Surat pembaca : Leasing narik motor secara paksa dijalanan !

Written by

in

Iwanbanaran.com – Cakkk…praktek debt collector yang menarik paksa motor dijalanan masih saja terjadi. Konfirmasi ini IWB dapatkan dari salah satu pelajar yang sekaligus follower Iwanbanaran asal Bekasi. Doi bertanya….apakah leasing menarik paksa motor dijalanan diperbolehkan ? berikut surel lengkapnya…

” Permisi om saya seorang pelajar di daerah Bekasi ingin bertanya karena didekat daerah saya sekolah yaitu Rawalumbu banyak sekali orang orang suruhan leasing yang menunggu target incarannya…

Pertanyaannya adalah:

Apakah leasing diperbolehkan menarik motor dengan cara memberhentikan dipinggir jalan?

Karena yang saya lihat orang orang leasing itu lebih sering mengincar pelajar

Motor saya dan motor teman saya pun pernah ditarik dengan cara disuruh minggir ke tepi jalan oleh orang-orang suruhan leasing, jadi saya tau rasanya bagaimana ketika ada sesama pelajar mengalami tindak penarikan motor, ingin membantu tapi ya saya tidak bisa

Curhat sedikit om jarak sekolah kerumah saya sekitar kurang lebih 8km karena motor kena tarik kadang saat ada motor, saya diantar ibu saya meminjam motor tetangga, kadang saat tidak ada motor saya pulang jalan kaki sejauh 8km ehehehehe…”

Yup…surel curahan hati karena pernah menjadi korban tarik paksa motor dipinggir jalan. Yang pertama IWB harus tegaskan pentingnya memenuhi kewajiban antar kedua belah pihak. Artinya sebisa mungkin kita hindari nunggak angsuran untuk menghindari aksi para debt collector. Tapi jikapun tidak bisa dihindari karena kondisi, sebenarnya undang-undangnya sangat jelas dan sudah pernah IWB bahas bahwa penarikan paksa tidak diperbolehkan dan melanggar hukum…!

Putusan MK Nomor 18/PUU-XVII/2019 tanggal 6 Januari 2020 menegaskan bahwa Leasing dilarang sita kendaraan sepihak dan penyitaan baru boleh dilakukan jika sudah ada keputusan dari pengadilan. Yup….per Januari 2020 lewat keputusan yang tertuang melalui Mahkamah Konstitusi, ada payung hukum yang Harus dipatuhi soal sita menyita. Fokus utamanya adalah perusahaan leasing tidak lagi bisa melakukan penarikan objek jaminan fidusia baik itu rumah ataupun kendaraan secara sepihak tanpa melalui permohonan eksekusi lewat pengadilan negeri. Peraturan ini disyahkan dengan keputusan MK Nomor 18/PUU-XVII/2019 tanggal 6 Januari 2020?.

Di sana disebutkan penerima hak fidusia atau kreditur tidak boleh melakukan eksekusi sendiri melainkan harus mengajukan permohonan pelaksanaan eksekusi kepada pengadilan negeri. Kecuali ada kasus istimewa di mana debitur mengakui adanya wanprestasi maka leasing baru diperkenankan untuk melakukan eksekusi tanpa melalui pengadilan. wanprestasi yang dimaksud adalah ketika pihak debitur maupun kreditur bersepakat untuk menentukan kondisi wanprestasi. Jika keduanya sudah sepakat maka kreditur bisa menyerahkan kendaraannya tanpa perlu melalui pengadilan negeri….

Last?. dengan lahirnya Keputusan MK ini maka seharusnya leasing dan debt collector akan berpikir ulang ketika mereka melakukan penyitaan kecuali mendapatkan izin dari pemilik atau debitur. Sebab jika itu dilakukan kita bisa menuntut segala tindakan penyitaan sebagai tindakan melanggar hukum. Nahhh ngono cak. Artinya jika sampeyan merasa terintimidasi, sampeyan bisa melaporkan tindakan penarikan paksa berlandaskan payung hukum diatas, wis clear koq…sampeyan dilindungi undang-undang. Kira-kira ngono….sudah jelas cak ? (iwb)

Noted : Foto hanya ilustrasi

Comments

47 responses to “Surat pembaca : Leasing narik motor secara paksa dijalanan !”

  1. Arogan avatar
    Arogan

    Wehh

    1. Arogan avatar
      Arogan

      Wehh….malah pertamax

    2. Satisfication avatar
      Satisfication

      Nah, jika masih ada debt collector yang tarik paksa…langsung saja disembelih.

    3. Mantan ustad avatar
      Mantan ustad

      Main tarek2 aja, klo pengen narek skrg baliking jg duit yg pernah d setor (meskipun gak bsa juga persis nominalnya)

    4. Pak ogah avatar

      Pict yang paling atas dikira ninja eh ternyata klingoon si sok amblasssttt…!!!

    5. Supir grab avatar
      Supir grab

      Dept collector gak bakal cari lu kalau lu bayar lancar, lu kira enak apa kerja nagih utang, resikonya gede makanya kalau ada kewajiban dilunasi utang itu janji dan diakherat masih jadi beban kalau ada utang

      1. gongstone avatar
        gongstone

        Makanya jangan ngerayu konsumen buat beli secara kredit

      2. Satisfication avatar
        Satisfication

        Makjleb supir grab. Sudah ada aturannya. Jalan sesuai aturan gak bisa t? Deb collector kerja juga atas perintah kantor.
        Periksa aja semua.

      3. Raimu avatar
        Raimu

        Yg nyuruh jadi debt collector sopo?!?!?! Kerjo barokah akeh cak, dadi gojek & grab isok dan gampang. Nang akherat mbok pikir gk ditagih pisan ta???
        Gowo nang kantor polisi ae lek onok sing mekso narik2 nang dalan. Opo dimasa disek.

  2. Aragon avatar
    Aragon

    Preman arogan

  3. Winkko avatar

    Pernah tetangga ngalamin juga, motor plat jkt dibawa pulang kampung, gimana persoalannya gak begitu tahu, …..eh ternyata waktu dipake di jalan raya sekitar kampung(lampu merah) dikuntit dan di paksa serahin itu motor sama 3 orang, di tujukin itu buku daftar no pol…. Aje gile…..

  4. ALAN avatar
    ALAN

    Tumben ngga nyebut merek ?

    1. L2super avatar
      L2super

      Ente ga liat merek helm dan jenis motornya

      M*t*mu pcx apa

      1. pemirsa avatar
        pemirsa

        itu siapa nya poto diatas?

        itu jadi apa nya poto dibawah?

        tolong deskripsi nya….

        muehehe

  5. Ngutang itu bayar avatar

    Bentar lagi debt kolektor dikasi kemudahan narik paksa kendaraan, dikasi surat jalan. Mampos loe yg ngutang ngaret bayar.

    1. turbo avatar
      turbo

      Kalo begitu balikin juga uang yang sudah disetorkan.

    2. Gombloh avatar
      Gombloh

      Pst kmu debt colector ya

  6. Taufik avatar
    Taufik

    Masalah wan prestasi itu yg jadi dasar om, motor dibawa debt kolektor,lalu kita yg kadang bukan kreditur dipaksa tandatangan surat penyerahan motor. Lalu ujung2nya ketika mau dilunasi minta biaya debt kolektor.

  7. Sang Pengamat avatar
    Sang Pengamat

    Harusnya ada hukuman juga donk terhadap kreditur yg nunggak pembayaran leasing berbulan bulan. Bayar kredit aja nunggak apa lg bayar pajak.

    1. Kucinggoreng avatar
      Kucinggoreng

      Lah, itu kan udah ada hukumannya, kendaraannya ditarik. Gmn sih bambang ???
      Yg jd permasalahan itu prosesnya, proses yg benar itu lewat pengadilan.

      1. Sang Pengamat avatar
        Sang Pengamat

        Lah. Yg jdi masalah kebanyakan gak mau di tarik maemunah. Di bawa ke pengadilan paling ujung” nya bawa ormas LSM segala macem udah lagu lama. Kita bicara fakta real di lapangan. Yg di tekan kan disini juga di beri sanksi efek jera buat yg ngutang contoh selain di tarik kendaraan nya harus di bayar juga angsuran dia yg nunggak,klo ngutang itu memang harus mampu bayar bukan cuman bisa bayar DP aja.

  8. novian avatar
    novian

    Sebenarnya sllu ada hak dan kewajiban, ketika berani mengajukan leasing kendaraan maka ada kewajiban untuk mengangsurnya secara tepat waktu, biasanya klo sampai ada tindakan penarikan paksa sudah melebihi batas tunggakan yg ditentukan perusahaan walaupun penarikan paksa dijalanan bukan hal yg dibenarkan juga secara hukum.

    1. Draco avatar
      Draco

      Kalau misal force majure gmn?
      Misal usaha bangkrut atau gmn?
      Apa bsa d katakan wanprestasi?

      1. Satisfication avatar
        Satisfication

        Tetap menunggu hasil pengadilan..pokoknya harus proses pengadilan dulu.

      2. Keong Rabun avatar
        Keong Rabun

        Kalau di perjanjian kontrak ada klausul Force Majeure membatalkan kewajiban kedua belah pihak ya ngga, tapi kalau bangkrut ya asetnya dijual / dilelang buat bayar hutang. Orang hutang klo bangkrut bukan berarti bisa bebas dari kewajiban membayar hutang, meninggal dunia aja ahli waris tetep harus melunasi, makanya itu ada asuransi jiwa.

      3. cbsf lemot avatar
        cbsf lemot

        Setahu saya keadaan kahar/force major itu ditentukan/dinyatakan oleh negara, tidak bisa yg terlibat dalam hukum perdata menyatakan keadaan kahar. Permasalahan memang klo perikatan perjanjian antar pihak ada pasal/klausul yg memperbolehkan penarikan sepihak, dan disetujui kedua belah pihak. Maka dari itu penting sekali untuk mengetahui/mengerti isi perjanjian tsbt.

  9. Kut avatar

    Itu motor apa yah merk nya di gambar

  10. Pengamat avatar
    Pengamat

    Duit cekak nekat main-main sama riba, pake nunggak cicilan 2-3 bulan. Wkwk
    Sesuaikan gaya hidupmu dengan kemampuan…

    1. pemirsa avatar
      pemirsa

      hukum riba nggak pandang merek ini itu, mau kaya miskin semua sama. mau lancar tersendat macet nggak ada kecuali. riba titik.

      muehehehe

    2. Makjegagik avatar
      Makjegagik

      CATET

  11. Wong pinter avatar
    Wong pinter

    Saya setuju sama penariknya. Lu lesing ya kudu bayar, gak bakal ditarik kalo gak molor bayaran berbulan bulan. Mau gaya sesuaikan dompet! Blom mampu bayar ya pinjem mtor / ngojek.
    Ada duit cuma 2jtan ya beli seken suprapit/vega jadul juga dapet. Jangan maksain cuma buat gaya…

    1. Deden avatar
      Deden

      Betul betul betul..
      Lu yg gaya orang leasing yg susah. Kan mereka juga kerja utk anak istri.
      Sesuaikan kemampuan dgn kebutuhan

    2. Kucinggoreng avatar
      Kucinggoreng

      Nama wong pinter tapi goblok.
      Yg dipermasalahkan bukan boleh tarik atau tidak ditarik, tapi prosesnya. Boleh ditarik asalkan lewat pengadilan.
      Org leasing susah baca ya ??

  12. kubil avatar
    kubil

    klo orang tuamu gak mampu bayar angsuran jangan maksain kredit motor. mampu cuma naik angkot ya naik angkot, mampu cuma jalan kaki ya jalan kaki. prihatin dulu kamu dek. sekolah aja yg bener. udh kerja baru beli pake duit sendiri langsung cash gak usah kredit2. klo udh gini, motor gak ada, duit yg udh masuk leasing pun sia2.

    saya suka heran sama org2 yg suka mengambil keputusan finansial tanpa perencanaan yg matang. modal nekat aja gtu. main ambil kredit mobil, motor, HP atau pinjaman online tapi pemasukan untuk kedepannya belum tentu mencukupi.

    sedikit curhat juga nih kang, sekali2 seumur hidup saya kredit itu motor pertama saya yg Alhamdulillah sudah lunas. tiap bulan bayar cicilan dan terbayang2 hutang tiap hari wih amit2 hidup ora tenang cak. mumpung masih muda, untuk kedepannya rencana untuk punya rumah dan mobil yg harganya rarusan juta, saya lebih memilih pakai konsep “duit parkir” mas Ridwan Hanif dibanding kredit.

    salam juoz gandoz ?

  13. realita avatar
    realita

    sblm dibuat artikel hrusnya tanya balik dulu. dia udh nunggak brp bulan.

    yg ngutang lebih galak dr yg diutangin.
    ga d acc leasing, ngomel.
    di acc, ga mampu byr cicilan.
    di tarik gamau, d suruh byr ga mampu.
    mau nya make tp ga bayar.

    harusnya di edukasi surat pembaca kyk gini. biar bayar. bukan malah d kipasin biar ga balikin motor pdhal ga mampu

  14. Gsx rider avatar

    Kenapa ya jd ribet.. Kl kata sy kl memang kita bermasalah krn ada kendala pembayaran ya baiknya kendaraan tdk dipakai krn malu juga mau ngotot2an sdgkan posisi kita pun salah tdk memenuhi kewajiban dan malu juga kl tiba2 ditarik kendaraan di sekolah atau tempat kerja

  15. Sae avatar
    Sae

    Si Alan juga pimpinan Debcolektor lekk waspada ..
    Ngowahahahaaa

  16. Abu Rae avatar
    Abu Rae

    Azab riba di dunia….
    Belum seberapa ini mah….

    Masih ada azab Allah Azza wa Jala

  17. tobin avatar
    tobin

    Selalu sesuaikan dengan kemampuan finansial, aku dulu jaman SMP naik sepeda begitu SMA naik Vespa 150 Super punya bapakku asik-asik aja tuh, gak sampe ngeluh ke blogger paling photogenic se-Indonesia

  18. Aufioladsy avatar
    Aufioladsy

    Kredit motor di bank Syariah aja gan, jelas akad nya jual beli. Angsuran nya juga ringan dan lebih murah dibanding leasing konvensional, kalau nggak mampu bayar motor nggak akan di sita, paling dijual lg sm bank nya, situ juga dapat duit dr hasil lelang nya.. ups kok jd ngiklan yak.. wkwk

  19. Virgin milk avatar
    Virgin milk

    Enak aja, kredit belum bayar, tapi makai motor kemana2… Tahu diri juga donk sampean!?
    Hihihihihi

  20. cbsf lemot avatar
    cbsf lemot

    Pangkal masalahnya adalah leasing mengikat perjanjian dengan kita itu perkara perdata. Penarikan semena2 itu masalah pidana. Tidak bisa masalah perdata di pidanakan. Masalah hukum perdata di terapkan ke dalam hukum pidana. Mdh2an yg ahli hukum bisa menjelaskan lebih detil…monggo…Sering menjumpai dlm masalah pengadaan barang/jasa pemerintah…yg kmd di kriminilisasi. Ahli kriminal kurang memahami masalah pengadaan barang jasa pemerintah. Smg skg sudah berubah.

  21. Bcl avatar

    Leasing gk bkl tiba2 narik paksa klo emg nasabah nunggak dlm kondisi wajar atau msh kooperatif, klo sdh tdk wajar dan sengaja menghindar terpaksa biasanya leasing menyewa jasa khusus penarikan kendaraan seperti matel utk menghindari kerugian besar perusahaan leasing.

  22. 3Monokotil avatar

    leasing atau debitur, dan debitur juga ga akan nunggak kalau keuangan nya lancar,yg awal nya bisa bayar tapi nama nya pendapatan dan keuangan seseorang ga ad yg tau kedepan nya,yg jadi permasalahan debt colector yg mengambil secara paksa dijalan tanpa bicara baik” ,seperti perampasan secara paksa dan kelakuan nya seperti begal jalanan,main kekerasan fisik ,setelah itu motor hasil perampasan blm tentu langsng ke leasing,bisa aja digelapkan debt colector nakal tersebut,sudah ada berita nya juga debt colector menjadi tersangka dalam perampasan dan penggelapan barang bukti,
    Dan jgn selalu menyalahkan orang yg cuma mampu kredit motor,rezeki orang berbeda” , bersyukurlah kalian yg punya rezeki lebih,tpi lihatlah orang yg hanya mampu cicil motor untuk memiliki nya,

  23. Yun kobra avatar
    Yun kobra

    Ditarik apa di recall??
    Mmueeehhheeee. .

  24. Bonek avatar
    Bonek

    Biasa orang gk punya kerja…alias malas cari kerja ,ya jadi tukang tarik sepeda…..gk butuh ijazah yang dibutuhkan hanya berani tok dan badan besar

  25. konyol avatar
    konyol

    wong ngangsur cicilan motor ae ga sanggup mana mungkin mau memperkarakan debt collector secara hukum. Emang ga bayar apa memperkarakan orang ? ongkos memperkarakan orang lbh besar dr cicilan motor cuk