Polemik batasan RPM mesin Moto2 Triumph, dendanya besar euy !

Written by

in

,

Iwanbanaran.com – Cakkk…Era baru Moto2 telah dimulai sejak awal musim 2019 dengan Triumph selaku pemasok mesin tunggal, ternyata masih ada beberapa poin tersembunyi yang perlu diketahui cakkk, opo wae?? Simak dibawah pakdeeee..

Setelah sembilan tahun Moto2 berkolaborasi dengan Honda sebagai pemasok mesin tunggal sejak peralihan 250cc menuju 600cc sejak awal tahun 2010 silam hingga akhir tahun 2018 pemasok tunggal kini diambil alih oleh pabrikan asal Inggris yakni Triumph, mereka menghadirkan prototype tiga silinder 765cc dengan power yang bisa tembus hingga 140 hp. Alasan mendasar selain proyek lebih menarik adalah banyak orang yang menganggap Honda CBR6000RR sudah terlalu tua dilevel dunia cakkk..

Sejauh ini sebenarnya belum ada keluhan terhadap engine yang cukup powerfull tersebut (Triumph), tetapi Tetapi pada bulan Agustus musim lalu, Triumph dan ExternPro yang sepenuhnya bertanggung jawab menindaktegasi dan menjatuhkan hukuman terhadap beberapa rider yang menyiksa mesin dengan cara yang berlebih saat downshifting karena bisa mengakibatkan umur mesin menjadi lebih pendek…..

Pada awal musim 2019, semua rider dan tim telah diberitahu mengenai ketentuan batasan Rpm dalam regulasi resmi Moto2, dimana regulasi ini menyebutkan kecepatan maksimum akan dibatasi hingga 14.000 Rpm dan batas kecepatan ketika dinaikkan harus menjadi 14.500 Rpm saat downshifting. Namun sebagian rider tidak terlalu memperhatikan regulasi ini termasuk Jorge Navarro (Team Speed Up Moto2) yang sering melewati batas regulasi yang ditetapkan.

Tapi menurut Direktur Teknis MotoGP, Danny terkait menyalahi aturan yang menyangkut putaran mesin dinaikkan terlalu tinggi, dikeluarkan dari alokasi, dibongkar, atau gampangnya direvisi lebih awal dari biasanya plus dilengkapi dengan suku cadang baru akan terus dipantau dan harus diuji terlebih dahulu dalam tes tertentu…..

Nahh…Bagi para pelanggar regulasi menurut Speedwwek via Perusahan besar ExternPro yang juga menangani hal semacam ini, untuk para rider maupun tim yang melebihi 14.500 RPM didenda sebesar 5150 Euro atau sekitar 79,3 Juta Rupiah. Welehh gede juga euy dendanya. Disisi lain jika pelanggaran regulasi mengakibatkan mesin mengalami kerusakan terlalu parah maka denda bisa mencapai 8.000 Euro atau 123,2 Juta Rupiah.

?Biaya revisi ini didasarkan pada biaya suku cadang dan tenaga kerja. Uang itu bukan untuk Triumph, tetapi ExternPro,” ujar pihak Triumph.

Kemudian Trevor Morris, selaku Direktur Teknis ExternPro juga buka suara mengenai masalah ini cakkk..

Ada sangat sedikit rider Moto2 yang menyiksa mesin kami secara berlebihan saat downshifting, dan kami sangat akomodatif karena kami tidak menghitung 50 persen putaran di mana seorang rider melanggar lebih dari 14.500 Rpm. Kami tidak dapat lagi membuat konsesi lebih lanjut jika kami tidak ingin membahayakan kehandalan mesin. Kau harus ingat bahwa dasar dari mesin Triumph adalah mesin seri,” tutur Morris

Kemudian Morris juga mengutarakan sesuatu mengenai sumber daya mesin tiga silinder ini ternyata belum dirancang untuk menahan kecepatan RPM 14.000 atau bahkan lebih dari 15.000 rpm.

“Mesin Triumph baik-baik saja, tetapi jika rider Moto2 mengubah mesin menjadi 15.300 atau 15.400 Rpm, ini tidak akan baik, masalahnya bukanlah mesin tetapi rider tersebut yang mengabaikan peraturan kami. Kami tidak perlu mengubah apa pun secara mekanis untuk tahun 2020, karena semua tim sangat senang dan Tidak ada yang meminta perubahan. Tapi terkadang ada masalah kecil dengan ECU atau rasio gigi yang kami awasi, kami harus waspada terhadap perubahan serius ini karena memang demikian adanya..” serunya…

Dan yang terakhir, jika tahun lalu Moto2 tidak menghadirkan Wildcard dengan alasan tertentu, namun untuk tahun ini telah diberlakukan regulasi baru yakni kembali menghadirkan Wildcard tetapi wajib dengan tim Reguler alias tidak boleh membawa tim individu.

“Sebenarnya kami bisa menyediakan motor untuk rider wildcard ditahun 2019. Tetapi pertanyaannya adalah apakah ada cukup sasis baru untuk mesin tiga silinder pada tahun pertama ini? Dimana setiap tim dan rider hanya mendapatkan satu paket, dan apakah sebuah tim (individu) memiliki cukup pengetahuan mengenai ECU Magneti Marelli hanya untuk satu balapan saja?.” tutup Morris….(cc for iwb)

Comments

44 responses to “Polemik batasan RPM mesin Moto2 Triumph, dendanya besar euy !”

  1. Alvin avatar
    Alvin

    Apakah kondisi ini dulu berlaku jyga untuk mesin honda lek.klihatannya nggak ya?

    1. Martabak93 avatar
      Martabak93

      Honda antibleduk

    2. Baginda avatar
      Baginda

      Moto gp mesin disiksa kok kasih denda. Klo inline4 bisa 2000rpm bos, beda karakter mesin. Ini kan crossplane yg ngekor teknologi yamama dimana torsi dan puncak power ngisi terus

      1. Baginda avatar
        Baginda

        Typi 20000rpm cak

      2. ramon avatar
        ramon

        Apaaa????
        Ngekor teknologi yamama?
        Bikin 150cc DOHC aja gagal total.
        Meleduk di tanjakan.
        Wkwkwkwkwk..

      3. Ilmorgp avatar
        Ilmorgp

        triumph 3 silinder itu bukanny udh dari jaman dulu ya…..
        , sebelum ada mt 09 dkk

      4. gixerguy avatar
        gixerguy

        triple speed sama triple street udah lebih dulu dari yamaha 10 tahun.

    3. Thailancung avatar
      Thailancung

      Hem….
      mesin masih tangguhan cbr600rr dong

    4. Salam Satu Hati avatar
      Salam Satu Hati

      Cbr 600 rr versi proto emang masih yahud .
      Belum ada 2 nya

    5. Must T avatar
      Must T

      Mesin lama tapi durable atau mesin baru tapi ringkih, pilih mana hayo?

  2. Abu Rae avatar
    Abu Rae

    Jebule, ga hanya pelarangan menyiksa manusia dan hewan. Sudah mulai masuk ke pelarangan menyiksa mesin.

  3. Johar avatar
    Johar

    Aturan membatasi potensi

  4. sego brabuk avatar
    sego brabuk

    itu yg bodo enginernya ato panitianya seh.. kalo sudah di ‘limit’14500 rpm kan gak bakalan naek lagi . ato jgn2 memang ga ada ecu yang mengontrolnya? kasihan pembalapnya kalo balapan kaya onoh.

    1. Din Syams avatar
      Din Syams

      limiter rpm 14500, tapi ketika pembalap downshift, misal dari kecepatan 250 turun gigi bertahap dari 6, 5, 4, 3, hingga 1 di tight corner bisa dilakukan dengan benar ataun ngawur. Harusnya pindah gigi bertahap, tetapi dilakukan lebih cepat dengan harapan engine brake lebih besar. misal kecepatan 140 harusnya masih di gigi 3, sudah pindah gigi 1. rpm mesin akan lebih dari 14500. ditambah deselerasi yang cepat, itu yang berpotensi bikin mesin jebol.
      kenapa dipermasalahkan?
      karena mesin itu mesti dikembalikan lagi untuk direkondisi, dan nanti akan diundi, untuk dibagikan ke tiap tim. jadi belum tentu dapat mesin yang sama.
      konsekuensinya, ya pembalap yang seenaknya menyiksa mesin harus bertanggungjawab terhadap kerusakan. dan lagi, tim mana sih yang mau dapat mesin bekas disiksa?
      jadi ini cuma sebatas keadilan saja. kalau motogp sih, suka2 mau mesin jebol, yang tanggung tim sendiri. alokasi mesin habis yang tanggung tim sendiri.

      1. Ada yang tak bisa avatar
        Ada yang tak bisa

        Terimakasih om penjelasannya ?

      2. pawon avatar
        pawon

        oo.. gitu. suwun cak

      3. UdinPetot avatar
        UdinPetot

        Tapi peraturan yang sama kenapa tidak berlaku saat moto2 masih pake engine honda??? Apa bisa di jelaskan?

      4. sego brabuk avatar
        sego brabuk

        WHHATTT,, jadi mesin yang sudah terpakai, d perbaiki lagi . trus d buat “arisan” . truss d pake race lagi??? TRUS ITU MAU D PAKE BUAT BERAPA TAON ??

      5. Salam Satu Hati avatar
        Salam Satu Hati

        Tetap aturan yang gak jelas ,artinya tuh mesin belum siap untuk balapan proto.
        Belum siap dana dan sd mesinnya haha.
        Honda tetap keren ya .

      6. ndhoyo avatar
        ndhoyo

        @sego brabuk, cuman dipake setahun (satu musim) saja kok

      7. sego brabuk avatar
        sego brabuk

        kalo cuma setaon, trus kenapa harus ada acara “arisan” segala. apa setiap habis race tiap seri yang berlangsung, mesin trus d kumpulin lagi. trus d “arisan” lagi buat rase selanjutnya?

      8. ndhoyo avatar
        ndhoyo

        ” kalo cuma setaon, trus kenapa harus ada acara ?arisan? segala ”

        Namanya juga mesin gratisss…….
        Tim dan rider cuman diminta pake itu jatah mesin gratis sesuai anjuran

    2. Manusia Setengah Dewa avatar
      Manusia Setengah Dewa

      @din syams udah tau dari dulu pak, tapi bapak niat banget ya pak, ilmu itu mahal pak, kok di share gratisan.

      1. Soundwave avatar
        Soundwave

        Mesin ngonda emang semuanya tua dan jadul , sudah tidak tidak layak pakai ???

    3. VALEBANGOBLOG avatar
      VALEBANGOBLOG

      Itu mesin apa kebon

  5. Penemu Sandal avatar
    Penemu Sandal

    Duit 8000 euro cukup buat beliin sendal swallow warga sekecamatan ya pak,

  6. Wongndesobanget avatar
    Wongndesobanget

    Akan naik rpm engine saat downshift utk deselerasi..karena perubahan rasio gear lbh tinggi sdgkan putaran ban belakang relatif masih sama…mk engine akan diputar oleh ban belakang lebih cepat rotasinya…
    Tp apakah ga dibenamkan slipper clutch..hehehe

    1. Sable avatar
      Sable

      Benar sekali… Apakah slipper clutch nya jebol bin mbrodhhol gayn??? Sampe2 deselerasi pakem banget cem motor Revo/Jupiter z?

  7. Stop n' Go avatar
    Stop n’ Go

    Cbr 6000rr cak?…..gile, cc nya uakehh tenan yo?

  8. Rangga avatar
    Rangga

    Emg gk da limiter gitu? Koq jdi rider yg terkesan salah, Yg namanya rider klo balapan, ya push habis2an, jadi bingung?

  9. Clara avatar

    Semua demi keadilan dan taat peraturan… masalahnya mesin disupply oleh 1 pabrikan dan bukan mesin yang berebeda beda antar tim

  10. dono avatar
    dono

    Kan ada ECU untuk membatasi limiter rpm.
    kenpa ky ECU jadul. hemmm

    btw brand jepang udah mulai dibatasi di eropa. makanya org2 eropa bikin perubahan termasuk mengganti mesin cbr jd triump. apakah 5-10 th pabrikan jepang bisa jd pemasok moto 2 lg? kyknya gk.

  11. novatax avatar
    novatax

    Rsnya dalam balap, apalagi roda 2, pasti agak sulit klo yg diberikan berupa aturan tertulis dan lisan hny krn dukungan scr mekanis (ECU) tdk/blm mampu “membantu” pencegahan. Adrenalin & emosi rider sdh pasti naik, ga mungkin kepikiran “sayang” mesin, yg ada ambil kesempatan skrng ato tdk.
    Ato klo scr mekanis sdh tdk perlu upgrade/update, artinya sistem mesin digilir yg diterapkan di Moto2 tdk tepat.

    1. Agista avatar
      Agista

      Mesin durabilitas kelas teri di pake balap moto2..
      Kalo aturan memang begitu.. Aku yakin viarpun sanggup mensuplay mesin moto2..
      Balapan dagelan dorna.. Mesin eropa itu durabilitasnya setara dengan mesin happy atau viar di indo..

  12. Swallow sendal avatar
    Swallow sendal

    Mending beliin sendal swalow..bebas mau diapain…terserah yg make

  13. Ibnu avatar
    Ibnu

    kok ya aneh balapan kok gak oleh disikso cak

  14. nganu avatar
    nganu

    kasian pembalapnya,,, harusnya mesinnya yang di upgrade bukan pembalap yang dibatasi.. gimana coba kalo lagi battle sengit dog fight dan adrenalin lagi naik,, boro boro mau mikir rpm,,

  15. Warkop Speed avatar

    Wow, dendanya bisa buat beli sport 250cc parallel twin plus knalpot aftermarketnya ?

  16. aditya_femas avatar
    aditya_femas

    gogel translet??? ?????

  17. Kriwul avatar
    Kriwul

    sma kek motor produksi masal, metalurgi mesin tua lebih yahud drpd mesin skrg

  18. RMA avatar
    RMA

    Mnding nonton aja gak pake ribed

    1. 2wheels4ever avatar
      2wheels4ever

      Aroma regulasi tulul ala WSBK mulai menjalar..wakakak mesin gambot gak tahan siksa mending ganti mesin Viar karya saja???

  19. Koko avatar
    Koko

    Rewel banget tu mesin jelek

  20. J avatar
    J

    Balapan irit enak.wilcard ya make sasis ninja,cbr ato r25 kasih mesin triump
    Kasih kesempatan wildcard tp ga kasih motornya piye booooorrrrrrrr