Author: Iwanbanaran

  • Kejutan !! Suzuki Rilis bebek New Smash 2026….mimpi opoo ikiii ?!

    Kejutan !! Suzuki Rilis bebek New Smash 2026….mimpi opoo ikiii ?!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…..siapa menyangka Suzuki  secara resmi memperkenalkan pembaruan besar pada motor bebek legendarisnya, Suzuki Smash 115 Plus ABS, dalam ajang BIMS 2026. Kejutan ini sekaligus membuktikan bahwa segmen underbone masih memiliki ruang untuk inovasi, bahkan di tengah dominasi skutik. Yang membuatnya istimewa, Smash edisi terbaru ini menjadi salah satu motor bebek 115cc pertama di Asia Tenggara yang dilengkapi dengan sistem pengereman ABS dan panel instrumen digital penuh. Wahhh ngimpi opo ikiiii ?

    Suzuki Thailand secara resmi memperkenalkan pembaruan besar pada motor bebek legendarisnya, Suzuki Smash 115 Plus ABS, dalam ajang BIMS 2026. Betul cak….iki memang di Thailand bukan Indonesia. Tapi yang pasti…secara tampilan, Suzuki memilih untuk mempertahankan bentuk khas Smash yang ramping dan lincah—desain yang sudah melekat kuat selama lebih dari satu dekade. Namun, pembaruan justru terjadi pada hal-hal yang tidak terlihat secara kasat mata. Sentuhan visual baru hadir melalui grafis yang lebih berani dan penggunaan kaliper rem depan Nissin berwarna hitam yang memberi kesan lebih kokoh. Dimensi motor ini tetap kompak dengan panjang 1.910 mm, tinggi jok 760 mm, dan bobot hanya 97 kg, menjadikannya sangat lincah untuk bermanuver di perkotaan.

    Rem ABS: Fitur Langka di Kelas Bebek 115cc

    Kejutan utama dari Smash 115 Plus ABS adalah penyematan sistem pengereman ABS 1-channel (Anti-lock Braking System) di roda depan. Sensor kecepatan yang terhubung ke modul ABS ini mampu mencegah roda terkunci saat pengereman mendadak, terutama di permukaan licin. Menariknya, roda belakang juga dilengkapi cincin sensor yang berfungsi memberikan data kecepatan ke panel instrumen—sebuah detail yang menunjukkan keseriusan Suzuki dalam menghadirkan fitur keselamatan di segmen ini.

    Komponen Rem Detail
    Rem Depan ABS 1-channel dengan kaliper Nissin
    Rem Belakang Terhubung sensor kecepatan ke panel meter
    Fungsi Mencegah roda terkunci saat pengereman mendadak

    Panel Digital Full LCD: Tinggalkan Jarum Analog

    Generasi terbaru Smash juga meninggalkan panel instrumen analog tradisional. Kini hadir layar digital LCD penuh yang menampilkan berbagai informasi secara lebih modern dan mudah dibaca.

    Informasi yang ditampilkan meliputi:

    • Indikator kecepatan digital

    • Posisi gigi (gear position)

    • Indikator ABS

    • Fuel meter (indikator bensin)

    • Lampu-lampu peringatan lainnya

    Desain antarmuka (user interface) dibuat modern dengan keterbacaan yang tetap baik meski di bawah terik matahari.

    Mesin: LEaP 112,8cc yang Irit dan Bertahan Lama

    Sektor mesin tidak mengalami perubahan. Smash 115 Plus ABS masih mengandalkan jantung pacu 112,8cc (dibulatkan 115cc), silinder tunggal, SOHC, berpendingin udara, dengan teknologi LEaP (Light, Efficient, and Powerful) yang sudah terbukti kehandalannya.

    Spesifikasi Mesin Detail
    Kapasitas 112,8 cc
    Tenaga Maksimum 9,25 hp @ 7.000 rpm
    Torsi Maksimum 9,10 Nm @ 6.500 rpm
    Sistem Bahan Bakar Fuel Injection
    Kapasitas Tangki 3,7 liter

    Karakter mesin Smash dikenal memiliki torsi kuat di putaran bawah dan sangat efisien dalam konsumsi bahan bakar. Dengan injeksi bahan bakar yang presisi, motor ini diklaim mampu menempuh jarak jauh berkat efisiensi yang ditawarkan.

    Harga dan Pasar

    Suzuki Smash 115 Plus ABS dibanderol di Thailand dengan harga 59.900 Baht, atau sekitar Rp 26 jutaan dengan kurs terkini. Harga ini tergolong premium untuk motor bebek 115cc, namun sepadan dengan fitur ABS dan panel digital yang ditawarkan. Saat ini, belum ada informasi resmi apakah model ini akan masuk ke Indonesia. Mengingat Suzuki Smash sudah lama tidak diproduksi di Tanah Air, kehadiran varian ABS ini tentu menjadi pertanyaan besar bagi para penggemar merek berlambang S tersebut.

    Last….Peluncuran Smash 115 Plus ABS di Thailand langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta Suzuki Indonesia cak, terutama di media sosial. Banyak yang menyayangkan mengapa fitur canggih ini tidak hadir lebih awal, saat segmen bebek masih berjaya. Di Indonesia sendiri, pasar motor bebek memang makin tergerus. Tapi Jika Suzuki Indomobil Sales (SIS) memutuskan untuk menghadirkan Smash 115 ABS dengan harga di kisaran Rp 20 jutaan, motor ini bisa menjadi alternatif menarik bagi sampeyan yang menginginkan motor fungsional dengan fitur keselamatan modern. Namun, tantangan terbesar adalah kondisi pasar domestik yang saat ini didominasi oleh skutik. Pertanyaannya, apakah sampeyan masih cukup antusias dengan motor bebek untuk membuat model seperti ini layak dipasarkan? coba monggo berikan komennya cak…penasaran kiee IWB respon sampeyan hehehe…(iwb)

  • Breaking !! New Yamaha Aerox SP 2026 Resmi dirilis…ediannn sangarrr !!

    Breaking !! New Yamaha Aerox SP 2026 Resmi dirilis…ediannn sangarrr !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….siapa yang nggak kenal Aerox, skutik dengan tampang paling garang dikelas 150cc dari dulu hingga sekarang. Namun status tsb tidak membuat Yamaha puas karena dipastikan mereka resmi merilis generasi terbaru Aerox SP 2026. Generasi yang tampangnya…ediannn sangarrr tenan !!

    Yamaha resmi memperkenalkan generasi terbaru Aerox SP. Sayang cak…peluncuran memang tidak ditanah air namun di Thailand. Yup…Yamaha Thailand secara resmi meluncurkan generasi terbaru dari skutik sport andalannya, All New Yamaha Aerox SP 2026. Hadir dengan penyegaran menyeluruh di sektor desain, teknologi, dan performa, motor ini mengusung konsep sport premium yang memadukan sensasi berkendara sporty dengan kepraktisan untuk penggunaan sehari-hari. Dikembangkan sebagai penerus DNA Aerox, model terbaru ini tampil lebih agresif dan modern di semua lini, dengan teknologi yang diklaim melampaui para pesaing di kelas 150-160cc. Yahh tentunya desain masih sama dengan versi Indonesia…

    Desain Sporty dan Tajam

    All New Aerox SP 2026 diklaim mengusung desain yang terinspirasi dari motor sport sejati. Garis bodi dibuat lebih tegas dan tajam, dengan lampu depan LED desain terbaru yang memberikan tampilan lebih garang. Lampu DRL menambah identitas visual yang khas di siang hari. Fairing di sekeliling bodi dirancang dengan dimensi lebih berotot dan aerodinamis, memperkuat kesan sebagai “Super Sport Scooter” yang sesungguhnya. Posisi duduk dan setang juga disesuaikan untuk memberikan keseimbangan antara gaya berkendara sporty dan kenyamanan saat digunakan di perkotaan.

    Mesin Blue Core 155cc dengan VVA

    Jantung pacu Aerox SP 2026 masih mengandalkan mesin Blue Core 155cc, 4 katup, berpendingin cairan, yang dilengkapi dengan Variable Valve Actuation (VVA) . Teknologi ini memungkinkan respons mesin yang optimal di berbagai putaran, baik saat akselerasi rendah di perkotaan maupun kecepatan tinggi di jalan terbuka.

    Keunggulan mesin ini meliputi:

    • Akselerasi yang halus dan berkelanjutan

    • Efisiensi bahan bakar yang baik

    • Daya tahan mesin untuk penggunaan jangka panjang

    YECVT: Terobosan Teknologi Baru

    Fitur paling menonjol dari varian SP adalah kehadiran sistem YECVT (Yamaha Electric CVT) , yaitu sistem transmisi otomatis yang dikontrol secara elektronik. Teknologi ini memungkinkan sampeyan memilih karakter berkendara sesuai preferensi melalui dua mode:

    Mode Karakter
    T Mode (Touring) Untuk penggunaan sehari-hari dengan perpindahan tenaga yang halus dan nyaman
    S Mode (Sport) Respon gas lebih agresif untuk sensasi berkendara sporty

    Yang lebih menarik, Aerox SP 2026 dilengkapi dengan tombol SHIFT yang memberikan sensasi seperti mengendarai motor bergigi—sebuah pengalaman berkendara yang berbeda dari skutik pada umumnya. Wiss sama plek sama Aerox tanah air cak…

    Sasis dan Sistem Pengereman

    Untuk mendukung karakter sportnya, Yamaha menyematkan setelan suspensi yang lebih kaku (stiffer) agar stabil saat dikendarai secara sporty. Sistem pengereman menggunakan cakram ganda depan-belakang dengan ABS, memberikan keamanan ekstra saat pengereman mendadak. Ukuran roda yang lebih besar juga meningkatkan stabilitas, baik di kecepatan tinggi maupun saat menikung.

    Fitur Modern yang Melimpah

    Sebagai varian tertinggi, Aerox SP 2026 dilengkapi dengan berbagai fitur canggih:

    Fitur Keterangan
    Panel Instrumen Layar TFT digital
    Konektivitas Y-Connect untuk menghubungkan smartphone
    Smart Key System Kunci pintar dengan remote
    Stop & Start System Mesin mati otomatis saat berhenti untuk efisiensi BBM
    Pencahayaan Full LED di seluruh bagian

    Last….Yamaha Aerox SP 2026 Thailand dibanderol dengan harga 99.900 Baht (sekitar Rp 46 jutaan) di pasar Thailand. Sama dengan tanah air, versi SP ini memang cukup agresif cak. Bedanya untuk Yamaha Thailand mereka lebih suka menawarkan warna dark blue dicampur striping merah serta putih striping biru. HHmm…emang lebih sangar cak. Nah kalau menurut sampeyan sendiri lebih cakep versi SP Thailand apa Indonesia ? monggo berikan komennya…(iwb)

  • Terpuruk di COTA 2026…Marc Marquez akui Ducati bermasalah ??!!!

    Terpuruk di COTA 2026…Marc Marquez akui Ducati bermasalah ??!!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Akhir pekan yang penuh cobaan harus dijalani Marc Marquez di Sirkuit Circuit of the Americas (COTA). Pembalap Ducati Lenovo itu hanya mampu finis di posisi kelima pada balapan utama MotoGP Amerika Serikat, Minggu (29/3/2026). Sebuah hasil yang jauh dari ekspektasi di trek yang pernah ia kuasai dengan tujuh kemenangan. Usai balapan, Marquez mengakui bahwa ia membayar harga yang sangat mahal atas kesalahan di sprint race yang membuatnya mendapat hukuman long lap penalty. Dan menurutnya memang ada yang nggak beres dengan Ducati….yaaa, feeling motornya tidak lagi sama cak….

    Harga Mahal dari Kesalahan Sprint

    Marquez menyebut bahwa insiden dengan Fabio Di Giannantonio di sprint race Sabtu lalu menjadi titik balik yang merugikan. Tidak hanya kehilangan poin di hari itu, ia juga harus menjalani penalti di balapan utama yang membuatnya start di posisi kurang ideal.

    “Kami membayar kesalahan kemarin, dengan harga yang sangat mahal,” ujar Marquez kepada MotoGP.com. “Karena kemarin saya nol poin, tapi hari ini ada penalti itu—ketika Anda memulai di tengah-tengah rombongan, itu bagus untuk pertunjukan, tapi tidak bagi saya!”

    Ia menambahkan bahwa meski sudah berusaha maksimal, posisi kelima adalah hasil terbaik yang bisa ia raih.

    “Saya mencoba, saya melakukan yang terbaik. Saya bisa memahami beberapa hal selama balapan. Tapi selain itu, P5 adalah hasil terbaik yang bisa saya raih.”

    Masalah Klasik: Lap Awal yang Lemah

    Tanpa penalti pun, Marquez mengakui bahwa kemenangan bukanlah target realistis akhir pekan ini. Ia kembali mengalami masalah yang sama seperti di seri-seri sebelumnya: kesulitan di lap-lap awal saat ban masih baru.

    Ia bahkan sempat terjatuh dengan kecepatan 190 km/jam di sesi latihan pembuka Jumat lalu, dan insiden itu mungkin mempengaruhi kepercayaan dirinya.

    “Saya kehilangan banyak waktu di lap-lap awal, karena ketika ban masih baru, saya belum siap mengendarai motor. Saya tidak merasa nyaman. Bahkan di tikungan satu, saya membuat kesalahan seperti kemarin. Saya mengerem dan motor hanya goyang, dan saya masuk lagi karena saya tidak bisa berhenti.”

    Penalti long lap yang harus dijalaninya semakin memperburuk posisinya. Sebelum masuk jalur penalti, Marquez sudah terlempar ke posisi ketujuh, dan setelahnya ia turun ke posisi ke-11. Ia baru mulai bangkit di pertengahan balapan, menyalip adiknya Alex Marquez, Enea Bastianini, dan akhirnya rekan setim Francesco Bagnaia di lap-lap akhir.

    Defisit Waktu yang Signifikan

    Meski penalti membuatnya kehilangan posisi, dampak waktu dari penalti itu sendiri sebenarnya tidak terlalu besar. Marquez kehilangan sekitar 2,5 detik saat menjalani long lap. Namun, ia finis dengan selisih 8,1 detik di belakang pemenang balapan, Marco Bezzecchi (Aprilia).

    Yang menarik, kecepatan Marquez di akhir balapan cukup kompetitif. Ia mencatatkan putaran tercepat hanya terpaut 0,096 detik dari putaran terbaik balapan yang dibuat oleh Bezzecchi. Namun, waktu terbaik Marquez baru tercipta di lap ke-12 dari total 20 lap, sementara Bezzecchi sudah melesat di lap ke-6.

    “Tapi selain itu, paruh kedua balapan memang bagus, itu benar, tapi tidak cukup. Mungkin tanpa penalti, bertarung untuk podium menurut saya mungkin saja terjadi, tapi sulit.”

    Awal Musim yang Sulit bagi Juara Bertahan

    Dengan hasil ini, Marc Marquez mengakhiri rangkaian tiga seri pembuka musim (Thailand, Brasil, Amerika Serikat) dengan catatan yang jauh dari memuaskan. Dari enam balapan (tiga sprint, tiga utama), ia hanya meraih satu kemenangan di sprint race Brasil.

    Hasil terbaiknya di balapan utama musim ini adalah posisi keempat di Brasil, ditambah satu DNF teknis di Thailand akibat pelek pecah.

    Kini, Marquez tertinggal 36 poin dari pemimpin klasemen Marco Bezzecchi—yang telah memenangkan semua balapan utama musim ini—menjelang seri kandangnya di Spanyol akhir bulan depan.

    Last….Sementara itu, Fabio Di Giannantonio finis sebagai pembalap Ducati terbaik di posisi keempat, sementara Francesco Bagnaia harus puas di posisi ke-10. Hasil ini menunjukkan bahwa pabrikan asal Borgo Panigale masih harus bekerja keras untuk mengejar performa Aprilia yang tengah on fire di awal musim. Marquez kini pulang ke Spanyol dengan pekerjaan rumah besar: memperbaiki performa di lap-lap awal dan mencari kembali sensasi nyaman di atas Ducati yang sempat ia rasakan di tahun sebelumnya….(iwb)

  • Veda Crash di Race COTA Amerika 2026…Ternyata Lap time-nya Gilaaaa !!

    Veda Crash di Race COTA Amerika 2026…Ternyata Lap time-nya Gilaaaa !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Balapan Moto3 seri Red Bull Grand Prix of the United States di Circuit of the Americas (COTA) pada Minggu, 29 Maret 2026, menjadi saksi bisu betapa tipisnya batas antara kejayaan dan kekecewaan bagi pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama. Meski gagal menyentuh garis finis akibat crash, data statistik menunjukkan bahwa Veda adalah salah satu pembalap tercepat di lintasan hari itu. Betul cakk….Veda Ngacir di Race COTA Amerika 2026…sayang Crash cakkkkk !! (more…)

  • Breaking !! Marc Marquez diganjar Long Lap Penalty di Austin..ambyarrr !!!

    Breaking !! Marc Marquez diganjar Long Lap Penalty di Austin..ambyarrr !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…akhirnya FIM Stewards MotoGP resmi menjatuhkan hukuman long lap penalty kepada Marc Marquez usai insiden yang melibatkan Fabio Di Giannantonio pada lap pertama sprint race MotoGP Amerika Serikat di Sirkuit Circuit of the Americas (COTA), Sabtu (28/3/2026). Hukuman ini akan berlaku pada balapan utama hari Minggu. Ambyarrrr cakkk…

    Insiden bermula saat start sprint race. Fabio Di Giannantonio yang start dari pole position kehilangan posisi setelah didorong melebar oleh Pedro Acosta di tikungan 1. Pembalap VR46 Ducati itu kemudian cepat bangkit dan berhasil menyalip kembali Marc Marquez untuk merebut posisi ketiga.

    Namun, di lintasan lurus panjang COTA, Marquez mengaku terperangkap dalam slipstream pembalap di depannya. Ia kemudian meluncurkan manuver pengereman mendadak ke arah dalam tikungan untuk menyalip Di Giannantonio.

    Pembalap Italia itu memberikan ruang, namun Marquez kehilangan kendali dan terjatuh, menyebabkan Di Giannantonio ikut terseret dan gagal melanjutkan balapan.

    Putusan Stewards

    Setelah meninjau insiden tersebut, FIM Stewards mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan bahwa Marc Marquez “menyebabkan kecelakaan yang melibatkan pembalap #49” (Fabio Di Giannantonio). Hukuman yang dijatuhkan adalah long lap penalty yang harus dijalani pada balapan utama MotoGP Amerika Serikat, Minggu (29/3/2026).

    Hukuman ini menjadi pukulan telak bagi harapan juara bertahan itu untuk meraih kemenangan kedelapan di COTA.

    Marquez Akui Kesalahan

    Bahkan sebelum putusan resmi diumumkan, Marc Marquez telah mengakui bahwa dirinya seharusnya dihukum atas insiden tersebut. Ia menyebut manuvernya terlalu berisiko dan ia salah memperhitungkan kecepatan serta jarak dengan Di Giannantonio.

    Hukuman Lain di Sesi Kualifikasi

    Sebelum insiden sprint race, Stewards juga menjatuhkan hukuman kepada dua pembalap lain terkait kejadian di sesi kualifikasi. Marco Bezzecchi dan Luca Marini masing-masing mendapat penalti turun dua posisi grid untuk balapan utama.

    Keduanya dianggap melakukan pelanggaran karena berkendara dengan kecepatan lambat di jalur cepat (riding slow online) dan mengganggu Marc Marquez yang sedang melintas di tikungan 12—lokasi yang sama dengan insiden Marquez-Di Giannantonio di sprint race.

    Dampak pada Klasemen

    Di sprint race itu sendiri, Jorge Martin (Aprilia) keluar sebagai pemenang setelah Bezzecchi yang berada di posisi kedua terjatuh di lap-lap akhir. Hasil ini membuat Martin merebut puncak klasemen dari Bezzecchi dengan keunggulan poin yang signifikan.

    Sementara itu, Marc Marquez yang gagal finis di sprint race dan harus menjalani long lap penalty di balapan utama dipastikan akan kehilangan peluang besar untuk menambah koleksi poin di “rumahnya” sendiri.

    Last…Long lap penalty Marc Marquez akan dijalani pada balapan utama MotoGP Amerika Serikat, Minggu (29/3/2026). Sesuai regulasi, pembalap harus melewati jalur khusus (long lap) yang telah ditentukan di sirkuit sebelum kembali ke jalur balapan, yang secara otomatis akan membuatnya kehilangan posisi dan waktu berharga. Kayaknya tahun ini Marc kembali terpuruk…piye menurut sampeyan cak ? (iwb)

  • Veda Guncang COTA: Merangsek di Posisi Start Ke-4 di Moto3 Amerika Serikat…ediann !!

    Veda Guncang COTA: Merangsek di Posisi Start Ke-4 di Moto3 Amerika Serikat…ediann !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Panggung balap motor dunia, Moto3, kembali dikejutkan oleh talenta muda asal Indonesia, Veda Ega Pratama. Dalam sesi kualifikasi (Q2) di Circuit of The Americas (COTA) pada Sabtu, 28 Maret 2026, pembalap tim Honda Team Asia ini berhasil mengamankan posisi start ke-4. Pencapaian ini sangat fenomenal mengingat statusnya sebagai rookie di lintasan yang dikenal sangat teknis dan menantang bagi pembalap berpengalaman sekalipun.

    Salah satu poin paling mencolok dari performa Veda adalah kemampuannya menaklukkan sektor pertama (T1) COTA. Data Best Partial Times menunjukkan bahwa Veda Ega Pratama menjadi pembalap tercepat di sektor pertama dengan catatan waktu 37,056 detik. Catatan ini bahkan lebih cepat dibandingkan pemegang pole position, Alvaro Carpe, yang hanya mampu mencatatkan 37,110 detik di sektor yang sama. Keunggulan Veda di sektor pembuka ini menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi dalam melakukan braking dan mengambil jalur tikungan (racing line) yang presisi.

    Konsistensi di Atas Lintasan

    Veda menyelesaikan total 6 lap selama sesi Q2. Progres catatan waktunya menunjukkan adaptasi yang terus meningkat:

    • Lap 2: Memulai dengan catatan kompetitif 2’13.164.

    • Lap 3: Mencatatkan waktu terbaiknya, 2’12.813, yang membawanya ke baris kedua start.

    • Lap 6: Veda bahkan sempat mencatatkan waktu sektor pertama yang lebih tajam lagi, yaitu 37,056 detik, meskipun waktu lap totalnya pada putaran tersebut tidak lebih baik dari putaran ketiga.

    Top Speed dan Performa Mesin

    Keandalan motor Honda yang ditunggangi Veda juga terlihat dari data kecepatan puncak (top speed). Veda berhasil menembus kecepatan 237,0 km/jam. Kecepatan ini sangat bersaing dengan pembalap top lainnya seperti Scott Ogden (237,5 km/jam) dan hanya terpaut tipis dari Alvaro Carpe (238,6 km/jam).

    Potensi Ideal Lap

    Menariknya, jika seluruh waktu terbaik Veda di setiap sektor digabungkan (Ideal Lap Time), ia memiliki potensi waktu 2’12.566. Hal ini menandakan bahwa Veda memiliki kapasitas mentah untuk bertarung memperebutkan posisi tiga besar, hanya berselisih sekitar 0,4 detik dari waktu kualifikasi Carpe.

    Last….dengan menempati posisi ke-4, Veda hanya terpaut 0,706 detik dari Alvaro Carpe yang berada di posisi teratas. Di belakang Veda, pembalap seperti Guido Pini (2’12.837) dan Joel Esteban (2’12.869) siap mengintai, namun keunggulan Veda di sektor pertama diharapkan menjadi modal kuat untuk melakukan start yang agresif dan menjaga posisi di rombongan depan. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi prestasi pribadi bagi Veda, tetapi juga memberikan harapan besar bagi kebangkitan prestasi balap motor Indonesia di kancah internasional. Balapan utama nanti akan menjadi pembuktian sesungguhnya apakah sang rookie mampu mengonversi posisi start yang menguntungkan ini menjadi podium. Gooo merah putihhh !!! (iwb)

  • Marco Bezzecchi : ” Marquez sangat Kuat di Austin..” !!

    Marco Bezzecchi : ” Marquez sangat Kuat di Austin..” !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…..Pemimpin klasemen MotoGP, Marco Bezzecchi, memulai misinya untuk meraih kemenangan kelima secara beruntun dengan catatan positif di hari pertama latihan MotoGP Amerika Serikat. Pembalap Aprilia itu menempati posisi keempat pada sesi Practice di Sirkuit Circuit of the Americas (COTA), Jumat (27/3/2026) waktu setempat. Marco mengakui walaupun sempat crash parah, Marc sulit di kalahkan. ” Marquez sangat Kuat di Austin..” !! serunya…

    Bezzecchi memang menjanjikan di COTA. Posisi ini menjadi peningkatan signifikan dibandingkan akhir pekan lalu di Brasil, di mana ia hanya mampu finis di posisi ke-20 pada sesi Practice dan harus melakoni Q1. Di Austin, Bezzecchi lolos langsung ke Q2 setelah mencatatkan waktu hanya terpaut 0,200 detik di belakang Marc Marquez (Ducati) yang menjadi yang tercepat.

    Peningkatan Drastis dari Brasil

    Bezzecchi mengawali akhir pekan dengan optimisme. Ia merasa jauh lebih baik dibandingkan Jumat lalu di Goiania yang penuh drama.

    “Ini adalah Jumat yang positif—jauh lebih baik daripada Jumat lalu di Brasil!” ujar Bezzecchi kepada MotoGP.com. “Secara keseluruhan, saya merasa baik pagi ini dan juga sore ini.”

    Ia mengakui bahwa masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, namun secara umum ia puas dengan start di Texas.

    “Kami harus terus bekerja karena saya masih belum merasa sepenuhnya nyaman dengan motor, tapi saya tidak bisa mengeluh sama sekali. Dan kami memiliki banyak data untuk dipelajari. Ai [Ogura] juga cepat, jadi secara keseluruhan saya senang.”

    Salah satu rekan setimnya di Aprilia, Ai Ogura, finis di posisi ketiga dan menjadi sumber data berharga bagi Bezzecchi untuk meningkatkan performa pada hari Sabtu.

    Insiden Kecil yang Tak Terasa

    Sebuah insiden kecil sempat menarik perhatian kamera televisi. Terlihat ada benda yang jatuh dari motor RS-GP milik Bezzecchi saat ia keluar dari pit untuk menjalani sesi terakhirnya.

    Namun, Bezzecchi mengaku tidak menyadari hal tersebut.

    “Saya tidak tahu. Tim televisi tadi baru memberitahu saya. Jadi saya pikir itu bukan barang yang terlalu penting!” ujarnya santai.

    Menghadapi Marquez yang “Super Kuat”

    Ketika ditanya apakah ia bisa menantang Marc Marquez—yang telah tujuh kali menang di COTA—akhir pekan ini, Bezzecchi tidak menampik kehebatan pembalap Spanyol tersebut.

    “Marc memang super kuat. Selain insiden kecelakaan yang dialaminya, dia menunjukkan bahwa dia bisa sangat cepat dalam waktu yang sangat singkat.”

    Ia tetap optimistis dengan peluangnya.

    “Tapi kami berusaha melakukan yang terbaik, jadi semoga saya bisa membuat langkah kecil untuk besok. Saya membutuhkannya, untuk lebih cepat, dan kemudian kita lihat saja.”

    Statistik Awal Musim Bezzecchi

    Meski sukses di balapan utama dengan empat kemenangan beruntun sejak Grand Prix Portugal November lalu, Bezzecchi masih belum meraih podium sprint race di musim 2026. Ia terjatuh di Thailand dan finis keempat di Brasil.

    Last…Bezzecchi memulai akhir pekan di Austin dengan modal bagus. Ia akan memulai sprint race dengan keunggulan 11 poin atas rekan setimnya, Jorge Martin, yang finis di posisi ketujuh pada sesi Practice. Dengan performa yang jauh lebih baik dari Brasil, Bezzecchi siap memberikan perlawanan sengit kepada “sheriff” Texas, Marc Marquez, di akhir pekan yang diprediksi akan berlangsung seru. Apakah sampeyan optimis Marco akan mengalahkan Marc ? monggo berikan opininya cak…(iwb)

    Hasil Practice MotoGP COTA (Top 5)

    Pos Pembalap Tim Catatan Waktu Gap
    1 Marc MARQUEZ Ducati Lenovo 2’03.448 –
    2 Fabio DI GIANNANTONIO VR46 Ducati 2’03.562 +0.114
    3 Ai OGURA Trackhouse Aprilia 2’03.619 +0.171
    4 Marco BEZZECCHI Aprilia Racing 2’03.648 +0.200
    5 Alex MARQUEZ Gresini Ducati 2’03.679 +0.231

  • Michelin Membuang Opsi ban ” HARD” di Austin…lhoo kenapaa ???

    Michelin Membuang Opsi ban ” HARD” di Austin…lhoo kenapaa ???

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Menjelang MotoGP Amerika Serikat yang akan berlangsung di Circuit of the Americas (COTA) akhir pekan ini, Michelin buka suara mengenai tantangan terbesar yang akan dihadapi para pembalap. Piero Taramasso, manajer balap trek Michelin, mengungkapkan bahwa perbedaan jenis aspal dan suhu trek yang tinggi menjadi faktor penentu utama performa ban di sirkuit Texas ini. (more…)

  • Jelang Race Austin…Ducati mulai Gelisah dan kuatir ?!!

    Jelang Race Austin…Ducati mulai Gelisah dan kuatir ?!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Sirkuit Circuit of the Americas (COTA) bukanlah akhir pekan biasa bagi Marc Marquez. Ia adalah sheriff di trek sepanjang 5,5 km ini, dengan rekor luar biasa: tujuh kali menang, termasuk enam kemenangan beruntun dari 2013 hingga 2018 . Di sinilah ia membangun reputasi sebagai penguasa absolut Texas. Namun, dua edisi terakhir Grand Prix Austin justru menjadi mimpi buruk. Ia terjatuh dua kali berturut-turut saat memimpin balapan. Musim lalu, ia harus puas dengan kemenangan di sprint race tanpa bisa mengulanginya di balapan utama. Belum lagi performa Marc kemarin di Brasil. Jadi nggak heran… Jelang Race Austin…Ducati mulai Gelisah dan kuatir ?!!

    Akhir pekan ini, Marc Marquez memiliki peluang untuk meraih kemenangan ke-100 dalam kariernya di MotoGP—sebuah angka prestisius yang luput dari genggamannya di dua seri awal musim. Namun, tantangan terbesar bukan hanya soal rekor cak, melainkan kondisi fisiknya yang masih belum prima.

    “Saya belum dalam kondisi puncak, dan setelah cedera serius, apa yang disebut 100 persen bisa berubah,” kata Marc Marquez berulang kali dalam beberapa bulan terakhir.

    Di Thailand dan Brasil, ia terlihat masih kesulitan. Gerakannya di atas motor terasa kaku, dan ia harus mengatur ritme, terutama saat balapan berlangsung.

    Ducati Mulai Khawatir?

    Jika Marc masih menyisakan tanda tanya soal performa, hal yang sama juga berlaku bagi Ducati. Mengatakan bahwa pabrikan Borgo Panigale sedang mengalami masalah mungkin terlalu berlebihan setelah hanya dua seri. Namun, fakta bahwa tidak ada satu pun pembalap Ducati di tiga besar klasemen jelas menjadi sinyal yang patut dicermati.

    Marc Marquez sebenarnya bisa berada di posisi lebih baik dari peringkat kelima yang kini ia tempati, andai peleknya tidak pecah di Buriram. Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah ia menjadi satu-satunya pembalap Desmosedici yang kompetitif di kedua balapan utama.

    Pembalap Ducati Posisi Klasemen Catatan
    Fabio Di Giannantonio 4 3 poin di depan Marquez
    Marc Marquez 5 Satu-satunya yang kompetitif di dua seri
    Alex Marquez 10 Hanya 13 poin dari dua seri
    Francesco Bagnaia 13 Hanya 10 poin

    Jika ditambah dengan absennya Fermin Aldeguer akibat cedera dan performa Franco Morbidelli yang masih jauh dari harapan, situasi di kubu Ducati saat ini jauh dari kata mulus.

    Aprilia Makin Menggila

    Di sisi lain, ada Marco Bezzecchi yang datang dengan semangat menggila bersama kapal hitam Aprilia. Empat pembalap Aprilia kini menempati tujuh besar klasemen—sebuah bukti nyata peningkatan performa RS-GP.

    Pembalap Aprilia Posisi Klasemen
    Marco Bezzecchi 1
    Jorge Martin 2
    Ai Ogura 6
    Raul Fernandez 7

    Last….Austin bukan sekadar tentang poin. Bagi Marc Marquez, ini tentang membuktikan bahwa ia masih bisa menaklukkan “rumahnya” sendiri meski dalam kondisi belum prima. Bagi Bezzecchi dan krunya, ini tentang merampok “harta karun” di wilayah musuh. Siapakah yang akan keluar sebagai pemenang akhir pekan ini? Akankah Sheriff Texas kembali berjaya, atau justru Bajak Laut yang akan membawa pulang harta karun? Kita saksikan di Circuit of the Americas nanti cak…kok jadi tegang yak…(iwb)

  • Dani Pedrosa..” Marquez terlihat tidak nyaman dengan motornya ! “

    Dani Pedrosa..” Marquez terlihat tidak nyaman dengan motornya ! “

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Legenda MotoGP sekaligus pembalap penguji KTM, Dani Pedrosa, memberikan analisis tajam mengenai peta persaingan musim 2026 setelah balapan sengit di Sirkuit Goiania, Brasil. Fokus utamanya tertuju pada dua hal: kesulitan Marc Marquez dan kebangkitan masif Aprilia !!

    Pedrosa mengamati bahwa Marc Marquez saat ini sedang berada dalam fase yang menantang. Meskipun Marquez menunjukkan kecepatan yang solid, ia tampak harus bekerja jauh lebih keras dibandingkan para rival utamanya yang menggunakan Ducati spek terbaru maupun motor Eropa lainnya. Menurutnya Marc masih belum nyaman dengan motornya…

    ” Dia terlihat sedikit tidak nyaman di atas motor, dengan beberapa gerakan mendadak di berbagai bagian lintasan. Terutama pada bagian trek yang bergelombang dan ketika dia mencoba untuk memacu motor dengan keras, motor langsung berkata ‘tidak’ padanya. Namun Marc memiliki kemampuan khusus untuk mengelola batas kemampuan. Itulah mengapa dia mampu tetap dekat dengan Di Giannantonio tanpa membiarkannya menjauh terlalu jauh. Dia berjuang untuk podium hingga akhir, tapi dia tidak memiliki kecepatan yang biasanya dia miliki. Saya tidak tahu apakah ini masalah fisik, masalah pengaturan motor, atau keduanya. Tapi dia kesulitan. Marc adalah seseorang yang tahu bagaimana bertahan melewati rasa sakit, dan itulah mengapa dia tetap bertahan dalam pertarungan….

    “Kita melihat seorang Márquez yang menyadari bahwa dirinya belum dalam performa terbaik dan berusaha mengumpulkan poin sebanyak mungkin sampai dia cukup kompetitif untuk menang lagi. Jika kamu melihat gelar-gelar Marc, jarang sekali dia tidak memenangkan setidaknya satu dari balapan-balapan awal. Ini bisa menjadi pertama kalinya dia memulai tanpa memenangkan dua balapan pertama dan tetap berhasil memenangkan kejuaraan dunia. Untuk Aprilia Saya pikir mereka telah menemukan keseimbangan yang tepat. Antara aerodinamika, traksi, dan kemampuan menikung, tanpa kehilangan kecepatan puncak. Mereka memiliki keseimbangan yang tepat dari segalanya: stabilitas, masuk tikungan, grip, dan traksi. Mereka mampu menyalurkan tenaga ke permukaan jalan lebih baik daripada yang lain…” tutup Dani…

    Last…kita akan melihat apakah kesulitan Marquez bersifat teknis permanen atau hanya masalah penyesuaian set-up. Di sisi lain, Aprilia diprediksi akan menjadi penantang podium utama yang sangat kuat di COTA berkat kelincahan motor mereka di sektor S-curves. Kita tunggu saja update selanjutnya cak…(iwb)