Nih dia cara inreyen motor yang benar, pengen awet atau kencang?

Written by

in

Iwanbanaran.com – Cakkkkk…..walau artikel tentang inreyen motor sudah cukup banyak, ternyata masih banyak yang ragu serta bingung. Alasannya satu yakni kurang puas jika tidak bertanya ke IWB. Seperti yang dilakukan oleh cak Silvia Widi yang baru saja meminang sebuah motor namun masih ragu Bagaimana cara cara melakukan inreyen motor yang baik. Oleh karena itu secara khusus dalam artikel ini akan membahas tips serta Bagaimana cara inreyen motor yang benar. Ora usah bingung…monggo intip artikel berikut ini…

Selamat malm, mas iwan..? nma q. silvia widi panca. Walau q trmasuk pengekor baru berita mas dan jarang komen atau ap, tpi q penyuka dan pmbaca stia halaman mas iwan banaran. Dari halaman mas iwan baru 24 rbu yg menyukai, walau bkan stiap wktu, dan stiap hari buka halaman mas iwan. Maklum mas Kalimantan pelosok, susah jaringan. tpi skali cari jaringan lsung ku borong, smua update tan berita perbusian yg tertigal dari mas. ku simpan buat bca d rumah.

O ya mas q maw tnya ni. Q memang selalu stia bca berita perbusian dari mas, tpi q kan msih awam klo masalah motor baru. Terutama masa Inreyen. ya memang si kya ku dah bolak balik buka mbah Google, cuma kan kurang lengkap, krna kdang ad orang bilang klo motor baru ktanya gk boleh langsung pke gigi tinggi hrus gigi rendah terus, kdang denger lg sbaliknya ktanya gk papa klo lyung pke gigi tinggi. jdi bngung yg bnr yg mna. tolong mas pencerahan cara Inreyen yang baik dan benar…

Pokoknya klo mas gak mau ngasih tau, mas iwan bkalan tak templang pke sndal swalow + sndal daimatu hahahaha. Mungkin itu aja konsultasi dari q. salam josssssss gandos….!!! “

Juozz gandozz maturnuwun sudah dipercaya untuk memberikan sedikit pencerahan.?Sebenarnya kalau sampeyan membuka artikel lawas di warung ini IWB sudah pernah membahas bagaimana cara inreyen motor.?Tapi tidak apa-apa, kita akan coba refresh kembali agar para pengunjung warung baru tidak ketinggalan cara memperlakukan motor yang masih betul-betul baru turun dari dealer. Pertama kita akan coba membahas Apakah inreyen dan kenapa motor perlu fase break-in ketika pabrik sudah melakukan pengetesan komponen ?

Jadi ngene cak….Inreyen sebenarnya adalah fase dimana komponen motor baru dioperasikan dan digunakan di jalanan setelah fresh baru turun dari dealer. Pada masa ini komponen atau dapur pacu motor masuk dalam tahap penyesuaian. Lek boso kasarnya….. komponen perlu proses adaptasi. Mulai dari piston, dinding piston, ring piston, cam, valve dan masih banyak lagi lainnya. Untuk memastikan supaya keawetan tetap terjaga dalam jangka waktu lama, kita perlu perhatikan masa inreyen. Walaupun banyak yang mengatakan motor modern sudah tidak perlu lagi inreyen karena telah diuji di pabrik secara ketat. Namun secara pribadi IWB kurang setuju Karena bagaimanapun seluruh komponen belum duduk pada tempatnya…

Pabrikan sendiri sudah menggaris bawahi pentingnya masa Break-in dengan mengeluarkan buku panduan. So…. Kendati mereka sudah melakukan proses pengujian yang cukup ketat di pabrik dan motor bisa digunakan langsung akan tetapi fase break in diperlukan untuk mencegah terjadinya stress berlebih pada 500 km pertama. Pada rentang tersebut part sangat rentan terhadap partikel logam atau gram hasil dari gesekan seluruh permukaan komponen dengan komponen lain…

Ketika dilakukan casting, forging serta machining…. kondisi permukaan tidak akan sehalus dan senatural setelah gesekan engine motor digunakan berkilo-kilometer. Permukaan halus ini disertai dengan serpihan-serpihan logam yang wajib dibersihkan dengan mengganti oli antara 500 hingga 1000 km pertama (beda engine beda perlakuan, so sampeyan intip buku panduan pabrikan cak). Pada rentang tersebut tidak dianjurkan sampeyan menggeber motor hingga gas mentok. Karena ketika motor melengking pada high RPM….pressure dan stres komponen sangat besar. Jadi mending ikutin saran dari buku pedoman cak….

Secara garis besar IWB coba rangkum, Bagaimana cara memperlakukan motor pada masa inreyen dengan benar? Berikut gambarannya…

    1. Jaga RPM pada 500 km pertama

Direntang ini seluruh komponen masih aus. Permukaan logam belum duduk pada tempatnya dan kasar. Oleh karena itu ada baiknya RPM dijaga jangan sampai mentok gas atau buka gas penuh. Kenceng boleh namun ngurut. Kalau digas mentok dikuatirkan komponen akan mengalami stres berlebih. Ibarat fase, pada 500 km pertama permukaan kasar logam akan terkikis ketika tiap komponen bergesekan. Itulah kenapa wajib untuk servis 500 kilometer pertama untuk membuang gram-gram partikel logam hasil kikisan metal..

Jaga RPM jangan melebihi 7000 RPM. Jika tidak ada penunjuk jarum RPM seperti matic, yang penting buka gas ngurut. Btw…saran pabrikan tiap motor berbeda oleh karena itu sangat dianjurkan sampeyan membaca buku pedoman. Geber motor dimasa ini memang tidak akan memberikan dampak langsung dan singkat. Namun usia komponen akan lebih pendek dari seharusnya. Ibaratnya, ini adalah fase rapuh. Lhooo kan dipabrik wis digeber ? betul pakde, tapi perbedaan beban dan lingkungan berpengaruh besar terhadap stres engine…..

Oh ya..pada periode awal 500 km ini jangan lupa untuk ganti oli pertama termasuk filter oli. Mutlak dan wajib hukumnya untuk membuang sisa-sisa logam atau partikel gram engine. Karena jika sampeyan males melakukan servis pertama ini bayangin wae gram partikel kecil berputar-putar keruang pembakaran mengikuti oli lawas….

2. Pasca servis 500-1000 km pertama

Difase ini sampeyan sudah lebih bebas. Seluruh permukaan lapisan logam sudah terbentuk dan biasanya kalau dibongkar permukaan wis licin. Disini sampeyan boleh menggunakan secara normal. RPM sudah nggak banyak aturan dan bebas. Namun mencekik hingga limiter ? secara pribadi belum menyarankan. Biarlah semua berjalan hingga masuk servis ketiga….

3. Pasca servis wajib dua (biasanya diatas 2500)

Difase ini sampeyan wis bebas tanpa syarat. Mau geber kayak kuda binal ora po-po cak. Main gas hingga mentok dilimiter ora masalah karena biasanya diangka 2500 km?komponen engine sudah duduk pada tempatnya. Tapi tetapppp?safety riding wajibbbb

Yup?itulah beberapa cara inreyen motor baru yang tepat. Mungkin banyak yang mengatakan mending geber langsung nggak usah dimanja alias model Italian tune up. IMHO nggak IWB sarankan sebab bisa merugikan pada durability engine. Performa mesin emang lebih ngacir tapi keawetan komponen umumnya lebih pendek. Jadi pengen ngacir atau awet ? Tergantung pilihan masing-masing. Setelah 2500-an km monggo mawon. Kalau sampeyan ogah mengikuti saran diatas efek kerugian memang tidak instan. Keausan yang ditimbulkan baru akan terasa setelah beberapa puluh kilometer. Namun kalau sampeyan ingin mesin motor prima hingga berusia tahunan ada baiknya mengikuti step-step diatas. Nggak rugi koq cak. Nahhh…ngono yoooo, wis mudeng cak Widi ? semoga berguna dan salam juozz gandozzz 🙄 …..(iwb)

Comments

47 responses to “Nih dia cara inreyen motor yang benar, pengen awet atau kencang?”

  1. Alfin Andriyan avatar
    Alfin Andriyan

    Joss

  2. fabian avatar
    fabian

    Ok

    1. danie avatar
      danie

      Kuda binal……!??? Asyemmmmm….???

      1. fabian avatar
        fabian

        Keenakan molornye..gerimis jdi pules???

  3. CLZT avatar
    CLZT

    Ok

    1. iwakbeneran avatar
      iwakbeneran

      Alhamdulillah red painem ku sudah ku geber sampai 140km/jam mesin aman2 aj lek

      1. superHARIANrider avatar
        superHARIANrider

        Mantap PCX150 lokal. Merasakan Tenaga Besar All New PCX 2018 topspeed tembus 140kmj utk performa fast ride. Tak hanya unggul di mesin tapi juga unggul untuk bermanuver. Muffler altered with Akra, laik nyirkuit.
        Mantab Gandhozzz Djiwa RearShockbreaker

      2. CLZT avatar
        CLZT

        Banter juga cak

      3. agus dwie avatar
        agus dwie

        Trek mana smpe sgtu?

        1. Fahmi Hidayat avatar
          Fahmi Hidayat

          dyno circuit ?

        2. Fahmi Hidayat avatar
          Fahmi Hidayat

          dyno circuit ?

  4. fizeryla band avatar
    fizeryla band

    Ok

    1. superHARIANrider avatar
      superHARIANrider

      Oka oke oka oke. Ga boleh gebar ga boleh geber. Ga boleh buat boncengan. Ga boleh ina ga boleh ini ita itu… Rewel…
      Trus mo kpn dapat penumpang? Hahh..?

  5. Irham Ichirou avatar
    Irham Ichirou

    Ok

  6. Irham Ichirou avatar
    Irham Ichirou

    Alhamdulillah…

  7. Kumara avatar
    Kumara

    Nice info lek

  8. Yogi Doank Yogi avatar
    Yogi Doank Yogi

    Joss gandos cakk.. .

  9. Muqsith Amsyaroofi S avatar
    Muqsith Amsyaroofi S

    Joss

  10. Muhammad nabil Zhallifunnas avatar
    Muhammad nabil Zhallifunnas

    Alhamdulillah bener

  11. Log-X avatar
    Log-X

    Kalo matic apakah sama cak?

  12. Ardi Yoga P avatar
    Ardi Yoga P

    Langsung di geber wae

  13. angga agusta avatar
    angga agusta

    Mantul

  14. Om Onar avatar
    Om Onar

    Gas aja motor modern kok hehehr

  15. Be Djo avatar
    Be Djo

    Beda2 tiap pabrikan, yg jelas nguruuuut …pijet lek?

  16. kanggun Agun avatar
    kanggun Agun

    medun ilmune

  17. Nasrul Hamam avatar
    Nasrul Hamam

    Joss kang infonya

  18. Agung Saputra avatar
    Agung Saputra

    Oke

  19. fabian avatar
    fabian

    Lha a inreyen tak geber smarang jkarta kang…MX 2007 ?????

  20. DaffaNet Orange avatar
    DaffaNet Orange

    Iku jenenge wedok, kok sampean celuk cak? Bisa jadi hode juga sih

  21. Indra Primadana avatar
    Indra Primadana

    Lah kalo buat boncengan pye cak? Langsung bisa buat boncengan atau setelah servis ke2 atau malah ke3?

  22. M Maulidi avatar
    M Maulidi

    Berfaedah cak

  23. Alvian Yudha Prawira avatar
    Alvian Yudha Prawira

    Tapi waktu nganter temen service mbiit di dealer resmi kok sering bagt di plintir sampe limit RPMnya kang dan juga motor lainnya. Apa gak papa?

    1. NEUTRAL avatar
      NEUTRAL

      wkakwkakwka ayo lek jawab yg ini

    2. NEUTRAL avatar
      NEUTRAL

      wkakwkakwka ayo lek jawab yg ini

  24. Ajay avatar
    Ajay

    kalo harian nya dipake jarak pendek piye kang iwan.?? maklum usaha saya jarak pendek sekitaran komplek doang.. suka lama utk nyampe 500km pertama.. apakah pake parameter bulanan atau mingguan..??

    ketahuan dah saya newbie nya.. wkwkwk

  25. Din Syams avatar
    Din Syams

    usia motor mau dipakai berapa tahun? 3 tahun ganti motor baru? tidak usah risau. pakai saja sesukanya. beda kalau motor itu mau dipakai selamanya/dikoleksi. kalau pemakai umumnya 5 tahun ganti motor, yang penting ikuti petunjuk ganti oli. kalau ketika break ini, nyalip bus malah busnya ngegas, padahal jalan hampir habis, dan mundur tidak mungkin, gas saja tidak usah mikir break in, yang penting selamat.

  26. Ardiyan Ve avatar
    Ardiyan Ve

    Vario ku tak gas pol satus luwih….!!!!???

  27. Andri avatar
    Andri

    Bagi yang ga suka gebar geber, inreyen itu kayak cm mitos.

  28. Azziko Bagas avatar
    Azziko Bagas

    Pertamax

  29. tester avatar
    tester

    cak lek motoGP kok gak atek inreyen cak…

  30. iput avatar
    iput

    Sebaiknya setelah membeli motor ataupun produk lainnya baik itu kendaraan ataupun produk eletronik, buku manual wajib dibaca. Biasanya disana sudah tertulis untuk penggunaan saat 500km awal dan sebagainya.

  31. Mex avatar
    Mex

    500km pertama jaman karbulator lek… sekarang jaman injeksi 1000km pertama…bukunya bilang gt..apa jangan2 semua pabrikan motor salah ya..yg bener hanya iewebe doang??? Berato harus di tuntut pembohongan konsumen ini yamaha honda kawasaki dll… kata lek iewebe 500km bukan 1000km..salah semua buku pabrikan itu.

  32. Agoes avatar
    Agoes

    Meskipun di up serta di tambah bumbu2 dikit…tpi kq tetep tk baca yow…padahal pun nate moco sing disek…

  33. Sikampret avatar
    Sikampret

    rata rata pabrikan break in di 500km, 1000, 2000 km
    klo saya service cukup sekali saat free oil. setelah itu…..gak pernah ngunjungi bengkel, secara service sendiri ( pengalaman pribadi berbagai merk, 7 motor, 2 mobil saya perlakukan sama)

  34. Bawon avatar
    Bawon

    Kalo saya lek langsung ke top perform si kuda besi tapi naiknya pelan pelan alias diurut. Supaya komponen cepet mathuk dan bisa dipakai sampai top perform. Intinya gas mentok aja asal jangan disentak mendadak hehe

  35. Arjun Tisnata avatar
    Arjun Tisnata

    Reyen tuh sebenernya buat user agar familiar dg kendaraannya. Familiar dg karakter mesin, handling, dan pengereman. Bicara tentang pengereman, yg perlu reyen, atau tepatnya bedding in, malah kampas rem dan cakram/tromol. Krn sebelum bedding in, rem gak pakem, ini bahaya.
    Utk mesin cukup dipakai normal dan perhatikan oli. Jangn sampai oli telat ganti ataupun berkurang tanpa diketahui waktu dalam masa reyen.
    Gsx saya aja dulu masih 200an km udah dipake sampe redline. Sudah hampir 2 tahun mesin aman tanpa kendala.

  36. veri irev avatar
    veri irev

    Apa daya cuman geber skywave doang yang penting bandell ?