Iwanbanaran.com – Cakkkk….Veda Ega Pratama, rookie asal Gunungkidul yang membela Honda Team Asia, menunjukkan kembali kelasnya sebagai talenta muda berbakat di kancah dunia. IWB bisa melihat bagaimana Veda secara metodis memperbaiki catatan waktunya sepanjang hari kedua tes pramusim. Veda menunjukkan kurva pembelajaran yang sangat positif. Ia tidak hanya sekadar memutar lap, tetapi mampu memangkas waktu secara drastis setiap kali turun ke lintasan. Yup…Veda Ega Raja Asia….Adaptasinya ngeri cakkkk !!
Cak…Veda Ega Pratama membuktikan bahwa ia adalah “pembelajar cepat”. Peningkatan dari posisi 21 ke posisi 16/17 menunjukkan mentalitas menyerang yang terkontrol. Jika tren peningkatan 1 detik per hari ini berlanjut, Veda sangat berpotensi untuk bertarung memperebutkan poin secara reguler (Top 15) di musim debutnya nanti.
Hal ini tidak lepas dari pengamatan IWB Berdasarkan data hasil tes resmi Moto3 di Jerez (Day 2), persaingan kategori Rookie tahun 2026 memang sangat ketat. Veda Ega Pratama berada di tengah-tengah persaingan talenta muda terbaik dunia, mayoritas lulusan Red Bull Rookies Cup dan FIM JuniorGP. Berikut adalah perbandingan mendalam antara Veda Ega Pratama dengan para pembalap menonjol lainnya dalam daftar hasil tes tersebut:
Tabel Perbandingan Riders (Jerez Day 2)
| Pos | Nama Rider | Negara | Motor | Waktu Terbaik | Gap ke P1 | Status / Lulusan |
| 1 | Maximo Quiles | SPA | KTM | 1’43.930 | – | Juara JuniorGP / RBRC |
| 4 | Guido Pini | ITA | HONDA | 1’44.340 | +0.410 | Juara ETC |
| 7 | Alvaro Carpe | SPA | KTM | 1’44.453 | +0.523 | Juara RBRC 2024 |
| 8 | Jesus Rios | SPA | HONDA | 1’44.476 | +0.546 | Bintang JuniorGP |
| 9 | Valentin Perrone | ARG | KTM | 1’44.485 | +0.555 | Runner-up RBRC |
| 11 | Marco Morelli | ARG | KTM | 1’44.586 | +0.656 | Top Rider JuniorGP |
| 17 | Veda Pratama | INA | HONDA | 1’44.968 | +1.038 | Juara ATC 2023 |
| 18 | Brian Uriarte | SPA | KTM | 1’45.072 | +1.142 | Rival Quiles/Carpe |
| 24 | Ruche Moodley | RSA | KTM | 1’45.527 | +1.597 | Lulusan RBRC |
| 25 | Zen Mitani | JPN | HONDA | 1’45.950 | +2.020 | Juara ATC 2024 |
Analisa Perbandingan
1. Veda vs “The Spanish/European Power”
Pembalap seperti Maximo Quiles, Alvaro Carpe, dan Guido Pini memang masih unggul sekitar 0.5 hingga 0.6 detik di depan Veda cak. Hal ini wajar karena:
-
Pengenalan Sirkuit: Jerez adalah “rumah” bagi Quiles dan Carpe. Mereka sudah ribuan lap di sini sejak kelas 85cc, sementara bagi Veda, ini adalah tahun keduanya mencicipi sirkuit Eropa secara intensif.
-
Motor: Quiles menggunakan KTM (CFMOTO) yang saat ini terlihat lebih dominan dalam lap time mentah dibanding Honda yang dikendarai Veda.
2. Dominasi Terhadap Rival Sesama Asia
Veda memberikan pernyataan kuat kepada Zen Mitani (Juara Asia Talent Cup 2024) dan Hakim Danish. Meskipun Mitani diprediksi menjadi bintang masa depan Jepang, Veda unggul telak hampir 1 detik full (0.982s). Ini membuktikan adaptasi Veda dari motor ATC ke motor Grand Prix jauh lebih cepat.
3. Konsistensi dan Daya Tahan
Veda melahap 73 lap, salah satu yang terbanyak di antara para rookie. Sebagai perbandingan, Maximo Quiles (P1) hanya melakukan 65 lap. Veda terlihat lebih fokus pada pengumpulan data dan pembiasaan diri (mileage) daripada sekadar mencari satu putaran tercepat (time attack) di awal sesi.
Veda saat ini berada di “Second Wave” (Gelombang Kedua) para Rookie. Dia sudah lepas dari kelompok papan bawah dan mulai menekan kelompok 10 besar.
Catatan Penting: Selisih Veda dengan Brian Uriarte (yang dianggap sebagai salah satu talenta terbesar Spanyol) hanya -0.1 detik. Ini adalah sinyal bahwa Veda punya level yang setara dengan pembalap top Eropa jika diberi waktu adaptasi lebih sedikit lagi.
Sekarang mari kita bedah lebih dalam melalui perbandingan visual dan tren performa antara Veda Ega Pratama melawan dua rival terdekatnya dari Asia, yaitu Zen Mitani (Jepang) dan Hakim Danish (Malaysia), berdasarkan data Tes Jerez Day 2.
Grafik Perbandingan Progres Lap Time (Detik)
Catatan: Semakin rendah bar/angka, semakin cepat pembalap tersebut.
| Pembalap | Sesi 1 (15:00) | Sesi 2 (16:00) | Sesi Akhir (Combined) | Total Progres (Detik) |
| Veda Ega | 1’45.606 | 1’44.968 | 1’44.968 | -0.638s |
| Zen Mitani | 1’46.271 | 1’45.950 | 1’45.950 | -0.321s |
| Hakim Danish | 1’47.738 | 1’47.052 | 1’46.204 | -1.534s |
Analisa Tren Rivalitas Asia
1. Veda Ega vs Zen Mitani (Rekan Setim)
Meskipun sama-sama berada di bawah bendera Honda Team Asia, Veda menunjukkan keunggulan yang sangat dominan.
-
Gap Konstan: Sejak pukul 15:00, Veda sudah unggul sekitar 0.6 detik dari Mitani. Hingga akhir sesi, gap ini melebar menjadi hampir 1 detik tepat (0.982s).
-
Adaptasi Teknis: Mitani tampak masih bergulat di angka 1 menit 45 detik, sementara Veda sudah nyaman bermain di low 1 menit 44 detik. Ini menunjukkan Veda lebih cepat menemukan set-up suspensi dan gearbox yang pas untuk karakter Jerez yang teknis.
2. Veda Ega vs Hakim Danish (Rival Regional)
Danish (Malaysia) memulai hari dengan sangat lambat (1’47.7), namun menunjukkan progres pemangkasan waktu yang besar di akhir sesi.
-
Level Kompetisi: Meskipun Danish memangkas banyak waktu, catatan terbaiknya (1’46.204) masih tertinggal 1.236 detik di belakang Veda.
-
Faktor Motor: Perlu dicatat Danish menggunakan KTM, yang secara data di tes ini lebih cepat daripada Honda. Fakta bahwa Veda (Honda) bisa lebih cepat 1.2 detik dari Danish (KTM) menunjukkan perbedaan kualitas individu yang signifikan di tes kali ini.
Last..Veda mampu mencetak waktu 1’44.968 pada lap ke-46. Ini adalah tanda yang sangat bagus. Artinya, Veda tidak butuh ban baru yang segar (fresh tyres) di akhir sesi untuk mencetak waktu terbaiknya. Dia menemukan kecepatan tersebut di pertengahan sesi saat kondisi lintasan sedang optimal. Gooo Vedaaa….(iwb)
Tes Jerez Day 2 (Jam 3 – Finish)



Comments
One response to “Moto3 Jerez Day 2 : Veda Ega Raja Rookie Asia….Adaptasinya ngeri cakkkk !!”
Belalang gunung kidul