Tag: Yamaha R2

  • Ini alasan Kenapa Yamaha YZF-R2 Menggunakan Sasis Steel Tube Diamond, Bukan Deltabox !!

    Ini alasan Kenapa Yamaha YZF-R2 Menggunakan Sasis Steel Tube Diamond, Bukan Deltabox !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…..masih superhot seperti yang sampeyan tahu bahwa Yamaha India resmi merilis generasi tengah antara R15 dan R25. Generasi yang dipandang mumpuni karena PWR terbaik serta pemilihan mesin 1 silinder DOHC bukan lagi SOHC. Artinya ini adalah new engine. Dengan mesin baru…tentu dibutuhkan sasis baru. Nahh sektor inilah yang membuat sampeyan banyak komen….kenapa sasisnya berubah menggunakan model tubular atau bahasa teknisnya Steel Tube Diamond. Kenapa bukan deltabox seperti adiknya yang jelas malah terlihat lebih padat. Inilah yang akan IWB bahas….dan ini cak ternyata alasannya !!

    Yamaha India saat ini memang pada kondisi sulit karena gacoan mereka R15 mendapatkan tekanan besar dari para rival seperti KTM serta Hero dan Bajaj cak. Kondisi ini makin berat karena mereka harus dituntut meracik motor yang powerfull namun tetap terjangkau. Artinya engineering tidak banyak mendapatkan ruang yang luas untuk ekspansi teknis karena tekanan cost. Sebab makin besar biaya produksi maka banderol motor juga akan ikut terkerek. Dan itulah yang ternyata juga menjadi dasar bagi engineering Yamaha memilih sasis Steel Tube Diamond. Tentu saja itu baru satu komponen keputusan diluar alasan teknis lainnya….

    Yup…ini merupakan langkah strategis yang didasari oleh pertimbangan harga, efisiensi bobot, rekayasa struktur, dan fleksibilitas berkendara cak. Berbeda dari adiknya, YZF-R15, yang mengedepankan karakter balap sangat kaku lewat Deltabox, YZF-R2 dirancang dengan target bobot rangka bersih yang sangat ringan, yakni hanya sekitar 14 kg. Alhasil cak…Angka tersebut berhasil menekan bobot isi (kerb weight) motor secara keseluruhan hingga berada di kisaran 149 kg, sehingga rasio daya banding bobotnya (power-to-weight ratio) menjadi sangat kompetitif di kelas 200cc. Jika menggunakan sasis Deltabox aloi aluminium tebal untuk mengakomodasi ukuran mesin 200cc, bobot total diproyeksikan akan bertambah akibat kebutuhan struktur titik tumpu (mounting) yang lebih besar…

    Sasis R2
    Sasis R15

    Insinyur Yamaha memanfaatkan mesin 204cc DOHC silinder tunggal milik YZF-R2 sebagai elemen stres pendukung (stressed-member) yang terhubung melalui sistem four-point engine mounting, sehingga rigiditas torsional seimbang dapat tercapai tanpa memerlukan konstruksi balok ganda aluminium yang lebar. Penggunaan sasis tubular ini juga memberikan efisiensi pengemasan (packaging) kompartemen yang jauh lebih baik, membiarkan posisi airbox, tangki bahan bakar, dan komponen elektronik tertata rapi tanpa membengkakkan lebar bodi motor. Hasilnya, geometri ergonomi motor tetap ramping untuk penggunaan harian di lalu lintas padat, serta tidak terasa terlalu kaku (harsh) saat melintasi jalan raya bergelombang.

    • Sasis steel tube diamond pada Yamaha R2 dirancang khusus hingga memiliki bobot rangka bersih hanya 14 kg.

    • Dengan konfigurasi ini, total bobot isi (kerb weight) YZF-R2 dapat ditekan hingga 149 kg.

    • Jika menggunakan sasis Deltabox aloi aluminium tebal untuk mengakomodasi ukuran mesin 200cc, bobot total diproyeksikan akan bertambah akibat kebutuhan struktur titik tumpu (mounting) yang lebih besar.

    2. Penggunaan Mesin Sebagai Elemen Stres (Stressed-Member Engine Mount)

    • Rangka diamond pada R2 memanfaatkan mesin 204cc DOHC silinder tunggal sebagai komponen penguat kekakuan sasis (stressed-member).

    • Yamaha menerapkan sistem four-point engine mounting (empat titik tumpu) dengan dudukan tambahan yang terinspirasi dari geometri YZF-R6.

    • Sistem ini memberikan rigiditas torsional seimbang tanpa memerlukan konstruksi twin-spar balok ganda lebar ala Deltabox.

    3. Pengemasan Kompartemen & Kepraktisan Harian

    • Sasis tubular diamond memberikan ruang yang lebih fleksibel untuk penempatan boks filter udara (airbox), jalur kabel elektronik (TC & YRC), serta tangki bahan bakar tanpa memperlebar ukuran profil bodi.

    • Rangka ini mempertahankan profil motor agar tetap ramping (slim) dan lincah untuk penggunaan di lalu lintas padat (daily commuting), tidak sepedas atau selebar motor ber-sasis Deltabox.

    4. Penyesuaian Efisiensi Biaya di Segmen 200cc

    • Di pasar India, YZF-R2 diposisikan langsung berhadapan dengan rival seperti KTM RC 200.

    • Menghindari biaya manufaktur cetakan aluminium Deltabox yang tinggi memungkinkan Yamaha mengalihkan alokasi anggaran ke fitur elektronik kelas atas, seperti:

      • Bi-directional Quickshifter generasi ke-3.

      • Layar TFT 5 inci dengan navigasi.

      • Yamaha Ride Control (YRC) 3 mode berkendara & Traction Control.

    Last….penghematan biaya produksi dari absennya cetakan aloi aluminium Deltabox dialokasikan secara tepat oleh Yamaha untuk memperkaya fitur elektronik YZF-R2. Langkah ini membuat YZF-R2 mampu bersaing ketat dengan rival di kelasnya dengan membawa fitur premium seperti Bi-directional Quickshifter, panel TFT 5 inci dengan navigasi, hingga sistem keselamatan Yamaha Ride Control (YRC) dan Traction Control. Oleh karena itu, peralihan menuju sasis steel tube diamond pada Yamaha YZF-R2 bukanlah sebuah penurunan spesifikasi, melainkan bentuk optimasi rekayasa modern yang menyatukan performa lincah, kenyamanan harian, dan kelengkapan teknologi secara seimbang. Nahh jadi ngono cak….piyee, dari sini wis paham yooo (iwb)

    Perbandingan Sasis: YZF-R15 vs YZF-R2

    Fitur / Spesifikasi Yamaha YZF-R15 Yamaha YZF-R2
    Kapasitas Mesin 155cc (SOHC VVA) 204cc (DOHC Finger-Follower)
    Tipe Sasis Deltabox (Aluminium Spar) Steel Tube Diamond Frame
    Bobot Rangka 16–17 kg 14 kg
    Tumpuan Mesin Dual-hangers 4-Point Stressed Member
    Karakter Utama Rigiditas tinggi khas balap Ringan, rigiditas terukur, lincah

  • Breaking !! Yamaha YZF-R2 Goncang Dunia…Power Tembus 26,5PS, Speedometer full color !!

    Breaking !! Yamaha YZF-R2 Goncang Dunia…Power Tembus 26,5PS, Speedometer full color !!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…akhirnya penantian sampeyan terjawab cakkk. Yamaha Motor India resmi menggebrak pasar roda dua global dengan meluncurkan Yamaha YZF-R2 sebagai jawaban atas teka-teki lini entry-level supersport yang bertugas mengisi celah performa dan harga antara R15 V4 dan R25 atau R3. Langkah ini menegaskan komitmen Yamaha dalam menghadirkan platform motor sport bernuansa balap murni namun tetap ramah untuk penggunaan harian. Bukan sekadar R15 yang ditambahi kapasitas mesinnya atau hasil bore-up semata, YZF-R2 hadir dengan penggarapan total pada platform mesin serta sasis yang dirancang sangat presisi. Seperti apa detilnya ? simak penjabaran IWB berikut ini…

    Yamaha akhirnya resmi merilis generasi terbaru mesin 200cc fairing dalam upaya mereka menghadapi pasukan KTM, Bajaj ataupun Hero cak. Dapur pacu motor ini mengusung mesin 204cc 1-silinder DOHC 4-katup berpendingin cairan yang meninggalkan sistem katup VVA SOHC milik R15 dan beralih mengadopsi Finger-Rocker Arm Valve Train yang diturunkan langsung dari superbike Yamaha YZF-R1. Penggunaan mekanisme finger follower ini efektif meminimalkan massa inersia katup pada putaran tinggi sehingga kurva tenaga terus mengisi hingga redline tanpa risiko timbulnya gejala valve float. Nahh menarik tooo…

    Screenshot

    Mesin dengan rasio kompresi 11.5:1 ini mampu memuntahkan tenaga puncak hingga 26.5 PS pada 10.000 rpm serta torsi maksimal 19.1 Nm pada 8.000 rpm. Selain itu, dinding silinder bermaterial die-cast aluminum silicon mendapat perlakuan finishing mirror-finish sehalus cermin untuk pelepasan panas yang jauh lebih optimal sekaligus mereduksi gesekan ring piston. Penyaluran tenaga motor juga semakin responsif berkat hadirnya Electronic Control Throttle atau Ride-by-Wire yang memungkinkan integrasi 3 Mode Berkendara yaitu Street, Sport, dan Rain, disempurnakan pula oleh kehadiran Assist & Slipper Clutch untuk memperhalus efek engine brake saat downshift agresif….

    1. Dapur Pacu Baru: 204cc DOHC & Teknologi Finger Rocker Arm

    Yamaha menyematkan mesin 204cc, berpendingin cairan, 4-tak, 4-katup, 1-silinder DOHC. Output tenaga diukur langsung pada poros engkol (crank axle):

    • Tenaga Puncak: 19,5 kW (26,5 PS) pada 10.000 rpm

    • Torsi Puncak: 19,1 N·m pada 8.000 rpm

    Grafik dyno pada presentasi memperlihatkan lonjakan kurva tenaga (Power) dan torsi (Torque) YZF-R2 yang signifikan di sepanjang rentang RPM jika dibandingkan dengan garis kurva milik Yamaha R15.

    Rincian Komponen Mesin:

    • Valve System: Menggunakan teknologi Finger rocker arm DOHC untuk reduksi gesekan dan stabilitas di putaran tinggi.

    • Cylinder: Silinder DiASil bertekstur mirror-finished dengan rasio kompresi tinggi 11,5:1.

    • Intake System: Mengadopsi Electronic Controlled Throttle body (ETV / Ride-by-Wire).

    • Air Cleaner Box: Dirancang khusus untuk memunculkan Exciting intake sound.

    • Muffler: Sistem pembuangan disetel untuk menghasilkan Heavy exhaust sound.

    • Clutch & Lubrication: Dilengkapi sistem Assist & Slipper (A&S) Clutch serta Semi-dry sump lubrication.

    Gebrakan terbaik Yamaha juga terlihat jelas pada sektor sasis dan bobot kendaraan. Memadukan sasis high-tensile steel diamond frame dengan swingarm berbahan aluminum die-cast, Yamaha YZF-R2 memiliki curb weight hanya 149 kg yang menjadikannya 2,8 kg lebih ringan ketimbang R15 V4 sehingga berdampak langsung pada power-to-weight ratio yang amat responsif. Bayangin cak..lebih enteng dari mesin 150cc…ediann tenan !!

    Yamaha YZF-R2 memiliki Wet Weight (bobot isi) sebesar 149 kg, sehingga menghasilkan Power-to-Weight Ratio sebesar 5,62 kg/PS. Yamaha mengklaim angka PWR ini memberikan respons akselerasi terbaik di kelasnya (Class-leading acceleration).

    Sektor Spesifikasi & Fitur Teknis
    Sasis / Frame High-tensile steel tube frame
    Lengan Ayun (Rear Arm) Pivot-mount Aluminum die-cast rear arm
    Pengereman Depan Radial-mounted 4-pot caliper dengan piringan cakram tunggal floating $\Phi 282$ mm
    Sistem Pencahayaan LED position light dengan desain fasia khas Yamaha R-Series terbaru
    Kokpit / Panel Meter Layar 5-inch full-colored TFT meter dengan fitur turn-by-turn navigation dan konektivitas Y-Connect
    Fitur Elektronik Yamaha Riding Control (YRC) untuk pengaturan karakteristik berkendara

    Karakter flick-ability yang lincah di tikungan didukung oleh wheelbase sepanjang 1.350 mm dan tinggi jok 810 mm. Sektor kaki-kaki dikawal oleh suspensi depan upside down yang dijepit kaliper rem radial-mount 4-piston serta piringan cakram floating 282 mm. Tidak hanya itu….biker juga disuguhkan layar 5-inch Color TFT Display multifungsi yang terkoneksi dengan aplikasi Yamaha Y-Connect untuk menampilkan notifikasi telepon, shift light, hingga telemetry data dasar. Sementara itu, varian tertinggi Yamaha R2M mendapatkan keunggulan tambahan berupa fitur penyetelan preload pada suspensi depan dan belakang serta tuas rem dan kopling yang dapat disesuaikan hingga 5 tingkat jangkauan….

    Last…Di pasar India, Yamaha YZF-R2 akan bersaing langsung dengan KTM RC 200 dan Hero Karizma XMR di segmen sportbike fairing 200cc. Yamaha Motor India secara resmi merilis Yamaha YZF-R2 dalam 3 varian (tipe) utama dengan 5 pilihan warna. Motor ini dipasarkan dengan skema harga ex-showroom India mulai dari Rs 2,30,500 hingga Rs 2,53,000 (sekitar Rp43 juta hingga Rp47,3 juta rupiah jika dikonversi langsung). Sebuah motor standart baru Jepang dikelas 200cc mengingat rem sudah radial 4 piston serta speedometer full color. Apakah model ini akan masuk Indonesia ?? jelas kalau harganya segitu malah akan membunuh R15 mengingat banderol R15 V4 ditanah air sudah pada kisaran 40 jutaan. Piye menurut sampeyan cak ?? cakeppp oraaa ?? (iwb)