Bro dan sis sekalian….tidak heran YIMM dewasa ini terlihat adem ayem walau pasar domestik terus ditekan rival dekatnya Honda. Lha piye mzbro…..selain jualan secara lokal, YIMM sebenarnya sudah melakukan eksport sejak tahun lalu. Dilalah tren sekarang terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan khususnya dibulan Januari 2016 yang meroket hingga 86 % dibanding dengan bulan yang sama tahun lalu. Wihhhh….laris manis euy !!

Dari rilis yang IWB terima….pasar ekspor Yamaha Indonesia kian merekah. Di Januari 2016 total ada 15.479 unit yang dijual ke luar, meningkat pesat 86% dibandingkan dengan Januari 2015. Kabar ini tentu mengejutkan mengingat tidak mudah menembus pasar luar yang memiliki standart produk cukup tinggi. Dan dari sana ditemui fakta bahwa R25 serta NMax 150 menjadi idola market luar….
Yup….tipe yang paling banyak diekspor di Januari 2016 adalah YZF-R25 4.440 unit dan NMAX 4.040 unit. Dua tumpuan Yamaha itu nyatanya sangat disukai konsumen luar, terbukti sepanjang tahun 2015 mencatat ekspor tertinggi dalam daftar motor Yamaha, YZF-R25 ada 39.160 unit dan NMAX 31.760 unit. Bahkan ekspor YZF-R25 melesat tajam 147% di Januari 2016 dibandingkan dengan Desember 2015….
?Meningkatnya jumlah total ekspor ini merupakan bukti konsumen luar mengakui kualitas produk Yamaha Indonesia. Kami pun telah membayar kepercayaan sebagai basis produksi global model seperti YZF-R25, NMAX dan MT-25, yang di market luar permintaannya terus melonjak,? ujar Mohammad Masykur, Asisten GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM)….
Last…selain R25 dan NMax, sport naked bike MT-25 yang diluncurkan tahun 2015, ekspor juga naik 113% di Januari 2016 (2.040 unit) dibandingkan Desember 2015 (960 unit). Selain itu, All New Soul GT…..setelah pertama kali diekspor di bulan Juni 2015 terjual 800 unit, selanjutnya konsisten jumlahnya ribuan unit di bulan-bulan sesudahnya hingga Januari 2016. Ada 3.000 unit All New Soul GT yang diekspor di Januari 2016. Mantep juga garputala euy
……(iwb)




Comments
291 responses to “Eksport Yamaha Indonesia meningkat pesat…..R25 dan NMax150 menjadi idola !!!”
goahahaha kualitas export coy, kalo sebelah export diretur hihihi maklum pt cd bajakan sentosa akakaka
Darmo edan. … sonic, cb 150 n beat kan d export ke Philippine, nex negara lain
Yang sudah tahu betul kualitas produk pabrikan Indonesia ya konsumen Indonesia, yang sudah sekian lama pakai. Dulu yamaha pernah 40%, dan berdasarkan pembuktian konsumen selama beberapa tahun akhirnya mengkeret lagi ke angka 20%. Tunggu saja konsumen luar sono, akan mengalami seperti konsumen Indonesia.
Kualitas ekspor nya mungkin bagus, tapi yg diproduksi disini gimana? NGEBUL semua,, hahaha
Fakta membuktikan coy, produksi buat ekspor pasti dibedain biar gk malu2in, masa produk ekspor NGEBUL kaya yg produksi sini??? Hahahaha
Klo motor ber kualitas sy lbih percaya suzuki kang
126. beast_ – February 25, 2016
org indo itu latah, n kurang dari 40% yg mengerti kualitas?suka ikut2 an n saat menyesalpun berjamaah..sulit menerima hal baru yg mungkin mereka tak mampu memahaminya. seperti halnya kaum fbh, kaum munafik yg disesatkan doktrin2 ahm. mata n hatinya tak bisa menerima kenyataan?
mereka memusuhi semua yg tak sependapat dg mereka, padahal mereka tak menutup mata?lalu mereka menghujat produk lain, padahal itu mereka lakukan hanya untuk menutupi kebusukan produk mereka sendiri.
====================
Oalah…..kok iso berpendapat begitu.
Dulu motor yamaho pernah sejajar mahonda…40% : 40%. Akhirnya waktu yang menentukan, secara empiris konsumen tahu mana produk yang ternyata berkualitas. Kualitas motor, yang utama ada pada mesin, bukan baju dan lipstiknya. Berdasarkan itulah konsumen kembali lagi ke produk yang menurut pengalaman mereka berkualitas sehingga produk tersebut menguasai sampai 70%. Kalau dilihat dari fakta itu, sebenarnya siapa yang fanatik? Apa sih makna fanatik itu? Apa sih yang dimaksud gak mup on itu? Orang orang fanatik, buta merk, gak bisa mup on adalah orang orang yang bertahan dengan pendiriannya sekalipun harus terpencil dan menjadi minoritas. Mereka tidak bisa mengikuti arus utama perubahan, cenderung konservatif dan sok gak mau ikut arus. Padahal duania berkembang sesuai dengan arus utama. Untuk yang mengatakan suka BC, silakan dihitung mulai dari komen no 1 sampai terkhir, berapa yang BC Yamaho dan berapa yang BC Hondut. Silakan mengaca…kita ada di arus yang mana.
Semua orang sekarang sudah tahu, jika ada dua skutik dari dua pabrikan yang terus bersaing ini, dari tahun pembuatan yang sama lewat depan rumah, pasti langsung bisa mendengarkan skutik mana yang suara mesinnya lebih kemrosak? Saya gak perlu menyebutkannya. Jawabannya tentu yang MS-nya terus merosot itu.
Byuuhhhhh… Yamaha cmn dpt MS 20% tp masih tetep jd raja sport… Pabrikan sebelah yg koar2 bikin tagline generasi juara lewat mesin dohc yg tenaganya ga jauh beda ma sohc,, dikamplengi di kejurnas, yg menang di its2016 juga R15,, CBR malah ga juara blass,,, belum juga seneng dan bangga2in mesin dohc yg generasi juara, udah dikampleng lagi sama munculnya Satria Fi,,, sonice kayak ayam kampung kebingungan, ga mau dibilang bebek, ngakunya motor sport sama kayak kakak2nya,,, yg laku ya tetep verza sohc yg ga diakui sama fbh… Duuhhh… Melas temen toh ngaha iki…
Konsumen juga bakalan mikir, daripada beli motor mesin dohc tp tenaga sama kayak sohc,,, ya mending beli satria ato “gsx150” yg bakalan lahir dan mesinnya beneran DOHC bukan dohc abal-abal….
Fby udh sadar kalo motor kencang itu satria fu ato gsx150, nah yang begini nih namanya udh mah menelan ludah sendiri, muji2 produk orang lain pula, terus produk sendiri gk di anggap, hahaha, kasian banget lu sales2 fby, sekarang muji2 produk suzuki, melase melase… Hahahaha
yang penting gak banggain produk ahem… ekek
Fans Yamaho bangga dengan exsport nya,
Namanya juga basis produksi buat Yamaho global.
Ya tentu saja produknya dieksport,
……………………………anehnya………………………………….
Mosok jualan di seluruh dunia kok jumlahnya kalah jauh
dari jualan HONDA di Pulau Jawa….???
Coba kalian bayangkan !!!
ini nih orang yang lebih mentingin kualitas daripada kuantitas
ibaratnya barang kw yang kualitasnya lebih jelek lebih banyak laku daripada barang asli yang kualitasnya sudah teruji
mental orang indonesia sih, liat aja tanah abang pada banyak yang beli kw karena murah ngga mentingin kualitas yang penting baguslah tampilannya tapi daya tahan sama performa bisa dilihat sendiri seandainya HONDA masih dipegang FEDERAL ngga akan seperti sekarang (lirik gl gw yang mantap bandel)
ORIGINAL vs Bajakan..(lirikAhaem)
Wajarlah yg bajakan 70%…
Lah DP aja 0%…
Blom lagi pake mindset tipu tipu…
Padahal produknya banyak yang COPYPASTE
LOKAL aja dah kewalahan Mas IWAN. ( Sabtu- Minggu lembur mulu) padahal 4 pabrik.
EXPORT mah entar dulu, bagi-bagi rejeki lah ama negara tetangga
(MAKLUM jualan kami hampir menyentuh 70 %MS)
KALO tetangga mah kayaknya lagi gencar2nya efisiensi line pabrik yang dulunya 300ribuan perbulan (sekarang tinggal separonya)
pantesan di Indo adem2 aja R25 ternyata di eksport keluar……”air tenang menghayutkan”
Biasanya org luar beli barang mentah dr indo,,, ntr diproses trs dijual lg di indo, mgkn jd odong2 sowc import,,,,,
ngah,,, ngah,,, ngah
SONIC GAK LAKU LAGI DI JUAL MUREEE SAMA AHM KE BURUH PABRIKNYE. WAJIB AMBIL 1 MOTOR INI, CICILAN 300RB/BLN SELAMA 3TH. HAHAHAHA
SILAKAN DITANYA KE BURUH2NYA
KASIAN DAPET MOTOR GAK LAKU
artikel kesukaanya fby nich kang,,,mau aja di kibulin petinggi yimm,,,di indonesia aja gk laku ko mau bandingkan di ekspor di luar negri,hahahaha… # YIMM edisi menghibur diri karena jualan motor di tanah air cuma numpuk di gudang