Bro dan sis sekalian…..Kosim tertunduk lesu. Angan-angannya mengambil motor baru musnah tak berbekas. Mengandalkan dana simpanan JHT untuk uang DP kudu dikubur jauh-jauh sebab doi diwajibkan menunggu hingga 20 tahun lagi. Padahal umur doi saat ini baru 36 tahun. Nominal memang tidak seberapa. Tapi mendapatkan tambahan hingga 6 juta rupiah tentu akan meringankan uang angsuran. Btw…..Kosim masih jauh beruntung karena uang JHT tidak masuk katagori urgent. Lawong tuku motor….kan iso dipending dulu. Tapi bagimana dengan ribuan karyawan diluar sana yang mungkin mengandalkan uang tersebut demi bertahan hidup??…..


IWB tahu betul rasanya menjadi karyawan. Sudah pernah pindah kerja selama 3 kali….uang Jamsostek (sebutan sebelumnya) sangat membantu disaat kita membutuhkannya untuk emergency. Namun sayang….ketika Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mulai beroperasi penuh terjadi perubahan aturan soal pencairan dana Jaminan Hari Tua (JHT) perJuli 2015. Jika regulasi sebelumnya JHT bisa diambil saat peserta sudah terdaftar selama 5 tahun di BPJS Ketenagakerjaan dan resign dari perusahaannya….namun kini dirombak berdasarkan umur. Yup…pencairan dana baru penuh bisa diberikan setelah sang peserta mencapai umur 56 tahun. Sebuah peraturan yang tentu saja membuat kita cukup prihatin. Kenapa??….
Bisa sampeyan bayangkan nilai uang simpanan kita tersebut pada 20-30 tahun kedepan. Pasti tidak ada nilainya mzbro. Apakah 10 juta sekarang bakal senilai pada 30 tahun mendatang?. Jelas tidak. Inflasi saja saat ini sudah cukup luar biasa. Contoh real….ketika IWB membeli Honda Megapro pada tahun 2002 sejumlah 14,8 juta rupiah…..kala itu betul-betul megap-megap mboyongnya. Perasaan banyak bener. Lawong gaji hanya 1,6 juta rupiah perbulan. Coba bandingkan nilai tersebut dengan sekarang. Tentu jauh lebih kecil. Duit 14,8 juta hanya mendapatkan bebek atau matic. Beda 14 tahun….harga nasi juga melambung. Dulu IWB sekali makan diJakarta hanya 4,500 rupiah…kini dengan lauk yang sama minimal 18ribu. Bukti nilai uang dari waktu kewaktu makin lemah. Itu dari sisi non teknis…..
Dari sisi teknis diluar inflasi….karyawan akan dipusingkan dengan penyimpanan berkas pencairan yang kudu disimpan bertahun-tahun. Baik kartu ataupun surat-surat. Edannya periode tidak singkat….berpuluh tahun mzbro. Yah…memang kita bisa melakukan pencarian sebelum berumur 56 tahun. Dengan minimal 10 tahun keanggotaan maka sampeyan diperbolehkan mencairkan namun hanya….catet ki….catet ojo lali……10% saja atau 30% untuk pembiayaan rumah. Sak incritt tenan. Kecuali bila peserta meninggal dunia atau cacat tetap sebelum usia 56 tahun, maka dana JHT bisa cair 100%. Oalah…….
Last….tidak jelas alasan regulasi tersebut digolkan. Yang pasti…..sebagai wong cilik, IWB berharap semoga para penguasa diatas sana terketuk hatinya dan sudi merevisi peraturan yang terkesan kurang peka terhadap kondisi. Sebab umur 56 tahun sangatlah lama mzbro. Ibaratnya kita sudah masuk separuh baya….thunuk-thunuk baru menerima uang yang kita sisihkan saat muda dulu. Mending dicairkan untuk modal usaha sekarang ketimbang disimpan yang nantinya keluar dengan nilai yang jauh lebih rendah dieranya. Btw….koq seneng amat ya bro nyimpen duit orang banyak bertahun-tahun?. Apa nggak malah mumet tuh BPJS 🙄 …..(iwb)






Comments
249 responses to “Kisruh pencairan uang JHT BPJS……….semoga para penguasa sudi mereview ulang !”
Ada untungnya tapi bertubi tubi yang dirugikan
@ pepe ini harusnya bagus mass jadi walau pindah2 pabrik
asuransi tetap jalan dan d ambul d masa pensiun
seperti PNS ?.
maaf saya kerja d KOREA sekarang juga mengantu
sistem tersebut dan dampaknya orang korea punya
harapan hidup lebih tinggi ??. jadi selain bayar
asuransi kesehatan d sini juga ada asuransi pensiun
pada umur 60 tahun akan d bayar plus bonus ?..
makanya bnyak yg berwisata pada umur2 tersebut
bagus kalw d korea sm di jepang yg ngrus ny bener. lah ini indonesia bro..
maklum kang para petinggi sana ga pernah merasakan gimana rasanya menjadi buruh,gimana susahnya org kecil cari duit,gimana rasanya krja pagi pulang malem,bahkan hampir pagi lg.
buat mereka uang JHT yg nominalnya 5 s/d 10 juta itu mungkin ga ada artinya,tp buat rakyat kecil itu sangat berharga…
wah parah ini mh ngebelangsakin rakyat yg jelas jelas sudah belangsak.. kanfreeeett..
Matiyo wae..
Jalan2 kang di negri jiran kita..
Malaysia ato Singapura..
Akang akan lihat orng2 tua tak ada yang jadi gelandangan gitu..
Knpa??
Karena ada JHT itu..
Pola fikir bngsa kita mng beda sama mereka..
Jujur saja..
Kita trmasuk bngsa yg konsumtif..
Boleh jadi sesuatu hal yg tak kau sukai skrng..
Akan sngt kau butuhkan di kmdian hari..
Ikut asuransi prudenret aja setelah nabung 10 tahun bisa ngambil duit tabungan PLUS bunga investasi PLUS asuransi terus jalan sampe tua.. Ini kok ya kudu nunggu sampe umur 56. Mana bunganya kecil lagi.. Ga sepadan sama inflasi selama 10 tahun. UDAH GITU ASURANSINYA GA BERES LAGI!!! PAKE KARTU BPJS BERAPA BANYAK RUMAH SAKIT YG MAU TERIMA??? DI JAKARTA AJA SAKIT HARUS KE PUSKESMAS DULU BARU DIRUJUK KE RS!!!!
Mendingan kalo kerja itu duit dibeliin asuransi dari luar deh.. Bayar premi tahunan gapapa, kalo sakit bisa masuk RS mana aja dan dilayanin dengan baik. Klo ada duit lebih ya masukin reksadana.. Ketauan ROI nya jauuuuh lebih layak.
Sialannya BPJS itu wajib lagi.. Kurang ajar
Makanya kalian jgn jadi FBY kere..
Yang dikit” mewekan.. ngrengek.. dikit” nyalahin pemerintah
Apa apa salah pemerintah..
Jgn sepihak dong, pemerintah itu berbagai macam divisi, apa kalian pikir smua org pemerintah itu cacad dimata rakyat???
Segitunya mengatas namakan pemerintah sbagai dalangnya
Trus ada yang nyalahin jokowi segala
Emang jokowow cuma ngurusin rakyat doang??
Kerja presiden banyak cok..
Ngerti ora..
Jgn dungu kayak FBY lahh..
Udh dungu kere gembel lagi..
Contoh dong FBH..
Kaum executive, kaum borjuis
Kayak si Slamet pangeran sambel trasi
Orang terkaya dikampung nya
Yok.. pada pindah ke FBH
Biar idup mapan..
Kan semboyan FBH
Orang mapan itu pake Mobil dong
Karena honda menyuguhkan kenyamanan
Gpp mobil SOHC juga yang penting mobil
Pake Ecu Pirelli lagi..
Yok.. dukung FBH yang cerdas cerdas..
Seharusnya JAMSOSTEK jangan Berubah nama menjadi BPJS Ketenagakerjaan. Lebih baik sesuai nama dan Fungsi-nya saja JAMSOSTEK ” Jaminan Sosial Tenaga Kerja ” Agar dapat di tingkatkan Kualitas Pelayanan terhadap kebutuhan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Indonesia.
==================================
Sebetulnya BPJS pun ada bagus-nya, Contoh BPJS Kesehatan.
BPJS Kesehatan sebelum-nya Bernama PT. TASPEN yang dulu-nya hanya di Per-untukan untuk melayani bantuan kesehatan PNS dan Pensiunan PNS.
Kini BPJS Kesehatan digunakan untuk melayani bantuan kesehatan PNS, Pensiunan PNS, Seluruh Warga Negara Indonesia, dan Bahkan jika ada Orang Asing yang sudah lama menetap di indonesia wajib menjadi peserta BPJS Kesehatan.
BPJS Kesehatan Sendiri Wajib di ikuti oleh Warga Negara Indonesia, karena pada prinsipnya seluruh warga negara indonesia peserta BPJS Kesehatan di wajib-kan membayar Premi berdasarkan kelas yang di pilih-nya.
Dari dana yang terkumpul dari hasil premi tersebut di gunakan untuk membantu jaminan kesehatan peserta BPJS Kesehatan yang sedang membutuhkan ( Sakit ) sesuai dengan hak-nya dan ( Membayar Premi ) sesuai dengan kewajiban-nya sebagai Peserta BPJS Kesehatan.
Dari dasar prinsip tersebut jadi tidak terlihat istilah ada pembeda golongan antara Mampu dan Kurang Mampu, bahkan untuk kategori Golongan Mampu dapat dikatakan membantu golongan kurang mampu dengan ikut serta membayar Premi sebagai peserta BPJS Kesehatan.
Bahkan jika berkenan pun ( Hak ) sebagai Peserta BPJS Kesehatan dapat digunakan sesuai dengan Premi Kelas yang di
Pilih.
Dari Laporan Neraca dan Rugi laba BPJS Kesehatan di Tahun 2014 :
? Dana Tersedia Hasil Premi Rp. 18.412 Triliyun Rupiah.
? Pembayaran Klaim Kesehatan Rp. 16.417 Triliyun Rupiah.
? Surplus 2 Triliyun Rupiah.
Dana surplus ini tetap digunakan sebagai dana cadangan teknis untuk meng-antisipasi fluktuasi.
Jika pun dana Surplus ini tidak di gunakan nanti dapat di gunakan lagi untuk kepentingan peserta BPJS Kesehatan.
* Informasi untuk rekan-rekan semua:
Menurut Undang-undang BPJS Kesehatan adanya Alokasi dana untuk Badan ” BPJS Kesehatan ” sebesar 10% dari total Premi yang di bayarkan Peserta BPJS Kesehatan.
Total alokasi dana yang di gunakan sampai saat Tutup Buku Akhir tahun 2014 saja hanya 6,25% dari Maksimal 10%.
Dan penggunaan Dana 6,25% ini pun Bukan Di gunakan untuk membayar Gaji, Bonus, Uang Cuti, THR pegawai.
Dana sebesar 6,25% tersebut di gunakan untuk peningkatan Sarana dan Prasarana seperti pembukaan kantor cabang baru, pembelian perangkat komputer, peningkatan fasilitas layanan, dll.
** Berbekal Modal awal dari PT. ASKES, saat memulai operasional BPJS Kesehatan Sudah cukup mandiri, Investasi dari PT. ASKES Rp. 10 Triliyun Rupiah.
Posisi saat Equity PT. ASKES Menjadi 15 Triliyun, dan 5 Triliyun nya di Masukan dalam sumbangan untuk dana cadangan BPJS Kesehatan.
Jika dihitung, Total Premi yang terkumpul Rp. 18.412 Triliyun dan menurut UU BPJS Kesehatan Dana di alokasikan untuk Badan BPJS Kesehatan Sebesar 10% Rp. 1.841.2 Triliyun Rupiah, dan yang digunakan hanya sebesar 6,25% Rp. 1.150.75 Triliyun Rupiah.
Jadi untuk menutupi Total biaya Operasional BPJS Kesehatan tidak menggunakan Dana Premi dari Peserta BPJS Kesehatan, dari Modal Awal sudah tercukupi.
Bahkan dana Investasi awal PT. ASKES Rp. 10 Triliyun sudah melebihi Dana Premi Yang Terkumpul.
*** Info tambahan:
BPJS Kesehatan merupakan ” INSTITUSI NON BANK “, Dan mendapatkan Laba/ keuntungan dari hasil Investasi dana, contoh:
? Kerjasama dengan Fasilitas Kesehatan seperti Puskesmas, Dokter Praktek Per-orangan, Klinik Pratama, Klinik TNI dan POLRI, Rumah Sakit Swasta maupun Pemerintah kelas A-B-C, Apotik, Dll.
Keuntungan serta Fee Base Income dari hasil kerjasama tersebut, jika total dari modal awal Rp.10 Triliyun dan bila nilai Invest nya dipatok 10% saja, maka ada keuntungan hasil Invest Rp.1 Triliyun untuk biaya Operasional BPJS Kesehatan.
**** Informasi Sistem Perban-kan.
Jika pembukaan satu Account Rekening untuk penampungan dana milik Insitusi/ perusahaan biasanya menggunakan Rekening GIRO.
Untuk rekening GIRO ini sendiri memiliki Fungsi Per-untukan nya, tergantung jenis Institusi/ Perusahaan dan Di per-untukan untuk menyimpan dana yang bersifat seperti apa?
Contoh:
? Pada Sistem Perbankan, pembukaan Rekening Baru.
ENTRY DAYA UNTUK PEMBUATAN CIF ACCOUNT SESUAI DENGAN IDENTITAS INSTITUSI/ PERUSAHAAN ? PRINT OUT CIF NUMBER ? APPROVE BY SPV/ MANAGER.
DEMAND DEPOSIT ? NEW ACCOUNT OPENING ? INSERT CIF NUMBER/ NO CIF ? ACCOUNT TYPE/ PILIH TIPE REKENING ? JENIS MATA UANG REKENING/ IDR ? SUBMIT ? PRINT OUT NEW ACCOUNT NUMBER ? APPROVE BY SPV/ MANAGER.
NEW EXISTING ACCOUNT MAINTENANCE ? INSERT ACCOUNT NUMBER ? RATE MAINTENANCE/ PERUBAHAN SUKU BUNGA ? ENTRY/ MASUKAN PERUBAHAN SUKU BUNGA ATAU DAPAT DI KOSONGKAN TANPA BUNGA.
Disini saya menjelaskan, bahwa tipe Rekening GIRO yang di per-untukan untuk Lembaga Sosial Seperti BPJS Kesehatan ini biasanya menggunakan Tipe GIRO yang tidak Menggunakan Bunga/ Me-Non Aktifkan Fasilitas Perhitungan bunga dalam sistem rekening, Tergantung Bank Penyelenggara.
Bahkan Untuk Fasilitas Debit Biaya Administrasi serta Pajak Pun Di Non Aktifkan.
Semua itu berdasarkan Fungsi rekening GIRO sebagai penampung Dana Premi dan bukan tujuan untuk Investasi kepada pihak Bank, yang suatu saat dana dalam rekening tersebit dapat di Debet kembali untuk di kembalikan kepada peserta
BPJS Kesehatan yang menggunakan Hak-nya.
Dan bertujuan agar lebih mudah memonitoring Arus Kredit Serta Debit, dan jumlah sisa Saldo dalam rekening Tersebut. Tidak terganggu dengan Split dari Biaya Administrasi Atau Pajak, dan tidak ada Kredit Bunga yang masuk…
” Bisa kita simpulkan dana tersebut bukan untuk mencari keuntungan, Apalagi dengan Sistem Riba/ Persentase hanya karena di simpan dalam rekening GIRO satu bank ”
NOTE:
Ayo dukung Indonesia Yang sehat agar tercipta-nya Bangsa Yang Maju dan Sejahtera tanpa Membedaka Suku dan Agama.
Kita jangan membicarakan Politik, biar mereka yang memulai dan mereka pula yang merasakan.
Sudah banyak Saudara kita yang lebih memerlukan bantuan Kesehatan tertolong dengan adanya BPJS Kesehatan ini, bayar Premi-nya yang teratur bagi yang lebih mampu.
Positif Wae Lah Rekan-rekan.
# Buat Pemerintah tolong dalam membuat keputusan di sesuaikan dengan Harapan Warga Negara Indonesia, Pintar itu bukan berarti harus membodohi Rakyat.
## Maaf buat Mas IWB dan rekan-rekan semuanya, Nulis Panjang Lebar kaya gini. Udah bikin penuh satu halaman, niat saya baik gak ada niat buruk mas. Hanya ingin berbagi sedikit pengetahuan saja.
Saya juga Bukan Bloger, bukan maksud numpang ikut nulis atau mau terkenal.
### Nasgor…
eddiyyyan…tukang nasgor khutbah bpr KS.
hihihi… panjang euy..
Hahahaha, sakedik ngabagikeun elmu hasil dagang Nasgor weh kang.
Duka ngartoseun duka moal tah, tapi pami aya orang BUMN terutami perbankan bakal ngartos cigana mah kang.
Hehehehehe,
Salah nulis, yang bagian atas bukan taspen.
” PT. ASKES ” Harusnya,
Harap di maklum, inget askes pasti inget taspen. Bagaikan Ibu dan Anak.
Sing nggawe peraturan mungkin pas kuliah mbiyen mata kuliah manajemen keuangane ra lulus, nilaine E. Tapi ngemis2 ning dosene akhire dike’i C. Makane ra ngerti nek nilai uang ki dari waktu ke waktu semakin menurun.
Namanya aja jaminan hari tua (JHT), ya pastinya diberikan pada saat sudah tua nanti atau pensiun.
PNS juga seperti itu, JHT nya diberikan saat sudah pensiun.
PNS ada jaminan kerja sampai tua tapi buruh kagak bos…
makan tuh presiden kodok dari cebong klothot2 😀
emang presiden kita gak salah kok, kan dia itu seekor presiden boneka, bonekanya aseng dan asing 😛
Kacau kalau presiden sekarang masih memimpin dalaam sisa 4 tahun setengah lagi, belum setahun saja semua berantakan!! Pribumi semakin di injak2 dengan peraturan yang pro aseng, lama2 pribumi akan di tendang dari tanahnya sendiri dengan eksodus besar besaran warga tiongkok ke tanah air, harusnya kita jangan diam saja sebelum semuanya terlambat
Ekekkekkekkk
Wes ga usah bahas BPJS
Itu aturan goblloookk pemerintah buat ngambil paksa duit rakyat
Dokter yg melayani pun asal2an
Mendingan jamsostek bisa diambil setiap 5 thn?
?Salam SEMPAKIN DIDEPAN. ???????JURANG?. INI KOMENTARNYA orang GOBLOK atau otaknya ketutupan sempak sih,,,lw kerja apaan sih met?? Slamet,,jelas2 jamsostek dirubah menjadi BPJS ketenaga kerjaan,, komentarmu itu loh,,marai aq tambah jengkel… Sebelum ngomong dipikir ndisik,,pekok jangan dipiara met..MIKIRRRRR
Ngoahahahaha, di sabarin aja. Harap maklum.
Komentarnya ?K.G.P.R.M Ontowiryo Mangkubawono?”CEO CelengersWorld bikin muntah,,,, elu kere aja pura2 sok kaya,,apa hubungannya BPJS sama FBH FBY…baru bisa beli revo kredit aja dah sombong,,,itu tu uang kita… Yang bisa kita ambil saat emergency… Sebenernya elu yang goblok,,, ga tau apa yang namanya inflasi… MIKIRRRRRR
enak tuh de-pe-er minta 2 milyar gratisan (dana asfirasi) gak pke mikir rakyat sma sekali
Saya dulu pilih JOKOWE,,, namun sekarang saya kecewa dengan dia,, apalagi melihat pantauan berita sekarang,,asing boleh punya properti,,dana aspirasi,,( nasdem WO biar kalah di forum,,), PDAM mau diswastain,,dollar merajalela,,materai naik,,harga pelumas naik,,pajak motor naik,,doaaanya teman2,,supaya diazab…
Mas bpjs disini kami bukan membahas bpjs itu gman teorinya emang seperti itu yg panjang hbis satu halaman tpi trimakasi untuk pencerahannya, ini indonesia mas butuh yata dan rilnya, trus mr.korea ama malay u jgn samain ama mereka itung kapita pendapatannya sama engga jgn asal yeblak jaminan hari tua liat juga sistem buruh di indonesia mci ada orsosnya bda ama taiwan ama malay lah (indonesia banget toh)
Isi aturanya apa pak guru?
kita harus berontak
turunkan jokowik
selama menjabat jd presiden boneka .. hidup rakyat kecil semakin sulit
indonesia semakin hancur dab sengsara
Ya Tuhan.. turunkan presiden boneka di Indonesia ku.. berilah peringatan yg Nyata kpd mereka.. dan berikan kesadaran kpd rakyat Indonesia agar tidak tertipu pencitraan dan kebohongan Rezim bobrok ini .. Aamiin….
ati2 pak guru ntar salah satu pendukung ngamuk… ndak hanya ini kang semua tatanan hancur phk tambah banyak harapan setinggi gunung apa yang terjadi?? kebijakan yang amburadul wong negoro kok ndak mau subsidi rakyate buat apa punya negara??? rakyat cuma suruh batar pajak saja!! monggo dirasakan wong cilik??? Kita hanya mampu berdoa Mas iwan semoga Allah memberi pertolongan kepada bangsa ini. Amiin.
presiden wayang petruk dadi ratu
penuh tipu2 dr partai wong licik si mbok tegawati
rezim bobrok
Turunkan jokowik!!
semakin sengsara jikalau bertambah lama rezim ini berkuasa!
kang udin kutbah sampe dower. Itu kan cuman te roti eh teori. ekeeke. Pada kenyataannya adalah bullshit. Noh masa tetangga ngelairin pake bpjs nunggu bukaan 5 coy. Gile aja keburu brojol kali. Malah disuruh pulang. Ekekeke. Hbs gitu dirmh sakit nglairin pagi sore suruh pulang. Emangnya sapi. BPJS emang berguna tapi lebih banyak sengsaranya. Padahal bayar. Tunggakan bayaran jatim aja triliunan. Makanya pelayanan nya gak bener. BPJS bullshit. Tukang nasgor dilarang nyrocos. Maklum FbY congornya maju. Ekekeeke.
Kalau gak ngerti mending gak usah komen, malu sama orang yang ngerti…ekekekek
sepertinya ada yg bocorrrr bocooor dana kampanye kemarin
Nah betul tuh mas iwan
Seharusnya orang2 seperti mas iwan lah yg harus menjadi penguasa negri ini.
Pemikiran ente pendek om…emangnya para pekerja itu mau apa ikut jamsostek? Mereka ikut itu karena diwajibkan oleh negara melalui perusahaan tempat mereka bekerja.
Busettt parah amat iki peraturan, emang pantas buat di reshufle dech nih kabinetnya, bikin peraturan ngaco, itu kan dana bisa buat modal wiraswasta pada saat nganggur, masa umur 50 an baru bole ambil.., kalau urgent atau lagi kelaparan, keburu mati lahhhh orangnya, dah karyawan ngak usah ikut2 jamsostek lagi dech, banyak sengsaranya
Perampokan uang buruh secara sistematis & legal oleh negara…..! Mumet ndasku…!
@gombloh..
Lah klo ga ada jamsostek, klo pekerja sakit atau kena musibah di tempat kerja, siapa yg nanggung?
Klo anak/bini pekerja sakit juga.. dan ga ikut jamsostek..
Berobat siapa yg nanggung?
saldo jamsostek gw skrng udah hampir 20 juta, umur gw 31 tahun
baru bisa di ambil 25 tahun lagi
gw produktif sekitar 7 tahun lalu ngehasilin 20juta
25 tahun lagi berarti anggap aja dapet 100juta-150juta
yg gw bingung
apa artinya uang segitu 25 tahun mendatang ?
skrng aja harga rumah paling murah subsidi 150jutaan
xD emang garonk banget nih pemerintah
paraahh
Dzalim sekali ney pemerintah
Ada udang dibalik bakwan, mengapa peraturannya dirubah seperti itu?
Emang kita mesti jadi buruh/pegawai/karyawan sampe umur 56 tahun? Lha kalo besok dipecat trus ga bisa kerja lagi, uang di BPJS kan otomatis ga nambah, walaupun dipendem puluhan tahun. Duit saencrit tambah saencrit…..
saya pembaca setia blog ini dr bertahun2 lalu, tiap hari bisa buka 2-3x..
masukan aja nih,,
mas iwan jangan cuma baca berita aja, baca juga peraturannya, biar ga ngash info yg simpang siur.. digambarkan di kasus diatas, bagaimana kalo kondisi mendesak?
memang pencairannya setelah 10thn kerja dr yg awalnya 5thn, tapi bisa dicairkan sebelum 10thn kalo kondisi mendesak,, baca lagi deh .. teliti dulu isunya baru dilempar ke warung,,
carane???? walaupun smpean mau keluar anggota bpjs tetep aja keluarnya sak emprit 10% doang.. kecuali kalau cacat permanen dan mati alias game over
Aku harus komat kamit di sini,
Walo aku bukan pekerja, aku ndak suka itu bpjs bjps an, dah maksa ngikut, bayar eh masa nunggu mpe 56tahun baru cair? Lumer n nguap iya begitu terima uang nya
Trus itu bpjs kesehatan….aku pikir itu baik, eh tau nya….masalah juga, dari sistem klas premi, trus sampe prosedur kesehatannya….alamak….keburu modiar baru masuk perawatan….
Mending tak simpen sendiri duitnya….walo inpalasi dan mungkin ga cukup kalo kena kanker…but….aing geh da paeh oge mun make bjps
Aku ndak ikut itu dua macam bpjs…mo di paksa pak rt pak rw mpe lurah juga ra urus…..
Wes…..nek arep medon ke jokowi tak melu…..aku wes musmet
haha dalem amat si bro
ini pemerintah mau muterin duit rakyat, soalnya kalo musti pinjem duit luar negeri malu, masa pemerintah jokowi pinjem sama asing, apa kata Indonesia?? lebih baik pinjem rakyat daripada pinjem asing, gengsi doooong…. yaudah mau diapain, terima aja presiden pilihan kita.. keputusan pemerintah udah kaya hakim, ga bisa diganggu gugat
Ane seutuju banget ma ini. Udah klo pake BPJS untuk sakit susahnya minta ampun. Dan kudu diingat, Uang BPJS itu ya Uang kita2 juga. Kenapa kita mau ambil uang sendiri dipersulit?? Emang negara yang masukin tu duit ke rekening kita??
Alhamdulillah pipres 2014 saya GOLPUT alias dicoblosi kabeh gambare,,
Tapi bukan karena mau lepas tanggung jawab, buat saya golput adalah bentuk protes terhadap sistem demokrasi pancasila liberal yang tidak bisa memberikan jaminan hak terhadap rakyat.
Slogan “memilih yang terbaik diantara yang buruk” cuma akal2an elite supaya rakyat mau dipaksa memilih saat pilpres yang diselenggarakan dengan standar bobrok (duit alias fulus).
Voting bukan satu2nya solusi, didepannya masih ada mufakat.
resiko jadi pegawai yacgh gitu,
kaget juga baca berita didetik,
tapi itu dah keputusan wakil rakyat dan yg milih rakyat sendiri,
gimana?
itulah hasil dari anda memilih pemimpin ya anda harusnya menerima secara legowo itukan hasil usaha anda..kang iwan kan jg memilihKAN…nikmati hasil dari “REVOLUSI MENTAL” kita songsong pekerja asing…..
kui cz pemerintah ra duwe duwit,
mau ambil uang sndri kok dibikin repot, bandem swalow wae kang
penguasanya yg terkutuk Kang, kyk pabrikan sebelah 😀 uppps..
Bukanya mumet bang. tp seneng krn kebanyakan pasti gak di ambil. orang salah satu huruf aja tulisan di jamsostek ribet.Apalagi sudah tua pasti males ngurusnya. Padahal saldo siluman jamsostek dah bnyak. di kemanain coba.
PEMAHAMAN KALIAN MINIM SEKALI
KAN INI DIPERUNTUKKAN UNTUK MASA PENSIUN/JAMINAN HARI TUA
MASA MAU DP MOTOR PAKE DUIT BPJS? YANG BENER AJA DONK
PLIS PEMAHAMAN DIBETULIN DULU KELESSS
KAN UNTUK KITA PAS PENSIUN KITA PUNYA PESANGON
BUKAN BUAT KONSUMTIF DI USIA PRODUKTIF
uang 100san triliun uang rakyat sementara ini digunakan buat tumbal subsidi bbm buat makan anggota dpr buat korupsi jamaah… smuanya dilakukan dengan kedok kesejahteraan masa tua… jadi ingat kata jokodok “Dananya ada, yang penting mau kerja apa tidak” jokodok oh jokodok… bisanya cuman bilang “Bukan urusan saya”
waduh
–
orongorong.com/2015/06/23/peraturan-baru-motogp-2016/
oiii… ‘de-pe-er per orang” minta 2 milyar oi lebih gila lagi dri kebijakan ini, nh skrng yg bener2 bela ada gak antara de-pe-er dn pemerintah, klw dipikir dana pensiun silahkan artikan sendiri, jdi inget taspen almarhum bpk ane jga “ngmbilnya setelah pensiun pns” dn berumur ?57th, silahkan cerna sendiri
Kehidupan Bernegara rakyat diatur oleh Pemerintah…
Pemerintah (red : Presiden…) dipilih rakyat melalui PEMILU…
Kalo sekarang Pemerintah bikin kebijakan yg menyulitkan rakyat…ya salah rakyat sendiri yg mayoritas milih Presiden sekarang ini…
Buat yg ga milih dia…yo apes wae jenenge…
Ora melu mangan nangka…ning keno getahe…
SALAM GIGIT JARI….!!!!