Iwanbanaran.com – Bro dan sis sekalian….seluruh mata dan telinga biker Indonesia memperhatikan nongolnya prototype R25 yang dibuka saat ajang Tokyo Motorshow 2013. Detik-detik? rupa sang kuda besi menjadi momen seorang biker akan memutuskan…meminang atau mencoret dalam daftar belanja kedepan. Dan setelah bentuk bayangannya muncul….opini dan suara yang mengungkapkan sisi positif dan negatif dilontarkan ke IWB. Mencoba mengoreksi….memberi masukan sosok R25 supaya R & D Yamaha Jepang tidak kehilangan arah memuaskan dahaga biker Indonesia yang begitu luar biasa antusias menunggu versi masspro nanti. Salah satunya yang diungkapkan bro Azis berikut ini….

Ass. Wr. Wb
Selamat malam Mas Iwan.
Perkenalkan nama Saya Aziz Pradipta (Dipta) salah satu silent reader di Blog Mas Iwan. Saya meminta tolong kepada Mas Iwan untuk menyampaikan harapan Saya kepada Yamaha sebagai bahan pertimbangan dalam hal pembuatan motor Yamaha R25 nanti melalui Blog Mas ini.
Umur Saya 25 tahun. Saya mantan pengguna roda dua salah satunya brand Yamaha. Pada saat Saya kelas 2 SMP, motor pertama Saya adalah Yamaha F1ZR. Saat itu, motor impian anak sekolah adalah Suzuki Satria 120. Saya memilih Yamaha F1ZR karena pada saat itu menurut Saya Yamaha F1ZR mempunyai kualitas material dan finishing yang baik dibandingkan Suzuki Satria 120.
Naik ke kelas 3 SMP, Saya mulai melirik motor laki-laki (batangan) dan berganti menjadi Kawasaki Ninja R. Pada saat itu, hanya Kawasaki Ninja R lah yang menguasai pasar di kelasnya dan tidak ada pilihan lain.
Pada saat Saya masuk ke kelas 1 SMA, disemester 2 Saya beralih kepada Kawasaki Ninja RR karena Saya jatuh hati pada motor berfairing. Pada saat itu menurut Saya, pemilihan Kawasaki Ninja RR merupakan pilihan yang bijak bila dibandingkan dengan Honda NSR 150 R / SP yang harganya sangat mahal dikelasnya.
Pada kenaikan kelas 3 SMA Saya menjual motor tersebut dan menggantinya dengan Yamaha Mio. Pilihan ini karena desakan Ibu yang khawatir melihat Saya membawa motor dengan dimensi besar. Hal tersebut dikarenakan badan Saya cukup kecil dan kebutuhan penggunaan motor untuk sehari-hari yang irit bahan bakar dan lincah. Saya memilih Yamaha Mio dikarenakan pada saat itu Yamaha Miolah yang merajai pasar dikelasnya.
Saat Saya masuk didunia perkuliahan, di semester 6 Saya membeli Kawasaki Ninja 250R dan menjadi user terdaftar pada N250R Community. Tidak lama setelah itu Saya merasa kecewa karena Honda CBR250R hadir dengan teknologi yang lebih superior. Setelah itu muncul Kawasaki Ninja 250R Fi dengan perubahan yang cukup signifikan. Akhirnya Saya memutuskan menjual Kawasaki Ninja 250R Saya dikarenakan model yang sudah berganti dan teknologi yang semakin tertinggal.
Jujur Mas Iwan, sampai sekarang Saya ingin membeli motor kembali di range harga tersebut tetapi Saya belum memutuskan pilihan. Saya masih menunggu kedatangan Yamaha R25 nanti. Jika Yamaha R25 mengecewakan Saya, Saya ingin beralih kepada type supermoto (Saat ini pilihannya hanya Kawasaki D-Tracker X 250 dan berharap Honda meluncurkan Honda CRF250Mnya).
Setelah melihat bentuk fisik Yamaha R25 concept Race, ada beberapa opini pribadi dalam hal tersebut sebagai masukan dan pertimbangan untuk Yamaha :
-
Shock depan : Menurut informasi yang Saya lihat, ukuran shock depan akan lebih besar dari kompetitor. Awalnya Saya berharap Yamaha R25 menggunakan type up side down untuk menunjukan nilai lebih dari kompetitornya. Hal ini sudah dilakukan Minerva dan sangat menarik melihatnya. Soal harga, bukankah pada setiap barang yang diproduksi masal tetap akan menjadi murah ya Mas ? (CMIIW) apalagi ini motor baru, kenapa Yamaha tidak menciptakan design yang baru ? Bukan mencomot dari parts lain (Byson).
-
Rangka : Saya bingung, mengapa Yamaha tidak menciptakan rangka jenis deltabox yang terlihat lebih padat, kokoh dan terkenal akan kestabilannya dalam bermanuver ? (CMIIW). Dalam hal ini, Yamaha tidak menciptakan nilai lebih dibandingkan kompetitornya menurut Saya. Padahal Yamaha bisa menciptakan rangka jenis tersebut dimotor Yamaha Vixion. (Kasusnya sama dengan perbedaan rangka Honda CBR 150R dan 250R)
-
Fairing samping : Banyak teman-teman Saya menilai Honda CBR 250R terkesan kopong. Hal itu dikarenakan fairing samping yang tidak menutup semua bagian mesin seperti Kawasaki Ninja 250R. Alangkah baiknya, Yamaha melakukan revisi pada design fairing tersebut. Karena Saya melihat masih ada rongga di bagian samping karena fairing yang tidak menutup semua yang dapat dinilai orang menjadi nilai minus. (Mudah-mudahan tidak ada opini seperti Yamaha Vixion berfairing karena hal tersebut)
-
Posisi stang : Saya berharap posisi stang produk masal nanti serupa dengan race concept (menunduk) agar menjadi pembeda diantara kompetitor. Yamaha tidak perlu takut jika banyak orang menilai kurang nyaman karena pada realitasnya, banyak pengguna Kawasaki Ninja 250R dan Honda CBR 250R mengganti stangnya dengan model yang lebih menunduk. Menurut Saya untuk ukuran di Indonesia, motor dikisaran harga 40 juta lebih bukanlah dijadikan untuk motor harian. Jadi Yamaha jangan berfikir motor tersebut akan digunakan untuk harian oleh konsumen di Indonesia. Buatlah nilai lebih bagi pencinta dan konsumen yang rela menunggu untuk produknya. Apalagi semakin menegaskan motor racing.
-
Lampu : Lebih baik 2 buah lampu utama yang terpisah dan lampu rem serta sein LED. Hal ini dikarenakan banyak orang yang lebih menyukai design dua lampu terpisah dan harapan Saya sudah menggunakan projector seperti Minerva dan Honda Scoopy. Faktanya banyak pengguna Kawasaki Ninja 250R dan Honda CBR 250R mengganti lampu utama dengan projector dan lampu rem serta sein LED. Alangkah baiknya lampu sein sudah menempel pada spion sebagai pembeda dikarenakan Kawasaki sudah mengadopsi lampu sein yang menyatu dengan body agar menambah unsur keaerodinamisan dan keindahan.
-
Jok terpisah : Alangkah baiknya motor sport memang mempunyai dua jok yang terpisah karena terlihat lebih sporty.
-
Spakbor kolong : Ciptakan nilai lebih untuk memikat konsumen. Faktanya, banyak pengguna Kawasaki Ninja 250R dan Honda CBR 250R menambahkan spakbor kolong dengan lidah yang panjang dan menutup swing arm agar terlihat kekar.
-
Ukuran ban : Rangsang calon konsumen dengan ukuran ban yang besar. Faktanya, banyak pengguna Kawasaki Ninja 250R dan Honda CBR 250R mengganti ukuran ban standar dengan lebih besar. Hal ini juga mempengaruhi nilai kegagahan motor tersebut dan menguatkan unsur sporty.
-
Mesin : Merupakan langkah bijaksana Yamaha akan menerapkan 2 cylinder nantinya (Great !)
-
Harga : Sabaiknya Yamaha menerapkan harga tidak boleh melebihi Kawasaki sebagai kompetitor yang menguasai pasar karena Yamaha baru terjun, Alangkah baiknya Yamaha membuat rangsangan yang kuat kepada calon konsumen dengan harga yang sama tetapi mendapatkan kelebihan yang berlimpah atau bahkan bisa membuat harga lebih murah karena diproduksi didalam negri. Minimal sama / menjadi pilihan menarik jika bisa menaruh harga lebih murah (Sama dengan Honda CBR 250R / bisa lebih murah lagi karena produksi dalam negri)
Saya berharap Yamaha menyajikan Yamaha R25 nanti dengan nilai lebih sebagai rangsangan kepada calon konsumen. Yamaha berperang bukan dengan nama besar Kawasaki dan Honda saja melainkan dengan nama Ninja dan CBR itu sendiri di segmen motor sport. Apalagi penilaian konsumen pada kesulitan part diawal-awal lahirnya kendaraan baru, itu sudah menjadi pukulan tersendiri bagi Yamaha.
Semoga Yamaha selalu semakin didepan, maaf jika terlalu banyak harapan. Hal ini dikarenakan suatu bentuk dukungan Saya terhadap Yamaha sendiri. Diluar sana banyak perusahaan sukses yang membayar mahal untuk menyewa pengkritik bagi kemajuan perusahaannya. Semoga Yamaha tidak menganggap selera masyarakat bangsa ini rendah.
Mas Iwan, Saya berharap Mas Iwan menginformasikan jenis motor supermoto (Kawasaki D-Tracker X 250, Honda CRF250M, Kawasaki D-Tracker 150, Kawasaki KSR, etc) melalui test ride, opini pribadi, saran, dll. Agar pecinta supermoto juga mendapatkan berbagai informasi lebih dari blog Mas Iwan dan dapat menjadi bahan masukan informasi serta referensi bagi calon konsumen. Terima kasih banyak Mas Iwan, semoga sukses selalu.
Sama-sama bro Azis. Juozzz…..masukannya tajam dan berisi. Semoga pihak R & D Yamaha membaca saran sampeyan sebagai salah satu biker yang mewakili ribuan bahkan jutaan konsumen yang menunggu kemunculan sang kuda besi diluar sana. Namun perkenankan IWB sedikit urun rembug tentang salah satu pertanyaan diatas agar tidak terjadi salah persepsi khususnya asumsi ” shockbraker mencomot dari parts lain (Byson)”. Mumpung tahu jawabane ki
….
Dari proses investigasi IWB kevendor….ukuran inner tube R25 memang mencapai 41mm…identik dengan Byson. So…ditanah air hanya dua produk tersebut yang disinyalir terbesar dikelasnya. Namun jangan salah….walau spek ukuran mirip, material dan komponen “totally new”. Jika ada yang berasumsi shockbraker R25 adalah milik Byson…..tidak benar. Fakta ini bisa IWB dapatkan dari kenalan vendor pembuat dimana spek material suspensi R25 diatas sikebo Byson menyesuikan kekuatan dalam menggendong motor berkubikasi 250cc. Dengan kata lain komponen adalah baru dan khusus diracik untuk R25. Nah…untuk Supermoto, dengan senang hati kalau ada unit test bro Azis. Sayang sejauh ini rada susah mencari sijaran wesi. Mungkin kedepan kali ya….
Kembali ke R25……semoga mereka betul-betul mempertimbangkan agar potensial buyer tidak batal dan melipir keproduk lain hanya karena nanggung kurang all out. Dari perbincangan IWB pula….kendala utama memang banderol. Bisa saja mereka memberikan produk sesempurna mungkin namun faktor pricing menjadi batu ganjalan tak terelakkan. So….YIMM mencoba akan mempraktekkan ilmu “balancing” supaya R25 dalam posisi yang pas serta worthed to buy. Soal sparepart??. Mereka pede lebih murah dibanding kompetitor…….
Last...jangan pernah remehkan suara atau masukan konsumen. Sebab dari sanalah cikal bakal produk akan sukses atau nyungsep terjadi. So….hopefully masukan sampeyan dibaca YIMM dan diforward ke R & D Iwata Jepang sebagai bahan pertimbangan. Apakah R25 sesuai ekspetasi?. Ora usah kuatir brosis. Suka??….boyong. Meleset??….coret. Simpel to. Konsumen adalah raja yang punya uang. Enggan mendengarkan masukan??…siap-siap ditinggalkan. Doweh yo ben
…...(iwb)


Comments
261 responses to “Sebuah suara dan harapan tentang R25 untuk Yamaha …..”
Sepi
@Fanatik nya pada lebay. Sing rusuh sopo toh yang mulai? Wis lah ojo merasa paling benar sendiri. Mari kita intropeksi pada diri sendiri. Memulai dari diri sendiri lebih bijak dari pada saling menghujat.
Biar saja aku mau dibilang tong kosong nyaring bunyinya yang penting aku mengajak brotherhood smua untuk saling intropeksi.
in baru komentar n kritikan yang GOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOD gag alay macam abg baru kenal motor ( 2 silinder ama 1 silinder bagusan mana eAAA , kencengan ninja apa cbr eAAA )
Wuuiiih ni orang tajir amat ya mas tiap tahun ganti2 motor mulu dr umur sekolah lagi….duitnya gk ada serinya ni hehe….
#maap OOT
@sang pemimpi Lan RvP. Wis wengi tho, jo pada rusuh sampeyan malu sama usia. Keep calm and confiden. Brotherhood forever.
Yang masalah rangka seharusnya memang yamaha berani different dibanding kompetitor dg cri khas deltaboxnya cuma bukannya mtornya udah jadi konsep kalo tiba2 rubah rangkanya apa gk riset lagi ya buat menyesuaikan sama mesin n desain serta elektroniknya…
204. Sport Cruisser – December 9, 2013
@sang pemimpi Lan RvP. Wis wengi tho, jo pada rusuh sampeyan malu sama usia. Keep calm and confiden. Brotherhood forever.
=====================================================
spa yg gawe rusuh bro…bisa baca komen ane diatas kan…positive thinking aja lah jd orang ane gk suka rusuh…..
Kurang garang, luwih apik ninja
Marwoto bin Munafikun 93
PNS yang bisa merantau ke ibukota
sudah 3 tahun ngontrak di ibukota
Cukup lah bagi ane, yg penting itu tenaga 40hp klu bisa, biar gk 11-12 dgn 150 2T.
Semua variasi itu kalo dijadiin standar bakal naikin harga jual motor 10-15 juta.
Duh ramai cowok semua disini. 🙂
nah loh
setuju..
IWB : kenapa email seperti itu di muat??
karena ada hal yang tidak mendidik :
1. Masih kelas 1 SMP sudah naik motor –> artinya belum punya SIM C, dan dengan menampilkan email tsb, sama dengan sampean melegalkan pelanggaran lalu lintas !!!
Apalagi si silent reader tsb,berkoar sampe kelas 3 SMP aja udah ganti motor, logisnya SIM C didapat pada usia 17 tahun,dan biasanya dicapai pada kelas 1-2 SMA.
Kecuali si sealent reader adalah peserta kejar paket A,yang sudah berumur tapi baru kelas 1 SMP
2. Masih bocah,gonta-ganti motor,ya kalo ortunya orang mampu,kalo yang penghasilannya mepet,buat hidup aja susah,apa ya wajar minta gonta-ganti motor sama ortunya???
Tugas pelajar itu adalah belajar, bukan minta gonta-ganti motor.
3. Dan akhirnya saya ketawa,akhirnya dia cuma naik Mio, ortunya bilang karena badannya kecil, tapi menurut saya,ortunya sudah habis duit banyak buat mbeliin anaknya motor.
ini anak kebanyakan kemaoannye..duit tinggal minta ortu aj ribet….udah sono pake suzuki nex aj udah cukup… pake logika aj..motor harga 50 juta minta motor sama dengan CBR1000,yamahaR1, gimana sih…harga gak boong cui
R25 memang patut ditunggu..
Tp yg masih penasaran R15 versi indonesia kaya apa ini kalo jozz ya itu masuk ke opsi 😀
Saran gw sederhana, itu palang besi rangka bagian jok jangan didesain patah gitu. Sebaiknya dilurusin. Keliatan kopong bagian bawah joknya.
Dan bagian mukanya, sebaiknya gak usah pake air intake macam M1. M1 itu motor alien 240 hp. Gw lebih suka muka R125 & R6.
Perusahaan motor jepang budek gak mau nurutin kemauan Asia tenggara. Intinya Asia Tenggara pengennya motor sport 250cc yang:
– stang nunduk
– lampu pisah
– 2 silinder
– ban gambot
– shock USD
– rangka deltabox/twin spar
Sabodo amat sama pemakaian sehari2 bikin sakit punggung. Yang penting keren coy
WEW………..
menurut gw desain dah bagus. Kekurangan R25:
– palang besi penopang tempat duduk. Perlu dikoreksi desainnya
– muka jangan pake air intake. Jangan mirip M1. Minimal ngambil desain R125.
ngeri banget ini yang curhat,
jaman saya smp saya masih gowes sepedah,
pas punya sim baru dikasih motor itu pun cuma sijuki ternoda 😀
sedikit gambaranya begini bro Aziz
“ada harga ada rasa”
tolong dipahami betul kata-kata tersebut. 😀
Kang iwb, kata ‘worthed’ itu belum tepat..adanya worth ato worth it..jadi penggunaan kalimat worthed to buy adlh kurang tepat. 🙂
waduh penjaluke neko2….njaluk rego semono….mencret!!!
🙂
Apakah akan laris dengan yang seperti itu, malah bisa g laku ntar karena kemahalan
KONSUMEN YG BIKIN PABRIKAN BANGKRUT, TIDAK SEMUA KONSUMEN MAUNYA SEPERTI ANDA SEBAIK NYA ANDA BANGUN SENDIRI SAJA MOTOR IMPIAN ANDA (kebanyakan chopper amerika buatan sendiri)
20. Axlash – December 8, 2013
Logat jatim ?yo ben?
logat jateng ?yo men?
==================================================
logat US “Yo Dawg”
kalo semua sesuai keinginan konsumen ya kagak mungkin harga masuk di 60 jtan sekalipun….kenyataan byk pemilik Ninja 250 en CBR 250 modif melebihi harga kendaraannya sekalipun….yg jelas aq yakin pabrikan sekelas Yamaha sudah mempertimbangkan masak2 desain yg akan dijual….let we see aja produk massalnya 🙂
“SEH PENAK JAMANKU TOH?”
Perkenalkan mas iwb nama saya Safri, usia saya 33 tahun.
Selama ini saya hanya silent reader blog nya mas iwan.
Saya adalah pengguna jalan umum sama seperti juga kebanyakan biker lainnya.
Sepeda motor idaman saya sewaktu SD adalah F1ZR tapi orang tua saya tidak mampu membelikan.
Kemudian ketika SMP, sepeda motor idaman saya adalah Tiger 2000, tapi lagi2 orang tua saya tidak sanggup membelikan.
Kemudian ketika SMA, sepeda motor idaman saya adalah Ninja 150 R, sama seperti sebelumnya, orang tua juga tidak sanggup membelikan.
Ketika saya kuliah, sepeda motor idaman saya adalah Ninja 250R, tapi orang tua juga tidak sanggup membelikan.
Seumur hidup, saya adalah pejalan kaki dan pengguna angkutan umum.
Nah sehubungan dengan akan diluncurkannya Yamaha R25, maka saya mohon agar suara saya bisa disampaikan ke pihak YMMI. Saya mohon agar YMMI tidak meluncurkan R25, karena orang tua saya juga pasti tidak sanggup membeli kan nya buat saya dan pasti akan membuat saya gigit jari hanya bisa ber angan2 punya motor idaman lain.
Sekian dan terima kasih.
ane yakin produksi massalnya akan keren, kan Yamaha,
saran aja :
1. lampu harus LED
2. design knalpot se racy mungkin bener pendek sprti prototypenya tapi ya harus di buat eye catching di bagian silencernya
3. headlamp 2 gen yzf series
4. suara knalpot bila pakai knalpot racing/ aftermarket minimal seperti ninja 250 krn lengkingan khas itu salah satu membuat ninja laris …hehehehe
5 . harga jangan diatas ninja 250 .. cmiwww
biyuh sabendino ganti mongtor
wawwiwiwaw.blogspot.com/2013/12/fakta-tentang-rfid.html
kalo paket komplit kasian bengkel/produsen modifikator, ora payu!!…
sejauh ini sy sangat kecewa masalah sasis mas iwan. masak vixion yg notabene 150cc pake deltabox. yg 250 cc masak malah pake tralis gt. sebagai perbandingan ya, cb150 hrg juga ga jauh beda dengan vixion yg notabene sasis deltabox. malah vixion dgn hrg segitu dpt velg+ban kekar gitu sudahan 🙂
kalo arm atau shock depan bisa diganti setelah dibeli… nah kalo Sasis? repottt. masak cuma demi deltabox rela beli sasis r6, trs dibelah buat mesin 250cc gitu. ga worth it, rempong poll juga haha. sy rasa naik 1-2jt rupiah tidak masalah demi mendapatkan sasis deltabox yang terkenal handlingnya yg baik.
trs masalah headlamp. headlamp split saya sangat setuju. cuma headlamp jangan kayak pict yg sudah sering nongol. mending jiplak punya r125 jamin…. konsumen pada ngiler 😀
saya pribadi suspensi upsidedown+banana swing arm sangat tertarik. namun tidak sepenting sasis deltabox. ayo Yamaha, jangan bikin konsumen setengah hati belinya. YAMAHA beri yang terbaik, KONSUMEN juga beli yang terbaik :))
bayangkan MESIN250CC YAMAHA + SASIS DELTABOX + BANANA SWING ARM = SEMPURNAAA…
apalagi usd, tapi klo usd sih sy ga ngarep bgt. konvensional 41mm sementara sdh cukup kok. Makasih semua brother Indonesia.
tangki semoga juga jangan kondom macam bison dan r125 😀
@ bro Aziz Pradipta(Dipta), anda pecinta yamaha. jk anda pingin pinang supermoto jg yamaha?? comot aja WR250X jaminan puas buat nyantai ok buat kebut jg ok! meski cbr250 maupun ninin 250 bolehlah d uji, meski 1km tdk masalah.
Dari semua kriteria masukan diatas sh bisa diambil kesimpulan n solusinya. itu sih motor sport 1000 cc yamaha R1 di ganti mesin Yamaha R25. beres to. tapi ada lagi tambahan. knalpotnya R1 dganti sekalian. masak motor 1000cc ko knalpotnya kayak Metic “MIONG SOL”
tes ah lek hehe
kobayogas.com/2013/12/09/full-report-jfc-goes-to-tasik-peresmian-jfc-chapter-tasik-part-1/
Safree Dom on December 9, 2013 at 11:39 AM
Perkenalkan mas iwb nama saya Safri, usia saya 33 tahun.
Selama ini saya hanya silent reader blog nya mas iwan.
Saya adalah pengguna jalan umum sama seperti juga kebanyakan biker lainnya.
Sepeda motor idaman saya sewaktu SD adalah F1ZR tapi orang tua saya tidak mampu membelikan.
Kemudian ketika SMP, sepeda motor idaman saya adalah Tiger 2000, tapi lagi2 orang tua saya tidak sanggup membelikan.
Kemudian ketika SMA, sepeda motor idaman saya adalah Ninja 150 R, sama seperti sebelumnya, orang tua juga tidak sanggup membelikan.
Ketika saya kuliah, sepeda motor idaman saya adalah Ninja 250R, tapi orang tua juga tidak sanggup membelikan.
Seumur hidup, saya adalah pejalan kaki dan pengguna angkutan umum.
Nah sehubungan dengan akan diluncurkannya Yamaha R25, maka saya mohon agar suara saya bisa disampaikan ke pihak YMMI. Saya mohon agar YMMI tidak meluncurkan R25, karena orang tua saya juga pasti tidak sanggup membeli kan nya buat saya dan pasti akan membuat saya gigit jari hanya bisa ber angan2 punya motor idaman lain.
Sekian dan terima kasih===
Jahahhhahah….entah kenapa komen yg selain funny tp juga lebih real. Hahhahah hahahhah
si aziz banyak maunya..
Saran gw, buat motor sport semoga ada saklar lampunya dan tidak AHO. itu saja.
Wah enaknya om aziz dri smp udah gonta ganti motor,,
Beruntung skli om aziz ini,
Klw mau motor kya yg dsebutin itu suruh aja mbah om aziz buat sndiri,
Ciri khas cbr itu udah kya gtu om turunan dr fireblade jga udah menonjolkan engine bukan krna kurng bahan om
Setuju dengan semua masukan bro di atas,, tapi melihat permintaan positioning harga kayaknya agak susah diwujudkan semua masukannya oleh YIMM,, tapi kalo bisa deltabox aja harus jadi pertimbangan + stang nunduk.
makasih bri Azis masukannya n sya sangat setuju karena sya pecinta yamaha, sekarang lagi nunggu R25 hadir blom berani beli motor yg lain….semangat bri Azis n success buat mas Iwan.
aku malan jatuh cinta sama cbr 250 yg baru facelift itu y om,,,,om iwb aj sampae terpana
for mang azis : wah itu orang banyak pengen nya, kenapa ga lo buat sendiri aja tuh motor bos ??!!!! wkwkwkwkwkk……. itu yang byat profesor lo, bukan anak kuliahan ingusan kayak ente, semua sudah di konsep sebaik dan se aman mungkin,,, cmiiieewww
klo harganya sama kayak ninin..pasti ane beli
.. rencana mo ane buat harian jadi ya jgn nunduk-nuduk banget.. lampu rem jga jangan terlalu kecil.. pengalaman klo nyetir mobil, ada motor lampu sipit ngga begitu kliatan pas tuh motor ngerem..apalagi hujan ato terik.. klo bisa bodi jgn terlalu kecil dah.. postur ane tinggi 185 agak gwndut.. biar ngga lucu aja bawanya.. masalah yg laen tinggal ganti sendiri.. itu aja harapan ane mas Iwan
juoosss mas iwan
bro aziz bikin motor sendri ja… gitu ja kok repot…