Iwanbanaran.com – Cakkkk….sebuah gebrakan dilakukan Suzuki yang memamekan motor barunya diajang Japan Mobility Show 2025, yang akan dimulai di Tokyo Big Sight pada tanggal 30 Oktober. Setidaknya ada 4 produk baru baik dari bentuk konsep ataupun masspro. Namun ada satu produk yang cukup menarik perhatian yakni E-VanVan. Bentuknya cakep puoll cakkk !! (more…)
Author: Iwanbanaran
-

Breaking !! Suzuki pamerkan Motor baru E-VanVan…Ganteng Puoll !!!
-

Tips : Speedometer New ADV Roadsync bisa dipasang pada Old ADV ???
Iwanbanaran.com – Cakkk….. Cukup banyak yang bertanya ke IWB apakah spidometer Honda ADV 160 Roadsync (RC) bisa dipasang pada ADV sebelumnya ? Pertanyaan ini cukup banyak mampir ke IWB karena sepertinya sampeyan tertarik dengan spedometer versi tertinggi ADV tsb yang keren dan mewah. Apalagi layar TFTnya bisa diatur sehingga fleksibel dan kelihatan mewah. Pertanyaannya…Apakah Speedometer New ADV Roadsync bisa dipasang pada Old ADV ??? (more…) -

Breaking !! Terapi Gagal…Marquez Jalani operasi !!
Iwanbanaran.com – Cakkk…kabar mengejutkan datang dari Marc yang awalnya divonis cedera ringan sehingga dikatakan tidak perlu operasi dan hanya akan diterapi. Namun kabar terbaru karena terapi gagal alias cedera tidak ada kemajuan…Marquez akhirnya harus operasi !! Waduhhh…. (more…) -

Filano dan Fazzio ditantang geber tanjakan Bromo….!!!
Iwanbanaran.com – Cakkk….Di tengah gaya hidup modern yang makin dinamis, sepeda motor kini bukan hanya sekadar alat transportasi, tapi terdapat banyak faktor yang kini menjadi pertimbangan dalam memilih motor, mulai dari performa mesin yang andal hingga desain yang mencerminkan karakter pengendaranya. Lewat gelaran Clan of Classy Vol.2 di Malang (26–28 September 2025), dua skutik andalan dari line up Classy Yamaha yakni Fazzio Hybrid dan Grand Filano Hybrid, kembali berhasil membuktikan performanya lewat beragam aktivitas mulai dari keliling kota Malang hingga menantang jalur menuju Gunung Bromo via Tumpang.Acara Clan of Classy Vol.2 yang mengundang beberapa skutik Classy modifikasi dari berbagai daerah ini bukan hanya menjadi ajang kumpul bergaya, tapi juga menyuguhkan pengalaman berkendara khas anak muda masa kini yang lengkap. Seluruh peserta diajak merasakan sensasi riding ke Puncak Brakseng di dataran tinggi Batu yang menawan, menjajal padatnya jalan kota Malang saat rolling city malam hari bersama ratusan pengendara Classy Yamaha, hingga melanjutkan perjalanan menuju Gunung Bromo via Tumpang yang terkenal dengan rutenya yang curam disertai tikungan tajam. Semua momen ini menjadi representasi nyata gaya hidup kalcer yang memadukan gaya, solidaritas, dan tentu saja performa dari skutik Classy Yamaha.
Walau tampil dengan desain ikonik dan timeless, performa dari Fazzio Hybrid dan Grand Filano Hybrid tak bisa diremehkan. Kedua skutik ini sudah mengandalkan teknologi Blue Core Hybrid 125cc yang memberikan tenaga tambahan saat akselerasi awal serta efisiensi bahan bakar yang optimal. Mesin ini sangat cocok untuk anak muda yang ingin riding santai di tengah kota, namun tetap siap diajak healing ke daerah pegunungan seperti Bromo.
Rolling City Malang – Batu

Screenshot Perjalanan dengan kontur jalan menanjak dan kondisi stop & go dapat dilalui dengan nyaman bersama Fazzio Hybrid dan Grand Filano Hybrid karena posisi duduk ergonomis, jok empuk, dan dek kakinya yang luas. Selain itu, desain khas Classy Yamaha yang elegan dan fotogenik membuat setiap momen berkendara semakin estetik untuk diabadikan.
Summit ke Bromo via Tumpang (Elevasi 2.800 mdpl)
Jalur penuh tikungan curam dan tanjakan panjang di daerah kaki Gunung Bromo berhasil ditaklukkan dengan mudah dan tanpa kendala semakin membuktikan performa mesin Blue Core Hybrid yang terkenal irit dan bertenaga. Perjalanan menuju Gunung Bromo yang terasa ringan dan menyenangkan, berhasil menunjukkan desainnya yang ikonik tidak mengurangi kualitas performanya sehingga selalu siap untuk menemani pengendaranya healing seperti pergi ke Gunung Bromo untuk melihat sunrise.
“Ini adalah pengalaman pertama buat motor Grand Filano Hybrid gua menyentuh aspal Gunung Bromo, dan ini bener-bener di luar ekspektasi gua karena ternyata dengan mesin Blue Core Hybrid-nya, motor ini masih cukup kuat buat libas setiap tanjakan curam yang terkenal di Bromo via Tumpang ini. Dan gua semakin bangga sama looks motor gua yang udah dimodifikasi dengan konsep racing look retro ini bisa menyatu dengan alam sambil dimanjakan dengan pemandangan pagi Gunung Bromo serta cuaca sejuk, jadi cocok untuk bikin video sinematik yang apik,” ujar Reddy, salah satu pengendara Grand Filano Hybrid pada acara Clan of Classy Vol.2.

Screenshot Selain performa mesin yang tangguh, berbagai fitur praktis juga membuat perjalanan di Malang semakin nyaman. Fitur Power Outlet (USB Port) memudahkan peserta untuk tetap mengisi daya smartphone selama perjalanan panjang, sementara konsumsi bahan bakarnya tetap irit meski harus menempuh jalur menanjak khas Malang dan Batu. Hal-hal kecil seperti ini menambah nilai fungsional sekaligus menjadikan Fazzio dan Grand Filano semakin relevan dengan gaya hidup aktif anak muda masa kini.
“Lewat acara Clan of Classy Vol.2 ini, kami ingin memberikan pengalaman yang lengkap bagi seluruh peserta, mulai dari kegiatan ala anak muda kalcer dan sekaligus pengalaman berkendara bersama motor Classy modifikasi kesayangannya masing-masing, sehingga kota Malang menjadi kota yang tepat karena punya berbagai destinasi wisata alam yang indah dengan kondisi rute menantang seperti perjalanan menuju Bromo via Tumpang yang terkenal dengan tanjakan curam dan tikungannya. Dan terbukti, berkat teknologi Electric Power Assist dari mesin Blue Core Hybrid 125cc milik Classy Yamaha, setiap peserta sukses melibas setiap tanjakan curam tanpa ragu dan pastinya waktu summit tetap terlihat kalcer dengan motornya masing-masing,” jelas Rifki Maulana, Manager Public Relations, YRA & Community, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg….(YIMM PR)
-

ARRC 2025 Malaysia : Tak Terbendung, CBR acak-acak Sepang….!!!
Iwanbanaran.com – Cakk….Pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) terus mencetak prestasi melalui raihan tiga podium di tiga kelas yang berbeda pada ajang Asia Road Racing Championship (ARRC) 2025 seri kelima yang diselenggarakan di Sepang International Circuit, Malaysia (11-12/10). Tiga podium tersebut didapat pada race kedua melalui ketangguhan CBR series yang melesat kencang. Fadillah Arbi Aditama meraih podium pertama kelas Asia Production 250 (AP250), M. Adenanta Putra di kelas Supersport 600 (SS600) dan Andi Farid Izdihar di kelas Asian Superbike (ASB) 1000cc masing-masing berhasil meraih podium ketiga.Pencapaian para pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) ini menjadi kunci kuat dalam menjaga dominasi di puncak klasemen sementara, sebelum bersaing di putaran terakhir pada bulan Desember untuk menatap perebutan gelar juara Asia.
Menunggangi CBR250RR, Arbi berambisi mengincar juara Asia kelas AP250. Ia memulai start dari posisi ke-10, sementara rekannya Davino Britani menempati posisi ke-9. Pada race pertama, Sabtu (11/10), Arbi harus puas finis di posisi ke-15 akibat kendala teknis, namun tetap dapat meraih poin pada balapan ini. Davino pun pada race pertama harus terjatuh pada lap ketiga dan tidak dapat melanjutkan balap.Pada race kedua Minggu (12/10), kelas balap AP250 menyajikan persaingan ketat puluhan pebalap di grup pertama. Sejak awal balapan, Arbi tampil agresif. Ia langsung menempati posisi 4 besar dan silih berganti memimpin balapan dengan pebalap lainnya. Sempat menempati posisi 4 pada lap ketiga, semangat juang Arbi yang semakin kuat di lap terakhir dengan CBR250RR, membuatnya berhasil finis di posisi pertama.
Sementara itu, Davino yang terjatuh para race pertama dinyatakan tidak fit oleh tim dokter dari penyelenggara untuk mengikuti race kedua. Atas hasil ini, Arbi mampu mempertahankan posisi pertama klasemen sementara dengan 171 poin, selisih 36 poin dari pebalap di posisi kedua. Davino menempati posisi klasemen sementara ke-12.“Balapan yang luar biasa. Saya harus menahan gempuran dari sejumlah pebalap yang bertarung rapat. Saya terus fokus untuk bisa menjaga peluang dan akhirnya bisa menyelesaikan balapan dengan membawa poin penuh di race kedua, sekaligus menjaga peluang saya menjadi juara Asia,” ujar Arbi.
Podium SS600
Beranjak ke kelas Supersport 600 (SS600), Adenanta mengincar target yang sama dengan Arbi pada seri kali ini. Adenanta juga fokus untuk meraih poin maksimal sehingga dapat mengunci gelar juara di Negeri Jiran. Adenanta start dari posisi ke-4 atas catatan waktu terbaiknya di sesi kualifikasi. Dua rekannya di kelas SS600 yakni Herjun Atna Firdaus dan Rheza Danica Ahrens start dari posisi ke-9 dan ke-10. Pada race pertama, Adenanta tampil konsisten dengan menempati posisi 4 besar. Pada tiga lap terakhir, Adenanta terjatuh saat sedang menempati posisi ketiga namun mampu bangkit dan melanjutkan balapan, hingga finis di posisi ke-13. Herjun yang menempati posisi 10 besar mampu tampil impresif dan konsisten dengan menyalip satu persatu pebalap dan akhirnya finis di posisi ke-5, Rheza berhasil finis di posisi ke-12.
Pada Race kedua, Adenanta yang fokus untuk menempati posisi pertama klasemen pebalap, tampil konsisten sejak awal balapan. Pebalap muda ini mampu mengisi posisi pertama pada lap awal. Sepanjang balapan, pebalap asal Magetan, Jawa Tengah ini menempati posisi ketiga dan terus dibayangi oleh 2 pebalap lainnya hingga akhirnya berhasil finis ketiga. Herjun dan Rheza berhasil finis di posisi ke-9 dan ke-10. Dari hasil ini, Adenanta mampu mempertahankan peringkat pertama klasemen dengan 152 poin dan akan berjuang mengunci gelar juara pada putaran keenam yang diselenggarakan di Thailand. Rekan setimnya yakni Herjun dan Rheza menempati posisi 8 dan 14 klasemen sementara.
“Saya memulai start dengan baik dan langsung berinisiatif memimpin balapan. Tetapi 2 pebalap tuan rumah tampil sangat kuat. Pada akhirnya saya berusaha untuk menjaga posisi 3 sekaligus meraih poin yang sangat penting untuk perebutan juara Asia di putaran Thailand mendatang,” ujar Adenanta.Kompetitis di ASB1000
Di kelas ASB 1000cc, pebalap kawakan dari AHRT yakni Andi Gilang start dari posisi kelima. Pada race pertama, pebalap asal Bulukumba, Sulawesi Selatan ini hampir menambah catatan raihan podiumnya dengan bersaing dengan 2 pebalap tuan rumah pada lap awal. Sepanjang jalannya balapan, ia tampil impresif dan mampu mempertahankan posisi ketiga. Saat menjalani tiga lap terakhir, Andi terjatuh dan tidak dapat menyelesaikan balapan.
Pada race kedua, Andi tidak ingin kalah dari pebalap Astra Honda lainnya untuk meraih podium. Sejak awal balap, Andi terus konsisten membuntuti rombongan pertama bersama 4 pebalap lainya. Di lap terakhir, dua pebalap terdepan mengalami insiden saat perebutan podium pertama. Kesempatan tersebut dimanfaatkan Andi untuk mengatur strategi melesat kencang melewati satu pebalap di depannya sebelum memasuki tikungan akhir. Andi terus berjuang hingga garis akhir dan berhasil finis di posisi ketiga.
“Balapan yang sangat ketat di race 2 ini. Saya berada di group dua dan bertarung rapat dengan 4 pebalap lainnya. Insiden di lap terakhir membuat saya berkesempatan meraih podium 3,” ujar Andi Gilang.
General Manager Marketing Planning and Analysis AHM Andy Wijaya mengatakan konsistensi prestasi Astra Honda ini sebagai buah hasil kerjasama tim yang baik serta dukungan CBR series yang telah teruji kencang dan kompetitif.
“Konsisten mengusung semangat juang tinggi pada setiap balapan, para pebalap binaan kami tampil impresif dan penuh strategi yang membuahkan hasil manis dengan meraih podium di kelas AP250, SS600 dan ditutup ASB1000cc. Hasil ini tentu tidak pernah lepas dari pembinaan dan kerjasama tim untuk tampil kompetitif di ajang balap tingkat Asia. Kami juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak dan kami berharap dukungan itu terus hadir bagi para pebalap Astra Honda dalam meraih prestasi,” ujar Andy.Putaran akhir dari persaingan pebalap terbaik Asia ini akan berlangsung pada 5-7 Desember 2025 mendatang di Chang International Circuit, Thailand….(AHRT PR)
-

Bradl : ” Honda kini jadi motor yang ramah setelah ditinggal Marquez !”
Iwanbanaran.com – Cakkk….sebuah pernyataan menarik dilemparkan test rider Honda Stefan Bradl terhadap progress project Honda. Johann Zarco telah membuat gebrakan di LCR Honda pada musim semi 2025 dengan finis di posisi keenam dan keempat di Termas dan Doha, lalu menang di Le Mans, mengukuhkan kesuksesan ini dengan finis di posisi kedua di Silverstone. Zarco juga sempat menempati posisi kelima di Kejuaraan Dunia, tetapi kemudian turun ke posisi ke-10 setelah beberapa kali mengalami crash. Dan progress sekarang juga sangat baik sehingga Bradl mengakui bahwa para pembalap Honda kini tidak lagi harus membalap 110% seperti Marc. ” serunya. Honda kini jadi motor yang ramah setelah ditinggal Marquez !? (more…) -

Tardozzi : ” Marco Bezzecchi harusnya lebih pintar…!! “
Iwanbanaran.com – Cakkk…kakek Tardozzi secara khusus menyoroti kejadian yang menimpa serta manuver Bezzecchi. Menurutnya Marco Bezzecchi harus lebih pintar dan harus bisa mengontrol mengingat ini baru lap pertama. ” Itu baru lap pertama….pada lap ini kamu tidak harus menjadi nomer 1. Marco harus berpikir bahwa balapan ada 27 lap… Marco Bezzecchi harusnya lebih pintar…!! ” serunya. Waah panasss…. (more…) -

Breaking !!! AHM Rilis New Scoopy Kuromi….Waah lucu puolll !!!
Iwanbanaran.com – Cakkk…akhirnya AHM bergerak setelah sebelumnya kita semua tahu Thailand sangat greget melakukan kolaborasi dengan tokoh Kartun ataupun icon karakter. Dan kini AHM mencoba untuk memberikan Scoopy hasil kolaborasi dengan Sanrio. Yup…AHM Rilis New Scoopy Kuromi LE…waahh Lucu Puoll !!! (more…) -

Fabio di Giannantonio Bongkar penyakit GP25…heran Marquez juara Dunia ?!
Iwanbanaran.com – Cakkk…ditengah kondisi Marc yang cedera, siapa menyangka Fabio di Giannantonio akhirnya bongkar penyakit GP25. Motor Ducati ini bagus namun menurutnya ada 1 penyakit yang juga membuat doi puyeng termasuk Gigi. Menurutnya….sebuah fakta terungkap dan nggak heran semua bingung bagaimana bisa Marc tampil dominan disaat motor bermasalah hingga juara dunia ?? (more…)

