Category: Lainnya

  • Era Baru Skutik Premium, MAXi Race Hadir di Kejurnas Motoprix !!!

    Era Baru Skutik Premium, MAXi Race Hadir di Kejurnas Motoprix !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Inovasi terkini Yamaha di dunia racing nasional tahun ini diimplementasikan melalui MAXi Race yang telah hadir di berbagai event. Setelah perdana menggebrak di seri 1 Yamaha Cup Race yang digelar di Sidrap, MAXi Race lanjut diadakan di Kejurnas Motoprix Region B putaran 1 di sirkuit Gelora Bung Tomo Surabaya, 9-10 Mei 2026.

    Kategori baru di Motoprix akhir pekan lalu itu melombakan dua kelas yaitu MAXi 155 Semi Pro dan MAXi 155 Komunitas yang masing-masing diikuti 13 starter. Skutik MAXi disediakan Yamaha yang terdiri dari AEROX, NMAX dan LEXi untuk digunakan para peserta.

    Yamaha menyediakan wadah ini untuk memberikan experience merasakan keunggulan line up MAXi di arena balapan. Terbukti menarik minat para pecinta racing yang ingin merealisasikan passion mereka di ajang resmi yang digelar di sirkuit.

    ”MAXi Race sangat atraktif bagi penggemar racing baik itu komunitas, konsumen dan juga rider pro. Tingginya antusiasme mereka sudah terlihat saat kami membuka kategori itu di Yamaha Cup Race Sidrap pada April lalu. Kemudian kami lanjutkan di Kejurnas Motoprix yang juga mendapatkan atensi besar dari pecinta MAXi Yamaha. Kualitas skutik premium Yamaha bisa dinikmati dengan leluasa di sirkuit balap dan memberikan sensasi berbeda, juga memiliki value performance dapat ambil bagian menggeber motor-motor unggulan di kejuaraan bergengsi. Momen itu memberikan kesan impresif dan vibe positif yang kuat terhadap keistimewaan MAXi Yamaha di lintasan balap,” ungkap Rifki Maulana, Manager Public Relations, Yamaha Riding Academy & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

    Tim DC Baterry TDR AMG Alam Sari AP27 ARCI Tangerang mendominasi melalui dua pembalapnya yang mengambil kemenangan di kelas MAXi 155 Semi Pro dan MAXi 155 Komunitas. Randy Yusman juara 1 MAXi 155 Komunitas dan rider wanita Fisichella naik podium pertama MAXi 155 Semi Pro.

    Randy Yusman konsisten ikut serta di MAXi Race dan meneruskan kemenangannya setelah melakukannya juga di Yamaha Cup Race Sidrap. Kali ini dia menjajal AEROX Turbo, berbeda saat menggeber NMAX Turbo di Yamaha Cup Race Sidrap. ”Kualitas teknologi dan performa AEROX Turbo sangat memuaskan buat kompetisi MAXi Race. Tarikan motor agresif di trek lurus, handling stabil saat masuk tikungan, serta akselerasi cepat dan halus. Makin kompetitif dengan body aerodinamis dan image skutik sporty premium sangat terasa saat digeber di sirkuit,” beber Randy Yusman.

    Melalui pelaksanaan MAXi Race di berbagai kejuaraan populer diantaranya Yamaha Cup Race dan Kejurnas Motoprix, Yamaha ingin mengajak biker untuk menikmati keunggulan jajaran skutik MAXi Yamaha misalnya dari segi performa dan handling serta merasakan Racing DNA. Jadi tidak hanya enjoy MAXi Yamaha sebagai skutik harian atau partner berkendara yang fun buat touring, juga jadi pilihan tunggangan yang memacu adrenalin dalam keseruan MAXi Race….(YIMM PR)

  • Analisis Kekuatan Veda Ega Pratama di Setiap Tikungan Catalunya !!

    Analisis Kekuatan Veda Ega Pratama di Setiap Tikungan Catalunya !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Sirkuit Catalunya bukanlah arena yang ramah bagi mereka yang hanya mengandalkan mesin besar. Dengan panjang 4,657 km dan kombinasi 14 tikungan yang mengalir (flowing), trek ini menjadi “ujian nyata” bagi kemampuan corner speed, keseimbangan sasis, dan keberanian pembalap. Veda Ega Pratama datang ke Spanyol dengan modal berharga: pengalaman langsung di sirkuit ini pada ajang FIM JuniorGP 2025, di mana ia finis 6 dan 8 . Berikut adalah analisis mendetail kekuatan Veda tikungan per tikungan, berdasarkan karakteristik trek dan gaya balapnya cak !!..

    Veda datang ke Catalunya dengan kepercayaan diri tinggi setelah hasil luar biasa di GP Prancis (Le Mans) pekan lalu cak. Ia berhasil finis di posisi ke-4, yang merupakan pencapaian terbaiknya disirkuit ini. Hasil ini membawanya melesat ke peringkat 5 klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 50 poin. Namun tentunya kita penasaran seperti apa kans Veda di Catalunya, sirkuit Eropa yang legendaris.  Sebelum membedah tikungan, penting untuk memahami bahwa karakteristik trek Catalunya sangat cocok dengan gaya balap Veda. Sirkuit ini terkenal dengan:

    • Tikungan mengalir: Tidak banyak tikungan “stop-and-go” ekstrem.

    • Corner speed tinggi: Kecepatan di tikungan menjadi faktor penentu, bukan hanya akselerasi di trek lurus.

    • Sektor 3 paling krusial: Tikungan 10 hingga 14 yang panjang dan teknis sering menjadi penentu kemenangan .

    Kunci sukses di Catalunya ada pada kemampuan menahan corner speed. Motor Honda terbukti kompetitif di sini. Taiyo Furusato (Honda Team Asia) finis podium P3 hanya terpaut 0,156 detik dari pemenang di Moto3 Catalunya 2025 . Trek ini secara garis besar terbagi menjadi 3 sektor utama. Berikut breakdown kekuatan Veda di setiap sektor…..

    Sektor 1 (Tikungan 1 – 4): Zona Krusial untuk Bertahan

    Tikungan Nama Karakter Kekuatan Veda
    T1-2 Elf (Kanan-Kiri) Chicane cepat, traksi keluar tikungan kiri sangat penting. Memanfaatkan slipstream: Start yang baik krusial. Veda berpeluang menyalip di T1 jika dapat memanfaatkan slipstream dari trek lurus start.
    T3-4 Kanan-Kanan Menanjak menuju T4. Membutuhkan stabilitas motor. Stabilitas di tanjakan: Di JuniorGP, Veda konsisten menjaga pace di sektor ini tanpa kehilangan banyak waktu .

    Analisis: Sektor ini adalah “medan perang” lap pertama. Veda harus menghindari “kebakaran” di awal, karena jika tertinggal terlalu jauh, sulit mengejar di sektor 3 nanti.

    Sektor 2 (Tikungan 5 – 9): Titik Rawan Ketinggalan

    Tikungan Nama Karakter Kelemahan / Tantangan
    T5 Kiri Tikungan cepat, penentu kecepatan di lintasan lurus berikutnya. Kalah top speed?: Motor Honda mungkin kehilangan waktu di sini jika harus keluar dengan RPM rendah akibat tertahan lawan.
    T7-8-9 “La Caixa” (Kanan-Kiri) Kombinasi tikungan lambat kecepatan rendah. Akselerasi keluar tikungan: Veda harus menjaga momentum agar tidak disalip di trek lurus pendek menuju T10.

    Catatan Penting: Di sinilah motor KTM biasanya mulai menunjukkan taringnya. Namun, dengan pengalaman Veda di sirkuit ini (mencatatkan fastest lap di sesi tertentu di JuniorGP), ia mampu meminimalisir defisit .

    Sektor 3 – 4 (Tikungan 10 – 14): Domain Veda (Kekuatan Utama)

    Ini adalah “Rumah” bagi Veda dan Honda. Jika Veda finis di posisi 6 dan 8 di JuniorGP, itu karena ia menguasai sektor ini.

    Tikungan Nama Karakter Kekuatan Veda
    T10-11-12 “New Holland” (Kanan-Kiri-Kanan) Tikungan panjang radius lebar, corner speed sangat tinggi. Kemampuan banting motor: Veda jago dalam mempertahankan sudut kemiringan. Honda terbukti kompetitif di sini (Furusato P3 di Moto3 2025) .
    T13 Kanan Tikungan panjang yang menuntut keberanian. Keberanian: Veda tidak gentar mengambil risiko di tikungan cepat.
    T14 “Mira & Cuc” (Kanan) Tikungan terakhir, penentu akselerasi ke trek lurus start/finish. Traksi keluar: Mampu mendaratkan tenaga dengan mulus. Jika Veda bisa keluar lebih cepat, ia siap menyalip di garis finis.

    Fakta Menarik: Veda Ega dan Hakim Danish sama-sama punya pengalaman di Catalunya. Dalam dua balapan JuniorGP 2025, Veda mengoleksi 18 poin sementara Hakim 17 poin. Veda finis P6 dan P8, unggul tipis dari rivalnya yang sempat finis P9 dan P6 .

    Potensi Pace dan Data Pendukung

    Data Telemetri JuniorGP (Catalunya 2025)

    Sesi Posisi Veda Catatan Waktu (indikasi) Gap ke Pemenang
    Race 1 P6 1 menit 48,2 detik (estimasi) ~ +9,5 detik
    Race 2 P8 1 menit 48,5 detik (estimasi) ~ +10,1 detik

    Catatan: Waktu di atas adalah perkiraan berdasarkan standar pace Moto3 di Catalunya.

    Catatan Penting: Veda datang dengan status Rookie of the Year (50 poin) dan finis P4 di Le Mans. Level motornya di Moto3 (NSF250RW) tentu sudah jauh lebih kompetitif dibanding JuniorGP. Dengan kata lain, potensi peningkatan waktunya sangat besar…

    Berdasarkan analisis kekuatan dan kelemahan, berikut strategi ideal bagi Veda:

    1. Start Eksplosif (T1): Harus merebut posisi sebaik mungkin di tikungan pertama untuk menghindari terjebak di belakang rombongan tengah yang rawan crash.

    2. Kunci Sektor 2 (T5-T9): Veda harus “mengirit ban” di sini. Tidak perlu memaksakan diri menyalip jika motor KTM lebih kencang, cukup tempel dan jangan sampai putus kontak.

    3. Gas Pol di Sektor 3 (T10-T14): Di sinilah Veda menyerang. Corner speed yang tinggi dan traksi keluar yang mulus akan menjadi senjata utamanya untuk merebut posisi di lap-lap akhir.

    Jika kualifikasi lancar (Start P1-P8), Veda diprediksi finis di P4 hingga P7. Namun, jika ia berhasil “mencuri” start yang bagus dan masuk ke dalam grup pemimpin, podium bukanlah hal yang mustahil .

    Last….Veda Ega memiliki kombinasi pengalaman, gaya balap, dan motor yang pas untuk Sirkuit Catalunya. Kelemahan motor KTM di tikungan cepat adalah celah besar yang harus ia manfaatkan. Veda bisa survive di sektor 1-2, lalu “banting setir” di sektor 3 untuk merebut posisi. Jika cuaca cerah dan tidak ada insiden di awal, Veda adalah kandidat kuat Top 5, dan siap mencuri podium jika para pembalap KTM melakukan kesalahan . Siapkan kopi dan dukung Veda Ega Pratama di Moto3 Catalunya cak…gazzz ! (iwb)

  • Pasukan Eropa Kocar-Kacir…Veda Ega Sabet Podium 3 di Moto3 Brasil !!

    Pasukan Eropa Kocar-Kacir…Veda Ega Sabet Podium 3 di Moto3 Brasil !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali mencatatkan sejarah di Moto3. Setelah debut impresif di Thailand dengan finis kelima, pembalap Honda Team Asia ini sukses naik podium di seri kedua MotoGP 2026 di Sirkuit Ayrton Senna, Goiania, Brasil. Keberhasilannya meraih posisi ketiga menjadi momen manis sekaligus pembuktian konsistensi talenta muda Tanah Air di kancah dunia. Yup…Sejarah Indonesia Terukir…Veda Ega Sabet Podium 3 di Moto3 Brasil !!

    Kecepatan Konsisten Sejak Latihan

    Sebelum balapan utama dimulai, Veda Ega sudah menunjukkan kecepatan yang kompetitif sepanjang akhir pekan. Berdasarkan data waktu putaran tercepat (fastest lap) dari sesi balapan Moto3 Brasil, Veda Ega mencatatkan waktu 1 menit 26,552 detik. Catatan ini hanya terpaut 0,300 detik dari pembalap tercepat, Marco Morelli (ARG) yang melesat dengan waktu 1 menit 26,252 detik.

    Yang lebih mengesankan, Veda Ega menjadi pembalap tercepat kedua dalam hal catatan waktu satu putaran terbaik, unggul dari pembalap-pembalap berpengalaman seperti Maximo Quiles (SPA), Valentin Perrone (ARG), dan Alvaro Carpe (SPA) yang berada di posisi belakangnya. Data ini menunjukkan bahwa motor Honda milik Veda Ega memiliki pace yang sangat kompetitif setelah ganti ban di sirkuit sepanjang 3,835 km tersebut.

    Perubahan Taktik di Balik Red Flag

    Balapan utama Moto3 Brasil berlangsung dengan intensitas tinggi. Namun, situasi berubah drastis ketika insiden di lintasan memaksa panitia mengeluarkan bendera merah (red flag). Red flag ini menghentikan balapan sementara dan memberikan jeda yang krusial bagi para pembalap dan tim.

    Menurut analisis dari data balapan, momen red flag inilah yang menjadi titik balik utama bagi Veda Ega. Sebelum balapan dihentikan, Veda Ega bersaung di grup depan namun menghadapi tekanan besar dari rival-rivalnya. Setelah restart, format balapan yang dipersingkat membuat para pembalap harus langsung tancap gas tanpa waktu adaptasi panjang. Di sinilah kemampuan adaptasi Veda Ega yang sudah terbangun sejak latihan bebas, kualifikasi, dan pace konsistennya di awal balapan menjadi keuntungan besar.

    Dengan kondisi trek yang masih “kotor” dan belum sepenuhnya bersih setelah banjir beberapa hari sebelumnya, para pembalap yang mampu menjaga konsistensi di sector time tertentu lah yang unggul. Veda Ega sukses mempertahankan ritme dan memanfaatkan situasi restart untuk melesat dan mengamankan posisi podium.

    Strategi Cemerlang Honda Team Asia

    Kunci keberhasilan Veda Ega tidak lepas dari strategi jitu Honda Team Asia. Tim yang berbasis di Jepang ini dikenal memiliki kemampuan membaca situasi balapan dengan sangat baik. Saat red flag terjadi, tim langsung menyusun ulang strategi untuk Veda Ega, menyesuaikan dengan sisa jarak balapan yang lebih pendek dan kondisi ban yang masih fresh. Ya..Veda infonya sempat ganti ban soft baru dan ini membuat Veda melesat…

    Data dari peningkatan lap time Veda Ega di putaran-putaran akhir balapan menunjukkan bahwa manajemen ban dan konsumsi bahan bakar berjalan optimal. Ia tidak mengalami penurunan performa signifikan seperti beberapa pembalap lain yang harus puas finis di luar posisi terdepan.

    Veda Ega (Brasil Race 2026)

    “Entahlah yang pasti rasanya luar biasa! Balapan hari ini saya melakukan pekerjaan yang sangat baik. Bahkan sebelum bendera merah (red flag), saya sempat kesulitan mengelola ban belakang, tapi ya, akhirnya saya bisa finis tiga besar di Grand Prix kedua saya dan ini adalah pencapaian terbesar saya saat ini. Sirkuit Brasil adalah sirkuit baru bagi semua rider. Jadi menurut saya, siapa yang akan cepat beradaptasi, dia yang akan bagus. Jadi ya, pastinya saya ingin mengucapkan terima kasih banyak untuk seluruh masyarakat Indonesia dan semua sponsor, keluarga saya yang menonton di Indonesia. . terima kasih banyak, ini luar biasa!”

    Last…Podium di Brasil menjadi bukti bahwa debut Veda Ega di Thailand bukan sekadar kebetulan cak. Dua seri beruntun, ia mampu finis di lima besar, bahkan kini naik podium. Jika di Thailand ia finis kelima, di Brasil ia berhasil memperbaiki posisi menjadi ketiga. Pencapaian ini menempatkan Veda Ega sebagai salah satu pembalap rookie paling konsisten di awal musim 2026. Dengan modal kecepatan dan adaptasi yang terus meningkat, bukan tidak mungkin target podium tertinggi akan segera ia raih di seri-seri berikutnya. Moto3 musim 2026 masih panjang, tetapi Veda Ega Pratama telah menunjukkan bahwa ia bukan hanya sekadar pelengkap di grid. Ia adalah pesaing serius yang siap menggebrak kelas dunia. Asli membanggakan cak…Gooo merah putih !!! (iwb)

    Hasil Moto3 Brasil

    Pos No Pembalap Negara Tim Motor Waktu Gap Poin
    1 28 Maximo QUILES SPA CFMOTO Gaviota Aspar Team KTM 7’20.833 25
    2 97 Marco MORELLI ARG CFMOTO Gaviota Aspar Team KTM 7’21.034 +0.201 20
    3 9 Veda PRATAMA INA Honda Team Asia HONDA 7’21.299 +0.466 16
    4 83 Alvaro CARPE SPA Red Bull KTM Ajo KTM 7’21.521 +0.688 13
    5 94 Guido PINI ITA Leopard Racing HONDA 7’21.734 +0.901 11
    6 27 Rico SALMELA FIN Red Bull KTM Tech3 KTM 7’22.012 +1.179 10
    7 73 Valentin PERRONE ARG Red Bull KTM Tech3 KTM 7’22.298 +1.465 9
    8 31 Adrian FERNANDEZ SPA Leopard Racing HONDA 7’22.567 +1.734 8
    9 67 Casey O’GORMAN IRL SIC58 Squadra Corse HONDA 7’22.801 +1.968 7
    10 13 Hakim DANISH MAL AEON Credit – MT Helmets – MSI KTM 7’23.045 +2.212 6
    11 51 Brian URIARTE SPA Red Bull KTM Ajo KTM 7’23.289 +2.456 5
    12 66 Joel KELSO AUS GRYD – MLav Racing HONDA 7’23.512 +2.679 4
    13 11 Adrian CRUCES SPA CIP Green Power KTM 7’23.798 +2.965 3
    14 6 Ryusei YAMANAKA JPN AEON Credit – MT Helmets – MSI KTM 7’24.012 +3.179 2
    15 8 Eddie O’SHEA GBR GRYD – MLav Racing HONDA 7’24.334 +3.501 1
    16 32 Zen MITANI JPN Honda Team Asia HONDA 7’25.102 +4.269
    17 10 Nicola CARRARO ITA Rivacold Snipers Team HONDA 7’25.678 +4.845
    18 14 Cormac BUCHANAN NZE CODE Motorsports KTM 7’27.890 +7.057
    NC 21 Ruche MOODLEY RSA CODE Motorsports KTM
    DNF 18 Matteo BERTELLE ITA LEVEL UP – MTA KTM
    DNS 54 Jesus RIOS SPA GRYD – MLav Racing HONDA
    DNS 78 Joel ESTEBAN SPA Liqui Moly Dynavolt Intact GP KTM
    DNS 22 David ALMANSA SPA SIC58 Squadra Corse HONDA
    DNS 5 Leo RAMMERSTORFER AUT CIP Green Power KTM
    DNS 19 Scott OGDEN GBR Liqui Moly Dynavolt Intact GP KTM

    B. Fastest Lap (Balapan Part 2)

    Pos No Pembalap Negara Motor Waktu Terbaik Lap
    1 97 Marco MORELLI ARG KTM 1’26.252 2
    2 9 Veda PRATAMA INA HONDA 1’26.552 4
    3 28 Maximo QUILES SPA KTM 1’26.589 4
    4 73 Valentin PERRONE ARG KTM 1’26.672 5
    5 83 Alvaro CARPE SPA KTM 1’26.684 4
    6 67 Casey O’GORMAN IRL HONDA 1’26.773 4
    7 13 Hakim DANISH MAL KTM 1’26.841 4
    8 51 Brian URIARTE SPA KTM 1’26.899 3
    9 66 Joel KELSO AUS HONDA 1’26.904 3
    10 27 Rico SALMELA FIN KTM 1’26.918 5
  • Kualifikasi Moto3 Brasil 2026: Veda Pratama Start ke 4…..Terkepung Dominasi KTM !!!

    Kualifikasi Moto3 Brasil 2026: Veda Pratama Start ke 4…..Terkepung Dominasi KTM !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…..Sesi kualifikasi Moto3 Estrella Galicia 0,0 Grand Prix of Brazil di Autódromo Internacional de Goiânia, Sabtu (21/3/2026), menyuguhkan drama kecepatan yang mempertemukan dua talenta muda terbaik Asia, Veda Pratama (Indonesia) dan Hakim Danish (Malaysia). Di tengah dominasi mesin KTM yang menyapu bersih barisan depan, Veda harus berjuang keras mengandalkan kelincahan Honda miliknya. Sementara Danish yang mendapatkan sokongan motor tangguh karena informasinya sirkuit ini cocok untuk KTM juga mengalami peningkatan signifikan. Yup…Kualifikasi Moto3 Brasil 2026: Veda Pratama Start ke 4…..Terkepung Dominasi KTM !!!

    Dominasi KTM dan Tantangan Bagi Honda

    Hasil kualifikasi menunjukkan keunggulan nyata mesin KTM. Tiga posisi teratas dikuasai oleh Joel Esteban (1’26.241), Valentin Perrone, dan Hakim Danish yang semuanya memacu motor asal Austria tersebut. Disisi lain cak….Veda Pratama menjadi satu-satunya pembalap pengguna Honda yang mampu menembus posisi lima besar dengan menempati urutan ke-4. Ia mencatatkan waktu 1’26.506, terpaut 0.265 detik dari peraih pole position.

    Veda vs Hakim: Adu Cepat di Sektor Krusial

    Persaingan antara Veda dan Hakim Danish menjadi sorotan utama cak. Hakim, yang membela tim AEON Credit – MT Helmets – MSI, berhasil mengamankan posisi ke-3 dengan waktu 1’26.448, unggul tipis 0.058 detik di atas Veda. Keunggulan motor KTM milik Hakim terlihat jelas pada data Top Speed. Berikut perbandingannya:

    • Hakim Danish (KTM): Kecepatan tertinggi mencapai 233.7 km/jam dengan rata-rata lima kecepatan teratas di angka 230.9 km/jam.

    • Veda Pratama (Honda): Meskipun memiliki top speed puncak yang sama, yakni 233.7 km/jam, namun konsistensi kecepatannya lebih stabil dengan rata-rata 233.0 km/jam.

      Namun, Veda menunjukkan kelasnya dalam hal efisiensi lintasan. Berdasarkan data Ideal Lap Time (gabungan sektor tercepat), Veda memiliki potensi waktu 1’26.371, yang sebenarnya lebih cepat dibandingkan catatan waktu kualifikasi resminya. Di sisi lain, Hakim Danish memiliki waktu ideal 1’26.228, yang menunjukkan bahwa ia memang memiliki paket motor yang sedikit lebih kencang di sirkuit Goiânia ini.

    Analisis Sektor

    Veda Pratama sangat kompetitif di sektor-sektor teknis. Ia mencatatkan waktu tercepat ke-4 di T1 (25.240) dan T3 (21.640), serta menjadi yang terbaik di sektor terakhir (T4) dengan 18.327. Ini membuktikan bahwa meskipun kalah tenaga mesin dari KTM di beberapa titik, Veda mampu mengompensasinya dengan gaya balap yang presisi di tikungan.

    Last….dengan degradasi ban yang diperkirakan tinggi akibat karakter sirkuit yang pendek namun sangat cepat, strategi manajemen ban akan menjadi kunci bagi Veda untuk melawan gempuran para penunggang KTM. Memulai balapan dari baris kedua (posisi 4), Veda memiliki peluang besar untuk melakukan slipstream dan mencuri podium dari Hakim Danish maupun Joel Esteban. Gooo Vedaaa !!! (iwb)

    Berikut adalah daftar lengkap hasil kualifikasi (Qualifying 2) Moto3 Estrella Galicia 0,0 Grand Prix of Brazil 2026 untuk posisi 1 hingga 18:

    Hasil Kualifikasi Moto3 Brasil 2026 (P1 – P18)

    Pos # Pembalap Negara Tim Motor Waktu Terbaik
    1 78

    Joel Esteban

     

    SPA

     

    LEVEL UP – MTA

     

    KTM

     

    1’26.241

     

    2 73

    Valentin Perrone

     

    ARG

     

    Red Bull KTM Tech3

     

    KTM

     

    1’26.447

     

    3 13

    Hakim Danish

     

    MAL

     

    AEON Credit – MT Helmets – MSI

     

    KTM

     

    1’26.448

     

    4 9

    Veda Pratama

     

    INA

     

    Honda Team Asia

     

    HONDA

     

    1’26.506

     

    5 97

    Marco Morelli

     

    ARG

     

    CFMOTO Gaviota Aspar Team

     

    KTM

     

    1’26.560

     

    6 51

    Brian Uriarte

     

    SPA

     

    Red Bull KTM Ajo

     

    KTM

     

    1’26.835

     

    7 66

    Joel Kelso

     

    AUS

     

    GRYD-MLav Racing

     

    HONDA

     

    1’26.967

     

    8 6

    Ryusei Yamanaka

     

    JPN

     

    AEON Credit – MT Helmets – MSI

     

    KTM

     

    1’26.970

     

    9 27

    Rico Salmela

     

    FIN

     

    Red Bull KTM Tech3

     

    KTM

     

    1’26.990

     

    10 83

    Alvaro Carpe

     

    SPA

     

    Red Bull KTM Ajo

     

    KTM

     

    1’27.000

     

    11 28

    Maximo Quiles

     

    SPA

     

    CFMOTO Gaviota Aspar Team

     

    KTM

     

    1’27.013

     

    12 31

    Adrian Fernandez

     

    SPA

     

    Leopard Racing

     

    HONDA

     

    1’27.036

     

    13 67

    Casey O’Gorman

     

    IRL

     

    SIC58 Squadra Corse

     

    HONDA

     

    1’27.041

     

    14 22

    David Almansa

     

    SPA

     

    Liqui Moly Dynavolt Intact GP

     

    KTM

     

    1’27.044

     

    15 32

    Zen Mitani

     

    JPN

     

    Honda Team Asia

     

    HONDA

     

    1’27.061

     

    16 94

    Guido Pini

     

    ITA

     

    Leopard Racing

     

    HONDA

     

    1’27.171

     

    17 5

    Leo Rammerstorfer

     

    AUT

     

    SIC58 Squadra Corse

     

    HONDA

     

    1’28.131

     

    18 14

    Cormac Buchanan

     

    NZE

    Statistik Kecepatan Tertinggi (Top Speed)

    Beberapa pembalap mencatatkan kecepatan luar biasa di sirkuit ini, menunjukkan performa mesin yang kompetitif:

    • Joel Esteban (KTM): 238.9 km/jam

    • Ryusei Yamanaka (KTM): 238.4 km/jam

    • Valentin Perrone (KTM): 235.2 km/jam

    • Hakim Danish (KTM): 233.7 km/jam

    • Veda Pratama (HONDA): 233.7 km/jam

    Informasi Sesi

    • Pole Position: Joel Esteban dengan waktu 1’26.241.

    • All-Time Lap Record: Joel Esteban (2026) – 1’26.241 (160.0 km/jam).

    • Kondisi Lintasan: Kering (Dry).

    • Kelembapan: 48%.

  • Luaaar biasaaa !! Veda Ega Start di Barisan Depan Moto3 Thailand 2026 !!

    Luaaar biasaaa !! Veda Ega Start di Barisan Depan Moto3 Thailand 2026 !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Bendera Merah Putih berkibar tinggi di Sirkuit Internasional Chang, Buriram. Pembalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama, sukses mencatatkan hasil gemilang dalam sesi kualifikasi Moto3 Thailand 2026 yang berlangsung pada Sabtu (28/2/2026). Sebagai seorang rookie, Veda berhasil membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar pelengkap, melainkan ancaman nyata di kancah kejuaraan dunia. (more…)

  • Moto3 Jerez Day 2 : Veda Ega Raja Rookie Asia….Adaptasinya ngeri cakkkk !!

    Moto3 Jerez Day 2 : Veda Ega Raja Rookie Asia….Adaptasinya ngeri cakkkk !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Veda Ega Pratama, rookie asal Gunungkidul yang membela Honda Team Asia, menunjukkan kembali kelasnya sebagai talenta muda berbakat di kancah dunia. IWB bisa melihat bagaimana Veda secara metodis memperbaiki catatan waktunya sepanjang hari kedua tes pramusim. Veda menunjukkan kurva pembelajaran yang sangat positif. Ia tidak hanya sekadar memutar lap, tetapi mampu memangkas waktu secara drastis setiap kali turun ke lintasan. Yup…Veda Ega Raja Asia….Adaptasinya ngeri cakkkk !! (more…)

  • Moto3 Jerez Test Day 1 : Veda Fokus Utak-atik Sasis…?? Honda vs KTM sangat Alot !!

    Moto3 Jerez Test Day 1 : Veda Fokus Utak-atik Sasis…?? Honda vs KTM sangat Alot !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Veda Ega Pratama, wonderkid Indonesia yang baru saja naik kelas ke kancah dunia (Moto3), mencatatkan waktu terbaik 1’46.628 pada hari pertama tes resmi di Jerez. Jika dibandingkan dengan pemuncak sesi, Alvaro Carpe (1’44.980), terdapat selisih (gap) sebesar 1.648 detik. Kenapa Veda terlempar dibandingkan Jerez ? karena isunya Veda Fokus utak – atik sasis. Dan yang menarik cak pertarungan antara Carpe dan Pini menjadi penegas persaingan ketat antara Honda vs KTM !! (more…)

  • Merinding….Merah Putih Berkibar di Portugal, Kiandra Luarrr biasaaa !!!

    Merinding….Merah Putih Berkibar di Portugal, Kiandra Luarrr biasaaa !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM), Muhammad Kiandra Ramadhipa, menunjukan potensinya mampu melesat cepat di arena balap Eropa. Bahkan, Ramadhipa bisa meraih podium perdana di ajang European Talent Cup (ETC) musim 2025 di Sirkuit Estoril, Portugal, Minggu (4/5). Pebalap 15 tahun ini finish ketiga di balapan pertamanya yang berlangsung dalam kondisi lintasan basah, dan menjadikannya sebagai pebalap Indonesia pertama yang mengibarkan Merah Putih di podium ETC. (more…)

  • AHM Kerahkan CBR250RR 2025 Untuk berlaga di Mandalika Racing Series !!

    AHM Kerahkan CBR250RR 2025 Untuk berlaga di Mandalika Racing Series !!

    Screenshot

    Iwanbanaran.com – Cakk….Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) siap bersiap menunjukkan kembali performa terbaiknya bersama CBR series dalam ajang balap Mandalika Racing Series (MRS) 2025. Tahun lalu, binaan Astra Honda mendominasi kelas 600cc, dan Juara umum diraih M. Adenanta Putra bersama. Tahun ini, pebalap terbaik AHRT akan bertarung di kelas National Supersport 600cc pada seri perdana yang akan digelar akhir pekan ini (12-13/4) di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat. (more…)

  • IWB sekeluarga mengucapkan Selamat hari Raya Idul Fitri 1446H, Mohon Maaf lahir dan batin !

    IWB sekeluarga mengucapkan Selamat hari Raya Idul Fitri 1446H, Mohon Maaf lahir dan batin !

    Iwanbanaran.com – Allaahu akbar….Allaahu akbar….Allaahu akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuakbar, Allaahu akbar walillaahil hamdu. Tidak terasa bulan suci Ramadhan telah berlalu. Satu bulan sudah kita lalui menahan lapar dan dahaga serta nafsu duniawi untuk mencari satu kesucian dalam hari kemenangan. Oleh karena itu di hari yang suci ini IWB dan keluarga mengucapkan selamat hari Raya Idul Fitri 1446H, Mohon maaf lahir dan batin… (more…)