa perubahan dari Q2 menuju balapan dan aku merasa motor bergerak ke arah yang positif. Tentu saja, ini bukan hanya soal motor. Aku juga perlu meningkatkan kemampuan diri sendiri dan memahami bagian mana yang masih bisa aku perbaiki. Aku akan bekerja keras dalam beberapa hari ke depan karena Austria juga merupakan trek yang aku sukai. Kami akan menjalani balapan lagi pekan depan, jadi saya akan mengatur ulang semuanya dan berusaha memberikan yang terbaik di sana,” seru Veda setelah finish ke 18 di Misano…

    Pertanyaannya ada apa dengan Veda ?? Kenapa performa grafiknya cenderung turun ??

    Memang cak…Sebagai seorang rookie yang naik kelas setelah menjadi runner-up Red Bull MotoGP Rookies Cup, Veda dihadapkan pada ekosistem balap Grand Prix yang jauh lebih kompleks. Di kelas Moto3 cak, aspek set-up sasis dan manajemen ban menjadi penentu utama. Mulai paruh musim, tingkat keausan ban dan konsistensi cengkeraman (traksi) kerap menjadi sorotan utama bagi penunggang mesin Honda. Kendati demikian, Veda sendiri secara terbuka menyatakan tidak ingin menjadikan spesifikasi motor sebagai kambing hitam atas hasil-hasil sulit yang diterimanya. Ia menyadari bahwa sebagai debutan berusia 17 tahun, proses pembelajaran dalam memahami batasan maksimal motor secara konsisten di setiap karakter sirkuit masih terus berproses…

    Faktor eksternal tak kalah memegang peran penting. Para pesaing utama—terutama dominasi pembalap-pembalap muda di barisan terdepan seperti Máximo Quiles dan David Almansa telah melakukan lompatan besar dalam hal adaptasi kecepatan, terutama saat melakoni sesi latihan bebas (practice) hingga kualifikasi. Ketatnya persaingan di grup tengah membuat selisih catatan waktu antarpembalap begitu tipis, seringkali hanya terpaut sepersekian detik. Ketika seorang pembalap sedikit saja terlambat menemukan ritme terbaik di sesi kualifikasi—seperti yang sempat dialami Veda saat terlempar ke barisan belakang di Aragon maka peluang untuk merangsek ke grup depan saat race menjadi sangat berat akibat turbulensi angin (slipstream) dan agresivitas grup.

    Last….Meski grafik perolehannya fluktuatif di paruh kedua, posisi Veda di tangga klasemen sementara Moto3 2026 masih tertahan di peringkat ketujuh dengan koleksi 97 poin. Ini membuktikan bahwa fondasi kecepatan Veda sebenarnya sangat kompetitif. Tren melandai ini bukan sebuah kemunduran bakat, melainkan fase krusial pendewasaan mental dan teknik bagi sang rookie. Dengan sisa kalender balap yang masih panjang, evaluasi menyeluruh dari data telemetri bersama Honda Team Asia akan menjadi kunci bagi Veda untuk kembali menemukan konsistensi traksi dan ritme balapnya pada seri-seri berikutnya. Semoga saja Veda untuk bangkit dan mengamankan kembali finis 10 besar pada seri balap berikutnya di Austria…..(iwb)

  • Bikin Geger !! Veda Ega akan Gabung ke Aspar Team…????

    Bikin Geger !! Veda Ega akan Gabung ke Aspar Team…????

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….jagat balap motor maya mendadak dibuat gempar! Ada satu momen menarik yang bikin para Pecinta Racing cak, khususnya pendukung setianya Veda Ega Pratama, yang langsung pasang mata dan pasang telinga baik-baik. Gimana nggak bikin penasaran, akun Instagram resmi tim balap asal Spanyol yang terkenal bertaji di kancah Grand Prix, Aspar Team (@asparteam), tiba-tiba mengunggah potret jagoan muda kebanggaan kita, Veda Ega Pratama, bersanding bareng pebalap andalan mereka, Maximo Quiles! Wahhh ada angin apa ini ??? betulkah Veda Ega akan Gabung ke Aspar Team…????

    Kalau kita intip postingan resminya, Aspar Team memamerkan dua foto yang memperlihatkan Veda dan Maximo sedang berhenti di lintasan sirkuit, kompak menoleh ke arah belakang. Sambil mengunggah momen tersebut, mereka menuliskan takarir (caption) berbahasa Inggris: “What are these two doing here?” yang artinya kedua pembalap ini sedang ngapain ?? Sontak saja, kolom komentar langsung diserbu warganet sedunia. Ribuan reaksi langsung tumpah ruah. Mayoritas langsung ngeh dan sepakat menduga kalau unggahan ini bukan sekadar postingan iseng, melainkan sebuah “kode keras” alias sinyal kuat bursa transfer!

    Banyak netizen tanah air hingga mancanegara yang langsung melontarkan komentar penuh harap. Ada yang bilang, “Masuk radar nih,” ada pula yang menuliskan, “Here we go,” hingga celetukan blak-blakan dari suporter luar negeri yang ngebet melihat Veda di atas besutan motor Aspar musim depan: “He the next Quiles Aspar, give him your bike next year, promise. He has talent!”

    Tentu saja, spekulasi ini makin liar karena dinamika internal tim. Seperti yang kita tahu, Maximo Quiles dipastikan bakal naik kelas promosi ke kategori Moto2 bersama Aspar Team pada musim 2027 mendatang cak. Otomatis, slot panas di garasi Moto3 mereka bakal lowong, dan nama Veda Ega Pratama langsung dikait-kaitkan santer bakal jadi suksesor ideal.

    Namun, di sisi lain, banyak juga pengamat yang bersikap realistis, Cak. Nggak sedikit yang berpendapat kalau memboyong Veda bukanlah perkara mudah, mengingat talenta asal Gunungkidul ini masih berada di bawah naungan panji pabrikan sayap tunggal lewat Honda Team Asia. “Walaupun Aspar mau, tapi rasanya agak mustahil Honda melepas Veda begitu saja,” ulas salah satu netizen. Terus mana yang benerr ??

    Tentu saja cak, sebagai pemerhati dan memantau Veda sejak awal karir IWB setuju dengan opini terakhir dimana sulit jika Veda meninggalkan Honda. Banyak hal termasuk koneksi serta cemistry tim yang sangat kuat antara keduanya. Kiprah Veda tidak bisa lepas dari sumbangsih besar Honda. Apalagi bahkan seluruh biaya saat Veda di Spanyol juga ditanggung Honda. Namun kita juga heran, kenapa Aspar team memposting foto Veda dalam akun resminya ?? apakah hanya memancing perhatian netizen tanah air ?? jelas misteri tersebut hanya mereka yang tahu…

    Last….Aspar Team tertarik dengan Veda memang sudah cukup lama terdengar. Dan sepertinya isu ini bukan isapan jempol belaka. Hanya saja memang harus kita akui, pindah tim tentu nggak semudah membalikkan telapak tangan. Apakah Veda sudah siap gabung CFMoto lepas dari semua fasilitas yang diberikan Honda ?? Namun sebagai pembalap Veda memang berhak mendapatkan motor pemenang karena disanalah core riders sesungguhnya. Ini adalah tantangan besar bagi Honda jika ingin tetap mempertahankan Veda. Kita pantau dan tunggu sama-sama gebrakan selanjutnya. Monggo komentarnya…(iwb)

  • Kiandra Ramadhipa Menggila Sikat Posisi Enam Besar Race 2 Moto3 Junior Valencia 2026!

    Kiandra Ramadhipa Menggila Sikat Posisi Enam Besar Race 2 Moto3 Junior Valencia 2026!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Akhir pekan yang benar-benar bikin jantung berdegup kencang datang dari Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia. Pembalap kebanggaan tanah air kita, Kiandra Ramadhipa, kembali bikin penonton Indonesia tersenyum lebar lewat aksi comeback yang sungguh diluar dugaan! Yesss…Kiandra Ramadhipa Menggila Sikat Posisi Enam Besar Race 2 Moto3 Junior Valencia 2026!

    Memulai jalannya balapan kedua (Race 2) Moto3 Junior World Championship 2026 dari grid ke-12, jagoan asal Sleman, Yogyakarta ini sama sekali nggak ciut nyali. Sejak lampu start padam, pembalap yang membesut kuda besi Honda Asia-Dream Racing Junior Team langsung tancap gas, melesat bagai roket melewati barisan pembalap di depannya.

    The Power of Never Give Up! Di tengah gempuran rider-rider muda berbakat Eropa dan ketatnya barisan depan yang dipimpin oleh barisan rider CFMOTO Aspar Junior Team, Ramadhipa tampil sangat tenang namun mematikan cak. Liukan demi liukan diperagakan secara apik untuk merangsek ke grup depan.

    Hingga bendera finis dikibarkan, pembalap muda kita sukses menuntaskan 26 menit jalannya balapan yang menegangkan dan berhak mengamankan posisi keenam (P6)! Hebatnya lagi, selisih waktu dengan rombongan pemuncak sangat tipis bro, hanya terpaut sekitar 0,485 detik saja dari barisan terdepan! Sungguh perjuangan yang luar biasa, naik drastis dari posisi start ke-12 dan konsisten melawan gempuran lawan di sirkuit kandang matador Spanyol.

    Last…Hasil manis di Valencia ini melengkapi perjuangan akhir pekan yang solid bagi sang pembalap muda dalam mengumpulkan pundi-pundi poin penting di klasemen musim ini. Wihhh…bikin bangga Merah Putih cak! Kita doakan bersama semoga di seri-seri berikutnya Ramadhipa makin kesurupan kecepatan dan sukses mengibarkan bendera Indonesia di podium tertinggi! Gasss… (iwb)

    Hasil Race 2 Moto3 Junior 2026

    Posisi No Nama Pembalap Tim Negara Poin
    1 71 Carlos Cano CFMOTO Aspar Junior Team Spanyol +25
    2 17 Yaroslav Karpushin CFMOTO Aspar Junior Team +20
    3 69 Fernando Bujosa AC Racing Team Spanyol +16
    4 31 Giulio Pugliese CFMOTO Aspar Junior Team Italia +13
    5 57 Leonardo Zanni Momoven Racing Italia +11
    6 32 Kiandra Ramadhipa Honda Asia-Dream Racing Indonesia +10
    7 97 Ryota Ogiwara Asia Talent Team Jepang +9
    8 77 Kerman Tinez Team Monlau Motul Venezuela +8
    9 23 Travis Borg Team Monlau Motul Malta +7
    10 81 Matteo Gabarrini MTA Junior Team Italia +6

    Klasemen Moto3 Junior 2026

    Posisi No Nama Pembalap Tim Negara Poin Selisih
    1 71 Carlos Cano CFMOTO Aspar Junior Team Spanyol 144 –
    2 17 Yaroslav Karpushin CFMOTO Aspar Junior Team Rusia 109 -35
    3 31 Giulio Pugliese CFMOTO Aspar Junior Team Italia 101 -43
    4 23 Travis Borg Team Monlau Motul Malta 101 -43
    5 32 Kiandra Ramadhipa Honda Asia-Dream Racing Junior Team Indonesia 80 -64
    6 69 Fernando Bujosa AC Racing Team Spanyol 76 -68
    7 97 Ryota Ogiwara Asia Talent Team Jepang 73 -71
    8 57 Leonardo Zanni Momoven Racing Italia 69 -75
    9 85 Kiattisak Singhapong Honda Asia-Dream Racing Junior Team Thailand 61 -83
    10 11 David González AC Racing Team Spanyol 47 -97
  • Veda Menyerah pada Race Aragon…Kehabisan Ban !!?

    Veda Menyerah pada Race Aragon…Kehabisan Ban !!?

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…..sepertinya ini adalah hari yang kurang menggembirakan buat kita semua. Gimana nggak ?? IWB mencatat balapan Moto3 Grand Prix Aragon 2026 menjadi salah satu balapan paling menguras emosi dan daya tahan bagi pembalap kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama. Bertarung di sirkuit MotorLand Aragón yang sangat teknis sepanjang 5.077 km, Veda yang membela Honda Team Asia harus puas finis di posisi ke-20 tanpa meraih poin satu pun. Yup…Veda Menyerah Karena Ban…Race Aragon Sulit !!

    Jika kita menilik data Fastest Lap of Each Rider, Veda Pratama sebenarnya mencatatkan best lap yang cukup kompetitif di awal-awal balapan. Veda membukukan waktu 1’57.852 yang dicetaknya pada lap ke-4 dari total 17 lap yang dilombakan. Namun, jika dibandingkan dengan para pembalap papan atas (top riders), terlihat jelas ada celah performa yang cukup signifikan:

    • Marco Morelli (Pemenang Fastest Lap) mencetak waktu 1’56.675 pada lap ke-5. Artinya, ada gap sebesar 1,177 detik antara catatan waktu terbaik Veda dengan Morelli!

    • Maximo Quiles (Juara Race Aragon) mencatatkan best lap 1’56.818 (+0,143 dari Morelli).

    • David Almansa (Finis P2) mencatatkan waktu 1’56.779.

    Perbandingan dengan Rekan Satu Tim (Zen Mitani): Satu-satunya titik terang dalam catatan fastest lap adalah keunggulan Veda atas rekan setimnya di Honda Team Asia, Zen Mitani.

    • Veda Pratama: 1’57.852 (Posisi 17 tercepat)

    • Zen Mitani: 1’58.291 (Posisi 25 tercepat)

    • Gap Veda vs Zen Mitani: Veda lebih cepat 0,439 detik daripada Mitani dalam hal pure pace satu putaran.

    Di akhir balapan (17 Lap), Veda finis di posisi P20 dengan total waktu 33’45.512 (+30,034 detik dari sang pemenang Maximo Quiles). Sementara Zen Mitani harus terpuruk di posisi P23 dengan catatan waktu 34’01.535 (+46,057 detik). Veda unggul telak 16,023 detik dari Mitani saat menyentuh garis finis!

    Awal Cepat, Kedodoran di 5 Lap Terakhir: Kehabisan Ban?

    IWB mengamati pola yang sangat menarik sekaligus menyayat hati pada grafik performa Veda. Di awal balapan, Veda mampu langsung push dan mencetak waktu terbaiknya di lap ke-4 (1’57.852). Hal ini menunjukkan ritme awal yang menjanjikan di mana Veda berada dalam grup menengah untuk memperebutkan poin. Namun, memasuki 5 lap terakhir, tempo berkendara Veda justru merosot tajam. Catatan waktunya membengkak hingga tidak mampu lagi mempertahankan posisi 15 besar.

    Apa penyebab utamanya?

    1. Degradasi Ban yang Masif: Karakter MotorLand Aragón dengan tikungan-tikungan panjang berkecepatan tinggi serta temperatur aspal yang menuntut gaya berkendara agresif sangat menyiksa kompon ban. Best lap Veda yang hadir terlalu dini di lap ke-4 mengindikasikan bahwa kompon bannya terdegradasi cepat di paruh kedua balapan.

    2. Karakter Honda NSF250RW: Pembalap-pembalap penunggang Honda secara umum tampak berjuang keras menjaga daya cengkeram (grip) di akhir balapan dibandingkan dominasi motor KTM/CFMOTO yang menduduki barisan depan.

    Akibat kedodoran di lap-lap akhir ini, Veda harus melorot ke posisi 20 dan gagal mengamankan poin di GP Aragon.

    Hasil Race GP Aragon (Top 10 & Rider Indonesia):

    1. Maximo Quiles (SPA) – CFMOTO Viel Aspar Team – 33’15.478

    2. David Almansa (SPA) – Liqui Moly Dynavolt Intact GP – +0.264

    3. Marco Morelli (ARG) – CFMOTO Viel Aspar Team – +0.715

    4. Alvaro Carpe (SPA) – Red Bull KTM Ajo – +2.900

    5. Brian Uriarte (SPA) – Red Bull KTM Ajo – +6.040

    6. Adrian Cruces (SPA) – CIP Green Power – +11.373

    7. Casey O’Gorman (IRL) – SIC58 Squadra Corse – +11.509

    8. Valentin Perrone (ARG) – Red Bull KTM Tech3 – +11.841

    9. Guido Pini (ITA) – Leopard Racing – +11.963

    10. Adrian Fernandez (SPA) – Leopard Racing – +12.211 …

    11. Veda Pratama (INA) – Honda Team Asia – +30.034

    12. Zen Mitani (JPN) – Honda Team Asia – +46.057

    Kesimpulan & Posisi Klasemen Sementara Moto3 2026

    Hasil tanpa poin di Aragon tentu menjadi ujian berat bagi perjuangan Veda Ega Pratama di musim ini. Tambahan 0 poin membuat perolehan poin Veda di klasemen sementara Kejuaraan Dunia Moto3 tidak berubah.

    Klasemen Sementara Moto3 World Championship 2026 (Setelah Seri Aragon):

    • P1: Maximo Quiles (SPA) – 256 poin (Kian kokoh di puncak)

    • P2: Alvaro Carpe (SPA) – 159 poin

    • P3: David Almansa (SPA) – 154 poin

    • P4: Brian Uriarte (SPA) – 138 poin

    • P5: Marco Morelli (ARG) – 131 poin

    • P6: Valentin Perrone (ARG) – 103 poin

    • P7: Veda Ega Pratama (INA) – 97 poin

    • P8: Hakim Danish (MAL) – 90 poin

    Last…meskipun gagal menambah poin di Aragon (0 poin), Veda Pratama masih bertahan di posisi ke-7 Klasemen Sementara dengan 97 poin. Keunggulan poin dari seri-seri sebelumnya membuat posisi Veda belum tergeser oleh pesaing terdekatnya, Hakim Danish dari Malaysia (90 poin). Biarkan semua jadi pengalaman buat Veda dan mari Tetap berikan dukungan penuh untuk Veda Pratama! Evaluasi manajemen pemakaian ban (tyre management) dan setup sasis tentu akan menjadi PR besar bagi tim jelang seri-seri berikutnya. Gasspoll Veda! (iwb)

  • Moto3 FP1 Aragon : Veda Ega Masih Belum Dapat setingan….KTM Kembali Dominan !!

    Moto3 FP1 Aragon : Veda Ega Masih Belum Dapat setingan….KTM Kembali Dominan !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…..Veda Ega Pratama, menyelesaikan sesi latihan bebas pertama (FP1) Grand Prix Moto3 Aragón di Sirkuit MotorLand Aragón dengan menempati posisi ke-20. Mengendarai Honda NSF250RW milik Honda Team Asia, Veda mencatatkan waktu putaran terbaik 2 menit 00,230 detik pada lap ke-10 dari total 13 lap yang dijalaninya. Yup…Veda Ega Masih Belum Dapat setingan….KTM Kembali Dominan !!

    Sesi pembuka ini memperlihatkan selisih waktu murni Veda sebesar 1,522 detik dari pembalap tercepat, David Almansa (KTM Intact GP), yang membukukan waktu 1 menit 58,708 detik. Sementara itu, selisih Best Time Veda dengan Ideal Time kombinasi empat sektor terbaiknya (2’00.048) tercatat relatif tipis, yaitu 0,182 detik. Hal ini menandakan konsistensi kecepatan Veda yang tinggal membutuhkan peningkatan pace secara keseluruhan.

    Tantangan di Sektor Teknis

    Berdasarkan data Best Partial Times, tantangan terbesar Veda terletak pada Sektor 1 dan Sektor 2. Di dua sektor teknis yang dipenuhi variasi elevasi dan tikungan berurutan tersebut, Veda berada di posisi ke-22 (34,678 detik) dan ke-23 (34,819 detik). Selisih waktu di sektor ini mencapai lebih dari 0,5 detik dari pembalap tercepat. Performa Veda membaik saat memasuki Sektor 3 dan Sektor 4, di mana ia berhasil menempati posisi ke-19. Pada Sektor 4 yang melingkupi trek lurus sepanjang 968 meter, Veda mencatatkan top speed 239,2 km/jam.

    Sektor Catatan Waktu Veda Posisi Sektor Pembalap Tercepat Catatan Waktu Terbaik Gap Veda
    Sektor 1 (T1) 34.678 P22 B. Uriarte (KTM) 34.186 +0.492
    Sektor 2 (T2) 34.819 P23 R. Yamanaka (KTM) 34.286 +0.533
    Sektor 3 (T3) 20.428 P19 B. Uriarte (KTM) 20.159 +0.269
    Sektor 4 (T4) 30.123 P19 R. Moodley (KTM) 29.688 +0.435

    Dominasi Mutlak Pabrikan KTM

    FP1 Aragón menunjukkan dominasi mutlak dari pabrikan KTM. Empat posisi terdepan seluruhnya dikuasai oleh penunggang KTM—David Almansa, Brian Uriarte, Cormac Buchanan, dan Alvaro Carpe. Bahkan, 8 dari 10 besar pembalap tercepat mengandalkan motor KTM RC250GP.

    Keunggulan KTM di MotorLand Aragón didorong oleh penyaluran tenaga (power delivery) dan torsi bawah-menengah yang lebih responsif saat keluar dari tikungan lambat seperti T15. Selain itu, keunggulan aerodinamika dan top-end power KTM terbukti di lintasan lurus Sektor 4, di mana mayoritas pembalap KTM mencatatkan top speed mencapai 241,8 hingga 245,1 km/jam—mengungguli paket motor Honda.

    Last….Sirkuit MotorLand Aragón bukanlah lintasan asing bagi Veda Ega Pratama. Pembalap asal Gunungkidul ini pernah bertanding di sirkuit sepanjang 5,077 km ini saat berlaga di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup. Pengalaman meraba braking point dan karakter angin lokal di Aragón menjadi modal penting bagi Veda bersama tim mekanik Honda Team Asia untuk meracik ulang setelan sasis serta gear ratio menjelang sesi latihan berikutnya dan kualifikasi. Namun yang menjadi tantangan adalah belum klopnya seingan untuk melawan KTM. So…harapan kita Veda akan improve pada FP2 cak…Gooo Vedaaaa !!! (iwb)

  • Wowww….Veda Ega Melesat pada Opening FP1 Silverstone Cakkk !!

    Wowww….Veda Ega Melesat pada Opening FP1 Silverstone Cakkk !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…Veda Ega Pratama (#6), sukses mencuri perhatian dalam sesi Free Practice 1 (FP1) Qatar Airways Grand Prix of Great Britain di Sirkuit Silverstone. Mengendarai Honda NSF250R milik Honda Team Asia, Veda menorehkan waktu lap impresif 2 menit 11,085 detik dan mengamankan posisi ke-6 dari total 26 pebalap dunia. Veda Ega Melesat pada Opening FP1 Silverstone Cakkk !!

    Hasil ini menempatkan Veda hanya terpaut 0,532 detik dari pebalap tercepat David Almansa (2’10.553). Bahkan, Veda hanya berjarak sangat tipis 0,010 detik dari Marco Morelli di P5 dan 0,035 detik dari pebalap papan atas Honda, Adrian Fernandez yang menghuni P3. Oke…mari kita bedah data lapnya dibawa sini cak…

    Pos Pebalap Tim / Motor Waktu Lap Gap ke P1 Top Speed
    1 David Almansa Liqui Moly Dynavolt Intact GP (KTM) 2’10.553 – 233.7 km/h
    2 Scott Ogden CIP Green Power (KTM) 2’10.956 +0.403 234.2 km/h
    3 Adrian Fernandez Leopard Racing (HONDA) 2’11.050 +0.497 236.3 km/h
    4 Joel Kelso GRYD Racing (HONDA) 2’11.070 +0.517 234.7 km/h
    5 Marco Morelli CFMOTO Valresa Aspar Team (KTM) 2’11.075 +0.522 237.3 km/h
    6 Veda PRATAMA Honda Team Asia (HONDA) 2’11.085 +0.532 232.7 km/h
    7 Maximo Quiles CFMOTO Valresa Aspar Team (KTM) 2’11.097 +0.544 232.7 km/h

    Data lembar timing resmi menunjukkan kecepatan puncak (top speed) Veda di trek lurus berada di angka 232,7 km/jam, lebih rendah dibanding pebalap seperti Morelli (237,3 km/jam). Namun, Veda sangat digdaya di sektor-sektor teknis:

    • Sektor 1 (T1): Mengukir waktu 29,363 detik (Tercepat ke-4), membuktikan keberaniannya di pengereman kencang Abbey dan Village.

    • Sektor 3 (T3): Menorehkan 20,100 detik (Tercepat ke-6) di kompleks tikungan cepat Maggotts, Becketts, dan Chapel.

    • Sektor 4 (T4): Mencatat 45,585 detik (Tercepat ke-5).

    Karakter gaya balap Veda yang halus dan berani di titik masuk tikungan (corner entry) sangat cocok dengan tata letak mengalir (flowing) Sirkuit Silverstone.

    Screenshot

    Silverstone merupakan salah satu sirkuit terpanjang di kalender balap (5,9 km) dengan variasi tikungan cepat yang menuntut hafalan racing line yang presisi. Sering kali pebalap butuh waktu beberapa sesi untuk adaptasi, namun Veda membuktikan kapasitasnya dengan langsung menembus papan atas sejak sesi latihan pembuka.

    Kombinasi waktu sektor terbaik Veda menghasilkan Ideal Lap Time (IT) sebesar 2’11.018. Waktu terbaiknya di lintasan (BT) tercatat 2’11.085. Delta selisih yang hanya 0,067 detik membuktikan bahwa Veda mampu menyatukan performa terbaik tiap sektor dalam satu putaran utuh tanpa melakukan kesalahan fatal maupun melebar.

    Last…Veda mencetak waktu lap terbaiknya pada lap ke-13 dari total 14 lap yang ia jalani. Ini menandakan strategi manajemen ban dan pembangunan rasa percaya diri yang berjenjang hingga puncak performa di akhir sesi. Kita tunggu saja next session apakah Veda masih bisa improve atau sebaliknya ?? Kita pantau terus cak…(iwb)

     

  • Veda Ega Sudah Tiba di Silverstone….Harus waspada Pada Hakim Danish !!

    Veda Ega Sudah Tiba di Silverstone….Harus waspada Pada Hakim Danish !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pebalap muda berbakat Indonesia, Veda Ega Pratama, bersiap melakoni tantangan besar pada lanjutan seri Moto3 musim 2026 di Sirkuit Silverstone, Inggris, akhir pekan ini (7–9/8). Balapan ini bakal menjadi momen penting bagi Veda untuk mempertahankan tren positif sekaligus memperkokoh posisinya di papan atas klasemen sementara. Yup…Veda Ega Sudah Tiba di Silverstone….Waktunya Bangkit ??

    Saat ini, pebalap binaan Astra Honda Racing Team yang membela Honda Team Asia tersebut bertengger di peringkat ke-6 klasemen sementara dengan torehan 90 poin. Raihan ini terbilang impresif bagi seorang rookie yang sudah mengoleksi dua kali podium di Brasil dan Prancis. Veda kini berpeluang besar menembus posisi 5 besar, hanya terpaut 19 angka dari pebalap Spanyol, David Almansa.

    Meski demikian, Silverstone menyajikan tantangan tersendiri. Lintasan sepanjang 5,89 kilometer dengan 18 tikungan ini belum pernah dijajal Veda di ajang mana pun sebelumnya, baik di Asia Talent Cup maupun Red Bull Rookies Cup.

    Maksimalkan Kelincahan Honda

    Sirkuit Silverstone dikenal memiliki karakter fast and flowing yang menguji keberanian dan presisi. Sektor ketiga—terdiri dari rangkaian tikungan cepat Maggotts, Becketts, dan Chapel (T10–T13)—menjadi area krusial. Karakter lincah sasis Honda NSF250R diyakini bakal memberi keuntungan bagi Veda di sektor teknis ini.

    “Target utama di sesi latihan bebas Jumat adalah langsung menemukan rhythm dan adaptasi racing line. Jika bisa langsung mengamankan slot di Kualifikasi 2 (Q2) tanpa melewati Q1, peluang untuk meraih posisi start terdepan akan jauh lebih besar,” serunya…

    Tantangan utama Veda ada di trek lurus panjang seperti Hangar Straight. Di kelas Moto3 yang identik dengan pack racing (rombongan rapat), kemampuan memanfaatkan slipstream atau mencuri angin di titik pengereman keras seperti Tikungan 3 (Village), Tikungan 6 (Brooklands), dan Tikungan 14 (Stowe) akan menjadi kunci penentu kemenangan.

    Persaingan Ketat Rombongan Depan

    Persaingan di Silverstone diprediksi berlangsung sengit. Selain harus mewaspadai pimpinan klasemen Maximo Quiles dan barisan pebalap KTM/CFMoto, Veda juga harus mengawasi pergerakan rival terdekatnya asal Malaysia, Hakim Danish, yang berada di posisi ke-7 dengan selisih hanya 4 poin.

    Jika mampu menjaga konsistensi pengereman dan cerdik mengeksekusi strategi di lap-lap terakhir, peluang Veda untuk kembali membawa kibaran Merah Putih ke podium Silverstone sangat terbuka lebar. Goooo Vedaaa….(iwb)

    Jadwal Moto3 Silverstone 2026:

    • Jumat (7/8): Free Practice & Practice 1

    • Sabtu (8/8): Practice 2 & Kualifikasi (Q1 & Q2)

    • Minggu (9/8): Race Utama

  • Breaking !! Sirkuit Mugello minta korban…seorang Pembalap dilaporkan meninggal crash !!

    Breaking !! Sirkuit Mugello minta korban…seorang Pembalap dilaporkan meninggal crash !!

    Iwanbanaran.com – Caakkk….Kabar duka yang sangat menyayat hati baru saja datang dari lintasan balap legendaris Italia, Sirkuit Mugello. Dunia balap dan track day internasional berduka setelah salah satu rider dilaporkan meninggal dunia akibat insiden tragis yang melibatkan tumpahan oli di lintasan. Kabar memilukan ini dikonfirmasi langsung oleh pihak penyelenggara acara, No Limits Trackdays—salah satu penyedia layanan track day terbesar asal Inggris yang menggelar acara bertajuk European Track Day di Mugello bekerjasama dengan DG Events…

    Berdasarkan laporan resmi yang dilansir dari Crash.net, insiden mengerikan ini bermula ketika salah satu sepeda motor peserta mengalami kerusakan mekanis (mechanical failure) di tengah sesi latihan/trackday. Kerusakan tersebut menyebabkan ceceran oli dalam jumlah signifikan terlempar dan mengontaminasi permukaan aspal Sirkuit Mugello. Sayangnya, kondisi ini terjadi sangat cepat sehingga beberapa pebalap yang melaju tepat di belakangnya tidak sempat menghindar.

    “Beberapa pebalap di belakangnya terjebak oleh kontaminasi oli tersebut dan terjatuh dari sepeda motor mereka,” tulis keterangan resmi No Limits Trackdays.

    Sesi track day langsung dihentikan seketika dengan kibatan bendera merah (red flag). Tim medis darurat Sirkuit Mugello dengan cepat diterjunkan ke lokasi kejadian untuk memberikan penanganan intensif. Namun, meski tim medis telah bertindak cepat dan profesional, nyawa salah satu rider tidak dapat diselamatkan akibat cedera fatal yang dialaminya. Demi menghormati privasi pihak keluarga yang sedang berduka, identitas pebalap yang meninggal dunia tersebut saat ini belum dipublikasikan ke publik.

    Managing Director No Limits Trackdays, Mark Neate, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas tragedi yang menimpa anggotanya tersebut.

    “Dengan rasa sedih yang mendalam, kami mengonfirmasi kehilangan seorang pebalap menyusul insiden di Sirkuit Mugello selama acara European track day kami, yang diselenggarakan bekerja sama dengan DG Events… Kehilangan pebalap ini adalah duka yang akan kami pikul dalam waktu yang sangat lama,” ungkap Mark Neate.

    Pihak penyelenggara memastikan bakal kooperatif penuh dengan pihak berwenang di Italia untuk mengusut tuntas penyebab serta detail insiden ini. Selain itu, No Limits Trackdays juga akan melakukan evaluasi dan peninjauan internal secara menyeluruh terkait prosedur keselamatan acara bersama pengelola Sirkuit Mugello.

    No Limits Trackdays sendiri bukanlah nama baru di dunia otomotif, Cak. Mereka sudah memfasilitasi para pecinta kecepatan di berbagai sirkuit kondang Britania Raya dan Eropa selama lebih dari 30 tahun. Bagi mereka dan komunitas balap, insiden ini merupakan pukulan yang amat berat. Sirkuit Mugello yang terkenal dengan karakteristik high-speed dan trek lurus panjang memang selalu menuntut kesiapan fisik, kendaraaan, serta standar keselamatan ekstra tinggi. Tragedi ini menjadi pengingat pahit bagi kita semua bahwa motorsport tetaplah olahraga yang penuh risiko, di mana kondisi teknis sekecil apa pun di lintasan bisa berdampak fatal. Mari kita berdoa semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan. Rest in peace, Speed Racer…. (IWB)