Seremmm, Harga Oli Motor Makin Mahal…Ternyata Ini biang keroknya Cak!

Written by

in

Iwanbanaran.com – Cakkk….Belakangan ini IWB mendapatkan banyak pertanyaan kenapa harga oli jadi ikut naik nggilani tenan.  Efeknya luar biasa ngeri, harga minyak mentah dunia (crude oil) langsung melesat naik gak karuan. Konflik Amerika Serikat dan Israel melawan Iran ternyata tidak hanya memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), tetapi juga membawa dampak berantai hingga ke produk pelumas kendaraan. Dalam beberapa pekan terakhir, harga oli mesin motor di pasaran mulai menunjukkan tren kenaikan yang cukup signifikan. Disinilah banyak bikers yang garuk-garuk kepala pas masuk bengkel: “Cak Iwan, sing perang kan negara kono, kok rega oli motorku melu mundak (ikut naik)? Padahal oli kan bukan bensin yang langsung dibakar?” Nah, mumpung IWB lagi santai, mari kita preteli secara teknis kenapa moncong laras rudal di Iran sana bisa bikin dompet para bikers di Indonesia ikut menjerit perih….

Dari Konflik Timur Tengah ke Botol Oli Motor

Sampeyan harus tahu, oli motor yang dikemas apik di dalam botol itu punya ketergantungan mutlak sama minyak bumi. Rantai pasoknya muter-muter di situ aja, cak! Ini dia 3 alasan utamanya:

1. Kuncian Selat Hormuz Merusak Harga Base Oil

Iran itu menguasai wilayah Selat Hormuz, jalur urat nadi pengiriman minyak terbesar di dunia. Begitu ada perang, jalur ini terancam diblokade. Pasokan minyak mentah dunia langsung macet, hukum ekonomi berjalan: barang langka = harga meroket!

Nah, oli motor sampeyan itu komposisi utamanya (sekitar 80% sampai 90%) adalah Base Oil.

  • Oli Mineral: Dibuat langsung dari penyulingan fraksi berat minyak mentah.

  • Oli Sintetis: Biarpun buatan lab, bahan dasarnya tetap gas alam atau hasil hydrocracking minyak bumi. Ketika modal pabrikan buat kulakan minyak mentah dunia melesat gara-gara konflik Iran, otomatis biaya produksi base oil ikut meledak. Mau tidak mau, harga oli per botolnya ikut disesuaikan ke atas, cak!

2. Zat Aditif dan Bahan Kimia yang Ikut “Lapar”

Sisa 10% sampai 20% di dalam botol oli motor itu isinya zat aditif (seperti anti-wear, pelindung kopling basah, dan peningkat viskositas). Zat kimia canggih ini diproduksi oleh industri petrokimia raksasa yang bahan baku awalnya juga menggunakan minyak mentah. Perang Iran meletus, harga aditif dunia langsung ikut-ikutan melambung tinggi.

Pakar ITB, Tri Yuswidjajanto Zaenuri, menjelaskan bahwa komponen aditif (bahan kimia peningkat kualitas oli) menyumbang 70 persen dari komposisi pelumas. Harga aditif ini terkena surcharge (biaya tambahan) hingga 30 persen akibat konflik .

Selain itu, biaya pengiriman (logistik) ikut naik karena kapal harus mengambil rute lebih jauh untuk menghindari zona perang, ditambah biaya asuransi yang membengkak 

3. Bungkus Botol Plastik yang Ikut Mahal

Coba sampeyan raba botol oli motor di rumah. Plastik tebal itu namanya HDPE (High-Density Polyethylene), yang merupakan polimer turunan langsung dari minyak bumi juga, kangbro! Jadi secara teknis, isinya naik, wadah olinya ikutan naik. Apes tenan!

Last…itulah alasan kenapa harga oli motor sampeyan jadi jabang bajul tenan kenaikannya. Sejauh ini diperkirakan kenaikan berkisar dari 10 hingga 21 %, jadi memang melesat cak. Analis memperingatkan bahwa situasi ini bisa memburuk jika konflik berkepanjangan. CEO Aramco (Saudi) bahkan memprediksi gangguan ini bisa berlangsung hingga tahun 2027 . Jika pasokan terus tersendat, harga oli dipastikan akan terus bertahan di level tinggi atau bahkan naik lagi. Kesimpulannya apa ? kesimpulannya Trump dan Netanyahu emang wedusssss njaran tenan….!!! (iwb)