Race director buka hasil investigasi insiden Marquez vs Rossi……tidak ada cukup bukti Vale menendang !

Written by

in

banner-460x110(1)

mike-webb.bigBro dan sis sekalian…..race director Mike Webber akhirnya membeberkan secara umum hasil investigasi insiden Marc serta Valentino dibalap Sepang. Disana pula dikupas manuver Marc yang dicurigai sengaja memperlambat Vale serta sebaliknya Rossi dicurigai menendang Marc. Dan berikut hasil penyelidikannya…..

muffler

Aku tidak akan menggaris bawahi apa yang pembalap katakan namun akan coba membeberkan poin secara umum. Jadi dari yang kami perhatikan terlihat Rossi melakukan gerakan yang memaksa Marquez keluar trek atau mendorong agar melebar. Kita sudah denger dari kedua rider…..Marquez mengatakan bahwa dia dalam kondisi berkendara secara normal…memikirkan apa yang harus dia lakukan dan menyalip Valentino tanpa bersentuhan. Dan ini benar. Artinya dia tidak ada tujuan mengganggu Valentino Rossi….

“Valentino disisi lain juga mengatakan bahwa Marc secara sengaja memperlambat kecepatan dan mempersulitnya?saat race. Oleh karena itu Valentino kemudian sengaja melebar ditikungan untuk memberikan keuntungan baginya. Dan pada akhirnya kami percaya ada yang salah dengan mereka berdua. Apapun yang dikatakan Marquez kita juga merasakan dia mencoba mempengaruhi kecepatan Valentino. Tapi bagaimanapun dari sisi regulasi dia tidak melakukan kesalahan atau melanggar peraturan. Apapun yang kami pikirkan tentang spirit kejuaraan, berdasarkan buku panduan regulasi dia bersih. Cara nyalip dia bersih dan tidak terjadi senggolan. Cara dia membalap tidak menyalahi aturan…..

657_635813711485769994“Valentino kemudian bereaksi atas apa yang dilihatnya sebagai provokasi dari Marquez dan sayangnya reaksinya adalah manuver yang melanggar peraturan. Membalap tidak bertanggung jawab yang membuat rider lain crash. Kita percaya sentuhan tersebut disengaja walau dia tidak ingin Marquez jatuh tapi hanya ingin membuat Marc melebar. Tentang kaki Rossi yang sempat lepas dari foot-peg dari video yang kami lihat tidak ada bukti jelas kearah sana. Kami melihat sebagai efek senggolan dan bukan tendangan disengaja…“terang Webb…

Last…dari penjabaran hasil investigasi ternyata pihak race director pun menemukan ketidakwajaran ritme kecepatan pada Marquez. Namun karena semua dilakukan dengan bersih dan tidak menyalahi aturan maka Marc lolos dari sangsi. Sementara Rossi karena terbukti secara sah melakukan gerakan yang dilarang berdasarkan regulasi maka tindakan punishment sah untuk dijatuhkan. Hal ini sudah memenuhi syarat kendati hasil investigasi tidak menemukan indikasi Rossi menendang secara sengaja dan lebih kepada efek senggolan. Nah…..itulah hasil dan kesimpulan Race Director yang akhirnya menjatuhkan poin 3 dan memaksa Vale membalap dari posisi paling belakang di Valencia nanti…….(iwb)

Comments

341 responses to “Race director buka hasil investigasi insiden Marquez vs Rossi……tidak ada cukup bukti Vale menendang !”

  1. rifz avatar
    rifz

    jelas dari pernyataan rossi waktu sidang
    rossi sengaja melebar dan memperlambat yang bertujuan agar marc ikut melebar
    kejadian marc nabrak kaki rossi itu karena rossi sengaja melambat
    udah gitu rossi sengaja buka kaki dan itu mengenai marc atau motornya

    mana ni fans rosshit yang bilang kalau bela negara lebih busuk daripada menendang? sini ane tendangin satu2 muka lu kalau lu bilang nendang itu fairplay!!
    mental begal sirkuit macam rosshit harusnya dibakar hidup2

  2. Udinganga avatar
    Udinganga

    Ini motogp apa sepakbola.koq pakai acara main tendang.asemmm tenannnn.main hantam saja sekalian.sangat tidak dewasa.klo kesel tubruk aja sekalian biar puas

  3. eyang suro avatar
    eyang suro

    tetep saja start paling bontot

  4. Carlo Pernat avatar
    Carlo Pernat

    @Wayne Wondo nek cangkeman wae tak sampluk protol untumu..
    NGGAMBLEH TERUS!!!

  5. vixioner avatar
    vixioner

    1 hal yg ada dipikiran ane.. kenapa rossi melah melambatkan motornya dan melebar kekiri disaat tikungan kekanan ?? bahkan sampai menengok kebelakang.. seolah2 dia menunggu kedatangan marc.. padahal kalau rossi kagak melebar dan melambat, rossi sebenernya udh bisa membuat gap waktu antara marc dan dirinya.. kalaupun itu reflek dari senggolan, coba lihat gap waktu pas senggolan dengan watu insiden itu.. jika itu reflek, ‘pas’ tersenggol kaki rossi pasti akan langsung reflek.. bukan ada jeda waktu sperti kemarin..

  6. Mas Joker avatar
    Mas Joker

    rossi sih kakean cangkem, kalo dibuku aturan motogp gak ada aturan yang melarang orang saling order/ mengganggu ya sudah diem aja…lawan dengan bersih, rossi ngganggu hohe di qualifikasi pada ribut gak?? tukang ganggu diganggu ya harusnya sportip dong! cangkeme meneng motore digeber!

  7. ivan avatar
    ivan

    coba rekan2 tinggalkan dulu egoisme idola, baik mm ataupun vr.
    regulasi yg paling utama “no contact with another racer” , termasuk tindakan yg mengakibatkan senggolan.
    racing line mm di sepang provokativ tapi dilakukan dengan bersih (baca investigasi rd)
    manuver rossi terlihat sengaja mengakibatkan mm crash (baca investigasi rd)
    yang mempunyai hak menentukan benar/ salah dan hukuman adalah rd. krna memang tugas mereka dan tentunya diambil dari bukti2 yg ada dilapangan dan saksi.
    kita semua cuma nonton dari sudut yg sama “TV” ditambah perasaan yg over ngebelain idolanya masing2.
    pelajaran yg penting utk mm&vr.
    mm hrs terus belajar utk bisa lebih baik .
    rossi hrs belajar jaga emosi.
    semoga race terahir valencia kita di suguhi pertandingan sehebat race philip island 2015 ( the best race all decade)

    manusia tidak ada yg sempurna…..

  8. @YIMM_KO_70.5% avatar
    @YIMM_KO_70.5%

    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_SikilRo_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil
    Ro_Sikil

    1. Zlubbbhhh avatar
      Zlubbbhhh

      Udah minum obat cacing nya, tong?
      Ekekekeke.

  9. blarak avatar
    blarak

    NEWS : Dorna Melalui Race Director Layangkan Surat Investigasi Lorenzo Marquez

    Pihak penyelenggara Dorna melalui Race direction beberapa saat yang lalu baru saja menyelesaikan insiden yang melibatkan Dua rider motoGP dimana telah terjadi pemicu sehingga terlibat konflik antara Marquez Rossi yang menyebabkan salah satu Rider terjatuh.

    Setelah Investigasi tersebut Pihak Dorna Melalui race direction melayangkan surat panggilan untuk tindak lanjut investigasi terkait kasus yang di lakukan Marquez Lorenzo. Hal tersebut dinilai Race direction setelah melihat tayangan ulang melalui beberapa kamera terlihat bahwa dengan Jelas Pembalap bernomor 93 Marc Marquez memberikan Jalan kepada Lorenzo. Yang lebih mencurigakan adalah setelah Lorenzo melewati Marc Marquez telah terjadi GAP (Jarak) waktu antara Marquez dan Lorenzo mencapai 2,60″/sec dalam rentang putaran 1 lap.

    Terlihat jelas Oleh Race direction bahwa kedua pembalap (Marc – Jorge) harusnya membutuhkan 3 sampai 4 lap putaran untuk membubuhkan jarak 2,60″/sec. Jika kecepatan kedua pembalap selisih +0.781 pada balapan tadi di Sepang Malaysia.

    Tindak lanjut ini juga merujuk pada analisa data elektronik yang dilakukan oleh Pembalap Valentino Rossi pada pekan lalu di Phillip Island dimana Marc Marquez mencatat waktu tercepat di lap 14 hingga lap 20-an namun ia masih berkutit di posisi tiga dan mengacak racing line pembalap lain padahal ia sudah mampu melewati Lorenzo dengan GAP di atas +1.00 lebih dengan rata-rata kecepatan 3 pembalap terbawah tanpa Lorenzo.

    Hal ini semakin jelas terlihat pada analisa data elektronik Power mesin dan penggunaan Breake yang di lakukan dan kalkulasi waktu/putaran antara lorenzo dan Marquez di Sepang Malaysia, saat berlangsung sesi FP1 sampai F4 Valentino Rossi bukannya tak mencatat waktu baik hingga tercecer di atas posisi 6. Ia sengaja memperlambat kecepatan motornya agar ia bisa memantau kinerja dan Kecepatan waktu antara Marquez dan Lorenzo pada Komputer. Dimana kecurigaan Valentino Rossi akan datanya di komputer berbeda yang membuktikan bahwa dugaan adanya kerjasama Marquez dalam menghambat kecepatannya mengejar Lorenzo nanti saat balapan.

    Menilik data yang mencurigakan ini, pihak Dorna melalui Race director telah melayangkan panggilan kepada Lorenzo dan Marc Marquez untuk membenarkan hal tersebut agar fair dan tidak terjadi kecurangan atau usaha sepihak membantu salah satu pembalap dalam perebutan Gelar Juara dunia. Hal ini tentu akan mempengaruhi sportifitas Olahraha dalam dunia motorsport, rating dan kerugian sponsor akibat tidak adanya persaingan sehat dalam perebutan gelar. Demikian di tegaskan Webb

  10. mumun avatar
    mumun

    Pembalap makeset.
    Jadi kacung jolor.
    Sok diping koyo main bal..
    Kelakuan picik koyo sales mhoo mahooo mahoooonnndaaaa

  11. Montor avatar
    Montor

    Intinya, Rossi kesamber bumerang yang dilemparkan sendiri,wkwkwk….

  12. il avatar
    il

    dalam kejuaraan balap..
    bila ada yang mengganggu,, dikalahkan dengan cara dibalap dan finish didepan sipenggangu..

    dalam kejuaraan bela diri..
    bila ada yang mengganggu,, dikalahkan dengan cara meng K.O sipenggangu atau mengumpulkan angka lebih banyak dari sipenggangu..

    logika berpikirnya ngga usah dipersusah dengan macem2 alasan..

  13. jack blankon avatar
    jack blankon

    picek matane yae

  14. ?? ?MB@H D@RMO? ?? avatar
    ?? ?MB@H D@RMO? ??

    konspirasi busuk ala spaniarr !!!
    repsol + hrc + dorna ….
    komposisi tiga iblis untuk menjatuhkan rossi !!!

    ekekekk
    zlub.

  15. mbahImam avatar
    mbahImam

    rossisentris lek.
    jangan heran ama RD n DORNA semua demi bisnis dan motogp…
    kita lihat saja komentar dr berbagai pembalap veteran dan pembalap yg masih aktif…

    nek komentar sales ra tak woco…. ra mutu maklum lagi ngerti. motogp mergo dadi sales..

  16. eira avatar
    eira

    SHAME ON YOU #93 !!!!

  17. Jayeng avatar
    Jayeng

    hadirrrrr

  18. ?? ?MB@H D@RMO? ?? avatar
    ?? ?MB@H D@RMO? ??

    repsol dari spanyol ..
    dorna dari spanyol
    marberruk dari spanyol
    lorencong dari spanyol

    konspirasi setan !!!!

    akakakakakak
    zlub.

  19. MotoMoron avatar
    MotoMoron

    Honda kudu lepas Marc Marquez kalau mau laku cuuuyy!

    Marc “DIRTY RACER” Marquez bakal melegenda namanya bikin motor semakin gak lakuuuuu NGOAHAHAHAHAHAHA

    SWAT Bakal kojel2 bingung jual motor livery REPSOL yang identik dengan pembalap busuk yang sengaja ngacoin race!

  20. 4x4 avatar
    4×4

    Mata kalian tidak akan bohong bro… masih butuh bukti dari orang lain ??… katarak kah..

  21. SEN 25 avatar
    SEN 25

    FIM Dorna mementingkan bisnis, kalau bukan Rossi pasto sudah di diskualifikasi

  22. Nadik avatar
    Nadik

    Parah nih si rossi, balap kok pake nendang. Hadeeh

  23. Genji avatar
    Genji

    Pancen marques bikin emosi.. Udh gak bisa juara dunia.. Dia bikin provokasi.. Terlihat banget dia beri jalan untuk lorenzo dan sengaja memprovokasi.. Kalo gua jd rossi.. Mungkin bakal melakukan hal yg sama

  24. TanyaKenapa avatar
    TanyaKenapa

    rossi beri jalan pada lorenzo sepertinya pengen buktiin, benar tidak dugaannya..kalo benar, brarti nanti markes beri jalan ama lorenzo..ternyata dugaan rossi benar…mungkin gitu gan

  25. boman avatar
    boman

    markesot emang pantes ditendang… klo ane diposisi rossi bakal ane lakuin hal yang sama

  26. wakwaw avatar
    wakwaw

    calon idola motogp masa depan seperti ini sikapnya… ckckckck…. musuh dalam selimut sepertinya…

  27. kadul avatar
    kadul

    Kasta tertinggi yamaha m1 aja paling lemot.. Apalagi macem pigson.. Makanya percuma jurdun kalo jualan tetep kalah..fby dongo

  28. emwe avatar
    emwe

    MotoGP di sirkuit ?Sepak? Malaysia.

  29. boman avatar
    boman

    biarpun start dari belakang ane yakin rossi bakal jurdun

  30. Oplis avatar
    Oplis

    Permusuhan Rossi dan Marquez bakalan terus berlanjut, sepertinya hubungan mereka akan terus memburuk. Era Kelam MotoGP.

  31. Feri avatar
    Feri

    Yang katanya Legenda gaya balapanya membuat buruk MOTOGP, kampungan itu rossi.

  32. al pacino avatar
    al pacino

    Fbr abal-abal silahkan murtad ke fbm. Ekekekeke

  33. fitnoeh avatar
    fitnoeh

    Berkaca dari race di australia 3 rider (VR, IAN,MM) menampilkan gaya balap yg agresif dan manuver2 berbahaya.
    Di race sepang, VR vs MM melanjutkan fightnya….
    MM agresif? Ya tapi VR juga.
    MM manuver berbahaya? Ya tapi VR juga.
    MM nyenggol? Ya tapi VR juga.
    Lha trus masalahnya apa? Cuman khilafan VR saja karena emosi.
    Trus wajarkah VR emosi? Wajar saja.
    Trus wajarkah VR emosi lalu khilaf?jelas ga wajar.
    Terlepas dari gaya balap maupun trik dari MM, apa yg dilakukan VR tidak bisa dibenarkan.
    #defaultoff

    1. Zlubbbhhh avatar
      Zlubbbhhh

      Nguuuuuukkk nya mana, vroh?

      Ekekekeke.

  34. sugi avatar
    sugi

    Jelas simbah rossi nendang.masih Ada aja belain rossi.memang marquez kurang sportif.tapi rossi lah lebih licik.mbah rossi panic..

  35. al pacino avatar
    al pacino

    Fbr abal-abal dukung rossi pas masa jayanya doank. Giliran rossi kena masalah bilang malu,unrespect,legend kok gt,dll. Hehe santai bro, fbm masih membuka lowongan kok.

  36. Tyo avatar
    Tyo

    VR sang legenda yg labilsisasi, curangsisasi, liciksisasi

  37. al pacino avatar
    al pacino

    Fbr abal-abal pada soktau. Sini gabung fbm aja

  38. SOHC SUPERIOR avatar
    SOHC SUPERIOR

    Apapun tentang honhon pasti licik

    Pabriknya

    Motornya

    Salesnya

    Pebalapnya semuanya licik

    Sabar ye mbing

    Ngoahahaah

  39. suling avatar
    suling

    Semoga paham km ross

  40. ?? ?MB@H D@RMO? ?? avatar
    ?? ?MB@H D@RMO? ??

    ekekekekekek…

    kalo orang waras pasti bisa lihat marberuukk mulai gak fair duluan…
    sampe rossi ngasih WARNING sejak gp australia …

    eeeeeee gak di gubris !!!

    kasih aja TUNGKAK NDIASS,E …
    NDLOSOOOOOOOOOORRRR..

    ZLUB.

    1. ?? ?MB@H D@RMO? ?? avatar
      ?? ?MB@H D@RMO? ??

      jelas harapan juara dunia rossi hilang …
      di valencia mending rossi fokus zaza ke marberrukk…
      yg jelas bawa pedang yg tajem … ajak adu race kyk di sepang pepet2 zaza tapi jangan ditendang ,langsung penggal zaza kepalanya ..

      ekekekekek

      zlub.

  41. vale go go go ! ! avatar
    vale go go go ! !

    udah jelas di video, saat tikungan ke kanan,rossi sengaja melebar ke kiri untuk ngasih racing line agar marquez belok kanan,tapi kok.marquez tetep mengikuti rossi,jelas jelas marquez ingin “melakukan sesuatu” sama rossi,makanya rossi emosi kok sudah melambat dirinya tetep.diikuti

  42. yus avatar
    yus

    terlepas marq memperlambat tapi dia masih dalam aturan , sama dulu juga si lorenzo waktu bersaing juara dengan marq dia memperlambat ritme agar pembalap belakang bisa menyusul dan menyulitkan marq , tapi tetep masih dalam rambu2 (ngak boleh nendang coy , mang lu kira thai boxing) ……….apakah marq komplain ??? ngak bisa karena masih dalam aturan sportif.

    lagipula knp vale musti komplain kalo marq mau memperlambat ? vale tinggal tunjukan performanya sebagai juara dunia dong dgn lewati marq susul lorenzo , apa vale maunya selain dia dan lorenso semua pembalap harus minggir gitu yah ?? wkwkwk aneh :mrgreen:

  43. hy avatar
    hy

    team order atau nation order selama tidak melanggar regulasi gk masalah jd gk usah protes toh kalian sendiri juga kalo nonton kejuaran yg lain n disana ada 2 atlit indonesia dimana salah 1nya punya kans juara pasti berharap atlit yg 1nya lagi ngelakuin nation order demi nama bangsa, n selama gk menyalahi aturan gk masalah toh :3

    1. ?? ?MB@H D@RMO? ?? avatar
      ?? ?MB@H D@RMO? ??

      tetep zaza licik dan busuk cung …
      gak fair itu cung …

      ekekekekek
      zlub.

  44. ditdit avatar
    ditdit

    Klau mrqs mmang bnar” tdk ingn mmprlmbt lju rossi knp wkt disalip lornzo dia klhtn tdk brusha mmburu lornzo.pdhl motr dia kncang klu mnurt ane gan,mrqs bnar” ingn brduel dngan rossi krn mungqn g enk hti gara” prnyataan rossi dia mmbntu lornzo wkt race diphilp island.

  45. andre avatar
    andre

    yang nakal mmg marwuez cm gak bisa juga dinenarkan rossi. da pasti kalah rek start terakhir. liat alex marquez kalau kalian lihat di philip jg ngawur sampai bikin syahrinz emosi juga. mmg mental muda masih kasar.

  46. iwak bakaran avatar
    iwak bakaran

    setuju dengan RD kang, memang begitu kenyataannya.

  47. Ripcord234 avatar
    Ripcord234

    Hayooo selidiki ritme balapan Markuez… Klo memang motor dia kenceng tapi dia sengaja melambat, menghambat dan mengganggu..
    Maka itu tindakan tidak profesional! Banned musim depan!

  48. ULAR TAIPAN avatar
    ULAR TAIPAN

    pokoe vr gak jurdun pasti penjualan yamaha global anjlok.klo yimm gak ngaruh, ttp aja anjlok biar rossi juara apa gak..apalg gak juara..tambah anjlok

  49. Anak TK avatar
    Anak TK

    lucu baca komen komennya… pada berantem…