Iwanbanaran.com – Cakkk…..sepertinya HRC sudah paham dan mencium keputusan akhir Marquez yang akan meninggalkan Honda. Terbukti kini mereka sedang bergerilya mulai dari ngontak Aprilia untuk menggaet Massimo Rivola dan Vinales. Bahkan yang terbaru HRC dikabarkan juga sudah ngontak pembalap Moto2 KTM Pedro Acosta. Ini jelas sebuah kabar mengejutkan apalagi Honda disebut sudah menyiapkan gaji yang sangat besar buat Pedro. Waahhh seruuu ikiii….
Kabar menyeruak bahwa saat ini Manajer HRC sedang putus asa mencari pembalap MotoGP. Langkah ini sebagai antisipasi atas hengkangnya Marquez dari Honda. Bahkan Semua pembalap top dikontak dari A hingga Z termasuk Pedro Acosta. Sepertinya Bos HRC sadar bahwa mereka akan kehilangan Marc Márquez musim ini. Yang menjadi masalah cak…Honda melakukan kesalahan atas langkah mereka….
Honda dianggap tidak memiliki kesabaran untuk mengembangkan talenta muda seperti Jack Miller dimasa lalu termasuk tidak mengambil Jorge Martin yang sukses jadi juara dunia Moto3 di Honda pada tahun 2018. Honda malah lebih suka memboyong superstar yang sudah “terbuang” dari Ducati seperti Jorge Lorenzo ditahun 2019. Disaat yang sama mereka blunder membuang Dani Pedrosa yang akhirnya gabung ke KTM. Penjenjangan mereka Idemitsu Honda Asia (Moto3 dan Moto2) juga belum menghasilkan satu pun pebalap MotoGP selama bertahun-tahun….
Alhasil Taka Nakagami (31) diperbolehkan menjalani musim keenamnya di MotoGP (dan ketujuh pada tahun 2024), meski ia belum pernah meraih podium. Bersama Miller, kesabaran HRC hanya bertahan tiga tahun. Namun Jack malah berhasil meraih kemenangan. Alex Márquez, sebaliknya, bergabung dengan tim pabrikan Repsol Honda pada tahun 2020 sebagai juara dunia Moto2, tetapi dilepas untuk musim berikutnya sebelum musim dimulai….
Bahkan pola kerja HRC yang kaku juga membuat Alex Rins hengkang tinggalkan Honda dan nempel ke Yamaha Racing. Sekarang malah Zarco yang ditunjuk menggantikan posisi Rins, sebuah langkah blunder lagi mengingat di usianya yang sudah menginjak 33 tahun, pembalap asal Prancis itu belum juga memenangi balapan MotoGP sehingga Ducati tak lagi menawarinya kontrak berdurasi dua tahun dan menggantikannya dengan Morbidelli di Pramac. Celakanya cak….
Joan Mir juga hanya mengumpulkan lima poin setelah dua belas Grand Prix. Tak heran jika bel alarm kini berbunyi di HRC. Karena kepergian Marc Márquez yang diperkiraka tahun depan betul-betul menghancurkan Honda. Intip saja Ducati yang kini memiliki lebih banyak pembalap top yang sekarang bercokol di Mooney VR46 dan Gresini Racing dibandingkan Honda yang kurang cemerlang bersama Repsol dan LCR…
Dan sekarang tampaknya manajer HRC frustasi cak. Sebab dari rumor yang beredar mereka bahkan sudah coba ngontak Pedro Acosta untuk menggantikan Marc Marquez. Mereka siap mengeluarkan dana besar jika Pedro sudi gabung Honda namun yang menjadi masalah…Pedro Acosta yang sekarang bersama Red Bull KTM – Ajo telah diikat dalam payung Pierer Mobility AG…..
“Kami tidak membutuhkan Marc Márquez yang lama. Kami memiliki Márquez baru di bawah kontrak dengan Pedro Acosta. Honda saat ini sedang menghubungi setiap pebalap MotoGP. Namun Pedro Acosta telah menandatangani kontrak dengan kami di MotoGP…” seru Hubert Trunkenpolz dari Pierer AG KTM. Yahhh….Honda putus aja cak. Karena bukan masalah uang sekarang melainkan kecepatan mereka yang lambat dalam merekrut pembalap muda sehingga sudah dilock para pabrikan Eropa…
Siapa yang patut disalahkan ? IMHO PUIG-lah yang harus disalahkan. Karena doi ditunjuk untuk menjadi manajer tim yang mana harusnya jeli membaca para pembalap muda calon bibit unggul yang dicuekin Puig dan akhirnya menjadi buah simalakama. Dan yang mencengangkan saking bingungnya HOnda pun sampai ngontak Miguel Oliviera untuk menggantikan Marc tanda mereka sudah kehabisan stok pembalap bagus…..tamat sudah…(iwb)
Comments
19 responses to “Breaking !! HRC kontak Pedrosa Acosta, gaji besar disiapkan….!!!”
Spain mah goedang nya sembalap mbah
Penurunan dimulai sejak Puig masuk…
Semakin mengedepan nich hareche ya beibbe
Acousta is the number one rider of de world
Markewer sulit nambah title dapat lawan baru cerminan dia muda!
HRC feat Acousta is getting more and more baddast
Mangstap sekali ini budheee 🤩🤩👍👍🙏
Hondacosta satu jiwamuda
satu d’jiwa
Hahaha… Dari tahun2 kapan, mungkin sekitar 2020 ane udh pernah komen kalau a.puig lah yg harus diganti duluan pas kang iwb membahas di artikel lawas soal paceklik kemenangan tim sayap burung.. Heran kenapa ya kok masih dipakai saja. ok, awalnya nyalahin motor yg engineering-nya mungkin dipegang prinsipal jepang. Tapi kalau ada apa2 soal tim & regenerasi manpower di paddock ya itu jadi tg.jawabnya puig… Udh motor g maju2 eh sekarang manpower yg kusut… Hahaha, g ada bedanya dah sama tim nippon sebelah. Kompak banget sama2 jugrug prestasi, kliatan banget y kalau kartelan mereka brdua…
Puig iku sopo, heran kok iso masuk dalam sirkel HRC , padahal jaman GP500 aja tidak bersinar
Markeset benci rangka ROMSOK wkwk
Honda mengulangi kesalahan seperti tahun 2004 dan 2005 dimana hanya mengandalkan pembalap2 tua seperti Max Biaggi dan Alex Barros dengan harapan mampu menjegal Rossi tapi hasilnya nihil.
Somkiat Chantra saja, meski adaptasi agak lambat, tp dia pebalap potensial
piye tim mu cak?
Sebenernya acosta sdh jadi incaran HRC sejak moto3, gak masalah sih HRC repsol bisa daperain paket marquez/acosta untuk 2025, dan itu parah banget…. Lagian 2024 acosta hanya boleh masuk tim stelit motogp, kalo pun HRC dapet hanya bisa buat LCR…. So 2024 kayaknya repsol honda masih stuck….
thailancung kicot anak haram jadah kagak nongol
Puig itu gurunya dani pedrosa, tp jelek2an dani pedrosa sampai dia keluar….yg jijiki dan perlu dibuang k sampah itu ya puig tolol!
Puig dibuang, HRC pasti aman. Terbukti Daped bisa cemerlang di KTM.