Siapa nggak suka ngelihat Kawasaki Athlete. Motor bebek tongkrongan underbone. Kalau memperhatikan secara detail susah cari celahnya dari motor ini secara penampilan. Dengan banderol 15,1juta OTR (dulu 14,8jt) sampeyan sudah mendapatkan double disk brake, monoshock horizontal, shockbraker depan full layaknya motorsport dan kelebihan lainnya. Cuma sayang hal ini sedikit terganggu dengan ban spek standart pabrikan yang terkesan seadanya. Tentu hal ini bisa dimaklumi kalau melihat dari sisi harga motor yang cukup terjangkau dibanding kompetitor. Selain keluhan kurang cengkraman ke aspal, kelemahan lain adalah serat dalam yang kurang bagus.
Hal ini terjadi pada motor saya sendiri. Ketika itu motor digeber pada kecepatan sekitar 80km/jam. Tiba-tiba ban belakang terasa sliding dan oleng. Feeling langsung mengatakan bahwa ban bocor. Untungnya tidak jauh dari situ ada tukang bengkel ban. Singkat cerita setelah diperiksa ditemukan paku yang udah bengkok nancep lumayan dalem. Ketika paku dicabut anehnya tuh ban langsung bolong….walahhhh kepribren??? koq jadi begini??. Tukang tambalnya juga bingung. Menurut bapaknya batikan ban masih dalam koq udah getas?!.. Tapi waktu itu saya sempet berpikir paling tukang bannya aja nih sembrono. Akhirnya diakalin dengan cara memberikan alas karet pada sisi dalam ban buat nutup lubang yang menganga (diameter sekitar 2mm). Itu terjadi sekitar 4 bulan yang lalu. Lain lagi cerita teman saya, bernama yusuf. Penunggang Athlete keluaran 2009 awal, lebih tua 1 bulan dibanding motor saya. Ketika pulang kerja 2 hari lalu, doi merasakan ban belakang perputaran roda belakang tidak rata. Karena bingung teman saya ini berhenti memeriksa bannya kuatir bocor,…tapi ternyata tidak. Perjalanan dilanjutkan hingga sampai dirumah. Karena takut ada yang kendor baut atau ketidak beresan lainnya langsung doi membawa motornya ketukang bengkel dekat rumah. Setelah diperiksa,…mekanik menemukan ban belakang doi bunting cukup besar. Heran sekali tentunya mengingat jarak tempuh motor yang masih sedikit (Jarak rumah doi sama kantor lumayan dekat). Indikator lain batikan ban yang masih dalam. Tiada jalan lain harus ganti ban baru tentunya….
Walau semua kejadian diatas tidak bisa mewakili seluruh kualitas ban Kawasaki Athlete yang ada setidaknya bisa menjadi acuan, koq bisa menimpa saya dan teman saya (Dikantor hanya saya dan teman yang punya Athlete). Apakah faktor kebetulan belaka??….entahlah. Dalam hal ini sebenarnya kita tidak bisa menyalahkan total KMI. Yang patut disalahkan adalah pembuat ban (IRC). Padahal setahu saya IRC cukup kuat bannya. Malah ban bunting? banyak menimpa ban Mizzle daripada IRC. Dibalik kelemahan itu saya sebagai pemakai Athlete tetap merasa puas. Didunia ini memang tiada yang sempurna, ya nggak?! So brother…supaya lebih maksimal, disarankan mengganti ban standart dengan ban yang lebih bagus. Demi kenyamanan dan keamanan tentunya. (Iw/26/5/2010).
