Iwanbanaran.com – Cakkk….Kabar membanggakan dan membakar semangat kembali datang dari kancah balap internasional. Yup, talenta muda kebanggaan Tanah Air, M. Rama Putra Ramadhipa, siap kembali menghentak panggung lintasan Eropa! Pembalap belia asal Sleman, Yogyakarta yang baru berusia 16 tahun ini memasang target tinggi: membidik podium ketiganya musim ini pada putaran keempat Kejuaraan Dunia Junior Moto3 yang bakal digelar di Sirkuit Nevers Magny-Cours, Prancis. Ramadhipa bertekad Hancurkan Pasukan Eropa…Goooo !!!
Performa doi musim ini emang luar biasa konsisten dan bikin merinding, cak! Setelah sukses mengamankan podium ketiga di Barcelona serta menyegel kemenangan manis di Estoril, Ramadhipa bertekad melipatgandakan daya juangnya untuk melanjutkan tren positif ini. Saat ini, posisi Ramadhipa di klasemen sementara cukup menggiurkan, yakni bercokol di peringkat keempat dengan raihan 60 poin. Jaraknya cuma terpaut tipis, 9 angka saja dari pemuncak klasemen!
IWB catat, putaran di Magny-Cours ini bakal menjadi laga krusial alias laga pamungkas bagi Ramadhipa bersama Honda Asia Dream Racing Junior Team sebelum memasuki masa jeda musim panas yang berlangsung lebih dari satu bulan. Mengingat poinnya saat ini sama persis dengan dua pembalap di sekitarnya, plus selisih 5 pembalap teratas cuma berjarak 13 poin, peluang Ramadhipa untuk memangkas jarak atau bahkan mengkudeta posisi puncak klasemen sangat terbuka lebar, cak! Juoss tenan!
Jika ditengok dari rekam jejak tiga seri awal, kepiawaian pemuda Sleman ini memang patut diacungi dua jempol. Doi selalu berhasil menyapu bersih posisi finish di 7 besar. Satu-satunya momen apes cuma terjadi pada Race 2 di Jerez, di mana peluang meraih kemenangan yang sudah di depan mata terpaksa sirna akibat insiden diseruduk pembalap lain saat berduel sengit di lap terakhir. Sakit emang, tapi mentalitasnya nggak goyah sedikit pun!
Gimana nggak makin percaya diri, pembalap yang menunggangi Honda NSF250RW ini datang ke Magny-Cours membawa modal angin segar dan motivasi setinggi langit. Pasalnya, di ajang lain yakni Red Bull Rookies Cup yang berlangsung di Jerman baru-baru ini, Ramadhipa berhasil mengamankan kemenangan keduanya musim ini! Kemenangan tersebut makin menegaskan statusnya sebagai salah satu kandidat terkuat peraih gelar juara musim 2026.
IWB teringat, Sirkuit Magny-Cours sendiri sebenarnya punya memori dan histori yang sangat manis buat Ramadhipa. Di lintasan legendaris Prancis inilah musim lalu doi mengukir sejarah manis dengan meraih kemenangan perdananya di ajang European Talent Cup—sekaligus mempersembahkan piala kemenangan pertama bagi Indonesia di ajang tersebut! Saat itu, dalam balapan wet race alias guyuran hujan deras, Ramadhipa tampil bak kesetanan dengan manuver ciamik menyalip rival-rivalnya di lap pamungkas. Juozzz!
Nah, setahun berselang, kondisinya diprediksi bakal jauh berbeda karena gelombang panas yang sedang melanda benua Eropa. Namun cuaca ekstrem tak melunturkan nyalinya. Ramadhipa bertekad mengulang memori indah tersebut, kali ini di kelas yang lebih bergengsi, Moto3 Junior World Championship!
Buat penjenengan yang mau mengawal perjuangan pembalap kita, berikut jadwal lengkap rangkaian balap di Magny-Cours akhir pekan ini (waktu setempat):
-
Jumat: Free Practice 1 (10.30) dan Free Practice 2 (15.05)
-
Sabtu: Practice (10.20) menentukan kelulusan ke Q1 & Q2, dilanjutkan Kualifikasi (16.05)
-
Minggu: Race penentuan sepanjang 15 lap (13.00)
Race hari Minggu ini dipastikan bakal menyajikan duel yang amat sangat panas dan krusial untuk menentukan siapa pembalap yang berhak memasuki jeda musim panas sebagai sang penguasa klasemen. Mari kita doakan sama-sama makin lancar, tumpakan Honda NSF250RW-nya makin ngacir, dan bendera Merah Putih bisa kembali berkibar gagah di podium tertinggi Magny-Cours! Ramadhipa… Gasss poll rem blong, Gazzzzz! (IWB)




Catatan Kekuatan Veda

Iwanbanaran.com – Cakkk….Melihat karakteristik Sirkuit Sachsenring, Jerman, sirkuit ini punya keunikan yang sangat ekstrem dan menuntut gaya balap yang sangat spesifik. Sebagai pembalap muda Indonesia yang sedang meniti karier di kejuaraan Eropa/internasional (seperti Red Bull Rookies Cup atau JuniorGP), Sachsenring akan menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi Veda Ega Pratama. Berikut adalah analisis potensi, kekuatan, dan tantangan Veda Ega di Sachsenring…
Jadi, selain punya modal data dari tahun 2024, Veda datang ke Sachsenring dengan status sebagai pemenang balapan (race winner) di sirkuit ini pada musim lalu. Memori kemenangan manis di 2025 inilah yang membuat rasa percaya dirinya pasti berlipat ganda untuk balapan kali ini.
Tantangan Utama yang Harus Diwaspadai
Last…Sachsenring adalah sirkuit yang memisahkan pembalap yang mengandalkan tenaga motor dengan pembalap yang punya bakat murni dalam hal handling. Secara potensi, Veda Ega punya modal besar untuk tampil impresif di sini. Gaya balapnya yang presisi dan berani bertarung di tikungan cepat sangat cocok dengan karakter sektor 2 dan 3 Sachsenring. Target yang realistis namun optimis untuk Veda di sirkuit ini (tergantung pada kelas dan kompetisi spesifik yang diikutinya saat ini) adalah bertarung di grup depan untuk memperebutkan podium, asalkan dia bisa langsung nyetel sejak sesi latihan bebas (FP1) dan mengamankan posisi kualifikasi yang baik. Gooo Vedaa !! (iwb)
Iwanbanaran.com – Cakkk….Pembalap rookie andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, harus menelan pil pahit pada balapan utama Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit TT Assen, Minggu (28/6/2026) sore WIB. Sempat tampil memukau bahkan memimpin jalannya balapan, pembalap Honda Team Asia itu gagal membawa pulang poin setelah mengalami kecelakaan (crash) di lap kedelapan. Dalam wawancara pasca race, Veda Ega akui lakukan kesalahan…” Feeling motor bagus, tapi sayang aku lakukan kesalahan…” !!
Iwanbanaran.com – Cakkk…Luar biasa! Perjuangan tanpa lelah ditunjukkan oleh pembalap muda andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, pada sesi kualifikasi Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit ikonik TT Assen. Sempat terseok-seok di sesi latihan, pembalap berjuluk The Rocket Boy ini membuktikan mental petarungnya dengan sukses mengamankan posisi start ke-7 untuk balapan utama. Keberhasilan ini menjadi modal berharga bagi Veda untuk melanjutkan tren positifnya di musim debut (rookie) kelas Moto3….!!!
Memasuki Q2 yang diisi oleh 18 pembalap tercepat, persaingan makin memuncak. Sirkuit Assen yang dikenal sebagai The Cathedral of Speed menuntut presisi tinggi karena tikungan-tikungannya yang mengalir cepat (fast and flowing). Disini cak..kembali Veda terbukti mampu menjinakkan karakter sirkuit legendaris ini. Ia sukses mempertajam catatan waktunya hingga berhasil mengunci posisi ke-7. Inipun Veda sempat nangkring diposisi terbaik ke 3 cukup lama sebelum jebol di akhir lap oleh para pembalap lain. Hasil ini membuatnya berhak memulai balapan dari baris ketiga (Row 3), sementara posisi terdepan (pole position) direbut oleh Maximo Quiles.
Hasil kualifikasi Moto3 Assen
Iwanbanaran.com – Cakkk…Akhir pekan ini, Sirkuit TT Assen yang legendaris akan menjadi saksi perjuangan Veda Ega Pratama di seri ke-10 Moto3 2026. Dengan julukan
Saat berlaga di ajang pencarian bakat Red Bull Rookies Cup musim 2024, pembalap asal Gunungkidul ini sudah pernah mencicipi aspal Assen. Catatan performanya kala itu terbilang impresif bagi seorang pendatang baru dari Asia:
Meskipun potensi podium sangat terbuka lebar, ada dua catatan merah dari manajer tim (Hiroshi Aoyama) yang wajib diperbaiki oleh Veda pekan ini:










