Terpuruk di COTA 2026…Marc Marquez akui Ducati bermasalah ??!!!

Written by

in

,

Iwanbanaran.com – Cakkk….Akhir pekan yang penuh cobaan harus dijalani Marc Marquez di Sirkuit Circuit of the Americas (COTA). Pembalap Ducati Lenovo itu hanya mampu finis di posisi kelima pada balapan utama MotoGP Amerika Serikat, Minggu (29/3/2026). Sebuah hasil yang jauh dari ekspektasi di trek yang pernah ia kuasai dengan tujuh kemenangan. Usai balapan, Marquez mengakui bahwa ia membayar harga yang sangat mahal atas kesalahan di sprint race yang membuatnya mendapat hukuman long lap penalty. Dan menurutnya memang ada yang nggak beres dengan Ducati….yaaa, feeling motornya tidak lagi sama cak….

Harga Mahal dari Kesalahan Sprint

Marquez menyebut bahwa insiden dengan Fabio Di Giannantonio di sprint race Sabtu lalu menjadi titik balik yang merugikan. Tidak hanya kehilangan poin di hari itu, ia juga harus menjalani penalti di balapan utama yang membuatnya start di posisi kurang ideal.

“Kami membayar kesalahan kemarin, dengan harga yang sangat mahal,” ujar Marquez kepada MotoGP.com. “Karena kemarin saya nol poin, tapi hari ini ada penalti itu—ketika Anda memulai di tengah-tengah rombongan, itu bagus untuk pertunjukan, tapi tidak bagi saya!”

Ia menambahkan bahwa meski sudah berusaha maksimal, posisi kelima adalah hasil terbaik yang bisa ia raih.

“Saya mencoba, saya melakukan yang terbaik. Saya bisa memahami beberapa hal selama balapan. Tapi selain itu, P5 adalah hasil terbaik yang bisa saya raih.”

Masalah Klasik: Lap Awal yang Lemah

Tanpa penalti pun, Marquez mengakui bahwa kemenangan bukanlah target realistis akhir pekan ini. Ia kembali mengalami masalah yang sama seperti di seri-seri sebelumnya: kesulitan di lap-lap awal saat ban masih baru.

Ia bahkan sempat terjatuh dengan kecepatan 190 km/jam di sesi latihan pembuka Jumat lalu, dan insiden itu mungkin mempengaruhi kepercayaan dirinya.

“Saya kehilangan banyak waktu di lap-lap awal, karena ketika ban masih baru, saya belum siap mengendarai motor. Saya tidak merasa nyaman. Bahkan di tikungan satu, saya membuat kesalahan seperti kemarin. Saya mengerem dan motor hanya goyang, dan saya masuk lagi karena saya tidak bisa berhenti.”

Penalti long lap yang harus dijalaninya semakin memperburuk posisinya. Sebelum masuk jalur penalti, Marquez sudah terlempar ke posisi ketujuh, dan setelahnya ia turun ke posisi ke-11. Ia baru mulai bangkit di pertengahan balapan, menyalip adiknya Alex Marquez, Enea Bastianini, dan akhirnya rekan setim Francesco Bagnaia di lap-lap akhir.

Defisit Waktu yang Signifikan

Meski penalti membuatnya kehilangan posisi, dampak waktu dari penalti itu sendiri sebenarnya tidak terlalu besar. Marquez kehilangan sekitar 2,5 detik saat menjalani long lap. Namun, ia finis dengan selisih 8,1 detik di belakang pemenang balapan, Marco Bezzecchi (Aprilia).

Yang menarik, kecepatan Marquez di akhir balapan cukup kompetitif. Ia mencatatkan putaran tercepat hanya terpaut 0,096 detik dari putaran terbaik balapan yang dibuat oleh Bezzecchi. Namun, waktu terbaik Marquez baru tercipta di lap ke-12 dari total 20 lap, sementara Bezzecchi sudah melesat di lap ke-6.

“Tapi selain itu, paruh kedua balapan memang bagus, itu benar, tapi tidak cukup. Mungkin tanpa penalti, bertarung untuk podium menurut saya mungkin saja terjadi, tapi sulit.”

Awal Musim yang Sulit bagi Juara Bertahan

Dengan hasil ini, Marc Marquez mengakhiri rangkaian tiga seri pembuka musim (Thailand, Brasil, Amerika Serikat) dengan catatan yang jauh dari memuaskan. Dari enam balapan (tiga sprint, tiga utama), ia hanya meraih satu kemenangan di sprint race Brasil.

Hasil terbaiknya di balapan utama musim ini adalah posisi keempat di Brasil, ditambah satu DNF teknis di Thailand akibat pelek pecah.

Kini, Marquez tertinggal 36 poin dari pemimpin klasemen Marco Bezzecchi—yang telah memenangkan semua balapan utama musim ini—menjelang seri kandangnya di Spanyol akhir bulan depan.

Last….Sementara itu, Fabio Di Giannantonio finis sebagai pembalap Ducati terbaik di posisi keempat, sementara Francesco Bagnaia harus puas di posisi ke-10. Hasil ini menunjukkan bahwa pabrikan asal Borgo Panigale masih harus bekerja keras untuk mengejar performa Aprilia yang tengah on fire di awal musim. Marquez kini pulang ke Spanyol dengan pekerjaan rumah besar: memperbaiki performa di lap-lap awal dan mencari kembali sensasi nyaman di atas Ducati yang sempat ia rasakan di tahun sebelumnya….(iwb)