Iwanbanaran.com – Cakkkk…. Kalau kita membicarakan tentang Suzuki, pasti sampeyan akan memiliki opini yang negatif. Khususnya pergerakan mereka yang naik turun dan terkesan tidak serius. Beberapa bulan sebelumnya IWB juga pernah membahas mengenai ini, dan ternyata mereka membantah. Mereka memastikan bahwa Suzuki Indonesia akan tetap eksis dan memberikan produk-produk terbaik untuk konsumen Indonesia. Itu teorinya….. Karena faktanya mereka sepertinya sudah menyerah. Maksudnya ???
Suzuki adalah produk yang luar biasa dari kacamata IWB. Dari pengalaman IWB sejak muda, merk ini selalu memiliki Karakteristik yang istimewa. Kencang, keren dan berkualitas. Mesin motor mereka memiliki performa di atas rata-rata untuk motor di kelasnya. Dan mereka pula satu-satunya pabrikan yang tidak enggan memberikan keleluasaan limiter yang cukup tinggi sehingga raungan RPM betul-betul memuaskan. IWB masih ingat…. Bagaimana suzuki shogun kebo yang dicari bagi para penyuka speed karena motor ini memang kencang nyaris tanpa limiter….
Tidak hanya itu, pada era beberapa tahun ke belakang kita juga dicekokin sebuah motor yang membuat kita terperangah. Walaupun banyak yang mengatakan desain yang diberikan kurang maksimal, GSX series sukses menyita perhatian kita semuanya karena speednya yang super kencang untuk motor di kelasnya. 13.000 rpm pun bisa disikat dengan santai. Angka yang jarang terjadi atau diberikan oleh pabrikan karena alasan durability mesin. Jadi jangan heran jika biasanya mereka melimit motor 150 cc sportnya di angka 10500 hingga 12.000 RPM. Namun Suzuki tidak…. Mereka percaya diri dengan kekuatan mesinya dan memang terbukti, mesin mereka jarang jebol…
Pergerakan Suzuki mulai menukik anjlok ketiga presiden direktur 2Wheels Seiji Itayama dipindah ke Suzuki Finance. Semua komunikasi berubah total. Semua kebijakan tidak lagi mendengarkan. Pejabat tertinggi Jepang yang sekarang menjabat memiliki keyakinan bahwa produk tidak perlu di sosialisasikan. Tidak perlu ada review dan mereka juga percaya hanya dengan membawa atau mengimpor motor dari India maka semuanya bisa berjalan. Sebuah kebijakan yang membuat Suzuki makin terpuruk, dan terbukti brand ini semakin tenggelam dan tenggelam…
Di ibukota saja, IWB nyaris tidak pernah melihat Gixxer 250 lewat. Atau Brugman 125 yang terbaru….V-Strom pernah 2 kali sejak dirilis. Entahlah…IWB juga tidak tau seperti apa perwujudan generasi terbaru GSXR150, betul-betul hilang dari peredaran. Sebuah kondisi yang tentu saja membikin kita miris serta sedih sebab sebagai enthuast bike, kita ingin pabrikan ini juga bangkit. Jadi kita tidak hanya disuguhi dua pabrikan Jepang yang berkompetisi keras saat ini yakni Honda dan Yamaha. Namun itulah jalan yang dipilih oleh mereka. Mungkin Suzuki sudah merasa cukup dengan market India serta penjualan roda empat yang mengkilap membuat mereka lupa dengan divisi 2wheels. Hasilnya ??
Yahhh…gitulah cak. Mereka tidak terlalu fokus jualan di Indonesia. Suzuki Indonesia sudah menyerah ?? Indikasi dilapangan memang mengatakan demikian, Mereka terkesan hanya akan menyediakan produk seadanya untuk market di tanah air. Arti menyerah bukan berarti mereka bakal gulung tikar…tidak cak. Namun Mereka memiliki strategi berbeda di mana mereka hanya akan fokus untuk ekspor, bukan Indonesia sebagai prioritas. Karena memang pabrik Suzuki di tanah air menjadi pusat produksi untuk beberapa produk seperti Satria, Address ataupun Nex… Yang nantinya didistribusikan ke seluruh negara Asia Tenggara. Kira-kira ngono cak…
Last… Orang-orang Indonesia yang bercokol di tubuh Suzuki adalah orang yang luar biasa. Mereka isunya sudah bekerja keras dan berusaha untuk membawa Suzuki bangkit. Namun justru yang menjadi kendala terbesar bukan orang lokalnya, akan tetapi pejabat Jepang nya yang kolot dan sulit untuk mendengarkan. Jadi sekuat apa pun permintaan kepada Jepang pusat, namun jika orang lokalnya tidak didengarkan jelas ini akan menjadi masalah yang sulit. Fakta di lapangan membuktikan bahwa setiap market berbeda tren serta selera. Dan untuk sukses pusat harus sudah sudi mendengarkan, karena itulah kunci keberhasilan. So….Nyalakan nyali Suzuki, gazzz donggg…ngeriii nih dealer pada tutup euy !! 😄 piye dengan kota sampeyan cak ? Monggo berikan komentar nya… (iwb)
Comments
41 responses to “Suzuki Indonesia menyerah ?”
Kartel Honda-Yamaha terlalu kuat…ngerinya mereka skrg sudah bisa mengontrol pricing… pelan tapi pasti mindset konsumen digiring utk menerima bahwa motor matic seharga 40jt adalah sebuah kewajaran.
Sebenarnya kartel itu amatlah biasa , dipasar induk keramat jati sekalipun ada kartel.
Sebagai king dan Sultan…Hnd akan tetap membuat kebijakannya sendiri , dan yahamvaz itu mau tidak mau….suka tidak suka secara otomatis ( roller , bukan downgrade semi otomatis dinamo arang 😂 ) mengikuti Hnd , jika yahamvaz tidak Sudi mengikuti..maka dalam waktu 2×24 jam saja , yahamvazz bisa pailit dan tutup pabrik .
Klo dibikin lebih murah. Suzuki gulung tikar dr 5 tahun lalu.
Nisan gabung ke ondah tandanya apa ? ondah mau bangkrut 😂
klo ngomong kumur dl bang, tengoklah di jln
kendaraan merk apaan yg byk
Thn 1997 menjadi kenangan manis waktu pertama kali dibeliin motor RGR….bangga banget dan merasa anak orang kaya waktu itu
Betul sekali. Yang kelir coklat metalik sangatlah prestisius. Saya suka ndelok latihan road race. Ada yang bawa rgr stoplamp Suzuki Crystal. Jos tenan pokmen. Waktu itu saya cuma bisa ngepit
Mantap… Tak setiap orang atau perusahaan bisa melakukan atau memutuskan hal tersebut
Jossgandoz sekali
Top sekali Suzuki Indonesia harus kita dukung and support bersama-sama mariiii……
Pabrikan Suzuki Indonesia sekarang seperti makelar saja. Impor 999 unit saja buat isi pasar. Lewat 1.000 wajib CKD. Jadi makelar deh
Motor Suzuki design paling cimaik Cakkk
Josgandos bingitz euiy
“Orang-orang Indonesia yang bercokol di tubuh Suzuki adalah orang yang luar biasa. Mereka isunya sudah bekerja keras dan berusaha untuk membawa Suzuki bangkit. akan tetapi pejabat Jepang nya yang kolot dan sulit untuk mendengarkan”
with all due respect, seharusnya mereka fokus untuk meyakinkan pihak Jepang bahwa konsumen Indonesia itu tidak sama dengan konsumen India.
selera konsumen Indonesia lebih mirip dengan Thailand atau Vietnam, atau malah JDM sekalian.
karena masalah Suzuki Indonesia adalah desain produknya yg menurut konsumen Indonesia itu tidak menarik, bahkan ada yg desainnya cenderung jelek/absurd (contoh : Avenis).
dan itu jadi deal breaker buat Suzuki
Setuju mengingat produksi motor mesin kecil ASEAN ada di Indonesia harusnya SIM bisa meyakinkan SMC untuk membuat design dan RND di Indonesia.. Saya harap legenda 13000+ rpm bisa di cipta kembali..
lah kan uda diengerin dari satria, gsx 150, nex 2, adres, itu kan barang indo, tapi tetep penjualan masih jauh di bawah honda yamaha. ngapain riset motor buat nyenengin beberapa fans doang. sedangkan sekarang pasarnya lagi tumbuh di india. siapapun kalo jadi bos suzuki juga bakal lebih perhatiin yang marketnya gede. aku sendiri kalo jadi bos suzuki ya nyerah jualan di indo orang seleranya itu motor ampas gaada kualitas
Pembaca kita kebanyakan langsung melihat Suzi itu ko . Memang di indo tidak lagi eksis motornya , tapi dibelahan dunia lain dia masih sangat kuat.
Sekarang zamannya mbeat puluhan juta unit didunia
Jangankan Suzi , yahamvazz aja mulai dihapus dari muka bumi
1 juta unit total 2024 . Itu pun masih kembalian 😂
Matic 40jt adalah pembenaran dr segi pricing. Dan masyarakat harus menerimanya. Jadiii mending.. beli motor second saja.. lalu maksimalkan.. contoh.. beli Mio Karbu direstorasi jd ciamik.. contoh lagi.. beli Tiger Lawas di restorasi jadi ciamik.. beli R25 second di restorasi. dilain sisi jd menekan tingkat populasi R2 yg makin ga karu karuan banyaknya wkwk
Sy setuju ini.. sy sendiri lbh suka beli motor bekas trs restorasi sendiri,lbh memuaskan dan lbh di lirik orang krn motor tua tp msh kinyis2
Saya baru beli SX250 Vstrom ,motor nya keren dan saya nyaman pakainya.Suzuki terus Improve make differentiation product and create New Market .maju terus Suzuki Indonesia.
Ndek ambarawa, dealer suzuki kebanggan juga akhirnya menyerah cak. Padahal dulu legend salah satu dealer motor terbesar dan termewah.
Semoga suzuki ndang biso bangkit yo cak..
Konsumen indonesia yg kurang pintar, suzuki hanya mencoba mempertahankan kualitas, bukan hanya bentuk yg menarik, tapi performa engine, konsumsi bbm, kenyamanan semua diperhatikan, alhasil berdampak kepada harga yg cenderung selalu lebih tinggi dri kompetitornya, klo ingin tau kualitasnya coba tanya sama para rider suzuki, dri bebek, matic dan motor sportnya sllu lebih baik dri kompetitornya.
ini komentar cerdas dari orang yang mau obyektif
Tapi banyakan user ngandangin Suzuki, malah pergi kerja Bawak beat, makanya jarang berkeliaran suzuki
Ngga juga lah, saya sebagai pemakai suzuki jadul pun ngerasa udah ngga worth lagi miara suzuki. Repot, spare partnya banyak yang ngga ready, inden pun belum tentu dapet. Kepaksa harus beli online. Apa-apa ngandelin online, kan motornya dipake kerja harian, ngga bisa nunggu beberapa hari biar masalah motornya kelar. Pengennya datang ke bengkel, semua masalah kelar hari itu juga.
Ditambah lagi bonus desain ajaib suzuki sekarang, plus fitur yang semakin ketinggalan dari kompetitornya. Makin males beli baru.
setuju mas.. shogun dan spin saya ngandang karena sparepart susah.. mau dijual agak mengenaskan harganya.. udah gak relevan lg suzuki di jaman sekarang.. kualitas suzuki lebih dari kompetitor juga tidak bisa dibilang seperti itu.. 20 tahun yang lalu mungkin iya tetapi tidak untuk sekarang..
Rasa cinta biker Indonesia kepada Jepang patut dipertanyakan. Seolah-olah mereka mampu dan mumpuni bikin motor sendiri.
Harusnya apapun yang datang dari Jepang diterima dibeli dengan keyakinan dan kebanggaan tersendiri
Cioa….
Tetep V-Strom 250SX, Wuzzzz wuzzz.
Semoga Suzuki bisa bangkit lagi di Indonesia.
Sangat disayangkan, udah di posisi mampu bersaing, malah tumbang perlahan.
Anehnya kondisi seperti dibiarkan aja bertaun taun. Kayak masih mau bertahan, tapi ngga ada perubahan apa-apa secara produk.
Heran bener.
Yg bikin turun bukn mahalnya tp susahnya sprat part di daerah daerah apa lgi di tingkat desa. Di daeler pun susah sering bnget kosng sekalipun di daeler kota . Daerah kaltim
Salahnya kemarin, terlalu banyak melakukan perubahan desain di Satria FU… seandainya Desain Satria FU gen 2 masih dipertahankan, cuman upgrade bbrp part seperti shock depan jadi upside down… Maka bakal laku keras… Suzuki smash dan shogun juga upgarde minim.. Pasti gagah..
klo artikel ttg suzuki pasti paragraf2 awal ngulang2/hampir sama
jd slalu skip ke paragraf akhir
selama pasar lokal masih diguyur model dari india bakal bgini2 aja jualannya cak, gmn mau comeback ke GP kl jualannya ngandelin moge dan mocil india
Selama model dan design dari prindavan trus diexport ke Inndonesia maka suzuki nggak akan gacor di Indonesia,,jujur aja saya lihat modelnya aja males,,so biarkan design, model dan produksi di Indonesia,,maka saya yakin suzuki akan kembali berjaya
Gsxr 150 ABS masih aku simpan berdebu di garasi km cm 14.000. Siapa tau suatu saat jadi item kolektor
Saya suka Suzuki, nyaman dipakai mesin halus tarikannya oke
Sempat dihujat sama anak saya yang SMP, kenapa beli Suzuki kenapa tidak diet atau sekopet, sebagai ayah cuman diam dan saya suruh pakai, Saya suka Honda suka Yamaha tapi yang tidak saya suka saat di parkiran, Honda Yamaha banyak yang sama, pernah anak tetangga saat parkir di pasar dan ambil motor yang sama, saat di starter hidup, begitu jalan dapat 10 m diteriaki maling-..maling…, seketika orang pada ngejar dan saat itu pula dihajar di tengah jalan, anak umur belasan tahun dihajar sama orang-orang dewasa, besar kemungkinan maut menjemput, tapi alhamdulillah puji Tuhan saya beli Suzuki tidak ada yang menyamai di parkiran, motor kelihatan mewah nyaman empuk, sampai saat ini anak saya senang sekali dengan motor Suzuki address, rencana tahun ini mau beli lagi kontan satu lg
Suzuki sebetulnya selalu mengawali, tapi cuma ngomong aja…
Saat saya pakai smash SR infonya akan di luncurkan Bruggman 125… eh… Ternyata ngomong doang yg ada cuma CC besar yg dari India, ngomong punya ngomong malah NMax muncul duluan… Sampai masanya habis, baru keluar.
suzuki mengawali terakhir di jaman skywave saja.. setelahnya malah penurunan kualitas dan desain.. cmiiw
Yamaha pun kalo gak mau denger soal selera desain disini ya siap2 aja.