Mudik ke Jatim nunggang Mazda 2 Skyactive, kurang ajar neh mobil !!

Written by

in

,
” Berhenti dan makan di warung Lamongan….”

Iwanbanaran.com – Cakkk…. sebagai blogger tua memang berat dan sudah cukup lama tidak mudik menggunakan motor. Ditambah setiap mudik selalu bersama ibu negara maka tidak ada jalan lain kecuali menggunakan roda empat. Namun beda dengan biasanya yang menggunakan Carli J Pajero lawas, mudik kali ini IWB tertantang mencoba jajal Red Paijo Mazda 2 skyactive. Pokoke IWB siap mental cak…mobil kecil pasti capek. Makanya rencananya kita akan berhenti di Semarang sebelum menuju ke Jawa Timur. Tapi ternyata rencana berubah. IWB nggak nyangka Mazda 2 kecil-kecil cabe rawit. Lhooo emange piyeeee ? cekidot feel totalnya cak !

Siapa sih yang PD menggunakan mobil sekecil itu melintasi Pantura. Bobot body yang hanya sekitar 1 ton dibandingkan dengan Pajero yang mencapai 2 ton tentu saja ada rasa minder sebelum kita menjelajah tol cipali hingga Jawa Timur. Mazda 2 skyactiv GT sendiri merupakan mobil kedua IWB yang sejatinya hanya untuk digunakan dalam kota karena mengejar irit dan kompak. Naik Pajero mumet ndase cak….kegedean. Kenapa nggak milih Honda Jazz RS atau Toyota Yaris yang nyata-nyata lebih terjangkau soal biaya dan perawatan?

Yang pertama IWB ogah pasaran. Mungkin soal ini bisa saja berubah mengingat biaya maintenance Mazda Memang luar biasa gila. Bayangkan saja ketika IWB hanya membutuhkan uang 1,5 juta untuk mengganti engine mounting Carli J Pajero Dakar, dengan Red Paijo Mazda 2 skyactiv sampeyan harus merogoh kocek hingga 6,7 juta alias nyaris 7 juta. Garuk-garuk alis sih cak…lha piye karet mounting 3 biji aja dijual 7 jutaan. Mazda kesurupan kieeee pasang harga jadi koyok wong nglindur. Contoh lain adalah harga aki yang mencapai 3,5 juta di saat Pajero hanya 1,6 juta rupiah. Ediann po ora jal. Alasannya karena akinya khusus guna mendukung fitur I-Stop yang disandang. Kuwi lho cak….kayak ISS atau SSS jika di Honda Yamaha. Engine tidur sementara jika berhenti di Lamer. Yahhh…..semua memang terbayarkan dengan seluruh kemewahan yang ditawarkan oleh Mazda…

Build quality yang jempolan, interior dalam dihiasi material soft touch serta stitching alias jahitan asli, sensor keamanan yang banyak banget seperti blind spot monitoring, lane departure warning system, I-Stop (seperti SSS dan ISS pada motor), smart city Brake support (SCBS), Rear Cross Traffic Alert (memberitahukan lalu lalang kendaraan saat kita mundur), rain sensor untuk auto wiper, head up unit display (HUD) dan masih banyak lagi lainnya yang tidak bisa IWB sebutkan satu persatu. Tapi IWB nggak akan bahas kuwi cak. Namun lebih kepada Driving experience pada saat mobil kecil ini digunakan melibas jalanan tol yang cukup panjang dengan total jarak berkisar 850 km. Yang pertama adalah….kestabilan !

IWB tidak menyangka city car sekecil ini termasuk stabil ketika digeber di atas 130 km per jam. Asli pakdeee…. mobil tidak terasa ngambang dan traksi ban depan terkontrol dengan sangat baik. Padahal ban yang IWB gunakan hanya sekelas Dunlop. Sensasi stir juga tidak membikin grogi karena secara elektronik ketika kecepatan makin tinggi Maka setir juga semakin berat. IWB merasakan downforce yang cukup besar di bagian depan ketika mobil melaju kencang sehingga grip terus terjaga dengan baik walau kita manuver zig zag pada high speed. Desain moncong yang cenderung panjang menukik ternyata memiliki tujuan untuk memberikan fell Driving selayaknya mobil sport..presisi dan tajam. Suspensi bisa dibilang tidak terlalu lembut bahkan cenderung rigid…

Dan disanalah kita baru merasakan sumbangsih karakter suspensi yang ternyata memberikan kestabilan di atas rata-rata city car. Goncangan pasti terasa (apalagi tol memang bumpy) namun tidak membuat badan capek sebab body roll sangat minim. Untuk road noise ketika mobil cruising di Kisaran 100 km per jam juga masih baik. Kekedapan diatas Honda Jazz namun sedikit di bawah Toyota Yaris. Satu poin yang cukup menonjol dari Mazda 2 skyactiv ini adalah tenaga yang seperti tidak pernah habis ketika digunakan untuk nanjak. Dengan komposisi transmisi yang cukup rapat karena menganut model AT 6 speed….wisss to cak, jiannn nyenengin puollll. Sensasi yang baru tereksplore setelah dipakai dijalanan naik turun gunung luar kota. Asyemmm bikin mata IWB blink-blink…

Tidak hanya itu, performa braking juga istimiwirrrr. IWB pernah beberapa kali harus melakukan Hard braking akibat truk yang tiba-tiba overtake dengan kecepatan “keong”di tol Cipali…duhhh wedhusssss tenan. Sontak injak rem…..dari speed 130 km/jam harus deselarate melorot ke 40 km/jam dengan jarak cukup pendek. Dilalah sekali colek rem langsung melakukan tugasnya dengan sangat baik, pakem namun natural….reaksi body mobil juga anteng tidak kedodoran. Seetttttttttt…..juozzz tenan ki Mazdaaaa….asyemmm maknyuzzzz kurang ajar ki mobil ! So berangkat dari rumah jam 8 pagi sekitar jam 2 siang kita sudah tiba di Semarang. Itu termasuk istirahat dan ajaibnya badan masih seger Bugar…

Piye…sik awan ki (masih siang), Jadi nginap di Semarang atau lanjut? “ tanya IWB ke Ibu negara. ” Koq cepet banget ya….badan masih seger mz…” cetus ibu negara. Kita pun heran karena kondisi fisik relatif segar jika dibandingkan nunggang Pajero. Mungkin karena tidak terlalu goyang. Dengan bodi ceper ke aspal memberikan sensasi lebih anteng dibandingkan dengan Pajero yang cukup tinggi. Dan akhirnya kita pun lanjut menuju ke Tulungagung Jawa Timur nonstop. Jika dikalkulasi kita hanya berhenti 3 kali untuk makan serta sholat. Selebihnya Gaspolllll. Tercatat sekitar jam 7 malam kita tiba di kampung halaman dengan hanya merogoh kocek 229 ribu untuk biaya bensin (Pertamax). Iritttt…!

” Red Paijo Pose dirumah limas milik almarhum kakek nenek. Disanalah dulu IWB dibesarkan sekitar 1980-an. Rumah tersebut sekarang teronggok tak berpenghuni hampir 20 tahun lamanya…..sedih cak…”

Full tank dari Jakarta…..Mengisi bensin 229.000 di Semarang dan tiba di Tulungagung bensin hanya turun 2 bar alias masih tersisa 3/4 tangki yang mencapai 44 liter. Wottttt….sadiz ki. Maklum cak…biasanya IWB menghabiskan uang sekitar 900 ribu – sejuta ketika menggunakan Carli J Pajero Dakar (Pertamina Dex). So…. jika dikalkulasi konsumsi BBM jauh lebih murah dibandingkan dengan biaya tol Pantura yang mencapai 800.000 sekali jalan. Kalau diintip di MID konsumsi BBM rata-rata 15,8 km/liter alias nyaris 16 km/liter. Tapi nggak tahu…koq perasaan lebih irit dilapangan ya…

Kelebihan Mazda 2 skyactiv adalah Driving experience yang fun to drive…. body lincah dan stabil tanpa ditemukan body roll sama sekali….mesin yang jempolan karena nafas seperti tanpa habis…. termasuk rem yang Pakem karena sudah dibekali dengan disk brake depan belakang. Sensor keamanan yang banyak banget juga membuat kita terasa aman serta nyaman. Yang sangat signifikan membantu adalah hadirnya fitur blind spot monitoring. Seperti driver assistant yang selalu siap membantu di saat spion Memiliki keterbatasan. Mungkin siang nggak terlalu signifikan tapi saat malam disaat visibilitas turun drastis, kehadiran BSM sangat membantu kita….

” Dipinggir jalan desa Mojosari Tulungagung beli sate cak, napak tilas judule….”

Mau geser posisi, sensor mobil akan memberikan warning lewat kedipan menyala dispion jika ada object disamping mobil melaju kencang. BSM akan mengeluarkan alarm halus jika object terlalu dekat. Makanya membantu banget kangbro. Sayang Mazda 2 versi facelift 2020 malah mengalami kemunduran. Banyak fitur yang disunat demi menekan banderol. Membuang fitur LDWS, Rear Cross Traffic Alert dan air bag dipangkas dari 6 menjadi 2…harga Mazda 2 GT sekarang kisaran 305 jutaan dari sebelumnya 328 jutaan…..yup turun 22 jutaan. Yahhh mungkin biar bisa bersaing melawan Jazz ataupun Yaris mengingat harga Mazda 2 memang termasuk nggilani tinggi untuk ukuran city car. Tapi IWB sih sayangkan karena biarlah Mazda tetap berdiri pada tempatnya sebab justru disanalah kelebihan Mazda…iyo ora cak…

Last….Mazda memang termasuk mobil premium mengingat harga sparepart yang luar biasa di atas rata-rata untuk ukuran mobil Jepang. Tapi semua memang terbayarkan dengan kepuasan yang kita peroleh. Mazda 2 Skyactive ? asli IWB tidak menyangka ternyata mobil sekecil ini menyenangkan digunakan di luar kota. Wis ah IWB mau cari sego pecel sik…salam wong ndeso juozz gandozzz !!! (iwb)

 

Comments

90 responses to “Mudik ke Jatim nunggang Mazda 2 Skyactive, kurang ajar neh mobil !!”

  1. Johar avatar
    Johar

    Nah ini yang ditunggu2

    1. Soundwave avatar
      Soundwave

      Kemarin saya lwat situ cak naik all new toyota fortuner vrz diesel ?,

    2. Thailancung avatar
      Thailancung

      Awas hati2 lek …..
      Klo di jalan ketemu all new nemek lebih baik menghindarinya
      Krna mongtor siap meleduk sewaktu2
      MuuuuUUUuuuuehehehe……

    3. jimoo avatar
      jimoo

      lho cak, sejak kapan pajero enak naikannya?

    4. Bae avatar
      Bae

      Toyota naksir berat sama technology skyactive Mazda ini. Toyota smpt nawarin teknologi hybrid hidrogen tukeran sama skyactive yg ditolak mentah2 sama Mazda.

      1. Yuuoto.com avatar

        Skyactive emang mantep
        Padahal klo diliat model transmisi masih jadul dibanding lain, tapi karna skyactive jadi enak tarikannya…
        Lek, klo mau ganti aki mending jangan di shorum mahal
        Saya punya pengalaman ganti aki brio hampir 1juta di deler resmi
        Eh pas saya tanya ke tukang aki cuman 600rb

      2. Black avatar
        Black

        Selera masing masing kan iwan ,kalo saya lebih pilih jazz GE 8

    5. godspeed avatar
      godspeed

      iwan banaran tukang racun liat ulasan mobil ini dilihat lihat jadi pengen lego yang ada dirumah

      1. Iwanbanaran avatar
        Iwanbanaran

        Hahahaha

    6. VALEBANGOBLOG avatar
      VALEBANGOBLOG

      Iki enak e mazda, harga berbanding sama fitur & kenyamanan,
      Coba tengok nissin, harga muahal fitur e kurang, sparepart mahal, keamanan standard, menang nyaman doang, jdi doa terbaik buat mazda agar ttp konsisten sperti jepangnya europe, dan jg latah turun kelas setara pabrikan jepang” lain
      Dan moga nissin cepet bangkrutttt kalau ra berubahhh, lvina basic expander rapayuu harga service+sparepart laranggggggg

      1. vano black fufi avatar
        vano black fufi

        sebenernya kalo boleh bahas nissan malahan sepadan dengan mazda dinegara asalnya. bedanya demi ngepress harga jual mereka banyak downgrade fitur dan kualitas. padahal hrga spare part gak beda jauh dwngan mazda. dan mazda sampai saat ini sabgat konsisten untuk kualitas dan fitur. ono rego ono rupo. – mantan pengguna mazda Interplay ’91 & cronos V6 ’96 – buat lari sih entengg

  2. Johar avatar
    Johar

    Pertamaxx di artikel favorit

    1. Thailancung avatar
      Thailancung

      Cocok…..musim hujan naik MOBIL
      yg belom dibikinin MOBIL jgn ngiri
      MuuuuUUUuuuuehehehe……

  3. Daywalker avatar
    Daywalker

    Pertamax

    1. Al Gembel avatar
      Al Gembel

      Dr dl emg trkenal soal handling Mazda, Lek…. Fun to drive ?
      CX30 jg udh rilis mski bkn yg Skyactive X ?
      Syg skrg varian AWD g lg d jual ??

  4. Rikoadi avatar
    Rikoadi

    Mantap cakkk…pengalamnnya yo kok sama meskipun beda mobil.. Haha

  5. sitamfan avatar
    sitamfan

    saya ikut seneng cakk.. semoga tambah suksess & saya bisa kebeli juga cakk.. hehe.. aminn

    1. Paidi avatar
      Paidi

      Coba deh jadi wartawan otomotiv,,,tulis ngartikel nmex….pasti cita citamu terkabul….xixixixiiiiiii

  6. Somplak again avatar
    Somplak again

    Kalo bwt mudik
    Fbs naik baleno vvti
    Fbh naik civic turbo vtec kicknyoo
    Cuma beye doang yg mudik mentok dinemex baru sampe ciledug udah eror

    1. Kang jarwo avatar
      Kang jarwo

      Kalo fbh yg gak kuat beli ya tetep diatas mbit

    2. Soundwave avatar
      Soundwave

      Betul sekali cak fby dan fbk memang ragu jika harus naik mobil yang di tempelin (pakai) mesin motor ???, fby dan fbk lebih percaya pada spesialis mobil seperti toyota, mazda, daihatsu, mercedez, mitsubishi, isuzu dll ?

    3. Thailancung avatar
      Thailancung

      Fby di kasih nemek sakit aj dah kegirangan
      MuuuuUUUuuuuehehehe….

      1. Fuck you Sales! avatar
        Fuck you Sales!

        Tak kira e naik sepeda

  7. Ojek Anterin/Maxim lebih hemat avatar
    Ojek Anterin/Maxim lebih hemat

    Mobil jepang perawatan mobil eropa…

  8. Tomcat avatar
    Tomcat

    Perasaan baru kemaren pulang kampung…eh dah mudik lagi….kangen suasana desa yg asri ya mas

    1. Paidi avatar
      Paidi

      Mungkin kang wawan jenuh dengan hiruk pikuk efbeha,dijakarta,,,,,ekekkkkkkkkkkk

      1. Mbeot dan waria avatar
        Mbeot dan waria

        Hwuahahahahaaa.. Parabeha mbeat mbeot masih aja ngelantur meski iwb bahas mobil.. Behaaaa behhhaa.. Mbeoooot mbeoottt.. Kapan kalian pinternya..?? Jgn dipiara begonya..

  9. Ario avatar
    Ario

    Nopolnya mas..
    Ada yang diblur ada yang no sensor..
    Hehehe..

  10. penyengatpenyelinap avatar
    penyengatpenyelinap

    lah ngene.. sering2 bahas mobil cak,, ojok motor ae,, adem ayem, aman gk onok fansboy akut

  11. DOYOK avatar
    DOYOK

    Wong ngdeso rejeki kutho metropitan

    1. DOYOK avatar
      DOYOK

      *metropolitan

  12. Paidi avatar
    Paidi

    “”Duh wedusss tenan”….efbeha koq bisa nylonong di tol ya?,,,,,ekekekkkkkkkkkk

  13. Baginda avatar
    Baginda

    Assiiikkk mobil hadiah yutub ya kang?? Sukses terus wan!!!

    1. Thailancung avatar
      Thailancung

      Gara2 upload video HONDA ADV
      Mobil lek iwb jd nambah
      COBA klo upload video nemek pasti lek iwb bisa dangdut an krna dpt SULING BAMBU
      MuuuuUUUuuuuehehehe……

      1. Prengel avatar
        Prengel

        ??????

  14. jbat avatar
    jbat

    Ojo ngebut lek awas kena tilang lagi ?

  15. Vyzex avatar
    Vyzex

    Klo cuma stabil, brio RS di tol jawa, 140 kph jg masih stabil.
    Yg bikin keder cuma tulisan “kecepatan anda dipantau CCTV”

    1. Maxie avatar
      Maxie

      Idem saya bilang dulu juga begitu “stabil dan pede” pakai brio walau bukan rs bilang stabil di tol dan semua berubah saat nebeng maxda cx3 sepupu yang lari dengan kecepatan yg sama dan dalam hati berkata ” njir gini beda nya 200 juta”

    2. Iwanbanaran avatar
      Iwanbanaran

      Sampeyan hebat cak 140 kph naik Brio masih berani. Mental Batman Robin sampeyan ekkwk

      1. vano black fufi avatar
        vano black fufi

        cak pernah pake cronos V6 lari 200 lebih ? sensasinyaaaa ituuu.. gak berasa napak lagi tu mobil di tol jagorawi.. maklum situasi tahun 96 masih belum sepadat sekarang.. masih bisa bejek2.. jozz lah

    3. Samprada avatar

      Saya bawa Ayla 140 di Cipali juga stabil. Malah kalau mobil macam Av**za atau R*sh terasa goyang. Trus pernah coba pakai Xpander, baru Jozz..

  16. Bebas koment avatar
    Bebas koment

    Mari.. Mari rukun ojo sok bertengkar.. Damai itu indah

  17. john avatar
    john

    kalo saya masih setia dgn civic kang, masalah adu geber d pantura mah nggak mau kalah sama boil” baru. tinggal gedein nyali saja.

  18. Boscil avatar
    Boscil

    Tapi tetep enakan pajero kan lek ?

    1. betmen kasarung avatar
      betmen kasarung

      Pajero kLw kta org2 mh mobiL bnyak gaya doank alias gedong, mending T120SS skalian drpd pakjero

  19. Kang Suyat avatar
    Kang Suyat

    Nah gt donk, tidak melulu soal motor tapi mobil juga, seperti mang kobay. .

  20. Dadang avatar
    Dadang

    Pajero rasa L300

  21. Bloondy avatar
    Bloondy

    F U for ALL FBY ???

    Mikir FBY bodoh, Yamaha bisa apa…? Ga ada tuh merk mobil Yamaha.

    Kalau Honda dari mesin perkakas sampe Jet punya dia, bagaimanapun Honda selalu lebih unggul.

    1. Dadang avatar
      Dadang

      Honda mana punya suling son..
      Yamaha sih punya..ngiahahahaha

      1. Namharira avatar
        Namharira

        Tambahin sekalian bro, alat musik dr suling yg murah sampe organ yg mahal nyari merk Honda gak ada

  22. Anto avatar
    Anto

    Harga bekasnya jatuhhhhhh….100jtan lebih dikit

    1. Iwanbanaran avatar
      Iwanbanaran

      Salah cak….30 juta lebih dikit (komen ngawur dibalas ngawur wkwkwk)

      1. Anto avatar
        Anto

        Wkwkwwk….dulu pernah liat2 harga yg th 2012 kang,klu yg lebih muda mungkin lebih mahalan

      2. vano black fufi avatar
        vano black fufi

        hahahah.. gak salah juga sih cak.. kan 100 jt an.. bisa 199 jt kan hahah.. memang ngedrop tapi gak parah2 banget lah dibanding ford fiesta.. imho

    2. samsuL bahri avatar
      samsuL bahri

      ya betuL hrg juaL nya emng jatuh bgt di bwah 100jt mlah, bLm Lma tmen ane mau ambiL Mazda 2 Skyactive di twarin hrg 85jt di daerh pedurenan,, sm Datsun msh mahaLan Datsun.

  23. Su'eb avatar
    Su’eb

    Emang soal handlingnya Mazda jempolan cak wan, fun to Drive belum lagi build quality nya juozz pokoke.. makanya sampai sekarang masih piara CX5

  24. Wakwaw avatar
    Wakwaw

    Aki 3,5jt dipake berapa lama mas iwan?
    Trus dah dpkae brapa lama m2 nya dan ap aj keluhannya…suwun jawabane…buat pertimbangan ambil

    1. Iwanbanaran avatar
      Iwanbanaran

      Engine mounting sama kaki-kaki aja cak…..selebihnya aman

  25. SIPPIRILLI avatar
    SIPPIRILLI

    Gara2 CX5 aku bisa ngomeli boss besar, hahaha….. Aku pernah nyoba mobil itu, emang kurang ajar enaknya. Nah kebetulan di kantor dapat anggaran untuk beli mobil dinas buat kepala kantor. Aku saranin mazda CX5 karna harga plat merah masuk. Segala macam kelebihannya saya jabarkan tapi boss minta new portun. Kekeh portun. Gak mau dirubah, tetep portun. Sampai lelangnya aku tunda2 siapa tau berubah pikiran. Taunya kita naik CX5 punya rekanan dan disitu dia bilang “kok enak banget mobil ini? Kenapa gak beli ini aja dulu” disitu aku pengen ngomong kasar. Bahasa kasare “biangane, dengkule atos…. Dikandani ora percoyo”

  26. MisterKunci avatar

    Bener cak, itu juga pertimbangan saya kenapa memilihkan Mazda 2 buat bapak ibu saya dibanding Yaris & Jazz

    Memang kenyamanan untuk penumpang baris kedua ngga se-nyaman Jazz, tapi buat sopir rasanya beda buangettt

    Digeber di tol trans Jawa, dengan mesin galak & konsumsi bbm super irit, mobil ini nyenengke banget.. Hihihi

  27. Tatag avatar
    Tatag

    Mobil mazda saya yg pertama jg mazda2. Pernah pake mudik juga jaman masih lewat pantura. Sejak itu, ga pernah pindah dari mazda. Ganti sama cx 5, trus mazda biante sampe sekarang. Cobaen CX5, lak tambah kesengsem sama mazda. Kalo buat keluarga biante lebih joss buat transmisi sama mesinnya timbang serena. Pernah mudik konvoi bareng serena sama temen ke malang lewat jalur karang anyar -:magetan. Serena kedodoran liwat tanjakan mulai karang anyar sampe sarangan. Kalo biante mulus2 aja lewat situ.

    1. Iwanbanaran avatar
      Iwanbanaran

      Mantap sharing pengalamannya cak…

  28. maxx avatar
    maxx

    driver oriented, fun to drive,
    pengen suatu saat punya duit sendiri beli CX-8,
    sekarang cukup nikmati & syukuri aja pemberian orang tua mobil sodara kembarnya lamborghini urus dari honda prospek motor, hehe

  29. Irman avatar
    Irman

    Salam zoom zoom cak ?
    Apalah daya sy penggunan m2 nonsky pengen upgrade tp dana blm mendukung

  30. Alex avatar
    Alex

    Hanya Mazda yg msh memakai transmisi matic 6 speed yg sigap krn teknologi skyactive, tentu saja sngt fun krn sensasi perpindahan gigi msh trs dan jg sngt awet jk perawatannya benar. beda jauh dg matic cvt yg rasanya kyk mengendarai bom-bom car..

  31. mirzafawaid avatar
    mirzafawaid

    1 lagi kekurangannya cak, bagasi paling mungil dikelasnya (hatchback)

  32. Namharira avatar
    Namharira

    Beli yg GT ya kang Iwan, sein di spion n HUD

  33. Dinas pajak avatar
    Dinas pajak

    Saran cak.. Klo kenapa2 jangan di beres kecuali masih garansi.. Beli online aja di tokopedia murah meriah jauh.. Di online 1,5 udh semua walau engga ori tp aman 2tahunan.. Klo kaki2 mending pake merek 555..radiator merek trivindo.. Saya udh 2thn paki aman2 aja.. Mazda 2 rentan di kaki2 dan engine mounting..

    1. Iwanbanaran avatar
      Iwanbanaran

      Yessss…mantap share infonya cak. Suwun

  34. Muhar avatar
    Muhar

    Langsung ganti mobil cak….mumpung sugih mhuehehehe

  35. Indrawan13 avatar
    Indrawan13

    mobile koyone podo mbek dueane pa abidin yamaha cak, beliou tp sing abu2… mazda cen josss, bukan buat kaum mendang mending…

    1. Iwanbanaran avatar
      Iwanbanaran

      Oo saya baru tahu cak malahan

  36. Dodit avatar
    Dodit

    “Kenapa nggak milih Honda Jazz RS atau Toyota Yaris yang nyata-nyata lebih terjangkau soal biaya dan perawatan?”
    J: Harga second Mazda 2 lebih murah..

    “Bayangkan saja ketika IWB hanya membutuhkan uang 1,5 juta untuk mengganti engine mounting Carli J Pajero Dakar, dengan Red Paijo Mazda 2 skyactiv sampeyan harus merogoh kocek hingga 6,7 juta alias nyaris 7 juta.”
    J: Wahh… ini sebelumnya gak tauuuuu….?

    “Yahhh?..semua memang terbayarkan dengan seluruh kemewahan yang ditawarkan oleh Mazda?”
    J: Akhirnya dapet pembenaran….?

    Di atas adalah kalo saya beli Mazda 2 Cak Iwan….???
    Cak Iwan pasti beda jawabannya…

  37. yani agus avatar
    yani agus

    ngunut hadir kang

  38. tapir rawa avatar
    tapir rawa

    Saya juga make Mazda2 tapi generasi sebelum skyactiv. Ban bawaan emang “cuma” dunlop, tapi grade traction sama temperature dikasih yang A. Kelemahan Mazda2 emang di engine mounting sama kaki-kaki, tapi untungnya part aftermarket sama subtitusi cukup banyak. Saya ganti engine mounting kanan kena 700rb, sama ganti long tierod kena 500rb (merek 555). Semua harga udah termasuk ongkos pasang.

  39. andri avatar
    andri

    wah kebetulan kemarin jalan dari Bdg ke Sby juga.
    tumben tolnya lancar, cuma butuh 4.5 jam sudah sampai Smg, padahal tahun kemarin lewat tol yg sama butuh 6 jam lebih baru sampai Smg.
    sebenarnya kepikiran mau lanjut Sby, tapi dah terlanjur pesan hotel di Smg, jadi ya mau gak mau musti belok Smg, hehe.
    akhirnya malah kulineran.

  40. Keong Rabun avatar
    Keong Rabun

    Waduh cak, mobil isih enom kok uwes jaluk ganti engine mounting? Regane ora umum sisan …

  41. vano black fufi avatar
    vano black fufi

    Cak iwan.. yen isoh bahas Mazda lawas.. misalnya capella, cronos, astina, interplay.. nostalgia juga soale pingin icip mx-6 ’90 mung angel golek barange.. hehe.. suwun cak

    1. Guanal avatar
      Guanal

      Salam sesama mantan user mazda… pernah pakai mazda lantis

  42. Dimas avatar
    Dimas

    Tampilan spedometer kok mirip bentuknya sama kawasaki bajaj y cak…

  43. Setdah avatar
    Setdah

    Merahnya mazda g pernah salah..

  44. kak ros avatar
    kak ros

    lho cak sama, aku budal jam 8 isuk sampe ngalam jam 7, jam 2 an juga ngaso di semarang, numpak all new brio 2018 metic, mlaku 140-150, salip2 enak pisan cuman pertalite entek 350 an….

    tapi pastine pegele awak bedo karo mazda ne sampean, hehe

  45. Stevanie avatar
    Stevanie

    Pernah nyobain polkwagen golep GTI mas….?
    Tk jamin keracunan nih mas IWB?

    1. kang mas avatar
      kang mas

      ya jelas beda lah sm merk Jerman punya VW kn merk mobiL’e adolf hitler mba

  46. Mch Fikri avatar
    Mch Fikri

    Mazda2Sky, berarti yang mahal tuh cuma:
    – Kaki-kaki
    – Engine Mounting
    – Steering Rack
    – Accu
    itu doang ya mas?

  47. Fadly Yanuar Iriansyah avatar
    Fadly Yanuar Iriansyah

    nunggu harga second-nya turun seharga mazda 2 generasi sebelumnya, hehehe. sayang nih toyota indonesia ngga masukin yaris yang based on mazda 2 kayak di pasar eropa… apa itu perjanjian antar pabrikan kali yah? supaya yaris itu ngga ngusik pasar mazda 2 di indonesia

  48. Masnton avatar
    Masnton

    Itu baru Mazda 2 kl Mazda CX5 padahal bikinan 5 th yang lalu dengan kecepan 160 bahkan 170 km perjam masih ok aja cuman ngeri kl ada kejadian yang diinginkan yo mbuh ….. tp jangan ditiru ….

  49. cepski avatar
    cepski

    bener cak, aku wingi Jakarta – Malang Full tank, isih sisa 2 bar kok numpak mazda 2 huhahahahaha

  50. kaoskaki_ninja avatar
    kaoskaki_ninja

    keren cak IWB sharingnya.

    tp sayangnya para efbeha brosur mania malah nyampah, lg ngomongin mobil masih aja nyampah jd keliatan t*l*l nya.

    kejar target minimum komen kayanya, biar dapet kuota ama nasi bungkus brosur