Tag: bbm vario evo

  • Bongkar 4 Perbedaan Honda New Vario EVO vs old Vario 160….Ini Rahasia BBM Makin Irit !!

    Bongkar 4 Perbedaan Honda New Vario EVO vs old Vario 160….Ini Rahasia BBM Makin Irit !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…. Honda Vario 160 memang sudah menjadi salah satu skutik high-end paling populer di Indonesia sejak pertama kali meluncur 2022 silam. Namun, AHM rupanya tidak tinggal diam. Memasuki babak baru, AHM resmi menghadirkan penyegaran bertajuk New Honda Vario Evo 160. Namun banyak dari sampeyan yang bertanya-tanya ke IWB melalui DM maupun kolom komentar, “Cak IWB, opo sih bedane Vario Evo 160 iki dibanding versi lama? Opo cuma ganti striping dan casing thok?”. Nah, mumpung unit dan datanya sudah IWB bedah secara membabi buta (hehehe), yuk kita kupas tuntas secara detail dan gamblang opo wae perbedaannya dari mesin, fitur, sampai variannya. Cekidot cak!

    Memang cak kalau membicarakan basis IWB sudah terangkan ke sampeyan bahwa basis masih sama. Namun bukan berarti ini adalah unit yang sami mawon, akan tetapi Vario EVO memang mengalami improvement banyak sektor dibandingkan gen sebelumnya. Apa saja kira-kira. Kita mulai dari sini dulu….

    1. Mesin: Torsi Naik, Jambakan Lebih Terasa!

    Meskipun secara basis masih mengusung mesin 157 cc eSP+ 4-katup berpendingin cairan, AHM melakukan engine re-mapping pada Vario Evo 160. Hasilnya? Torsi puncak merangkak naik, cak!

    • Vario Evo 160: Torsi maksimum naik menjadi 14,0 Nm @ 7.000 rpm (naik 0,2 Nm).

    • Vario 160 Lama: Torsi maksimum ada di angka 13,8 Nm @ 7.000 rpm.

    Untuk tenaga puncak (peak power) sebenarnya masih sama persis di angka 15,4 PS (15,19 HP) @ 8.500 rpm. Namun, berkat kenaikan torsi 0,2 Nm tersebut, feel respon gas di putaran bawah ke tengah terasa sedikit lebih padat dan langsung joss saat diajak stop and go di kemacetan. Ini IWB rasakan secara langsung saat test uji jalanan. Powerband lebih merata dari bawah, tengah hingga atas. Ini yang membuat Vario EVO tidak butuh gas dalam untuk mendapatkan akselerasi. Alhasil motor dengan mudah menggapai komsumsi BBM 1 : 50. Dan ingat cak…MID Vario EVO dalam pengetesan juga sangat akurat. Hanya terpaut nol nol sekian. Jadi MID motor baru AHM ini bisa kita jadikan acuan sahih untuk komsumsi BBM. Torsi nambah…tendangan makin enteng. Yesss…ini cak rahasia BBM Makin Irit !!

    2. Fitur Kepraktisan: USB Type-C!

    Ini dia salah satu update yang sangat mendengarkan curhatan konsumen. Pada Vario 160 lama, konsol boks kiri dilengkapi power charger yang masih membutuhkan adaptor USB (lighter).

    Nah, di Vario Evo 160, AHM menyematkan Direct USB Charger Type-C. Alhasil sampeyan tidak perlu repot beli adaptor tambahan lagi—tinggal colok kabel data modern, handphone langsung terisi!

    Selain itu, gantungan barang di bagian tengah (center hook) kini menggunakan model Pop-Up. Kalau lagi tidak dipakai membawa belanjaan atau kantong plastik, gantungan ini bisa dilipat rapi sehingga area kompartemen tengah terlihat lebih bersih dan estetik.

    3. Varian Lebih Ramai: Muncul Tipe “CBS Nitro”

    Kalau versi sebelumnya AHM hanya menawarkan dua opsi utama yaitu CBS dan ABS, maka pada generasi Evo ini konsumen dimanjakan dengan 3 pilihan varian:

    1. CBS (Standard): Pengeriman kombi brake sistem, cocok untuk penggunaan harian.

    2. CBS Nitro (New Variant!): Mengusung basis CBS namun dibekali livery serta perpaduan warna yang lebih agresif, bold, dan kental aura street racer.

    3. ABS: Varian tertinggi dengan fitur keselamatan Rem ABS Single-Channel serta rem cakram di roda belakang.

    4. Visual, Warna, dan Bobot

    Dari segi dimensi visual, aura gambot dan tajam khas Vario 160 tetap dipertahankan, namun AHM memberikan pilihan warna baru yang jauh lebih fresh dan eye-catching seperti perpaduan warna Nitro Matte Black Red hingga Glossy Blue Lime.

    Menariknya, dari sisi timbangan, terdapat sedikit kenaikan bobot sebesar 1 kg pada seluruh variannya:

    • Vario Evo 160 CBS: 116 kg (sebelumnya 115 kg)

    • Vario Evo 160 ABS: 118 kg (sebelumnya 117 kg)

    Komparasi Spesifikasi Kunci

    Sektor Honda Vario 160 Lama New Honda Vario Evo 160
    Torsi Maksimum 13,8 Nm @ 7.000 rpm 14,0 Nm @ 7.000 rpm
    Port Charger Socket Lighter (Butuh Adaptor) USB Type-C (Direct Plug)
    Center Hook Hook Model Tetap Pop-Up (Dapat Dilipat)
    Pilihan Varian 2 (CBS, ABS) 3 (CBS, CBS Nitro, ABS)
    Bobot Kosong 115 kg (CBS) / 117 kg (ABS) 116 kg (CBS) / 118 kg (ABS)

    Last…jadi tidak hanya tampang yang makin gahar, langkah AHM menyegarkan Vario 160 menjadi versi Evo tergolong smart improvement. Mereka tidak membongkar total desain yang sudah disukai pasar, melainkan menyempurnakan detail-detail kecil yang krusial: torsi lebih padat, colokan charger lebih praktis, dan pilihan varian yang semakin luas. Pilihan kini kembali ke tangan panjenengan semua. Piye bro, tertarik boyong Vario Evo 160 ke garasi ora kiieee ? hehehehe….. (IWB)

     

  • Turing 200KM+ nunggang Honda New Vario EVO 160 Belitung….Mesinnya Menipu !!!

    Turing 200KM+ nunggang Honda New Vario EVO 160 Belitung….Mesinnya Menipu !!!

    Iwanbanaran.com – Cakkkk…puas, bener-bener puas IWB dibuatnya. Setelah sekian lama dibuat penasaran dengan sepak terjang matik terbaru gacoan PT AHM, akhirnya IWB berkesempatan langsung melakukan ritual wajib, yaitu real test di jalanan raya! Gak tanggung-tanggung cak, IWB bersama rekan-rekan blogger dan vlogger baru saja menuntaskan agenda sakral bertajuk “Touring Explore Belitung” pada Juli 2026 ini. Menempuh perjalanan dari pagi hingga sore…fix, Mesinnya Menipu !! Lhoo kok isooo ?

    Jalur yang dilalui nggak main-main cak, rute sejauh 216,1 KM dengan waktu tempuh murni sekitar 4 Jam 27 Menit sukses kita babat habis dari start di Marriott Belitung, menyisir belasan check point ikonik seperti Replika Sekolah Laskar Pelangi, Kelapa Kampit, Tanjung Tinggi, hingga finish kembali di Fairfield by Marriott Belitung. Diajak cruising santai hingga betot gas mentok di aspal Belitung, lantas bagaimana impresi sesungguhnya dari New Honda Vario EVO ini? Mari kita bedah satu per satu kelebihannya cakkk!

    Begitu keluar dari garis start dan mulai ketemu jalur lengang, jambakan awal mesin Vario EVO ini langsung bikin IWB ngomong dalam hati, “Asyemm…ancen enak nih motor mesinnya”. Karakter penyaluran tenaganya bener-bener padat berisi cak. Nggak ada ceritanya jeda atau lemot pas selongsong gas dipuntir mendadak. Tenaganya ngisi terus dari putaran bawah (low RPM) merambat mulus tanpa ada gejala loyo sampai ke putaran atas (high RPM). Yang IWB suka sensasi ketika motor digeber pada kecepatan tinggi konstan…mesin Honda ini minim getaran. Mesinnya sukses bikin kaget….hanya oprek mapping ECU kok peningkatannya cukup terasa ya…..wahhhh…

    Bukan cuma akselerasinya yang jempolan, pas ketemu trek lurus panjang dan aman, IWB coba maksimalkan nafas mesinnya. Fix…..nafas mesinnya seperti enggan habis. Sepertinya Honda mematik limiter cukup tinggi pada Vario EVO ini. Edannya bahkan banyak dari rekan-rekan blogger lain yang sukses menembus angka top speed hingga 125 km/jam! Yup…akangMV sempat tembus segitu cak. Sedang Wak haji Taufik tembus 124 km/jam. Asyemm…jadi kena tipu mesinnya cak. Lawong klaim Honda top speed hanya 109km/jam…ini kok sengacir ini. Eitt…tunggu dulu cak, itu nggak menipu karena memang pengukuran Honda menggunakan GPS. Sedang pengetesan kita pakai speedometer. Tapi tetap sih…motor ini lebih kencang dari bayangan kita. Sebab estimasi kasar bisa saja Vario EVO ini tembus 115km/jam by GPS.  Jelas Untuk ukuran matik harian, kecepatan segini sudah lebih dari cukup dan membuktikan kalau output mesin Vario EVO ini emang dinaikkan secara serius oleh AHM. Terus piye handlingnya ??

    Nah, ini sektor yang juga IWB acungi jempol selama meliuk-liuk di jalanan Belitung yang bervariasi. Handling-nya bener-bener mantap, lincah, dan terukur banget. Kehadiran rangka eSAF terbukti memberikan kontribusi besar di sini. Bobot yang proposional dipadukan dengan rigiditas rangka eSAF sukses membuat Vario EVO menjelma menjadi motor yang super agile (lincah). Ditekuk masuk tikungan cornering tajam atau diajak zig-zag menghindari rintangan, motor menurut banget tanpa ada gejala geol-geol. Juozzz tenan ! Tapi tidak afdol kalau kita nggak intip gimana sensasi suspensi….

    Jadi cak…Untuk urusan peredaman, karakter suspensi belakang Vario EVO ini memang terasa agak stiff alias sedikit kaku dibagian belakang. Tapi jangan salah cak… setingan begini justru membawa berkah pas dipakai turing kecepatan tinggi. Karakter suspensinya bener-bener stabil dan tidak ngocok (ajrut-ajrutan secara liar) ketika motor dipaksa menghantam lubang atau jalanan yang rusak. Redamannya mantap dan bikin motor tetap anteng di jalurnya. Ini yang IWB harus berikan apresiasi pada engineering Honda. Stiff tapi tidak ngocok saat menghantam lubang atau speedtrap tinggi, racikannya pas. Btw…Satu hal yang bikin turing jarak jauh sejauh 200 km lebih ini nggak bikin badan cepat capek adalah kehalusan mesinnya. Saat motor diajak menjelajah (cruising) konstan di kecepatan 90 km/jam, getaran mesinnya terasa sangat halus cak. Minim vibrasi baik di area setang maupun di area pijakan kaki (dek)….

    Untuk varian yang IWB tes sudah dibekali sistem pengereman ABS (Anti-lock Braking System). Remnya bener-bener jempolan, pakem, tur terukur banget. Hal ini didukung juga oleh bobot motor yang tergolong ringan di kelasnya, yaitu hanya 118 kg. Dengan bobot seringan itu, daya cengkeram rem menjadi jauh lebih efektif untuk menghentikan laju motor saat terjadi pengereman mendadak. Dan dari sekian nilai plus lain adalah komsumsi BBMnya. Ini dia yang paling krusial dan bikin dahi berkerut heran. Mesin bertenaga tapi kok iritnya kebangetan? Selama turing dengan gaya berkendara IWB yang agresif, sering geber-geberan, dan seting gas mentok demi merasakan performa puncaknya, konsumsi bensinnya masih sanggup menembus 45 km/liter! Bahkan yang lebih edan lagi, rekan kita Wak Haji Taufik dari TMCblog yang berbobot 58kg sukses mencatatkan angka keiritan hingga 55 km/liter! Gendeng tenan, iritnya naudzubillah cak!

    Namun Nggak ada gading yang tak retak, cak. Di samping limpahan kelebihannya, IWB punya sedikit masukan kecil buat tim AHM untuk penyempurnaan ke depan. Masukannya ada di sektor jok. Karakter busa jok bawaannya saat ini dirasakan cenderung medium agak keras. Efeknya baru berasa kalau sampeyan berkendara non-stop di atas 2 jam, area bokong lumayan terasa panas. Kalau racikan joknya nanti bisa dibuat sedikit lebih empuk lagi, dijamin tingkat kenyamanan turing bakal naik berlipat-lipat. Yang kedua speedometernya…bagi IWB yang matanya udah senin kamis (wkwkwk), display Vario EVO ini kekecilan. Praktis untuk melihat speed kadang butuh effort lebih. Kuwi cak beberapa kekurangan yang IWB temui selama seharian penuh membawa turing sejauh 214 km. Selebihnya…juozz gandozz tenan !!

    Last….Secara garis besar, Honda Vario EVO sukses menyuguhkan paket komplit yang sangat memuaskan, terutama dari segi sensasi mesin yang responsif, handling terbaik di kelasnya, serta tingkat keiritan bahan bakar yang jempolan. Motor ini tampil makin keren dengan power meningkat drastis yang mampu menyajikan sensasi riding super menyenangkan. Dengan segala keunggulan sultan tersebut, motor ini dibanderol dengan harga yang sangat kompetitif, yakni termurah di angka 28 jutaan dan termahal menyentuh 31 jutaan Rupiah. Dengan rentang harga segitu, jelas motor ini bakal menjadi racun akut yang sangat menggoda iman dan celengan tabungan sampeyan! Terima kasih sebesar-besarnya IWB ucapkan untuk Honda BaBEL (Main Dealer Honda Motorcycle Bangka Belitung) dan PT AHM yang sudah memfasilitasi perjalanan epik ini. New Vario EVO 160 ?? hati-hati cak…jangan pernah ngetes tiwas mumet ndase sampeyan wkwkwk…(iwb)

    Mega Gallery Touring Explore Belitung Vario EVO 2026

    Lokasi Pulau Lengkuas, Laskar Pelangi dll