Bro dan sis sekalian…..lazimnya ban depan selalu dibekali garis tengah atau boso kerennya vertical pattern. Alur ini dipercaya bisa membantu traksi ban saat melibas jalanan basah atau tergenang air. Karena diarea itulah air akan dibelah dan dialirkan sehingga kompon atau karet ban tetap menapak sempurna keaspal. Tidak heran mayoritas ban OEM pabrikan membekali perangkat produk mereka dengan model pattern yang telah IWB sebutkan. Pertanyaannya….wajib nggak sih sebenarnya garis tengah tersebut untuk ban depan??. Terus gimana jika kita tidak bisa menemukan model kembang seperti diatas??…..

Pertanyaan tersebut terlontar dari para media dan dijawab oleh pak Rizal (Marketing & sales division FDR). Menjadi sosok yang sudah berkecimpung didunia karet bundar selama puluhan tahun….doi mengatakan bahwa pattern vertical memang diperlukan untuk ban depan. Fungsinya membantu mengalirkan air supaya grip ban tetap optimal. Namun ternyata hukumnya tidak mutlak mzbro. “Dari penelitian kami….ban depan tidak harus mempunyai garis tengah. Karena model pattern tersebut bisa dikompensasi dengan model alur berbeda. Yang penting adalah….alur dari pinggir harus nyeberang sampai ketengah. Itu sudah cukup mampu menggantikan fungsi vertical pattern untuk ban depan” tuturnya saat peluncuran FDR Eco Smart Tire…
Nah…jadi begitu mzbro. Alur tengah baru muncul ketika pattern bagian tepi tidak sampai ketengah. Jadi kalau sampeyan kesulitan cari ban depan dengan garis vertical….pilihlah profile pattern yang menyebrang hingga middle area. So…fungsi bisa tergantikan. Kesimpulan…..hukumnya tidak absolute brosis. Jepretan terlampir bisa menjadi bayangan model kembang yang IWB maksud. Piye…..wis gamblang ora??. :mrgreen:? (iwb)




Comments
84 responses to “Wajibkah ban depan menggunakan alur garis tengah??…..”
juosss ams iwan 😀
cicakkreatip.com/2014/07/15/kawasaki-ninja-rr-mono-thailand-buatan-indonesia-di-exspor-ke-sana/
mantap
goo.gl/xVf9N8
Jangan Lupa :
Kalau membeli motor / kendaraan baru (Khusus Cash) minta harga OFF THE ROAD saja, jangan mau / tolak bila dikasih harga On The Road.
Karena tidak ada kewajiban konsumen membeli kendaraam On The Road.
Bila Main dealer atau Dealer ybs menolak agar diadukan kepada Produsen kendaraan tsb.
Karena tidak ada instruksi produsen kepada Main Dealer dan Dealer untuk menjual On The Road.
Pengurusan dan pembuatan BPKB dan STNK di Samsat kepolisian sangat mudah sekali, dalam waktu 3 – 5 hari BPKB dan STNK sudah jadi.
Dan yang pasti harga kendaraan dapat dihemat antara Rp 500,000 – Rp 1,000,000.
Ayo kesadaraan konsumen harus di perkuat !!! IMHO.
hm
nitip lapak kang
yang mau kredit motor Honda,Yamaha dan Kawasaki bisa dimarih
http://www.kaskus.co.id/profile/viewallclassified/6911796
keunggulan kalau agan kredit/cash di ane
– DP bisa pakai motor bekas
– Syarat cuma KTP dan KK aj
– Malam ane jemput data , pagi atau siang di survey , sore motor ud bisa agan ambil di delaer , PROSES MAKSIMAL 24 JAM ,!!
makasih kang
Gw sih gak percaya, pernah pake flemmo buat ban depan, musim hujan gedubrak terus, lewat genangan terasa banget tuh ban floating. Abis itu ganti merk dg garis tengah aman aman saja, riding style sama.
wah..poso2 golek alur tengah ki…wkwkwk….
Artikelnya manfaat bangettttt
yang penting safety lah
monggo diintip lagi milemoto.wordpress.com/
Mantap musim hujan waktunya pakai ban basah
nek udan yo ngiup sek mas bro
OOO gitu.
Thanks