Category: Lainnya

  • Bongkar Potensi Veda Ega di Brno….ini titik kuat Veda !!

    Bongkar Potensi Veda Ega di Brno….ini titik kuat Veda !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…tantangan Veda Ega membalap dipekan ini tidak akan mudah. Karena Veda Belum pernah membalap di Ceko. Yup…Balapan Moto3 Ceko 2026 di Sirkuit Brno pada akhir pekan ini (19–21 Juni 2026) akan menjadi momen pertama kalinya Veda Ega Pratama menjajal sirkuit legendaris tersebut dalam kompetisi resmi. Namun jangan kuatir cak…ketika kita Mengintip Potensi Veda Ega di Brno….kans tetap ada dan ini titik kuat Veda !!

    Sebagai seorang rookie di Kejuaraan Dunia Moto3 musim 2026 ini, status Veda di Brno benar-benar murni sebagai pendatang baru. Ada dua alasan utama mengapa sirkuit ini sangat asing baginya. Sebab Di jenjang karier Veda sebelumnya, baik saat ia mendominasi Asia Talent Cup maupun ketika ia bertarung di Red Bull MotoGP Rookies Cup dan FIM JuniorGP (2024–2025), Sirkuit Brno tidak masuk ke dalam kalender balap ajang-ajang tersebut. Oleh karena itu, tantangan terbesar Veda di seri Ceko kali ini adalah memanfaatkan sesi Free Practice (FP) dan latihan seefektif mungkin untuk menghafal titik pengereman (braking zone) serta memahami perubahan elevasi sirkuit.

    Untuk menganalisis potensi Veda Ega Pratama sektor per sektor di Brno, kita bisa membedah tata letak sirkuit dari gambar dan menggabungkannya dengan karakter sirkuit yang lebar serta mengalir. Berikut adalah analisis detail potensi dan titik kritis Veda di setiap sektor Brno cak:

    Sektor 1 (Garis Start)

    Sektor dibuka dengan lurusan utama, lalu masuk ke kombinasi tikungan kanan-kiri yang cukup cepat (T1 dan T2), diikuti lurusan pendek menuju T3 dan T4.

    • Potensi Veda: Sektor ini adalah zona hard braking pertama setelah lintasan lurus. Veda dikenal sangat kuat di pengereman mendalam (late braking). Tikungan 1 dan 3 yang lebar akan memberikan Veda ruang untuk melakukan aksi overtake agresif, terutama di lap-lap awal saat rombongan masih sangat padat.

    • Titik Kritis: Menjaga momentum keluar dari T2 menuju T3 agar tidak kehilangan kecepatan di lurusan pendek tersebut.

    Sektor 2 (Tikungan 5 ke Tikungan 8)

    Sektor ini sangat teknis, dimulai dari tikungan tusuk konde (hairpin) di T5, lalu langsung disambut oleh rangkaian tikungan mengalir berbalas-balas (T6, T7, T8).

    • Potensi Veda: Di T5, kemampuan pengereman Veda kembali diuji. Namun, kekuatan utama yang harus ia keluarkan di sisa sektor ini adalah cornering speed dan kelincahan flick (mengubah arah motor dengan cepat) dari kiri ke kanan. Jika Veda bisa cepat menemukan rhythm (irama) yang pas di sesi latihan, ia bisa mencetak waktu yang sangat konstan di sini.

    • Titik Kritis: T5 adalah jebakan low-side jika pembalap terlalu memaksakan masuk. Selain itu, salah mengambil line di T6 akan merusak seluruh jalur hingga T8.

    Sektor 3 (Tikungan 9 ke Tikungan 12)

    Sektor ini membawa pembalap turun dan naik melewati area bukit Brno. Karakteristiknya mirip Sektor 2, yaitu rangkaian tikungan cepat yang mengalir (T9, T10, T11, T12).

    • Potensi Veda: Sektor ini menuntut ketahanan fisik dan manajemen ban sisi samping. Di sinilah lebar sirkuit yang mencapai 15 meter (berdasarkan Screenshot_235.jpg) bisa dimanfaatkan Veda untuk mengeksplorasi racing line alternatif jika jalur utamanya ditutup oleh pembalap lain.

    • Titik Kritis: Perubahan elevasi (turunan dan tanjakan) di sektor ini sering kali membuat roda depan motor Moto3 kehilangan traksi (front-end wash). Veda harus sangat halus dalam membuka gas saat motor dalam posisi miring.

    Sektor 4 (Tikungan 13 ke Garis Finis)

    Sektor penentu. Terdiri dari tikungan ganda ke kanan (T13 dan T14) yang melebar, sebelum akhirnya berakselerasi menuju lurusan sepanjang 636 meter menuju garis finis.

    • Potensi Veda: Sektor ini murni tentang taktik dan kecerdasan posisi. Veda tidak boleh egois untuk memimpin di T14 pada lap terakhir. Potensinya justru lebih besar jika ia berada di posisi ke-2 atau ke-3 saat keluar dari T14, memanfaatkan momentum akselerasi maksimal.

    • Titik Kritis: Slipstream. Dengan top speed Moto3 yang bisa menyentuh 234.2 Km/Jam di sini siapa pun yang memimpin keluar dari T14 akan menjadi “makanan empuk” bagi pembalap di belakangnya tepat sebelum garis finis.

    Last…Veda kemungkinan besar akan sangat kuat dan dominan di Sektor 1 dan Sektor 2 berkat kemampuan pengeremannya. Tantangan terbesarnya ada di Sektor 3 untuk menjaga ritme ban, serta Sektor 4 di mana ia harus bermain catur taktis dengan angin (slipstream) demi mengamankan posisi finis terbaik. Apakah Veda akan bisa bangkit setelah terpuruk di Hongaria ? semoga saja cak…goooo merah putih !! (iwb)

  • Ramadhipa Pecahkan Record di JuniorGP Kalahkan Rider Eropa….Master class !!

    Ramadhipa Pecahkan Record di JuniorGP Kalahkan Rider Eropa….Master class !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Kiandra Ramadhipa mencetak sejarah akhir pekan lalu dengan meraih kemenangan perdananya di Moto3 Junior World Championship setelah finis terdepan di Estoril. Hasil ini membuatnya menjadi pebalap Indonesia kedua yang berhasil meraih kemenangan di kelas tersebut. Tidak hanya sampai situ saja, bersama Honda Asia-Dream Racing Team, Ramadhipa juga menorehkan pencapaian spesial dengan meraih kemenangan perdana di European Talent Cup (ETC) dan Moto3 Jr WCh hanya dalam kurun sebelas bulan, sekaligus menjadi yang tercepat dalam sejarah.

    Sebelumnya, catatan tercepat untuk pencapaian ini dipegang oleh Joel Esteban pada tahun 2023, ketika ia meraih kemenangan di JuniorGP satu tahun dua bulan setelah kemenangan perdananya di European Talent Cup (ETC). Namun Ramadhipa berhasil memecahkan catatan itu dengan selisih tiga bulan lebih cepat dan ia melakukannya pada kedua musim pertamanya, sementara Esteban meraih kemenangan ETC pertamanya pada musim keduanya di kelas tersebut.

    European Talent Cup + Moto3 Jr WCh

    Hanya ada tiga pebalap lain yang mampu meraih kemenangan di European Talent Cup dan Moto3 Junior World Championship pada musim rookie mereka, yaitu Izan Guevara, Brian Uriarte, Maximo Quiles dan Marco Morelli. Namun, hanya Guevara yang sebelumnya mampu mencatat pencapaian serupa dengan Ramadhipa, yakni meraih kemenangan di kedua kelas tersebut secara beruntun dalam dua musim berbeda. Sementara itu, Uriarte, Quiles dan Morelli membutuhkan lebih dari satu musim di European Talent Cup (ETC) sebelum berhasil naik dan menang di Moto3 Junior World Championship.

    Sejarah yang ditorehkan Ramadhipa lewat kemenangan di Estoril tak berhenti sampai di situ. Ramadhipa kini menjadi pebalap pertama dari luar Eropa dan Amerika Selatan yang mampu meraih kemenangan di European Talent Cup (ETC) dan Moto3 Junior World Championship. Ia juga tercatat sebagai pebalap ke-17 yang mampu memenangkan balapan di kedua ajang tersebut.

    Moto3 Jr WCh + Red Bull Rookies Cup

    Musim ini, Ramadhipa juga telah mengamankan kemenangan pertamanya di Red Bull Rookies Cup, yang membuatnya menjadi pebalap ke-24 yang mampu menang baik di Moto3 Junior World Championship maupun ajang pembinaan Red Bull tersebut. Ia juga menjadi pebalap Asia keenam yang berhasil mencatatkan prestasi itu, menyusul Kaito Toba, Ai Ogura, Yuki Kunii, Ryusei Yamanaka, dan Tatchakorn Buasri. Sebelum Ramadhipa, hanya 15 pebalap yang mampu meraih pencapaian ini dalam musim yang sama.

    European Talent Cup + Moto3 Jr WCh + Red Bull Rookies Cup

    Prestasi yang lebih Istimewa lagi adalah keberhasilannya meraih tiga kemenangan di tiga ajang berbeda. Hingga saat ini, hanya delapan pebalap yang pernah menang di European Talent Cup (ETC), Moto3 Junior World Championship, dan Red Bull Rookies Cup. Hal ini menjadi lebih spesial karena pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) ini menjadi satu-satunya pebalap Asia dalam daftar tersebut.

    Bahkan ini menjadi semakin luar biasa lagi karena tidak ada satu pun pebalap, selain Ramadhipa, yang mampu melakukannya dalam waktu secepat ini. Tiga kemenangan tersebut diraihnya dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, di European Talent Cup (ETC) pada Sirkuit Magny-Cours, Prancis, 6 Juli 2025; di Red Bull Rookies Cup pada Sirkuit Jerez, Spanyol, 26 April 2026; dan di Moto3 Junior World Championship di Estoril pada Minggu lalu.

    Last…Secara keseluruhan, kemenangan gemilang yang diraih beberapa hari lalu menempatkan Kiandra Ramadhipa dalam jajaran pebalap elite muda dunia, sekaligus menjadikannya pemegang sejumlah rekor baru. Di usia yang baru 16 tahun, pebalap Indonesia ini terus menunjukkan potensinya sebagai salah satu talenta masa depan, bukan hanya bagi Astra Honda, Indonesia, dan Asia, tetapi juga bagi dunia balap motor internasional yang kini mulai melihat lahirnya pebalap Asia dengan masa depan yang sangat cerah. Master Class !! (iwb)

  • Update Klasemen Sementara Moto3 Hongaria 2026…Veda Ega tertekan !!

    Update Klasemen Sementara Moto3 Hongaria 2026…Veda Ega tertekan !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, harus rela turun ke posisi keenam klasemen sementara Moto3 2026 setelah gagal meraih poin di seri Hungaria, Minggu (7/6/2026). Veda yang start dari posisi 9 dan sempat merangsek ke 6….akhirnya harus puas finis di urutan 16 setelah terkena hukuman long lap penalty. Inilah Update Klasemen Sementara Moto3 Hongaria…Veda Ega tertekan !! (more…)

  • Moto3 Hongaria : Penalti Paksa Veda Ega terpuruk ke 16, Moto3 Balaton Bencana !!

    Moto3 Hongaria : Penalti Paksa Veda Ega terpuruk ke 16, Moto3 Balaton Bencana !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Balapan Moto3 Hongaria 2026 di Sirkuit Balaton Park berlangsung penuh drama dan ketegangan sepanjang 20 lap. Diwarnai dengan insiden Red Flag di lap terakhir, pembalap muda Maximo Quiles sukses mengamankan podium tertinggi. Di sisi lain, pembalap andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, harus puas finis di posisi ke-16 setelah berjuang keras melewati hukuman Long Lap Penalty (LLP).

    Balapan dimulai dalam kondisi lintasan yang kering dengan suhu permukaan trek mencapai 42°C. David Almansa, yang memilih kombinasi ban Soft-Medium, memulai balapan dari posisi terdepan (pole position).

    Sementara itu, Veda Ega Pratama yang start dari grid ke-9 dengan kombinasi ban Soft-Soft, langsung melakukan start yang sangat impresif. Sesaat setelah lampu start padam, Veda langsung melesat dan sempat merangsek naik ke posisi ke-6. Di saat yang sama, beberapa pembalap seperti Guido Pini, Hakim Danish, dan Moodley langsung terlibat kecelakaan (crash) di awal lap.

    Memasuki lap ke-3, Veda mendapatkan instruksi resmi untuk menjalankan hukuman Long Lap Penalty (LLP). Eksekusi LLP di lap ke-4 ini memaksa pembalap asal Gunungkidul tersebut melorot jauh hingga ke posisi ke-17, tepat di belakang Ryusei Yamanaka.

    Meski terlempar ke barisan belakang, Veda tidak menyerah. Mengandalkan performa ban barunya, ia perlahan merangkak naik ke posisi 16, lalu masuk ke zona poin di posisi ke-15 pada lap ke-7, menempel ketat Joel Kelso.

    Di barisan depan, David Almansa sempat memimpin jalannya balapan sebelum akhirnya diambil alih oleh Maximo Quiles pada lap ke-8. Quiles terus konsisten menjaga jarak aman sekitar 1,6 detik di depan Almansa hingga memasuki lap-lap akhir. Di belakang mereka, persaingan sengit untuk memperebutkan podium ketiga terjadi antara Ruche Moodley (kembali setelah crash), Jakob Salmela, David Muñoz, dan Angel Piqueras.

    Menjelang akhir balapan, performa ban Veda tampaknya mulai menurun. Posisinya sempat melorot ke peringkat 18 pada lap 14, bahkan hingga ke posisi 19 pada lap 18.

    Drama puncaknya terjadi pada lap terakhir. Sebuah kecelakaan hebat yang melibatkan tiga pembalap memaksa steward mengibarkan bendera merah (Red Flag), yang sekaligus menghentikan balapan secara prematur.

    Berdasarkan regulasi, hasil balapan dihitung mundur ke lap sebelumnya. Maximo Quiles pun resmi dinyatakan sebagai pemenang Moto3 Hongaria 2026, diikuti oleh David Almansa di posisi kedua. Sementara itu, Veda Ega Pratama diputuskan finis di posisi ke-16, tepat satu strip di luar zona poin.

    Last….Meski gagal membawa pulang poin dari seri Hongaria ini, posisi Veda Ega Pratama di klasemen sementara Kejuaraan Dunia Moto3 2026 masih tergolong aman. Saat ini, Maximo Quiles semakin kokoh memimpin klasemen dengan total 170 poin, sedangkan Veda Ega Pratama tertahan di peringkat ke-6 dengan koleksi 71 poin. Perjalanan musim masih panjang, dan Veda masih memiliki banyak kesempatan untuk kembali bertarung di barisan depan pada seri berikutnya. Gooo Veda !!! (iwb)

  • Perang ditabuh….Fernandes dan Tim Leopard Racing Lawan Hukuman diskualifikasi Moto3…!!

    Perang ditabuh….Fernandes dan Tim Leopard Racing Lawan Hukuman diskualifikasi Moto3…!!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…seperti yang sampeyan semua tahu, Dunia Moto3 diguncang skandal besar jelang balapan utama GP Hungaria. Pembalap andalan Leopard Racing, Adrian Fernandez, secara resmi didiskualifikasi dari enam seri awal musim 2026 (Thailand, Brasil, Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, dan Catalunya). Keputusan ini dijatuhkan oleh FIM MotoGP Stewards. Akibat hukuman ini, posisi Fernandez yang semula berada di peringkat ketiga klasemen langsung anjlok ke posisi 19. Ia hanya menyisakan poin dari finis keempat di Mugello pekan lalu (13 poin). Namun kabar terbaru ternyata Fernandes dan Tim Leopard Racing Lawan Hukuman diskualifikasi Moto3…!! Waahh panass cakkk…

    Kasus ini bermula dari investigasi teknis terhadap dua unit mesin Honda NSF250RW milik Adrian Fernandez…

    Unit Mesin Inspeksi Temuan
    Mesin #810 Setelah GP Prancis Segel mesin dibuka dalam prosedur rutin oleh Honda, ditemukan kejanggalan pada kawat segel (wire seals) yang tidak sesuai standar, plus indikasi manipulasi pada stiker pengaman. Kesimpulan: Mesin telah dibuka tanpa izin.
    Mesin #811 Setelah GP Mugello Disita FIM dan dibongkar di bawah pengawasan Technical Director (3 Juni 2026). Ditemukan anomali serupa.

    Berdasarkan regulasi teknis Moto3 Pasal 2.6.3.3.13(c), mesin yang segelnya rusak atau dimanipulasi akan dianggap sebagai mesin baru/rebuilt. Penggunaan mesin ilegal ini berujung pada diskualifikasi total dari balapan terkait.

    Leopard Racing Lawan: “Tidak Ada Perwakilan Tim Saat Inspeksi”

    Namun Tim asal Italia itu tidak tinggal diam. Leopard Racing merilis pernyataan resmi yang keras dan menyatakan “perang” hukum untuk membela integritas tim dan pembalapnya. Berikut poin-poin utama pembelaan mereka:

    Poin Pernyataan Leopard Racing
    Nol Komponen Ilegal Tidak ditemukan satu pun komponen ilegal, tidak ada modifikasi pendongkrak performa, dan tidak ada part yang menyalahi regulasi. Mesin 100% standar Moto3.
    Hanya Perbedaan Interpretasi Kasus ini murni masalah perbedaan interpretasi mengenai kondisi sistem penyegelan fisik mesin, bukan tindakan kecurangan teknis.
    Prosedur Inspeksi Dipertanyakan Tidak ada perwakilan tim yang dihadirkan saat inspeksi pembongkaran mesin oleh pabrikan dan FIM.
    Tanpa Bukti Kuat FIM tidak bisa menyodorkan bukti konkret kapan dan bagaimana pelanggaran itu terjadi, serta apa keuntungan kompetitif yang didapatkan tim.

    “Leopard Racing selalu beroperasi dalam batasan ketat regulasi teknis dan olahraga Moto3. Kami menolak keras segala sugesti bahwa mesin telah dibuka tanpa izin. Kami akan terus membela posisi kami melalui semua jalur hukum yang tersedia.”
    — Pernyataan Resmi Leopard Racing

    Banding Pertama Ditolak

    Meskipun Leopard Racing sempat mengajukan banding sesaat setelah keputusan keluar, FIM dikabarkan telah menolak banding pertama tersebut. Alasannya: tim dianggap belum bisa memberikan penjelasan yang kokoh (robust explanation) terkait rusaknya segel mesin. Namun, Leopard dipastikan tidak akan berhenti di sini. Mereka siap membawa kasus ini ke pengadilan olahraga yang lebih tinggi cak…

    Dampak pada Klasemen dan Reputasi

    Sebelum Diskualifikasi Setelah Diskualifikasi
    Peringkat 3 klasemen Peringkat 19 klasemen
    Poin dari 6 seri (detail tidak disebutkan) Hanya 13 poin (dari Mugello)

    Kasus ini menjadi preseden serius di kelas Moto3. Taruhannya bukan hanya nasib poin Adrian Fernandez, tetapi juga reputasi Leopard Racing—salah satu tim tersukses di kelas ringan dengan koleksi gelar juara dunia bersama Danny Kent, Joan Mir, Lorenzo Dalla Porta, dan Jaume Masia.

    Analisis: Apakah Hukuman Ini Adil?

    Dari kasus ini, ada dua sisi yang perlu dicermati:

    Sisi FIM Sisi Leopard Racing
    Menjaga sakralitas regulasi mesin tunggal. Segel rusak = pelanggaran, apapun alasannya. Tidak ada komponen ilegal, hanya masalah administrasi segel. Prosedur inspeksi juga dipertanyakan.

    Jika Leopard Racing berhasil membuktikan bahwa tidak ada niat kecurangan dan prosedur FIM cacat, hukuman ini bisa dibatalkan. Namun, jika FIM konsisten, ini akan menjadi peringatan keras bagi semua tim Moto3 untuk lebih berhati-hati dalam pengelolaan segel mesin.

    Last….Dengan diskualifikasi Adrian Fernandez, secara otomatis posisi Veda Ega Pratama di klasemen Moto3 2026 akan naik. Fernandez sebelumnya berada di posisi 3 dengan poin yang cukup jauh. Kini, ia tersungkur ke posisi 19. Ini membuka peluang bagi Veda untuk terus mendekati papan atas klasemen. IWB akan terus memantau perkembangan kasus ini. Apakah banding Leopard Racing akan dikabulkan? Ataukah hukuman FIM tetap berlaku? Satu hal yang pasti: dunia balap Moto3 sedang panas cakkkk !!! (iwb)

  • Veda Ega Pratama di Mugello…Honda siapkan 3 Komponen baru NSF250RW ??

    Veda Ega Pratama di Mugello…Honda siapkan 3 Komponen baru NSF250RW ??

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Sirkuit Autodromo Internazionale del Mugello akan menjadi saksi putaran ketujuh Moto3 2026 akhir pekan ini. Bagi pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, trek sepanjang 5.245 meter di kawasan Toscana ini bukanlah medan asing. Lebih dari itu, Mugello menyimpan kenangan manis yang bisa menjadi fondasi baginya untuk merebut podium kedua musim ini. Apalagi cak isunya Honda bawa Paket baru buat NSF250 Veda Ega ?? Waaa ikiiii…..

    Memasuki seri Italia, Veda datang dengan bekal berharga yakni isunya motor Honda NSF250R versi upgrade dari HRC dan dua kemenangan beruntun di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025 di sirkuit yang sama. Untuk membahas itu cak IWB akan mengajak sampeyan melihat data lengkapnya dibawah ini…

    Klasemen Sementara Moto3 2026 (Pasca Catalunya)

    Peringkat Pembalap Tim (Motor) Poin
    1 Maximo QUILES CFMOTO Gaviota Aspar Team (KTM) 140
    2 Adrian FERNANDEZ Leopard Racing (HONDA) 76
    3 Alvaro CARPE Red Bull KTM Ajo (KTM) 73
    4 Marco MORELLI CFMOTO Gaviota Aspar Team (KTM) 58
    5 Veda EGA PRATAMA Honda Team Asia (HONDA) 58
    6 Valentin PERRONE Red Bull KTM Tech3 (KTM) 56

    Veda kini mengoleksi 58 poin, sama dengan Marco Morelli. Ia juga masih kokoh sebagai pemimpin klasemen Rookie of the Year dengan keunggulan 16 poin dari Brian Uriarte (42 poin).

    Rekam Jejak Sempurna di Mugello

    Tidak banyak pembalap rookie yang bisa mengklaim telah menaklukkan Mugello sebelum naik ke Moto3. Veda adalah salah satu pengecualian.

    Ajang Tahun Race 1 Race 2
    Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025 P1 (Juara) P1 (Juara)
    Red Bull MotoGP Rookies Cup 2024 P5 P8

    Catatan ini menunjukkan bahwa Veda sudah memahami karakter trek Mugello dengan sangat baik, mulai dari titik pengereman, garis balap ideal, hingga manajemen ban di trek yang memiliki kombinasi tikungan cepat dan lambat.

    Kabar Baik: Paket Upgrade dari HRC

    Menjelang GP Italia cak, isu mengatakan bahwa Honda Racing Corporation (HRC) memberikan perhatian khusus kepada Veda. Melihat performa impresifnya sepanjang awal musim (58 poin, satu podium, dan comeback heroik dari posisi 20 ke 8 di Catalunya), HRC mengirimkan paket upgrade spesifikasi terbaru untuk motor Honda NSF250R miliknya. Ada 3 poin cak yang diduga jadi fokus utama HRC yakni…

    Komponen Upgrade Dampak yang Diharapkan
    Sasis baru Stabilitas lebih baik di tikungan cepat (seperti Arrabbiata 1 & 2)
    Optimasi software elektronik Traksi lebih halus, manajemen ban lebih efisien
    Peningkatan performa mesin (spekulasi) Mengurangi defisit top speed di trek lurus Mugello

    Nahhh untuk peningkatan mesin karena Moto3 menerapkan aturan engine freeze (pembekuan mesin). Setiap pabrikan (seperti Honda dan KTM) harus menyerahkan spesifikasi mesin mereka di awal musim, dan mesin tersebut disegel. Komponen internal mesin seperti piston, kruk as, hingga silinder tidak boleh diubah-ubah sepanjang musim. Namun paket Pabrikan diperbolehkan melakukan update pada perangkat lunak (software) perangkat elektronik. Karena Sirkuit Mugello memiliki trek lurus yang sangat panjang dan membutuhkan top speed tinggi, HRC memberikan formula mapping mesin dan pengapian baru. Tujuannya agar penyaluran tenaga motor Honda NSF250RW milik Veda bisa lebih maksimal keluar di putaran atas demi mengejar ketertinggalan kecepatan dari motor-motor KTM dan CFMoto…

    Jadi Istilah “motor spek baru” atau paket pengembangan baru yang dibawa HRC dari Jepang ke Mugello biasanya meliputi komponen di luar mesin yang tidak disegel. Ini bisa berupa sistem knalpot baru, atau setelan sasis yang dimodifikasi agar motor lebih stabil saat melakukan late braking di sirkuit cepat seperti Mugello. Kira-kira ngono cak…..

    Analisis Trek Mugello: Tiga Sektor Kunci

    Berdasarkan karakteristik sirkuit, Mugello terbagi menjadi tiga sektor dengan tantangan berbeda. Berikut analisis kekuatan dan kelemahan Veda di setiap sektor cak…

    Sektor 1 (Tikungan 1-6): Pengereman Keras dan Chicane Cepat

    Tikungan Nama Karakter Analisis Veda
    T1 San Donato Tikungan kanan cepat setelah trek lurus panjang Late braking adalah senjata utama Veda
    T2-T3 Luco-Pensato Chicane kiri-kanan Perubahan arah cepat, butuh kelincahan motor
    T4-T5 Materassi Chicane kanan-kiri Mirip dengan sektor teknis di Catalunya
    T6 Biondetti Tikungan kanan panjang mengarah ke tanjakan Stabilisasi sasis sangat penting

    Sektor 2 (Tikungan 7-11): Domain Kecepatan Tinggi

    Tikungan Nama Karakter Analisis Veda
    T7 Arrabbiata 1 Tikungan kiri cepat Veda kuat di tikungan cepat
    T8 Arrabbiata 2 Tikungan kanan lebih cepat Upgrade sasis akan sangat membantu
    T9 Scarperia Tikungan kiri mengarah ke turunan Butuh keberanian dan corner speed

    Sektor 3 (Tikungan 12-15): Menentukan Kemenangan

    Tikungan Nama Karakter Analisis Veda
    T10-T11 Sennna Chicane kiri-kanan lambat Akselerasi keluar tikungan kunci menuju T12
    T12 Serpentine Tikungan kanan panjang Butuh traksi sempurna
    T13 Belvedere Tikungan kiri tajam Titik menyalip potensial
    T14-T15 Bucine Chicane kiri-kanan terakhir Penentu akselerasi ke trek lurus utama

    Trek Lurus Utama (Start/Finish): Medan Perang Slipstream

    Dengan panjang 1.141 meter dari tikungan Bucine (T15) ke garis finis, trek lurus Mugello adalah yang terpanjang di kalender Moto3. Di sinilah perbedaan top speed menjadi faktor krusial.

    Aspek Analisis untuk Veda
    Risiko Jika tertinggal di tikungan terakhir, ia akan kehilangan banyak waktu di trek lurus
    Peluang Jika bisa keluar dari T15 dengan slipstream yang baik, ia bisa menyalip di garis finis
    Upgrade HRC Diharapkan mampu mengurangi defisit top speed terhadap KTM

    Tren Performa Veda Musim Ini

    Seri Start Finish Poin Catatan
    Thailand 5 5 11 Debut solid
    Brasil 4 3 16 Podium perdana
    Amerika (COTA) 3 DNF 0 Crash, pelajaran berharga
    Spanyol (Jerez) 24 6 10 Comeback heroik
    Prancis (Le Mans) 6 4 13 Mulai konsisten
    Catalunya 20 8 8 Comeback lagi, +12 posisi

    Veda menunjukkan pola yang jelas: ia selalu bangkit setelah kegagalan. Dari DNF di COTA, ia finis P6 dan P4. Dari kualifikasi buruk di Catalunya (P20), ia finis P8. Di Mugello, dengan start yang lebih baik, target podium sangat realistis….

    Last…Veda Ega Pratama memiliki peluang terbesar musim ini untuk merebut podium di Mugello. Kombinasi antara memori manis kemenangan ganda di Rookies Cup, paket upgrade motor dari HRC, dan tren performa yang terus menanjak menjadi modal berharga. Satu kunci utama yang terpenting tentunya kualifikasi cak. Jika Veda bisa memulai balapan dari baris depan (P1-P8), ia akan terhindar dari risiko kecelakaan di lap pertama dan memiliki kesempatan emas untuk bertarung dengan grup depan sejak awal. Dengan start yang baik dan upgrade motor yang bekerja optimal, Veda Ega Pratama sangat berpeluang besar mengulang kesuksesan podiumnya di Brasil dan sekaligus mengacaukan dominasi motor-motor KTM di barisan depan. Gooo Vedaaa !!! (iwb)

    Prediksi dan Target

    Faktor Pendukung Podium:

    1. Rekam jejak sempurna – 2 kali juara di Mugello (Rookies Cup 2025)

    2. Upgrade motor dari HRC – Sasis baru dan optimasi elektronik

    3. Tren positif – Konsisten di 5 besar dalam 3 seri terakhir

    4. Mental comeback king – Tidak mudah menyerah meski start buruk

    Faktor Penghambat:

    1. Kualifikasi masih menjadi kelemahan – Start di posisi belakang sangat berisiko di Mugello

    2. Dominasi KTM – 5 dari 6 pembalap teratas masih menggunakan KTM

    3. Trek lurus panjang – Jika top speed masih kalah, sulit menyalip

    Target Realistis:

    Target Posisi Kondisi
    Minimal Top 10 Jika kualifikasi buruk (di luar 15 besar)
    Target Top 6 Jika start di posisi 8-12
    Maksimal Podium (Top 3) Jika start di Q2 (posisi 1-8) dan upgrade motor bekerja optimal

    Jadwal Moto3 Italia (Mugello) 2026 (WIB)

    Hari, Tanggal Sesi Waktu
    Jumat, 29 Mei FP1 14:00
    Jumat, 29 Mei Practice 18:15
    Sabtu, 30 Mei FP2 13:40
    Sabtu, 30 Mei Kualifikasi 17:45
    Minggu, 31 Mei Race 16:00

  • MotoJunior : Ramadhipa Sabet Podium Perdana pada Debut Moto3…..Gokilll !!

    MotoJunior : Ramadhipa Sabet Podium Perdana pada Debut Moto3…..Gokilll !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Setelah menjalani akhir pekan yang impresif, Kiandra Ramadhipa berhasil meraih podium pertamanya di Moto3 Junior World Championship pada Race 1 yang digelar di Circuit de Barcelona-Catalunya. Pebalap Indonesia tersebut sebenarnya menyentuh garis finis di posisi kelima, namun penalti yang diberikan kepada beberapa pebalap setelah balapan membuatnya naik ke posisi ketiga. Pada balapan kedua, Ramadhipa kembali tampil kompetitif dan finis di posisi keenam, menutup empat hari yang luar biasa di Barcelona dengan hasil yang menjanjikan. Pebalap Honda Asia-Dream Racing Junior Team tersebut mampu bersaing di grup depan sepanjang kedua balapan yang sama-sama ditentukan hingga lap terakhir. Dengan hasil ini, Ramadhipa mencatat debut hari Minggu terbaik bagi pebalap Indonesia di ajang Moto3 Junior World Championship.

    Cuaca cerah dan panas menyambut jalannya balapan Race 1 di Barcelona, dengan suhu udara mencapai 27°C dan suhu lintasan mendekati 40°C.

    Meski memulai balapan dari barisan depan, ia turun ke posisi ketujuh saat memasuki akhir straight pertama. Beruntung, pebalap Indonesia tersebut mampu menjaga posisinya pada lap pembuka dan menghindari pertarungan yang tidak perlu di belakangnya. Dengan grup depan yang berisi sekitar 30 pebalap yang masih rapat hingga tiga lap pertama, aksi saling salip terus terjadi dalam perebutan posisi terdepan. Ramadhipa beberapa kali berganti posisi antara kelima hingga kesembilan, namun tetap berada dekat dengan pimpinan balapan. Memasuki pertengahan balapan, lebih dari lima belas pebalap masih tergabung dalam grup utama sehingga peluang kemenangan tetap terbuka hingga akhir. Pada tiga lap terakhir, grup mulai terpecah dan hanya menyisakan enam pebalap di barisan depan, termasuk Ramadhipa. Pembalap dengan nomor 32 ini bahkan sempat memimpin saat memasuki lap terakhir. Namun setelah pertarungan sengit hingga tikungan terakhir, Ramadhipa harus puas finis di posisi kelima dengan selisih hanya 0,144 detik dari kemenangan dan menjadi pebalap Honda terbaik pada balapan tersebut. Namun setelah balapan selesai, penalti yang diberikan kepada pebalap yang finis di posisi ketiga dan keempat membuat Ramadhipa naik ke posisi ketiga dan resmi meraih podium perdananya di Moto3 Junior World Championship.

    Dengan perubahan hasil resmi tersebut, pencapaian ini menjadi hasil debut terbaik sepanjang sejarah bagi pebalap Indonesia di MotoJunior, sekaligus hasil terbaik sejak kemenangan Arbi Aditama di Barcelona pada 2023.

    Pada sore hari, Race 2 digelar dalam kondisi yang lebih ekstrem dengan suhu udara hampir 30°C dan temperatur lintasan mendekati 50°C.

    Ramadhipa kembali kehilangan beberapa posisi saat start dan turun dari posisi ketiga ke posisi ketujuh, sementara satu pebalap berhasil menjauh dari rombongan depan. Meski demikian, Ramadhipa tetap berada dalam grup perebutan podium dengan sekitar empat belas pebalap yang terus bersaing di barisan depan hingga pertengahan balapan. Situasi berubah setelah pemimpin lomba terjatuh dan persaingan semakin intens. Pada lap-lap terakhir, aksi saling salip terjadi di hampir setiap tikungan. Dengan tiga pebalap lain ikut bersaing memperebutkan kemenangan, Ramadhipa sempat tercecer dari lima besar dan turun ke posisi ketujuh beberapa sektor sebelum finis. Pebalap berusia 16 tahun tersebut tidak menyerah dan terus mencoba kembali merangsek ke depan, namun akhirnya menutup balapan di posisi keenam dengan selisih kurang dari tiga persepuluh detik dari pemenang.

    Kiandra Ramadhipa meninggalkan Barcelona di posisi kedua klasemen sementara dengan total 26 poin. Hasil finis ketiga dan keenam pada akhir pekan debutnya menjadi modal kuat untuk menghadapi seri-seri berikutnya diajang Moto3 Junior World Championship. Setelah putaran ketiga Red Bull Rookies Cup mendatang, MotoJunior FIM World Championship akan kembali berlangsung dalam tiga minggu ke depan di Circuito do Estoril, Portugal, pada 12-14 Juni, di mana kelas Moto3 hanya akan menggelar satu balapan pada hari Minggu….Gooo merah putihh !! (iwb)

    Moto3 Junior WCh Race 2
    1 Giulio Pugliese CFMOTO Aspar Junior Team CFMoto 25:38.358
    2 Travis Borg Team Monlau Motul Honda +0.091
    3 Fernando Bujosa AC Racing Team KTM +0.140
    4 Carlos Cano CFMOTO Aspar Junior Team CFMoto +0.154
    5 Leonardo Abruzzo Team FPS Laglisse Husqvarna +0.210
    6 Kiandra Ramadhipa Honda Asia-Dream Racing Junior Team Honda +0.252

     

    Moto3 Junior WCh OVERALL STANDINGS
    1 Giulio Pugliese CFMOTO Aspar Junior Team KTM 45 points
    2 Kiandra Ramadhipa Honda Asia-Dream Racing Junior Team Honda 26 points
    3 Leonardo Zanni Momoven Racing KTM 25 points
    4 Ryota Ogiwara Asia Talent Team Honda 22 points
    5 Carlos Cano Honda Asia-Dream Racing Junior Team CFMoto 21 points
  • Era Baru Skutik Premium, MAXi Race Hadir di Kejurnas Motoprix !!!

    Era Baru Skutik Premium, MAXi Race Hadir di Kejurnas Motoprix !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Inovasi terkini Yamaha di dunia racing nasional tahun ini diimplementasikan melalui MAXi Race yang telah hadir di berbagai event. Setelah perdana menggebrak di seri 1 Yamaha Cup Race yang digelar di Sidrap, MAXi Race lanjut diadakan di Kejurnas Motoprix Region B putaran 1 di sirkuit Gelora Bung Tomo Surabaya, 9-10 Mei 2026.

    Kategori baru di Motoprix akhir pekan lalu itu melombakan dua kelas yaitu MAXi 155 Semi Pro dan MAXi 155 Komunitas yang masing-masing diikuti 13 starter. Skutik MAXi disediakan Yamaha yang terdiri dari AEROX, NMAX dan LEXi untuk digunakan para peserta.

    Yamaha menyediakan wadah ini untuk memberikan experience merasakan keunggulan line up MAXi di arena balapan. Terbukti menarik minat para pecinta racing yang ingin merealisasikan passion mereka di ajang resmi yang digelar di sirkuit.

    ”MAXi Race sangat atraktif bagi penggemar racing baik itu komunitas, konsumen dan juga rider pro. Tingginya antusiasme mereka sudah terlihat saat kami membuka kategori itu di Yamaha Cup Race Sidrap pada April lalu. Kemudian kami lanjutkan di Kejurnas Motoprix yang juga mendapatkan atensi besar dari pecinta MAXi Yamaha. Kualitas skutik premium Yamaha bisa dinikmati dengan leluasa di sirkuit balap dan memberikan sensasi berbeda, juga memiliki value performance dapat ambil bagian menggeber motor-motor unggulan di kejuaraan bergengsi. Momen itu memberikan kesan impresif dan vibe positif yang kuat terhadap keistimewaan MAXi Yamaha di lintasan balap,” ungkap Rifki Maulana, Manager Public Relations, Yamaha Riding Academy & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

    Tim DC Baterry TDR AMG Alam Sari AP27 ARCI Tangerang mendominasi melalui dua pembalapnya yang mengambil kemenangan di kelas MAXi 155 Semi Pro dan MAXi 155 Komunitas. Randy Yusman juara 1 MAXi 155 Komunitas dan rider wanita Fisichella naik podium pertama MAXi 155 Semi Pro.

    Randy Yusman konsisten ikut serta di MAXi Race dan meneruskan kemenangannya setelah melakukannya juga di Yamaha Cup Race Sidrap. Kali ini dia menjajal AEROX Turbo, berbeda saat menggeber NMAX Turbo di Yamaha Cup Race Sidrap. ”Kualitas teknologi dan performa AEROX Turbo sangat memuaskan buat kompetisi MAXi Race. Tarikan motor agresif di trek lurus, handling stabil saat masuk tikungan, serta akselerasi cepat dan halus. Makin kompetitif dengan body aerodinamis dan image skutik sporty premium sangat terasa saat digeber di sirkuit,” beber Randy Yusman.

    Melalui pelaksanaan MAXi Race di berbagai kejuaraan populer diantaranya Yamaha Cup Race dan Kejurnas Motoprix, Yamaha ingin mengajak biker untuk menikmati keunggulan jajaran skutik MAXi Yamaha misalnya dari segi performa dan handling serta merasakan Racing DNA. Jadi tidak hanya enjoy MAXi Yamaha sebagai skutik harian atau partner berkendara yang fun buat touring, juga jadi pilihan tunggangan yang memacu adrenalin dalam keseruan MAXi Race….(YIMM PR)

  • Analisis Kekuatan Veda Ega Pratama di Setiap Tikungan Catalunya !!

    Analisis Kekuatan Veda Ega Pratama di Setiap Tikungan Catalunya !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Sirkuit Catalunya bukanlah arena yang ramah bagi mereka yang hanya mengandalkan mesin besar. Dengan panjang 4,657 km dan kombinasi 14 tikungan yang mengalir (flowing), trek ini menjadi “ujian nyata” bagi kemampuan corner speed, keseimbangan sasis, dan keberanian pembalap. Veda Ega Pratama datang ke Spanyol dengan modal berharga: pengalaman langsung di sirkuit ini pada ajang FIM JuniorGP 2025, di mana ia finis 6 dan 8 . Berikut adalah analisis mendetail kekuatan Veda tikungan per tikungan, berdasarkan karakteristik trek dan gaya balapnya cak !!..

    Veda datang ke Catalunya dengan kepercayaan diri tinggi setelah hasil luar biasa di GP Prancis (Le Mans) pekan lalu cak. Ia berhasil finis di posisi ke-4, yang merupakan pencapaian terbaiknya disirkuit ini. Hasil ini membawanya melesat ke peringkat 5 klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 50 poin. Namun tentunya kita penasaran seperti apa kans Veda di Catalunya, sirkuit Eropa yang legendaris.  Sebelum membedah tikungan, penting untuk memahami bahwa karakteristik trek Catalunya sangat cocok dengan gaya balap Veda. Sirkuit ini terkenal dengan:

    • Tikungan mengalir: Tidak banyak tikungan “stop-and-go” ekstrem.

    • Corner speed tinggi: Kecepatan di tikungan menjadi faktor penentu, bukan hanya akselerasi di trek lurus.

    • Sektor 3 paling krusial: Tikungan 10 hingga 14 yang panjang dan teknis sering menjadi penentu kemenangan .

    Kunci sukses di Catalunya ada pada kemampuan menahan corner speed. Motor Honda terbukti kompetitif di sini. Taiyo Furusato (Honda Team Asia) finis podium P3 hanya terpaut 0,156 detik dari pemenang di Moto3 Catalunya 2025 . Trek ini secara garis besar terbagi menjadi 3 sektor utama. Berikut breakdown kekuatan Veda di setiap sektor…..

    Sektor 1 (Tikungan 1 – 4): Zona Krusial untuk Bertahan

    Tikungan Nama Karakter Kekuatan Veda
    T1-2 Elf (Kanan-Kiri) Chicane cepat, traksi keluar tikungan kiri sangat penting. Memanfaatkan slipstream: Start yang baik krusial. Veda berpeluang menyalip di T1 jika dapat memanfaatkan slipstream dari trek lurus start.
    T3-4 Kanan-Kanan Menanjak menuju T4. Membutuhkan stabilitas motor. Stabilitas di tanjakan: Di JuniorGP, Veda konsisten menjaga pace di sektor ini tanpa kehilangan banyak waktu .

    Analisis: Sektor ini adalah “medan perang” lap pertama. Veda harus menghindari “kebakaran” di awal, karena jika tertinggal terlalu jauh, sulit mengejar di sektor 3 nanti.

    Sektor 2 (Tikungan 5 – 9): Titik Rawan Ketinggalan

    Tikungan Nama Karakter Kelemahan / Tantangan
    T5 Kiri Tikungan cepat, penentu kecepatan di lintasan lurus berikutnya. Kalah top speed?: Motor Honda mungkin kehilangan waktu di sini jika harus keluar dengan RPM rendah akibat tertahan lawan.
    T7-8-9 “La Caixa” (Kanan-Kiri) Kombinasi tikungan lambat kecepatan rendah. Akselerasi keluar tikungan: Veda harus menjaga momentum agar tidak disalip di trek lurus pendek menuju T10.

    Catatan Penting: Di sinilah motor KTM biasanya mulai menunjukkan taringnya. Namun, dengan pengalaman Veda di sirkuit ini (mencatatkan fastest lap di sesi tertentu di JuniorGP), ia mampu meminimalisir defisit .

    Sektor 3 – 4 (Tikungan 10 – 14): Domain Veda (Kekuatan Utama)

    Ini adalah “Rumah” bagi Veda dan Honda. Jika Veda finis di posisi 6 dan 8 di JuniorGP, itu karena ia menguasai sektor ini.

    Tikungan Nama Karakter Kekuatan Veda
    T10-11-12 “New Holland” (Kanan-Kiri-Kanan) Tikungan panjang radius lebar, corner speed sangat tinggi. Kemampuan banting motor: Veda jago dalam mempertahankan sudut kemiringan. Honda terbukti kompetitif di sini (Furusato P3 di Moto3 2025) .
    T13 Kanan Tikungan panjang yang menuntut keberanian. Keberanian: Veda tidak gentar mengambil risiko di tikungan cepat.
    T14 “Mira & Cuc” (Kanan) Tikungan terakhir, penentu akselerasi ke trek lurus start/finish. Traksi keluar: Mampu mendaratkan tenaga dengan mulus. Jika Veda bisa keluar lebih cepat, ia siap menyalip di garis finis.

    Fakta Menarik: Veda Ega dan Hakim Danish sama-sama punya pengalaman di Catalunya. Dalam dua balapan JuniorGP 2025, Veda mengoleksi 18 poin sementara Hakim 17 poin. Veda finis P6 dan P8, unggul tipis dari rivalnya yang sempat finis P9 dan P6 .

    Potensi Pace dan Data Pendukung

    Data Telemetri JuniorGP (Catalunya 2025)

    Sesi Posisi Veda Catatan Waktu (indikasi) Gap ke Pemenang
    Race 1 P6 1 menit 48,2 detik (estimasi) ~ +9,5 detik
    Race 2 P8 1 menit 48,5 detik (estimasi) ~ +10,1 detik

    Catatan: Waktu di atas adalah perkiraan berdasarkan standar pace Moto3 di Catalunya.

    Catatan Penting: Veda datang dengan status Rookie of the Year (50 poin) dan finis P4 di Le Mans. Level motornya di Moto3 (NSF250RW) tentu sudah jauh lebih kompetitif dibanding JuniorGP. Dengan kata lain, potensi peningkatan waktunya sangat besar…

    Berdasarkan analisis kekuatan dan kelemahan, berikut strategi ideal bagi Veda:

    1. Start Eksplosif (T1): Harus merebut posisi sebaik mungkin di tikungan pertama untuk menghindari terjebak di belakang rombongan tengah yang rawan crash.

    2. Kunci Sektor 2 (T5-T9): Veda harus “mengirit ban” di sini. Tidak perlu memaksakan diri menyalip jika motor KTM lebih kencang, cukup tempel dan jangan sampai putus kontak.

    3. Gas Pol di Sektor 3 (T10-T14): Di sinilah Veda menyerang. Corner speed yang tinggi dan traksi keluar yang mulus akan menjadi senjata utamanya untuk merebut posisi di lap-lap akhir.

    Jika kualifikasi lancar (Start P1-P8), Veda diprediksi finis di P4 hingga P7. Namun, jika ia berhasil “mencuri” start yang bagus dan masuk ke dalam grup pemimpin, podium bukanlah hal yang mustahil .

    Last….Veda Ega memiliki kombinasi pengalaman, gaya balap, dan motor yang pas untuk Sirkuit Catalunya. Kelemahan motor KTM di tikungan cepat adalah celah besar yang harus ia manfaatkan. Veda bisa survive di sektor 1-2, lalu “banting setir” di sektor 3 untuk merebut posisi. Jika cuaca cerah dan tidak ada insiden di awal, Veda adalah kandidat kuat Top 5, dan siap mencuri podium jika para pembalap KTM melakukan kesalahan . Siapkan kopi dan dukung Veda Ega Pratama di Moto3 Catalunya cak…gazzz ! (iwb)

  • Pasukan Eropa Kocar-Kacir…Veda Ega Sabet Podium 3 di Moto3 Brasil !!

    Pasukan Eropa Kocar-Kacir…Veda Ega Sabet Podium 3 di Moto3 Brasil !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali mencatatkan sejarah di Moto3. Setelah debut impresif di Thailand dengan finis kelima, pembalap Honda Team Asia ini sukses naik podium di seri kedua MotoGP 2026 di Sirkuit Ayrton Senna, Goiania, Brasil. Keberhasilannya meraih posisi ketiga menjadi momen manis sekaligus pembuktian konsistensi talenta muda Tanah Air di kancah dunia. Yup…Sejarah Indonesia Terukir…Veda Ega Sabet Podium 3 di Moto3 Brasil !!

    Kecepatan Konsisten Sejak Latihan

    Sebelum balapan utama dimulai, Veda Ega sudah menunjukkan kecepatan yang kompetitif sepanjang akhir pekan. Berdasarkan data waktu putaran tercepat (fastest lap) dari sesi balapan Moto3 Brasil, Veda Ega mencatatkan waktu 1 menit 26,552 detik. Catatan ini hanya terpaut 0,300 detik dari pembalap tercepat, Marco Morelli (ARG) yang melesat dengan waktu 1 menit 26,252 detik.

    Yang lebih mengesankan, Veda Ega menjadi pembalap tercepat kedua dalam hal catatan waktu satu putaran terbaik, unggul dari pembalap-pembalap berpengalaman seperti Maximo Quiles (SPA), Valentin Perrone (ARG), dan Alvaro Carpe (SPA) yang berada di posisi belakangnya. Data ini menunjukkan bahwa motor Honda milik Veda Ega memiliki pace yang sangat kompetitif setelah ganti ban di sirkuit sepanjang 3,835 km tersebut.

    Perubahan Taktik di Balik Red Flag

    Balapan utama Moto3 Brasil berlangsung dengan intensitas tinggi. Namun, situasi berubah drastis ketika insiden di lintasan memaksa panitia mengeluarkan bendera merah (red flag). Red flag ini menghentikan balapan sementara dan memberikan jeda yang krusial bagi para pembalap dan tim.

    Menurut analisis dari data balapan, momen red flag inilah yang menjadi titik balik utama bagi Veda Ega. Sebelum balapan dihentikan, Veda Ega bersaung di grup depan namun menghadapi tekanan besar dari rival-rivalnya. Setelah restart, format balapan yang dipersingkat membuat para pembalap harus langsung tancap gas tanpa waktu adaptasi panjang. Di sinilah kemampuan adaptasi Veda Ega yang sudah terbangun sejak latihan bebas, kualifikasi, dan pace konsistennya di awal balapan menjadi keuntungan besar.

    Dengan kondisi trek yang masih “kotor” dan belum sepenuhnya bersih setelah banjir beberapa hari sebelumnya, para pembalap yang mampu menjaga konsistensi di sector time tertentu lah yang unggul. Veda Ega sukses mempertahankan ritme dan memanfaatkan situasi restart untuk melesat dan mengamankan posisi podium.

    Strategi Cemerlang Honda Team Asia

    Kunci keberhasilan Veda Ega tidak lepas dari strategi jitu Honda Team Asia. Tim yang berbasis di Jepang ini dikenal memiliki kemampuan membaca situasi balapan dengan sangat baik. Saat red flag terjadi, tim langsung menyusun ulang strategi untuk Veda Ega, menyesuaikan dengan sisa jarak balapan yang lebih pendek dan kondisi ban yang masih fresh. Ya..Veda infonya sempat ganti ban soft baru dan ini membuat Veda melesat…

    Data dari peningkatan lap time Veda Ega di putaran-putaran akhir balapan menunjukkan bahwa manajemen ban dan konsumsi bahan bakar berjalan optimal. Ia tidak mengalami penurunan performa signifikan seperti beberapa pembalap lain yang harus puas finis di luar posisi terdepan.

    Veda Ega (Brasil Race 2026)

    “Entahlah yang pasti rasanya luar biasa! Balapan hari ini saya melakukan pekerjaan yang sangat baik. Bahkan sebelum bendera merah (red flag), saya sempat kesulitan mengelola ban belakang, tapi ya, akhirnya saya bisa finis tiga besar di Grand Prix kedua saya dan ini adalah pencapaian terbesar saya saat ini. Sirkuit Brasil adalah sirkuit baru bagi semua rider. Jadi menurut saya, siapa yang akan cepat beradaptasi, dia yang akan bagus. Jadi ya, pastinya saya ingin mengucapkan terima kasih banyak untuk seluruh masyarakat Indonesia dan semua sponsor, keluarga saya yang menonton di Indonesia. . terima kasih banyak, ini luar biasa!”

    Last…Podium di Brasil menjadi bukti bahwa debut Veda Ega di Thailand bukan sekadar kebetulan cak. Dua seri beruntun, ia mampu finis di lima besar, bahkan kini naik podium. Jika di Thailand ia finis kelima, di Brasil ia berhasil memperbaiki posisi menjadi ketiga. Pencapaian ini menempatkan Veda Ega sebagai salah satu pembalap rookie paling konsisten di awal musim 2026. Dengan modal kecepatan dan adaptasi yang terus meningkat, bukan tidak mungkin target podium tertinggi akan segera ia raih di seri-seri berikutnya. Moto3 musim 2026 masih panjang, tetapi Veda Ega Pratama telah menunjukkan bahwa ia bukan hanya sekadar pelengkap di grid. Ia adalah pesaing serius yang siap menggebrak kelas dunia. Asli membanggakan cak…Gooo merah putih !!! (iwb)

    Hasil Moto3 Brasil

    Pos No Pembalap Negara Tim Motor Waktu Gap Poin
    1 28 Maximo QUILES SPA CFMOTO Gaviota Aspar Team KTM 7’20.833 – 25
    2 97 Marco MORELLI ARG CFMOTO Gaviota Aspar Team KTM 7’21.034 +0.201 20
    3 9 Veda PRATAMA INA Honda Team Asia HONDA 7’21.299 +0.466 16
    4 83 Alvaro CARPE SPA Red Bull KTM Ajo KTM 7’21.521 +0.688 13
    5 94 Guido PINI ITA Leopard Racing HONDA 7’21.734 +0.901 11
    6 27 Rico SALMELA FIN Red Bull KTM Tech3 KTM 7’22.012 +1.179 10
    7 73 Valentin PERRONE ARG Red Bull KTM Tech3 KTM 7’22.298 +1.465 9
    8 31 Adrian FERNANDEZ SPA Leopard Racing HONDA 7’22.567 +1.734 8
    9 67 Casey O’GORMAN IRL SIC58 Squadra Corse HONDA 7’22.801 +1.968 7
    10 13 Hakim DANISH MAL AEON Credit – MT Helmets – MSI KTM 7’23.045 +2.212 6
    11 51 Brian URIARTE SPA Red Bull KTM Ajo KTM 7’23.289 +2.456 5
    12 66 Joel KELSO AUS GRYD – MLav Racing HONDA 7’23.512 +2.679 4
    13 11 Adrian CRUCES SPA CIP Green Power KTM 7’23.798 +2.965 3
    14 6 Ryusei YAMANAKA JPN AEON Credit – MT Helmets – MSI KTM 7’24.012 +3.179 2
    15 8 Eddie O’SHEA GBR GRYD – MLav Racing HONDA 7’24.334 +3.501 1
    16 32 Zen MITANI JPN Honda Team Asia HONDA 7’25.102 +4.269 –
    17 10 Nicola CARRARO ITA Rivacold Snipers Team HONDA 7’25.678 +4.845 –
    18 14 Cormac BUCHANAN NZE CODE Motorsports KTM 7’27.890 +7.057 –
    NC 21 Ruche MOODLEY RSA CODE Motorsports KTM – – –
    DNF 18 Matteo BERTELLE ITA LEVEL UP – MTA KTM – – –
    DNS 54 Jesus RIOS SPA GRYD – MLav Racing HONDA – – –
    DNS 78 Joel ESTEBAN SPA Liqui Moly Dynavolt Intact GP KTM – – –
    DNS 22 David ALMANSA SPA SIC58 Squadra Corse HONDA – – –
    DNS 5 Leo RAMMERSTORFER AUT CIP Green Power KTM – – –
    DNS 19 Scott OGDEN GBR Liqui Moly Dynavolt Intact GP KTM – – –

    B. Fastest Lap (Balapan Part 2)

    Pos No Pembalap Negara Motor Waktu Terbaik Lap
    1 97 Marco MORELLI ARG KTM 1’26.252 2
    2 9 Veda PRATAMA INA HONDA 1’26.552 4
    3 28 Maximo QUILES SPA KTM 1’26.589 4
    4 73 Valentin PERRONE ARG KTM 1’26.672 5
    5 83 Alvaro CARPE SPA KTM 1’26.684 4
    6 67 Casey O’GORMAN IRL HONDA 1’26.773 4
    7 13 Hakim DANISH MAL KTM 1’26.841 4
    8 51 Brian URIARTE SPA KTM 1’26.899 3
    9 66 Joel KELSO AUS HONDA 1’26.904 3
    10 27 Rico SALMELA FIN KTM 1’26.918 5