Iwanbanaran.com – Cakkk…akhirnya Takaaki Nakagami membagikan pengalamannya yang cukup mengejutkan setelah kembali melompat ke atas motor MotoGP 1000cc konvensional. Pembalap penguji (test rider) HRC tersebut mengakui bahwa dirinya sempat mengalami “kejutan besar” (big shock) saat harus beradaptasi kembali dengan mesin 1000cc setelah berbulan-bulan fokus penuh mengembangkan motor prototipe 850cc untuk regulasi baru MotoGP 2027. Sebab Nakagami bocorkan Feeling new Honda RC214V 850cc….Sangat Bagus ?!
Kesempatan langka menjajal motor 1000cc lagi datang pada awal September lalu dalam sesi private test di Sirkuit Motegi. Maklum saja, sejak cedera punggung serius yang menimpa rekan sesama test rider, Aleix Espargaro, pada April lalu, Nakagami harus bekerja sendirian memikul beban pengujian motor 850cc.
“Pada awal September kami melakukan tes privat di Motegi dengan motor 1000cc. Itu benar-benar kejutan besar. Sebab sudah lama sekali saya tidak mengendarai motor 1000cc. Kami lebih banyak menghabiskan waktu menguji motor 850cc.”
Jadwal Nakagami sendiri tergolong sangat padat. Selain harus menggantikan Joan Mir yang absen akibat kelelahan ekstrem di GP Austria, ia juga dihadapkan pada rentetan agenda uji coba ban Pirelli, persiapan wildcard di GP Jepang, hingga tes lanjutan di Sepang. Untungnya, beban kerja Nakagami kini sedikit berkurang setelah Aleix Espargaro dinyatakan pulih dan kembali bergabung dalam program pengujian.
Dari perbandingan langsung antara dua generasi mesin tersebut, Nakagami secara terbuka mengaku lebih menikmati membesut prototipe 850cc yang dipersiapkan untuk masa depan—termasuk yang nantinya bakal ditunggangi oleh bintang baru Honda, Fabio Quartararo.
Menurutnya, ada beberapa poin pembeda utama yang membuat motor 850cc terasa jauh lebih menyenangkan:
-
Absennya Perangkat Rear Height Device: Tanpa perlu memikirkan peranti pengubah ketinggian buritan motor, mekanisme balap terasa kembali ke bentuk yang lebih murni dan sederhana.
-
Aerodinamika Lebih Ringkas: Ukuran sayap dan komponen aero yang lebih kecil membuat motor bereaksi secara natural.
-
Karakter Fisik: Motor terasa lebih ringan, lincah, dan memiliki gejala natural pitching yang disukai pembalap.
-
Perbedaan Ban: Nakagami, yang sepandangan dengan test rider KTM Pol Espargaro, menyebut transisi penggunaan ban Pirelli menjadi salah satu faktor paling krusial yang membedakan sensasi berkendara dibanding era sebelumnya.
“Ya, saya lebih menyukainya dibandingkan 1000cc,” konfirmasi Nakagami. “Anda tidak perlu memikirkan rear height device, jadi lebih sederhana. Ukuran aerodinamikanya juga sedikit lebih kecil, motor terasa lebih natural dan lebih banyak pitching… Saya sangat menikmatinya.”
Mengenai performa di atas lintasan, Nakagami memilih untuk tidak terlalu terbuka soal catatan waktu lap lantaran fokus utama HRC saat ini masih berpusat pada daftar panjang item pengembangan (testing list). Kendati demikian, ia memberikan sinyal positif bahwa progres sejauh ini berjalan di jalur yang tepat.
Melalui sesi tes gabungan pabrikan yang kerap dilakukan bersama-sama di Misano dan Mugello, Honda bisa mengukur jarak kompetitif mereka dengan pabrikan rival.
“Untuk saat ini sulit menilainya secara pasti, tetapi hal yang bagus adalah dalam setiap tes… bukan hanya satu pabrikan yang turun ke trek,” jelas pembalap asal Jepang tersebut.
“Kami memang belum fokus mengejar catatan waktu lap karena harus mengikuti rencana pengembangan yang panjang. Tapi sejauh ini, kami merasa cukup kompetitif.”
Last…dengan kembalinya Aleix Espargaro ke garasi pengujian serta kesiapan fisik Nakagami menghadapi rangkaian balapan dan tes non-stop, proyek pengembangan generasi baru Honda menatap paruh akhir musim 2026 dengan optimisme tinggi….(iwb)
Leave a Reply