Penjualan Motorsport di India….Bajaj dan TVS jadi Raja, pabrikan Jepang layu !!

Written by

in

Iwanbanaran.com – Cakkk….ilmu mahal harganya. Makanya IWB selalu mencoba untuk memberikan satu dua buah informasi buat sampeyan biar tercerahkan khususnya tren market dunia termasuk India. Dan siapa menyangka hingga detik ini raja penjualan motor di negeri Bollywood khusus untuk sport 150cc – 200cc adalah Bajaj dan TVS. Sedang pabrikan Jepang…layuu euy….

Sebenarnya cak terjadi sedikit penurunan dalam penjualan sepeda motor secara keseluruhan di India pada Oktober 2025, namun segmen motor 150cc hingga 200cc justru menunjukkan tren yang sangat positif. Inilah bedanya dengan tanah air yang demen skutik. Segmen ini terus menarik pembeli, terutama dari kelompok usia muda, berkat keseimbangan antara tenaga, efisiensi bahan bakar, dan harga yang terjangkau….

Seperti dilansir Rushlane, Peningkatan permintaan ini juga didukung oleh kebijakan baru pemerintah terkait Pajak Barang dan Jasa (GST), yang menurunkan tarif pajak untuk motor dibawah 350cc dari 28% menjadi 18%. Kebijakan ini secara signifikan mengurangi harga on-road motor, yang pada gilirannya mendorong lonjakan penjualan….

Angka Penjualan dan Pertumbuhan Segmen

Pada Oktober 2025, total penjualan sepeda motor di segmen 150-200cc mencapai 210.831 unit. Angka ini mencerminkan pertumbuhan yang solid baik secara tahunan (YoY) maupun bulanan (MoM). Ediann ya India….1 bulan saja tembus segitu. Maklum cak populasinya milyaran. Berikut raport penjualan September dan Oktober 2025….

  • Pertumbuhan YoY: Meningkat 17,13% dari 180.003 unit yang terjual pada Oktober 2024.

  • Pertumbuhan MoM: Naik 10,52% dari 190.252 unit yang terjual pada September 2025.

Dominasi TVS Apache dan Bajaj Pulsar

Dua nama besar, TVS Apache dan Bajaj Pulsar, terus mendominasi segmen ini, menguasai 56% pangsa pasar gabungan:

  1. TVS Apache : Terjual 61.619 unit, memegang pangsa pasar 29,23%. TVS Apache mencatat pertumbuhan YoY sebesar 23% dan pertumbuhan MoM sebesar 15,55%.

  2. Bajaj Pulsar : Menyusul di posisi kedua dengan 56.585 unit terjual. Pulsar menunjukkan pertumbuhan YoY yang sangat kuat sebesar 55,73% dan pertumbuhan MoM sebesar 2,99%.

Performa Model Lain yang Melonjak

Beberapa model menunjukkan lonjakan permintaan yang luar biasa, terutama pada basis MoM. Mungkin penjualan pabrikan Jepang layu nggak seperti tanah air di India. Akan tetapi Honda mampu meningkat walaupun angka totalnya masih jauh dibandingkan Bajaj dan TVS kecuali Unicorn….

  • Honda Unicorn: Walau desain bagi kita aneh ternyata model ini jadi favorit hingga Penjualan meningkat 3,33% YoY menjadi 32.825 unit.

  • Honda SP160: Menunjukkan permintaan yang kuat dengan penjualan mencapai 5.756 unit. Yang paling mencolok, penjualan MoM melonjak lebih dari dua kali lipat (121,56%) dibandingkan September 2025.

  • Honda Hornet 2.0: Mengalami kesuksesan besar, mencatat pertumbuhan MoM fantastis sebesar 130,65% dengan total penjualan 1.949 unit.

  • Hero Xpulse 200: Penjualan meningkat tajam, menggandakan kinerja YoY-nya (111,86%) dengan 4.161 unit terjual.

  • KTM 200 dan Hero Xtreme 160R/200 juga mencatatkan pertumbuhan YoY dan MoM yang solid.

Tantangan Bagi Yamaha

Berbeda dengan para pesaingnya, sepeda motor Yamaha di segmen ini menghadapi penurunan permintaan:

  • Yamaha FZ: Terjual 16.250 unit, namun mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya

  • Yamaha MT15: Terjual 13.173 unit, juga mengalami penurunan YoY.

  • Yamaha R15: Penjualan turun menjadi 7.949 unit, menderita penurunan baik secara YoY maupun MoM (penurunan MoM sebesar 14,79%).

Last….Model lain seperti Suzuki Gixxer (1.616 unit), Bajaj Avenger (1.402 unit), dan Honda CB200X (1.053 unit) juga berkontribusi pada segmen ini. Namun, Kawasaki W175 gagal mencatatkan penjualan sama sekali pada bulan Oktober 2025. Secara keseluruhan, Oktober 2025 menjadi bulan yang menguntungkan bagi segmen sepeda motor 150-200cc, dengan Apache dan Pulsar memimpin pasar, sementara kebijakan perpajakan yang menguntungkan dan lonjakan performa dari model-model baru seperti Honda Hornet 2.0 dan SP160 memberikan momentum positif yang kuat. Dan fix….brand lokal India tak terjamah Jepang, luarrr biasaaaa euy jiwa nasionalisnya….(iwb)

Comments

5 responses to “Penjualan Motorsport di India….Bajaj dan TVS jadi Raja, pabrikan Jepang layu !!”

  1. Chicken avatar
    Chicken

    Kebanyakan orang Indonesia mencari kenyamanan, sedangkan mereka mencari kontrol.

    Skutik adalah masa depan? Tidak, bung. Kitalah yg hidup di dalam gelembung.

  2. Rosid avatar
    Rosid

    Semua akan Chino & prindavan pada waktunya 🤣

  3. akibdg avatar
    akibdg

    Indonesia bangsa besar?

  4. Relek avatar
    Relek

    Iri lihat India… Merk nasional mereka merajai di negeri sendiri. Itu belum merk premium mereka macam Royal Enfield yang sudah mendunia. Indonesia? Masih manut2 saja dikadali sama duo kartel Jepang…

    1. Chicken avatar
      Chicken

      Astra kalau mau lepas dari Honda utk bikin motor sendiri sebenarnya bisa saja, seperti Hero Motocorp yg lepas dari Honda India.

      Masalahnya, mereka merasa sudah nyaman.