Berbahaya!! Kenapa BBM Etanol bisa merusak Motor Karburator ???

Written by

in

Iwanbanaran.com – Cakkk….banyakkk pertanyaan sampeyan perihal BBM Etanol yang sekarang menjadi isu didunia. Yahh…IWB nggak spesifik menyebut negara kita karena sebenarnya BBM Etanol juga sudah digunakan secara global. Bedanya hanya pada porsinya. Namun IWB nggak akan fokus kesana. Namun fokus pada pertanyaan sampeyan perihal….apakah benar BBM etanol bisa merusak mesin khususnya motor karburator ? simak penjabaran IWB berikut ini…

Seperti yang kita semua tahu negara kita akan memberlakukan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dicampur etanol, seperti E10 (10% etanol). Secara umum dianggap aman untuk sebagian besar kendaraan modern. Faktanya, praktik ini sudah lazim di banyak negara. Namun, ada beberapa potensi risiko atau bahaya, terutama untuk jenis kendaraan tertentu atau dalam kondisi tertentu. Karena Etanol memiliki sifat negatif yang tidak bisa dihandle oleh motor lawas. Emang apa bahaya BBM Etanol ??

  • Korosi dan Kerusakan Komponen Non-Logam:

    • Etanol bersifat korosif, terutama pada komponen yang terbuat dari karet, plastik, atau material non-logam lainnya yang tidak dirancang untuk menahan etanol.

    • Hal ini sering menjadi masalah pada kendaraan lawas (usia tua) yang komponen sistem bahan bakarnya (segel, selang, seal, pompa) belum kompatibel dengan etanol.

  • Menyerap Air (Higroskopis):

    • Etanol sangat mudah menyerap uap air (higroskopis). Jika air terakumulasi dalam tangki bensin, ini bisa menyebabkan:

      • Korosi di dalam tangki dan saluran bahan bakar.

      • Pemisahan fasa (phase separation): Air dan etanol akan mengendap di dasar tangki, memisahkan diri dari bensin. Hal ini dapat menyebabkan mesin tersumbat atau mati karena yang terisap adalah campuran air-etanol.

  • Masalah pada Mesin 2-Tak:

    • Bagi motor 2-tak, etanol dapat mengganggu proses pelumasan. Jika terjadi kontaminasi air, etanol akan memisahkan oli samping dari bensin, menyebabkan gagalnya pelumasan dan risiko kerusakan mesin yang fatal (seperti jebol).

  • Korosi di Tangki dan Karburator
  1. Tangki Bahan Bakar: Motor masih karbu (biasanya berbahan logam) tidak dilapisi secara khusus dan sering terpapar udara lembap (atau jarang diisi penuh), etanol dapat menyerap air yang memicu karat di dinding tangki.

  2. Karburator: Komponen logam halus di dalam karburator (seperti jet dan float) rentan terhadap penyumbatan atau korosi halus akibat endapan yang dibawa oleh campuran air-etanol.

  3. Selang dan Seal Karet/Plastik berumur pendek : Etanol dapat membuat selang dan gasket (seal) berbahan karet alam atau plastik lawas menjadi getas, mengering, atau melar (swelling). Ini bisa menyebabkan kebocoran bahan bakar.

  4. Diafragma Karburator: Komponen karet sensitif di karburator bisa cepat rusak

  • Boros Konsumsi BBM:

    • Etanol memiliki energi yang lebih rendah per volume dibandingkan bensin murni. Artinya, untuk menghasilkan tenaga yang sama, Anda mungkin membutuhkan sedikit lebih banyak campuran BBM beretanol, sehingga konsumsi bahan bakar rata-rata bisa menjadi sedikit lebih boros.

  • Kesulitan Cold Start:

    • Di suhu yang sangat dingin, bahan bakar beretanol mungkin lebih sulit menguap, membuat mesin lebih sulit dinyalakan (cold start).

Itu beberapa hal yang dianggap Etanol pada BBM tidak menguntungkan khususnya untuk motor karbu dan 2 Tak. Tapi Di sisi lain, pencampuran etanol juga memiliki beberapa manfaat yakni…

  • Meningkatkan Angka Oktan (RON): Etanol memiliki RON yang sangat tinggi, sehingga pencampurannya dapat meningkatkan kualitas oktan bensin, membuat mesin lebih tahan terhadap knocking (detonasi prematur).

  • Pembakaran Lebih Sempurna: Kandungan oksigen yang tinggi dalam etanol membantu pembakaran menjadi lebih bersih, sehingga dapat mengurangi emisi gas beracun seperti karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC).

  • Sumber Energi Terbarukan: Etanol yang digunakan berasal dari biomassa (bioetanol), menjadikannya pilihan yang lebih ramah lingkungan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Nahh kira-kira demikian cak, memang ada plus minus akan tetapi untuk mesin modern umumnya sudah diracik tahan terhadap BBM Etanol. Biasanya motor yang menggunakan sistem Injeksi Bahan Bakar (EFI), terutama yang diproduksi setelah tahun 2010 atau kendaraan yang lolos regulasi emisi terkini, sudah dirancang dengan komponen (segel, selang, dan tangki) yang tahan terhadap korosi dan efek pelarut dari etanol hingga E10 (10%) bahkan E20 (20%). Bahaya utama muncul pada kendaraan lawas dan mesin 2-tak, serta jika terjadi kontaminasi air yang menyebabkan korosi dan pemisahan fasa. Jadi mendingan jangan simpan motor sampeyan terlalu lama agar BBM tetap fresh untuk mencegah terjadinya proses pemisahan fasa. Ngono cak kira-kira. Yahhh intinya untuk keawetan komponen jelas BBM murni lebih baik, tapi dengan era modern yang sensitif terhadap emisi gas buang, etanol memang menjadi solusi yang tidak bisa dihindari….(iwb)

Comments

5 responses to “Berbahaya!! Kenapa BBM Etanol bisa merusak Motor Karburator ???”

  1. Qwerty avatar
    Qwerty

    Kalau tutup bensin sudah plastik dan euro 4 masih aman, kemarin yg mogok kemungkinan masih euro 2

  2. Pam avatar
    Pam

    Untuk saya yg masih pake mio karbu apakah ada solusi cak untuk mengurasi sisi negatif dari etanol tersebut.

  3. Rosid avatar
    Rosid

    Kenyataan di lapangan banyak motor injeksi yg rusak tanki karatan 🤣

  4. Yudha avatar
    Yudha

    Memang tanki bbm motor keluaran terbaru aman dari karat???trus soal selang bbm mang untuk motor baru beda ma yang lama???

  5. orang awam avatar
    orang awam

    Ngga perlu nunggu diisi bbm campur ethanol. Megapro hydrocephalus punya kakak saya ngga diapa-apain tangkinya keropos sendiri