Pecco Super Frustasi pada Ducati….” Motor Bergetar dan Tanpa Traksi..” !!

Written by

in

,

Iwanbanaran.com – Cakkk….Francesco “Pecco” Bagnaia, mengutarakan kekhawatiran mendalam terkait performa motor Ducati Desmosedici GP26 miliknya setelah mengalami crash pada balapan utama MotoGP Aragon. Juara dunia dua kali tersebut mengaku tidak bisa membayangkan masalah besar apa yang bakal dihadapinya ketika harus berlaga di sirkuit-sirkuit dengan tingkat daya cengkeram (grip) aspal yang rendah. Bagnaia terus mengalami tren sulit sejak berakhirnya jeda musim panas, di mana masalah kurangnya rear grip (daya cengkeram ban belakang) yang ia keluhkan sepanjang musim justru semakin memburuk. Setelah sempat gagal finis akibat kecelakaan di GP Inggris (Silverstone), pembalap asal Italia tersebut kembali harus mengakhiri balapan lebih awal di Aragon usai terjatuh saat berada di posisi ketujuh pada lap ke-6 dari total 23 lap. Pecco Super Frustasi pada Ducati….” Motor Bergetar dan Tanpa Traksi..” !!

Usai balapan, Bagnaia mengungkapkan bahwa ban belakang kompon medium miliknya tergerus sangat cepat dalam waktu singkat, yang menjadi pemicu utama kecelakaan tersebut.

“Kehilangan bagian belakang, lalu kehilangan bagian depan. Bagi saya, hilangnya daya cengkeram ban belakang ini sangat luar biasa cepat, saya benar-benar mendapatkan zero grip (tanpa daya cengkeram sama sekali). Saya bahkan sudah berusaha mengubah mapping ke opsi tenaga yang lebih rendah setelah lima lap karena ban belakang sudah benar-benar habis hanya dalam lima putaran, padahal saya tidak sedang menekan keras (pushing) atau melakukan manuver agresif. Saya sangat kesulitan, motor mulai mengalami gejala bergetar atau melayang (floating) di lap kelima. Lalu saya kehilangan traksi ban belakang, dan ketika bagian belakang mendapatkan cengkeraman kembali secara tiba-tiba, ban depan langsung lepas (lost the front)…

“Sebenarnya feeling terhadap motor tidak terlalu buruk hingga GP Sachsenring. Semuanya bekerja dengan lebih konsisten. Meskipun saat itu saya masih mengalami kesulitan, setidaknya hasil akhir masih memberikan optimisme. Namun sejak Silverstone, ada sesuatu yang terjadi karena saya benar-benar kehilangan daya cengkeram ban belakang. Saya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi ketika kami tiba di sirkuit-sirkuit dengan tingkat grip aspal yang lebih rendah. Tidak ada yang berbeda soal setingan, setelan motor kurang lebih mirip. Kemarin pagi saya merasa sedikit lebih baik. Kami sempat mencoba memindahkan beban ke bagian belakang, tetapi itu membuat balapan Sprint terasa lebih sulit. Pada sesi warm-up pagi hari, kami kembali ke setelan standar sepanjang musim. Namun di balapan utama, ban belakang justru habis hanya dalam waktu lima lap,” keluh Pecco terlihat super frustasi…

Last…Secara keseluruhan, keterpurukan Pecco di Aragon bukan dikarenakan penurunan performa berkendara (riding style), melainkan kegagalan mekanikal-geometri dalam menemukan kompromi antara downforce aerodinamika, set-up sasis, dan daya tahan ban belakang Michelin pada permukaan aspal Aragon. Hingga detik ini Ducati bungkam karena tenggelam oleh eforia kemenangan Marc di Aragon yang sapu bersih Sprint dan Sunday Race….(iwb)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *