Iwanbanaran.com – Cakkk….buanyaakkkk cak yang nanya ke IWB atas pergeseran strategi Suzuki Indonesia yang tidak lagi sama dengan sebelumnya. Semua produknya kini banyak dikritik karena desain yang dituding tidak lagi memiliki nyawa Indonesia taste. Bahkan dari mayoritas produknya sekarang import dari India. Yang paling parah kini Satria F150 yang menjadi favorit bikers tanah air kini bernuansa prindavan (boso para netizen). Bongkar….Kenapa desain New Suzuki Satria Pro Beda dari biasanya !!?
Jaman memang bergeser cak. Kebijakan dan kondisi market tidak lagi sama dengan sebelumnya. Suzuki dimasa lalu diera 1990-an hingga awal 2000-an memiliki desain motor yang wah. Idola cak….sopo ora ngiler era dengan RGR, Crystal, Tornado, Shogun, hingga Satria gen awal yang memang banyak dikembangkan di Asia Tenggara tepatnya di Thailand. Era dibawah 2010…Produk-produk motor Suzuki yang dijual di berbagai negara ASEAN (termasuk Indonesia) merupakan versi yang dikembangkan berdasarkan model yang ada di Thailand. Thailand memiliki basis manufaktur Suzuki yang lebih dahulu mapan di kawasan ASEAN (Thai Suzuki Motor Co., Ltd. didirikan pada tahun 1967) walaupun tetap dimonitor oleh SMC (Suzuki Motor Corporation) di Hamamatsu, Jepang…..
Namun Suzuki seperti tidak fokus sebab setelah per 2013, perkembangan akselerasi RND mulai mengalami perlambatan di Thailand. Bahkan ditahun 2016 Suzuki Assemblers Malaysia Sdn Bhd (SAMSB) menutup fasilitas perakitan motornya dikarenakan menurunnya volume produksi dan penjualan motor Suzuki yang kurang kompetitif di pasar Malaysia. Setelah penutupan ini, Suzuki beralih menjual motor yang diimpor penuh (CBU) dari Jepang. Dan resmi Pada 1 Juli 2020, Suzuki Assemblers Malaysia Sdn Bhd (SAMSB) menghentikan semua kegiatan bisnis dan transaksi, termasuk memutus kontrak dengan dealer. Terus piyee dengan Indonesia ?
Indonesia nggak separah itu cak karena banyak motor Suzuki yang diproduksi untuk dieksport ke luar negeri seperti NEX, Address hingga Satria. Namun RND inilah yang menjadi fokus kita. Kenapa ? sebab sekarang ini yang mengerjakan model-model motor serta mobil Suzuki adalah India. Kok iso ? nahh menyambung dari atas tadi cak, per 2022 Suzuki Motor Corporation (SMC) mengumumkan pendirian Suzuki R&D Center India Private Limited (SRDI) di Delhi. Keputusan strategis ini diambil mereka karena perkembangan Suzuki yang sangat pesat di Bollywood. Asia tenggara sulit…India melesatttt !!
Dari data yang IWB dapatkan, penjualan domestik Suzuki Motorcycle India Private Limited (SMIPL) untuk Tahun Fiskal 2023-2024 (April 2023 hingga Maret 2024) adalah 846.991 unit atau terjadi peningkatan hingga +23,26% dibandingkan tahun fiskal sebelumnya (FY 2023), yang mana Suzuki menjual sekitar 687.176 unit. Coba bandingkan dengan tanah air yang hanya ribuan unit setahun. Apalagi Total penjualan (mobil dan motor) Suzuki di India untuk tahun kalender 2024 dilaporkan mencapai 1.790.877 unit.….nahh ediann to. Pertumbuhan yang kuat ini kini menjadikan India salah satu pasar motor paling penting bagi Suzuki secara global, didorong oleh model-model skuter populer seperti Access dan Burgman Street. Sehingga jangan heran kalau RND sekarang acuannya dari India bukan yang lain….
Last…keputusan Suzuki untuk memfokuskan pusat Riset dan Pengembangan (R&D) motornya di India per 2022 didasarkan pada strategi korporasi global dan beberapa faktor kunci yang menjadikan India pasar yang sangat penting dan ideal, terutama untuk model motor yang berorientasi pada pasar Asia. Apalagi Suzuki kini memiliki saham mayoritas di India. Yup..Persentase kepemilikan saham Suzuki Motor Corporation (SMC) Jepang di anak perusahaannya yang beroperasi di India, yaitu Maruti Suzuki India Limited, adalah mayoritas yakni 58,2% cak. Jadi jangan kaget kalau dimasa depan kayaknya kita akan banyak dicekokin model small bike Suzuki hasil karya desainer India. Untungnya Suzuki masih tetap mempertahankan RND mogenya di Hamamatsu. Nah….Wis paham kan sekarang..kenapa aura New Satria jadi beda banget ?…..(iwb)



Comments
11 responses to “Indonesia dicuekin…Kenapa Suzuki alihkan RND-nya ke India ???”
kikikkikiki…
SUZUKI KONDE
motor cowok berkonde
Karena generasi celana ketat motif kembang kembang sudah punah di Indonesia cak Wawan. Jadi motor tonggos bedol desa ke pendapan.
Gak aneh emg,.indonesia itu emg bkn target marketnya suzuki,.setelah era subroto laras,.
dan akhirnya 5 tahun kedepan sdh tidak ada lag delaer motor suzuki di indonesia
Jadi rnd mereka bukan budek, tp emang udah kagak di marih
wah parah ini! coba suzuki thailand msh jalan paling tidak secara model masih 1 selera ma kita
yang jadi pertanyaan, sebesar apa target marketnya, karena mau dihujat sehujat-hujatnya, produk Suzuki bukan tidak ada yang beli,, masih tetap ada,, dan itu,, ada pembeli yang memang udah fans berat,, jadi yaa,, gitu-gitu aja,, kalo memang fans berat sudah tidak ada yang beli,, pasti tutup.
Tapi suzuki mobil desainnya masih mendingan, kayak Fronx itu keren. Lha yg suzuki 2 wheels kok jomplang bener
Saine Satria koyo ndase kebo ditapuk wajan!
Suzuki itu kalo satu udah laku keras pasti dieksploitasi habis-habisan tapi gak mau rugi buat usaha ekspansi pasar di region lain.
Contoh: begitu Satria FU, Ertiga, sama Karimun Wagon R laku keras langsung dianakemaskan sampe yang lain dicampakkan.
Ini juga sama, tau India jadi anak emasnya Suzuki sejak Maruti berdiri, jadi semuanya dikit-dikit India, gak kayak merek lain yang R&D-nya bisa dari region lain.
Satria Pro Jarjit