Bukan bermaksud membanggakan atau menjelekkan satu pabrikan tertentu bro. Ini hanyalah ungkapan rasa heran dan senang bercampur jadi satu. Tunggangan lawas setelah menemani saya lebih dari 8 tahun, tergoda untuk menjualnya. Hasrat ini semakin kuat tatkala melihat geliat pabrikan yang makin pintar membikin biker ngiler. Memang sungguh unik konsumen dinegara kita ini. Suatu barang yang bagi kita tidak terlalu istimewa ternyata malah mempunyai pasaran lumayan bagus. Tidak terkecuali motor saya. Motor yang saya anggap sudah tua, minim fitur, tidak menarik, cat burem tidak sekinclong motor-motor baru sebab usia plus mesin kasar ternyata masih dihargai lumayan tinggi. Cukup membuat saya terheran-heran………
Motor yang saya omongin ini adalah Honda Megapro lansiran tahun 2002 double starter. Simpel alasan saya milih motor ini, karena jaman itu 4tak motor laki tidak satu pabrikanpun yang greget menyuguhkan motor harian mumpuni. Saya masih ingat Yamaha hanya punya RX-king, kawasaki punya Ninja dan Suzuki malah tidak ada. Sementara saya pribadi tidak terlalu suka motor harian 2tak karena malas ngurusin oli samping. Praktis konsumen hanya punya satu pilihan yaitu Honda. Pabrikan ini ada 3 varian waktu itu Tiger, Megapro dan GL-Max. Yup….kembali ke tema. Minggu kemarin iseng-iseng saya mampir ke dealer motor second. maksud hati hanya pingin tahu pasarannya aja. Kenapa..?? karena saya buta pasaran motor bekas dan hati masih sering nggak tega kalo ngeliat siitem Megy untuk dilego. Mental sudah disiapkan buat harga yang terburuk. Anehnya simakelar nggak memeriksa dulu. Cuma lihat kiri kanan, intip mesin tanpa menghidupkan langsung bilang ” minta berapa mas??…dengan enteng saya jawab ” 8,5 pak”. Simakelar nimpalin “Wah saya jualnya berapa dong kalau segitu. ” Oke deh langsung aja saya mentokin yah,” 7,5juta saya duite sekarang kalau mau,”? Simakelar noleh kesaya. Harga yang fantastis. Penerawangan saya motor simegy tidak bakalan lebih dari 6juta. Lha ini sama makelar ditawar 7,5juta. Nggak salah nih orang. Sambil tersenyum, motor saya hidupin sambil berujar, ” Nggak berani pak, terlalu murah!!!. ketika pergi simakelar masih teriak, “Maunya berapa???……karena nggak niat saya jual akhirnya berlalu dari tempat itu. Lain lagi cerita hari ini. Ketika asyik nyetel rantai motor, temen tetangga nyamperin saya.? Ternyata dia tukang ojek yang sering mangkal didepan gang rumah. Singkat cerita setelah ngobrol-ngobrol dia bilang motor saya ini kalau dilego 8juta aja, masih cepet lakunya.
Melihat dari fenomena ini, tidak bisa kita pungkiri beberapa motor keluaran Honda masih cukup tinggi pasarannya. Walau minus fitur, tehnologi jadul, dibuat kenceng anjrut2an (Kata orang-orang lho hehehe…red),…tapi pasarannya memang bagus. Honda menang difaktor 3Snya yang memang masih menjadi poin plus pabrikan ini. Cuma sayang karena sudah kadung keblinger dengan kedigdayaannya masa lalu, ragu dan takut untuk berinovasi. Sehingga konsumen akhirnya melirik kepabrikan lain yang menawarkan? segala kelebihan dengan harga kompetitif. Ketika orang beli motor harian hanya 4 yang dipikirkan yaitu mudah perawatan, sparepart murah & gampang, irit, serta harga jual kembali tinggi. Tapi ketika kita beli motor untuk prestige hanya 3 yang kita pikirkan yaitu stylish, fitur, speed/engine performance. Tidak peduli mau dibanderol harga berapa pasti disikat. Jadi salah total kalau motor harian yang minim fitur harga diposisikan sama seperti motor premium, akibatnya bisa kita lihat makin anjloknya penjualan produk itu sendiri. Syukurlah,….AHM sudah makin menyadarinya. Walau masih sebatas rumor dan gosip, produk baru digodok untuk meneruskan nama besarnya. Semoga produk baru nanti lebih up to date dalam segala hal dengan tetap mempertimbangkan banderol harga secara reasonable. So kalau semua sudah diwujudkan, ditambah harga jual bagus pasti konsumen akan loyal yang ujung-ujungnya AHM juga yang diuntungkan. Anda senang kita juga senang….(iw/5/5/2010)
Note : Semua photo hanya ilustrasi

