Category: Lainnya

  • Breaking !! Veda Ega kena Penalti…start anjlok ke 20 di Ceko, wahhh !!!

    Breaking !! Veda Ega kena Penalti…start anjlok ke 20 di Ceko, wahhh !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Kabar mengejutkan datang dari Sirkuit Brno menjelang balapan utama Moto3 Ceko 2026. Dua pembalap muda berbakat asal Asia Tenggara, Veda Ega Pratama (Indonesia) dijatuhi hukuman penalti berat oleh FIM MotoGP Steward Panel. Veda dipastikan harus turun sebanyak 12 posisi dari hasil kualifikasi aslinya. Sanksi ini tentu menjadi pukulan telak, terutama bagi performa apik yang sempat Veda tunjukkan pada sesi kualifikasi hari Sabtu (20/6/2026)…!!

    Penyebab Penalti: Melaju Terlalu Lambat

    Berdasarkan investigasi dari FIM MotoGP Steward Panel, Veda Ega Pratama (Honda Team Asia) kedapatan berkendara terlalu lambat (riding slowly) di beberapa sektor lintasan saat sesi kualifikasi berlangsung. Tindakan ini dianggap melanggar Pasal 1.21.2 regulasi Kejuaraan Dunia FIM Grand Prix mengenai “Protokol Berkendara Lambat”. Dalam aturan Tipe M3-SR8 (Sektor Lambat Berlebihan), catatan waktu sektor seorang pembalap tidak boleh menyentuh atau melebihi 135% dari waktu terbaik pribadi mereka di sektor tersebut. Veda dianggap melanggar aturan ini karena dianggap bisa membahayakan pembalap lain yang sedang melakukan time attack. Tidak hanya Veda cak Hakim Danish juga kena. Pembalap lain Rammerstorfer lebih parah karena kena Penalty LLP. Sedang Eddie O’Shea, Almansa, Kelso, & Perrone Hukumannya masih sebatas Warning dengan tanpa perubahan di Posisi grid…

     

    Isi Penalti

    Moto3™ | MONSTER ENERGY GRAND PRIX OF CZECHIA 2026

    PEMBERITAHUAN SANKSI

    • Kepada: Veda PRATAMA

    • No: 9

    • Kelas: Moto3™

    • Tim: Honda Team Asia

    • Tanggal: 20 Juni 2026

    • Waktu: 20:20 UTC +2 jam


    Berdasarkan Pasal 3.8 dari Regulasi Kejuaraan Dunia Grand Prix FIM, kami mengonfirmasi keputusan kami melalui sebuah sidang dengar pendapat.

    Alasan Pada tanggal 20 Juni 2026 selama sesi Kualifikasi 2 MONSTER ENERGY GRAND PRIX OF CZECHIA, Anda terpantau berkendara sangat lambat di lebih dari satu bagian lintasan dan/atau memiliki sektor lambat yang melebihi 135% dari sektor tercepat pribadi Anda.

    Hal ini bertentangan dengan instruksi khusus yang diberikan kepada kompetitor dan tim Moto3™. Oleh karena itu, tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap Pasal 1.21.2 dari Regulasi Kejuaraan Dunia Grand Prix FIM.

    Sanksi Karena alasan-alasan di atas, Panel Juri (Stewards) FIM MotoGP™ telah menjatuhkan penalti turun 12 Posisi Grid untuk Balapan Moto3™ MONSTER ENERGY GRAND PRIX OF CZECHIA. (sesuai dengan pasal 3.2.1 dan 3.3.2.3)

    Penjelasan Penalti Mengikuti Protokol Berkendara Lambat Moto3™ dan Protokol Penalti yang diberikan kepada tim, tindakan ini dianggap sebagai insiden Tipe M3-SR8: Sektor Lambat Berlebihan. Kriterianya adalah catatan waktu setiap sektor tidak boleh mencapai 135% atau lebih dari waktu terbaik pribadi pembalap di sektor tersebut.

    Sebagai pelanggaran kedua musim ini, penalti yang sesuai dalam kasus ini adalah penalti turun 12 Posisi Grid.

    Hak Banding Menurut pasal 3.7.2, 3.7.2.2, dan 3.7.2.4 dari Regulasi Kejuaraan Dunia Grand Prix FIM, Anda memiliki hak untuk mengajukan banding terhadap keputusan Panel Juri FIM MotoGP™ ini kepada Juri Banding FIM. Pernyataan banding harus dibuat dalam waktu 60 menit sejak tanggal dan waktu pemberitahuan ini, serta disertai dengan uang jaminan sebesar €1320. Banding dapat diajukan melalui IRTA yang juga dapat memfasilitasi jaminan pembayaran uang jaminan tersebut.

    Panel Juri (Stewards) FIM MotoGP™

    • Simon CRAFAR

    • Andres SOMOLINOS

    • Tamara MATKO

    Perubahan Posisi Start di Grid

    Hukuman turun 12 grid ini langsung merombak peta persaingan start untuk balapan hari Minggu (21/6/2026):

    • Hakim Danish: Sebelumnya berhasil mengamankan posisi start ke-2 yang sangat strategis di baris depan (front row). Akibat penalti ini, pembalap asal Malaysia tersebut terlempar jauh ke posisi ke-14.

    • Veda Ega Pratama: Pembalap kebanggaan Indonesia ini sejatinya tampil impresif di akhir kualifikasi dengan mengamankan posisi ke-8. Dengan adanya penalti 12 posisi, Veda terpaksa harus memulai balapan dari grid ke-20.

    Respons Veda Pratama: Tetap Optimis Menyerang dari Belakang

    Menanggapi keputusan pahit ini, Veda Ega Pratama bersikap sportif dan mengakui kesalahannya sebagai bagian dari proses pembelajaran di kelas dunia.

    “Catatan waktu lap dan posisi kedelapan sebenarnya adalah hal positif, tetapi saya melakukan kesalahan dengan berkendara terlalu lambat dan saya menerima penalti lagi. Ini adalah sesuatu yang perlu saya pelajari karena hal ini membuat pekerjaan kami jauh lebih sulit besok,” ujar pembalap asal Gunungkidul tersebut.

    Kendati harus memulai balapan dari barisan belakang, Veda menegaskan tidak akan menyerah begitu saja mengingat ia memiliki ritme motor (race pace) yang cukup kompetitif di Brno.

    “Start dari posisi yang lebih belakang berarti balapan akan lebih menantang, namun saya tahu saya memiliki kecepatan yang bagus. Saya akan tetap fokus, melakukan start yang baik, dan berjuang semaksimal mungkin untuk merebut kembali posisi,” pungkas Veda.

    Last…Balapan Moto3 Ceko 2026 di Sirkuit Brno dipastikan akan berjalan semakin sengit. Bisakah Veda Pratama melakukan aksi comeback gemilang dan menembus zona poin? Kita nantikan aksi mereka di lintasan! Goooo merah putihhh !! (iwb)

  • Menakar Potensi Veda Ega di Brno: Berjuang Sendirian di Tengah Kepungan “Armada” KTM !!

    Menakar Potensi Veda Ega di Brno: Berjuang Sendirian di Tengah Kepungan “Armada” KTM !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Putaran kesembilan Moto3 musim 2026 di Sirkuit Automotodrom Brno, Republik Ceko, menghadirkan tantangan yang luar biasa berat bagi pebalap muda andalan Indonesia, Veda Ega Pratama. Bersama Honda Team Asia, pebalap asal Gunungkidul ini tidak hanya harus menaklukkan sirkuit baru yang asing baginya, tetapi juga harus menghadapi kenyataan pahit mengenai peta persaingan performa motor di lintasan Brno. Melihat hasil lembar klasemen resmi dari sesi Practice (PR) hari Jumat (19/6), terlihat jelas bahwa motor berbasis KTM (termasuk Husqvarna dan CFMoto) mendominasi mutlak barisan depan. Di tengah situasi sulit ini, potensi besar Veda Ega justru terlihat dari caranya memangkas jarak dan menjadi salah satu tumpuan terbaik pabrikan berlambang sayap mengepak tersebut !!

    Sirkuit Brno yang memiliki trek lebar, tikungan mengalir (flowing), serta perubahan elevasi yang konstan tampaknya menjadi momok tersendiri bagi paket motor Honda NSF250RW tahun ini. Dominasi mutlak ditunjukkan oleh motor-motor rival. Di sesi Practice, posisi 1 hingga 12 dikuasai tanpa celah oleh barisan motor KTM. Hakim Danish yang memimpin sesi bahkan sukses memecahkan rekor lap Brno menggunakan motor KTM milik tim MT Helmets-MSi. Di manakah posisi Honda? Motor Honda tercepat barulah muncul di posisi ke 8 Lewat Rios…lalu ke 12 lewat Joel Kelso (Gryd-MLav Racing), disusul Guido Pini (Leopard Racing) di posisi 13. Tepat di belakang mereka, Veda Ega Pratama menempati posisi ke-14 dengan catatan waktu 2 menit 05,911 detik, hanya terpaut tipis 0,012 detik dari Pini. Artinya, dalam kondisi motor yang tampak sulit mengimbangi top speed dan kelincahan KTM di tikungan panjang Brno, Veda mampu berdiri sebagai pebalap Honda tercepat ke 4 di lintasan. Ia bahkan mengungguli pebalap senior Honda berpengalaman seperti Adrian Fernandez (Leopard Racing) yang terpuruk di posisi ke-21.

    Posisi ke-15 yang diraih Veda sebenarnya tidak mencerminkan potensi aslinya sepanjang sesi sore itu. Pebalap berjuluk The Rocket Boy ini sempat menunjukkan performa luar biasa cerdas. Memanfaatkan strategi towing di belakang pebalap top Valentin Perrone, Veda sempat merangsek naik ke posisi ke-8 dan berada di zona aman untuk langsung lolos ke Kualifikasi 2 (Q2). Sayangnya, drama terjadi di menit-menit krusial akhir sesi. Catatan waktu terbaik yang dicetaknya dibatalkan oleh Steward karena melanggar batas lintasan (track limit). Ditambah dengan peningkatan catatan waktu para rival di detik terakhir, posisi Veda akhirnya melorot ke peringkat 14. Akibat margin tipis tersebut..hanya berjarak 0,012 detik dari batas kelolosan 14 besar yang Veda akan langsung masuk ke Q2…..good !!!

    Potensi Besar untuk Bangkit di Balapan

    Meski di atas kertas hasil hari Jumat terlihat berat, potensi balap Veda Ega di Brno tidak boleh dipandang sebelah mata. Ada beberapa indikator kuat mengapa Veda berpeluang besar melakukan comeback impresif:

    1. Adaptasi Cepat di Trek Baru: Brno adalah sirkuit yang belum pernah ia jajaki sebelumnya. Dari FP1 di mana ia terpuruk di posisi ke-22 dengan waktu 2 menit 07,544 detik, Veda berhasil memangkas catatan waktunya hingga lebih dari 1,6 detik di sesi sore (2 menit 05,911 detik). Kemampuan adaptasi kilat ini adalah modal utama pebalap kelas dunia.

    2. Karakter Spartan dalam Grup Rapat: Moto3 terkenal dengan balapan kelompok besar memanfaatkan slipstream. Keunggulan motor KTM di sesi latihan mandiri bisa diredam saat balapan hari Minggu jika Veda mampu masuk ke rombongan depan sejak awal. Mentalitas bertarung Veda yang agresif sudah terbukti di seri-seri sebelumnya.

    3. Motivasi Penebusan Dosa: Setelah hasil mengecewakan di Hungaria akibat penalti, Veda membawa motivasi berlipat ganda untuk membuktikan bahwa dirinya layak bersaing di barisan depan.

    Langkah pertama Veda adalah sabet posisi terbaik pada Q2 hari Sabtu ini. Jika ia mampu meraih hasil bagus di Q2 alias mendapatkan posisi start yang layak di empat baris terdepan, bukan tidak mungkin Veda Ega Pratama akan kembali mengejutkan publik dengan menjadi penjinak motor Honda terbaik di aspal Brno. Mari kita terus berikan dukungan penuh untuk talenta muda Indonesia di kancah dunia! Gooo merah putihhh !! (iwb)

  • CBR Series Melesat Kencang, AHRT Borong Tiga Podium ARRC Motegi !!

    CBR Series Melesat Kencang, AHRT Borong Tiga Podium ARRC Motegi !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Astra Honda Racing Team (AHRT) tampil kencang pada putaran ketiga Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 di Mobility Resort Motegi, Jepang, 13–14 Juni 2026. Mengandalkan ketangguhan dan kecepatan lini CBR series, AHRT sukses mengamankan tiga podium dan mengibarkan bendera Merah Putih dua hari berturut-turut di panggung balap Asia pada kelas Asia Production (AP) 250 dan Supersport (SS) 600.

     Irfan Ardiansyah tampil gemilang pada balapan akhir pekan ini. Turun sebagai pebalap pengganti Muhammad Badly Ayatullah yang masih dalam masa pemulihan cedera, Irfan berhasil mengunci podium kedua di dua race sekaligus bersama motor balap unggulan CBR250RR melalui kemenangan di race 1 dan race 2 ARRC Motegi, Jepang.

     Asia Production (AP) 250 

    Pada race 1 yang digelar Sabtu (13/6), Irfan memulai balapan dari posisi keempat dan langsung menempel ketat kelompok depan. Ia membangun pertahanan lini balap yang sangat taktis sepanjang 10 lap sebelum melakukan akselerasi penuh di sektor terakhir pada lap penutup, menyentuh garis finis di posisi kedua dengan selisih 0,161 detik dari pemenang.

    Semangat itu berlanjut pada race 2 yang digelar Minggu (14/6). Irfan kembali bersaing ketat di grup terdepan. Rapatnya jarak antar pebalap membuat aksi saling salip hampir terjadi di tiap sektor. Sempat terlempar di posisi tujuh pada akhir lap, namun Irfan mampu melakukan manuver terukur di beberapa tikungan akhir sehingga ia dapat mengamankan posisi kedua. Back to back podium untuk Irfan di Motegi. Hasil gemilang ini mengantarkan Irfan mengemas 40 poin di putaran Motegi dan kini menempati posisi keenam klasemen sementara AP250 dengan total 51 poin.

     “Sejak awal balapan, saya berusaha untuk mempertahankan posisi di barisan terdepan dan merencanakan serangan di dua lap terakhir. Strategi tersebut berjalan lancar, dan saya berhasil kembali naik podium di race 2. Terima kasih semua yang telah mendukung,” ujar Irfan.

     Masih di kelas AP250, rekan setim Irfan, Rheza Danica Ahrens, menunjukkan mentalitas juara meski menghadapi tantangan berat. Pada race 1, memulai dari posisi ke-13, Rheza secara perlahan memangkas jarak dengan pebalap depannya untuk masuk ke rombongan terdepan sebelum finis di posisi kelima. Pada race 2, Rheza kembali tampil kompetitif bersaing dengan pebalap grup depan, namun ia harus puas finis di posisi sembilan. Pada putaran Motegi ini Rheza berhasil mengemas 18 poin krusial dan kini menempati posisi ketiga klasemen sementara AP250 dengan total 82 poin.

     Supersport (SS) 600

    Di kelas Supersport 600, Herjun Atna Firdaus menyuguhkan salah satu aksi comeback paling dramatis akhir pekan ini. Sempat tercecer ke posisi kedelapan usai start yang kurang sempurna dari baris depan, Herjun langsung menstabilkan ritme dan melancarkan serangan balik yang agresif bersama CBR600RR. Melalui duel sengit yang melibatkan kontak bodi dan dua kali saling salip di lap-lap akhir, Herjun berhasil mengunci posisi ketiga pada race 1 yang merupakan podium keduanya di musim ini.

     Pada race 2, Herjun kembali tampil dengan determinasi tinggi sejak start dan beberapa kali berhasil menembus jajaran top 3. Namun persaingan yang sangat rapat di lap-lap akhir membuat Herjun harus puas mengakhiri race di posisi keempat. Hasil positif dua race di Motegi mendongkrak Herjun ke posisi keempat klasemen sementara SS600 dengan total 67 poin.

     “Hari ini, saya sangat menikmati jalannya balapan. Saya sangat menikmati duel sengit wheel-to-wheel dengan pebalap lain dan saya sangat senang dengan hasil keseluruhan di akhir pekan ini setelah berhasil finis di posisi ketiga dan keempat. Selanjutnya dukung saya bersaing di Mandalika,” ujar Herjun.

     Asia Superbike (ASB) 1000

    Sementara di kelas Asia Superbike (ASB) 1000, M Adenanta Putra menunjukkan ketahanan fisik yang luar biasa. Pada race 1, Adenanta berhasil finis di posisi kedelapan bersama CBR1000RR-R. Baru pulih dari operasi arm pump Adenanta memulai balapan dari posisi kesembilan, ia tampil tenang dan mampu mengelola kondisi fisiknya dengan baik selama 15 lap.

    Pada race 2, Adenanta kembali menunjukkan proses yang positif dengan kembali finis di posisi kedelapan. Hasil konsisten dua race berturut-turut ini menjadi modal berharga bagi pebalap asal Magetan, Jawa Timur tersebut untuk terus berkembang di kelas tertinggi ARRC. Saat ini Adenanta berhasil mengumpulkan 50 poin dan berada di posisi ke 6 klasemen sementara ASB1000.

     General Manager Marketing Planning and Analysis PT Astra Honda Motor (AHM) Andy Wijaya, mengapresiasi totalitas seluruh pebalap AHRT sepanjang akhir pekan balap di Motegi.

     “Kami sangat bangga dengan semangat juang para pebalap AHRT di Motegi. Semoga hasil ini menjadi motivasi untuk tampil semakin kuat di putaran-putaran berikutnya dan terus mengharumkan nama Indonesia,” ujar Andy.

     Hasil positif Motegi turut memperkuat posisi AHRT di klasemen sementara ARRC 2026. Putaran keempat Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship 2026 akan digelar di sirkuit Mandalika pada Agustus mendatang. Bersama CBR series pebalap AHRT siap melesat kencang untuk terus melanjutkan tren positif musim ini….(AHM PR)

  • Bongkar Potensi Veda Ega di Brno….ini titik kuat Veda !!

    Bongkar Potensi Veda Ega di Brno….ini titik kuat Veda !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…tantangan Veda Ega membalap dipekan ini tidak akan mudah. Karena Veda Belum pernah membalap di Ceko. Yup…Balapan Moto3 Ceko 2026 di Sirkuit Brno pada akhir pekan ini (19–21 Juni 2026) akan menjadi momen pertama kalinya Veda Ega Pratama menjajal sirkuit legendaris tersebut dalam kompetisi resmi. Namun jangan kuatir cak…ketika kita Mengintip Potensi Veda Ega di Brno….kans tetap ada dan ini titik kuat Veda !!

    Sebagai seorang rookie di Kejuaraan Dunia Moto3 musim 2026 ini, status Veda di Brno benar-benar murni sebagai pendatang baru. Ada dua alasan utama mengapa sirkuit ini sangat asing baginya. Sebab Di jenjang karier Veda sebelumnya, baik saat ia mendominasi Asia Talent Cup maupun ketika ia bertarung di Red Bull MotoGP Rookies Cup dan FIM JuniorGP (2024–2025), Sirkuit Brno tidak masuk ke dalam kalender balap ajang-ajang tersebut. Oleh karena itu, tantangan terbesar Veda di seri Ceko kali ini adalah memanfaatkan sesi Free Practice (FP) dan latihan seefektif mungkin untuk menghafal titik pengereman (braking zone) serta memahami perubahan elevasi sirkuit.

    Untuk menganalisis potensi Veda Ega Pratama sektor per sektor di Brno, kita bisa membedah tata letak sirkuit dari gambar dan menggabungkannya dengan karakter sirkuit yang lebar serta mengalir. Berikut adalah analisis detail potensi dan titik kritis Veda di setiap sektor Brno cak:

    Sektor 1 (Garis Start)

    Sektor dibuka dengan lurusan utama, lalu masuk ke kombinasi tikungan kanan-kiri yang cukup cepat (T1 dan T2), diikuti lurusan pendek menuju T3 dan T4.

    • Potensi Veda: Sektor ini adalah zona hard braking pertama setelah lintasan lurus. Veda dikenal sangat kuat di pengereman mendalam (late braking). Tikungan 1 dan 3 yang lebar akan memberikan Veda ruang untuk melakukan aksi overtake agresif, terutama di lap-lap awal saat rombongan masih sangat padat.

    • Titik Kritis: Menjaga momentum keluar dari T2 menuju T3 agar tidak kehilangan kecepatan di lurusan pendek tersebut.

    Sektor 2 (Tikungan 5 ke Tikungan 8)

    Sektor ini sangat teknis, dimulai dari tikungan tusuk konde (hairpin) di T5, lalu langsung disambut oleh rangkaian tikungan mengalir berbalas-balas (T6, T7, T8).

    • Potensi Veda: Di T5, kemampuan pengereman Veda kembali diuji. Namun, kekuatan utama yang harus ia keluarkan di sisa sektor ini adalah cornering speed dan kelincahan flick (mengubah arah motor dengan cepat) dari kiri ke kanan. Jika Veda bisa cepat menemukan rhythm (irama) yang pas di sesi latihan, ia bisa mencetak waktu yang sangat konstan di sini.

    • Titik Kritis: T5 adalah jebakan low-side jika pembalap terlalu memaksakan masuk. Selain itu, salah mengambil line di T6 akan merusak seluruh jalur hingga T8.

    Sektor 3 (Tikungan 9 ke Tikungan 12)

    Sektor ini membawa pembalap turun dan naik melewati area bukit Brno. Karakteristiknya mirip Sektor 2, yaitu rangkaian tikungan cepat yang mengalir (T9, T10, T11, T12).

    • Potensi Veda: Sektor ini menuntut ketahanan fisik dan manajemen ban sisi samping. Di sinilah lebar sirkuit yang mencapai 15 meter (berdasarkan Screenshot_235.jpg) bisa dimanfaatkan Veda untuk mengeksplorasi racing line alternatif jika jalur utamanya ditutup oleh pembalap lain.

    • Titik Kritis: Perubahan elevasi (turunan dan tanjakan) di sektor ini sering kali membuat roda depan motor Moto3 kehilangan traksi (front-end wash). Veda harus sangat halus dalam membuka gas saat motor dalam posisi miring.

    Sektor 4 (Tikungan 13 ke Garis Finis)

    Sektor penentu. Terdiri dari tikungan ganda ke kanan (T13 dan T14) yang melebar, sebelum akhirnya berakselerasi menuju lurusan sepanjang 636 meter menuju garis finis.

    • Potensi Veda: Sektor ini murni tentang taktik dan kecerdasan posisi. Veda tidak boleh egois untuk memimpin di T14 pada lap terakhir. Potensinya justru lebih besar jika ia berada di posisi ke-2 atau ke-3 saat keluar dari T14, memanfaatkan momentum akselerasi maksimal.

    • Titik Kritis: Slipstream. Dengan top speed Moto3 yang bisa menyentuh 234.2 Km/Jam di sini siapa pun yang memimpin keluar dari T14 akan menjadi “makanan empuk” bagi pembalap di belakangnya tepat sebelum garis finis.

    Last…Veda kemungkinan besar akan sangat kuat dan dominan di Sektor 1 dan Sektor 2 berkat kemampuan pengeremannya. Tantangan terbesarnya ada di Sektor 3 untuk menjaga ritme ban, serta Sektor 4 di mana ia harus bermain catur taktis dengan angin (slipstream) demi mengamankan posisi finis terbaik. Apakah Veda akan bisa bangkit setelah terpuruk di Hongaria ? semoga saja cak…goooo merah putih !! (iwb)

  • Ramadhipa Pecahkan Record di JuniorGP Kalahkan Rider Eropa….Master class !!

    Ramadhipa Pecahkan Record di JuniorGP Kalahkan Rider Eropa….Master class !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….Kiandra Ramadhipa mencetak sejarah akhir pekan lalu dengan meraih kemenangan perdananya di Moto3 Junior World Championship setelah finis terdepan di Estoril. Hasil ini membuatnya menjadi pebalap Indonesia kedua yang berhasil meraih kemenangan di kelas tersebut. Tidak hanya sampai situ saja, bersama Honda Asia-Dream Racing Team, Ramadhipa juga menorehkan pencapaian spesial dengan meraih kemenangan perdana di European Talent Cup (ETC) dan Moto3 Jr WCh hanya dalam kurun sebelas bulan, sekaligus menjadi yang tercepat dalam sejarah.

    Sebelumnya, catatan tercepat untuk pencapaian ini dipegang oleh Joel Esteban pada tahun 2023, ketika ia meraih kemenangan di JuniorGP satu tahun dua bulan setelah kemenangan perdananya di European Talent Cup (ETC). Namun Ramadhipa berhasil memecahkan catatan itu dengan selisih tiga bulan lebih cepat dan ia melakukannya pada kedua musim pertamanya, sementara Esteban meraih kemenangan ETC pertamanya pada musim keduanya di kelas tersebut.

    European Talent Cup + Moto3 Jr WCh

    Hanya ada tiga pebalap lain yang mampu meraih kemenangan di European Talent Cup dan Moto3 Junior World Championship pada musim rookie mereka, yaitu Izan Guevara, Brian Uriarte, Maximo Quiles dan Marco Morelli. Namun, hanya Guevara yang sebelumnya mampu mencatat pencapaian serupa dengan Ramadhipa, yakni meraih kemenangan di kedua kelas tersebut secara beruntun dalam dua musim berbeda. Sementara itu, Uriarte, Quiles dan Morelli membutuhkan lebih dari satu musim di European Talent Cup (ETC) sebelum berhasil naik dan menang di Moto3 Junior World Championship.

    Sejarah yang ditorehkan Ramadhipa lewat kemenangan di Estoril tak berhenti sampai di situ. Ramadhipa kini menjadi pebalap pertama dari luar Eropa dan Amerika Selatan yang mampu meraih kemenangan di European Talent Cup (ETC) dan Moto3 Junior World Championship. Ia juga tercatat sebagai pebalap ke-17 yang mampu memenangkan balapan di kedua ajang tersebut.

    Moto3 Jr WCh + Red Bull Rookies Cup

    Musim ini, Ramadhipa juga telah mengamankan kemenangan pertamanya di Red Bull Rookies Cup, yang membuatnya menjadi pebalap ke-24 yang mampu menang baik di Moto3 Junior World Championship maupun ajang pembinaan Red Bull tersebut. Ia juga menjadi pebalap Asia keenam yang berhasil mencatatkan prestasi itu, menyusul Kaito Toba, Ai Ogura, Yuki Kunii, Ryusei Yamanaka, dan Tatchakorn Buasri. Sebelum Ramadhipa, hanya 15 pebalap yang mampu meraih pencapaian ini dalam musim yang sama.

    European Talent Cup + Moto3 Jr WCh + Red Bull Rookies Cup

    Prestasi yang lebih Istimewa lagi adalah keberhasilannya meraih tiga kemenangan di tiga ajang berbeda. Hingga saat ini, hanya delapan pebalap yang pernah menang di European Talent Cup (ETC), Moto3 Junior World Championship, dan Red Bull Rookies Cup. Hal ini menjadi lebih spesial karena pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) ini menjadi satu-satunya pebalap Asia dalam daftar tersebut.

    Bahkan ini menjadi semakin luar biasa lagi karena tidak ada satu pun pebalap, selain Ramadhipa, yang mampu melakukannya dalam waktu secepat ini. Tiga kemenangan tersebut diraihnya dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, di European Talent Cup (ETC) pada Sirkuit Magny-Cours, Prancis, 6 Juli 2025; di Red Bull Rookies Cup pada Sirkuit Jerez, Spanyol, 26 April 2026; dan di Moto3 Junior World Championship di Estoril pada Minggu lalu.

    Last…Secara keseluruhan, kemenangan gemilang yang diraih beberapa hari lalu menempatkan Kiandra Ramadhipa dalam jajaran pebalap elite muda dunia, sekaligus menjadikannya pemegang sejumlah rekor baru. Di usia yang baru 16 tahun, pebalap Indonesia ini terus menunjukkan potensinya sebagai salah satu talenta masa depan, bukan hanya bagi Astra Honda, Indonesia, dan Asia, tetapi juga bagi dunia balap motor internasional yang kini mulai melihat lahirnya pebalap Asia dengan masa depan yang sangat cerah. Master Class !! (iwb)

  • Update Klasemen Sementara Moto3 Hongaria 2026…Veda Ega tertekan !!

    Update Klasemen Sementara Moto3 Hongaria 2026…Veda Ega tertekan !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, harus rela turun ke posisi keenam klasemen sementara Moto3 2026 setelah gagal meraih poin di seri Hungaria, Minggu (7/6/2026). Veda yang start dari posisi 9 dan sempat merangsek ke 6….akhirnya harus puas finis di urutan 16 setelah terkena hukuman long lap penalty. Inilah Update Klasemen Sementara Moto3 Hongaria…Veda Ega tertekan !! (more…)

  • Moto3 Hongaria : Penalti Paksa Veda Ega terpuruk ke 16, Moto3 Balaton Bencana !!

    Moto3 Hongaria : Penalti Paksa Veda Ega terpuruk ke 16, Moto3 Balaton Bencana !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Balapan Moto3 Hongaria 2026 di Sirkuit Balaton Park berlangsung penuh drama dan ketegangan sepanjang 20 lap. Diwarnai dengan insiden Red Flag di lap terakhir, pembalap muda Maximo Quiles sukses mengamankan podium tertinggi. Di sisi lain, pembalap andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, harus puas finis di posisi ke-16 setelah berjuang keras melewati hukuman Long Lap Penalty (LLP).

    Balapan dimulai dalam kondisi lintasan yang kering dengan suhu permukaan trek mencapai 42°C. David Almansa, yang memilih kombinasi ban Soft-Medium, memulai balapan dari posisi terdepan (pole position).

    Sementara itu, Veda Ega Pratama yang start dari grid ke-9 dengan kombinasi ban Soft-Soft, langsung melakukan start yang sangat impresif. Sesaat setelah lampu start padam, Veda langsung melesat dan sempat merangsek naik ke posisi ke-6. Di saat yang sama, beberapa pembalap seperti Guido Pini, Hakim Danish, dan Moodley langsung terlibat kecelakaan (crash) di awal lap.

    Memasuki lap ke-3, Veda mendapatkan instruksi resmi untuk menjalankan hukuman Long Lap Penalty (LLP). Eksekusi LLP di lap ke-4 ini memaksa pembalap asal Gunungkidul tersebut melorot jauh hingga ke posisi ke-17, tepat di belakang Ryusei Yamanaka.

    Meski terlempar ke barisan belakang, Veda tidak menyerah. Mengandalkan performa ban barunya, ia perlahan merangkak naik ke posisi 16, lalu masuk ke zona poin di posisi ke-15 pada lap ke-7, menempel ketat Joel Kelso.

    Di barisan depan, David Almansa sempat memimpin jalannya balapan sebelum akhirnya diambil alih oleh Maximo Quiles pada lap ke-8. Quiles terus konsisten menjaga jarak aman sekitar 1,6 detik di depan Almansa hingga memasuki lap-lap akhir. Di belakang mereka, persaingan sengit untuk memperebutkan podium ketiga terjadi antara Ruche Moodley (kembali setelah crash), Jakob Salmela, David Muñoz, dan Angel Piqueras.

    Menjelang akhir balapan, performa ban Veda tampaknya mulai menurun. Posisinya sempat melorot ke peringkat 18 pada lap 14, bahkan hingga ke posisi 19 pada lap 18.

    Drama puncaknya terjadi pada lap terakhir. Sebuah kecelakaan hebat yang melibatkan tiga pembalap memaksa steward mengibarkan bendera merah (Red Flag), yang sekaligus menghentikan balapan secara prematur.

    Berdasarkan regulasi, hasil balapan dihitung mundur ke lap sebelumnya. Maximo Quiles pun resmi dinyatakan sebagai pemenang Moto3 Hongaria 2026, diikuti oleh David Almansa di posisi kedua. Sementara itu, Veda Ega Pratama diputuskan finis di posisi ke-16, tepat satu strip di luar zona poin.

    Last….Meski gagal membawa pulang poin dari seri Hongaria ini, posisi Veda Ega Pratama di klasemen sementara Kejuaraan Dunia Moto3 2026 masih tergolong aman. Saat ini, Maximo Quiles semakin kokoh memimpin klasemen dengan total 170 poin, sedangkan Veda Ega Pratama tertahan di peringkat ke-6 dengan koleksi 71 poin. Perjalanan musim masih panjang, dan Veda masih memiliki banyak kesempatan untuk kembali bertarung di barisan depan pada seri berikutnya. Gooo Veda !!! (iwb)

  • Perang ditabuh….Fernandes dan Tim Leopard Racing Lawan Hukuman diskualifikasi Moto3…!!

    Perang ditabuh….Fernandes dan Tim Leopard Racing Lawan Hukuman diskualifikasi Moto3…!!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…seperti yang sampeyan semua tahu, Dunia Moto3 diguncang skandal besar jelang balapan utama GP Hungaria. Pembalap andalan Leopard Racing, Adrian Fernandez, secara resmi didiskualifikasi dari enam seri awal musim 2026 (Thailand, Brasil, Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, dan Catalunya). Keputusan ini dijatuhkan oleh FIM MotoGP Stewards. Akibat hukuman ini, posisi Fernandez yang semula berada di peringkat ketiga klasemen langsung anjlok ke posisi 19. Ia hanya menyisakan poin dari finis keempat di Mugello pekan lalu (13 poin). Namun kabar terbaru ternyata Fernandes dan Tim Leopard Racing Lawan Hukuman diskualifikasi Moto3…!! Waahh panass cakkk…

    Kasus ini bermula dari investigasi teknis terhadap dua unit mesin Honda NSF250RW milik Adrian Fernandez…

    Unit Mesin Inspeksi Temuan
    Mesin #810 Setelah GP Prancis Segel mesin dibuka dalam prosedur rutin oleh Honda, ditemukan kejanggalan pada kawat segel (wire seals) yang tidak sesuai standar, plus indikasi manipulasi pada stiker pengaman. Kesimpulan: Mesin telah dibuka tanpa izin.
    Mesin #811 Setelah GP Mugello Disita FIM dan dibongkar di bawah pengawasan Technical Director (3 Juni 2026). Ditemukan anomali serupa.

    Berdasarkan regulasi teknis Moto3 Pasal 2.6.3.3.13(c), mesin yang segelnya rusak atau dimanipulasi akan dianggap sebagai mesin baru/rebuilt. Penggunaan mesin ilegal ini berujung pada diskualifikasi total dari balapan terkait.

    Leopard Racing Lawan: “Tidak Ada Perwakilan Tim Saat Inspeksi”

    Namun Tim asal Italia itu tidak tinggal diam. Leopard Racing merilis pernyataan resmi yang keras dan menyatakan “perang” hukum untuk membela integritas tim dan pembalapnya. Berikut poin-poin utama pembelaan mereka:

    Poin Pernyataan Leopard Racing
    Nol Komponen Ilegal Tidak ditemukan satu pun komponen ilegal, tidak ada modifikasi pendongkrak performa, dan tidak ada part yang menyalahi regulasi. Mesin 100% standar Moto3.
    Hanya Perbedaan Interpretasi Kasus ini murni masalah perbedaan interpretasi mengenai kondisi sistem penyegelan fisik mesin, bukan tindakan kecurangan teknis.
    Prosedur Inspeksi Dipertanyakan Tidak ada perwakilan tim yang dihadirkan saat inspeksi pembongkaran mesin oleh pabrikan dan FIM.
    Tanpa Bukti Kuat FIM tidak bisa menyodorkan bukti konkret kapan dan bagaimana pelanggaran itu terjadi, serta apa keuntungan kompetitif yang didapatkan tim.

    “Leopard Racing selalu beroperasi dalam batasan ketat regulasi teknis dan olahraga Moto3. Kami menolak keras segala sugesti bahwa mesin telah dibuka tanpa izin. Kami akan terus membela posisi kami melalui semua jalur hukum yang tersedia.”
    — Pernyataan Resmi Leopard Racing

    Banding Pertama Ditolak

    Meskipun Leopard Racing sempat mengajukan banding sesaat setelah keputusan keluar, FIM dikabarkan telah menolak banding pertama tersebut. Alasannya: tim dianggap belum bisa memberikan penjelasan yang kokoh (robust explanation) terkait rusaknya segel mesin. Namun, Leopard dipastikan tidak akan berhenti di sini. Mereka siap membawa kasus ini ke pengadilan olahraga yang lebih tinggi cak…

    Dampak pada Klasemen dan Reputasi

    Sebelum Diskualifikasi Setelah Diskualifikasi
    Peringkat 3 klasemen Peringkat 19 klasemen
    Poin dari 6 seri (detail tidak disebutkan) Hanya 13 poin (dari Mugello)

    Kasus ini menjadi preseden serius di kelas Moto3. Taruhannya bukan hanya nasib poin Adrian Fernandez, tetapi juga reputasi Leopard Racing—salah satu tim tersukses di kelas ringan dengan koleksi gelar juara dunia bersama Danny Kent, Joan Mir, Lorenzo Dalla Porta, dan Jaume Masia.

    Analisis: Apakah Hukuman Ini Adil?

    Dari kasus ini, ada dua sisi yang perlu dicermati:

    Sisi FIM Sisi Leopard Racing
    Menjaga sakralitas regulasi mesin tunggal. Segel rusak = pelanggaran, apapun alasannya. Tidak ada komponen ilegal, hanya masalah administrasi segel. Prosedur inspeksi juga dipertanyakan.

    Jika Leopard Racing berhasil membuktikan bahwa tidak ada niat kecurangan dan prosedur FIM cacat, hukuman ini bisa dibatalkan. Namun, jika FIM konsisten, ini akan menjadi peringatan keras bagi semua tim Moto3 untuk lebih berhati-hati dalam pengelolaan segel mesin.

    Last….Dengan diskualifikasi Adrian Fernandez, secara otomatis posisi Veda Ega Pratama di klasemen Moto3 2026 akan naik. Fernandez sebelumnya berada di posisi 3 dengan poin yang cukup jauh. Kini, ia tersungkur ke posisi 19. Ini membuka peluang bagi Veda untuk terus mendekati papan atas klasemen. IWB akan terus memantau perkembangan kasus ini. Apakah banding Leopard Racing akan dikabulkan? Ataukah hukuman FIM tetap berlaku? Satu hal yang pasti: dunia balap Moto3 sedang panas cakkkk !!! (iwb)

  • Veda Ega Pratama di Mugello…Honda siapkan 3 Komponen baru NSF250RW ??

    Veda Ega Pratama di Mugello…Honda siapkan 3 Komponen baru NSF250RW ??

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Sirkuit Autodromo Internazionale del Mugello akan menjadi saksi putaran ketujuh Moto3 2026 akhir pekan ini. Bagi pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, trek sepanjang 5.245 meter di kawasan Toscana ini bukanlah medan asing. Lebih dari itu, Mugello menyimpan kenangan manis yang bisa menjadi fondasi baginya untuk merebut podium kedua musim ini. Apalagi cak isunya Honda bawa Paket baru buat NSF250 Veda Ega ?? Waaa ikiiii…..

    Memasuki seri Italia, Veda datang dengan bekal berharga yakni isunya motor Honda NSF250R versi upgrade dari HRC dan dua kemenangan beruntun di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025 di sirkuit yang sama. Untuk membahas itu cak IWB akan mengajak sampeyan melihat data lengkapnya dibawah ini…

    Klasemen Sementara Moto3 2026 (Pasca Catalunya)

    Peringkat Pembalap Tim (Motor) Poin
    1 Maximo QUILES CFMOTO Gaviota Aspar Team (KTM) 140
    2 Adrian FERNANDEZ Leopard Racing (HONDA) 76
    3 Alvaro CARPE Red Bull KTM Ajo (KTM) 73
    4 Marco MORELLI CFMOTO Gaviota Aspar Team (KTM) 58
    5 Veda EGA PRATAMA Honda Team Asia (HONDA) 58
    6 Valentin PERRONE Red Bull KTM Tech3 (KTM) 56

    Veda kini mengoleksi 58 poin, sama dengan Marco Morelli. Ia juga masih kokoh sebagai pemimpin klasemen Rookie of the Year dengan keunggulan 16 poin dari Brian Uriarte (42 poin).

    Rekam Jejak Sempurna di Mugello

    Tidak banyak pembalap rookie yang bisa mengklaim telah menaklukkan Mugello sebelum naik ke Moto3. Veda adalah salah satu pengecualian.

    Ajang Tahun Race 1 Race 2
    Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025 P1 (Juara) P1 (Juara)
    Red Bull MotoGP Rookies Cup 2024 P5 P8

    Catatan ini menunjukkan bahwa Veda sudah memahami karakter trek Mugello dengan sangat baik, mulai dari titik pengereman, garis balap ideal, hingga manajemen ban di trek yang memiliki kombinasi tikungan cepat dan lambat.

    Kabar Baik: Paket Upgrade dari HRC

    Menjelang GP Italia cak, isu mengatakan bahwa Honda Racing Corporation (HRC) memberikan perhatian khusus kepada Veda. Melihat performa impresifnya sepanjang awal musim (58 poin, satu podium, dan comeback heroik dari posisi 20 ke 8 di Catalunya), HRC mengirimkan paket upgrade spesifikasi terbaru untuk motor Honda NSF250R miliknya. Ada 3 poin cak yang diduga jadi fokus utama HRC yakni…

    Komponen Upgrade Dampak yang Diharapkan
    Sasis baru Stabilitas lebih baik di tikungan cepat (seperti Arrabbiata 1 & 2)
    Optimasi software elektronik Traksi lebih halus, manajemen ban lebih efisien
    Peningkatan performa mesin (spekulasi) Mengurangi defisit top speed di trek lurus Mugello

    Nahhh untuk peningkatan mesin karena Moto3 menerapkan aturan engine freeze (pembekuan mesin). Setiap pabrikan (seperti Honda dan KTM) harus menyerahkan spesifikasi mesin mereka di awal musim, dan mesin tersebut disegel. Komponen internal mesin seperti piston, kruk as, hingga silinder tidak boleh diubah-ubah sepanjang musim. Namun paket Pabrikan diperbolehkan melakukan update pada perangkat lunak (software) perangkat elektronik. Karena Sirkuit Mugello memiliki trek lurus yang sangat panjang dan membutuhkan top speed tinggi, HRC memberikan formula mapping mesin dan pengapian baru. Tujuannya agar penyaluran tenaga motor Honda NSF250RW milik Veda bisa lebih maksimal keluar di putaran atas demi mengejar ketertinggalan kecepatan dari motor-motor KTM dan CFMoto…

    Jadi Istilah “motor spek baru” atau paket pengembangan baru yang dibawa HRC dari Jepang ke Mugello biasanya meliputi komponen di luar mesin yang tidak disegel. Ini bisa berupa sistem knalpot baru, atau setelan sasis yang dimodifikasi agar motor lebih stabil saat melakukan late braking di sirkuit cepat seperti Mugello. Kira-kira ngono cak…..

    Analisis Trek Mugello: Tiga Sektor Kunci

    Berdasarkan karakteristik sirkuit, Mugello terbagi menjadi tiga sektor dengan tantangan berbeda. Berikut analisis kekuatan dan kelemahan Veda di setiap sektor cak…

    Sektor 1 (Tikungan 1-6): Pengereman Keras dan Chicane Cepat

    Tikungan Nama Karakter Analisis Veda
    T1 San Donato Tikungan kanan cepat setelah trek lurus panjang Late braking adalah senjata utama Veda
    T2-T3 Luco-Pensato Chicane kiri-kanan Perubahan arah cepat, butuh kelincahan motor
    T4-T5 Materassi Chicane kanan-kiri Mirip dengan sektor teknis di Catalunya
    T6 Biondetti Tikungan kanan panjang mengarah ke tanjakan Stabilisasi sasis sangat penting

    Sektor 2 (Tikungan 7-11): Domain Kecepatan Tinggi

    Tikungan Nama Karakter Analisis Veda
    T7 Arrabbiata 1 Tikungan kiri cepat Veda kuat di tikungan cepat
    T8 Arrabbiata 2 Tikungan kanan lebih cepat Upgrade sasis akan sangat membantu
    T9 Scarperia Tikungan kiri mengarah ke turunan Butuh keberanian dan corner speed

    Sektor 3 (Tikungan 12-15): Menentukan Kemenangan

    Tikungan Nama Karakter Analisis Veda
    T10-T11 Sennna Chicane kiri-kanan lambat Akselerasi keluar tikungan kunci menuju T12
    T12 Serpentine Tikungan kanan panjang Butuh traksi sempurna
    T13 Belvedere Tikungan kiri tajam Titik menyalip potensial
    T14-T15 Bucine Chicane kiri-kanan terakhir Penentu akselerasi ke trek lurus utama

    Trek Lurus Utama (Start/Finish): Medan Perang Slipstream

    Dengan panjang 1.141 meter dari tikungan Bucine (T15) ke garis finis, trek lurus Mugello adalah yang terpanjang di kalender Moto3. Di sinilah perbedaan top speed menjadi faktor krusial.

    Aspek Analisis untuk Veda
    Risiko Jika tertinggal di tikungan terakhir, ia akan kehilangan banyak waktu di trek lurus
    Peluang Jika bisa keluar dari T15 dengan slipstream yang baik, ia bisa menyalip di garis finis
    Upgrade HRC Diharapkan mampu mengurangi defisit top speed terhadap KTM

    Tren Performa Veda Musim Ini

    Seri Start Finish Poin Catatan
    Thailand 5 5 11 Debut solid
    Brasil 4 3 16 Podium perdana
    Amerika (COTA) 3 DNF 0 Crash, pelajaran berharga
    Spanyol (Jerez) 24 6 10 Comeback heroik
    Prancis (Le Mans) 6 4 13 Mulai konsisten
    Catalunya 20 8 8 Comeback lagi, +12 posisi

    Veda menunjukkan pola yang jelas: ia selalu bangkit setelah kegagalan. Dari DNF di COTA, ia finis P6 dan P4. Dari kualifikasi buruk di Catalunya (P20), ia finis P8. Di Mugello, dengan start yang lebih baik, target podium sangat realistis….

    Last…Veda Ega Pratama memiliki peluang terbesar musim ini untuk merebut podium di Mugello. Kombinasi antara memori manis kemenangan ganda di Rookies Cuppaket upgrade motor dari HRC, dan tren performa yang terus menanjak menjadi modal berharga. Satu kunci utama yang terpenting tentunya kualifikasi cak. Jika Veda bisa memulai balapan dari baris depan (P1-P8), ia akan terhindar dari risiko kecelakaan di lap pertama dan memiliki kesempatan emas untuk bertarung dengan grup depan sejak awal. Dengan start yang baik dan upgrade motor yang bekerja optimal, Veda Ega Pratama sangat berpeluang besar mengulang kesuksesan podiumnya di Brasil dan sekaligus mengacaukan dominasi motor-motor KTM di barisan depan. Gooo Vedaaa !!! (iwb)

    Prediksi dan Target

    Faktor Pendukung Podium:

    1. Rekam jejak sempurna – 2 kali juara di Mugello (Rookies Cup 2025)

    2. Upgrade motor dari HRC – Sasis baru dan optimasi elektronik

    3. Tren positif – Konsisten di 5 besar dalam 3 seri terakhir

    4. Mental comeback king – Tidak mudah menyerah meski start buruk

    Faktor Penghambat:

    1. Kualifikasi masih menjadi kelemahan – Start di posisi belakang sangat berisiko di Mugello

    2. Dominasi KTM – 5 dari 6 pembalap teratas masih menggunakan KTM

    3. Trek lurus panjang – Jika top speed masih kalah, sulit menyalip

    Target Realistis:

    Target Posisi Kondisi
    Minimal Top 10 Jika kualifikasi buruk (di luar 15 besar)
    Target Top 6 Jika start di posisi 8-12
    Maksimal Podium (Top 3) Jika start di Q2 (posisi 1-8) dan upgrade motor bekerja optimal

    Jadwal Moto3 Italia (Mugello) 2026 (WIB)

    Hari, Tanggal Sesi Waktu
    Jumat, 29 Mei FP1 14:00
    Jumat, 29 Mei Practice 18:15
    Sabtu, 30 Mei FP2 13:40
    Sabtu, 30 Mei Kualifikasi 17:45
    Minggu, 31 Mei Race 16:00

  • MotoJunior : Ramadhipa Sabet Podium Perdana pada Debut Moto3…..Gokilll !!

    MotoJunior : Ramadhipa Sabet Podium Perdana pada Debut Moto3…..Gokilll !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Setelah menjalani akhir pekan yang impresif, Kiandra Ramadhipa berhasil meraih podium pertamanya di Moto3 Junior World Championship pada Race 1 yang digelar di Circuit de Barcelona-Catalunya. Pebalap Indonesia tersebut sebenarnya menyentuh garis finis di posisi kelima, namun penalti yang diberikan kepada beberapa pebalap setelah balapan membuatnya naik ke posisi ketiga. Pada balapan kedua, Ramadhipa kembali tampil kompetitif dan finis di posisi keenam, menutup empat hari yang luar biasa di Barcelona dengan hasil yang menjanjikan. Pebalap Honda Asia-Dream Racing Junior Team tersebut mampu bersaing di grup depan sepanjang kedua balapan yang sama-sama ditentukan hingga lap terakhir. Dengan hasil ini, Ramadhipa mencatat debut hari Minggu terbaik bagi pebalap Indonesia di ajang Moto3 Junior World Championship.

    Cuaca cerah dan panas menyambut jalannya balapan Race 1 di Barcelona, dengan suhu udara mencapai 27°C dan suhu lintasan mendekati 40°C.

    Meski memulai balapan dari barisan depan, ia turun ke posisi ketujuh saat memasuki akhir straight pertama. Beruntung, pebalap Indonesia tersebut mampu menjaga posisinya pada lap pembuka dan menghindari pertarungan yang tidak perlu di belakangnya. Dengan grup depan yang berisi sekitar 30 pebalap yang masih rapat hingga tiga lap pertama, aksi saling salip terus terjadi dalam perebutan posisi terdepan. Ramadhipa beberapa kali berganti posisi antara kelima hingga kesembilan, namun tetap berada dekat dengan pimpinan balapan. Memasuki pertengahan balapan, lebih dari lima belas pebalap masih tergabung dalam grup utama sehingga peluang kemenangan tetap terbuka hingga akhir. Pada tiga lap terakhir, grup mulai terpecah dan hanya menyisakan enam pebalap di barisan depan, termasuk Ramadhipa. Pembalap dengan nomor 32 ini bahkan sempat memimpin saat memasuki lap terakhir. Namun setelah pertarungan sengit hingga tikungan terakhir, Ramadhipa harus puas finis di posisi kelima dengan selisih hanya 0,144 detik dari kemenangan dan menjadi pebalap Honda terbaik pada balapan tersebut. Namun setelah balapan selesai, penalti yang diberikan kepada pebalap yang finis di posisi ketiga dan keempat membuat Ramadhipa naik ke posisi ketiga dan resmi meraih podium perdananya di Moto3 Junior World Championship.

    Dengan perubahan hasil resmi tersebut, pencapaian ini menjadi hasil debut terbaik sepanjang sejarah bagi pebalap Indonesia di MotoJunior, sekaligus hasil terbaik sejak kemenangan Arbi Aditama di Barcelona pada 2023.

    Pada sore hari, Race 2 digelar dalam kondisi yang lebih ekstrem dengan suhu udara hampir 30°C dan temperatur lintasan mendekati 50°C.

    Ramadhipa kembali kehilangan beberapa posisi saat start dan turun dari posisi ketiga ke posisi ketujuh, sementara satu pebalap berhasil menjauh dari rombongan depan. Meski demikian, Ramadhipa tetap berada dalam grup perebutan podium dengan sekitar empat belas pebalap yang terus bersaing di barisan depan hingga pertengahan balapan. Situasi berubah setelah pemimpin lomba terjatuh dan persaingan semakin intens. Pada lap-lap terakhir, aksi saling salip terjadi di hampir setiap tikungan. Dengan tiga pebalap lain ikut bersaing memperebutkan kemenangan, Ramadhipa sempat tercecer dari lima besar dan turun ke posisi ketujuh beberapa sektor sebelum finis. Pebalap berusia 16 tahun tersebut tidak menyerah dan terus mencoba kembali merangsek ke depan, namun akhirnya menutup balapan di posisi keenam dengan selisih kurang dari tiga persepuluh detik dari pemenang.

    Kiandra Ramadhipa meninggalkan Barcelona di posisi kedua klasemen sementara dengan total 26 poin. Hasil finis ketiga dan keenam pada akhir pekan debutnya menjadi modal kuat untuk menghadapi seri-seri berikutnya diajang Moto3 Junior World Championship. Setelah putaran ketiga Red Bull Rookies Cup mendatang, MotoJunior FIM World Championship akan kembali berlangsung dalam tiga minggu ke depan di Circuito do Estoril, Portugal, pada 12-14 Juni, di mana kelas Moto3 hanya akan menggelar satu balapan pada hari Minggu….Gooo merah putihh !! (iwb)

    Moto3 Junior WCh Race 2
    1 Giulio Pugliese CFMOTO Aspar Junior Team CFMoto 25:38.358
    2 Travis Borg Team Monlau Motul Honda +0.091
    3 Fernando Bujosa AC Racing Team KTM +0.140
    4 Carlos Cano CFMOTO Aspar Junior Team CFMoto +0.154
    5 Leonardo Abruzzo Team FPS Laglisse Husqvarna +0.210
    6 Kiandra Ramadhipa Honda Asia-Dream Racing Junior Team Honda +0.252

     

    Moto3 Junior WCh OVERALL STANDINGS
    1 Giulio Pugliese CFMOTO Aspar Junior Team KTM 45 points
    2 Kiandra Ramadhipa Honda Asia-Dream Racing Junior Team Honda 26 points
    3 Leonardo Zanni Momoven Racing KTM 25 points
    4 Ryota Ogiwara Asia Talent Team Honda 22 points
    5 Carlos Cano Honda Asia-Dream Racing Junior Team CFMoto 21 points