Bro dan sis sekalian….selang dua hari setelah IWB rilis aplikasi terbaru Android….ternyata banyak masukan terjadi delay saat ada artikel baru masuk. Notifikasi jalan…namun saat diklik belum terupdate. Nah….langsung IWB report keDeveloper dan mereka bertindak cepat melakukan update. Dan inilah hasilnya…..

Category: Serba serbi
-

IWB for Android bug delay notifikasi fixed. Monggo update kangmzzzz….!!
-

Aplikasi IWB for Android terbaru telah dirilis. Jauh lebih komplit dan cepat, kudu didownload ki..!!
-

Tampang penjual gethuk itu kini sudah berubah…..
-

Pengalaman uji KIR yang patut mendapatkan renungan kita bersama….

“Asap tebal menyembur dari Kopaja yang tetap lolos uji KIR” Bro dan sis sekalian…tertegun IWB membaca ulasan Kompasiana dari bro Aryadi Noersaid. Artikel berjudul “pengalaman uji KIR, lorong gelap sebuah uji kelayakan” yang dishare bro Taufik Ramadhan seakan menyeret ingatan IWB pada tragedi kecelakaan tol Suramadu beberapa minggu lalu. Sebuah artikel bagus dan membuat mata kita semua melek….betapa sistem dinegeri ini memang harus dibenahi. Sebab tidak fair rasanya jika tiap kecelakaan selalu menyalahkan takdir Tuhan. Pengalaman uji KIR yang dituturkan bro Aryadi berikut merupakan contoh kongret yang tidak bisa kita bantah….

(more…) -

Petugas berikut ini enggan ngantri isi BBM….oalah!
Menjadi panutan masyarakat tidaklah mudah. Segala tindak tanduk seringkali diawasi khalayak umum. Namun kadangkala…secara individu mereka memang tidak mampu memberikan contoh yang benar. Seperti jepretan yang dishare bro FA berikut ini….
(more…) -

Korban penjambretan di Kebayoran lama terus berjatuhan. Aparat kudu segera bertindak!!!
Bro dan sis sekalian……korban penjambretan terus saja terjadi. Daerah Kebayoran Lama dan sekitarnya lambat laun bisa dikatakan sebagai jalur tengkorak. Seperti informasi bro Ronny yang mengaku menjadi korban penjambretan diarea Pakuwono. Tanpa bisa berbuat banyak karena pelaku menggunakan Ninja150R……..doi mengaku shock dan trauma!!
(more…) -

Dirgahayu ke-69 negeriku!!!….

Enam puluh sembilan tahun lalu kesibukan terlihat dijalan Pegangsaan. Situasi yang sangat mendesak karena posisi RI yang masih diincar Belanda pasca kejatuhan Jepang (14 Agustus 1945) dari tangan Sekutu menuntut pemimpin negeri ini bertindak cepat. Tujuannya satu yakni supaya internasional tahu bahwa pemerintahan Republik Indonesia yang sah dan berdaulat masih berdiri kokoh. Niat untuk mengumumkan kemerdekaan begitu kuat. Dengan segala resikonya…didukung kaum muda (peristiwa Rengasdengklok) Soekarno dibantu Moh. Hatta dan Ahmad Soebarjo menyusun teks proklamasi di ruang makan di laksamana Tadashi Maeda Jln Imam Bonjol No 1. Setelah disetujui…konsep naskah Proklamasi hasil tulisan Soekarno diketik oleh Sayuti Melik. Dan terhitung pada tanggal 17 Agustus 1945 jam 10 pagi…..Proklamasi kemerdekaan akhirnya dikumandangkan!!!….

(more…) -

IWBspeed.com kembali hadir mengiringi Iwanbanaran.com……
Bro dan sis sekalian….pasti sampeyan rada bingung dengan hadirnya IWBspeed.com….kemudian sempet tenggelam lagi dan kini IWB deklarasikan kembali berdiri. Bukan untuk membuat artikel terpecah atau pembaca bingung……namun Blog IWBspeed sifatnya lebih universal…..menjadi pelengkap Iwanbanaran.com sekaligus membantu server IWB agar lebih ringan khususnya jika memposting gambar-gambar berat berukuran besar yang membutuhkan server mumpuni sekelas WordPress…..
-

Kabut asap koq kayak musim duren…
Bro dan sis sekalian….judul diatas IWB ambil dari curahan hati bro Pur yang mengirim surel keBlog ini karena sudah muak dengan kabut asap yang melanda kota tempat tinggalnya…Pekanbaru. Surel yang nyaris tenggelam terlupakan akibat saking banyaknya inbox dan baru kali inilah sempat IWB posting. Tujuannya hanya satu…..berharap pemerintah sudi buka mata, perduli dan tidak terkesan menutup mata bahwa kabut asap diPekanbaru juga bisa meningkatkan potensi kecelakaan karena jarak pandang yang terbatas. Disampaikan secara kocak, berikut curahan hati sobat kita dari ujung Pekanbaru…..

-

Beberapa jepretan peninggalan letusan gunung Kelud….
Bro dan sis sekalian….ketika alam mengamuk, manusia hanya bisa berdoa pada sang khalik. Begitu juga saat banjir dan gunung meletus…..nyaris kita tidak mampu berbuat banyak kecuali iktiar dan tawakal menerima keadaan. Seperti ketika Kelud memuntahkan isinya……penduduk berduyun-duyun mengungsi menyelamatkan diri. Sanak saudara, anak, keluarga diboyong bersama menghindari amukan abu vulkanik yang dikeluarkan dari perut bumi. Syukurlah masa itu kini telah berlalu….













