Iwanbanaran.com – Cakkk…..Pecco saat ini adalah salah satu pembalap yang sangat kecewa dengan kegagalannya masuk podium di Brno. Menjadi star dimasa lalu namun Pecco kali ini seperti tanpa taring. Sebuah hasil yang membuatnya pusing karena dari sekian pembalap GP25…hanya Marquez yang bagus. Bahkan Digia pun terpuruk hanya finish ke 16 tanda Ducati GP25 tidak baik-baik saja. Inilah yang membuat pusing karena disaat yang bersamaan perasaan kurang nyaman tsb tidak tergambar pada Marc yang juara dengan gap 1.7 detik dari Bezzecchi. ” Marquez membuat perbedaan…” keluh Pecco !!
Pecco berusaha bangkit pada 3 lap tersisa mencoba berebut podium ketiga melawan Pedro Acosta, tetapi sayangnya ia gagal. Pecco Bagnaia finish di Brno dengan posisi 4….sementara Marc Marquez merayakan kemenangannya di sana. Wajah Pecco terlihat galau pasca race…dia tak banyak bicara setelah balapan cak. Di satu sisi, ada kegetiran, di sisi lain, kesadaran akan momen itu, tetapi tak ada keinginan untuk menyerah. Ya…akhirnya Pecco mengakui bahwa memang akan seperti inilah kondisinya. Motor bermasalah tidak sempurna namun Marquez membuat perbedaan….
“Sejak Thailand, masalahku adalah pengereman dan entry corner. Dulu aku sangat kompetitif, bahkan aku adalah salah satu pembalap yang paling sulit disalip, tapi sekarang aku yang terburuk. Aku benar-benar kesulitan karena semua pembalap menyalipku. Sebab saat pengereman, aku seperti langsung lurus atau melebar. Sayangnya, tidak ada cara untuk menghentikan motor. Ketika aku mengerem keras, aku tidak bisa menghentikan Ducati, sementara ketika aku kurang agresif, aku kesulitan untuk kembali masuk….
” Saat Brno race aku tidak bisa melakukan pengereman dan masuk tikungan. Aku mencari cara lain untuk lebih cepat, tapi kondisiku selalu on limit. Baru di pertengahan balapan, aku bisa mengatur traksi belakang dengan lebih baik, karena sensasi saat pengereman dan masuk tikungan serupa. Yang aneh ketika performa ban turun, semakin efektif aku dalam hal traksi. Itu yang membuatku bingung. Btw Pedro masih kuat, dan kalaupun aku bisa mengejarnya, aku tetap tidak akan bisa menyalipnya. Tapi aku berharap bisa menemukan solusi cepat atau lambat….
” Aku rasa ini sudah menjadi DNA motor ini dan aku rasa itu tidak bisa diubah. Faktanya, saat aku mulai mengerem dan melepas rem, motor terasa sulit dikendalikan. Aku rasa kami tidak akan bisa memperbaikinya. Mungkin kami hanya bisa beradaptasi. Austria adalah balapan berikutnya, aku selalu berhasil membuat perbedaan, kita lihat saja nanti. Sejauh ini Hanya Marc yang mampu membuat perbedaan dengan motor kami. Entah kenapa, sulit mengendarai GP25 di sini dan hanya dia yang mampu membuat perbedaan, terutama di tikungan kiri. Aku mencoba membuat perbedaan di tikungan kanan, tetapi tidak berhasil. Aku melihat Aprilia dan KTM sangat tajam….”
“Kami tahu proyek Ducati, meskipun aku merasa belum begitu memahaminya tahun ini. Kami berusaha meningkatkannya di area tersebut, meskipun DNA Ducati tidak sesuai dengan kualitasku di lini depan. Kami harus bertahan, tetapi tetap realistis, karena sulit untuk bersaing dengan Marc dan meraih gelar di posisi ini. Kami harus mulai dari titik lain, yaitu mengejar Alex, yang merupakan pembalap di depanku….” tutup Pecco…(iwb)
2025 Czech MotoGP, Brno – Race Results
1 Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP25) 40m 4.628s
2 Marco Bezzecchi ITA Aprilia Racing (RS-GP25) +1.753s
3 Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16) +3.366s
4 Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP25) +3.879s
5 Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP25) +10.045s
6 Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1) +11.039s
7 Jorge Martin SPA Aprilia Racing (RS-GP25) +15.820s
8 Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16) +17.371s
9 Pol Espargaro SPA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +18.163s
10 Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1) +18.669s
11 Fermin Aldeguer SPA BK8 Gresini Ducati (GP24)* +19.781s
12 Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V) +20.778s
13 Johann Zarco FRA Castrol Honda LCR (RC213V) +20.961s
14 Ai Ogura JPN Trackhouse Aprilia (RS-GP25)* +21.904s
15 Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1) +22.563s
16 Fabio Di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25) +24.729s
17 Miguel Oliveira POR Pramac Yamaha (YZR-M1) +27.640s
18 Augusto Fernandez SPA Yamaha Factory Racing (YZR-M1) +28.310s
Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16) DNF
Joan Mir SPA Honda HRC Castrol (RC213V) DNF
Alex Marquez SPA BK8 Gresini Ducati (GP24) DNF
Comments
12 responses to “” Marquez membuat perbedaan…” keluh Pecco !!”
Mengeluh mulu
Hmmm… ada yg mulai ketar ketir
Pecco tak mampu bersaing
Pecco telat dalam memahami karakter GP 25, si marc udah lama bilang kalau disaat ban makin aus dia makin nyaman dengan motornya. Makanya marc jarang dalam 1-5 lap awal langsung push habis2an ninggalin lawan, dia menunggu ban aus sedikit baru ngejar/ ninggalin lawan, manfaatnya yg lain supaya ban kedodoran sampai akhir lomba.
Lha iya wong tinggal 0,2 detikan dari acosta tapi ga bisa ngelewatin acosta berarti emang skilmu masih kurang pecco.
motor udah sama tinggal skill dan kejeniusan yg diuji di lintasan.
Akui sajalah klo skill marquez sangatlah jaij diatasmu, gurumu sendiri tdk mampu mengalahkan marc marquez..
Tutupilah kelemahan motormu
Jgn menyalahkan motor mulu
Tunjukkan bakat dan skillmi memjinalkan mptor desmo gp25
Jgn dikit2 flasback ke gp 24..
Skil marc menutupi kelemahan motor. Itu yg peco tidak punya
Marc memang lebih unggul dari kamu peco dan dari semua pembalap gp sekarang..
Selamat datang era honda dimna hanya mrquez yg bisa mngendarai motor honda ..ketika marquez cedera..tidak ada pembalap yg bisa mngendarainya..ducati akan brnasib seperti honda..ducati hanya utk marquez sajaa…
lu pemilik ducati? mau ducati honda ktm aprilia hancur krn dia jg ga masalah. kn juara. klo udah hancur ga ada perbaikan cuman ngendog sejak 2013 sampe pensiun. nah itu harusnya jadi kritikan. di ducati 2tahun jg ngampas kabur ke yamaha. lah kok marc yang ngasih 6x jurdun dibilang kabur. kabur itu ga prestasi tp melarikan diri.
kadang lucu. bukannya lihat balapan malah sibuk ngurus marc. wkwk
Ini yang namanya gagal paham. Lihatlah para pembalap GP24 sob tidak ada satupun yang bisa mendominasi didepan. Dari situ kita tahu bahwa dominasi ducati berkurang bukan karena performa ducati yang menurun tetapi lebih kepada fakta bahwa progres tim tim laen yang pesat untuk menyusul level Ducati