Iwanbanaran.com – Cakkk…Marco Bezzecchi kembali menunjukkan dominasinya dengan meraih kemenangan keempat secara beruntun di balapan utama MotoGP Amerika Serikat, Minggu (29/3/2026). Namun, di balik performa impresifnya, pembalap Aprilia itu justru memberikan peringatan menarik: ia merasa sudah mendekati batas kemampuannya. Yup..Marco Bezzechi tampil dominan di COTA….Marquez game Over ?!
Start dari posisi kedua, Bezzecchi langsung tancap gas. Ia berhasil merebut posisi terdepan dari Pedro Acosta (KTM) di lap pertama, meski sempat terjadi kontak di tikungan 11. Setelah itu, pembalap Italia itu melesat tanpa tersentuh hingga garis finis, meninggalkan para pesaingnya di belakang. Kemenangan ini membuat Bezzecchi semakin kokoh di puncak klasemen setelah sempat kehilangan posisi terdepan usai gagal finis di sprint race.
Batas yang Jelas
Meski tampil tak terbendung, Bezzecchi tidak merasa kebal. Ia justru menunjukkan bahwa dirinya sangat sadar dengan batas kemampuannya—dan itu terlihat jelas dari kesalahan di sprint race sehari sebelumnya.
“Kemarin (di sprint race), Anda melihat batas saya. Ketika Anda mencoba sedikit terlalu keras, itu sangat dekat dengan batas. Garisnya sangat tipis.”
Ia menjelaskan bahwa mengendarai motor MotoGP adalah pekerjaan yang sangat ekstrem, dan para pembalap selalu dipaksa untuk memacu kendaraan hingga batas tertinggi.
“Ini selalu sangat sulit karena kami selalu berada di batas dengan motor MotoGP. Motor ini sangat ekstrem dan Anda selalu harus mendorong keras untuk melaju kencang. Saya pikir cukup mudah untuk mendefinisikan batas saya.”
Maneuver Berisiko di Lap Pertama
Manuver Bezzecchi untuk menyalip Acosta di tikungan 11 nyaris berakhir dengan bencana. Kedua pembalap melebar, dan saat Acosta kembali ke jalur balapan, Bezzecchi bertabrakan dengannya. Akibatnya, bagian belakang motor Aprilia milik Bezzecchi mengalami kerusakan.
“Itu adalah episode yang sulit, katakanlah. Di tikungan itu, angin sangat kencang. Saya melihat Pedro melebar dan saya juga sedikit melebar. Saya mencoba menyalipnya di pintu keluar tikungan dan saat saya menundukkan kepala di belakang fairing, saya sangat dekat dan menyentuhnya.”
Ia bersyukur bahwa meski terjadi kontak, ia masih bisa mengendalikan motor dan melanjutkan balapan.
“Dengan ride-height device dan segala macamnya, sulit untuk menghindari kontak. Motor saya rusak di bagian belakang. Saya tidak tahu apakah motor Pedro juga rusak. Saya harap tidak.”
Rekor Baru: Lap Beruntun Terbanyak
Kemenangan di COTA ini juga membawa Bezzecchi mencatatkan rekor baru. Ia menjadi pembalap dengan jumlah lap terbanyak yang dipimpin secara beruntun dalam sejarah MotoGP, melampaui rekor Jorge Lorenzo.
“Sulit untuk dijelaskan. Saya tidak tahu bagaimana menggambarkan emosi saya. Jelas, ini adalah sesuatu yang tidak pernah Anda duga. Saya bekerja sangat keras seperti semua pembalap MotoGP untuk meraih hasil seperti ini, tapi pada akhirnya Anda tidak pernah menyangka akan mencapai sesuatu seperti ini.”
Last….dengan kemenangan ini, Bezzecchi kembali merebut puncak klasemen dari rekan setimnya, Jorge Martin, yang finis di posisi kedua. Ia kini unggul poin menjelang seri kandangnya di Spanyol akhir bulan depan. Namun, pernyataan Bezzecchi tentang “batas” menjadi catatan menarik. Ia sadar bahwa untuk terus mempertahankan dominasi, ia harus bermain di batas tertinggi—dan satu langkah terlalu jauh bisa berujung pada bencana, seperti yang terjadi di sprint race. Pertanyaannya, seberapa lama ia bisa terus menapaki garis tipis antara kemenangan dan kecelakaan? dan apakah Marquez game over ?? Musim masih panjang cak, persaingan di MotoGP 2026 akan membuat persaingan makin seru…piye menurut sampeyan ? (iwb)