Category: Racing

  • Pedro Acosta akui terkesan dengan Duel Marc Marquez !!

    Pedro Acosta akui terkesan dengan Duel Marc Marquez !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Pertarungan sengit di MotoGP semakin terasa seperti “kembali ke masa lalu” bagi pembalap muda KTM, Pedro Acosta. Ia mengaku bahwa duelnya melawan Marc Marquez di Sprint Race seri pembuka di Buriram, Thailand, adalah pertarungan terbaiknya sepanjang karier di kelas utama…. (more…)

  • Update…Kontrak baru Ducati – Marquez menemui titik terang !!

    Update…Kontrak baru Ducati – Marquez menemui titik terang !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Marc Marquez, memberikan kabar terbaru mengenai masa depannya bersama tim pabrikan Ducati Lenovo. Dalam pernyataannya, Marquez mengonfirmasi bahwa negosiasi kontrak baru telah mencapai titik terang, di mana “sebagian besar poin” telah disepakati oleh kedua belah pihak… (more…)

  • Hot isu…Marc Marquez, Calon Pemilik Tim MotoGP ?? Saingi Rossi !?

    Hot isu…Marc Marquez, Calon Pemilik Tim MotoGP ?? Saingi Rossi !?

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Masa depan Marc Marquez di MotoGP tampaknya tidak akan benar-benar berakhir meski ia telah pensiun dari balapan suatu hari nanti. Pembalap tim Ducati Lenovo itu mengisyaratkan bahwa dirinya terbuka dengan kemungkinan untuk tetap berkecimpung di dunia Grand Prix, bahkan mungkin sebagai pemilik tim. (more…)

  • Motogp : Bongkar Rahasia Aprilia F-Duct…dituding Ilegal !!

    Motogp : Bongkar Rahasia Aprilia F-Duct…dituding Ilegal !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Sebuah inovasi aerodinamika baru tengah menjadi perbincangan hangat di paddock MotoGP. Tim pabrikan Aprilia dikonfirmasi telah memperkenalkan perangkat yang dijuluki ‘F-Duct’ pada motor RS-GP mereka. Yang menarik, bos tim, Massimo Rivola, dengan percaya diri menyatakan bahwa teknologi tersebut sepenuhnya legal dan terbuka untuk ditiru oleh kompetitor. (more…)

  • Sirkuit Motogp Adelaine disebut Trek Pencabut Nyawa….kok Ngeri ya ?!

    Sirkuit Motogp Adelaine disebut Trek Pencabut Nyawa….kok Ngeri ya ?!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Dunia balap motor diguncang oleh kabar bahwa Liberty Media dan promotor lokal Australia sedang mempertimbangkan untuk mencoret Phillip Island dari kalender MotoGP 2027 dan memindahkannya ke Sirkuit Jalan Raya Adelaide. Meskipun Adelaide memiliki sejarah panjang di Formula 1, bagi banyak pakar dan pembalap, rencana ini dianggap “unjustifiable” atau tidak masuk akal. Bahkan dengan lay out sekarang dipastikan trek Adelaide pantes disebut trek pencabut nyawa. Lhoo kok ngeri ?? ini alasannya…

    1. Phillip Island Adalah “Permata” MotoGP

    Phillip Island bukan sekadar sirkuit; ia adalah katedral kecepatan. Dengan tikungan high-speed seperti Stoner Corner dan trek lurus yang menghadap Samudra Hindia, sirkuit ini secara konsisten menyajikan balapan terbaik setiap musim.

    • Karakter Unik: Tidak ada sirkuit lain di kalender yang memungkinkan salip-menyalip di hampir setiap tikungan dengan kecepatan lebih dari 200 km/jam.

    • Suara Pembalap: Mayoritas pembalap, termasuk Pecco Bagnaia dan Marc Marquez, berulang kali menyebut Phillip Island sebagai trek favorit mereka di dunia.

    2. Bahaya Nyata Sirkuit Jalan Raya Adelaide bagi Motor

    Alasan utama mengapa rencana ini dikecam habis-habisan adalah faktor keamanan.

    • Area Run-off: Sirkuit jalan raya seperti Adelaide dikelilingi oleh pagar beton dan pembatas permanen. Di MotoGP, di mana pembalap jatuh dalam kecepatan tinggi dan meluncur jauh, tidak adanya area run-off yang luas adalah resep untuk bencana.

    • Teknologi Motor: Dengan motor MotoGP modern yang dilengkapi aero-wings dan ride-height devices, sirkuit jalan raya yang bergelombang dan sempit tidak akan mampu mengakomodasi performa motor 1000cc (atau bahkan 850cc di masa depan).

    3. Masalah Logistik vs. Warisan Budaya

    Argumen utama pemindahan ke Adelaide adalah aksesibilitas. Adelaide berada di tengah kota, memudahkan penonton dan sponsor untuk hadir dibandingkan Phillip Island yang terpencil.

    Namun, The Race berargumen bahwa mengorbankan kualitas balapan demi kenyamanan logistik adalah langkah mundur.

    “Anda tidak memindahkan Wimbledon ke tempat parkir supermarket hanya karena tempat parkir itu lebih dekat dengan stasiun kereta,” tulis analisis tersebut.

    4. Trauma Masa Lalu dan Masa Depan

    Upaya memindahkan balapan ke jalan raya seringkali gagal memberikan tontonan yang setara dengan sirkuit permanen. Phillip Island adalah sirkuit “murni” yang menguji keberanian dan teknik pembalap, bukan sekadar titik pengereman keras di antara dinding beton.

    Masalah Keamanan yang Mustahil

    Banyak yang mengakui menghabiskan waktu berjam-jam mempelajari proposal sirkuit Adelaide di Google Maps sejak berita ini diumumkan. Dipastikan tidak bisa melihat dunia di mana trek ini bisa dibuat aman untuk MotoGP tanpa merobohkan ratusan pohon, beberapa bisnis, dan puluhan rumah warga.

    Last….Sederhananya, tidak ada ruang yang cukup untuk menciptakan area run-off (ruang penyelamat) yang aman. Mereka menghabiskan 30 tahun bekerja untuk membuat MotoGP seaman mungkin, dan langkah ini terasa seperti membawa kita kembali ke era 1970-an. Melihat trek lama F1 Adelaide yang masih digunakan untuk ajang Supercars saat ini, kita mungkin sekalian saja menambahkan balapan MotoGP di Monaco atau Macau. Keduanya punya tingkat keamanan yang setara dengan apa yang ditawarkan Adelaide sekarang. Serem cak asli…(iwb)

    Perbandingan Singkat: Phillip Island vs. Adelaide

    Fitur Phillip Island Adelaide (Street Circuit)
    Tipe Trek Sirkuit Permanen Alami Jalan Raya Kota
    Keamanan Area Run-off Luas (Rumput/Gravel) Pagar Beton & Pembatas Dekat
    Kualitas Balapan Sangat Tinggi (Sering Foto-Finish) Terbatas (Sempit & Sulit Menyalip)
    Atmosfer Ikonik, Pemandangan Laut Perkotaan, Akses Mudah

    Kesimpulan: Keputusan yang Merusak Identitas

    Jika MotoGP benar-benar meninggalkan Phillip Island, mereka tidak hanya kehilangan sebuah sirkuit, tetapi juga kehilangan jiwa dari tur Asia-Pasifik. Adelaide mungkin bagus untuk bisnis, tetapi untuk olahraga balap motor murni, itu adalah langkah mundur yang tidak bisa dibenarkan.

  • Breaking !! Nasib MotoGP Qatar 2026 di Ujung Tanduk….Iran Bombardir Teluk !!

    Breaking !! Nasib MotoGP Qatar 2026 di Ujung Tanduk….Iran Bombardir Teluk !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Masa depan Grand Prix Qatar 2026, seri pembuka MotoGP yang dijadwalkan berlangsung pada 10-12 April di Sirkuit Lusail, masih diselimuti ketidakpastian. Konflik yang sedang memanas di kawasan Timur Tengah menjadi biang kerikil yang memaksa penyelenggara, Dorna Sports, untuk mempertimbangkan ulang jadwal balapan. Yup…Nasib MotoGP Qatar 2026 di Ujung Tanduk….Iran Bombardir Teluk !! (more…)

  • Acosta Kaget Marc dihukum penalti…..!!!

    Acosta Kaget Marc dihukum penalti…..!!!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Acosta memang jadi leader klasemen. Namun Acosta mengakui Kemenangan MotoGP pertamanya dalam Sprint Race di Grand Prix Thailand,  tidak dengan cara yang dibayangkan oleh talenta muda asal Spanyol tersebut. Faktanya, penalti yang dijatuhkan kepada Marc Marquez akibat manuver menyalip yang agresif di lap terakhir terhadap pembalap KTM itulah yang membuka jalan menuju kemenangan. Sebuah penalti yang memang tidak mengurangi nilai perjuangan dan balapan gemilang Pedro, namun tetap menyisakan sedikit rasa ganjal karena ia belum berhasil meraih kemenangan perdananya di kelas utama dengan cara yang lebih “bersih”…. (more…)

  • Motogp Thailand 2026 : Ambyarrr, Ban Marquez Pecah….Bezzecchi juara, Aprilia ancam Ducati !!

    Motogp Thailand 2026 : Ambyarrr, Ban Marquez Pecah….Bezzecchi juara, Aprilia ancam Ducati !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…benar-benar amsyong cakkk Marc Marquez. Sejak Awal Marc memang kelihatan nggak nyaman dengan motornya. Dan ternyata terbukti pada 3 lap terakhir ban Marc pecah. Sedang Marco Bezzecchi berhasil menebus kegagalannya di Sprint Race dengan penampilan luar biasa untuk memenangkan balapan utama MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Internasional Chang, Minggu (1/3/2026). Kemenangan ini menandai dominasi motor Aprilia RS-GP26 di seri pembuka musim ini. (more…)

  • Moto3 Sprint Thailand 2026 : Debut Veda kejutkan Dunia…sukses Kalahkan Honda Leopard !!

    Moto3 Sprint Thailand 2026 : Debut Veda kejutkan Dunia…sukses Kalahkan Honda Leopard !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…aslinya jantungan cak nonton race Moto3. Lhaa piye cakk….Sirkuit Internasional Chang, Buriram, menjadi saksi bisu aksi memukau pembalap muda Indonesia, Veda Pratama, dalam gelaran Moto3 Thailand pada Minggu, 1 Maret 2026. Sebagai rookie, Veda menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar pelengkap di lintasan, melainkan ancaman nyata bagi para pembalap veteran. Yup…Moto3 Sprint Thailand 2026 : Debut Veda kejutkan Dunia…sukses Kalahkan Honda Leopard !!

    Bertarung di Barisan Depan

    Memacu motor Honda bersama tim Honda Team Asia, Veda tampil sangat kompetitif sepanjang 19 putaran balapan. Di tengah persaingan sengit yang didominasi oleh mesin-mesin KTM, Veda berhasil menjaga ritme balapnya dengan kecepatan rata-rata mencapai 160.2 km/jam.

    Kematangan mental Veda diuji saat ia harus berhadapan dengan nama-nama besar dan talenta muda Eropa. Meski sempat menerima peringatan batas lintasan (track limits warning) pada pukul 12:19:41 waktu setempat, pembalap bernomor motor 9 ini tetap fokus dan tidak kehilangan momentum di grup depan. Berbeda dengan beberapa pembalap lain yang mengalami kecelakaan seperti Ryusei Yamanaka atau Matteo Bertelle

    Hasil Finis yang Impresif

    Veda Pratama berhasil menyentuh garis finis di posisi ke-5. Hasil ini sangatlah impresif mengingat ketatnya jarak antar pembalap:

    • Veda hanya terpaut 9.687 detik dari sang pemenang, David Almansa.

    • Ia berhasil mengungguli pembalap berpengalaman seperti Adrian Fernandez dan David Muñoz.

    • Veda menjadi pembalap Honda dengan posisi finis terbaik 

    Veda Pratama vs. Squadra Honda

    Meskipun balapan didominasi oleh motor KTM yang menyapu bersih podium , Veda Pratama tampil sebagai salah satu penunggang Honda NSF250RW terbaik di lintasan. Berikut adalah perbandingannya dengan pembalap Honda lainnya yang finis di zona poin:

    Posisi Rider Tim Motor Selisih Waktu dengan Veda
    5 Veda Pratama Honda Team Asia Honda
    6 Adrian Fernandez Leopard Racing Honda

    +0.036 detik

     

    11 Casey O’Gorman SIC58 Squadra Corse Honda

    +2.176 detik

     

    14 Joel Kelso GRYD-MLav Racing Honda

    +7.577 detik

     

    15 Eddie O’Shea GRYD-MLav Racing Honda

    +7.772 detik

     

    Analisis Keunggulan Veda

    • Akselerasi Terjaga: Veda berhasil mencatatkan kecepatan rata-rata 160.2 km/jam, setara dengan Adrian Fernandez yang merupakan pembalap berpengalaman di kelas ini.

    • Duel Sengit hingga Garis Finis: Keunggulan Veda atas Adrian Fernandez sangat tipis, yakni hanya 0.036 detik. Ini menunjukkan kemampuan Veda dalam melakukan defensive riding yang luar biasa di lap terakhir.

    • Efisiensi Rekan Setim: Veda tampil jauh lebih dominan dibandingkan rekan setimnya di Honda Team Asia, Zen Mitani, yang finis di posisi ke-22 dengan selisih waktu mencapai 28.291 detik dari Veda.

    KTM vs Honda

    Seluruh posisi podium (juara 1, 2, dan 3) dikuasai oleh pembalap yang menggunakan motor KTM. Bahkan, posisi 4 besar secara keseluruhan diisi oleh pabrikan asal Austria tersebut. Veda Pratama adalah pembalap non-KTM pertama yang berhasil menembus dominasi ini di posisi ke-5.

    Kecepatan dan Akselerasi (Top Speed)

    Berdasarkan data klasifikasi, terlihat adanya perbedaan efisiensi antara kedua pabrikan:

    • Pemenang Race: David Almansa (KTM) mencatatkan kecepatan rata-rata 161.0 km/jam.

    • Veda Pratama: Meskipun tampil luar biasa, kecepatan rata-rata Honda milik Veda berada di angka 160.2 km/jam.

    • Gap Waktu: Selisih antara juara 1 dan 2 (keduanya KTM) hanya 0.003 detik, menunjukkan betapa kompetitifnya mesin KTM di lintasan lurus. Sementara itu, Veda tertinggal 9.687 detik dari posisi pertama.

      Rekor Lap Tercepat

    Dominasi performa mesin KTM juga tercermin dalam catatan waktu lap tunggal:

    • All-Time Lap Record: Rekor tercepat sepanjang masa di sirkuit ini dipegang oleh David Almansa dengan motor KTM (1’40.088) yang dicetak pada tahun 2026 ini.

    • Best Race Lap: Rekor lap terbaik saat balapan juga masih dipegang oleh pengguna KTM, yakni David Muñoz pada tahun 2025.

    • Fastest Lap Balapan Ini: Lap tercepat dalam balapan ini dicetak oleh Valentin Perrone yang juga menggunakan KTM.

    Meskipun Veda mampu bersaing di grup depan, data menunjukkan bahwa dari 10 besar pembalap yang finis, 7 di antaranya menggunakan KTM, sementara hanya 3 pembalap yang menggunakan Honda (Veda Pratama, Adrian Fernandez, dan Casey O’Gorman). Hal ini mengindikasikan bahwa secara paket mekanis, KTM memiliki keunggulan kuantitas dan kualitas di sirkuit yang membutuhkan tenaga besar seperti Buriram. Jadi fix cak…Performa Veda yang mampu finis di posisi ke-5 dengan selisih waktu tipis dari grup di depannya membuktikan bahwa ia melakukan extra effort untuk menutupi celah performa antara motor Honda dan KTM tersebut…

    Last…Keberhasilan mengamankan 11 poin di GP Thailand memperkokoh posisi Veda sebagai salah satu pendatang baru yang paling diperhitungkan musim ini. Kemampuannya untuk tetap tenang di bawah tekanan dan bersaing di posisi lima besar memberikan sinyal positif bagi kemajuan balap motor Indonesia di kancah internasional. So…makin bangga dan goooo Merah putihhh !!! (iwb)

  • Marc Marquez Akui tak Setuju Penalti..” Era baru Motogp ” !!

    Marc Marquez Akui tak Setuju Penalti..” Era baru Motogp ” !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk…Marc Marquez mengatakan bahwa penalti yang ia terima karena memaksa Pedro Acosta melebar di Sprint Race MotoGP Thailand adalah tanda dari “era baru” dalam standar balapan MotoGP. Marc Marquez Akui tak Setuju Penalti..” Era baru Motogp ” !! (more…)